Articles
Strategi Penerapan Nilai-nilai Islam Dalam Kehidupan Sehari-hari Untuk Meningkatkan Karakter Siswa
Maisarah
AZKIYA Vol 8 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The application of Islamic values in daily life plays a crucial role in shaping students' noble character, morality, and sense of responsibility. This study aims to identify effective strategies for integrating Islamic values into students' lives as part of character education. The methods used include literature review and observation of program implementation in Islamic-based school environments. The findings reveal that effective strategies include (1) habituation of daily worship practices, such as congregational prayers, Quran recitation, and dzikir; (2) strengthening Islamic values through an integrated curriculum; (3) fostering a conducive school environment through exemplary behavior of teachers and staff. The implementation of these strategies has proven effective in enhancing students' character, particularly in aspects of honesty, discipline, responsibility, and empathy for others. Thus, the application of Islamic values serves not only as the foundation for spiritual education but also as a basis for developing excellent and competitive character.
Pembinaan Adat Budaya Aceh Terhadap Remaja Di lembaga Pendidikan
Maisarah
Mubeza Vol. 12 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54604/mbz.v12i1.128
Remaja merupakan generasi muda yang diharapkan sebagai penerus cita-cita perjuangan umat dan bangsa. Remaja yang berada pada masa usia transisi antara anak-anak dan orang dewasa banyak mengalami perubahan baik fisik maupun mental. tujuan untuk mengetahui apa konsepsi pendidikan Islam dalam pembinaan adat budaya Aceh, Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek penting adat budaya Aceh yang perlu ditanamkan dalam kehidupan remaja di lembaga pendidikan, untuk mengetahui usaha-usaha dan langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan dalam membina adat budaya aceh terhadap remaja di lembaga pendidikan. Manfaat adanya perhatian dari lembaga pendidikan untuk membina adat budaya Aceh dikalangan siswa yang berusia remaja, terciptanya berbagai kegiatan siswa yang menunjang keterampilan siswa dalam bidang adat budaya Aceh. Usaha-usaha yang dilakukan dalam pembinaan adat budaya Aceh di lembaga pendidikan dapat dilakukan oleh, guru, kepla sekolah,tokoh masyarakat dan berbagai pihak yang berkaitan dengan lembaga pendidikan, dengan melakukan langkah-langkah menerapkan pelajaran mulok yang berkaitan dengan adat budaya Aceh, mengadakan kegiatan ekstar kurikuler, menerapkan school kutural, melaksanakan karya wisata dan melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat budaya Aceh, sehingga mereka akan mengenal dan akan melaksanakannya kehidupan sehari-hari dan pembinaan tersebut tentunya sesuai dengan ajaran Islam dan adat dan budaya Aceh.
The The Effect of Chemistry Teaching Materials on Scientific Literacy and Critical Reasoning in SMA Negeri Langsa
Prasetya, Cyndi;
Maisarah
IJCER (International Journal of Chemistry Education Research) VOLUME 8, ISSUE 1, APRIL 2024
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/ijcer.vol8.iss1.art1
Scientific literacy is the ability to understand the concepts and processes of science and to use science to solve problems of everyday life. The 21st century demands education to facilitate science literacy in students. However, early observations at SMA Negeri Langsa found that the literacy of students in science was still low, as well as critical. The school has provided complete facilities and has additional textbooks in addition to Chemistry. However, the chemistry materials used are still based on theory. So, this research was carried out to analyze the influence of chemistry teaching materials on science literacy and criticism of students. The method used was design with one-group type pretest-post-test, so there was only one group of samples in this study, the students of the 12th grade MIA-2 consisting of 32 people. The data collection techniques used are tests and observation sheets. Data analysis in this study is descriptive statistics and inferential statistics. The results show that (1) Chemistry teaching materials significantly influence scientific literacy with a percentage of influence of 89.90% and (2) Chemistry teachings also affect critical reasoning significantly with an influence rate of 87.90%. The chemistry learning materials used in this study are LKPD (Learners' Worksheet) designed using liveworksheet. Thus, the study recommends that teachers and other researchers use chemistries that support scientific literacy and are critical, such as worksheet.
