Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pembelajaran Dengan Pendekatan Kontekstual Berbasis Asesmen Kinerja Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Kebiasaan Belajar Siswa SMP Dwijendra Bualu ., I WAYAN MULIANA; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.016 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan kontekstual berbasis asesmen kinerja terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari kebiasaan belajar siswa SMP Dwijendra Bualu. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Data dianalisis dengan menggunakan Anakova satu jalur. Sampel penelitian sebanyak 63 siswa kelas VIII SMP Dwijendra Bualu. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar dan kebiasaan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis asesmen kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual, (2) setelah kebiasaan belajar dikendalikan terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis asesmen kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual, dan (3) terdapat kontribusi kebiasaan belajar terhadap hasil belajar matematika. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan pendekatan kontekstual berbasis asesmen kinerja terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari kebiasaan belajar siswa SMP Dwijendra BualuKata Kunci : pendekatan kontekstual berbasis asesmen kinerja, hasil belajar matematika, dan kebiasaan belajar. This research aims at investigating the effect of the implementation approach contextual based the performance assessment of mathematic?s achievement that viewed by habitally learning of SMP Dwijendra Bualu students. This research used quasi experimental with the post test only control group design. The data was collected using test method. The data was collected using mathematic?s achievement and learning habitually. The data were analyzed using Anacova one way. The research samples are 63 eighth grade students in SMP Dwijendra Bualu. The result of this study showing that: (1) there is a difference of mathematic?s achievement between the students following contextual approach learning based on the performance assessment with student following contextual learning, (2) there is a difference of mathematic?s achievement between the students following contextual approach learning based on the performance assessment with student following contextual learning after the habitually learning controlled, and (3) there is a contribution of the learning habitually towards mathematics learning result. Based on those findings can be concluded that there is an effect of the implementation approach contextual based the performance assessment to the mathematic?s achievement that viewed by learning habitually of SMP Dwijendra Bualu studentskeyword : contextual approach based the performance assessment, mathematic?s achievement, and learning habitually
PENGARUH PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA ., I MADE ADI YASA; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.811 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.890

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh pendidikan matematika realistik terhadap prestasi belajar matematika siswa, 2) pengaruh gaya kognitif terhadap prestasi belajar matematika siswa, 3) interaksi antara pendidikan matematika realistik dan gaya kognitif terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII semester I SMP Negeri 1 Kediri. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain Posttest Only Control Group Design, dan melibatkan sampel sebanyak 164 orang siswa. Data tentang gaya kognitif dalam penelitian ini dikumpulkan dengan tes gaya kognitif, sedangkan data prestasi belajar dikumpulkan dengan instrumen tes prestasi belajar dalam bentuk tes objektif pilihan ganda. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan statistik uji ANAVA dua jalur dan uji sceffe sebagai uji lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan matematika realistik terhadap prestasi belajar matematika siswa, 2) terdapat pengaruh yang signifikan gaya kognitif terhadap prestasi belajar matematika siswa, 3) terdapat interaksi antara pendidikan matematika realistik dan gaya kognitif terhadap prestasi belajar matematika siswa. Kata Kunci : pendidikan matematika realistik, pembelajaran kooperatif tipe STAD, gaya kognitif, prestasi belajar. The purpose of this study was to determine 1) the effect of applying realistic mathematical learning model to mathematics student?s achievement, 2) the influence of cognitive style on mathematics student?s achievement, 3) the interaction of realistic mathematical models of learning and cognitive style on mathematics achievement of students of class VII first semester of SMP Negeri 1 Kediri. This study was an experimental research that using Posttest Only Control Group Design, and involved a sample of 164 students. The data of cognitive styles in this study was collected by tests of cognitive style, while learning achievement data was collected by achievement tests in multiple choice form. The data in this study were analyzed by TWO WAY ANOVA and then continued bay a sceffe test as advanced test. The results show that 1) there is a significant effect of realistic mathematical learning model for mathematics student?s achievement, 2) there is a significant effect of cognitive style on mathematics student?s achievement, 3) the interaction of realistic mathematical learning models and cognitive style on mathematics student?s achievement. keyword : realistic mathematic education, cooperative learning with STAD type, cognitive style, learning achievement.
