Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Association Between Birth Weight, Birth Length, and Stunting: A Case Analysis at Lempake Public Health Center, East Kalimantan, Indonesia Rahayu, Hanis Kusumawati; Muhlis, Abdu Nafan Aisul; Bakhtiar, Rahmat; Wijaya, Ramadhani Hengki; Akbar, M. Fachrian; Dzakwan, Sya'idah Alawiah; Rozi, Imam Fathur; Rusdi, Alief Fikri
Journal of Community Medicine and Public Health Research Vol. 6 No. 1 (2025): Journal Community Medicine and Public Health Research
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jcmphr.v6i1.61270

Abstract

Stunting remains a significant public health concern in Indonesia, as it affects early childhood growth and development, leading to long-term health and cognitive impairments. Birth length and birth weight are critical predictors of stunting, as inadequate growth parameters at birth may contribute to poor nutritional status and delayed development. Toddlers, particularly those in low-resource settings, are among the most vulnerable age groups to dietary deficiencies, making early identification of risk factors essential for prevention efforts. This study aimed to assess the association between birth weight, birth length, and the incidence of stunting among children at Lempake Community Health Center in Samarinda, Indonesia. A quantitative analytic observational study with a case-control design was conducted to evaluate the relationship between these perinatal factors and stunting risk. The findings revealed that stunting was more prevalent among male infants (51.1%) aged 0–11 months. A statistically significant association was observed between birth weight and stunting (p = 0.00), with an odds ratio of 0.414 (95% CI: 0.23–0.72), indicating that children born with a birth weight of <2500 grams had a higher likelihood of experiencing stunting. Similarly, birth length was significantly associated with stunting (p =0.02), with an odds ratio of 0.264 (95% CI: 0.13–0.50), suggesting that infants with a birth length of <48 cm were at an increased risk. These findings underscore the importance of monitoring birth weight and length as early indicators for stunting prevention strategies in Indonesia.
Pemberdayaan Keluarga Pembuatan Makanan Fungsional Fortikasi Tepung Ikan Nila Masyarakat Desa Perjiwa, Kalimantan Timur Rahayu, Hanis Kusumawati; Khotimah, Siti; Fikriah, Ika; Sulistiawati, Septiana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4899

Abstract

Malnutrisi kronis yang ditandai dengan asupan gizi yang tidak memadai dalam jangka panjang telah secara signifikan berkontribusi terhadap tingginya prevalensi stunting di Indonesia, dengan Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling besar. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang, untuk memberdayakan keluarga melalui edukasi dan pengembangan makanan fungsional. Program ini berfokus pada produksi biskuit fortifikasi berbahan dasar tepung ikan lokal (ikan nila / Oreochromis niloticus).) sebagai sumber protein untuk mengatasi kekurangan gizi yang terkait dengan stunting. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, skrining antropometri, dan demonstrasi langsung pembuatan makanan fungsional. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang gizi seimbang, seperti yang ditunjukkan oleh skor pre-test dan post-test (skor rata-rata: 2,3 vs. 4,6). Selain itu, uji organoleptik menunjukkan penerimaan positif terhadap rasa, tekstur, aroma, dan warna biskuit fortifikasi. Program ini menyoroti potensi makanan fortifikasi berbahan lokal untuk mengatasi stunting, serta menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan edukasi dalam mengatasi malnutrisi.
Analysis Of Nutrient Levels In Lais Fish (Kryptoterus Sp) As A Potential Local Food Source To Prevent Stunting Maina, Annin Dya; Khotimah, Siti; Hanis Kusumawati Rahayu
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jik.v31i1.3992

