Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Stimulating Metacognitive and Problem Solving-Skills Students' on Chemical Equilibrium through Modified Problem-Based Learning (M-PBL) Strategy Jusniar Jusniar; Syamsidah Syamsidah; Munawwarah Munawwarah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2023): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i2.1753

Abstract

This quasi-experimental aim is to examine the effect of implementing the M-PBL strategy on the metacognitive and problem-solving skills of Chemistry Education students. The number of research samples was 35 and 33 students for the experimental and control classes were selected randomly. The experiment class uses the M-PBL strategy. In contrast, the control class usages a verification strategy for Chemical Equilibrium, Advance Basic Chemistry courses in the even semester of the 2020/2021 academic year. Two instruments used are, 1) 12 items of Objective test on Chemical Equilibrium (CE) to measure students' problem-solving skills. 2) 12 Essay Test items to measure metacognitive knowledge. Assessment of metacognitive Knowledge adapts Rompayom's rubric. Implementing the M-PBL Strategy affected students' declarative, procedural, and conditional knowledge. The MPBL strategy had a better effect than conventional strategies on students' problem-solving skills. 
Efektivitas Penggunaan Video Youtube dalam Model Pembelajaran Direct Instruction terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Wonomulyo (Studi pada Materi Pokok Reaksi Reduksi dan Oksidasi) Gian Fikriansyah; Taty Sulastry; Jusniar Jusniar
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat121236342023

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas penggunaan video Youtube dalam model pembelajaran direct instruction terhadap hasil belajar peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Wonomulyo pada materi pokok reaksi reduksi dan oksidasi. Desain penelitian ini adalah the one group pretest posttest design. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Wonomulyo. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan hasil belajar dari rata-rata sebelum perlakuan yaitu 34,63 meningkat menjadi 84,23 dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,75 ini berarti penggunaan video Youtube dalam model pembelajaran direct instruction efektif dengan kategori tinggi terhadap hasil belajar peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Wonomulyo materi pokok reaksi reduksi dan oksidasi. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t pihak kanan diperoleh thitung = 4,5417 pada taraf signifikan α = 0,05 diperoleh ttabel = 1,699. Hal ini dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak atau H1 diterima artinya penggunaan video Youtube dalam model pembelajaran direct instruction efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Wonomulyo pada materi pokok reaksi reduksi dan oksidasi.Kata Kunci: Video Youtube, Direct Instruction, Hasil belajar.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII A SMP Muhammadiyah Muntilan Sigit Priyanto; Jusniar Jusniar; Rostina Arsani
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 4, No 1 APR (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peserta didik SMP Muhammadiyah Muntilan kurang aktif mengikuti pembelajaran IPA, kurang memanfaatkan kesempatan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Keaktifan mengemukakan pendapat masih rendah. Respon peserta didik yang rendah menunjukkan keaktifan peserta didik dalam belajar IPA masih rendah.. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak 2 siklus. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas siswa dan tes hasil belajar pada materi Enenrgi dalam kehidupan sehari – hari. Hasil penelitian di temukan aktivitas pra siklus, siklus 1, dan 2, mengalami peningkatan. Keaktifan belajar pra siklus : 55%, siklus 1: 70% dan siklus 2: 83%. Ketercapaian KKM hasil belajar pra siklus 33%, siklus 1 60% dan siklus 2 90%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran IPA siswa kelas VII A di SMP Muhammadiyah Muntilan.Kata Kunci: Problem Based Learning, keaktifan belajar, materi energi, hasil belajar,
Efektivitas Penggunaan Video Youtube dalam Model Pembelajaran Direct Instruction terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Wonomulyo (Studi pada Materi Pokok Reaksi Reduksi dan Oksidasi) Gian Fikriansyah; Taty Sulastry; Jusniar Jusniar
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat121236342023

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas penggunaan video Youtube dalam model pembelajaran direct instruction terhadap hasil belajar peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Wonomulyo pada materi pokok reaksi reduksi dan oksidasi. Desain penelitian ini adalah the one group pretest posttest design. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Wonomulyo. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan hasil belajar dari rata-rata sebelum perlakuan yaitu 34,63 meningkat menjadi 84,23 dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,75 ini berarti penggunaan video Youtube dalam model pembelajaran direct instruction efektif dengan kategori tinggi terhadap hasil belajar peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Wonomulyo materi pokok reaksi reduksi dan oksidasi. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t pihak kanan diperoleh thitung = 4,5417 pada taraf signifikan α = 0,05 diperoleh ttabel = 1,699. Hal ini dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak atau H1 diterima artinya penggunaan video Youtube dalam model pembelajaran direct instruction efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Wonomulyo pada materi pokok reaksi reduksi dan oksidasi.Kata Kunci: Video Youtube, Direct Instruction, Hasil belajar.
PENGARUH MEDIA KOTAK KARTU MISTERIUS (KOKAMI) PADA MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA SMA NEGERI 5 MAKASSAR (STUDI PADA MATERI POKOK LAJU REAKSI) ST Aminah Y; Muharram Muharram; Jusniar Jusniar
Jurnal IPA Terpadu Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v7i1.33827