STUDI KUANTITATIF DAN KUALITATIF TENTANG PENGARUH BLENDED LEARNING BERBASIS VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DENPASAR ., I PUTU SANCITA; ., PROF.DR.PHILL. I GUSTI PUTU SUDIARTA, M.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i1.2260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi blended learning berbasis video pembelajaran matematika lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian kombinasi dengan menggunakan concurrent embedded design mixed methods. Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan Posttest-Only Control Design sementara penelitian kualitatif mengunakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP N 1 Denpasar tahun ajaran 2016/2017 yang terdistribusi ke dalam 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Data kemandirian belajar siswa diperoleh menggunakan angket dan data kuantitatif dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian serta data kualitatif menggunakan lembar observasi, angket, dan komentar siswa. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran strategi blended learning berbasis video pembelajaran matematika lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Fhitung = 28,36, nilai F tabel (?= 0,05) = 4,03 dan F tabel(?= 0,01) = 7,31), (2) pada siswa yang memiliki kemandirian belajar lebih tinggi, siswa yang mengikuti pembelajaran strategi blended learning berbasis video pembelajaran matematika memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Qhitung = 2,87, nilai Qtabel (?= 0,05; 1; 52) = 2,86), (3) pada siswa yang memiliki kemandirian belajar lebih rendah, siswa yang mengikuti pembelajaran strategi blended learning berbasis video pembelajaran matematika memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Qhitung = 8,41, nilai Qtabel (0,05;1;52) = 2,86), (4) tidak ada interaksi antara penerapan strategi blended learning berbasis video pembelajaran matematika dan kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa (FAB hitung = 6,83, nilai Ftabel( 0,05) = 4,03 dan Ftabel (0,01)= 7,31). Hal ini didukung oleh temuan ? temuan selama pelaksanaan pembelajaran yaitu (1) prestasi belajar matematikayang lebih tinggi pada pembelajaran blended learning, (2) kepercayaan diri siswa yang tinggi dalam mengemukakan pendapat pada pembelajaran blended learning, (3) komunikasi dalam pembelajaran blended learning menjadi lebih terarah, (4) kemandirian siswa dalam mencari informasi terkait materi pembelajaranKata Kunci : blended learning, video pembelajaran matematika, prestasi belajar matematika, kemandirian belajar This research aimed at determining whether the students mathematics achievement who take the blended learning based on video learning is better than the students who take the conventional learning. The type of this research is combined with concurrent embedded design using mixed methods. The quantitative research was a Post Test Only Control Group Design and the qualitative uses descriptive research. The population of this research were students in grade VIII of SMPN 1 Denpasar in academic year 2016/2017 that divided into seven classes. Two classes were selected as sample taken by using cluster random sampling technique. The data of this quantitative research were gathered by essay test and qualitative data using observation sheet, questionnaire and comment of the students. The results of quantitative research showed that: (1) the mathematics achievement of students who take the blended learning based on video learning is better than the mathematics achievement of students who take conventional learning (Fhitung = 28.36, the value of F tabel (?= 0,05) = 4,03 and Ftable(?= 0,01) = 7,31), (2) the students who have the independence of higher learning, mathematics achievement of students who take the blended learning based on video learning is better than students who take conventional learning (Qhitung = 2,87, the value Qtable (?= 0,05; 1; 52) = 2,86), (3) the students who have the independence of lower learning, mathematics achievement of students who take the blended learning based on video learning is better than the students who take the conventional learning (Qhitung = 8,41, the value Qtable (0,05;1;52) = 2,86), (4) there is no interaction between the application of blended learning based on video learning and independence learning with mathematics achievement (FAB hitung = 6,83, the value of Ftable(0,05) = 4,03 and Ftable (0,01)= 7,31). This is supported by the findings during the implementation of learning, namely (1) the achievement of learning higher mathematics learning blended learning, (2) confidence high student in expressing opinions on the learning blended learning, (3) communication in the learning blended learning into more focused, (4) the independence of the students in finding information related learning materialskeyword : blended learning, video learning, mathematics achievement, independence learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN PERTANYAAN METAKOGNITIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI. ., Evi Dwi Krisna; ., I Gst Putu Sudiarta; ., Gede Suweken
