Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL BERBASIS ANIMAKER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Yunira, Intan; Rosidin, Odien; Yuliana, Rina
Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 13 No. 1 (2025): PEDAGOGIK : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/pedagogik.v13i1.10045

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya masalah keterampilan menyimak peserta didik yang masih rendah di kelas III SDN Kamuning 1. Adapun permasalahannya yaitu: 1. Peserta didik terlihat bosan dan tidak tertarik dengan kegiatan menyimak yang dibacakan oleh guru. 2. Peserta didik masih belum mampu untuk menjawab pertanyaan sesuai hasil simakan. 3. Peserta didik sulit fokus dalam menyimak cerita. 4. Rendahnya keterampilan menyimak peserta didik disebabkan oleh kendala dalam pemberian materi yaitu tidak digunakannya media pembelajaran yang menarik dan inovatif. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik pada Pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan media audio visual berbasis animaker di kelas III SDN Kamuning 1. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. sampel yang digunakan yaitu 52 orang yang terbagi dua kelas 26 peserta didik kelas IIIA 26 peserta didik kelas IIIB. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes tertulis pretes dan postes. Kriteria keberhasilan pada penelitian ini adalah nilai postes kelas eksperimen lebih tinggi daripada nilai postes kelas kontrol melalui uji T. Hasil penelitian dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis dengan nilai sebesar 1,719 dan 1,676 yang berarti lebih besar dari maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa peningkatan Keterampilan Menyimak peserta didik kelas eksperimen lebih baik daripada peningkatan Keterampilan Menyimak kelas kontrol. diperkuat dengan perolehan nilai N-Gain dengan hasil 0,62 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan menyimak peserta didik yang mendapat perlakuan Media Audio Visual Berbasis Animaker. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penggunaan media audio visual berbasis animaker menjadikan peningkatan yang cukup signifikan terhadap keterampilan menyimak peserta didik kelas III sekolah dasar. Media Audio Visual Berbasis Animaker dapat meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik sekolah dasar kelas III SDN Kamuning 1.
PENGGUNAAN BAHASA KEKINIAN PADA ANAK USIA DINI (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Syahwardi, Sulthaanika Ferdy; Zahra, Fareha Rahmatul; Nadofah, Nadofah; Rosidin, Odien
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i1.651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa kekinian yaitu bahasa gaul pada anak usia dini usia 5 s.d. 6 tahun yang bersekolah di TK PGRI Cikande, Jl. Raya Serang KM 27 kampung Pasar lama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini bukanlah satu orang, melainkan sekelompok anak yang berada di jenjang TK. Pada pelaksanaan peneliti menyadap sebuah perilaku bahasa tanpa terlibat dalam suatu peristiwa tutur (sebagai pengamat), dibantu dengan teknik lanjutan yaitu teknik rekam dan catat. Berdasarkan hasil analisis yang ditemukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa terdapat penggunaan bahasa kekinian salah satunya bahasa gaul yang mengalami perubahan bentuk dan makna yaitu penggunaan akronim berjumlah 1 data, penggunaan bahasa asing berjumlah 4 data, perubahan struktur fonologis berjumlah 1, kata baru dan pergeseran makna pada kata yang sudah ada berjumlah 5 data. Jumlah keseluruhan temuan yang dilakukan oleh peneliti sebanyak 11 data temuan penggunaan bahasa kekinian salah satunya bahasa gaul yang dituturkan oleh anak usia dini. Maka, peran guru dan orang tua perlu memberikan pengajaran dan bimbingan terhadap penggunaan bahasa yang baik dan benar agar kebiasaan mengunakan bahasa gaul tersebut tidak berpengaruh dalam proses komunikasinya dikemudian hari.
REALISASI KESANTUNAN TUTURAN DIREKTIF DALAM PERISTIWA TUTUR DI SMP TUNAS BANGSA GADING SERPONG Debora, Lidya Lauren; Rosidin, Odien; Juansah, Dase Erwin
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1547

