Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH DENGAN SETTING PEMBELAJARAN 7E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ., KADEK YUDISTA WITRAGUNA; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran berorientasi pemecahan masalah dengan setting pembelajaran 7E yang valid, praktis, dan efektif dengan karakteristik tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian desain dengan prosedur pengembangan Plomp, yang meliputi: (1) preliminary research, (2) prototyping, dan (3) assessment. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Blahbatuh, dengan subjek penelitian disesuaikan dengan tahapan-tahapan penelitian. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, lembar pengamatan keterlaksanaan, angket respons guru dan siswa, tes prestasi belajar dan tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berorientasi pemecahan masalah dengan setting pembelajaran 7E berkualitas valid, praktis, dan efektif. Karakteristik buku siswa yaitu: (1) diawali dengan permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa; (2) aktifitas belajar berupa kegiatan diskusi kelompok; (3) soal latihan lebih menekankan pada permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari; (4) terdapat soal tantangan untuk mengembangkan pemahaman siswa dalam menyelesaikan masalah; dan (5) aktivitas belajar siswa dibuat berdasarkan proses pembelajaran berorientasi pemecahan masalah dengan setting pembelajaran 7E. Karakteristik buku petunjuk guru yaitu: (1) tahap pembelajaran sesuai dengan tahap pembelajaran berorientasi pemecahan masalah dengan setting pembelajaran 7E; (2) petunjuk pelaksanaan pembelajaran lebih menempatkan guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran berkelompok; (3) setiap tahap pembelajaran memuat substansi buku siswa dan alternative jawaban; dan (4) menyediakan soal evaluasi yang dapat digunakan guru diakhir pembelajaran.Kata Kunci : pemecahan masalah,model pembelajaran 7E,prestasi,berpikir kritis This research is aimed to get learning devices oriented to problem solving with 7E learning setting which valid, practical, and effective with certain characteristics. This research is a design research using Plomp development procedure, including: (1) preliminary research, (2) prototyping, and (3) assesment. This research was implemented in SMA N 1 Blahbatuh, with subject of reseach is adjusted with the steps of the reseach. Instruments that were used are validation sheet, feasibility research sheet, questionnaires to get teacher’s and students’ responses, learning achievement test, and critical thinking ability test. The result of the research shows that the learning equipment oriented to problem solving with 7E learning model setting has good qualities of validity, practicality and effectiveness . The characteristics of student’s book are: (1) starting with problems close to the daily life of students; (2) learning activities through group discussions; (3) exercises more emphasis on problem close to the daily life; (4) there is exercises challenges to develop students' understanding in solving problems; and (5) of student's learning activities based on learning oriented on problem solving with 7E learning setting. The characteristics of the teachers guideline book are: (1) learning guideline based on the steps of learning oriented on problem solving with 7E learning setting; (2) the guides the implementation of learning more puts the teacher as a facilitator in the learning group; (3) each learning stage, contains the substance of students books and alternative answers; and (4) provide evaluation that can be used by teachers at the end of learning.keyword : problem solving,7E Learning model,achievement,critical thinking
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Media Pembelajaran Berbantuan Geogebra Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa ditinjau dari Tingkat Ketangguhan Siswa ., I WAYAN EKA ARYASUTA; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.445 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dengan media pembelajaran berbantuan Geogebra terhadap prestasi belajar matematika siswa ditinjau dari tingkat ketangguhan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2 yang dilaksanakan di SMK Farmasi Bintang Persada dengan melibatkan sampel 88 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket tingkat ketangguhan siswa dan tes prestasi belajar matematika. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: 1) Prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM dengan media pembelajaran berbantuan GeoGebra lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM. 2) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat ketangguhan terhadap prestasi belajar siswa. 