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.981 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.780

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan pertanyaan metakognitif terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan faktorial yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukawati  dengan melibatkan sampel sebanyak 90 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Intrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner motivasi berprestasi dan tes prestasi belajar matematika. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan pertanyaan metakognitif lebih baik dari  prestasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah. 2)Pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi maupun motivasi berprestasi rendah, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan pertanyaan metakognitif lebih baik daripada  prestasi belajar siswa yang mengikuti dengan model pembelajaran berbasis masalah. 3)Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa.   Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, pertanyaan metakognitif, motivasi berprestasi, prestasi belajar   Abstract The aim of this research is to know the influence of the problem based learning model aided by metacognitive question on mathematics achievement of students in terms of achievement motivation. This research is a quasi experimental research with 2 x 2 factorial designs conducted at SMP Negeri 2 Sukawati and involved a sample of 90 students. The sample of this research was determined by random sampling technique. The instrument use in this research was achievement motivation questionnaire and mathematics achievement tests. The data Collected were analyzed using two way ANAVA. The results showed that: 1) mathematics learning achievement of student who follow learning using problem based learning model aided by  metacognitive questions  is better than students who follow the model of problem-based learning. 2) At students with is a achievement motivation high or the motivation low achievers, mathematics learning achievement of student who follow  the learning with learning model problem based learning aided by the question metacognitive better than students which follow the with model of problem-based learning. 3) There is no interaction between the model of learning in terms of achievement motivation.   Keywords :problem based learning, metacognitive question, achievement motivation, mathematics achievement.
Perbedaan Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dan Interactive Conceptual Instruction (ICI) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Dan Kecerdasan Logis Matematis Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Denpasar. ., I PUTU SURYA ADI PUTRA; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i1.2233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) perbedaan keterampilan berfikir kritis matematika dan kecerdasan logis matematis yang dibelajarkan dengan model Problem based learning (PBL) dan model Interactive Conceptul Instruction (ICI).,(2) bagaimana proses penyelesaian masalah kelompok peserta didik yang memiliki keterampilan berfikir kritis dan kecerdasan logis matematis lebih baik. Jenis penelitian ini mengikuti rancangan penelitian mixed methot tipe Eksplanatory Sequential dengan rancangan completely randomized design. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Denpasar dengan populasi seluruh peserta didik kelas X tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 320 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, pada kelas X-MIPA1 sebanyak 33 orang sebagai kelompok eksperimen I dan kelas X-MIPA 3 sebanyak 33 orang sebagai kelompok eksperimen II. Data keterampilan berfikir kritis matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan berfikir kritis matematika, sedangkan data proses penyelesaian masalah dalam kaitanya dengan keterampilan berfikir kritis matematika digunakan lembar pengamatan dan didukung oleh hasil wawancara peserta didik. Data kecerdasan logis matematis dikumpulkan dengan menggunakan tes kecerdasan logis matematis dan didukung dengan angket kecerdasan logis matematis. Pengujian hipotesis menggunakan Uji MANOVA. Hasil analisis data pengujian adalah (1) keterampilan berfikir kritis matematika dan kecerdasan logis matematis peserta didik yang dibelajarkan dengan model PBL lebih baik dari peserta didik yang dibelajarkan denga model ICI; (2) PBL dalam penerapanya dapat mendorong peserta didik menjadi aktif dan kreatif terutama pada proses penyelesaian masalah matematika dalam kaitannya degan keterampilan berfikir kritis dan kecerdasan logis matematis. peserta didik yang memiliki keterampilan berfikir kritis dan kecerdasan logis lebih tinggi sangat baik dalam penyelesaian masalah matematika, diantaranya