Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Konsumsi Berbagai Jenis Sumber Karbohidrat terhadap Kadar Glukosa Darah 2 Jam PP pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Sufina Zikria Putri; Agrijanti; Thomas Tandi Manu; Lalu Srigede
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.100

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus tipe 2 merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia. Salah satu faktor penting dalam pengelolaan diabetes adalah pengaturan konsumsi karbohidrat karena berpengaruh langsung terhadap kadar glukosa darah Postprandial (2 jam setelah makan). Jenis karbohidrat yang dikonsumsi diduga memiliki pengaruh yang berbeda terhadap respons glukosa darah penderita diabetes. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh konsumsi berbagai jenis sumber karbohidrat terhadap kadar glukosa darah 2 jam Postprandial pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimen (pre and post test group design). Subjek penelitian terdiri dari 28 orang penderita Diabetes Melitus tipe 2 yang dibagi ke dalam 7 kelompok berdasarkan jenis karbohidrat yang dikonsumsi (beras merah, kentang, singkong, ubi talas, ubi jalar, jagung, dan nasi putih). Data dianalisis menggunakan uji Paired t-Test. Hasil Penelitian: Rata-rata kadar glukosa darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi karbohidrat beras merah (434,5 dan 394,5 mg/dL), Kentang (337 dan 185,5 mg/dL), Singkong (447,25 dan 404,75 mg/dL), Ubi Talas (354,25 dan 305,5 mg/dL), Ubi Jalar (311 dan 257,25 mg/dL), Jagung (369 dan 353,75 mg/dL) dan nasi putih (293 dan 315,75 mg/dL). Uji Paired t-Test menunjukkan bahwa kelompok beras merah (p=0,001), kentang (p<0,001), ubi talas (p=0,023), ubi jalar (p=0,008) mengalami penurunan signifikan, sementara singkong dan jagung tidak signifikan (p>0,05). Nasi putih menunjukkan peningkatan signifikan (p=0,008). Kesimpulan: Terdapat pengaruh konsumsi beras merah, kentang, ubi talas dan ubi jalar menunjukkan penurunan signifikan terhadap kadar glukosa darah, sedangkan konsumsi singkong dan jagung mengalami penurunan yang tidak signifikan. Sementara itu, konsumsi nasi putih justru meningkatkan kadar glukosa darah secara signifikan.
Identifikasi Sel Ragi (Candida sp.) pada Sedimen Urine dengan Menggunaka Metode Preparat Basah dan Preparat Gram pada Penderita Diabetes Melitus Cahayaningrum, Aryani; Agrijanti; Manu, Thomas Tandi; Khusuma, Ari
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i1.75

Abstract

Latar Belakang: Kandidiasis adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida sp. Diabetes melitus menjadi salah satu faktor predisposisi terjadinya infeksi jamur. Diagnosa dari kandidiasis bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan melihat sel ragi pada sedimen urin di bawah mikroskop dengan menggunakan metode preparat basah atau melakukan pewarnaan gram . Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi sel ragi (Candida sp.) pada sedimen urin dengan menggunakan metode preparat basah dan preparat gram pada penderita Diabetes Melitus. Metode Penelitian: Rancangan Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional sehingga variabel bebas dan variabel terikat diamati dalam satu waktu. Hasil: Didapatkan 8 sampel positif sel ragi dan 14 sampel negatif sel ragi pada metode preparat basah dan preparat gram. Kesimpulan: Berdasarkan kualitas, preparat gram lebih unggul daripada preparat basah karena sel ragi yang terlihat pada preparat gram lebih jelas daripada sel ragi yang terlihat pada preparat gram. Sedangkan dari segi efisensi waktu dan biaya, preparat basah lebih unggul karena cepat dan murah.
Korelasi antara Titer Antigen H dengan Kadar SGPT pada Pasien Demam Tifoid Helenia Ananda Feriska Felanis; Ida Bagus Rai Wiadnya; Thomas Tandi Manu; Rohmi; Pauzi, Iswari
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i1.79

Abstract

Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella enterica serotipe typhi atau lebih dikenal dengan nama Salmonella Typhi. Berdasarkan hasil penelitian Marselina dkk 2022, mengungkapkan bahwa bakteri Salmonella typhi masuk kedalam organ hati dan menginfeksi organ tersebut sehingga terjadi peningkatan pada kadar SGPT. Tujuan Penelitian: Mengetahui korelasi antara titer antigen H dengan kadar SGPT pada pasien demam tifoid. Metode Peneltian: Obeservasional Analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Random Purposive Sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 34 sampel. Penelitian ini menggunakan uji statistik Korelasi Pearson. Hasil Penelitian: Sampel penderita demam typhoid sebanyak 34 sampel meliputi titer widal antigen H 1/80 berjumlah 16 orang dengan kadar SGPT tertinggi sebesar 42 µ/L. Pada titer widal antigen H 1/160 didapatkan sampel berjumlah 10 orang dengan kadar SGPT tertinggi sebesar 34 µ/L. Sedangkan titer widal antigen H 1/320 didapatkan sampel berjumlah 8 orang dengan kadar SGPT tertinggi sebesar 34 µ/L. Hasil uji normalitas terdistribusi normal masing-masing variabel memiliki nilai signifikansi > 0,05 dan hasil uji korelasi pearson diperoleh nilai signfikansi yaitu 0,7 > 0,5 artinya tidak ada koreasi. Kesimpulan: Tidak ada korelasi antara titer antigen H dengan kadar SGPT pada pasien demam tifoid Kata kunci: Titer Antigen, SGPT, Demam Tifoid