Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Perbedaan Gender Fungsi Kognitif dan Denyut Jantung pada Event Takbir Sholat dengan Pendekatan Pengukuran Elektrofisiologi Kuantitatif Yusuf Alam Romadhon; Retno Sintowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.925 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pada penelitian sebelumnya telah dibuktikan bahwanilai tertinggi korelasi fungsi kognitif otak dengan denyut jantungberada di event takbir sholat pada pria dewasa muda. Belum adapenelitian yang mengeksplorasi korelasi fungsi kognitif otak dengandenyut jantung pada wanita dewasa muda, serta membandingkannyadengan pria.Tujuan: Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaangender korelasi fungsi kognitif otak dengan denyut jantung denganmenggunakan pendekatan elektrofisiologi kuantitatif.Metode: sebanyak 29 subyek terlibat dalam penelitian ini (14 pria dan15 wanita). Responden diperintahkan melakukan sholat dalam posisiduduk sedang kepala terpasang penyadap listrik otak. Metodepengukuran dengan menggunakan pendekatan event related potential[ERP] membandingkan amplitudo alfa saat event [takbir] denganbasal. Analisis membandingkan rerata ERP kelompok dari setiapelektroda dan korelasi antara ERP per elektroda dengan denyutjantung saat event [takbir].Hasil: tidak terdapat perbedaan rerata ERP pria [0,43 SD1,72] danwanita [-0,07 SD2,22] p=0,511. Pada pria korelasi antara rerataERP dan denyut jantung saat event takbir didapatkan nilai yangsignifikan [r=-0,616, p=0,019], sedangkan pada wanita tidak [r=-0,399, p=0,141].Kesimpulan: tidak terdapat perbedaan aktivitas kognitif saat takbirantara pria dan wanita, tetapi pada pria aktivitas kognitif tersebutmempunyai pengaruh signifikan terhadap perubahan denyut jantung.
Pelatihan Manajemen Stres dengan Sholat pada Kader Aisyiyah Makam Haji Kartasura Sebagai Upaya Pencegahan terhadap Terjadinya Penyakit Kardiovaskuler Yusuf Alam Romadhon; Retno Sintowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.429 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kardiovaskuler merupakan masalahkesehatan masyarakat utama saat ini. Kelompok yang rentan terkenaadalah populasi lanjut usia. Salah satu upaya yang digunakan untukmengendalikan laju kejadian penyakit kardiovaskuler tersebut adalahmanajemen stres. Saat ini belum ada pelatihan manajemen stres yangsesuai dengan kultur umat Islam. Sebagian besar anggota danpengurus aisyiyah adalah lanjut usia. Karena itu perlu dilakukanpembinaan manajemen stres yang sesuai dengan kultur umat Islamyang direpresentasikan oleh peserta dan pengurus aisyiyah MakamHaji Kartasura.Tujuan: pemberian pelatihan manajemen stres dengan sholat kepadakader Aisyiyah Makam Haji Kartasura, dengan harapan para pesertadapat menularkan keterampilan manajemen stres tersebut kepadaanggota Aisyiyah yang lain.Metode: Dilakukan pelatihan manajemen stres dengan sholat denganjadwal dan materi pelatihan yang terstruktur kepada kader AisyiyahMakam Haji Kartasura selama delapan minggu pada bulan November– Desember 2019. Peserta dibagikan buku “catatan harian” stresyang dapat dievaluasi bersama oleh instruktur.Hasil: terdapat antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihantersebut. Peserta merasakan dua manfaat yakni peningkatanpengetahuan tentang sholat dan keterampilan manajemen stresdengan sholat. Peserta berminat untuk menularkan pengalamantersebut kepada anggota Aisyiyah yang lainnya.Kesimpulan: Pelatihan manajemen stres dengan sholat memberikanmanfaat dalam pengetahuan tentang sholat sekaligus keterampilandalam mengelola stres bagi kader Aisyiyah Makam Haji KecamatanKartasura.
Pengaruh Diet Dash (Dietary Approach To Stop Hypertension) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: Studi Literatur Diah Rachmawati; Retno Sintowati; Nining Lestari; Tri Agustina
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.456 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi disebut silent disease dimana penderita hipertensi tidak menyadari akan menderita tekanan darah tinggi, yang dapat mengakibatkan kondisi komplikasi. Tekanan darah dapat terkontrol dengan cara modifikasi gaya hidup diet DASH (Dietary Approach To Stop Hypertension). Diet DASH merupakan pola makan yang kaya akan sayuran, buah-buahan, produk susu tanpa lemak atau rendah lemak, biji-bijian, ikan, unggas, kacang-kacangan dan sedikit natrium, makanan manis, gula, lemak, dan daging merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diet DASH terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian menggunakan metode narrative review dan sampel penelitian didapatkan dari pencarian secara daring menggunakan database Google Scholar dan Pubmed. Hasil penelitian terdapat 21.687 artikel yang ditemukan diekslusi sesuai kriteria retriksi, didapatkan 6 artikel penelitian yang direview. Dari hasil semua penelitian menunjukkan bahwa penerapan diet DASH pada pasien hipertensi dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Simpulan diet DASH ini sangat mampu untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus saprophyticus Selly Ayustine Winarta; EM Sutrisna; Dodik Nursanto; Retno Sintowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.485 KB)