mampu memfokuskan permasalahan matematika, menyelesaikan masalah menggunakan prosedur dan sistematis, mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil penyelesaian masalah serta bekerja secara cepat dan tepat. Hal ini tidak terdapat pada peserta didik yang memiliki keterampilan berfikir kritis dan kecerdasan logis matematis lebih rendahKata Kunci : Problem Based Learning, Interactive Conceptual Instruction, Keterampilan berpikir kritis matematika, Kecerdasan Logis matematis. This study aimed at: (1) knowing whether there were differences between mathematical critical thinking skill and mathematical logical intelligence in the model of Problem Based Learning (PBL) and the model of interactive Conceptual Instruction (ICI). (2) knowing the final result stage of problem solving process in relation to the ability of critical thinking and mathematical logical intelligence of the learners after PBL were implemented. The study used sequential explanatory mixed method research design with completely randomized design. This study was conducted in SMAN 4 Denpasar. The population of the study was tenth grade students in academic year 2016/2017 which consisted of 320 students. Cluster random sampling was used to determine the sample of the research. The samples of the research were X MIPA 1 and X MIPA 3. X MIPA 1 was used as experimental group I which consisted of 33 students whereas X MIPA 3 was used as an experimental group II which consisted of 33 people. The mathematical critical thinking data were collected using mathematical critical thinking skills test in the form of essay, while critical thinking process of mathematical problems data were collected using observation sheet and supported by learner interview. Mathematical logical intelligence data were collected using mathematical logical intelligence tests, and was supported by mathematical logical intelligence questionnaire. MANOVA test was used in hypothesis testing. The results of the research showed that: (1) the ability of critical thinking and mathematical logical intelligence of the learners which were treated by PBL model instruction achieved better result than learners who were treated by ICI model instruction; (2) Critical thinking skills and mathematical logical intelligence of students who followed the model PBL achieved better result in solving math problem with correct procedure, accurate analysis; therefore, the students ?output was also correct. keyword : Problem Based Learning, Interactive Conceptual Instruction, Mathematics Critical Thinking Skill, Mathematical Logical Intelligence.
Pengaruh Model Pembelajaran Integratif Berbantuan Asesmen Kinerja Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Denpasar ., PUTU EKA DWIPAYANA; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppm.v6i2.2330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah : (1) keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model pembelajaran Integratif berbantuan Asesmen Kinerja lebih baik dari pada keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model Konvensional, (2) keterampilan berpikir kreatif siswa yang belajar dengan model pembelajaran Integratif berbantuan Asesmen Kinerja lebih baik dari pada keterampilan berpikir kreatif siswa yang belajar dengan model Konvensional, serta (3) terdapat perbedaan secara simultan dari keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Integratif berbantuan Asesmen Kinerja dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran Konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Denpasar Tahun Ajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 320 orang, yang terdiri dari atas kelompok MIPA sebanyak 9 kelas dan kelompok IPS sebanyak 1 kelas. Sampel penelitian diambil dengan mengunakan teknik cluster random sampling. Data pada penelitian ini berupa keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif yang dimiliki siswa, yang mana kedua data dikumpulkan dengan menggunakan tes. Untuk hipotesis I dan hipotesis II data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif menggunakan uji-t satu ekor dan untuk hipotesis III data dianalisis menggunakan MANOVA. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa : (1) keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model pembelajaran Integratif berbantuan Asesmen Kinerja lebih tinggi dari pada siswa yang belajar dengan model pembelajaran Konvensional, (2) keterampilan berpikir kreatif siswa yang belajar dengan model pembelajaran Integratif berbantuan Asesmen Kinerja lebih tinggi dari pada siswa yang belajar dengan model pembelajaran Konvensional, serta (3) terdapat perbedaan secara simultan dari keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Integratif berbantuan Asesmen Kinerja dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran Konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Integratif, Asesmen Kinerja, Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Berpikir