Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Teori dan Praktik Proses Perancangan dan Pengembangan Produk (di Industri Manufaktur Komponen Automotive) Supriyati Supriyati; Adi Rusdi Widya
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober - November 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i4.1343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi nyata proses perancangan dan pengembangan produk di industri manufaktur komponen otomotif serta proses pembuatan produk di fase perancangan khususnya dalam proses Forging dan Machining komponen kendaraan roda dua. Fokus utama penelitian adalah mengintegrasikan pendekatan pembelajaran teori dengan praktik industri melalui model learning factory, sebagai bagian dari kurikulum mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk di Program Studi Teknik Industri. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan penyebaran kuesioner kepada 222 mahasiswa yang sebagian besar merupakan karyawan di industri manufaktur namun belum memahami alur proses perancangan secara menyeluruh. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih konkret terhadap tahapan-tahapan proses perancangan, mulai dari identifikasi kebutuhan konsumen, pembuatan desain, penetapan spesifikasi teknis dan atribut, pemenuhan sumber daya, pembuatan prototype, uji coba bertahap (N1, N5, N30, N100, N1000), hingga penetapan spesifikasi akhir. Data dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, dengan hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,743 yang menunjukkan instrumen kuesioner reliabel. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara pembelajaran teoritis dengan praktik industri guna meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memahami siklus perancangan produk secara menyeluruh dan aplikatif. Hasil ini mendukung pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menekankan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja melalui pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Analisis Sistem Antrian Layanan BPJS di Rumah Sakit dengan Simulasi Arena dan Root Cause Analysis untuk Optimalisasi Kinerja Pelayanan Mohamad Fatur Ramdan; Fabyan Hijri Satrio; Fajar Rudiyanto; Resi Khalisya Wildani; Adi Rusdi Widya
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu tunggu pasien yang panjang dan kepadatan antrian masih menjadi permasalahan utama dalam pelayanan BPJS rawat inap di rumah sakit, terutama akibat ketidakseimbangan antara tingkat kedatangan pasien dan kapasitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan sistem antrian layanan BPJS rawat inap di Rumah Sakit Bhakti Husada Cikarang dengan mengintegrasikan simulasi peristiwa diskrit menggunakan perangkat lunak Arena dan Root Cause Analysis (RCA). Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method, di mana analisis kuantitatif dilakukan melalui pemodelan simulasi untuk mengevaluasi indikator kinerja seperti waktu tunggu, panjang antrian, dan tingkat utilisasi sumber daya, sedangkan analisis kualitatif dilakukan menggunakan RCA untuk mengidentifikasi akar penyebab permasalahan operasional. Model simulasi dikembangkan berdasarkan data empiris dan divalidasi dengan kondisi operasional aktual rumah sakit. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan skenario perbaikan mampu menurunkan waktu tunggu pasien, mengurangi bottleneck pada proses pemeriksaan dokter dan ketersediaan tempat tidur rawat inap, serta meningkatkan keseimbangan pemanfaatan sumber daya pelayanan, sehingga kinerja sistem antrian BPJS rawat inap menjadi lebih efisien.
Implementasi Monitoring Injection Machine (MIM) Berbasis IoT untuk Pengendalian Lost Time Pada Proses Injection Molding di Perusahaan Komponen Otomotif Adi Rusdi Widya; Maharani Rahmawati
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses injection molding di industri komponen otomotif rentan terhadap lost time akibat downtime mesin yang tidak terpantau, menyebabkan kerugian produktivitas hingga 20% dari waktu operasi. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Monitoring Injection Machine (MIM) berbasis IoT untuk pengendalian lost time secara real-time. Sistem MIM dikembangkan menggunakan sensor IoT (vibrasi, suhu, tekanan) terhubung ke mikrokontroler ESP32 dan platform cloud Thingspeak untuk akuisisi data, analisis prediktif dengan algoritma machine learning sederhana (threshold-based anomaly detection), serta dashboard monitoring. Pengujian lapangan dilakukan di PT. XYZ (perusahaan komponen otomotif) selama 3 bulan pre- dan post-implementasi, dengan pengukuran lost time menggunakan formula OEE. Implementasi MIM mengurangi lost time dari 2160 menit/bulan menjadi 1020 menit (penurunan 52,8%), meningkatkan OEE dari 72% menjadi 85%, dan menghemat biaya downtime Rp 250 juta per tahun berdasarkan 10 mesin injection. Akurasi deteksi anomali mencapai 92%. MIM berbasis IoT terbukti efektif untuk optimalisasi proses injection molding, sejalan dengan prinsip Industry 4.0. Tantangan seperti konektivitas jaringan dapat diatasi dengan edge computing; rekomendasi untuk adopsi luas di manufaktur Indonesia guna mendukung sustainable production.
Penerapan Metode DMAIC untuk Mengurangi Breakdown Mesin Counting pada Proses Kemas Sekunder di PT Minuman Berenergi Wardana, Muhammad Dava; Kustiwan, Susan; Widya, Adi Rusdi
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i2.57284