Abstract

Stunting indicates impaired growth in children under the age of five due to chronic malnutrition, especially during the first 1000 days of life. The existence of complementary feeding can complement the nutritional needs of children. Complementary foods are transitional foods from breast milk to foods consumed by the family slowly. Fish contains vitamins and proteins that are more abundant than beef or goat. The potential of fisheries in East Kalimantan Province is quite high, so people can easily get animal protein sources such as fish. There are various types of fish caught by fishermen in the Mahakam River. Three types of local fish that are often caught by fishermen are Cork Fish (Channa Striata), Lais Fish (Cryptoterus sp.) and Betok Fish (Anabas testudineus). This study aims to determine the content in lais fish (kryptoterus sp) as a potential local food source to prevent stunting. This research is an experimental study with an Intac-group comparison approach. Simple random sampling technique. Based on the results of the study, the percentage of lais fish meat content for 24-hour treatment is water (96.4%), protein (2.16%), fat (2.45%), carbohydrates (1.28%) and ash (0.27%). The 48-hour treatment contained water (94.1%), protein (13.31%), fat (3.7%), carbohydrates (11.87%) and ash (0.76%). The 72-hour treatment was water content (82.14%), protein (22.56%), fat (1.89%), carbohydrates (8.78%) and ash (2.19%).
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Fitrianya, Evi; Kusumawati Rahayub Mediva Syafirac, Hanis; d, Ernawati; Nugrohoe Nur Rezki Ameliaf, Setyo
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Masalah gizi pada balita masih terjadi secara global khususnya di Indonesia. Masalah gizi tersebut dapat berdampak pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada Balita. Objective : untuk mengetahui efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal terhadap kenaikan berat badan balita di wilayah kerja Puskesmas Palaran. Research Methods/ Implementation Methods : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Teknik sampel menggunakan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 100 dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1. Analisis data menggunakan Uji Paired T Test. Results : Peningkatan berat badan balita yang mendapatkan PMT selama 56 hari sebesar 94%, sedangkan yang tidak naik atau tetap hanya 3% balita. hasil uji perubahan kenaikan berat badan menunjukkan adanya peningkatan berat badan setelah PMT dimana hal ini membuktikan adanya pengaruh dari PMT pangan lokal terhadap berat badan balita kurus, berat badan tidak naik, dan status gizi kurang. Pada penelitian ini, didapatkan peningkatan berat badan balita pada kelompok intervensi (dengan PMT) sedikit lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol (gizi baik tanpa PMT) dengan selisih rerata sebesar 161 g. Hasil Uji Bivariat Perbandingan antara Perubahan Berat Badan Balita dengan PMT dan Perubahan Berat Badan Balita Gizi Baik Tanpa PMT didapatkan tidak ada perbedaan (p=0.240) Conclusion/Lesson Learned : Pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal efektif terhadap kenaikan berat badan pada balita dengan gizi kurang, berat badan tidak naik, dan berat badan kurang. Pemberian makanan tambahan juga memberikan kenaikan berat badan yang lebih besar dibandingkan kenaikan berat badan balita dengan gizi baik tanpa PMT walaupun tidak didapatkan perbedaan yang signifikan.
Assessing the Impact of Knowledge and Attitudes on Preventive Behaviors for Tuberculosis Transmission in Families of Pulmonary TB Patients: A Study in the Sempaja Health Care Center Kusumawati Rahayu, Hanis; Rahma, Khairunnida; Dewi Puspita A, Fitria; Anggita Wikaningtyas, Dila; Nur Qolbiyah, Fadzilah; Lutfi Salsabila, Vaya; Lelyana Novitasari, Putri; Abelio Dirgusma Dalung, Yohanes
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a global health issue, with cases increasing from 10 million in 2020 to 10.6 million in 2022. Indonesia ranks second in the world for TB cases, accounting for 10% of global cases. The Ministry of Health of Indonesia reported 658,543 TB cases in 2023, and in East Kalimantan, there were 15,369 cases, with an estimated 2,081 new pulmonary TB cases. In Samarinda, TB cases increased from 1,456 in 2021 to 2,167 in 2022. Aim of this study to find the relationship between knowledge and attitude toward preventive behavior in the transmission of pulmonary TB among families of patients in the Sempaja Health Center This Research was an analitic observational methods with a cross sectional approach. The Population of this study was active pulmonary Tuberculosis patient in 2023 (40 patient). Sample of this research must be met the inclusion criteria. Characteristics of Family Members of Pulmonary Tuberculosis (TB) Patients based on occupation: Most of respondents were actively employed (70%), and the majority had completed high school education (80%). The age distribution showed that most participants were aged 31–40 years (45%). Regarding gender, the majority of participants were female (70%). It was found that 65% respondents had a good level of knowledge about pulmonary Tuberculosis. There were 55% respondents demonstrated good preventive behaviors against pulmonary TB. There was a significant corelation between knowledge and preventive behaviour (p= 0.022). Most families of pulmonary tuberculosis (TB) patients in the Sempaja Health care Center have good knowledge and positive attitude toward pulmonary TB. Engage in good preventive behaviors against pulmonary TB. There was a significant relationship between knowledge, attitude and preventive behaviors regarding TB transmission in the Sempaja Health care Center.
Analisis Kejadian Dan Pengaruh Penggunaan Video Animasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Pediculosis Capitis Pada Santri Smp Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda Cantika, Karina Diva; Lumban Toruan, Vera Madonna; Rahayu, Hanis Kusumawati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.19712