3) Pada siswa yang memiliki tingkat ketangguhan tinggi, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM dengan media pembelajaran berbantuan GeoGebra lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM. 4) Pada siswa yang memiliki tingkat ketangguhan rendah, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM dengan media pembelajaran berbantuan GeoGebra lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM.Kata Kunci : PBM, GeoGebra, prestasi belajar, tingkat ketangguhan. The aim of this research is to know the influence of the problem based learning model aided by GeoGebra towards student’s mathematics achievement in terms of students’s endurance level. This research was a quasi experimantal research with 2x2 factorial design. The research was conducted at SMK Farmasi Bintang Persada and involved a sample of 88 students. This sample was determined by simple random sampling technique. The instrument used in this research was students’s endurance level questionnare and mathematics achievement test. The collected data was analyzed by tow-way varians analyzed (tow-way ANAVA). The results showed that: 1) mathematics achievement of students who followed learning proses using problem based learning model aided by GeoGebra was better than that students who followed the model of problem based learning. 2) There was no interaction between the model of learning and students’s endurance level towards student’s mathematics achievement. 3) The students who had high level endurance, their mathematics achievement attained through problem based learning model aided by GeoGebra was better than that of students who followed problem based learning model. 4) The students who had low level endurance, their mathematics achievement attained through problem based learning model aided by GeoGebra was better than that of students who followed problem based learning model.keyword : problem based learning model, GeoGebra, mathematics achievement, students’s endurance level.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW BERBANTUAN MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN SOSIAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KUTA UTARA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., NI MADE IDA AGUSTINI; ., PROF.DR.PHILL. I GUSTI PUTU SUDIARTA, M.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian faktorial 2 x 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif pembelajaran kooperatif Jigsaw berbantuan masalah terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kecerdasan sosial pada siswa SMP Negeri 1 Kuta Utara. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuta Utara pada semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner kecerdasan sosial dan tes prestasi belajar matematika. Data prestasi belajar matematika siswa dianalisis dengan menggunakan analisis varians dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh positif pembelajaran kooperatif Jigsaw berbantuan masalah terhadap prestasi belajar matematika siswa, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif Jigsaw berbantuan masalah lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif Jigsaw, (2) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif Jigsaw berbantuan masalah dan kecerdasan sosial terhadap prestasi belajar matematika siswa, 3) pada kelompok siswa yang memiliki kecerdasan sosial lebih tinggi, terdapat pengaruh positif pembelajaran kooperatif Jigsaw berbantuan masalah terhadap prestasi belajar matematika siswa, 4) pada kelompok siswa yang memiliki kecerdasan sosial lebih rendah, terdapat pengaruh positif pembelajaran kooperatif Jigsaw berbantuan masalah terhadap prestasi belajar matematika siswa. Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif, Jigsaw berbantuan masalah, prestasi belajar matematika, kecerdasan sosial The research was a quasi experiment with 2 x 2 factorial design. The purpose of this research was to study the effect of assisted problems cooperative learning Jigsaw on mathematics achievement of eight grade students of SMP in terms of social intelligence. The population of this research was the students of VIII SMP Negeri 1 Kuta Utara in second semester in academic year 2013/2014. The samples of this research were determited by cluster sampling technique. Research instruments that used in this research were social intelligence questionnaire and mathematics achievement test. The data were analyzed by two ways varians and followed by Tukey test. The research showed that : (1) the assisted problem cooperative learning Jigsaw has a positive influence to the students mathematics achievement, students mathematics achievement who followed the assisted problem cooperative learning Jigsaw were better than the students who followed cooperative learning Jigsaw, (2) there is no interaction between problem cooperative learning Jigsaw model and social intelligence toward students mathematics achievement, 3) the student who has higher social intelligence, the assisted problem cooperative learning Jigsaw has a positive influence to the students mathematics achievement, 4) the student who has lower social intelligence, the assisted problem cooperative learning Jigsaw has a positive influence to the students mathematics achievement. keyword : Cooperative Learning, Assisted Problems Jigsaw, mathematics achievement, social intelligence
