Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perbedaan Simulated Based Education (SBE) dan Problem Based Learning (PBL) tentang Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) terhadap Pengetahuan dan Skill CPR pada Mahasiswa Keperawatan Esri Rusminingsih; Nur Wulan Agustina; Endang Sawitri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44044

Abstract

Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) merupakan tindakan segera untuk tercapainya Return of Spontaneous Circulation (ROSC). Kemampuan CPR tenaga medis menentukan keberhasilan resusitasi dan meningkatkan kelangsungan hidup pasien. Penting bagi perawat memiliki pengetahuan dan skill CPR yang berkualitas (High Quality CPR). Pengetahuan dan skill CPR diperoleh dari berbagai metode pembelajaran, diantaranya dengan metode Simulation Based Education.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan metode pembelajaran SBE dan PBL tentang CPR terhadap Pengetahuan dan Skill CPR pada mahasiswa DIII Keperawatan. Penelitian ini menggunakan design quasi eksperiment with comparison group dengan populasi mahasiswa DIII Keperawatan tingkat I semester II. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling berjumlah 29 responden yang dibagi 2 kelompok, yaitu 14 orang kelompok SBE dan 15 orang kelompok PBL. Instrumen untuk mengukur pengetahuan CPR didasarkan pada guideline American Heart Association, dan skill CPR dinilai menggunakan check list standar operasional prosedur (SOP) CPR. Hasil penelitian terdapat perbedaan bermakna tingkat pengetahun sebelum dan sesudah intervensi (p=0,001). Tidak terdapat perbedaan metode pembelajaran SBE dengan PBL terhadap tingkat pengetahuan CPR (p=0,114). Rerata skor skill CPR pada kelompok SBE 97,57, dan kelompok PBL 35,73. Terdapat perbedaan bermakna antara metode pembelajaran SBE dengan PBL terhadap skill BLS mahasiswa Prodi DIII Keperawatan (p=0,001). Kata Kunci: Pengetahuan, Skill CPR, SBE, PBL
Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia Melalui Permainan Color Ball Memory Esri Rusminingsih
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v4i1.2050

Abstract

Cognitive decline in the elderly is a significant issue that negatively impacts their quality of life, often leading to reduced ability to perform daily activities, social isolation, and depression. Cognitive stimulation has been proven effective in slowing cognitive decline, especially when delivered through innovative and engaging approaches such as technology-based educational games. This community service program aimed to conduct cognitive function screening and provide cognitive stimulation through educational games for elderly members at Posyandu Larasati, Kajen Village, Wedi Subdistrict, Klaten Regency. The activity began with cognitive screening using the Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ), followed by an intervention utilizing a visual memory game called Color Ball Memory, in which players are challenged to remember the sequence or position of colored balls. A total of 29 elderly participants joined the program, with a mean age of 68±7.5 years; the majority were female (24 participants, 82.8%) and 5 were male (18.2%). The screening results showed an average SPMSQ score of 9, indicating normal cognitive function. This activity demonstrated that technology-based educational games are well accepted by elderly participants and have the potential to serve as an effective cognitive stimulation method.
Hubungan Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat Puput Risti Kusumaningrum; Esri Rusminingsih; Roby Noor Jayadi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1462

Abstract

Peningkatan jumlah kunjungan pasien menyebabkan peningkatan beban kerja perawat, banyaknya tugas tidak sebanding dengan kemampuan maka akan menjadi sumber stres. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap mutu pelayanan yang dilakukan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 22 orang perawat dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data beban kerja perawat dilakukan dengan melakukan observasi Time And Motion Study sedangkan data tingkat stres kerja diambil dengan kuisioner Personal Stres Inventory. Hasil penelitian beban kerja perawat didapatkan data perawat dengan beban kerja sedang sebanyak 8 responden (36,4%), dan beban kerja tinggi sebanyak 8 orang (36,4%), sedangkan tingkat stres kerja perawat didapatkan data perawat dengan stres kerja sedang sebanyak 16 responden (72,7 %). Setelah dilakukan analisa data menggunakan korelasi Spearman Rank didapatkan nilai p value sebesar 0.01 lebih kecil dari 0.05 dengan Correlation Coefficient sebesar 0.536. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Ruang IGD RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Saran peneliti perlu adanya poliklinik 24 jam sehingga dapat menurunkan beban kerja perawat IGD sehingga tidak mengakibatkan peningkatan tingkat stres kerja pada perawat
PEMBELAJARAN BERBASIS SIMULASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN FIRST-AID PADA KONDISI GAWAT DARURAT MAHASISWA KEPERAWATAN: PRE-POST PRE-EXPERIMENTAL STUDY Suwarno; Saputro, Bambang Sudono Dwi; Kurniawati, Emy; Naulia, Resi Putri; Rusminingsih, Esri
Jurnal Cakrawala Keperawatan Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol.03 No.01 Januari 2026
Publisher : STIKES Estu Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jck.v3i01.970

Abstract

Background: First Aid in emergency situations is an essential skill that nursing students must possess. Adequate knowledge of First Aid is crucial in saving lives and preventing the worsening of patients’ conditions. However, many students still have suboptimal levels of First Aid knowledge. Objective: This study aims to analyze the effect of simulation-based learning on First Aid knowledge in emergency situations among nursing students at STIKES Estu Utomo. Method: This research used a one-group pretest-posttest design without a control group. A total of 43 nursing students were selected using a total sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed using paired t-test. Results: Before the intervention, the average knowledge score was 62.74 ± 9.446. After simulation-based learning, the average score increased to 77.29 ± 7.717, with a mean difference of 14.559 ± 1.408. The paired t-test showed a significant difference with a p-value of 0.001 (p < 0.05), and the 95% confidence interval ranged from 11.694 to 17.423. Conclusion: Simulation-based learning is proven effective in increasing nursing students’ knowledge of First Aid in emergency situations. It is recommended that this method be implemented in nursing education curricula to enhance students’ readiness in responding to emergencies professionally