Abstract

This study aims to reduce the breakdown frequency of counting machines in the secondary packaging area using the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) method. The main cause of breakdowns (47% of total incidents from March to April 2025) was sensor holder instability due to thin material (1 mm thickness). The improvement was made by replacing the sensor holder with 3 mm thick Stainless Steel SS304 and adding structural reinforcement. As a result, breakdown frequency decreased from 4 to 0 incidents (100% reduction), waste pack decreased from 3.2% to 1.5%, and cost savings of IDR 121,580,000 were achieved. This study demonstrates the effectiveness of the DMAIC method in improving machine reliability and production efficiency.
Implementation of Just in Time to Reduce Lead Time and Improve Production Efficiency: A Case Study at PT Toyota Boshoku Indonesia Eman Rusmana; Adi Rusdi Widya; Christa Dian Pratiwi
Journal of Mandalika Social Science Vol 4 No 1 (2026): Journal of Mandalika Social Science
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/jomss.v4i1.402

Abstract

This study aims to analyze and implement the Just In Time (JIT) method to reduce production lead time and improve production efficiency in the Headrest IMV production line at PT Toyota Boshoku Indonesia. The research employs an applied research approach using Value Stream Mapping (VSM) to identify inefficiencies and design process improvements. Data were collected through direct observation, interviews, documentation, and time studies to evaluate the current production condition and measure performance improvements after JIT implementation. The results indicate that the initial production system, which operated under a push-based approach, experienced significant inefficiencies, including high waiting time, excessive Work In Process (WIP), and unbalanced workflow. After implementing JIT, production time per unit decreased from 13.2 minutes to 9.5 minutes, representing a 28% improvement. In addition, WIP levels were significantly reduced, and the production system transitioned into a pull-based system supported by Kanban. Layout redesign and work standardization further enhanced material flow and process stability. The implementation results also demonstrated improvements in key performance indicators, including reduced production lead time, shorter cycle time, lower WIP levels, and increased overall production efficiency. In conclusion, the implementation of JIT integrated with VSM effectively reduces production lead time, minimizes waste, and improves overall production efficiency. This study provides practical and empirical insights into the application of Lean Manufacturing principles in real industrial settings.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Stearine Menggunakan Metode EOQ Pada PT XYZ Della Ananda Haryanti; Adi Rusdi Widya; Christa Dian Pratiwi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8408

Abstract

Pengelolaan stok bahan baku termasuk hal yang krusial dalam memastikan kelancaran proses produksi dan optimalisasi biaya pada industri manufaktur. Permasalahan yang dialami oleh PT XYZ yaitu masih kurang efektif pada pengelolaan stok bahan baku RBD stearine, yang ditandai dengan frekuensi pemesanan yang tinggi serta potensi kekurangan bahan baku yang dapat mengganggu aktivitas produksi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji implementasi metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam menetapkan kuantitas pembelian yang paling efisien, serta menghitung persediaan pengaman, titik pemesanan kembali, serta minimum dan maksimum stok. Pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif digunakan sebagai metode dalam penelitian ini, lalu selain itu juga menggunakan data historis perusahaan yang diolah dengan metode EOQ. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa kuantitas pembelian yang efisien sebesar 1.529.706 kg dengan tingkat pembelian bahan baku selama satu tahun sebanyak 23 kali, lebih efektif dibandingkan dengan ketentuan perusahaan sebelumnya. Selain itu, diperoleh nilai safety stock sebanyak 8.592.695 kg, titik pemesanan kembali (ROP) ketika mencapai nilai 9.321.568 kg, total inventory cost sebesar Rp 6.941.807, serta maksimum stok sebanyak 10.122.401 kg. Penggunaan metode EOQ juga dapat meminimalkan total inventory cost sehingga pengelolaan menjadi lebih efektif dan efisien. Metode EOQ mampu mendukung upaya perusahaan dalam mengoptimalkan pengendalian stok bahan baku. Oleh karena itu, perusahaan dianjurkan untuk mengimplementasikan metode EOQ secara berkelanjutan atau konsisten, serta melakukan evaluasi berkala guna meningkatkan akurasi perencanaan kebutuhan bahan baku.
DEFECT ANALYSIS OF RUBBER PRODUCTS USING FISHBONE AND PARETO CHART METHODS AT CV ANM TECH Tengku Alfarofi Rajasyah; Adi Rusdi Widya; Bagas Caesar Maulidani
Multidisciplinary Research Studies in Social Sciences Vol 2, No 2 (2026): Multidisciplinary Research Studies in Social Sciences (In Press)
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71312/mrscholar.v2i2.552