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN GEOMETRI SMA BERDASARKAN TEORI VAN HIELE BERBANTUAN WINGEOM ., I KETUT SUTAMA; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.785 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran geometri SMA berdasarkan teori Van Hiele berbantuan wingeom yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain. Perangkat yang dikembangkan terdiri dari buku siswa, buku petunjuk guru, dan media pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Manggis, dengan subjek penelitian disesuaikan dengan tahapan-tahapan penelitian. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, lembar pengamatan keterlaksanaan, lembar pengamatan aktivitas belajar siswa, angket, dan tes hasil belajar. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah perangkat pembelajaran yang berkualitas valid, praktis, dan efektif. Karakteristik pembelajaran yang diperoleh adalah (1)pembelajaran dimulai dengan proses visualisasi melalui contoh gambar pada media, selanjutnya siswa bereksplorasi agar mampu menemukan konsep; (2)pemberian contoh oleh siswa bertujuan untuk memperdalam pemahamannya; dan (3)proses integrasi bertujuan untuk merangkum seluruh pengalaman belajar siswa. Karakteristik buku siswa adalah (1)berisi uraian apersepsi tiap awal pertemuan; (2)berisi LKS yang bersesuaian dengan media pembelajaran; dan (3)berisi latihan soal pada akhir pertemuan. Karakteristik buku petunjuk guru adalah (1)berisi uraian beserta contoh apersesi pada tiap awal pertemuan; (2)berisi petunjuk langkah pelaksanaan pembelajaran; dan (3)pada sisi lain berisi gambar halaman buku siswa. Karakteristik media pembelajaran adalah (1)bersesuaian dengan LKS; (2)sesuai kemampuan siswa; dan (3)dapat menjadi bahan eksplorasi oleh siswa.Kata Kunci : pembelajaran geometri SMA, teori Van Hiele, wingeom The objectives of the study is to obtain the media for Senior High School geometry learning based on Van Hiele theory which is valid, practical, and effective. This study is a kind of design study. The media which were developed consisted of Students books, teacher guidance book, and learning media. This study was conducted in SMAN 1 Manggis and the subject of the study was made based on the stages of study. Instruments used were validation sheet, observation sheet, observation sheet of students learning activity, questionnaire, and study result test. Data was analyzed descriptively. The result of the study was learning media which was valid, practical, and effective. The characteristics of learning process which was obtained such as (1)learning was started by visual process through giving example of picture in media, then students explored themselves to find the concept; (2)students were asked to give example in order to deepen their understanding; and (3)integration process aimed at embracing whole students learning experience. The characteristics of students book were (1)contained the commentary of apperception for pre-meeting; (2)contained students exercise sheet which was suitable with learning media; and (3)contained exercise for post meeting. The characteristics of teacher guidance book were (1)contained commentary and example of apperception for pre-meeting; (2)contained guidance for learning process; and (3)in another sheet contained picture of students book page. The characteristics of learning media were (1)appropriate with students exercise sheet; (2)suit the students knowledge properly; and (3)can be used as exploration material.keyword : senior high school geometry learning, Van Hiele theory, wingeom.
Pengembangan Desain Pembelajaran Berbantuan Pertanyaan What-If dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Menangani Masalah Matematika Terbuka ., I PUTU ADE ANDRE PAYADNYA; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan teori pembelajaran lokal untuk materi luas daerah lingkaran. Penelitian menitikberatkan pada peningkatan kemampuan siswa menangani masalah matematika terbuka. Sebagai bantuan, dalam pembelajaran disertai pertanyaan what-if untuk mengembangkan pemikiran siswa. Penelitian ini menggunakan metode design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Aktivitas pembelajaran disusun berdasarkan prinsip-prinsip masalah matematika terbuka. Implementasi pembelajaran dilakukan di Kelas VIII SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis siswa di LKS, hasil post-test, wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Lintasan pembelajaran dari penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut: (1) menghitung luas daerah gambar danau menggunakan kertas berpetak, (2) menghitung luas daerah lingkaran menggunakan kertas berpetak, (3) menemukan kembali nilai π dan rumus luas daerah lingkaran, (4) menyelesaikan berbagai masalah matematika terbuka. Temuan yang diperoleh peneliti adalah bahwa pada awalnya siswa mengalami kesulitan menemukan metode lain dalam menghitung luas daerah lingkaran