Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN SARANA PEMBELAJARAN BUATAN GURU PADA PROSES PEMBELAJARAN JARAK JAUH LUAR JARINGAN BAHASA INDONESIA SISWA KEALAS X DI SMK NEGERI BALI MANDARA Putu Sri Laksmi Dewi; I Gede Nurjaya; I Wayan Artika
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 12 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v12i3.39382

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses , hambatan-hambatan yang dialami guru dan siswa, serta  respons siswa terhadap penggunaan bahan ajar buatan guru pada sistem PJJ Luring bahasa Indonesia di kelas X SMKN Bali Mandara. Subjek penelitian ini yaitu guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan siswa kelas X SMKN Bali Mandara yang mengikuti sistem PJJ Luring. Objeknya yaitu, proses pelaksanaan, hambatan-hambatan guru dan siswa, serta respons siswa terhadap penggunaan sarana pembelajaran buatan guru pada proses PJJ Luring. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Proses pelaksanaan PJJ Luring berhasil di terapkan dengan cukup baik. Hambatan-hambatan yang diperoleh guru dan siswa yakni: guru kesulitan memberikan pemahaman secara intens terkait bahan ajar yang diberikan , guru kesulitan untuk memberikan inovasi-inovasi yang kreatif terhadap tugas-tugas yang melibatkan fasilitas tertentu, komunikasi yang kurang intens antara siswa dan guru, serta jaringan internet yang kurang stabil ketika siswa hendak mengikuti pembelajaran  menggunakan media Classroom. Respons peserta didik terkait penggunaan sarana pembelajaran buatan guru pada proses PJJ Luring yaitu cukup baik. Hal ini dibuktikan dari rata-rata minat siswa 60%, respons 64% serta efektivitas sarana pembelajaran 65%  dengan kualifikasi keefektivan cukup baik.
ANALISIS TEKS BIOGRAFI KARYA SISWA KELAS X IBB2 SMA N 1 TEJAKULA Mahdalena; Made Sri Indriani; I Wayan Artika
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 12 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v12i3.58095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebahasaan dan struktur teks biografi karya siswa yang berjudul Analisis Teks Biografi Karya Siswa Kelas X IBB2 SMA N 1 Tejakula. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah teks biografi karya siswa sedangkan objek penelitian ini adalah kaidah kebahasaan dan struktur teks biografi. Data dikumpulkan dengan metode dokumntasi. Analisis data dilakukan dangan kata-kata dan penarikan simpulan. Adapun hasil penelitian, yaitu (1) dari segi kebahasaan, biografi yang dibuat oleh siswa keseluruhan mengandung kebahasaan teks biografi meliputi pronomina, kata kerja, Kata hubung, dan peristiwa, waktu, dan tempat, (2) Teks biografi yang dibuat oleh siswa juga mengandung struktur teks biografi meliputi orientasi, peristiwa atau masalah, dan reorientasi.
Cerita Fantasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Singaraja Sepri Sri Bina Br Naibaho; I Wayan Artika; I Nengah Martha
Jurnal Penelitian Mahasiswa Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the fantasy stories produced by students' work from various aspects, namely (1) the types of stories, (2) the power of fantasy, (3) the social scope contained in student fantasy stories. This study uses a qualitative descriptive design with the subject of fantasy stories by class VII students of SMP Negeri 3 Singaraja and the objects are types, fantasy power, and social scope of fantasy stories. data collection in this study using the documentation method. and analyzed by qualitative descriptive data analysis. The data that has been collected is processed inductively through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study were (1) the twenty-four works studied found that fourteen students' works raised the type of sliced ​​fantasy stories and ten total fantasy stories. Based on the types of fantasy stories, students are more likely to write sliced ​​fantasy story texts compared to fantasy story texts total, (2) students' fantasy power in fantasy stories related to characteristics, shapeshifting, supernatural beings, supernatural beings, characters and imagination in fantasy stories, (3) the social scope of fantasy stories revealed is in two social interaction fantasy stories, two social group fantasy stories, one social conflict fantasy story and one social norms and values ​​fantasy story
Preserving Beponggoan Tradition at Begawe Nyongkolan Merarik (Wedding) Event in Mereje Village, West Lombok Runi Fazalani; I Wayan Artika
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4060