Abstract

This research aims to identify the main causes of rubber product defects at CV ANM TECH using the Fishbone Diagram and Pareto Chart methods. The primary issue faced is a high level of product defects, especially due to burning, which impacts quality reduction, customer dissatisfaction, and significant financial losses. Analysis results indicate that product defects are largely caused by poor raw material quality, suboptimal machine settings, inadequate technical training for workers, unmaintained work environment cleanliness, and an ineffective production monitoring system, leading to late detection of new problems. Over 70% of defects are attributed to non-conforming raw materials and operational errors. The study recommends improving raw material management, standardizing work procedures through SOPs, implementing technical training programs for workers, and strengthening quality control to reduce defect rates, enhance efficiency, and bolster the company's competitiveness.Keywords: Rubber products, defects, Fishbone Diagram, Pareto Chart, quality control, CV ANM TECH
Heat Input Optimization for Reducing Floor Component Distortion Using FMEA Idris Apandi; Setiawan Setiawan; Adi Rusdi Widya
Journal of Technology and Engineering Vol 4 No 1 (2026): Journal of Technology and Engineering
Publisher : Yayasan Banu Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/journaloftechnologyandengineering.v4i1.468

Abstract

Welding distortion is a major quality issue in heavy equipment fabrication because it affects dimensional accuracy, assembly efficiency, and production costs. This study aimed to identify the dominant causes of floor component distortion using Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) and evaluate the effectiveness of heat input optimization in reducing distortion during the fabrication of Cool Body Truck units at PT ABC. A quantitative descriptive approach was employed using production quality records, field observations, dimensional measurements, interviews, and production documentation. Pareto analysis identified distortion as the most dominant production defect, accounting for approximately 42% of all recorded defects. FMEA results revealed that non-standardized welding parameters constituted the highest-priority failure mode, with a Risk Priority Number (RPN) of 432. Based on these findings, the welding current, voltage, and travel speed were optimized from 250 A, 28 V, and 250 mm/min to 230 A, 26 V, and 300 mm/min, respectively, reducing the heat input from 1,344 J/mm to 956.8 J/mm. Consequently, the average distortion decreased from 6 mm to 1 mm, satisfying the company's dimensional tolerance requirement of 2 mm. The findings demonstrate that integrating FMEA with heat input optimization effectively improves dimensional accuracy, minimizes rework, and enhances production efficiency in heavy equipment fabrication.
Analisis Penerapan Metode Fault Tree Analysis dan Failure Mode and Effect Analysis pada Proses Roll Forming di PT XYZ Rangga Firmansyah; Ade Nurul Hidayat; Adi Rusdi Widya
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i1.3885

Abstract

Industri genteng sangat mengutamakan tampilan dan ketepatan, sehingga kualitas produk harus menjadi perhatian utama. PT XYZ sebagai salah satu supplier genteng nasional saat ini tengah menghadapi permasalahan tingginya jumlah produk cacat terutama pada bagian roll forming machine. Jenis cacat yang paling dominan antara lain penyok sebesar 30%, dimensi tidak sesuai (dimensi NG) sebesar 26%, kerut sebesar 18%, berkarat sebesar 15%, tergores sebesar 7%, dan pudar warna sebesar 4%. Pengumpulan data dilakukan pada periode Juni sampai dengan Agustus 2024 dan memiliki persentase cacat yang cukup tinggi serta telah melampaui batas target perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sumber permasalahan dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Melalui FMEA akan diperoleh nilai Risk Priority Number (RPN) yang menjadi acuan utama dalam menentukan skala prioritas perbaikan yang dibutuhkan.
Optimalisasi Warehouse Management System Melalui Aplikasi Mobile Scanner Untuk Mendukung Penerapan Green Industry di PT XYZ Endra Endra; Ade Nurul Hidayat; Adi Rusdi Widya
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i2.3957

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa (trading) yang menyuplai part automotive roda dua dan empat. Umumnya aktivitas gudang terdiri dari receiving, storage, picking, packing dan delivery. Seiring gencarnya kampanye pentingnya penerapan konsep green industry, maka PT XYZ mengembangkan sistem manajemen gudang untuk memenuhi kebutuhan bisnis dimasa depan. Sistem ini mencakup aplikasi seluler untuk manajemen inventaris, pemindaian barcode, pelacakan inventaris, dan verifikasi proses. Aplikasi mobile scanner dirancang untuk menyediakan fungsi pemindaian barcode untuk manajemen inventaris di gudang. Aplikasi tersebut akan diinstal pada Cloud Server PT XYZ, yang terdiri dari aplikasi mobile, aplikasi web, dan database. Aplikasi mobile akan terintegrasi dengan aplikasi business central, sedangkan aplikasi web akan dapat diakses melalui browser dengan format HTML5. Database akan diinstal pada cloud server, memungkinkan konektivitas internet di seluruh gudang. Penerapan warehouse management system di PT XYZ ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses bisnis sekaligus melakukan penghematan biaya produksi dan energi listrik yang merupakan tujuan dari konsep green industry. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan energi listrik mengalami penghematan hingga 96% dan juga penurunan pengeluaran biaya dalam satu tahun sebesar Rp 2.099.212.800,-.