Abstract

This study aims to analyze directive speech acts in the novel "Father" by Andrea Hirata. The method used is descriptive qualitative analysis using the theory of speech acts from Austin and Searle. Based on the results of the classification that has been carried out, there are 5 classifications, namely 5 utterances ordering, 10 utterances ordering, 10 utterances begging, 7 utterances demanding, and 8 utterances giving advice. The directive speech acts used by the characters in the novel "Ayah" by Andrea Hirata are functioned by the speaker so that the speech partner takes action according to the intent of the utterance conveyed by the speaker. The speech acts that occur in this novel are in accordance with the politeness principle where the speaker does not exceed his rights to the speech partner. The politeness in question is adjusted to the context that occurs and the social status between the speaker and the speech partner. The novel Ayah by Andrea Hirata is a mirror form of a reality of the social life of the Balitong people. Through speech acts, a person's character can be seen. The results of the study show that there are several types of directive speech acts used in the novel, such as orders, requests, invitations, and advice. In addition, directive speech acts in the novel "Father" also have a social function, namely to convey a moral message to the reader.
Contrastive Analysis of Indonesian and Sundanese Verbs in SundaneseIndonesian Bilingual Children's Speech Anisa Isnaeni Faturohmah; Baety, Annisa Nur; Rosidin, Odien
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025): LITERA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v11i2.3946

Abstract

This study aims to analyze the differences and similarities of verbs in Indonesian and Sundanese as used by Sundanese Indonesian bilingual children. This research is motivated by the phenomenon of alternating use of two languages by children in daily community activities. In this study, a qualitative descriptive method was applied through an observational approach through the techniques of listening, seeing, engaged, and taking notes. From the results of the study, it can be seen that children tend to use Indonesian verbs in formal contexts such as at school, while Sundanese verbs are more dominant in family or local community interactions. There were also morphological differences, such as in the basic form and affix, as well as the phenomenon of code mixing and code switching in their speech. These findings suggest that language choice is influenced by social context and emotional proximity. This research is important for the preservation of regional languages and the development of bilingual teaching materials that are relevant to the socio-linguistic environment of children.
Istilah Proses Pembuatan Gula Merah Masyarakat Desa Canduk Kabupaten Banyumas (Kajian Etnolinguistik) Nur Zahwa, Alifia; Rosidin, Odien
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 12 No. 1 (2024): Sutasoma
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kwcpf687

Abstract

Canduk Village is famous as one of the villages in the Banyumas Regency area as the best brown sugar producing area with a process that still uses hereditary methods to make it. In the manufacturing process, there are several terms commonly used by the people of Canduk village to recognize things related to making brown sugar. This research aims to analyze and describe the terms used in the process of making brown sugar in the Canduk Village community, Banyumas Regency using an ethnolinguistic study approach. The research uses descriptive-qualitative research methods and theoretical approaches such as ethnolinguistic approaches, semantic approaches and linguistic structural approaches. The results of the analysis are in the form of words in the form of lingual units in the form of basic words, compound words, phrases, lexical meaning and cultural meaning of the process of making brown sugar, the meaning of local wisdom from the stages carried out from generation to generation, preservation of traditional pagan ingredients, terms in lingual units which are used as a marker in each form of term it produces.
Perbedaan Kemampuan Berbahasa Anak Umur 37 Bulan dan Anak Umur 38 Bulan berdasarkan Lingkungan Sosialnya Hidayatullah, Fathi Ridwan; Rosidin, Odien
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i1.3209

Abstract

Lingkungan sosial pada kenyataannya memiliki peran yang penting dalam pemerolehan bahasa anak. Kemampuan anak dalam berbahasa baik atau tidaknya dapat diukur juga melalui kondisi lingkungan sosialnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berbahasa anak umur 37 bulan dan anak umur 38 bulan berdasarkan kondisi lingkungan sosialnya. Subjek penelitian pertama bernama Riaka Sagara (37 bulan) dan subjek penelitian kedua bernama Gavin Krisnayuda (38 bulan). Keduanya dimasukan kedalam kategori anak umur 3 tahun. Penelitian ini meninjau aspek fonologi, morfosintaksis, semantik, dan pragmatik kedua anak tersebut berdasarkan kondisi lingkungan sosialnya. Hasil penelitian ini menunjukan proses perkembangan bahasa anak dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sosialnya. Kondisi sosial yang kurang baik dapat memberikan pengaruh buruk bagi perkembangan dan pemerolehan bahasa anak. Anak yang memiliki kondisi lingkungan kurang bagus seperti lingkungan bermain yang tidak ada dan jarang berinteraksi dengan orang lain cenderung lebih tidak percaya diri dan memiliki kosakata yang minim sehingga menghambat proses pemerolehan bahasa.
Development of contextual teaching and learning based audiovisual learning videos in III grade of elementary school Noviana, Dian; Rosidin, Odien; Yuliana, Rina
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v9i1.19164

