Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur ARCADE

KEPUASAN PENYEWA TERHADAP FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN KANTOR SEWA KELAS A FUNGSI MAJEMUK DI SURABAYA Nurzukhrufa, Antusias; Setijanti, Purwanita; Dinapradipta, Asri
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The growth of the supply and demand index of rental offices in Surabaya is the highest in Indonesia. However, the occupancy rate has decreased except in class A rental offices. Decrease in occupancy rate is influenced by dissatisfaction of tenants to the high rental price factor and causes the tenant not to extend the rent. The quality services of class A rental offices multifunction in Surabaya can be considered successful because the tenants have persisted in extending the leases. Therefore, it is necessary to know about the level of satisfaction of tenants to the factors that influence the choosing of class A rental offices multifunction in Surabaya. This research is included in the positivism paradigm with quantitative methods. The analysis technique uses quantitative descriptive statistics by calculating the mean and standard deviations mapped to the Cartesian diagram. This research results two findings. First, the three most satisfied factors i.e. "name of the famous building and its reputation is good", "responsive building management" and "the presence of good security, hygiene and fire protection facilities". Second, three factors that are most dissatisfied i.e. "access to recreational and sports facilities", "noise level" and "building age".Keyword: Rental Offices, Tenants Satisfaction, Real EstateAbstrak: Pertumbuhan indeks supply dan demand kantor sewa di Surabaya termasuk paling tinggi di Indonesia. Namun, tingkat okupansinya mengalami penurunan kecuali pada kantor kelas A. Penurunan tingkat okupansi dipengaruhi oleh ketidakpuasan penyewa terhadap faktor harga sewa yang tinggi dan menyebabkan penyewa tidak memperpanjang sewa. Kualitas layanan kantor sewa kelas A fungsi majemuk di Surabaya dinilai berhasil karena penyewa tetap bertahan untuk memperpanjang sewa. Maka, perlu diketahui tingkat kepuasan penyewa terhadap faktor-faktor pemilihan kantor sewa kelas A fungsi majemuk di Surabaya. Penelitian ini termasuk dalam paradigma positivisme dengan metode kuantitatif. Teknik analisis menggunakan statistik deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai mean dan standar deviasi yang dipetakan ke diagram kartesius. Penelitian ini menghasilkan dua temuan. Pertama, tiga faktor paling puas yaitu “nama gedung terkenal dan reputasinya baik”, “pengelola gedung yang responsif” serta “keberadaan fasilitas keamanan, kebersihan dan perlindungan kebakaran yang baik”. Kedua, tiga faktor paling tidak puas yaitu “kedekatan dengan fasilitas rekreasi dan olahraga”, “tingkat kebisingan” dan “usia gedung”.Kata Kunci: Kantor Sewa, Kepuasan Penyewa, Real Estate
EKSPLORASI POLA ADAPTASI PENGUNGSI WANITA MADURA DI PENAMPUNGAN SEMENTARA RUSUNAWA JEMUNDO, SIDOARJO Argarini, Tri Okta; Setijanti, Purwanita; Sumartinah, Happy Ratna
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Refugees are usually accommodated in temporary shelters with limited conditions. Shelters are usually set up as a temporary solution, which UNHCR says their conditions are like living in limbo (uncertainty). However, unlike the usual shelters, the Sampang refugees, who are included in the category of internally displaced people, are being temporarily accommodated in the Jemundo Rusunawa. Moreover, they have been in the residence for almost 11 years. In addition to getting access to basic needs, the condition of the shelter is in the form of a permanent building that is suitable for renting out to the surrounding community. Do