menggunakan kertas berpetak. Hal lainnya adalah bahwa banyak terdapat variasi dari jawaban siswa yang tidak diprediksi sebelumnya. Hal ini mencirikan berkembangnya pemikiran kritis, kreatif, maupun divergen siswa. Siswa sudah mampu melakukan reasoning dengan baik meskipun masih ada yang kurang efektif. Pemahaman siswa pada masalah matematika terbuka meningkat. Peneliti mementingkan aspek keterhubungan dan realitas sajian dalam lintasan pembelajaran.Kata Kunci : Luas Daerah Lingkaran, Masalah matematika terbuka, Pertanyaan What-if, Design Research, Teori Pembelajaran Lokal The purpose of the study was to obtain a local instructional trajectory for the area of the circle materials. The focus of the study was on the improvement of students’ ability on solving open-ended problems. As supports, the what-if type questions are used to developed student thinking ability. Design research was deliberately chosen as the method of the present study, with three following steps: (1) preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The teaching implementation was carried out at Grade VIII SMP Negeri 1 Singaraja Academic Year 2015/2016. The data related to student’ activities and strategies that students used to solve the given problems during learning processes were collected through students’ written works in the worksheets, result of post-test, interviews, and observations. The gathered data were analysed descriptively. Learning trajectory of this research has four steps: (1) counting the area of lake pictures using grid paper, (2) counting the area of the circle using grid paper, (2) refinding π and the area of the circle formula, and (4) solving open-ended problems. From the research we found that in the beginning students are difficult to find another method when counting the area of the circle using grid paper. The other finding show that there are many variation in students’ answer. The students was capable to do reasoning although there are the reasoning that not effective. Students’ understanding in open-ended problems was increased. Researcher put important point in conecctivity and object reality in learning trajectory.keyword : Area of The Circle, Open-Ended Problems, What-if Questions, Design Research, Local Instructional Theory
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA KNISLEY BERORIENTASI BRAINSTORMING TERHADAP KOMPETENSI STRATEGIS DAN DISPOSISI MATEMATIKA SISWA ., A.A. ISTRI TRISNADEWI; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) apakah kompetensi strategis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran matematika Knisley berorientasi Brainstorming lebih baik dibandingkan kompetensi strategis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) apakah disposisi matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran matematika Knisley berorientasi Brainstorming lebih baik dibandingkan disposisi matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) apakah terdapat perbedaan antara kompetensi strategis dan disposisi matematika siswa secara simultan pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran matematika Knisley berorientasi Brainstorming dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan menggunakan rancangan Posttest Only Control Group Desain. Dengan memperhatikan kesetaraan kemampuan kelas, sampel diambil dengan menggunakan metode two stages cluster sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan angket untuk variable disposisi matematika dan tes dalam bentuk essay untuk variable kompetensi strategis matematika. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t untuk hipotesis 1 dan hipotesis 2, sedangkan hipotesis 3 menggunakan MANOVA. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa untuk masing-masing kelompok kelas : (1) kompetensi strategis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran matematika Knisley berorientasi Brainstorming lebih baik dibandingkan kompetensi strategis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) disposisi matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran matematika Knisley berorientasi Brainstorming lebih baik dibandingkan disposisi matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) terdapat perbedaan antara kompetensi strategis dan disposisi matematika siswa secara simultan pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran matematika Knisley berorientasi Brainstorming dan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Knisley, Brainstorming, Kompetensi Strategis, Disposisi Matematika This study was aimed to : (1) investigate whether the effect of students’ strategic competency was better between who were taught through Kinsley Mathematical Learning Model with Brainstorming orientation and conventional learning model, (2) investigate whether the effect of students’ mathematical disposition was better between who were taught through Knisley Mathematical Learning Model with Brainstorming orientation and conventional learning model, (3) investigate whether there were