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia danbeberapa negara di dunia. Salah satu agen penyebab infeksi yangpaling sering adalah bakteri. Escherichia coli adalah salah satubakteri gram negatif enteric (Enterobactericeace) yaitu kuman floranormal yang ditemukan dalam usus besar manusia. Staphylococcussaprophyticus adalah bakteri gram positif yang merupakan bagiankelompok Staphylococcus sp. yang disebut coagulase-negatifstaphylococcus (CNS) yang resisten terhadap novobiosin. Daunsalam mengandung zat aktif yang memiliki sifat antibakteri sepertialkaloid, flavonoid, minyak atsiri, dan tanin. Tujuan: Untukmengetahui efek fraksi etil asetat daun salam (Syzygium polyanthum)sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcussaprophyticus . Metode: Tiap bakteri dibagi menjadi 5 kelompok,siprofloksasin dan cefazoline sebagai kontrol positif, CMC 1%sebagai kontrol negatif, fraksi 5%, 10%, dan 20% sebagai kelompokperlakuan. Zona hambat di sekitar sumuran diukur menggunakanjangka sorong. Hasil: Zona hambat terhadap Escherichia coliterbentuk pada konsentrasi 5% sebesar 12,5 mm, pada konsentrasi10% sebesar 14,25 mm, dan pada konsentrasi 20% sebesar 16,1 mm.Sedangkan Staphylococcus saprophyticus terbentuk padakonsenterasi 5% sebesar 11,58 mm, pada konsenterasi 10% sebesar13 mm, dan pada konsenterasi 20% sebesar 15,1 mm. Analisisstatistik Kruskall Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikandengan nilai p=0,00 pada masing-masing bakteri. Kesimpulan:Semakin besar konsenterasi fraksi etil asetat, maka semakin besarzona hambat yang terbentuk pada media agar.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis dan Salmonella typhi Hasna Zahro Iftikhonsa; EM Sutrisna; Safari Wahyu Jatmiko; Retno Sintowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.678 KB)

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yangutama di negara maju dan berkembang. Staphylococcus epidermidisdan Salmonella typhi merupakan bakteri gram positif dan bakterigram negatif yang masih menjadi penyebab infeksi tersering.Pengobatan dengan antibiotik sering menimbulkan resistensi akibatpemberian yang irasional. Daun salam mengandung senyawa kimiatanin (21,7%), flavonoid (0,4%), dan minyak atsiri (0,05%) yangmemiliki sifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahuiaktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun salam (Syzygiumpolyanthum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcusepidermidis dan Salmonella typhi. Metode: Tiap bakteri dibagimenjadi 5 kelompok, cefazolin sebagai kontrol positif, CMC 1%sebagai kontrol negatif, fraksi etil asetat 5%, 10% dan 20% sebagaikelompok perlakuan. Zona hambat disekitar sumuran diukurmenggunakan jangka sorong. Zona hambat terhadapStaphylococcus epidermidis terbentuk pada konsentrasi 5%, 10%dan 20% sebesar 10,8 mm, 13,1 mm dan 14,5 mm sedangkanterhadap Salmonella typhi sebesar 5,6 mm, 7,3 mm, dan 10,9 mm.Analisis statistik Kruskall Wallis menunjukkan perbedaan yangsignifikan dengan nilai p=0,000 pada masing-masing bakteri.Dapat disimpulkan fraksi etil asetat daun salam (Syzygiumpolyanthum) memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan secarastatistik terhadap Staphylococcus epidermidis dan Salmonella typhi.
Hubungan Konsumsi Kopi Dengan Kualitas dan Kuantitas Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Oktaberika Putri Indah Yasinta; Sulistyani Sulistyani; Anika Candrasari; Retno Sintowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.724 KB)

