Claim Missing Document
Check
Articles

Identity Of Place Samudera Pasai Melalui Bentuk Fasad: (Studi kasus: Kampus Arsitektur Universitas Malikussaleh) Nurhayati; Effan Fahriza; Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i2.686

Abstract

Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam tertua dan pertama di Asia Tenggara yang berdiri sejak abad ke-13 - 16 M dan warisan sejarah dan kebudayaan Indonesia yang berada di pesisir Utara Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara. Eksistensi sejarah dan budaya mulai redup disebabkan kurangnya kesadaran sejarah yang dimiliki. Hadirnya persepsi fasad pada bangunan kampus Prodi Arsitektur menyerupai bentuk lainnya, sebagai latar belakang untuk mengkaji filosofi bentuk fasad. Tujuan penelitian yaitu identifikasi identity of place Samudra Pasai sebagai bentuk identitas tempat dengan hadirnya situs cagar budaya Samudera Pasai dengan nilai budaya Islam dari luar seperti Persia, Mesir, Arab dan India. Hal ini, penting untuk dipertahankan eksistensinya sejarah dan budaya dimasa depan. Penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif, dengan observasi (kualitatif), wawancara dan kuesioner (kuantitatif). agar data valid dan reliable. Populasi adalah situs cagar budaya pada makam peninggalan Samudera Pasai di Kecamatan Samudera dan Sampel yang diambil adalah fasad Kampus. Hasil akhir menemukan bentuk yang sama dengan Artefak Makam Sultan di Kerajaan Samudera Pasai, menunjukan pengaruh tipologi bentuk dapat diwujudkan sebagai identity of place dan persepsi masyarakat sangat tinggi terhadap nilai peninggalan dan ciri khas adalah identitias suatu tempat. Karakteristik identy of place Samudera Pasai sebagai wujud fasad Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh.
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Kolonial pada Pendopo Bupati di Kabupaten Aceh Tamiang Maulina Dewi; Armelia Dafrina; Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.763

Abstract

Aceh Tamiang merupakan daerah perbatasan Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara yang menjadikan Aceh Tamiang sebagai lintasan pelayaran jarak terdekat masuknya negara lain salah satunya pasukan Belanda. Masuknya pasukan Belanda ke Aceh Tamiang untuk menguasai tempat yang dianggap strategis sehingga dibangunnya bangunan untuk keperluan administrasi Kolonial Belanda seperti Eks Kantor Wedana masa Kolonial Belanda yang sekarang menjadi Pendopo Bupati Aceh Tamiang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arsitektur kolonial pada Pendopo Bupati di Kabupaten Aceh Tamiang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dekriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa Pendopo Bupati memiliki karakteristik arsitektur kolonial Belanda yang dijadikan sebagai objek penelitian. Beberapa karakteristik arsitektur kolonial pada Pendopo Bupati terdapat pada bagian atap, dinding, pintu, jendela, lantai, tiang, tangga, warna, nok acroterie, geveltoppen, balustrade, ragam hias pada tubuh bangunan.
Pengaruh Bukaan Terhadap Kenyamanaan Termal Masjid Al-Hikmah Cunda Dea wahyuni; Yenny novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.807

Abstract

Lhokseumawe merupakan daerah yang berada di pesisir dengan suhu rata-ratanya itu 33?C yang dapat dikategorikan dengan suhu temperatur tinggi sehingga mayoritas masjid di Lhokseumawe sudah menggunakan pendingin ruang buatan sebagai alat untuk mengontrol kenyamanan termal. Berbeda halnya dengan Masjid AL-Hikmah Cunda yang masih memanfaatkan alam sebagai pengontrol kenyamanan termal yaitu dengan menggunakan bukaan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan penggunaan bukaan alami saat ini masih memungkinkan dapat mengontrol kenyamanan termal di Kota hokseumawe. Metode penelitian ini ialah metode kualitatif yaitu dengan pengukuran secara langsung ke objek penelitian nya. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampelnya hanya di beberapa titik ruang shalat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bangunan yang masih memanfaatkan potensi alam untuk mengontrol kenyamanan termal itu sangat di pengaruhi oleh bukaan baik dari segi dimensi, orientasi dan tipe ventilasinya.
Analisis Sistem Akustik Pada Multi Purpose Building Perta Arun Gas Lhokseumawe Julpan Hasbi Putra; Adi Safyan; Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.905

