Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ULTRA (ULAR TANGGA INTERAKTIF IPAS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Lamada, Herawati; Abdullah, Gamar; Arif, Rifda Mardian; Panai, Abdul Haris; Arifin, Vicka Muniati
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 3 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i3.1029

Abstract

The purpose of this study was to develop ULTRA (Interactive Snakes and Ladders of Science) learning media that meets the criteria of feasibility, practicality, and effectiveness in science learning to improve student learning outcomes in ecosystem material in grade V of SDN 1 Suwawa. This study is a development research using the ADDIE development research model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The feasibility of ULTRA media was tested through validation by a team of experts. The validation results showed that this media obtained an average percentage of 96.87%, which was categorized as very feasible for use by teachers and students in elementary schools. To test practicality, the researcher used a teacher observation sheet, which showed a total score of 39 out of a maximum score of 40, with an average percentage of practicality reaching 97.5%, included in the very practical category. In terms of effectiveness, the application of media in grade V of SDN 1 Suwawa was measured through pretest and posttest. As a result, the average pretest score of 46.5% increased to 86% in the posttest, with a difference in increase of 39.5%. The level of effectiveness of ULTRA media based on calculations reached 73.55%, indicating that ULTRA media is included in the effective category. Based on these results, ULTRA media has proven effective in improving student learning outcomes and is suitable for use in elementary school learning
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU PLANET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPAS DI KELAS V SDN 68 KOTA TIMUR Usman, Sri Rahayu; Abdullah, Gamar; Arifin, Irvin Novita; Panai, Abdul Haris; Arif, Rifda Mardian
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5669

Abstract

This study aims to develop PLANET card-based learning media that are valid, practical, and effective for use in Natural and Social Sciences (IPAS) classes to improve student learning outcomes, specifically on the topic of the solar system, in Grade V of elementary school. The research was conducted at SDN 68 Kota Timur using a Research and Development (R&D) approach, following the ADDIE model Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate To assess the validity of the PLANET card media, expert validation was carried out. Based on evaluations by experts and users, the PLANET card media received an average score of 92 40, indicating that it is highly suitable for use by both teachers and students in elementary schools. For practicality testing, an observation sheet was used, and the teacher received a score of 95 out of a maximum of 100, indicating a 95 practicality rating, which falls within the "highly practical category. To test the effectiveness of the media, pre-tests and post-tests were administered in a Grade V class at SDN 68 Kota Timur The average pre-test score was 25.62, while the post-test score after using the PLANET cards increased to 83.12 The N-Gain calculation yielded a value of 0.77, categorized as "high" These results indicate that the PLANET card media significantly improve student learning outcomes and are effective instructional tools for elementary school education. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran kartu PLANET yang layak, praktis dan efektif untuk digunakan pada pembelajaran IPAS untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi konsep dasar sistem tata surya di sekolah dasar kelas V. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 68 Kota Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model penelitian pengembangan ADDIE yaitu yaitu analyze, design, development, Implement, dan Evaluate. Untuk menguji kelayakan media kartu PLANET dilakukan validasi kepada tim Ahli. Berdasarkan hasil validasi oleh para ahli dan pengguna, media kartu PLANET memperoleh hasil rekapitulasi nilai rata-rata skor 92,40 dan dinyatakan sangat layak digunakan oleh guru dan siswa di sekolah dasar. Dalam uji kepraktisan media kartu PLANET, peneliti menggunakan instrumen lembar observasi guru dengan skor yang diperoleh adalah 95 dari skor maksimum 100. Dengan demikian, persentase kepraktisan penggunaan media kartu PLANET dalam pembelajaran mencapai skor 95, yang termasuk dalam kategori sangat praktis. Dalam keefektifan media kartu PLANET, pada saat penerapan media di kelas 5 SDN 68 Kota Timur, guru membagikan soal pretest dan posttets untuk mengukur keefektifan media. Rata-rata nilai pretest adalah 25,62, setelah penerapan media kartu PLANET rata-rata nilai posttest meningkat mencapai 83,12. Perhitungan N-Gain menunjukkan nilai sebesar 0,77 yang masuk dalam kategori “tinggi”. Dengan hasil rekapitulasi ini maka dapat dinyatakan bahwa media kartu PLANET dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta Efektif digunakan di sekolah dasar.
Sosialisasi Perkembangan Sosial Emosional Anak untuk Menghadapi Tantangan di Lingkungan Sekolah PAUD Ningsih, Sulastya; Sari, Mita; Jamin, Nunung Suryana; Sutisna, Icam; Arif, Rifda Mardian; Rafi’ola, Ryan Hidayat; Ibrahim
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 3 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.352