Abstract

idur merupakan kebutuhan yang sangat penting untukmenjaga kesehatan fisik dan mental. Siklus tidur sendiri terdiri darifase NREM (Non-Rapid Eye Movement) dan REM (Rapid EyeMovement). Pada tidur terdapat dua faktor yang harus kitaperhatikan, yaitu kualitas dan kuantitas tidur. Faktor yang dapatmempengaruhi kualitas dan kuantitas tidur diantaranya yaitupengaruh penggunaan kafein dan substansia simultan lainnya.Kandungan kafein pada kopi dipercaya dapat mempengaruhi kinerjadan keadaan mental. Jika terdapat gangguan pada kualitas dankuantitas tidur bisa berdampak pada aktivitas seseorang. Kuantitasdan kualitas tidur seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktorseperti usia, aktifitas fisik, psikologis, dan lain-lain. Gangguan tidurjuga dapat mengganggu sistem kardiovaskular, endokrin, imun, dansistem saraf. Durasi tidur <7 jam dapat meningkatkan faktor-faktorrisiko. Populasi yang berisiko mengalami gangguan kualitas dankuantitas tidur adalah para mahasiswa terutama mahasiswakedokteran karena harus belajar dengan materi yang cukup banyak.Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsikopi dengan kualitas dan kuantitas tidur pada mahasiswa FK UMS.Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study.Subjek penelitian adalah 234 responden yang diambil dengan teknikpurposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesionergoogle form. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasilpenelitian ini didapatkan tidak terdapat hubungan antara konsumsikopi dengan kualitas tidur dengan nilai p 0.659 (p>0.05) dan tidakterdapat hubungan antara konsumsi kopi dengan kuantitas tidurdengan nilai p 0.290 (p>0.05). Penelitian ini didapatkan kesimpulanbahwa tidak terdapat hubungan antara konsumsi kopi baik dengankualitas tidur maupun dengan kuantitas tidur pada mahasiswakedokteran.
INTERAKSI PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFIS, BIOLOGIS, KELUARGA DAN LINGKUNGAN KRONOBIOLOGIS PADA TINGKAT DEPRESI DAN ANSIETAS (SEBUAH STUDI OBSERVASIONAL DI INDONESIA) Yusuf Alam Romadhon; Retno Sintowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.869 KB)

Abstract

Latar Belakang: Gangguan depresi dan kecemasan merupakan permasalahan kesehatan mental di berbagai tingkat pelayanan kesehatan. Depresi dan kecemasan apabila tidak dikelola dengan baik, lebih lanjut berdampak pada berbagai penyakit degeneratif katastrofik menjadi beban utama masalah kesehatan di dunia dan di Indonesia. Analisis lebih komprehensif factor risiko kedua gangguan mental tersebut masih terbatas di Indonesia. Peran factor lingkungan maupun individual berkaitan aspek kronobiologis juga merupakan aspek yang masih terbatas kajiannya dalam konteks Indonesia sebagai factor risiko gangguan depresi dan kecemasan. Tujuan Penelitian: menganalisis factor risiko demografis, biologis, keluarga, dan lingkungan kronobiologis terhadap tingkat depresi dan ansietas pada populasi orang Indonesia. Metode: Studi observasional analitik berdesain potong lintang pada orang Indonesia dari berbagai wilayah, dengan menganalisis aspek demografis, biologis, keluarga, dan lingkungan terkait wilayah waktu. Responden direkrut dengan menggunakan broadcasting link google formulir ke berbagai jejaring media sosial seperti Whatsapp, Twitter, Facebook, Line dan Blogger. Kuesioner yang dibagikan berisi angket demografis (usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan formal, pendapatan keluarga), factor biologis (berat badan [kg], tinggi badan [cm]), factor perilaku (merokok, jam tidur – bangun di hari kerja dan libur), factor psikiatari (depresi dan cemas dengan menggunakan kuesioner DASS 21), factor keluarga (APGAR Family, pencari nafkah, perawat, pembuat keputusan utama dalam keluarga), dan factor kronobiologi lingkungan (jarak waktu fajar dan matahari terbit lokal [dihitung dari jadwal sholat lokal] dengan jam kerja). Hasil: didapatkan 795 responden secara sukarela mengikuti penelitian ini. Hasil analisis multivariat didapatkan factor yang berasosiasi secara signifikan pada depresi secara berurutan [odds ratio (p)] meliputi: pendapatan <= Rp. 2.500.000 [2.426(0.013)], pembuat keputusan selain ayah saja [2.449[0.015]), dan APGAR family disfungsional [5.576(0.000)]. Pada kecemasan didapatkan usia < 30 tahun [2.715[0.050]), perempuan [2.020[0.013]), pembuat keputusan selain ayah saja [1.901(0.014)], APGAR Family disfungsional [3.447(0.000), jarak waktu terbit lokal – jam kerja <= 2 jam [3.104(0.005)] merupakan faktor risiko yang secara statistik signifikan. Kesimpulan: tingkat depresi dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, pembuat keputusan utama dalam keluarga, dan fungsionalitas keluarga; tingkat kecemasan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pembuat keputusan utama dalam keluarga, fungsionalitas keluarga, dan jarak waktu matahari terbit lokal – jam kerja.
Analisis Faktor Individu, Keluarga dan Lingkungan sebagai Faktor Risiko Berat Badan Lebih/Obesitas pada Penduduk Indonesia (Sebuah Studi Observasional) Retno Sintowati; Yusuf Alam Romadhon
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.504 KB)

