p-Index From 2021 - 2026
8.227
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Vokasi Jurnal Administrasi Bisnis E-Bisnis : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Jurnal Bisnis dan Manajemen Jurnal Organisasi Dan Manajemen Fokus Ekonomi Jurnal Segara ISOQUANT : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Jurnal STIE Semarang (Edisi Elektronik) PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Abdimasku : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Universitas Ngudi Waluyo AL-ARBAH: Journal of Islamic Finance and Banking Jurnal Ekonomi Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Jurnal Kolaboratif Sains Journal of Finance and Business Digital (JFBD) JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Proceedings of The International Conference on Business and Economics Journal of Student Research Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Journal of Artificial Intelligence and Digital Business JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Jurnal IlmiahManajemen, Bisnis dan Ekonomi Kreatif Journal Economic Excellence Ibnu Sina ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal Ilmiah Nusantara Value Management Research Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia Jurnal JUEMA Jurnal EKSPLOLHUM MUARA EKONOMI : Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi, Manajemen & Bisnis MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Jebi)
Claim Missing Document
Check
Articles

Meneropong Semangat Hidup Gen Z dalam Menjalankan Hubungan Tanpa Status Ahmad Wildan Idrokun Naja; Destiani Ayuk Suryani; Rauly Sijabat
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fsjk5t81

Abstract

The phenomenon of relationship without status (situationship) has become increasingly common among Generation Z along with the rapid development of digital technology and shifts in social values regarding romantic commitment. This type of relationship is characterized by emotional closeness similar to dating, yet without clear formal status. This study aims to explore Generation Z’s perspectives on situationships, identify the motivations behind engaging in such relationships, and analyze the forms of life spirit maintained amid relational uncertainty. This research employs a qualitative approach using in-depth interviews with five students from Universitas PGRI Semarang who have experienced or are currently involved in a situationship. Data analysis was conducted using the interactive model proposed by Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Generation Z perceives situationships as flexible and non-binding relationships, although they may lead to emotional uncertainty. The main motivations include the desire for freedom, focus on self-development, and the influence of digital culture. Despite relational ambiguity, Generation Z demonstrates a strong life spirit through resilience, effective emotional regulation, and a clear orientation toward long-term life goals.
Keputusan Menjalin Hubungan/Kedekatan dengan Pasangan Beda Agama pada Gen Z Sabila Ayu Amelia; Mayang Ariyani; Rauly Sijabat
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/npv5fb70

Abstract

Interfaith romantic relationships are increasingly found among Generation Z, particularly within Indonesia’s multicultural social context. Open-minded attitudes, frequent cross-cultural interactions, and the influence of digital environments encourage Gen Z individuals to engage in relationships that were once considered socially sensitive. Nevertheless, such decisions involve complex considerations, including religious values, family expectations, and internal emotional conflicts. This study aims to explore the decision-making process of Generation Z in forming relationships with partners of different religions, the influencing factors behind these decisions, and the strategies used to cope with emerging challenges. A qualitative approach with a phenomenological method was employed. Data were collected through in-depth interviews and observations of Gen Z individuals in Semarang who had experienced or were currently involved in interfaith relationships. The findings reveal that emotional attachment and personal compatibility are key factors in initiating these relationships, while concerns about religious principles and future commitment, especially marriage, become major challenges. The study highlights that although Generation Z tends to be more open toward differences, religious values and social support remain crucial determinants in the sustainability of interfaith relationships.
Eksplorasi Pengalaman Pengusaha UMKM dalam Pemanfaatan E-commerce untuk Meningkatkan Penjualan dan Keberlangsungan Usaha Farid Nur Ikhsan; Wusangkan Maulana Mansyuruddin; Rauly Sijabat
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0hx7k922