Abstract

Masa kanak-kanak dini adalah masa di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari usia 0-6 tahun. Anak-anak tumbuh dengan karakteristik yang berbeda sesuai dengan aspek perkembangan anak. Pada tahap ini, aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosial-emosional, memiliki peran penting dalam perkembangan anak karena anak belajar berinteraksi dengan lingkungannya, bermain, berbagi, dan bersosialisasi. Tentu saja, mereka harus dibiasakan sejak dini agar anak dapat menghadapi tantangan yang terjadi di sekolah dan lingkungan rumah mereka. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Timbuolo Tengah, Kecamatan Botupinge, Kabupaten Bone Bolango, dihadiri oleh kepala desa beserta stafnya, orang tua murid TK dan guru PAUD serta masyarakat setempat. Kegiatan ini memberikan pemahaman tentang perkembangan sosial emosional anak dalam menghadapi tantangan di lingkungan pra sekolah. Perkembangan adalah proses di mana pertumbuhan berubah seiring waktu, tergantung pada kematangan dan interaksi dengan lingkungan. Perkembangan sosial emosional anak perlu dikembangkan sedini mungkin karena jika sulit untuk berkembang maka anak akan kesulitan berkomunikasi dengan orang lain dan anak akan kesulitan menghadapi tantangan di lingkungan sekitarnya.
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF DAN MODEL ONLINE MARKETING DI KAWASAN TELUK TOMINI Hardiyanti, Waode Eti; Juniarti, Yenti; Arif, Rifda Mardian; Sulkifly, Sulkifly
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.21888

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai adalah untuk melatih kemampuan warga desa, termasuk guru PAUD untuk memanfaatkan sumber daya alam (SDA) untuk lebih bernilai ekonomis dan dapat dipasarkan secara digital. Dalam pengabdian ini, pemanfaatan media sosial digunakan untuk mengedukasi masyarakat bahwa sosial media dapat memudahkan kegiatan promosi produk. Selain itu, pelatihan pembuatan media belajar atau alat permainan edukatif (APE) juga diajarkan, seperti penggunaan cangkang kerang yang ada dapat dibuat menjadi aksesoris atau sebagai APE di Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Baik model promosi melalui sosial media dan pembuatan media/aksesoris dilakukan secara langsung melalui workshop, dimulai dengan pemberian materi, praktik terbimbing, praktik langsung, dan evaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat yang mengikuti kegiatan merasa puas dengan yang rangkaian kegiatan pengabdian dan bahwa menyarankan untuk keberlanjutan dari program ini untuk memaksimalkan inovasi dan eksplorasi dari SDA yang tersedia di lokasi ini.  
Analisis Kepuasan Siswa Terhadap Kualitas Pembelajaran Dan Fasilitas Sekolah Arif, Rifda Mardian; Arif, Rifda Nur Hikmahwati; Mania, Siti; Sudirman, Nurrahmah; Samputri, Salma
PEDAGOGIKA Vol 16 No 2 (2025): Vol 16 No 2 2025: Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/pedagogika.v16i2.4498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran dan fasilitas di SDN 30 Manggalung; 2) mengukur kepuasan pada lima Aspek, yaitu pembelajaran, penilaian, lingkungan kelas, fasilitas, dan karakter; 3) mengidentifikasi aspek yang menjadi kekuatan; 4) mengidentifikasi aspek yang memerlukan perbaikan; dan 5) membandingkan kepuasan antara kelas rendah dan kelas tinggi. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, melibatkan 65 siswa kelas 1–6 sebagai responden. Instrumen berupa kuesioner skala Likert 4 poin yang mencakup lima Aspek: pembelajaran, penilaian, lingkungan kelas, fasilitas, dan karakter. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kepuasan siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 3,68; 2) Aspek lingkungan kelas 3,8, karakter 3,79, dan pembelajaran 3,78 memperoleh skor tertinggi, sedangkan fasilitas memperoleh skor terendah 3,23; 3) kekuatan sekolah terletak pada lingkungan kelas, karakter guru, dan kualitas pembelajaran; 4) area yang perlu mendapat perhatian adalah alat peraga IPA 2,53 dan fasilitas air bersih 2,69; dan 5) terdapat penurunan kepuasan dari kelas rendah 3,93 ke kelas tinggi 3,53, terutama terkait fasilitas.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA PENDIDIKAN IPA Arif, Rifda Nur Hikmahwati; Maulida, A.Anna Fitri; Sudirman, Nurrahmah; Samputri, Salma; Arif, Rifda Mardian
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan rata-rata skor keterampilan proses sains (KPS) mahasiswa pendidikan IPA sebelum dan sesudah penerapan model Project Based Learning (PjBL) dan (2) menguji signifikansi perbedaan skor KPS antara pretest dan posttest. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan desain one group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, sedangkan sampel penelitian adalah 34 mahasiswa dalam satu kelas yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan berupa tes KPS yang memuat lima indikator keterampilan proses sains. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed-Rank yang didahului uji normalitas Shapiro–Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) rata-rata skor KPS meningkat dari 40,20 pada pretest menjadi 72,06 pada posttest dengan empat indikator berada pada kategori tinggi dan satu indikator pada kategori sangat tinggi (82,25) dan 2) terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara skor KPS pretest dan posttest (T = 24,50; p < 0,001). Dengan demikian, penerapan model PjBL efektif meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa sebagai bekal penting bagi calon pendidik IPA.