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini prevalensi angka obesitas cenderung meningkat. Guna berkontribusi dalam penanganan obesitas yang lebih efektif dan efisien, diperlukan pemahaman mengenai faktorfaktor yang menyebabkan obesitas. Penelitian ini menganalisis faktor risiko potensial berat lebih dan obesitas secara multilevel, yakni meliputi lingkungan kronobiologis, keluarga dan perilaku individu dalam konteks masyarakat Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional potong lintang yang melibatkan 795 sampel dari populasi penduduk dewasa Indonesia dari berbagai zona waktu, yang kemudian dianalisis lebih lanjut faktor-faktor pada level keluarga (status pernikahan, pendapatan keluarga, fungsi keluarga dengan APGAR Family, pencari nafkah utama keluarga, perawat utama keluarga, dan pembuat keputusan utama di keluarga); dan pada level individu (usia, gender, pendidikan formal, status kesehatan mental meliputi tingkat depresi, ansietas dan stress, perilaku ritme sirkadian, serta jetlag sosial). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian berat lebih dan obesitas pada meliputi pendapatan keluarga >Rp2.500.000 pada level keluarga; serta usia >=30 tahun, pendidikan formal >=12 tahun, dan jetlag sosial >=2.5 jam pada level individu, dengan adjusted odds ratio/aOR[p] secara berurutan sebesar 1.646(0.026), 5.553(0.000), 2.367(0.003), dan 2.962(0.027). Sebagai kesimpulan, faktor risiko berat lebih dan obesitas di level keluarga meliputi pendapatan keluarga; dan di level individu meliputi usia, pendidikan formal dan jetlag sosial. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara faktor lingkungan kronobiologi dengan kejadian berat lebih dan obesitas.
Correlation Between Age and Body Mass Index Before and After Covid-19 Pandemic Retno Sintowati; Yusuf Alam Romadhon
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.123 KB)

Abstract

Obesitas merupakan faktor risiko yang memperburuk kondisi klinis ketika seseorang terinfeksi Covid-19. Bertambahnya usia, terutama pra-lansia dan lansia juga merupakan faktor risiko dari obesitas. Pembatasan mobilitas sosial, secara teori mempunyai pengaruh pada pertambahan indeks masa tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara usia dengan indeks massa tubuh sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Studi potong dilakukan dengan merekrut responden melalui media sosial dengan platform Whatsapp untuk mendapatkan data mengenai usia dan berat badan sebelum masa pandemi Covid-19 dan saat pandemi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2020. Sebanyak 148 responden terlibat dalam penelitian ini, dari hasil uji korelasi spearman didapatkan bahwa usia mempunyai korelasi dengan indeks masa tubuh sebelum dan sesudah pandemi, secara berurutan r=0.299; p=0.000 dan r=0.337; p=0.000. Penelitian ini menunjukkan bahwa bertambahnya usia meningkatkan risiko terjadinya obesitas, dan risiko ini bertambah selama pandemi Covid-19.
Korelasi Selisih Waktu Matahari Terbit Lokal - Jam Kerja Dengan Perubahan Indeks Masa Tubuh Selama Pandemi Covid-19 Yusuf Alam Romadhon; Retno Sintowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.844 KB)