Abstract

Penelitian eksperimen semu ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media kotak kartu misterius (kokami) pada model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Makassar. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XI SMA Negeri 5 Makassar yang tersebar dalam 9 kelas. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI MIPA5 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA7 sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik masing – masing sebanyak 36 orang yang ditentukan dengan cara teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar berupa tes objektif yang terdiri dari 25 soal pilihan ganda yang sudah tervalidasi. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar pada materi pokok laju reaksi berupa post-test yang dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Pengujian hipotesis dengan uji Mann-Whitney menghasilkan Zhitung = 4,03 pada taraf signifikan, α = 0.05 diperoleh Ztabel= 1,64. Oleh karena itu, Zhitung>Ztabel, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media kotak kartu misterius (kokami) pada model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Makassar pada materi pokok laju reaksi.
Analisis Kesadaran Dan Pengetahuan Metakognitif Mahasiswa Pendidikan Kimia Pada Konsep Kesetimbangan Kimia Jusniar Jusniar; Muh Yunus; Hardin Hardin
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.059 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian deskriptif korelasional ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesadaran metakognisi dengan pengetahuan metakognitif mahasiswa Pendidikan Kimia setelah implementasi Strategi M-PBL.  Disampin itu, juga untuk melihat ada tidaknya hubungan kesadaran dan pengetahuan metakognisi dengan hasil belajar KK.  Sampel penelitian sebanyak 35 mahasiswa yang memprogramkan Kimia Dasar Lanjut pada semester genap Tahun akademik 2020/2021. Instrumen yang digunakan ada dua yaitu 1) angket MAI (metacognitive Awareness Inventory) diadaptasi dari Scraw untuk mengukur kesadaran metakognitif. 2) Tes semi objektif masing-masing sebanyak 12 item untuk mengukur pengetahuan metakognitive yaitu pengetahuan deklaratif, prosedural, dan kondisional. Rubrik pengetahuan metakognitif untuk Konsep Kesetimbangan Kimia (KK) mengadaptasi rubrik Rompayom. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dengan menggunakan Spearman’s rho antara pengukuran pengetahuan metakognitif dengan angket MAI dan skor tes pengetahuan metakognitif konten KK. Masing-masing  harga korelasi pengetahuan deklaratif adalah r = 0,338 (kuat); pengetahuan prosedural r = 0,559 (kuat); dan pengetahuan kondisional r = 0,618 (sangat kuat). Korelasi angket kesadaran metakognisi dengan hasil belajar kategori lemah; sedang skor tes pengetahuan metakognitif dengan hasil belajar KK berkorelasi kuat. Kata Kunci: Kesadaran Metakognitif, Pengetahuan Metakognitif, Korelasi, Kesetimbangan Kimia
Pengaruh Pemberian Tugas Rumah dalam Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Labakkang Boarding School (Materi Pokok Termokimia) Mirnawati Mirnawati; Jusniar Jusniar; Alimin Alimin
ChemEdu Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v3i1.32490