Abstract

Auditorium (multipurpose) arun yang dirancang untuk menunjang kegiatan yang ada di perusahaan PT. Perta Arun Gas dalam berbagai kegiatan, Bangunan serbaguna ini memiliki fleksibilitas dalam menyesuaikan kebutuhan yang berbeda-beda, auditorium ini di teliti disebabkan terbatas nya Gedung multipurpose di kota lhokseumawe dan banyaknya masyarakat umum yang menggunakan Gedung tersebut untuk berbagai kegiatan oleh karena itu pentingnya kualitas suara yang ditinjau dari pengukuran waktu tunda, waktu dengung, dan penempatan material, hal yang harus diperhatikan sebagai usaha akustik yang berkaitan dengan material. Penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan evaluatif. Mencari masalah dan menghasilkan hipotesis melalui penilaian lapangan dan teori akustik. seperti waktu dengung yang menjadi variabel yang digunakan dalam penelitian ini. dari pengukuran lapangan dan meninjau material yang ada di auditorium tersebut perhitungan waktu dengung yang sudah dikategorikan baik namun harus ada rekomendasi material, perhitungan secara manual menggunakan rumus sabine agar mendapatkan hasil yang memenuhi standar waktu dengung pada gedung auditorium serbaguna sedangkan hasil perhitungan waktu tunda pada Gedung tersebut sudah memenuhi. Pada penempatan penggunaan material dan peletakan reflector, diffuser dan absorber di gedung ini sesuai.dan waktu dengung setelah melakukan rekomendasi material menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dari hasil perhitungan dan observasi lapangan pada gedung auditorium ini sudah memenuhi tingkat kenyaman pengguna pada Gedung tersebut nabum harus ada rekomendasi material tambahan untuk menghasilkan tingkat kenyamanan akustik pada auditorium menjadi labih baik lagi dalam berbagai kegiatan yang di lakukan pada auditorium tersebut
Evaluasi Purna Huni Perumahan Subsidi Bedasarkan Aspek Teknis (Studi Kasus: Perumahan Firya Mansion Bukit Panggoi Kota Lhokseumawe) Khaijar Apandi; Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.906

Abstract

Keterbatasan kualitas hunian subsidi di Indonesia sering kali menjadi permasalahan yang mengemuka, terutama dalam hal ketidaksesuaian antara desain awal dengan kebutuhan aktual penghuni. Meskipun program perumahan subsidi telah membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah, tantangan terkait aspek teknis, kenyamanan, dan keberlanjutan masih sering ditemukan. Evaluasi Purna Huni (EPH) adalah proses penilaian sistematis terhadap bangunan atau lingkungan terbangun setelah digunakan oleh penghuninya dalam jangka waktu tertentu untuk memahami sejauh mana bangunan tersebut memenuhi kebutuhan fungsional, estetika, dan keselamatan penghuni sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan fisik dan fungsi bangunan pada Perumahan Subsidi Firya Mansion Bukit Panggoi di Lhokseumawe melalui pendekatan EPH. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian kondisi bangunan dengan standar Permen PU No. 534/KPTSN 2001 dari aspek teknis, termasuk struktur, ventilasi dan sanitasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen untuk memahami fenomena perubahan yang terjadi serta persepsi penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas rumah mengalami modifikasi signifikan, seperti penambahan ruang dan renovasi struktur, yang dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi dan sosial penghuni. Meskipun modifikasi tersebut meningkatkan tingkat kepuasan dan kualitas hidup penghuni, beberapa aspek teknis, seperti aksesibilitas dan keamanan, masih memerlukan perbaikan. Temuan ini menekankan pentingnya EPH sebagai alat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara desain awal dan kebutuhan aktual penghuni, serta memberikan rekomendasi bagi peningkatan kualitas hunian di masa depan.
Pendekatan Arsitektur kontemporer Melalui Desain Fasad Terminal Paya Ilang Di Takengon Elvi Damayanti; Yenny Novianti; Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.996

Abstract

Terminal Tipe A Paya Ilang mengalami transformasi yang signifikan, baik dari segi fasilitas dan estetika bangunan. Terminal ini merupakan salah satu fasilitas transportasi umum yang melayani masyarakat lokal dan pengunjung. Dengan latar belakang yang unik, desain fasad terminal seharusnya dapat menciptakan identitas yang kuat dan menarik bagi pengunjung. Desain fasad yang menarik dan kontekstual dapat berkontribusi signifikan terhadap persepsi pengguna dan integrasi terminal dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini diharapkan dapat membantu menciptakan desain terminal yang lebih baik yang memenuhi kebutuhan Masyarakat. Metode yang digunakan penelitian deskriptif, penelitian ini akan mengkaji tentang karakteristik arsitektur kontemporer pada fasad diantaranya yaitu komposisi ekspresif dan dinamis, konsep ruang terbuka, harmoni ruang luar dan ruang dalam, memiliki fasad transparan, kenyamanan hakiki, eksplorasi elemen lanskap, dan bangunan yang kokoh. Hasil dari analisa pada gedung utama Terminal Tipe A Paya Ilang secara keseluruhan sudah menerapkan arsitektur kontemporer pada fasad bangunannya. Elemen-elemen seperti penggunaan material kaca dan ACP, serta desainnya mengedepankan fungsi dan efisiensi serta estetika, telah terlihat dalam bentuk serta struktur bangunan. Penerapan dapat dilihat dari beberapa aspek berupa penggunaan material beton bertulang dan kaca, Beton bertulang memberikan kesan kuat dan kokoh, sedangkan kaca memberikan kesan transparan dan terang. Warna kontras menciptakan Kesan cerah dan terbuka, dinding dan lantai menggunakan warna terang. Pada bentuk Gedung utama terminal dapat menjawab kesan ekspresif dan dinamis bangunan, terminal juga sudah memiliki kenyamanan hakiki yang ramah untuk semua pengguna.
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Tradisional Aceh Pada Fasad Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kota Lhokseumawe Muhammad Rofi; Mohd. Hafez Al-Shahzam; Yenny Novianti; Armelia Dafrina
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1036