Abstract

Pendahuluan: Indonesia dengan wilayah geografis yang luas, menyebabkan bervariasinya jam terbit matahari lokal secara relative dengan mulainya jam kerja yang umumnya disepakati jam 08.00 pagi. Perubahan berat badan selama pandemi Covid-19, menjadi perhatian banyak peneliti, terkait dengan peningkatan insidensi obesitas dalam populasi. Tujuan: menganalisis korelasi variasi jam terbit matahari lokal secara relative dengan mulainya jam kerja dengan perubahan berat badan selama pandemic Covid-19. Metode: pada semester kedua berlangsungnya pandemi Covid-19 di Indonesia [Desember 2020] dilakukan penelitian dengan desain potong lintang melibatkan responden yang direkrut melalui platform media sosial Whatapps. Data yang dikumpulkan meliputi data demografi dan data perubahan berat badan dari sebelum dan saat pandemi berlangsung. Penentuan jam matahari terbit lokal dilakukan dengan menggunakan aplikasi google jadwal sholat lima waktu dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Hasil: didapatkan korelasi yang signifikan antara selisih jam matahari terbit lokal – jam mulai kerja dengan perubahan indeks masa tubuh sebelum dan saat pandemic dengan nilai r=-0.169 dan nilai p=0.040. Simpulan: semakin lama jarak waktu matahari terbit lokal – jam mulai kerja, semakin kecil perubahan indeks masa tubuh yang terjadi.
Co-Authors Adelia Triana Putri Adhimass Wicaksono Adhimass Wicaksono, Adhimass Afif Iqbal Hibatullah Almansyah, Wanda Emdia Ambarwati Angesti Atiqah Ranasatri Anika Candrasari Anindita Putri Handayani Arismar, Fiqi Rahardian Arrantissi, Syauqi Hanif Aryati, Mandarini Dwi Putri Aulia Setyaningsih Ayustine Winarta, Selly Azenta, Moch. Tabriz Azmi, Aninditha Syavela Davina, Aifa Putri Dessy Wahyuni Devi Usdiana Rosyidah Diah Rachmawati DIAH RACHMAWATI Dodik Nursanto Em Sutrisna Erna Herawati Erna Herawati, Erna Fachroni Rahman Fachroni Rahman, Fachroni Fadhila, Zahra Hayuna Farisin Hanif Luthfilhadi Fauziah, Nida Faradisa Fithriyah, Saidatul Fithriyah, Sa’idatul Fitriyah, Sa?idatul Geraldo Zikri Azmi Ramadhan Handayani, Alya Nurkinasih Putri Handayani, Anindita Putri Hartia, Nabila Putri Hasna Zahro Iftikhonsa Hibatullah, Afif Iqbal Hidayah Karuniawati Juninda, Larasati Khayla Febriannisa Kurniati, Yunu Prastyo Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah Lestari, Nining Lian Adhalia Listiana Masyita Dewi Listyani Hidayati Maulana, Taqwa Ziyan Maulida Khotimah Muhammad Aji Akbar Muhammad Aji Akbar, Muhammad Aji Muhammad Nabil Miqdam Muhammad Shoim Dasuki Muwakhidah, Muwakhidah N Nurhayani N. Juni Triastuti Nafasadila, Fatma Nafila, Alfin Nining Lestari Nur Mahmudah Nur Mahmudah Nurhayani nurhayani Nurhayati Nurhayati Oktaberika Putri Indah Yasinta Paramadina, Izzati Puspitasari, Metana Ratih Pramuningtyas Riandini Aisyah Rif'aini, Fidhia Nur Rizkia Nur Ramadhani Rochmadina Suci Bestari Rosyid Prasetyo Rosyidah, Dewi Usdiana Sa’idatul Fitriyah, Sa’idatul Safari Wahyu Jatmiko Salsabila, Naura Santosa, Talitha Ulima Santoso, Talitha Ulima Sares Daselva Sa’idatul Fitriyah Selly Ayustine Winarta Siti Mulyati Siti Soekiswati Sri Darnoto Sri Wahyu B Sri Wahyuni Sujono Sujono Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sulistyani Supraba, Intan Pratiwi Susanto, Syarafina Ayu Putru Sutopo, Tri Talitha Ulima Santoso Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tanti Azizah Tanti Azizah Sujono Tri Agustina Tri Agustina, Tri Tri Sutopo Triwijaya, Dedy Utami, Indari Wahyu B, Sri Wahyu Jatmiko, Safari Yasinta, Oktaberika Putri Indah Yuni Prastyo Kurniati Yusuf Alam Ramadhan Yusuf Alam Romadhon Zahrani, Ayu Zahro Iftikhonsa, Hasna