Abstract

The development of e-commerce has driven significant changes in the marketing and sales strategies of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia. This study aims to explore the experiences of MSME entrepreneurs in utilizing e-commerce to increase sales and maintain business continuity. The research used a qualitative approach using a case study method. Data were obtained through in-depth interviews with MSMEs who utilize e-commerce platforms, particularly marketplaces and live streaming features. Supporting data came from a review of relevant scientific journals. The results show that e-commerce provides tangible benefits for MSMEs, including expanding market reach, increasing sales volume, and fostering direct interactions with consumers, which contribute to increased trust in products. However, entrepreneurs also face various challenges, such as intense price competition, the need for additional personnel for order processing, and the demand for consistency in digital content creation. Overall, e-commerce plays a crucial role in supporting the stability and sustainability of MSME businesses, especially when utilized actively and strategically. This study is expected to provide an empirical overview of e-commerce utilization by MSMEs and serve as a reference for entrepreneurs and future researchers.
Analisis Komparatif Persepsi Harga Es Teh Jumbo dan Kopi Starling Mahasiswa Semarang Dhony Wardianto; Rauly Sijabat; Rita Meiriyanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10620

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan persepsi harga mahasiswa di Kota Semarang terhadap produk Es Teh Jumbo dan Kopi Starling serta mengidentifikasi implikasinya bagi strategi pemasaran usaha minuman siap konsumsi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada 60 mahasiswa yang dipilih menggunakan purposive sampling, terdiri atas 30 konsumen Es Teh Jumbo dan 30 konsumen Kopi Starling. Analisis dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas Shapiro-Wilk, homogenitas Levene, dan Independent Sample T-Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,784. Persepsi harga terhadap kedua produk berada pada kategori sangat positif, dengan rata-rata skor 4,44 untuk Es Teh Jumbo dan 4,32 untuk Kopi Starling. Es Teh Jumbo memperoleh penilaian lebih tinggi pada aspek keterjangkauan dan daya saing harga, sedangkan Kopi Starling lebih unggul pada kesesuaian harga dengan manfaat fungsional dan kualitas kemasan. Hasil uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,301, lebih besar dari 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan persepsi harga yang signifikan antara kedua produk. Temuan ini menunjukkan adanya keseimbangan persepsi harga, karena mahasiswa menilai keduanya memberikan nilai ekonomi yang setara sesuai kebutuhan masing-masing. Keputusan pembelian selanjutnya lebih dipengaruhi oleh aksesibilitas, fungsi produk, variasi menu, kualitas pelayanan, dan pengalaman konsumsi daripada perbedaan harga semata.
Uji Komparatif Kepercayaan Konsumen Gen-Z terhadap Jiera Sebelum dan Sesudah Isu Negatif Arga Afiq Fahriza; Rauly Sijabat; Ratih Hesty Utami P.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10102

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kepercayaan konsumen Generasi Z terhadap merek kosmetik Jiera sebelum dan sesudah munculnya isu negatif yang melibatkan brand ambassador. Kepercayaan konsumen diukur melalui tiga dimensi, yaitu brand reliability, brand integrity, dan brand benevolence. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif serta melibatkan 63 responden Generasi Z yang mengetahui merek Jiera dan isu yang diteliti. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan pengukuran berpasangan untuk menggambarkan persepsi responden pada kondisi sebelum dan sesudah isu. Instrumen dinyatakan valid karena nilai Corrected Item-Total Correlation seluruh indikator melebihi r tabel 0,248 dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,805. Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil pengujian memperoleh nilai signifikansi 0,000 pada seluruh dimensi kepercayaan, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah isu negatif. Arah perubahan nilai memperlihatkan penurunan kepercayaan pada aspek keandalan, kejujuran, dan kepedulian merek. Temuan ini menegaskan bahwa kontroversi yang melekat pada brand ambassador dapat menimbulkan transfer reputasi negatif kepada merek, terutama pada konsumen Generasi Z yang aktif mengakses dan mengevaluasi informasi melalui media sosial. Perusahaan perlu menerapkan seleksi brand ambassador yang lebih ketat, pemantauan reputasi, komunikasi krisis yang cepat dan transparan, serta penguatan bukti kualitas produk agar kepercayaan konsumen dapat dipulihkan dan dipertahankan.
Brand Ambassador, Rebranding, dan Brand Image dalam Pembentukan Minat Beli Ulang Innisfree Mela Candrika Putriana Jilzi; Sutrisno Sutrisno; Rauly Sijabat
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13156

