Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN E-LEARNING TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH BAHASA INDONESIA Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
Prakata: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Serta Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2024): Prakata: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Serta Pembelajaran
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/prakata.v1i2.41

Abstract

The rapid advancement of technology has significantly impacted the diversity of learning methods. One increasingly adopted method is e-learning, which allows students to access learning materials anytime and anywhere. This method provides various learning media that serve as facilitators in online learning. The use of e-learning has both positive and negative implications, such as enhancing students' learning independence while also potentially fostering dependence on the internet. This study aims to identify the influence of e-learning learning methods on students' learning independence. The research employs a descriptive quantitative approach using a survey method with questionnaires. The study involved 52 students enrolled in the Indonesian Language course using the e-learning learning method. The results indicate that the use of e-learning in the Indonesian Language course significantly affects students' understanding of e-learning utilization and application, with a percentage of 50%. Furthermore, the findings suggest that e-learning contributes to students' learning independence, as it encourages them to actively seek learning resources on their own
Morfofonemik dalam Teks Berita pada Kolom "Tren" di Platform Online Kompas.Com Vidya Vidya; Desma Yuliadi Saputra
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education Vol. 1 No. 2 (2026): HANA: Humanities and Academic Narratives in Education
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/hana.v1i2.489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis proses morfofonemik yang ditemukan dalam berita Tren di Kompas.com serta menganalisis pola-pola perubahan bunyi yang muncul. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan linguistik terapan, khususnya dalam pemantauan penggunaan bahasa Indonesia di ruang digital.  Proses Morfofonemik adalah perubahan bunyi yang timbul akibat pertemuan morfem terikat dan morfem bebas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Data diambil dari artikel berita populer 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai fenomena morfofonemik seperti pemunculan fonem peluluhan fonem. Penggunaan bahasa dalam platform online cenderung mengikuti kaidah baku.  Menghasikan data morfofonemik dengan jumlah data sebanyak 17 data. Dalam kajian liguistik penelitian ini membantu untuk lebih memahami dalam pembentukan katapun terdapat proses dan aturannya.
PENGGUNAAN FIGUR BAHASA DAN CITRAAN DALAM PODCAST CERITA HOROR ‘LENTERA MALAM’ EPISODE UJI NYALI DI RUMAH IBLIS BERUJUNG MENINGGAL PADA MEDIA YOUTUBE Sri Rahayu; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.10655

Abstract

This study aims to describe the use of figurative language and imagery in the horror podcast Lentera Malam, specifically in the episode “Uji Nyali di Rumah Iblis Berujung Meninggal” on YouTube. The research focuses on identifying types of figurative language and sensory-based rhetorical strategies employed by the storyteller to construct a terrifying atmosphere. A descriptive qualitative method was applied, with the data sourced from transcribed audio narration. Data were collected through documentation and note-taking techniques, and analyzed using Miles, Huberman, and Saldana’s interactive analysis model. The findings reveal that the narrator employs various stylistic devices such as hyperbole, simile, irony, and personification to emphasize extreme conditions and intensify psychological tension. The study also identifies the use of visual, auditory, kinesthetic, and temporal imagery, all of which enhance the listener’s imagination and reinforce the eerie atmosphere. These results demonstrate that the horror effect in the podcast is not solely derived from the storyline but is significantly shaped by expressive oral language. This research contributes to stylistic studies in audio-digital media and highlights how rhetorical and figurative devices function in constructing modern horror narratives ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan figur bahasa dan citraan dalam podcast horor Lentera Malam episode “Uji Nyali di Rumah Iblis Berujung Meninggal” pada platform YouTube. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi jenis figur bahasa serta strategi retorika berbasis citraan yang digunakan pencerita untuk membangun suasana horor. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa transkripsi narasi audio. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencerita memanfaatkan berbagai perangkat stilistika, antara lain hiperbola, simile, ironi, dan personifikasi untuk menegaskan kondisi ekstrem dan membangun ketegangan psikologis. Selain itu, ditemukan penggunaan citraan visual, auditori, kinestetik, dan temporal yang berfungsi memperkuat imajinasi pendengar serta menciptakan atmosfer mencekam. Temuan ini menegaskan bahwa efek horor dalam podcast tidak hanya dihasilkan oleh alur cerita, tetapi secara signifikan dibentuk oleh bahasa lisan yang digunakan secara ekspresif. Studi ini memberikan kontribusi terhadap kajian stilistika pada media audio-digital serta memperlihatkan bagaimana retorika dan figur bahasa bekerja dalam konstruksi narasi horor modern.
PESAN MORAL FILM 172 DAYS DI ADAPTASI DARI NOVEL KARYA NADZIRA SHAFA DAN PEMBELAJARAN TEKS DI SEKOLAH Sindi Sindi; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i2.10588