Abstract

The research is a quasi-experiment aimed to know the effect of homework in problem Based learning on critical thinking skills of students in class XI IPA SMAN 2 Labakkang Boarding School. The population was class XI IPA SMAN 2 Labakkang Boarding School which consisted of forty two students. A random sampling technique was used assuming homogeneity of students ability. The class selected as a sample was class XI IPA Albathani as an experimental class which consisted of 21 students and XI IPA Alfarizi as a control class which consisted of 21 students. The independent variable in this research was homework in problem Based learning in the experimental class and problem based learning in control class, the dependent variable was student’s critical thinking skills on thermochemical topic. Data colletion technique was obtained from student’s critical thinking skills test on posttest, which consist of 6 items essay test. The data analysis technique used are descriptive and inferential statistical analysis. The hypothesis test using t-test shows that tcalculated>ttable = 1,738 > 1,684 with α═ 0,05. So, I concluded homework in problem Based learning gave a postive effect critical thinking skillsof student in class XI IPA SMAN Labakkang Boarding School on thermochemicaltopic.
Studi Komparasi Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Campalagian (Materi Pokok Reaksi Reduksi dan Oksidasi) Magfirah Magfirah; Halimah Husain; Jusniar Jusniar
ChemEdu Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v3i3.39335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa Kelas X SMAN 1 Campalagian yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan tipe STAD. Populasinya adalah siswa kelas X SMAN 1 Campalagian yang terdiri dari sembilan kelas, sedangkan sampelnya adalah kelas X1 sebagai kelas eksperimen 1 yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan kelas X5 sebagai kelas eksperimen 2 yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan jumlah siswa masing-masing 35 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah “Posttest Only Design”.Variabel bebasnya adalah pembelajaran kooperatif tipe TGT dan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan variable terikatnya yaitu hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas TGT pada posttest yaitu 71,53 lebih tinggi daripada kelas STAD dengan nilai posttest yaitu 63,61, dan berdasarkan analisis statistic berbeda secara signifikan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan tipe STAD di kelas X SMAN 1 Campalagian pada Materi Pokok Reaksi Reduksi dan Oksidasi. ABSTRACT This research is aimed to find out the difference of learning outcomes between the tenth grade students which taught with TGT and STAD type.The population of this research was the tenth grade students of SMAN 1 Campalagian which consists of nine classes. While the samples were class X1 as the first experimental class which taught with cooperative TGT type and class X5 as the second experimental class which taught with cooperative STAD type, each class consists of 35 students. The design research is “Posttest Only Design”. The independent variables are the cooperative learning TGT type and cooperative learning STAD type, while the dependent variable is the learning outcomes. The result showed that mean score of TGT class on posttest was 71,53 higher than STAD class with mean score on posttest was 63,61, and different significantly. It can be concluded that there is a difference of learning outcomes between the tenth grade students of SMAN 1 Campalagian which taught with TGT type and STAD type on the main material Reduction and Oxidation Reaction.
Analisis Miskonsepsi Siswa Kelas X.1 dan X.7 SMA Negeri 11 Makassar pada Konsep Larutan Elektrolit dan Reaksi Reduksi-Oksidasi dengan Menggunakan Three Tier Test Nuraini Yusuf; Jusniar Jusniar; Muh. Yunus
ChemEdu Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v3i2.36829

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui besar persentase siswa kelas X.1 dan X.7 yang mengalami miskonsepsi pada konsep larutan elektrolit dan reaksi reduksi-oksidasi di SMA Negeri 11 Makassar dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi tersebut. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini melalui tes diagnostic yaitu Three Tier Test dan didukung oleh data hasil observasi, dan wawancara klinikal. Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa kelas X di SMA Negeri 11 Makassar tahun pelajaran 2015/2016 yang telah mempelajari konsep larutan elektrolit dan reaksi reduksi-oksidasi yang terdiri atas dua kelas yaitu kelas X.1 dan X.7 sebanyak 65 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa persentase siswa kelas X.1 dan X.7 di SMA Negeri 11 Makassar yang mengalami miskonsepsi pada konsep larutan elektrolit dan Reaksi Reduksi-Oksidasi adalah 35,7%. Sebanyak 4,5% siswa mengalami false positive dan 31,2% mengalami false negative. Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi pada siswa antara lain kurangnya konsentrasi siswa di kelas, penekanan guru yang kurang dalam menyampaikan materi, dan sumber belajar yang tidak tetap.   ABSTRACT This research is a descriptive analysis research that aims to determine the percentage of X.1 and X.7 class students who have misconceptions on electrolyte solution and reduction-oxidation reaction concept in SMA Negeri 11 Makassar and describe the factors that cause these misconceptions. The data of research was obtained by diagnostic tests which is Three Tier Test and supported by observation data and clinical interviews. Subjects in this research were students of class X.1 and X.7 SMA Negeri 11 Makassar in the academic year 2015/2016 who has been studying electrolyte solution and reduction-oxidation reaction concepts as many as 65 people. Based on the research that has been done can be concluded that the percentage of students in the class X.1 and X.7 SMA Negeri 11 Makassar who have misconceptions on electrolyte solution and reduction-oxidation reaction concept was 35.7%. A total of 4.5% students experienced false positive and experienced 31.2% false negative. The factors that lead to misconceptions in students are lack of students concentration in the class, the teacher is less emphasis in presenting the material, and learning resources that are not fixed.
Penerapan Metode Tutor Sebaya pada Model Discovery learning (DL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Eka Inra Yuliyanti; Jusniar Jusniar; Herlina M
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.779

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan pada kelas XII IPA 5 UPT SMA Negeri 10 Gowa yang terdiri dari 34 peserta didik. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus dengan menerapkan metode tutor sebaya pada discovery learning pada materi sifat koligatif larutan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar peserta didik (post-test). Hasil analisis data diperoleh ketuntasan belajar peserta didik terjadi peningkatan yaitu dari 55,88% pada siklus I menjadi 82,35% pada siklus II. Berdasarkan hal tersebut dapatdisimpulkan bahwa penerapan metode tutor sebaya pada model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik XII IPA 5 UPT SMA Negeri 10 Gowa pada materi sifat koligatif larutan