Makna Simbol Komunikasi Islam Dalam Tradisi Sunat Rasul di Desa Tanjung Emas Aceh Singkil
Maisarah;
Yusriani Simamora, Irma
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 3 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pencerah.v10i3.5974
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa makna simbol komunikasi Islam dalam tradisi sunat rasul. Sunat rasul merupakan ajaran agama Islam yang wajib dilakukan, dan mendeskripsikan makna simbol komunikasi Islam pada tradisi sunat rasul di desa tanjung emas Aceh Singkil. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa tepung tawar yaitu beras putih dikasih serbuk kunyit sehingga menjadi warna kuning, di simbol kan sebagai rasa syukur dan melambangkan kesucian, warna kuning menunjukkan bersih nya hati dan juga melambangkan agar diberikan kemurahan rezeki. Dan air tepung tawar melambangkan penyejuk hati. Tepung tawar ini dilakukan dengan cara memercikkan air tawar dengan rangkaian beras kuning, di percikkan kepada anak mempule Jawi (anak yang disunat kan) dimulai dari kepala dan kedua telapak tangan. Makna simbol dari kepalanya supaya berfikir sebelum bertindak atau menggunakan akal sehat, makna simbol dari telapak tangan nya jangan pernah putus asa dalam mencapai rezeki, terus berusaha dalam menjalankan kehidupan. Dan penutup dalam acara tersebut yaitu doa yang bermakna pengharapan apa yang dilakukan mendapatkan berkah dan ridho dari Allah SWT.
Pemberdayaan Perempuan Dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Melalui Inovasi Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Kandang Kecamatan Samalanga
Siti Zalikha;
Maisarah;
Afrizal;
Marzuki, Fakrurradhi;
Arf, Nur Azizah
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jkdm.v2i1.786
Artikel ini menguraikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan di Desa Kandang, Kecamatan Samalanga, melalui inovasi pembuatan sabun cuci piring. Dengan fokus pada aspek pemberdayaan perempuan, penelitian ini menjelaskan implementasi, dampak, dan hasil evaluasi dari kegiatan tersebut. Kegiatan ini menggunakan metode Pendampingannya menggunakan Participatory Action Research (PAR). Peneliti bersama komunitas melakukan research bersama, merumuskan masalah, merencanakan tindakan, melakukan aksi secaraberkesinambungan dan berkelanjutan untuk artikel pengabdian berjudul Pemberdayaan Perempuan Dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Melalui Inovasi Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Kandang Kecamatan Samalanga. Hasil kegiatan menunjukkan Pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan melalui inovasi pembuatan sabun cuci piring dapat menjadi model yang berhasil dalam meningkatkan kemandirian ekonomi di tingkat desa. Dengan menggabungkan pendekatan partisipatif dan inovatif, proyek ini memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Kandang.
Problem-Based Learning Method to Improve Students' Critical Thinking Skills in Islamic Religious Education Learning at SD Negeri 24 Banda Aceh
Maisarah;
Nazariah
ETNOPEDAGOGI: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARY 2025
Publisher : MANDAILING GLOBAL EDUKASIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62945/etnopedagogi.v2i1.617
This study aims to analyze the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) method in improving students' critical thinking skills in Islamic Religious Education (PAI) learning at SD Negeri 24 Banda Aceh. Critical thinking skills are essential competencies in 21st-century education, including in PAI learning which not only emphasizes cognitive aspects, but also understanding and applying religious values in everyday life. The PBL method places students as the center of learning by presenting contextual problems that encourage exploration, analysis, and problem solving independently and collaboratively. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design. The research sample consisted of two groups of fifth-grade students, namely the experimental group using the PBL method and the control group using the conventional method. Data were collected through critical thinking tests, observations, and interviews. The results showed that students taught using the PBL method experienced a significant increase in critical thinking skills compared to the control group. In addition, this method also increases students' active participation, learning motivation, and conceptual understanding of PAI material. These findings indicate that the application of PBL in PAI learning can be an effective strategy to develop students' critical thinking skills from an early age. Therefore, teachers are advised to integrate PBL in learning planning to create a more meaningful and relevant learning experience for students.
FLIPPED LEARNING BERBASIS VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE CASE STUDY (VCTCS) TERHADAP PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN HASIL BELAJAR SISWA
Hutapea, Bilferi;
Hasbahuddin;
Badu, Mutmainnah;
Maisarah;
Vimkarlin
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol. 18 No. 2 (2025): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jtp.v18i2.70206
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model flipped learning berbasis value clarification technique case study (VCTCS) terhadap penguatan profil pelajar pancasila dan hasil belajar siswa.. Rancangan penelitian ini adalah quasi ekperiment (ekperimen semu) dengan desain menggunakan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Majene yang terdiri dari 6 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling yaitu kelas XI 2 dan XI 4. Instrumen yangdigunakan terdiri dari tes hasil belajar dan lembar observasi profil pelajar pancasila. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dan statistika inferensial. Statistika inferensial menggunakan analisis MANOVA (multivariate analysis of variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat perbedaan antara profil pelajar pancasila dan hasil belajar siswa yang diterapkan model flipped learning berbasis value clarification technique case study (VCTCS) dibandingkan model direct flipped learning. Rata-rata hasil belajar dengan model flipped learning berbasis value clarification technique case study (VCTCS) sebesar 82,5 lebih tinggi dibanding hasil belajar dengan model direct flipped learning sebesar 74,2 dan profil pelajar pancasila dengan model flipped learning berbasis VCTCS sebesar 86 secara signifikan lebih unggul dibandingkan model direct flipped learning sebesar 78. Model flipped learning berbasis VCTCS sangat baik diimplementasikan pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah.