Kreatif This study aimed to determine whether : (1) student?s critical thinking skills who studied with Integrative Learning Model assisted with Performance Assessment is better than student?s critical thinking skills who studied with Conventional Learning Model, (2) student?s creative thinking skills who studied with Integrative Learning Model assisted with Performance Assessment is better than student?s creative thinking skills who studied with Conventional Learning Model , and (3) there are differences simultaneous delivery of critical thinking skills and creative thinking skills among students who s studied with Integrative Learning Model assisted with Performance Assessment by students who studied with Conventional Learning Models. This research is a quasi experimental design with posttest only control group design. The population of this study was all students of tenth grade of SMAN 4 Denpasar in akademic year 2016/2017 with the number of students 320 people, consisting of MIPA group as much as 9 classes and IPS groups as much as 1 class. Samples were taken by using cluster random sampling technique. The data are needed in this study such as students?s critical thinking skills and creative thinking skills, in which both of them collected using by test. For the first hypothesis and the second hypothesis, data have been obtained would analyzed descriptively by using one tailed of t-test and the third hypothesis, data were analyzed by using MANOVA. Based on the results of the analysis showed that : (1) student?s critical thinking skills who studied by Integrative Learning Model aided with Assessment Performance is higher than the students who learning with Conventional Learning Model, (2) student?s creative thinking skills who learning with Integrative Learning Model aided Assessment Performance is higher than students who learning with Conventional Learning Models, and (3) there is a difference simultaneous delivery of critical thinking skills and creative thinking skills among students who study with an integrative teaching model aided by the performance assessment of students learning with conventional learning modelskeyword : Integrative Learning Model, Performance Assessment, Critical Thinking Skills, Creative Thinking Skills
Development of mathematics learning tools through scientific approach with problem based learning (PBL) settings to improve motivation and learning achievement Dewi, Ni Luh Sintya; Suweken, Gede; Sudiarta, I Gusti Putu
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 52, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.819 KB) | DOI: 10.23887/jpp.v52i1.17247

Abstract

This research aimed at obtaining a scientific learning tool in the scientific approach with a valid, practical and effective problem based learning (PBL) setting. This development research was carried out according to Plomp & Nieveen (2010), i.e. (1) initial phase, (2) prototype phase, and (3) assessment phase (semi-summative evaluation). The learning tools consisted of student books and teacher manuals. This research was carried out at SMP Negeri 4 Mengwi. Learning device quality data was collected with validation sheets, learning device implementation sheets, student response questionnaires and teacher responses, motivation questionnaires and mathematics learning achievement tests. The characteristics of student books are (1) learning begins with real problems in everyday life that related to the material being studied; (2) students are given the opportunity to ask questions from the observations that have been done and answered by their colleagues; (3) discuss and seek solutions from the problem of "come thinking!" which has been given in groups; (4) presenting the results of the discussion, thus the students can give opinions, ask questions, and respond; (5) there is a summary of each material in each chapter. Characteristics of the teacher's manuals are (1) the existence of an initial narrative that describes the framework of the material to be studied; (2) contains the way the teacher facilitates learning in each part of the material; (3) include the student's book thus the teacher does not need to bring the students’ book; (4) there is an alternative solution to the problems and those problems are given in the student book; (5) the planting concept is done through problem based learning. The results showed that learning devices met the criteria: (1) valid, with an average validity was 3.62 based on the opinions of two validators, (2) practical, with an average practicality was 3.13 based on the implementation of learning devices from the viewer's opinion, teachers, and students, (3) effective, with an average learning motivation of 81.9 and the average results of the 80.9 student learning achievement test were based on students' completeness in learning material that exceeds the defined KKM by showing increased in the motivation and student learning achievement.