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi beponggoan pada acara begawe nyongkolan merarik (pernikahan) di desa Mereje Lombok Barat. Adapun upaya dalam melestarikannya adalah dengan cara mempertahankan dan mengajarkan para remaja betapa pentingnya nilai yang terkandung didalam tradisi beponggoan tersebut, dan upaya pemerintah juga ikut andil dalam membudidayakan kamput (patung kuda) serta pakaian adat yang dikenakan masih dikembangkan sampai saat ini oleh masyarakat desa mareje dengan cara menenunkainnya dan menjahit pakaian kebayaknya serta lambungnya.
Kurikulum Sastra Berbasis Teknologi pada Era Digital Kami, Kanisius; Artika, I Wayan
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i2.900

Abstract

This research aims to describe the technology-based literature curriculum in the digital era. This type of research is library research with the object of research is technology-based literary curriculum in the digital era. The data of this research is in the form of verbal description that contains information about technology-based literature curriculum in the digital era, which is related to the underlying principles and alternative concepts of technology-based literature curriculum in the digital era. The data was obtained from sources such as books, research articles, and scientific journal proceedings. The data sources were selected based on considerations the credibility of the owner of the idea or publication. the accuracy of the source, especially regarding novelty, detail, and completeness. Objective balanced and acceptable, and (d) the availability of complete information about the data source for tracking and communication. The data analysis technique is content analysis or content a sis from the data source to the conclusion. The results in this study found several basic elements that can be accommodated in a technology-based literature curriculum in the digital era, including the use of digital media, interactive learning, e-learning platforms, the use of learning aids, digital skills development, and digital creativity
Cucuran Darah dalam Ritual Pasola dan Makna Bagi Kehidupan Masyarakat Sumba Kami, Kanisius; Artika, I Wayan; Artawan, Gede; Paramarta, I Ketut
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 4 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i4.1527

Abstract

This research aims to describe the meaning of bloodshed in the Pasola ritual for people's lives in Sumba.  This type of research is library research. The data in this research comes from books and scientific articles that discuss the Pasola ritual and its meaning. Data collection techniques are carried out through reading and analyzing literature relevant to the research topic. The data analysis technique is carried out through two main methods: first, content analysis, namely reviewing texts or documents to understand and interpret the meaning of the Pasola ritual; second, contextual analysis, namely understanding the social, cultural and historical context of the Pasola ritual. The results of this research found several important meanings of bloodshed in the Pasola ritual for the lives of the people of Sumba, including as a channel for fertility and successful harvests, respect for ancestors and guardian spirits of the land, as a ritual of purification and spiritual renewal, as a symbol of courage and virility, and a symbol of uniting society.
Folklore of Megibung and Its Digitalization as an Effort to Sustain the Balinese Tradition in the Globalization Era Adi Susrawan, I Nyoman; Artika, I Wayan
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 13 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v13i3.212-224

Abstract

This research is qualitative descriptive research that aims to (1) describe the elements of humans, nature, and God in the megibung tradition, (2) the relationship between humans, nature, and God in the megibung tradition, (3) describe the transfer of the vehicle for digitising gibing folklore as a type of folklore that is always maintained in the globalisation era. Data collection methods used in this research are documentation, observation (observations in the field), and interviews. The research results show that in the megibung tradition, the elements of humans, God, and nature are interrelated and influence each other. Humans are associated with the presence of God through gratitude and offerings, while the human relationship with nature is reflected in the use of natural resources and awareness of natural balance. This tradition teaches spiritual values, gratitude, and concern for nature as integral to the megibung experience. One of the efforts that can be made so that the gibing tradition remains stable in the digitalisation era is to transfer the vehicle for the gibing tradition from documentation in the form of oral discourse to digitalisation. Through this digital vehicle, people worldwide can get to know and appreciate the richness of Balinese culture and the gibing tradition virtually. It can also be an exciting way to promote tourism and preserve Balinese cultural traditions in the digital age.
PENERAPAN APLIKASI OLAH KATA PERSUASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL KEMASYARAKATAN Darmayanti, Ida Ayu Made; Artawan, Gde; Artika, I Wayan
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 12 No. 2 (2024): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v12i2.3423