Abstract

This study aims to analyze the moral messages contained in the film 172 Days, adapted from the novel by Nadzira Shafa, and to evaluate its relevance as learning material in school-based text instruction. The research uses a qualitative approach with descriptive content analysis and Roland Barthes’ semiotic framework to reveal denotative, connotative, and mythological meanings that emerge through the film’s scenes, dialogues, and visual symbols. Primary data were obtained from film documentation, while secondary data were sourced from the novel, curriculum documents, and literature related to moral values, film analysis, and text-based learning. The findings indicate that 172 Days presents strong and consistent moral messages across religious, individual, and social dimensions. Values such as sincerity in accepting destiny, steadfastness in undergoing hijrah, patience, responsibility, and familial affection are clearly depicted through the characters’ life journeys. These results demonstrate that the film is highly relevant for use as a learning medium in Indonesian language education, particularly for teaching review texts, inspirational narrative texts, and discussion texts. The use of this film is considered effective in helping students understand moral values more concretely, engagingly, and contextually. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai pesan moral yang terkandung dalam film 172 Days yang diadaptasi dari novel karya Nadzira Shafa serta menilai relevansinya sebagai bahan ajar dalam pembelajaran teks di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis isi deskriptif dan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang muncul melalui adegan, dialog, serta simbol visual dalam film. Data primer diperoleh dari dokumentasi film, sedangkan data sekunder berasal dari novel, dokumen kurikulum, dan literatur terkait pesan moral, analisis film, dan pembelajaran teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film 172 Days mengandung pesan moral yang kuat dan konsisten pada aspek religius, individual, dan sosial. Nilai-nilai seperti keikhlasan menerima takdir, keteguhan dalam berhijrah, kesabaran, tanggung jawab, serta kasih sayang keluarga tergambar jelas melalui perjalanan hidup tokoh-tokohnya. Temuan ini membuktikan bahwa film tersebut sangat relevan digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam pengajaran teks ulasan, teks narasi inspiratif, dan teks diskusi. Pemanfaatan film ini dinilai mampu membantu siswa memahami nilai moral secara lebih konkret, menarik, dan kontekstual.
FENOMENA PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM VIDEO TIKTOK AKUN BAYEM (@OCTATANNN) PADA KONTEN CERITA BOOMBAYAH BAGIAN 240 Lupita Indah Ariyani; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i2.10589

Abstract

This study aims to describe the phenomenon of code-mixing in TikTok videos uploaded by the account Bayem (@octatannn), specifically within the storytelling content "Boombayah" episode 240. A descriptive qualitative approach was employed, incorporating data reduction techniques. The data consisted of spoken utterances obtained through observation and note-taking techniques, drawn from the transcript of a video with a duration of 5 minutes and 46 seconds, with data validation conducted through triangulation. The analysis was focused on the identification and classification of code-mixing forms based on the insertion of elements in the form of words, phrases, and sentences. The findings revealed that out of 22 total data items, code-mixing at the word level was predominant, accounting for 15 instances, followed by phrase-level code-mixing with 6 instances, and sentence-level code-mixing with 1 instance. All identified data involved the insertion of English elements into Indonesian. The contributing factors underlying the use of code-mixing include habitual language practices on social media, the desire to appear contemporary, the influence of popular culture, and the intention to express emotions in a manner that is engaging to the audience. These findings affirm that TikTok, as a digital interaction space, plays a significant role in shaping linguistic variation, particularly code-mixing as a distinctive communicative style among young users. This phenomenon reflects the linguistic reality of a digitally adaptive society in response to global influences, while simultaneously demonstrating how technological advancement drives the dynamics of language variation in the modern era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena campur kode dalam video TikTok akun Bayem (@octatannn) pada konten cerita "Boombayah" bagian ke-240. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik reduksi data. Data penelitian berupa tuturan lisan yang diperoleh melalui teknik simak dan catat, bersumber dari transkrip video berdurasi 05.46 menit, dengan validasi data menggunakan teknik triangulasi. Analisis difokuskan pada identifikasi dan klasifikasi bentuk-bentuk campur kode berdasarkan penyisipan unsur berupa kata, frasa, dan kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 22 data yang ditemukan, campur kode dalam bentuk kata mendominasi dengan 15 data, diikuti bentuk frasa sebanyak 6 data, dan bentuk kalimat sebanyak 1 data. Keseluruhan data merupakan penyisipan unsur bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Adapun faktor pendorong penggunaan campur kode meliputi kebiasaan berbahasa di media sosial, keinginan untuk terlihat modern, pengaruh budaya populer, serta upaya mengekspresikan emosi secara menarik bagi audiens. Temuan ini menegaskan bahwa TikTok sebagai ruang interaksi digital berperan signifikan dalam membentuk variasi bahasa, khususnya campur kode sebagai gaya komunikasi khas di kalangan pengguna muda. Fenomena ini mencerminkan realitas penggunaan bahasa masyarakat digital yang adaptif terhadap pengaruh global, sekaligus memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi mendorong dinamika variasi bahasa di era modern.
REPRESENTASI MAKNA KONOTASI DAN DENOTASI PADA LIRIK LAGU O, TUAN KARYA FEAST Husnul Hotimah; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i2.10590

