Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Konsep Memilih Teman dalam Perspektif Hadis Rahmi, Lutfiyah; Aisah Nurkhofifah Lubis; Mutiara Mastina Fithri Daulay; Suci Rezeki Nasution; Ali Imran Sinaga
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3674

Abstract

Islam sebagai ajaran yang mengatur kehidupan manusia secara menyeluruh menaruh perhatian besar pada cara seseorang menjalin hubungan sosial, termasuk dalam memilih teman. Melalui hadis Shahih Bukhari No. 5534 ditegaskan bahwa pertemanan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kualitas keimanan dan pembentukan akhlak seseorang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka atau library research. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan nilai-nilai selektifitas dalam mencari teman berdasarkan ajaran hadis. Kedua, untuk menganalisis hadis yang berkaitan dengan perintah dan anjuran memilih teman yang baik. Ketiga, untuk mengkaji pengaruh pertemanan menurut hadis terhadap pembentukan akhlak dan karakter individu khususnya remaja.
Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Perspektif Hadis Nabi Muhammad Saw Ali Imran Sinaga; Ahmad Al Kindi; Panca Abdini Sitorus; Amanatin Nazwa; Mustofa Abdullah Nasution
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3915

Abstract

Pendidikan karakter pada anak di masa awal kehidupan adalah penting untuk pengembangan kepribadian dan moral masa depan. Dalam Islam, pendidikan karakter didasarkan pada ajaran hadis Nabi Muhammad Saw yang menekankan pendidikan adab. Penelitian ini menjelaskan pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama dan keteladanan dalam mengajarkan nilai-nilai adab kepada anak. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis hadis dan referensi pendidikan Islam. Temuan menunjukkan bahwa nilai karakter dapat efektif diajarkan sejak dini. Pendidikan adab lebih penting daripada materi, karena membentuk moral anak. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat diperlukan untuk pendidikan karakter yang berkelanjutan.
KRISIS ETIKA MAHASISWA DI ERA DIGITAL DALAM PERSPEKTIF HADIS: STUDI KASUS DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN Sri Aqilah Maulida; Ali Imran Sinaga; Rizki Nurbaiti Simanjuntak; Adinda Suhaibah; Ayu Wanda Ginting
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/88k1k594

Abstract

This research aims to examine the phenomenon of ethical crises among students in the digital age from the perspective of the hadiths of Prophet Muhammad (peace be upon him), with a focus on the etiquette of seeking knowledge within the State Islamic University of North Sumatra (UINSU) Medan. This research uses a qualitative approach with a descriptive-analytical research design. Data was obtained thru observation of students' academic behavior in face-to-face and online lectures, semi-structured interviews with students and lecturers, and documentation in the form of academic assignments and other supporting documents. This research is also supported by a literature review examining the hadiths of Prophet Muhammad (peace be upon him), classical Islamic texts such as Ta'līm al-Muta'allim by Az-Zarnuji and Iḥyā' 'Ulūm al-Dīn by al-Ghazali, as well as relevant contemporary scientific literature. The research findings indicate that UINSU Medan students are experiencing an academic ethics crisis characterized by a decline in the etiquette of seeking knowledge, a decrease in awareness of academic honesty, and an increasing dependence on digital technology, particularly the internet and artificial intelligence (AI). Forms of this ethical crisis include excessive reliance on AI without critical thinking, plagiarism and copy-pasting in academic assignments, and manipulation of research data due to time pressure and administrative demands. From the perspective of the hadiths of the Prophet Muhammad (peace be upon him) and Islamic scholarly traditions, this phenomenon reflects a weakening of the values of honesty (ṣidq), trustworthiness, diligence (mujāhadah), and sincerity of intention in seeking knowledge. Therefore, it is necessary to reinforce academic ethics based on the etiquette of seeking knowledge so that the use of digital technology aligns with the formation of students' character and intellectual integrity.