differences of students’ strategic competency and mathematical disposition between who were taught through Knisley Mathematical Learning Model with Brainstorming orientation and conventional learning model. This study was quasi experimental by using Posttest Only Control Group Design. By concerning on the homogeneity of classes, sample was taken through two stages cluster sampling method. The data were collected by using questionnaire for mathematical disposition variable and essay for strategic competency variable. The collected data were analyzed by T-Test for hypothesis 1 and 2, while hypothesis 3 used MANOVA. Based on data analysis showed that: (1) students’ strategic competency who were taught through Knisley Mathematical Learning Model with Brainstorming orientation was better than who were taught through conventional learning model, (2) students’ mathematical disposition who were taught through Knisley Mathematical Learning Model with Brainstorming was better than who were taught through conventional learning model, (3) there were differences simultaneously of students’ strategic competency and mathematical disposition between who were taught through Knisley Mathematical Learning Model with Brainstorming orientation and conventional learning model.keyword : Knisley, Brainstorming, Strategic Competency and Mathematical Disposition
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN REASONING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS X MA. MU’ALLIMIN NW PANCOR LOMBOK TIMUR ., RENDRA PURNAMA PUTRA; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.; ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran problem solving dan reasoning terhadapprestasibelajarmatematikaditinjaudarimotivasiberprestasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MA. Mu’allimin NW Pancor Lombok Timur, dengan sampel sebanyak 68 siswa yang ditentukan dengan menggunakan random sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan faktorial 2 × 2. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi berprestasi dan tes essay untuk prestasi belajar matematika.Analisis data menggunakan analisis varians dua jalur dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajarandengan model pembelajaran problem solving dan reasoning lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional denganstrategipemecahanmasalah(FA = 55,89);2) Bagi siswa yang memilikimotivasiberprestasitinggi, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran problem solving dan reasoning lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional denganstrategipemecahanmasalah(Qhitung = 9,221 dan Qtabel 5%= 4,08, Qhitung > Qtabel); 3) Bagi siswa yang memilikimotivasiberprestasirendah, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran problem solving dan reasoning lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajarankonvensionaldenganstrategipemecahanmasalah (Q Hitung = 5,728 dan Qtabel 5%= 4,08, Qhitung > Qtabel); 4) tidakterdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi belajar matematika (FAB = 3,051, p < 0,05).Kata Kunci : Problem Solving dan Reasoning, Prestasi belajar matematika, motivasi berprestasi This research aimed at finding out the effect of the problem solving and reasoning teaching modelson students learning achievement in mathematics viewed from achievement motivation. The population in this study was the tenth gradeMA.Mu’allimin NW Pancor Lombok Timur, with a sample of 64 students, which was determined by using a random sampling technique. This research was quasi experimental with factorial plan 2 x 2. The data were collected by using questionnaire of achievement motivation and essay test for the mathematics learning achievement.The data analysis used was two ways there are analysis of variant and Tuckey test. The result of the research showed that: 1) students mathematics learning motivation who were treated by using problem solving and reasoning was higher than using conventional teaching model (FA = 55.89, p < 0.05 ); 2)for which students who had high achievement motivation, students Mathematics learning achievement who were treated by using problem solving and reasoning was higher than using conventional teaching model (Qhit = 9.221 and Qtab 5%=4.08, Qhit> Qtab).; 3) for which students who had low achievement motivation, students learning achievement of Mathematics who were treated by using problem solving and reasoning teaching model was higher than using conventional teaching model (Qhit = 5.728 and Qtab 5%=4.08, Qhit> Qtab);4) there wasn’tsignificant effect of interaction between teaching model and students achievement motivation on mathematics learning achievement (FAB = 3.051, p< 0.05).keyword : achievement motivation, Mathematics learning motivation, problem solving and reasoning