Abstract

This study aims to analyze the denotative and connotative meanings in the lyrics of the song “O, Tuan” by Feast through a semiotic approach. The research employs a descriptive qualitative method using text analysis techniques, focusing on interpreting meanings based on linguistic signs found in the song lyrics. The data consist of selected lyric excerpts that contain denotative and connotative meanings, which are then analyzed systematically with reference to semiotic theory. The findings reveal that the denotative meanings in the lyrics represent literal conditions related to death, time, and human life experiences. Meanwhile, the connotative meanings reflect deeper dimensions, such as existential fear, psychological trauma, anxiety about mortality, and critical reflections on life. Furthermore, the use of diction and metaphor in the lyrics strengthens the emotional nuances conveyed by the songwriter. These findings confirm that music functions not only as entertainment but also as a medium of expression capable of representing complex personal and social experiences, while providing a broad space for interpretation among listeners. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotasi dan konotasi dalam lirik lagu “O, Tuan” karya Feast melalui pendekatan semiotika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks, yang berfokus pada interpretasi makna berdasarkan tanda-tanda linguistik yang terdapat dalam lirik lagu. Data penelitian berupa potongan lirik yang mengandung makna denotatif dan konotatif, kemudian dianalisis secara sistematis dengan mengacu pada teori semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotatif dalam lirik lagu tersebut merepresentasikan kondisi literal yang berkaitan dengan kematian, waktu, dan pengalaman hidup manusia secara langsung. Sementara itu, makna konotatif yang terkandung di dalamnya mencerminkan dimensi yang lebih dalam, seperti ketakutan eksistensial, trauma psikologis, kecemasan terhadap kematian, serta refleksi kritis terhadap kehidupan. Selain itu, penggunaan diksi dan metafora dalam lirik memperkuat nuansa emosional yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu. Temuan ini menegaskan bahwa musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media ekspresi yang mampu merepresentasikan pengalaman personal dan sosial secara kompleks serta membuka ruang interpretasi yang luas bagi pendengarnya.
KRITIK SOSIAL DALAM LAGU “NEGARA LUCU” PERSPEKTIF WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK Yanwar Samsul Akmal; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i2.11199

Abstract

ABSTRACT The research gap in critical discourse analysis studies of song lyrics in Indonesia indicates that there are still limited studies specifically examining satirical songs as a form of social criticism using Teun A. Van Dijk’s Critical Discourse Analysis model in an integrated manner, particularly those that connect textual structure, social cognition, and social context.. This study aims to analyze the social criticism contained in the song Negara Lucu using Van Dijk’s Critical Discourse Analysis approach. The method used is descriptive qualitative with textual analysis. The data consist of the lyrics of the song Negara Lucu, which are analyzed through three dimensions, namely textual structure, social cognition, and social context. The findings show that the song contains criticism of low literacy culture, unproductive behavior, social image culture, and economic issues in society. At the textual structure level, criticism is conveyed through theme, text organization, and the use of satire and metaphor. At the level of social cognition, the lyrics reflect the songwriter’s ideology regarding the importance of productivity and independence. Meanwhile, the social context shows that the song represents modern societal conditions influenced by cultural change and economic pressure. In conclusion, the song Negara Lucu functions as a medium of social criticism that reflects social reality and ideological perspectives within society. ABSTRAK Kesenjangan penelitian dalam kajian analisis wacana kritis terhadap lirik lagu di Indonesia menunjukkan masih terbatasnya studi yang mengkaji lagu bernuansa satir sebagai bentuk kritik sosial menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk secara terpadu, khususnya yang menghubungkan struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik sosial dalam lagu Negara Lucu menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Van Dijk. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis teks. Data penelitian berupa lirik lagu Negara Lucu yang dianalisis melalui tiga dimensi, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu tersebut mengandung kritik terhadap rendahnya budaya literasi, perilaku kurang produktif, budaya pencitraan sosial, serta persoalan ekonomi masyarakat. Dari struktur teks, kritik disampaikan melalui tema, susunan pesan, serta penggunaan sindiran dan metafora. Pada aspek kognisi sosial, lirik mencerminkan ideologi pencipta terkait pentingnya produktivitas dan kemandirian. Sementara itu, konteks sosial menunjukkan bahwa lagu merepresentasikan kondisi masyarakat modern yang dipengaruhi perubahan budaya dan tekanan ekonomi. Kesimpulannya, lagu Negara Lucu berfungsi sebagai media kritik sosial yang merefleksikan realitas dan ideologi masyarakat.