PEMBELAJARAN DENGAN VISUAL SCAFFOLDING UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TERBUKA MATERI FUNGSI KUADRAT Rahmawati, N. L. T; Suparta, I Nengah; Suweken, Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu lintasan pembelajaran dengan visual scaffolding pada materi fungsi kuadrat. Peneliti menitikberatkan pada kemampuan siswa menyelesaikan masalah terbuka. Pembelajaran ini disertai dengan penggunaan media pembelajaran geogebra untuk membantu siswa mengeksplorasi konsep fungsi kuadrat. Penelitian ini menggunakan design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis siswa di LKS, hasil post test, wawancara dan observasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Rumusan akhir lintasan pembelajaran dari penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut : (1) mengeksplorasi karakteristik grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (2) mengeksplorasi titik potong grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (3) mengeksplorasi titik puncak grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (4) menemukan kemungkinan jawaban permasalahan open ended dengan memanipulasi media visual. Dari temuan yang diperoleh, dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan visual scaffolding dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan menyelesaikan permasalahan open ended. Kata-kata kunci: fungsi kuadrat,permasalahan open ended, visual scaffolding AbstractThis research aims at designing a learning trajectory with visual scaffolding on quadratic functions. The study emphasized the student’s ability on solving open-ended problems. This learning is supported by the use of instructional media GeoGebra to help students to explore the concept of quadratic function. Design research was deliberately chosen as the method of this study, with the following three steps: preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The data related to student’s activities and strategies that students used to solve the given problems during learning processes were collected using student’s written works on some worksheets, post tests, interviews and observations. Final learning trajectory of this research has four steps: (1) exploring characteristic of quadratic function graph by manipulating visual media, (2) exploring intersection point of quadratic function graph with x-axes by manipulating visual media, (3) exploring vertex point of quadratic function graph by manipulating visual media, (4) finding possible solutions in solving open ended problems by manipulating visual media. The results showed that visual scaffolding was able to develop the students’ ability on solving open ended problems on quadratic function materials. Keywords: quadratic function, open-ended problems, visual scaffolding
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MATHLET Suweken, Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Menurut Depdiknas, matematika seharusnya dibelajarkan (1) sebagai kegiatan penelusuran pola dan hubungan, (2) sebagai kreativitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan, (3) sebagai kegiatan pemecahan masalah, dan (4) sebagai alat berkomunikasi. (Depdiknas, 2004). Namun harapan ini masih jauh dari kenyataan, masih banyak guru yang mengajarkan matematika hanya sebagai kumpulan rumus, prosedur, atau algoritma, yang sifatnya hapalan, dengan sumber belajar yang hanya berupa buku teks. Proses pemaknaan konsep, keterkaitan antar konsep, berbagai cara merepresentasikan konsep, dan berbagai karakteristik matematika yang lain, adalah hal-hal penting yang belum tersentuh dalam pembelajaran. Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sehingga lebih sesuai dengan harapan Depdiknas adalah dengan memanfaatkan alat peraga virtual (virtual manipulatives atau mathlet) dalam pembelajaran. Mengapa dan bagaimana alat peraga virtual akan bisa meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, inilah yang akan dibahas dalam makalah ini.