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa ., IDA AYU AGUNG SULISTIAWATI; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i1.2253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, (3) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan kemampuan berpikir kreatif secara simultan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan jumlah anggota 357 orang yang terdiri dari 12 kelas. Sampel penelitian diambil dengan teknikcluster random sampling. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika yang dikumpulkan dengan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan data kemampuan berpikir kreatif yang dikumpulkan dengan tes kemampuan berpikir kreatif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berdasarkan analisis uji-t? untuk hipotesis 1 dan hipotesis 2, dan uji MANOVA untuk hipotesis 3. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, (3) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan kemampuan berpikir kreatif secara simultan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Masalah, kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kreatif This study was aimed at: (1) investigating whether the mathematical problem solving ability of student who learned using the problem based learning is better compared to the student who learned using conventional learning model, (2) investigating whether the creative thinking ability of student who learned using the problem based learning is better compared to the student who learned using conventional learning model, (3) investigating the differences of mathematical problem solving and creative thinking ability simultaneously between students who learned using problem based learning model compared to the students who learned using conventional learning model. This research was a quasi experimental research with posttest only control group design. The population of this study was all seventh grade students of SMP Negeri 6 Singaraja in the academic year of 2015/2016 which consist of 357 students divided into 12 classes. Sample was taken using cluster sampling technique. The data of students? mathematical problem solving ability were collected using the mathematical problem solving ability test and the data of students? creative thinking ability were collected using the creative thinking ability test. For hypothesis 1 and hypotesis 2, the data were analyzed descriptively using t-test, while the third hypotesis was tested using MANOVA. The data analysis showed that: (1) the mathematical problem solving ability of student who learned using the problem based learning is better compared to the student who learned using conventional learning model, (2) the creative thinking ability of student who learned using the problem based learning is better compared to the student who learned using conventional learning model, (3) there are the differences of mathematical problem solving and creative thinking ability simultaneously between students who learned using problem based learning model compared to the students who learned using conventional learning model.keyword : Problem Based Learning Model, Students? Mathematical Problem Solving Ability and Creative Thinking Ability
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN GEOMETRI DIMENSI TIGA BERWAWASAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK BERORIENTASI BLENDED LEARNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMK ., I WAYAN SUMANDYA; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.268 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.1036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perangkat pembelajaran geometri dimensi tiga berwawasan Pendidikan Matematika Realistik Berorientasi Blended Learning yang berkualitas valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian desain. Dalam penelitian ini dikembangkan perangkat pembelajaran geometri dimensi tiga berupa Buku Siswa, Buku Petunjuk Guru, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan tahapan-tahapan penelitian, teknik pengambilannya menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Wira Harapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode angket, dan metode tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, angket respons siswa dan guru, lembar pengamatan aktivitas siswa selama pembelajaran, dan tes hasil belajar. Data yang telah dikumpulkan diolah secara deskriptif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran geometri dimensi tiga yang berkualitas valid, praktis, dan efektif. Kata Kunci : Pendidikan Matematika Realistik, Blended Learning This study is aimed to develop obtain the three-dimensional geometry instrument based on Realistic Mathematics Education oriented to Blended Learning is order to improve student, activity dan student achievement. This present study is was development. In this study, the three-dimensional geometry learning a Student Book, Teacher Guidebook and Lesson Plan are developed. This research was conducted at SMK Wira Harapan. The method used are observation, questionnaire, and test methods. In this study the validation sheet, observation sheets as enforceability of study, questionnaire as responses of students and teachers, observation sheet for students? learning activity, and achievement test are alers mind. The data have been collected by descriptive processed. In this study, the instrument for learning three-dimensional geometry that are validity, practically, and effectively.keyword : Realistic Mathematics Education, Blended Learning