Efforts to Improve Student Learning Outcomes in Islamic Religious Education Learning with a Contextual Approach
Aisyah;
Maisarah
MADINA : Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2024): JUNE 2024
Publisher : MANDAILING GLOBAL EDUKASIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62945/madina.v1i1.156
Based on the initial data obtained by students of class IX.1 SMP Negeri 1 Bandar Baru, it can be seen that their learning outcomes are still far from expectations, student learning completeness is still below 50% and student learning motivation is still very low. This is likely due to the lack of variety in the approaches and learning methods used by teachers in implementing the learning process. This study aims to determine and test the extent to which the application of the contextual learning approach can improve the learning outcomes of students of class IX.1 SMP Negeri 1 Bandar Baru. This type of research is classroom action research. The objects of this study were students of class IX.1 SMP Negeri 1 Bandar Baru totaling 26 people. Data were collected using test and non-test techniques, observation sheets, questionnaires and field notes, then the data obtained were described and analyzed using comparative descriptive analysis techniques for quantitative data. Comparative descriptions were carried out by comparing the results of daily tests starting from the initial conditions of cycle 1 and cycle 2 values, while qualitative descriptive analysis was guided by the results of observations and reflections for each cycle. The findings of this study indicate that using a contextual learning approach in class IX.1 of SMP Negeri 1 Bandar Baru has been proven to be able to improve student learning outcomes. This can be proven from 26 students, in cycle I 18 people or 71.5% completed and in cycle II increased to 21 people or 82.3%. Thus it can be concluded that using a contextual learning approach can significantly improve student learning outcomes.
PENGEMBANGAN MODUL SUSTAINABLE PROJECT-BASED LEARNING (S-PjBL) BERBANTUAN AUGMENTED REALITY SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN GREEN CHEMISTRY BAGI CALON GURU KIMIA
Prasetya, Cyndi;
Maisarah;
Qumarani, Yara;
Fahira, Nazihan;
Wahyuni, Naila
Lantanida Journal Vol 13 No 2 (2025): July-December 2025
Publisher : UIN AR-RANIRY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/lj.v13i2.31958
While its application in higher education is frequently limited by the lack of contextual and interactive teaching materials and engaging visualization of abstract concepts, green chemistry education is crucial for developing environmental awareness and sustainable attitudes among pre-service chemistry teachers. The objective of this work was to create a green chemistry learning module using augmented reality (AR) and Sustainable Project-Based Learning (S-PjBL). Purposive sampling was used to choose 28 pre-service chemistry teachers for the study, which used the ADDIE development model. Expert validation and user response questionnaires were used to collect data, and percentage average scores were used for quantitative analysis. The module received a 92.22% validation score from material experts and a 90.56% (very feasible) validation score from educational technology experts, according to the results. Lecturers scored 94.44% on practicality assessments, while students scored 90.12% (very practical). Students' comprehension of green chemistry, sustainable project implementation, and connections to actual environmental challenges were all bolstered by the program. To sum up, the AR-assisted S-PjBL green chemistry program is very realistic and useful for educating aspiring chemistry teachers. According to the results, combining S-PjBL with AR improves student engagement, fortifies 21st-century abilities, increases knowledge of green chemistry, and promotes high-quality education.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Pencegahan Stunting melalui Program Skalting (Lokasi: Posyandu Kelurahan Palam Banjarbaru)
Salam, Nur;
Dewi Sri Susanti;
Dewi Anggraini;
Selvi Annisa;
Maisarah;
Rifqi Aulia Rahman;
A. Fahmi Indra Yani;
Ahmad Helmi Yasir;
Nayla Aisha Saydina;
Aulia Naylan Muna;
Dina Musyarafah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Kondisi stunting pada balita merupakan terjadinya kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi minimnya nutrisi. Program Pusat Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan khususnya ibu dan balita. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Teratai, Kelurahan Palam, yang selama ini rutin melakukan pemeriksaan kesehatan balita sebatas pengukuran antropometri dan imunisasi. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan ibu terkait masalah gizi buruk pada anak. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah stunting melalui program SKALTing (sosialisasi, konseling dan aksi lapangan untuk stunting). Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi penyuluhan gizi mengenai stunting serta pelaksanaan pengukuran antropometri (tinggi/panjang dan berat badan) bayi dan balita di Posyandu. Target audiens dari inisiatif ini adalah para ibu yang memiliki bayi dan balita di wilayah Kelurahan Palam. Berdasarkan hasil kegiatan, evaluasi dan observasi kegiatan ini berhasil mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan, terlihat dari tingkat partisipasi yang sesuai target dan antusiasme peserta yang signifikan selama pelaksanaan kegiatan, serta adanya peningkatan pemahaman peserta terkait stunting.