Abstract

Penelitian ini menguraikan penerapan aplikasi studi olah kata persuasi yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Penerapan studi olah kata ini menggunakan kalimat persuasi yang memiliki makna kalimat yang digunakan untuk memengaruhi seseorang agar berniat mengikuti hal yang disampaikan oleh komunikator. Metode pengumpulan dan analisis data ini memakai studi literatur atau kepustakaan. Adapun pembahasan ini adalah konsep olah kata persuasi ini dimaknai adanya pemakaian kata-kata yang didesain sedemikian rupa oleh pembicara untuk dapat memersuasi atau mengajak atau memengaruhi pendengar agar mau menuruti keinginan si pembicara dan juga adanya upaya pemaknaan secara pragmatis. Contoh aplikasi olah kata persuasi dan makna secara pragmatis adalah Setiap saat kita memberikan perhatian kepada seseorang yang kita cintai tapi nanti saat perayaan Valentine atau hari kasih sayang yang jatuh pada 14 Februari 2024, mari jatuhkan hatimu pada orang yang akan membangun negeri ini untuk menuju Indonesia yang lebih baik. Makna kalimat itu adalah pemilihan umum akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 dan diharapkan seluruh masyarakat Indonesia melakukan pemilihan dan menggunakan hati nurani dalam memilih calon pemimpin Indonesia.
Arah Pengembangan Kurikulum Program Studi Bahasa Dan Sastra Indonesia Mendukung Merdeka Belajar Di Era Revolusi Industri 4.0 Putra Gotama, Putu Andyka Andyka; Artika, I Wayan
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.373

Abstract

Revolusi industri saat ini disebut dengan revolusi industry 4.0. Revolusi industry ini ditandai dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak masif terhadap hidup manusia di seluruh dunia termasuk dalam dunia Pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah merespons perkembangan tersebut dengan mengeluarkan kebijakan-kebiajakan yang mesti diterapkan dalam dunia pendidikan. Dalam pendidikan, kurikulum merupakan “rohnya” yang sifatnya dinamis mengikuti perkembangan zaman. Pengembangan kurikulum harus dilakukan sebagai respons atas perkembangan IPTEK, kebutuhan masyarakat, serta kebutuhan pengguna lulusan. Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, di dalamnya mencakup: perencanaan, penerapan, dan evaluasi. Dalam prinsip pengambangan kurikulum terdapat beberapa hal pokok, yakni prinsip umum dan prinsip khusus. Melihat perkembangan tersebut, Pendidikan Tinggi, melalui Program Studinya wajib untuk melakukan restrukturisasi kurikulum untuk dapat menyediakan fasilitas kemerdekaan bagi mahasiswa dalam belajar sesuai dengan kebijakan dari pemerintah. Hal ini berlaku untuk semua Prodi di Pendidikan Tinggi, salah satunya adalah Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dibahas tentang arah pengembangan kurikulum Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia mendukung merdeka belajar di era revolusi industri 4.0. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hakikat pengembangan kurikulum dan arah pengembangan kurikulum Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia mendukung merdeka belajar di era revolusi industri 4.0. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan empiris dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara serta studi kepustakaan. Adapun analisis data yang digunakan adalah Teknik analisis data kualitatif secara induktif. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini dinyatakan bahwa pengembangan kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap kurikulum yang telah berlaku sehingga dapat memberikan kondisi belajar mengajar yang baik. Pengembangan kurikulum harus pula memperhatikan kebutuhan pembelajaran Era Industri 4.0 dan Society 5.0, Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Suwandi (2020) menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi semestinya juga dikembangkan dengan mengacu pada teori pendidikan berdasarkan standar (standard-based education) atau pendidikan berbasis capaian (outcome-based education) dan kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum) atau kuriklulum berbasis capaian (outcome-based curriculum). Selama ini pembelajaran sastra hanya berada pada tataran permukaan saja pada mata Pelajaran/matakuliah di sekolah ataupun Perguruan Tinggi, sehingga Sastra belum bisa dijadikan basis dalam peningkatan nilai/karakter siswa/mahasiswa. Oleh karena itu yang dibutuhkan tidak hanya pembaharuan kurikulum, namun juga guru atau dosen yang aktif mengapresiasi sastra baik dalam hal membaca buku sastra, menulis, mengalihwahanakan, termasuk apresiasi yang lain. Jika guru atau dosen aktif dalam mengapresiasi sastra, maka siswa/mahasiswapun akan termotivasi untuk mempelajari sastra. Kemudian, terkait dengan kurikulum yang berujung pada proses pembelajaran, sekarang ini yang dibutuhkan adalah suatu projek. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya belajar sastra itu menginginkan outpun berupa karya. Karya yang dimaksud adalah karya sastra tertulis atau bentuk lain dalam apresiasi sastra. Hal ini mesti menjadi inti dari kurikulum sastra. Pengembangan kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya mesti dilaksanakan. Kurikulum Pendidikan Tinggi secara anatomis terdiri atas: (1) Identitas Program Studi, (2) Evaluasi Kurikulum dan Tacer study, (3) Landasan Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, (4) Rumusan Standar Kompetensi Lulusan dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan, (5) Penetapan Bahan Kajian berdasarkan CPL, (6) Pembentukan Mata Kuliah dan penentuan bobot sks, (7) Struktur Mata Kuliah, (8) Rencana Pembelajaran Semester, dan (9) Manajemen dan Mekanisme Pelaksanaan kurikulum (Suwandi, 2020). Pada dasarnya prinsip pengembangan kurikulum terdiri atas 2 bagian, yakni prinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum pengembangan kurikulum tersebut terdiri atas relevasi,fleksibilitas, kontinuitas, praktis dan efesiensi, efektivitas. Sementara itu, prinsip khusus dalam pengembangan kurikulum berkaitan dengan tujuan pendidikan, isi pendidikan, proses pembelajaran, metode pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diberikan saran kepada para dosen hendaknya melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku dengan segala prinsip yang dikehendaki oleh kurikulum tersebut, para pengembang kurikulum dalam hal ini adalah Prodi diharapkan memperhatikan prinsip pengembangan kurikulum, baik prinsip umum maupun prinsip khusus dan peneliti lain diharapkan terus mengembangkan kajian sejenis karena pada dasarnya kurikulum itu dinamis, terus berkembang seiring perkembangan IPTEK dan kebutuhan industry.
Tradisi Megibung Di Kabupaten Karangasem Kajian Folklor Putra Gotama, Putu Andyka Andyka; Artika, I Wayan; Artawan, Gde; Paramarta, , I Ketut
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.387