Abstract

Disetiap wilayah Indonesia memiliki kearifan dan ciri arsitektur tradisional yang berbeda-beda, salah satunya arsitektur tradisional Aceh. Arsitektur tradisional Aceh merupakan sebuah ciri khas yang melambangkan simbol kebudayaan bagi suku Aceh, hal ini dilambangkan melalui arsitektur yaitu Rumoh Aceh. Namun seiring berkembangnya gaya arsitektur membuat tingginya peminat arsitektur modern hingga banyak gedung dan kantor berlomba lomba untuk menggunakan konsep arsitektur modern hal ini membuat perlahan lahan arsitektur tradisional Aceh mulai memudar dan dilupakan oleh masyarakat Aceh sendiri. Gedung Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kota Lhokseumawe merupakan bangunan pemerintahan yang fungsi utamanya untuk sebagai pusat pelayanan pajak pada masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa deskriptif kualitatif dengan beberapa tahap seperti studi literatur, observasi, pengumpulan data, dan menganalisis data. hasil analisis menunjukkan bahwa fasad kantor KPP Pratama tetap mempertahankan konsep tradisional sebagai representasi budaya lokal, namun terdapat perbedaan material. Secara fisik, bangunan kantor KPP Pratama mencerminkan ciri khas arsitektur tradisional Aceh.
Analisis Elemen Arsitektur Tradisional Aceh Pada Rumah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1042

Abstract

Penelitian ini menganalisis elemen visual arsitektur tradisional Aceh pada fasad Rumah Cut Meutia di Kabupaten Aceh Utara, yang merupakan replika dari rumah kediaman pahlawan nasional Cut Nyak Meutia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur. Analisis mengacu pada teori Mirsa yang membagi struktur Rumah Aceh menjadi tiga bagian utama: kepala (atap, ornamen dan warna), badan (dinding dan jendela), serta kaki (kolom). Variabel utama yang dikaji meliputi kolom, atap, dinding, jendela, ornamen, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Cut Meutia mempertahankan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Aceh secara bentuk dan makna. Fasad bangunan dihiasi ornamen bermotif flora, fauna, alam, religius, dan geometris yang merepresentasikan nilai spiritual, filosofi hidup, dan identitas sosial masyarakat Aceh. Penggunaan warna merah, putih, kuning, hijau, dan hitam semakin memperkuat ekspresi budaya. Rumah ini berfungsi tidak hanya sebagai artefak fisik, tetapi juga sebagai ruang simbolik yang mendukung pelestarian budaya dan pendidikan sejarah.
Identifikasi Penerapan Arsitektur Neo Vernakular Pada Gedung Fakultas Syariah Iain Lhokseumawe Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1043

Abstract

Arsitektur neo vernakular merupakan pendekatan dalam desain yang muncul dari aliran postmodern, yang memadukan unsur-unsur arsitektur modern dengan nilai-nilai tradisional lokal dari arsitektur vernakular. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan konsep arsitektur neo vernakular pada Gedung Fakultas Syariah Iain Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, dokumentasi visual, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung tersebut menerapkan pendekatan arsitektur neo vernakular melalui bentuk atap, penggabungan elemen bangunan tradisional dengan pendekatan modern, Meskipun penggunaan material batu bata sebagai elemen lokal tidak ditampilkan secara langsung karena telah dilapisi dengan plaster semen, struktur dasarnya tetap mencerminkan pemanfaatan material tradisional dalam bentuk yang telah disesuaikan dengan konstruksi modern, pengintegrasian antara interior dan exterior, serta penggunaan warna-warna kontras, penyesuaian desain terhadap budaya dan kondisi lingkungan sekitar.
Representasi Arsitektur Tradisional Aceh Pada Gedung Lama Dprk Aceh Utara Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1044

Abstract

Gedung Lama DPRK Aceh Utara yang terletak di Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Tergerusnya penerapan elemen-elemen arsitektur lokal dalam pembangunan gedung pemerintahan modern jadi fenomena yang perlu dikaji secara mendalam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yang memungkinkan penelusuran mendalam terhadap nilai-nilai budaya yang terintegrasi dalam elemen bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung Lama DPRK Aceh Utara masih mempertahankan berbagai elemen khas arsitektur tradisional Aceh seperti atap tumpang, struktur rumah panggung, kolong rumah, serta ornamen geometris dan flora yang memiliki makna simbolik mendalam. Temuan ini mengungkapkan bahwa elemen-elemen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai estetika visual, tetapi juga sebagai ekspresi identitas budaya dan simbol kekuasaan lokal. Meskipun bangunan mengalami kerusakan fisik, nilai-nilai simbolik tetap kuat dalam persepsi masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman bahwa arsitektur vernakular masih relevan dalam konteks institusional modern. Implikasi praktisnya adalah perlunya strategi pelestarian arsitektur berbasis lokalitas dalam kebijakan pembangunan, serta pentingnya restorasi konservatif terhadap bangunan bersejarah.