Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Konsumsi Berbagai Jenis Sumber Karbohidrat terhadap Kadar Glukosa Darah 2 Jam PP pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Sufina Zikria Putri; Agrijanti; Thomas Tandi Manu; Lalu Srigede
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.100

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus tipe 2 merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia. Salah satu faktor penting dalam pengelolaan diabetes adalah pengaturan konsumsi karbohidrat karena berpengaruh langsung terhadap kadar glukosa darah Postprandial (2 jam setelah makan). Jenis karbohidrat yang dikonsumsi diduga memiliki pengaruh yang berbeda terhadap respons glukosa darah penderita diabetes. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh konsumsi berbagai jenis sumber karbohidrat terhadap kadar glukosa darah 2 jam Postprandial pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimen (pre and post test group design). Subjek penelitian terdiri dari 28 orang penderita Diabetes Melitus tipe 2 yang dibagi ke dalam 7 kelompok berdasarkan jenis karbohidrat yang dikonsumsi (beras merah, kentang, singkong, ubi talas, ubi jalar, jagung, dan nasi putih). Data dianalisis menggunakan uji Paired t-Test. Hasil Penelitian: Rata-rata kadar glukosa darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi karbohidrat beras merah (434,5 dan 394,5 mg/dL), Kentang (337 dan 185,5 mg/dL), Singkong (447,25 dan 404,75 mg/dL), Ubi Talas (354,25 dan 305,5 mg/dL), Ubi Jalar (311 dan 257,25 mg/dL), Jagung (369 dan 353,75 mg/dL) dan nasi putih (293 dan 315,75 mg/dL). Uji Paired t-Test menunjukkan bahwa kelompok beras merah (p=0,001), kentang (p<0,001), ubi talas (p=0,023), ubi jalar (p=0,008) mengalami penurunan signifikan, sementara singkong dan jagung tidak signifikan (p>0,05). Nasi putih menunjukkan peningkatan signifikan (p=0,008). Kesimpulan: Terdapat pengaruh konsumsi beras merah, kentang, ubi talas dan ubi jalar menunjukkan penurunan signifikan terhadap kadar glukosa darah, sedangkan konsumsi singkong dan jagung mengalami penurunan yang tidak signifikan. Sementara itu, konsumsi nasi putih justru meningkatkan kadar glukosa darah secara signifikan.
Identifikasi Sel Ragi (Candida sp.) pada Sedimen Urine dengan Menggunaka Metode Preparat Basah dan Preparat Gram pada Penderita Diabetes Melitus Cahayaningrum, Aryani; Agrijanti; Manu, Thomas Tandi; Khusuma, Ari
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i1.75

Abstract

Latar Belakang: Kandidiasis adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida sp. Diabetes melitus menjadi salah satu faktor predisposisi terjadinya infeksi jamur. Diagnosa dari kandidiasis bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan melihat sel ragi pada sedimen urin di bawah mikroskop dengan menggunakan metode preparat basah atau melakukan pewarnaan gram . Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi sel ragi (Candida sp.) pada sedimen urin dengan menggunakan metode preparat basah dan preparat gram pada penderita Diabetes Melitus. Metode Penelitian: Rancangan Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional sehingga variabel bebas dan variabel terikat diamati dalam satu waktu. Hasil: Didapatkan 8 sampel positif sel ragi dan 14 sampel negatif sel ragi pada metode preparat basah dan preparat gram. Kesimpulan: Berdasarkan kualitas, preparat gram lebih unggul daripada preparat basah karena sel ragi yang terlihat pada preparat gram lebih jelas daripada sel ragi yang terlihat pada preparat gram. Sedangkan dari segi efisensi waktu dan biaya, preparat basah lebih unggul karena cepat dan murah.
Korelasi antara Titer Antigen H dengan Kadar SGPT pada Pasien Demam Tifoid Helenia Ananda Feriska Felanis; Ida Bagus Rai Wiadnya; Thomas Tandi Manu; Rohmi; Pauzi, Iswari
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i1.79

Abstract

Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella enterica serotipe typhi atau lebih dikenal dengan nama Salmonella Typhi. Berdasarkan hasil penelitian Marselina dkk 2022, mengungkapkan bahwa bakteri Salmonella typhi masuk kedalam organ hati dan menginfeksi organ tersebut sehingga terjadi peningkatan pada kadar SGPT. Tujuan Penelitian: Mengetahui korelasi antara titer antigen H dengan kadar SGPT pada pasien demam tifoid. Metode Peneltian: Obeservasional Analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Random Purposive Sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 34 sampel. Penelitian ini menggunakan uji statistik Korelasi Pearson. Hasil Penelitian: Sampel penderita demam typhoid sebanyak 34 sampel meliputi titer widal antigen H 1/80 berjumlah 16 orang dengan kadar SGPT tertinggi sebesar 42 µ/L. Pada titer widal antigen H 1/160 didapatkan sampel berjumlah 10 orang dengan kadar SGPT tertinggi sebesar 34 µ/L. Sedangkan titer widal antigen H 1/320 didapatkan sampel berjumlah 8 orang dengan kadar SGPT tertinggi sebesar 34 µ/L. Hasil uji normalitas terdistribusi normal masing-masing variabel memiliki nilai signifikansi > 0,05 dan hasil uji korelasi pearson diperoleh nilai signfikansi yaitu 0,7 > 0,5 artinya tidak ada koreasi. Kesimpulan: Tidak ada korelasi antara titer antigen H dengan kadar SGPT pada pasien demam tifoid Kata kunci: Titer Antigen, SGPT, Demam Tifoid
Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Penderita Hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Praya Mahillatul Iffa; Siti Zaetun; Thomas Tandi Manu; Erna Kristinawati
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.242