Abstract

Hadirnya revolusi industri 4.0 tidak hanya berdampak pada perubahan kemajuan teknologi, namun juga berdampak pada kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Dampak tersebut mengakibatkan bergesernya nilai-nilai dari beberapa kebudayaan. Pergeseran ini terjadi di seluruh pulau di Indonesia, salah satunya adalah Bali. Setiap kabupaten di Bali sangat kaya dengan tradisi begitu pula halnya dengan Kabupaten Karangasem. Salah satu tradisinya adalah tradisi megibung. Walaupun tradisi megibung ini sarat akan nilai-nilai yang baik, namun seiring perkembangan zaman sekarang ini, tradisi megibung sudah mulai tergantikan posisinya dengan prasmanan. Hal ini disebabkan karena adanya anggapan terhadap nilai-nilai negatif dari tradisi megibung yang mengakibatkan munculnya resistensi dari tradisi tersebut. Oleh karena itu, dalam hal ini akan dibahas mengenai konsep dasar tradisi megibung dan nilai positif, serta negatif dari tradisi megibung. Selanjutnya penelitian ini menggunakan pendekatan empiris. Sementara itu, penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif. Metode penentuan subjek yang dipakai dalam penelitian ini adalah sampling nonprobability dengan jenis purposive sampling (sampling yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu). Metode pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara dan studi kepustakaan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara induktif mulai dari Reduksi data, klasifikasi data, display data, interpretasi data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah dapat disimpulkan bahwa megibung memiliki konsep dasar adalah makan bersama. Ada beberapa tata tertib yang mesti diikuti dalam proses megibung yaitu mulai menikmati hidangan ketika sudah dipersilakan oleh pemilik hajatan, tidak boleh mengambil makanan yang berada di depan seseorang, anggota terdiri atas 6-8 orang dalam satu kelompok, memulai dan mengakhiri proses megibung dilakukan bersama-sama, dan dipimpin oleh orang yang dituakan di kelompok tersebut. Tradisi megibung sarat akan nilai-nilai positif, diantaranya adalah nilai kebersamaan, gotong royong, kedisiplinan, demokrasi, toleransi, kekeluargaan, dan religius. Selain nilai positif tersebut di atas, megibung juga memiliki nilai negatif bagi sebagian masyarakat. Nilai negatif ini menyebabkan munculnya resistensi yang mengakibatkan tradisi megibung ini mulai bergeser ke prasmanan. Nilai negatif tersebut antara lain adalah……….
Co-Authors ., Anak Agung Elva Surya Dewi ., Dewa Ayu Wijayanti Kusuma Dewi ., Dwi Indah Yuliana Ni Made ., Eni Nur Anita ., I KADEK DARMADI ADIYASA ., I Made Astika, S.Pd., M.A. ., I Made Wiranatha Bhawa ., KOMANG SUMANTINI ., Luh Ade Rahayu Irma Yanti ., Made Nita Purwanti ., Ni Made Febrianthi ., Ni Made Sauca Yukti ., Ni Nyoman Dewi Narayukti ., Ni Putu Ana Yuspidayanti ., Ni Putu Sri Lestari ., Pt Bagus Gd Putra ., Putu Dianty Dewi A.A.Sagung Dian Chandradewi . Adelia, Ni Putu Cahya Adiyasa, I Kd. Darmadi Agus Eddy Hartawan . Ajmadewi, Ni Putu Khrisna Amalia, Salsabila Farah Anak Agung Elva Surya Dewi . Andryani, Kd Zervina Artawan, Gede Artawan, I Gde Astrawan, I Kadek Vera Darmayanti, Ni Putu Lily Desak Made Yoniartini Desak Nyoman Siti Ariani . Desak Nyoman Siti Ariani ., Desak Nyoman Siti Ariani Dewa Ayu Wijayanti Kusuma Dewi . Diantari, I Dewa Ayu Merry Dwi Indah Yuliana Ni Made . Dwi Ratih Wahyu Ningtias Eka Yanti, Ni Putu Dewi Eni Nur Anita . Franciska, Holla Fransiska Arina Ehgo Gde Artawan Gede Gunatama Gede Yuli Sutrawan . Gede Yuli Sutrawan ., Gede Yuli Sutrawan Gusti Ayu Cintya Pramita Hairunnisah, Yulianti I Dewa Ayu Merry Diantari I Dewa Gede Budi Utama I Gede Nurjaya I Gusti Agung Ayu Ria Mahayani . I Gusti Agung Ayu Ria Mahayani ., I Gusti Agung Ayu Ria Mahayani I Gusti Ngurah Adi Wiratmajaya . I Gusti Ngurah Adi Wiratmajaya ., I Gusti Ngurah Adi Wiratmajaya I KADEK ADHI DWIPAYANA . I KADEK DARMADI ADIYASA . I Kadek Sudarsana . I Kadek Sudarsana ., I Kadek Sudarsana I Kadek Sudiarsa . I Kadek Sudiarsa ., I Kadek Sudiarsa I Kd. Darmadi Adiyasa I Ketut Paramarta I Made Astika I Made Astika, S.Pd., M.A. . I Made Wiranatha Bhawa . I Nengah Martha I Nengah Sueca I Nyoman Adi Susrawan I Nyoman Darma Putra I Nyoman Kutha Ratna I Nyoman Weda Kusuma I Nyoman Yasa I Putu Wahya Santosa . I Putu Wahya Santosa ., I Putu Wahya Santosa I Wayan Sugiarta I Wayan Sumahardika . I Wayan Sumahardika ., I Wayan Sumahardika I Wayan Wendra Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putrayasa Kadek Wirahyuni Kami, Kanisius Kd Zervina Andryani Komang Dinda Ayu Kristyana Dewi Komang Mas Yudiarta KOMANG SUMANTINI . Lestari, Ni Wayan Pasek Luh Ade Rahayu Irma Yanti . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Nita Purwanti . Made Sri Indriani Mahdalena Maryani, Sri Narayukti, Ni Nyoman Dewi Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati . Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati ., Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati Ni Made Dian Dwi Jayanti . Ni Made Febrianthi . Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Sania Indri Wahyuni Ni Made Sauca Yukti . Ni Made Suaca Yukti Ni Nyoman Dewi Narayukti Ni Nyoman Dewi Narayukti . Ni Nyoman Sartini Ni Putu Ana Yuspidayanti Ni Putu Ana Yuspidayanti . Ni Putu Eka Purnama Dewi . Ni Putu Eka Purnama Dewi ., Ni Putu Eka Purnama Dewi Ni Putu Khrisna Ajmadewi Ni Putu Purnami Ni Putu Sri Lestari . Ningtias, Dwi Ratih Wahyu Nitami, Matilda Dwi Noval Amanda Firdaus . Noval Amanda Firdaus ., Noval Amanda Firdaus Paramarta, , I Ketut Pramita, Gusti Ayu Cintya Pramudhita, Kadek Denya Chandra Pratiwi, Kadek Dwi Priyanti Dharma Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Pt Bagus Gd Putra . Purnami, Ni Putu Putra Gotama, Putu Andyka Andyka Putu Dianty Dewi . Putu Sri Laksmi Dewi Runi Fazalani S.S. M.Pd Ida Ayu Sukma Wirani . Sang Ayu Putu Sriasih Santiadi, Ni Kadek Putri Sartini, Ni Nyoman Sepri Sri Bina Br Naibaho Sudiana, I Nym Sugeng Santoso Sugeng Santoso Sugiarta, I Wayan Tantri, Ade Asih Susiari Urip Widodo, Urip Widana, I Gede Rai Yanti, Kadek Diah Dwi Yudiarta, Komang Mas Yulianti Hairunnisah Yuspidayanti, Ni Putu Ana