these conditions make it easier for Sampang refugees to adapt? While many theories say that refugees, especially women, experience difficulties when they are in a new environment, for example related to their domestic and social activities. This research explores the adaptation pattern of Sampang women refugees who have a strong culture and spirituality in getting used to new housing, which not only has a different pattern, but also has levels. The qualitative method was chosen to make it easier to explore the natural settings of these women. Data were obtained through observation and interviews, which were then analyzed using thematic analysis. The results show that they create the atmosphere of their home by expanding domestic space into spaces that have opportunities and are agreed upon by the community.Keyword: Adaptation Pattern, Female Refugees, Rusun Abstrak: Pengungsi biasanya ditampung pada hunian sementara dengan kondisi yang terbatas. Tempat penampungan biasa didirikan sebagai solusi sementara, dimana UNHCR menyebut kondisi mereka seperti hidup didalam limbo (ketidakpastian). Namun berbeda dengan penampungan biasanya, pengungsi Sampang, yang termasuk dalam ketegori internally displaced people ini, ditampung sementara di Rusunawa Jemundo. Apalagi mereka sudah berada pada hunian tersebut selama hampir 11 tahun. Selain mendapat akses kebutuhan dasar, kondisi penampungan berupa gedung permanen yang layak disewakan bagi masyarakat sekitar. Apakah kondisi yang demikian membuat pengungsi Sampang lebih mudah beradaptasi?. Sementara banyak teori yang mengatakan bahwa pengungsi, khususnya wanita, mengalami kesulitan saat berada di lingkungan baru, misalnya  terkait dengan kegiatan domestik maupun kegiatan sosial mereka. Penelitian ini menggali pola adaptasi pengungsi wanita Sampang yang memiliki kebudayaan dan spiritualitas yang kental melakukan pembiasaan pada hunian baru, yang tidak hanya memiliki pola yang berbeda, tetapi juga bertingkat. Metode kualitatif yang dipilih untuk mempermudah menggali natural setting dari para wanita tersebut. Data didapatkan melalui observasi dan wawancara, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan mereka menciptakan suasana rumahnya dengan memperluas ruang domestik pada ruang-ruang yang berpeluang dan disepakati bersama komunitas.Kata Kunci: Pola Adaptasi, Pengungsi Wanita, Rusun
TRANSFORMATION OF FORM, FUNCTION, AND MEANING SACRED SPACE OF GEDHONG JENE KRATON YOGYAKARTA Kuncoro, Denok Estu; Setijanti, Purwanita; Novianto, Didit
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The fusion of cultural and social accumulations is capable of creating architectural works with specific functions and meanings. In Indonesia, Kraton Yogyakarta, which continues to uphold its role as a traditional palace. However, the transition from an absolute monarchy to a republic, has led the transformation in form, functions, and meanings of spaces in the kraton. Spaces previously used by the king now serve different functions, sacred spaces are repurposed for more general purposes. Gedhong Jene, one of these spaces, responds to these changes, evidencing an adaptation from a space exclusively for the king to a more inclusive functionThis research aims to conduct an analysis of the transformation of Gedhong Jene as a reflection of the dynamic political and socio-cultural developments within the Kraton Yogyakarta. Used qualitative approaches, the study will explore the change in function and meaning of Gedhong Jene's space, considering both its architectural and non-architectural elements. Data gathered from observations, interviews, and archival documents will be analyzed using descriptive criticism.The research findings revealed significant changes in Gedhong