Abstract

This research aimed to determine the development and feasibility of audiovisual learning videos based on the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach, as well as to assess the students' response to the audiovisual learning videos on the topic of food technology. The method used in this research is Research and Development (RnD) from Borg & Gall. This development only used 6 steps out of 10 steps, this is because researchers only conduct research at one educational institution (school) and see the limited time, effort, and costs of researchers. Product assessment for the feasibility test of contextual teaching and learning based audiovisual learning videos was carried out by 3 experts, namely a media expert, language expert, and subject matter expert with the target of limited-scale product trials, that are students of class IIIB MIN 1 Tangerang City, totaling 30 people. The results of the feasibility assessment after validation by the experts are as follows: (a) media validation scored 80%; (b) language validation scored 82%; and (c) subject matter validation scored 76.5%. Consequently, the overall feasibility score for the audiovisual learning videos was 79.5%, indicating that the videos are considered "Feasible." Thus, these learning videos can be utilized by students to enhance the learning process by involving illustrations from the surrounding environment in the topic of food production technology. Furthermore, the students' response to the audiovisual learning videos based on CTL, as assessed through the product trial in Grade III B at MIN 1 Kota Tangerang, obtained a questionnaire response percentage of 90.6%, falling into the category of "Excellent." The survey results demonstrate that the students are enthusiastic about the learning process using the contextual video learning media.
Afiksasi Pembentuk Verba Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia dalam Novel Baruang Kanu Ngarora Karya D.K. Ardiwinata Puteri, Nazwa Sabina; Rosidin, Odien
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v11i1.40-47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan afiks pembentuk verba bahasa Sunda dan bahasa Indonesia dengan menentukan persamaan dan perbedaan, serta mengidentifikasi analisis kontrastif pada kedua bahasa yang terdapat dalam novel Baruang Kanu Ngarora karya D.K. Ardiwinata. Teknik analisis data dilakukan untuk mendapatkan data yang bermakna dalam proses penelitian. Penelitian ini juga dilakukan agar dapat memberikan manfaat yaitu, dapat membagikan pengetahuan baru terkait dengan proses pembentukan kata melaui proses afiksasi verba bahasa Sunda dan bahasa Indonesia khususnya dalam ilmu bahasa pada kajian analisis kontranstif dan morfologi. Analisis konstrastif adalah kegiatan membandingkan struktur B-1 dan B-2. Bahasa itu dinamis sehingga bahasa dapat terus-menerus berkembang dan mengalami perubahan yang cukup pesat. Data diperoleh dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik content analysis seperti menelaah, teknik mencatat. membaca, dan mengamati kata kerja baik dalam novel ataupun pendengaran yang diamati oleh peneliti. Teori penelitian ini yaitu analisis kontrastif. Berdasarkan penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa proses pembentukan kata serta mengubah pengimbuhan pada bentuk dasar, disebut sebagai penambahan afiks atau imbuhan kata adalah pengertian dari afiksasi.
Kajian Lanskap Linguistik Di Destinasi Wisata Banten Girang Bidari, Virgine Ayu; Rosidin, Odien; riansi, Erwin Salpa
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fungsi, makna, dan variasi bahasa pada lanskap linguistik di destinasi wisata Banten Girang. Menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi dan pencatatan foto, penelitian ini menganalisis 17 data fungsi dan makna, serta 8 data variasi bahasa. Hasil menunjukkan dominansi fungsi informasional dan makna referensial, dengan sembilan jenis makna teridentifikasi dan variasi dari segi penutur, pemakaian, keformalan, serta sarana.
Tindak Tutur Direktif Dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (Nkcthi) Karya Angga Dwimas Sasongko Anggraeni, Ririn Dwi; Rosidin, Odien; Erwin Juansah, Dase
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyak ditemukannya tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) karya Angga Dwimas Sasongko. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) karya Angga Dwimas Sasongko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif yang digunakan untuk memecahkan masalah dan mendeskripsikan jenis serta fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) karya Angga Dwimas Sasongko. Teknik dalam penelitian ini adalah teknik studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik tringulasi. Data dalam penelitian meliputi jenis dan fungsi tindak tutur direktif dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) Karya Angga Dwimas Sasongko. Hasil penelitian ini ditemukan 40 data tuturan yang mengandung tindak tutur direktif. Jenis perintah berjumlah 19 tuturan dengan fungsi menyuruh 15 tuturan dan fungsi memerintah 4 tuturan. Jenis permintaan 10 tuturan dengan fungsi meminta 5 tuturan dan fungsi menawarkan 5 tuturan. Jenis ajakan berjumlah 6 tuturan dengan fungsi mengajak berjumlah 6 tuturan. Jenis nasihat berjumlah 1 tuturan dengan fungsi mengarahkan 1 tuturan. Jenis kritikan berjumlah 3 tuturan dengan fungsi menegur 3 tuturan. Jenis larangan berjumlah 1 tuturan dengan fungsi melarang 1 tuturan.