Abstract

Penurunan kinerja penjualan Innisfree dalam beberapa tahun terakhir mengindikasikan adanya pelemahan minat beli ulang konsumen yang berpotensi memengaruhi daya saing perusahaan di industri kosmetik. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk menerapkan berbagai upaya pemasaran, di antaranya melalui penggunaan brand ambassador dan rebranding sebagai strategi untuk membangun brand image yang lebih kuat di benak konsumen. Brand image yang positif diyakini mampu meningkatkan kepercayaan, loyalitas, serta mendorong konsumen untuk melakukan pembelian ulang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara brand ambassador dan rebranding terhadap minat beli ulang dengan brand image sebagai variabel intervening. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 150 konsumen pengguna produk Innisfree yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan SEM berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand ambassador dan rebranding memiliki hubungan positif dan signifikan dengan brand image maupun minat beli ulang. Selain itu, brand image juga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan minat beli ulang. Pengujian efek tidak langsung menunjukkan bahwa brand image mampu memediasi hubungan antara brand ambassador dan rebranding terhadap minat beli ulang. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan brand image melalui pemilihan brand ambassador yang tepat dan pelaksanaan rebranding yang efektif merupakan faktor penting dalam meningkatkan minat beli ulang konsumen terhadap produk Innisfree.
Co-Authors Achica Erika Adelia Chicha N Adhitya Fariyanto Ahmad Wildan Idrokun Naja Alfina Ika Febriyanti Almira Santi Samasta Aprih Santoso Ardiana Setyani Arga Afiq Fahriza Arif Dwi Kurniawan Aulia Zulfa Ayundha Sintya Setyaningtyas Azis Syafrudin Bambang Eka Wibawa Bayu Kurniawan Carin Anggun Tyas Destiani Ayuk Suryani Dhony Wardianto Dwi Antoro, Dwi Dyah Ayu Ramandani Dzikrotul Meilia Eka Aniqotul Khasanah Eka Auliyah Rahma Sari Erfan Maulana Farid Nur Ikhsan Faridun Ni’am Fatechatul Vitriyah Faza Ilfa Fitri Nur Hidayah Herawati Rosalinda Heri Prabowo Hermawati, Renny Ignatius Martanto Ignatius Martanto Indita Ressa ine ratna Ira Setiawati Koeriyah, Laelatul Lia Merliyana Luluk Nurlaila M. Fadjar Dharmaputra Mandariska Dara Aprillia Mayang Ariyani Mela Candrika Putriana Jilzi Muhamad Nuris Salam Muhammad Danang Nurhidayatul Mubtadin Muntik Nur Hanifah Nia Risqi Herlinda Putri Nur Fatika Sari Nur Laily Nurhidayati Nurhidayati Perdana, Tito Aditya Pramudianto Pramudianto Prianka Ratri Nastiti Puput Sri Wahyu Wulandari Qristin violinda Rahma Indah Kusumaningrum Rahmawati, Nurifa Silvi Ratih Hesty Utami Ratih Hesty Utami P. Ratih Hesty Utami Puspitasari Rinda Nofiana Ristianto Wahyudi Irwan Rita Meiriyanti Rizky Fatkhur Rohman Rr Hawik Ervina Indiworo Sabila Ayu Amelia saifuddin Muh.Saifuddin Santika Wulandari Setyorini, Noni Sih Darmi Astuti Silvia Rahmawati Slamet Wahyu Aji Sutrisno Sutrisno Syifa Annisa Yasmin Zain Syifa Tiara Ramadhina Tri Wahyuni Vio Argiansyah Wahyu Ika Pramono Welly Dhea Ayu Hapsari Widya Ayu Ningsih Widya Ayu Ningsih Wildan Alfarizi Wusangkan Maulana Mansyuruddin Yunia Nur Anisa Yustina Sapan Zahra Aulia Hariyanto Zuhdan Ady Fataron