Abstract

Pediculosis capitis merupakan infeksi pada kulit dan rambut kepala oleh ektoparasit Pediculus humanus var. capitis atau yang dikenal sebagai kutu kepala. Berbagai faktor dapat memengaruhi kejadian Pediculosis capitis seperti pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian dan pengaruh penggunaan video animasi terhadap pengetahuan dan sikap Pediculosis capitis pada santri SMP Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda. Metode penelitian ini berupa rancangan pra-eksperimental dengan desain penelitian one group pretest posttest. Penelitian ini melibatkan seluruh santri SMP Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah 155 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil data penelitian yang didapatkan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebelum (6,54) dan sesudah (9,55) penayangan video animasi, dan juga peningkatan rata-rata nilai sikap sebelum (30,99) dan sesudah (34,28) penayangan video animasi Pediculosis capitis. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil p-value 0,000 pada pengetahuan dan 0,008 pada sikap santri. Berdasarkan hal ini, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan video animasi Pediculosis capitis yang signifikan terhadap pengetahuan dan sikap santri SMP Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda.
Program Siaga-Nila: Sinergi Aksi Gizi Anak Dengan Nila Bite Untuk Turunkan Stunting Di Lok Bahu Samarinda Rahayu, Hanis Kusumawati; Pijaryani, Indria; Fitriyana, Fitriyana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7160

Abstract

Indonesia masih menghadapi beban stunting yang tinggi, dengan prevalensi nasional sebesar 21,6% pada tahun 2022 (SSGI). Seribu hari pertama kehidupan merupakan periode kritis untuk pertumbuhan dan perkembangan. Berdasarkan hasil wawancara Petugas Promosi dan Kesehatan Puskesmas Lok Bahu Samarinda, menyampaikan bahwa di Kelurahan Lok Bahu, Samarinda, risiko gizi buruk dan stunting masih cukup tinggi pada tahun 2024 ditemukan 112 anak yang mengalami stunting. Hal ini disebabkan karena keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, partisipasi posyandu yang rendah, dan praktik pemberian makan bayi dan anak balita yang tidak konsisten. Untuk mengatasi hal ini, digagas program SIAGA-NILA (Sinergi Aksi Gizi Anak dengan Nila Bite) yang diperkenalkan oleh Tim Pengabdian masyarakat dari Universitas Mulawarman. Intervensi ini memanfaatkan ikan Nila (Oreochromis spp.) sebagai sumber protein yang diolah menjadi produk makanan fungsional, yaitu biskuit bergizi “Nila Bite”. Kelompok sasaran meliputi anak berusia 6–59 bulan, orang tua atau wali mereka, dan kader posyandu. Program ini dilaksanakan dalam lima tahap: survei lapangan, perencanaan, persiapan bahan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi orang tua sebesar 80%, penerimaan yang kuat terhadap biskuit Nila Bite di kalangan anak-anak, dan peningkatan keterampilan petugas posyandu dalam pemantauan pertumbuhan dan pendidikan. Keberlanjutan diperkuat melalui pembinaan petugas posyandu, pengembangan sistem dokumentasi, dan penyediaan media pendidikan. Kesimpulannya, program SIAGA-NILA menunjukkan efektivitas intervensi berbasis pangan lokal yang terintegrasi dengan layanan posyandu dan pemberdayaan masyarakat. Model ini sejalan dengan strategi pengurangan stunting Indonesia dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dengan potensi besar untuk direplikasi di daerah-daerah dengan prevalensi tinggi.
Efek Neuropsikiatri Halusinasi pada Pasien HIV dengan Pengobatan ARV/OAT: Pendekatan Kedokteran Keluarga: Neuropsychiatry Hallucinations on ARV/OAT Therapy HIV Patient: A Family Medicine Approach Rahayu, Hanis Kusumawati; Bakhtiar, Rahmat; Setiya, Aulia; Ramadhani, Tiara
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2205