Abstract

Latar Belakang: Hiperurisemia merupakan kelainan metabolisme purin yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat serum (>7,0 mg/dL pria, >6,0 mg/dL wanita), memicu nyeri sendi parah dan kondisi patologis lainnya. Prevalensi global mencapai 34,2% dengan mayoritas kasus pada usia >34 tahun; di NTB terdapat 155 kasus artritis gout tahun 2021. Senam Prolanis sebagai aktivitas fisik non-farmakologis direkomendasikan untuk meningkatkan ekskresi asam urat melalui peningkatan aliran darah dan fungsi ginjal. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh senam Prolanis dalam menurunkan kadar asam urat pada 42 penderita hiperurisemia peserta Prolanis di Puskesmas Praya. Metode Penelitian: Penelitian observasional analitik desain cross-sectional dilakukan Mei 2025 menggunakan metode POCT (Point of Care Testing) Easy Touch pada darah kapiler sebelum dan sesudah senam Prolanis. Data dianalisis uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Wilcoxon karena tidak berdistribusi normal (p<0,05). Hasil Penelitian: Rerata kadar asam urat sebelum senam Prolanis 7,69 mg/dL dan sesudah 7,40 mg/dL; 39 dari 42 responden (92,8%) mengalami penurunan. Uji Wilcoxon menghasilkan p=0,000 (p<0,05), menunjukkan pengaruh signifikan senam terhadap penurunan kadar asam urat. Kesimpulan: Senam Prolanis berpengaruh signifikan menurunkan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia (p=0,000), dengan penurunan rerata 0,29 mg/dL setelah satu sesi. Intervensi ini efektif sebagai metode non-farmakologis di tingkat pelayanan primer, didukung kepatuhan dan pola makan rendah purin.
Hubungan Nilai Hematokrit dan Jumlah Trombosit Pada Pasien Suspek DBD IgG dengan IgM Positif di Puskesmas Teratak Anaz, Haerul; Ershandi Resnhaleksmana; Thomas Tandi Manu; Iswari Pauzi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.263

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tropis yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Pemeriksaan serologis IgG dan IgM membantu membedakan antara infeksi dengue primer dan sekunder. Nilai hematokrit yang meningkat menunjukkan adanya kebocoran plasma, sedangkan penurunan jumlah trombositmenandakan trombositopenia yang umum terjadi pada infeksi dengue. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan nilai hematokrit dan jumlah trombosit pada pasien suspek DBD dengan antibodi IgG dan IgM positif di Puskesmas Teratak. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan nilai hematokrit dan jumlah trombosit pada pasiensuspek DBD dengan antibodi IgG dan IgM positif di Puskesmas Teratak. Metode Penelitian: Penelitian dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional pada 33 pasien dengan Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil Penelitian: Rerata nilai hematokrit pasien adalah 39,0%, sedangkan rerata jumlah trombosit adalah 132.969/µL. dengan p-value 0,847 > 0,05. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara nilai hematokrit dan Jumlah Trombosit pada pasien suspek DBD dengan IgG dan IgM Positif.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Daun Seledri (Apium Graveolens L.) Sebagai Tanaman Obat Keluarga Untuk Pengendalian Hipertensi Di Desa Jelantik Resnhaleksmana, Ersandhi; Ida Bagus Rai Wiadnya; Thomas Tandi Manu; Aini
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14516

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian kardiovaskular di Indonesia, termasuk di Desa Jelantik dengan prevalensi kasus yang cukup tinggi. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi kendala dalam pengendalian mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai bahaya hipertensi serta manfaat daun seledri sebagai terapi herbal. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pelatihan kader, dan praktik pemanfaatan TOGA. Peserta berjumlah 50 orang yang didominasi oleh kelompok usia lansia dengan latar belakang pendidikan sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 74% peserta memiliki tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Pengetahuan dasar masyarakat mengenai hipertensi sudah cukup baik (80%), namun pemahaman mengenai kandungan ilmiah seledri (apigenin) awalnya berada pada angka 0%. Pasca kegiatan, terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan dan terbentuknya sikap positif, di mana 100% peserta bersedia menanam seledri sebagai TOGA. Selain itu, kader Puskesmas berhasil ditingkatkan kemampuannya dalam deteksi dini hipertensi. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi berbasis tanaman lokal efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, meskipun perubahan gaya hidup jangka panjang tetap memerlukan pendampingan berkelanjutan.