p-Index From 2021 - 2026
8.229
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KWT BERBASIS GROW COACHING MODEL DALAM MENGIMPLEMNTASIKAN GREEN ECONOMY: PENGEMASAN DAN DIGITALISASI PEMASARAN PRODUK Yeremia Niaga Atlantika; Eligia Monixa Salfarini; Candra Gudiato; Yuda Yuda; Elisabet Ariana; Jimmy Person
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33466

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang dihadapi Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) adalah belum maksimalnya produktivitas dan keterampilan dalam pengemasan ramah lingkungan serta pemasaran berbasis digital produk hasil KWT. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan softskill dan hardskill anggota KWT melalui pendekatan pembinaan dan pendampingan berbasis GROW Coaching Model dalam upaya mengimplementasikan green economy di daerah perbatasan. Mitra pengabdian ini adalah KWT Tomat Intan dan Karya Tani. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktikum dengan melibatkan 20 orang anggota KWT. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan kuesioner pra dan pasca kegiatan dengan menetapkan target capaian keberhasilan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kemampuan pengemasan dan pemasaran digital, dengan peningkatan softskill dan hardskill KWT dengan rata-rata Ketercapaian Target Pelaksanaan Program sebesar 89,03%. Selain itu, nilai ekonomis produk meningkat sebesar 40% pemanfaatan inovasi kemasan dan strategi pemasaran digital berbasis green economy. Pengabdian ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi anggota KWT secara berkelanjutan dan bersaing di daerah perbatasan negara.Abstract: The problems faced by the Women Farmers Group (KWT) within the working area of the Agricultural Extension Center (BPP) include suboptimal productivity and skills in environmentally friendly packaging as well as digital marketing of KWT products. The objective of this community service program is to enhance the soft skills and hard skills of KWT members through a guidance and mentoring approach based on the GROW Coaching Model to implement the green economy in the border regions. The partner groups involved are KWT Tomat Intan and Karya Tani. The methods employed include socialization, extension services, workshops, and practicums involving 20 KWT members. Evaluation was conducted through direct observation and pre- and post-activity questionnaires, with success targets established. The results demonstrated improved packaging and digital marketing capabilities, with an average program implementation target achievement of 89.03%. Additionally, the economic value of products increased by 40% due to innovations in packaging and green economy-based digital marketing strategies. This community service is expected to strengthen the economic independence of KWT members sustainably and enhance their competitiveness in the border regions.
Analisis Strategi Inovasi, Kreativitas, Pemasaran Digital, dan Sumber Daya Manusia pada UMKM DS Style Box Dian Sasmitha; Yeremia Niaga Atlantika; Sabinus Beni; Benedhikta Kikky Vuspitasari
JoEMS (Journal of Education and Management Studies) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/joems.v9i2.1733

Abstract

Purpose: To describe innovation, creativity, marketing, and HR development strategies for improving DS Style Box's marketing performance, addressing stagnant sales caused by limited products, unappealing packaging, and inconsistent marketing. Methodology/approach:  This descriptive qualitative research collected data via observation, literature review, and interviews (3 key, 2 triangulation informants), analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing. Findings:  Product innovation, design creativity, digital marketing, and HR competence are strategic factors. Main obstacles include limited product variety, unattractive packaging, and sub-optimal digital media utilization. Practical implications:  Businesses must develop trend-aligned products, improve packaging design, strengthen digital marketing, and utilize simple technologies (like AI) for customer service. Originality/value:  Offers a comprehensive solution to overcome sales stagnation by integrating creativity, HR competence, and technological adaptation in a specific case study.
PENDAMPINGAN MATEMATIKA GEMBIRA BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Totok Victor Didik Saputro; Yosua Damas Sadewo; Silvester Silvester; Christian Cahyaningtyas; Eligia Monixa Salfarini; Yeremia Niaga Atlantika
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i2.11090

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan yang bersifat prosedural sehingga guru mengalami kesulitan dalam mengaitkan konsep matematika dengan konteks kehidupan sehari-hari murid. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya program pendampingan yang mampu memperkuat kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran matematika kontekstual. Kegiatan pendampingan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran matematika kontekstual melalui Program Matematika GEMBIRA (Gali dan Eksplorasi konteks, Muat konten, Buat aktivitas, Ikuti pemikiran murid, Rayakan, dan Akhiri pembelajaran). Sasaran kegiatan adalah 36 guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Benawan Gugus III Bengkayang. Pendampingan dilaksanakan menggunakan GAARANTUNG Coaching Model yang meliputi tahapan Goal, Aktual, Alternatif, Rencana, Aksi, Monitoring, dan Tindak Lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran matematika kontekstual mencapai 88,2% dengan kategori sangat baik. Sementara itu, hasil angket guru menunjukkan respons yang sangat positif terhadap Program Matematika GEMBIRA dengan rata-rata persentase sebesar 89,6%, yang mencerminkan peningkatan pemahaman, kepercayaan diri, serta kemampuan guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran matematika kontekstual. Program Matematika GEMBIRA berpotensi menjadi model pendampingan berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru dan mewujudkan pembelajaran matematika yang aktif, kontekstual, dan bermakna.