Abstract

A male 34th patient in Sempaja Health Care was diagnosed with TB-HIV. The patient came into primary health care services to take the ARV cocktail treatment. He started the medication on 2nd January 2023, he also got OAT treatment at Dirgahayu hospital.  After 4 days of consumption, the patient felt that he heard a whisper noise. This symptom is for two weeks and becomes progressively aggravated. Keywords:          HIV, ARV, Hallucination, OAT, Family Medicine   Abstrak Laki-laki 34 tahun didiagnosis dengan TB HIV di Puskesmas Sempaja. Pasien datang untuk mengambil Obat ARV (Anti Retro Virus). Pasien memulai konsumsi ARV sejak 2 Januari 2023, pasien juga mendapatkan pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) dari Rumah Sakit Dirgahayu. Namun setelah mengkonsumsi obat pasien merasakan suara-suara bisikan, gejala ini berlangsung selama dua minggu dan semakin bertambah parah. Kata Kunci:         HIV, ARV, Halusinasi, OAT, Kedokteran Keluarga
Review of Complete Basic Immunization Services at Lok Bahu HealthCenter from January-July 2025 Rahmania; Nurlaila Zahro, Aprilia; Ode Nurul Azkiah, Wa; Salsabila, Aniaya; Kusumawati Rahayu, Hanis; Noor, Zulhijrian
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): The 4th MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Complete basic immunization (CBI) is a public health priority program aimed at preventing Vaccine-Preventable Diseases (VPDs). Objective : This study reviews the implementation of CBI services at Lok Bahu Public Health Center, Samarinda City, during the period of January-July 2025. Research Methods/ Implementation Methods : This research employed a descriptive qualitative design involving health workers, posyandu cadres, health center management, pharmacy staff, and parents as informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, documentation, and official document reviews, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion verification using source, method, and data triangulation. Results : The results showed that the planning process was carried out through the Activity Proposal Plan (RUK) and cross-sectoral coordination; however, strategies to reach hard-to-access populations and non-vaccine funding support remained limited. The implementation stage faced challenges such as insufficient health personnel, delayed vaccine distribution, and community resistance toward immunization. The evaluation process through the Quarterly Mini Workshop functioned as a forum for identifying obstacles and follow-up actions across sectors, but inconsistencies between manual records and the ASIK application as well as delayed reporting from posyandu were still found. Conclusion/Lesson Learned : The achievement of CBI coverage in the Lok Bahu Health Center working area has not yet met the national target, influenced by planning, implementation, and evaluation factors that are not yet optimally integrated. Strengthening cross-sectoral coordination, financial support, stable vaccine distribution, adaptive risk communication, and synchronization of recording systems are required to sustainably improve immunization coverage.
The Effect of Sambiloto Extract on the Expression of β Estrogen Receptors in Ovaries and Lust Cycle in Mice Model PCOS - Insulin Resistance Hanis Kusumawati Rahayu
Journal of Ners and Midwifery Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v8i1.ART.p078-084

Abstract

Infertility was a serious problem in the reproductive period, one of the caused of infertility were common in women of childbearing age group is Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).Sambiloto (Andrographis paniculata Nees), had been already known contain flavonoid and lactones. The purpose of this research had to determine the effect of various doses of sambiloto extract with the expression of β estrogen receptor and estrus cycle in the mice model of PCOS - insulin resistance. This research was an animal model experimental laboratory research with a completely randomized design (CRD).The results showed that sambiloto extract therapy in treatment group had an improvement estrus cycle compared with control group. Positive control group, almost 90% had persistent anestrus condition. In treatment group 1 and 2 in the last vagina smear obtained anestrus condition as much as 60% in diestrus and medestrus phase. Whereas treatment groups 3 all experimental animals in a estrus state by proestrus and estrus phase. β Estrogen receptor expression had tested by Kruskal Wallis test for overall treatment, obtained significantly different results (p ≤ 0.002) followed by Mann - Whitney, showed that immunoreactive cells score from highest to lowest occurred in each group Negative control (KN), P3, P2, P1 and Positive Control (KP).It could be concluded that sambiloto extract at dose 18mg/kgbb, 36mg/kgbb, and 72mg/kgbb had been given an overview of the differences expression of β estrogen receptor, could change the estrus cycle of female mice models of insulin resistance PCOS.