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN BERBANTUAN PERTANYAAN WHAT-IF DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENANGANI PERMASALAHAN MATEMATIKA TERBUKA Payadnya, I Putu Ade Andre; Suparta, I Nengah; Suweken, Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan teori pembelajaran lokal pada materi luas daerah lingkaran. Penelitian menitikberatkan pada peningkatan kemampuan siswa menangani permasalahan matematika terbuka. Sebagai bantuan, dalam pembelajaran disertai pertanyaan what-if untuk mengembangkan pemikiran siswa. Penelitian ini menggunakan metode design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Aktivitas pembelajaran disusun berdasarkan prinsip-prinsip permasalahan matematika terbuka. Implementasi pembelajaran dilakukan di Kelas VIII SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis siswa di LKS, hasil post-test, wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Lintasan pembelajaran dari penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut: (1) menghitung luas daerah gambar danau menggunakankertas berpetak, (2) menghitung luas daerah lingkaran menggunakan kertas berpetak , (3) menemukan nilai π dan rumus luas daerah lingkaran, (4) menyelesaikan berbagai permasalahan matematika terbuka. Temuan yang diperoleh peneliti adalah dimana siswa sempat kesulitan menemukan metode lain dan banyak variasi jawaban siswa yang tidak diprediksi sebelumnya. Siswa sudah mampu melakukan reasoning dengan baik meskipun masih ada yang kurang efektif. Pemahaman siswa pada permasalahan matematika terbuka meningkat. Peneliti mementingkan aspek keterhubungan dan realitas sajian dalam lintasan pembelajaran. Kata-kata Kunci: Luas Daerah Lingkaran, Permasalahan Matematika Terbuka, Pertanyaan What-If, Teori Pembelajaran Lokal  AbstractThe purpose of the study was to obtain a local instructional trajectory for the area of the circle materials. The focus of the study was on the improvement of students’ ability on solving open-ended problems. As supports, the what-if type questions are used to developed student thinking ability. Design research was deliberately chosen as the method of the present study, with three following steps: (1) preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The teaching implementation was carried out at Grade VIII SMP Negeri 1 Singaraja Academic Year 2015/2016. The data related to student’ activities and strategies that students used to solve the given problems during learning processes were collected through students’ written works in the worksheets, result of post-test, interviews, and observations. The gathered data were analysed descriptively. Learning trajectory of this research has four steps: (1) counting the area of lake pictures using grid paper, (2) counting the area of the circle using grid paper, (2) refinding π and the area of the circle formula, and (4) solving open-ended problems. From the research we found that in the beginning students are difficultto find another method when counting the area of the circle using grid paper. The other finding show that there are many variation in students’ answer. The students was capable to do reasoning although there are the reasoning that not effective. Students’ understanding in open-ended problems was increased. Researcher put important point in conecctivity and object reality in learning trajectory. Key words: Area of The Circle, Open-Ended Problems, What-if Questions, Design Research, Local Instructional Theory