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SIKAP MATEMATIKA ., I MADE BUDIADNYANA; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan sikap matematika antara peserta didik yang mengikuti model Creative Problem Solving (CPS) dan model Inkuiri Terbimbing, dan (2) proses pemecahan masalah dan sikap matematika peserta didik yang dibelajarkan dengan model Creative Problem Solving (CPS) dan model Inkuiri Terbimbing. Jenis penelitian ini adalah mixed method research tipe concurrent embedded design, dengan rancangan completely randomized design. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 6 Denpasar, dengan populasi seluruh peserta didik kelas XI Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 369 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, dengan kelas XI IPA 7 sebanyak 35 orang sebagai kelompok eksperimen I dan kelas XI IPA 8 sebanyak 35 orang sebagai kelompok eksperimen II. Data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah, sedangkan data proses pemecahan masalahnya dikumpulkan menggunakan lembar pengamatan. Data sikap metematika dikumpulkan menggunakan angket sikap matematika dan wawancara. Pengujian hipotesis menggunakan uji MANOVA. Hasil analisis data menunjukkan : (1) kemampuan pemecahan masalah dan sikap matematika peserta didik yang belajar dengan model Creative Problem Solving (CPS) lebih baik dari peserta didik yang belajar dengan model Inkuiri Terbimbing; (2) Peserta didik yang mengikuti pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dan pembelajaran Inkuiri Terbimbing sama-sama mengalami peningkatan pada proses pemecahan masalah di setiap pertemuan. Peserta didik yang mengikuti pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) melaksanakan penyelesaian masalah menggunakan prosedur dan solusi yang tepat dalam proses pemecahan masalah, sehingga hasil yang diperoleh terlihat lebih baik dari peserta didik yang mengikuti pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Sikap matematika peserta didik yang mengikuti pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terlihat lebih baik pada indikator menyatakan sikap diri terhadap pengetahuan matematika yang telah dimiliki, menyatakan perasaannya dalam menghadapi pembelajaran matematika dan memberikan reaksi atau respon atas pengetahuan dan perasaannya terhadap pembelajaran matematika dari pada peserta didik yang mengikuti pembelajaran Inkuiri Terbimbing.Kata Kunci : Creative Problem Solving, Inkuiri Terbimbing, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Sikap Matematika This study aims to find out: (1) the difference between problem solving abilities and mathematics attitudes among learners who attend Creative Problem Solving (CPS) and Guided Inquiry model, and (2) problem solving process and mathematics attitude of learners taught through Creative Problem Solving (CPS) and Guided Inquiry model.This type of research is mixed method research type concurrent embedded design , with completely randomized design .This research was conducted at SMAN 6 Denpasar, with total population of class XI Learners in academic year of 2016/2017 amounting of 369 learners. Sampling was collected by cluster random sampling technique , with class XI IPA 7 of 35 persons as experiment group I and class XI IPA 8 of 35 persons as experiment group II.Data of problem solving abilities were collected using problem-solving tests, while the data of problem-solving process were collected using an observation sheet. Data on mathematics attitudes were collected using questionnaires of mathematics attitudes and interviews. The hypothesis is tested using MANOVA test. The results of data analysis show that: (1) problem solving ability and mathematics attitude of learners who study with Creative Problem Solving (CPS) model are better than learners who study with Guided Inquiry model; (2) Both learners who attend Creative Problem Solving (CPS) and Guided Inquiry Learning experience improvement in problem solving process at each meeting.Learners who attend Creative Problem Solving (CPS) learning solve problems applying accurate procedures and solutions in problem solving process, so the results obtained seem better than learners who attend Guided Inquiry learning.Learners' mathematics attitude attending Creative Problem Solving (CPS) learning seems better on indicators expressing their own attitudes toward mathematics knowledge they have, expressing their feelings in facing mathematics learning and reacting or responding to knowledge and feelings toward mathematics learning than learners attending Guided Inquiry learning.keyword : Creative Problem Solving , Guided Inquiry, Mathematics Problem Solving Ability, Mathematics Attitude.