Jene, particularly in its static and dynamic aspects. However, the building exhibited more complex functionality following these alterations. Keyword: Transformation of Sacred Space, Gedhong Jene, Kraton YogyakartaAbstrak: Perpaduan akumulasi budaya dan sosial mampu menghasilkan karya arsitektur yang memiliki fungsi dan makna tertentu. Di Indonesia, salah satunya adalah Kraton Yogyakarta yang hingga saat ini masih memegang peranannya sebagai kerajaan tradisional. Namun, seiring adanya perubahan sistem pemerintahan absolut ke sistem republik, hal ini berdampak pada perubahan bentuk dan pergeseran fungsi dan makna ruang di dalam kraton. Ruang-ruang yang sebelumnya digunakan hanya untuk keperluan raja kini memiliki fungsi yang berbeda, ruang-ruang yang dianggap sakral difungsikan untuk tujuan yang lebih umum. Gedhong Jene, salah satu ruang yang merespons perubahan tersebut. Bangunan ini menjadi bukti adanya adaptasi dari ruang sakral yang hanya digunakan untuk raja menjadi lebih inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap perubahan ruang Gedhong Jene sebagai cerminan dari perkembangan dinamika politik dan sosial budaya yang terjadi di Kraton Yogyakarta. Penelitian kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi perubahan bentuk, fungsi, dan makna ruang Gedhong Jene dilihat dari elemen-elemen arsitektur maupun non-arsitekturnya. Data didapatkan dari observasi, wawancara, serta penggunaan dokumen arsip kraton yang nantinya akan dianalisis menggunakan descriptive criticism. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada Gedhong Jene, terutama dalam aspek statis dan dinamisnya. Namun, bangunan menunjukkan fungsionalitas yang lebih kompleks setelah adanya perubahan.Kata Kunci: Transformasi Ruang Sakral, Gedhong Jene, Kraton Yogyakarta
Co-Authors Adinda Sih Pinasti Retno Utami Ainul Yaqin Alia Ghinantatia Thahir Amalia Nur Indah Sari Amas Brilian Angger Sukma Mahendra Annisa Fikriyah Tasya Antusias Nurzukhrufa Arfianti, Ami Argarini, Tri Okta Arina Hayati Arina Hayati Asri Dinapradipta Asterica Deviana Ardhikawati Ayu Sri Marita Aziz, S. Kamilia Bahri, Ayi Syaeful Bambang Priyambodo Bambang Soemardiono Bambang Soemardiono Cahyadini, Sarah Cahyadini, Sarah Christiono Utomo Dewi Septanti Diana, Tri Wahyu Endang Susilowati Eri Naharani Ustazah Ervin Nurhayati, Ervin Faiz Dewangga Binar Diwari Faizin, Muchammad Indra Falahy Mohamad Fatimah, Sri Wahyuni Firdaus, Achmad Ichsan Fitri Rahmawati Happy Ratna Soemartinah Happy Ratna Soemartinah Heri Prasetyo Ibda Zhurifah Qurrotaa'yun Ihdina Sabili Imanuel Mbake Inayatur Arifiyani Intan Kusumaningayu Ismail, Mirra Kamila Ispurwono Soemarno Jauhar Jauhar Jingga, Azharine Purwa Karina Anindita Karlina Hidayati, Tsabita Kartika Nuswantara Kuncoro, Denok Estu Kurniasari, Merisa Lanta Kautsar Akromi Muhammad Faqih Murni Rachmawati Nadhila Retnasari Roestam Nadia Maulina Atrisandi Narida, Tisya Surya Narida, Tisya Surya Naura, Zahira Dinda Ni Wayan Anantasia Saraswati Ni Wayan Suarmini, Ni Wayan Niken Prasetyawati, Niken Niti Anggarajati Etsahandy Novianto, Didit Nuryantiningsih Pusporini Nurzukhrufa, Antusias Ocky Dwi Saktian Kusuma Perdana, Angga Prajnaparamita Nurul Kusuma Wardhani Pratiwi, Nadiar Purba, Adriel Sachio Putu Bulan Ratna Anggraeni Rahmawati, Deti Raihana Putri Hutami Rayi Karamina Retno Utami, Adinda Sih Pinasti Rika Kisnarini Rita Ernawati, Rita Sadendra, Sara Amalia Saraya Eka Sharfina Shabrina Nareswara Sulistiastuti, Mutia Sumartinah, Happy Ratna Susetyo Firmaningtyas Susy Budi Astuti, Susy Budi Syaharani, Nadia Salwa Tamaulina Br Sembiring Tanti Satriana R. Nasution Tanti Satriana Rosary Nasution Tanti Satriana Rosary Nasution Ula, Zuhrotul Mawaddatil Uman Syafrudin Utami, Adinda Sih Pinasti Retno Wahyu Setyawan Wardatut Toyyibah