Co-Authors - Sariyasa, - ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed. ., Gusti Ngurah Yogi Maha Putra ., I Dewa Gede Wahyu Gitariana ., I G. P. Habibi Mudi Sucipta ., I Gusti Ngurah Yatra Pratistha ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si., M.S ., I MADE BUDIADNYANA ., I MADE KARIADI ., I Made Putra Juniantara ., I MADE SUDIRMAN ., I PUTU ADE ANDRE PAYADNYA ., I PUTU SANCITA ., I Wayan Dipta Samsidim ., IDA AYU AGUNG SULISTIAWATI ., KADEK YUDISTA WITRAGUNA ., Kurniawan Cahyanto ., Ni Kadek Pipin Asri Udiyani ., Ni Luh Sudiartini ., NI LUH TIA RAHMAWATI ., NI MADE IDA AGUSTINI ., Ni Made Tyagita Viviana ., Ni Putu Lisa Sadwi Prawerti ., PUTU AGUS EKA MASTIKA YASA ., PUTU EKA DWIPAYANA ., RENDRA PURNAMA PUTRA A. A Gd Putra Arjawa, A. A Gd Putra Ade Prajnawini . Agung Novi Kusuma Dewi Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Apriyanti, Muda Budiarta, I Kadek Dwi Cahyaningrum, Kadek Ayu Kusuma Dewa Ayu Oka Setiawati Dewa Putu Wiadnyana Putra Dewi Astuti . Dewi Astuti ., Dewi Astuti Dewi, Ni Luh Sintya Dian Puspita Putri, Luh Putu Djoko Waluyo Djoko Waluyo, Djoko Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Dr.I Wayan Sadra,M.Ed . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Dwiantara, I Kadek Dyah Maharani Pande Putu Erin Febri Astuti, Ni Putu Ermawati, Ni Made Dewi Evi Dwi Krisna . Gede Indrawan Gusti Agung Wirapathi Gusti Ayu Mahayukti Gusti Ngurah Yogi Maha Putra . I Dewa Gede Wahyu Gitariana . I G. N. Yudi Hartawan I G. P. Habibi Mudi Sucipta . I Gede Eka Artaguna . I Gede Eka Artaguna ., I Gede Eka Artaguna I Gst Putu Sudiarta I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Ngurah Yatra Pratistha . I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si., M.S . I Gusti Putu Suharta I Ketut Agus Buda Sumiranata . I Ketut Agus Buda Sumiranata ., I Ketut Agus Buda Sumiranata I KETUT SUTAMA . I Made Adi Yasa I Made Ardana I Made Candiasa I Made Dharma Atmaja I Made Hermawan Surya Putra . I Made Hermawan Surya Putra ., I Made Hermawan Surya Putra I Made Putra Juniantara . I Made Suarsana I Made Suarsana I Nyoman Sukajaya I Putu Ade Andre Payadnya I Putu Wisna Ariawan I Wayan Dipta Samsidim . I WAYAN EKA ARYASUTA . I WAYAN MULIANA . I Wayan Puja Astawa I Wayan Suardita . I Wayan Suardita ., I Wayan Suardita I Wayan Sumandya I.M.K. Wijaya Kadek Yota Ernanda Aryanto Kurniawan Cahyanto . Kurniawan, Pande Putu Lestari, Werdi Luh Putu Dian Puspita Putri Mahadewi, Ni Kadek Natia Mertasari, N.M.S. MUH. HARAWAN DIMAS JAKARIA . N. K Sri Widya Lestari N. L. T Rahmawati N. M. Aristya Dewi N. N. A. Partini N. W. Karmila Putri N.M.S. Mertasari Ni Kadek Pipin Asri Udiyani . Ni Luh Heni Purnamayanti Ni Luh Okassandiari, Ni Luh Ni Luh Sintya Dewi Ni Luh Sudiartini . Ni Made Aristya Dewi . Ni Made Aristya Dewi ., Ni Made Aristya Dewi Ni Made Sri Mertasari Ni Made Tyagita Viviana . Ni Made Yuning Sari Parwati Ni Nengah Ari Partini . Ni Nengah Ari Partini ., Ni Nengah Ari Partini Ni Nyoman Parwati Ni Putu Eka Trisnayanti Ni Putu Erin Febri Astuti Ni Putu Lisa Sadwi Prawerti . Ni Wayan Karmila Putri . Ni Wayan Karmila Putri ., Ni Wayan Karmila Putri Ni Wayan Sri Maeti Ni Wayan Sunita Octamela, Kadek Surya Oktavianiasih, Ni Putu Partini, N. N. A. Payadnya, I Putu Ade Andre Prasanti, Made Cita Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putra, I Kadek Jeki Lesmana Putra, I Komang Adi Putri, N. W. Karmila PUTU DIAN KARLINA DEWI . Putu Mirah Purnama Dewi RAHADI, I WAYAN SELAMET Rahmawati, N. L. T Ratih Ayu Apsari Riani, Ni Made Shinta Teja Sari, Rosalia Made Veny Nidia Sariyasa . Setiawati, Dewa Ayu Oka Sri Widya Lestari, N. K Surya Adi Putra, I Putu Taufik Akbar Taufik Akbar Udani, Ketut Sri Naya Wijaya, I.M.K. Wikasari, Ayu