Co-Authors - Sariyasa, - ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed. ., Gusti Ngurah Yogi Maha Putra ., I Dewa Gede Wahyu Gitariana ., I G. P. Habibi Mudi Sucipta ., I Gusti Ngurah Yatra Pratistha ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si., M.S ., I MADE BUDIADNYANA ., I MADE KARIADI ., I Made Putra Juniantara ., I MADE SUDIRMAN ., I PUTU ADE ANDRE PAYADNYA ., I PUTU SANCITA ., I Wayan Dipta Samsidim ., IDA AYU AGUNG SULISTIAWATI ., KADEK YUDISTA WITRAGUNA ., Kurniawan Cahyanto ., Ni Kadek Pipin Asri Udiyani ., Ni Luh Sudiartini ., NI LUH TIA RAHMAWATI ., NI MADE IDA AGUSTINI ., Ni Made Tyagita Viviana ., Ni Putu Lisa Sadwi Prawerti ., PUTU AGUS EKA MASTIKA YASA ., PUTU EKA DWIPAYANA ., RENDRA PURNAMA PUTRA A. A Gd Putra Arjawa, A. A Gd Putra Ade Prajnawini . Agung Novi Kusuma Dewi Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Apriyanti, Muda Budiarta, I Kadek Dwi Cahyaningrum, Kadek Ayu Kusuma Dewa Ayu Oka Setiawati Dewa Putu Wiadnyana Putra Dewi Astuti . Dewi Astuti ., Dewi Astuti Dewi, Ni Luh Sintya Dian Puspita Putri, Luh Putu Djoko Waluyo Djoko Waluyo, Djoko Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Dr.I Wayan Sadra,M.Ed . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Dwiantara, I Kadek Dyah Maharani Pande Putu Erin Febri Astuti, Ni Putu Ermawati, Ni Made Dewi Evi Dwi Krisna . Gede Indrawan Gusti Agung Wirapathi Gusti Ayu Mahayukti Gusti Ngurah Yogi Maha Putra . I Dewa Gede Wahyu Gitariana . I G. N. Yudi Hartawan I G. P. Habibi Mudi Sucipta . I Gede Eka Artaguna . I Gede Eka Artaguna ., I Gede Eka Artaguna I Gst Putu Sudiarta I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Ngurah Yatra Pratistha . I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si., M.S . I Gusti Putu Suharta I Ketut Agus Buda Sumiranata . I Ketut Agus Buda Sumiranata ., I Ketut Agus Buda Sumiranata I KETUT SUTAMA . I Made Adi Yasa I Made Ardana I Made Candiasa I Made Dharma Atmaja I Made Hermawan Surya Putra . I Made Hermawan Surya Putra ., I Made Hermawan Surya Putra I Made Putra Juniantara . I Made Suarsana I Made Suarsana I Nyoman Sukajaya I Putu Ade Andre Payadnya I Putu Wisna Ariawan I Wayan Dipta Samsidim . I WAYAN EKA ARYASUTA . I WAYAN MULIANA . I Wayan Puja Astawa I Wayan Suardita . I Wayan Suardita ., I Wayan Suardita I Wayan Sumandya I.M.K. Wijaya Kadek Yota Ernanda Aryanto Kurniawan Cahyanto . Kurniawan, Pande Putu Lestari, Werdi Luh Putu Dian Puspita Putri Mahadewi, Ni Kadek Natia Mertasari, N.M.S. MUH. HARAWAN DIMAS JAKARIA . N. K Sri Widya Lestari N. L. T Rahmawati N. M. Aristya Dewi N. N. A. Partini N. W. Karmila Putri N.M.S. Mertasari Ni Kadek Pipin Asri Udiyani . Ni Luh Heni Purnamayanti Ni Luh Okassandiari, Ni Luh Ni Luh Sintya Dewi Ni Luh Sudiartini . Ni Made Aristya Dewi . Ni Made Aristya Dewi ., Ni Made Aristya Dewi Ni Made Sri Mertasari Ni Made Tyagita Viviana . Ni Made Yuning Sari Parwati Ni Nengah Ari Partini . Ni Nengah Ari Partini ., Ni Nengah Ari Partini Ni Nyoman Parwati Ni Putu Eka Trisnayanti Ni Putu Erin Febri Astuti Ni Putu Lisa Sadwi Prawerti . Ni Wayan Karmila Putri . Ni Wayan Karmila Putri ., Ni Wayan Karmila Putri Ni Wayan Sri Maeti Ni Wayan Sunita Octamela, Kadek Surya Oktavianiasih, Ni Putu Partini, N. N. A. Payadnya, I Putu Ade Andre Prasanti, Made Cita Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putra, I Kadek Jeki Lesmana Putra, I Komang Adi Putri, N. W. Karmila PUTU DIAN KARLINA DEWI . Putu Mirah Purnama Dewi RAHADI, I WAYAN SELAMET Rahmawati, N. L. T Ratih Ayu Apsari Riani, Ni Made Shinta Teja Sari, Rosalia Made Veny Nidia Sariyasa . Setiawati, Dewa Ayu Oka Sri Widya Lestari, N. K Surya Adi Putra, I Putu Taufik Akbar Taufik Akbar Udani, Ketut Sri Naya Wijaya, I.M.K. Wikasari, Ayu