Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Strengthening Character Education through Participatory Scout Extracurricular Mentoring in an Indonesian Madrasah M Riyan Hidayat; Diyana
Edupro: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Edupro: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (April)
Publisher : CV. Jalan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65793/e-jppkm.2026.121

Abstract

Strengthening students’ character education requires learning spaces that go beyond formal classroom instruction. This community service program aimed to strengthen students’ character through structured Scout extracurricular mentoring at MTs Daarun Najaa Sumber Hidup, Ogan Komering Ilir. The program employed a participatory service-learning intervention involving the madrasah, Scout coaches, teachers, Mandiri KKN students, and student participants. The activities were implemented through four stages: needs assessment, program design, implementation, and evaluation-reflection. Data were collected through participatory observation, field notes, documentation, informal interviews, and student feedback, then analyzed descriptively and thematically. The results show that Scout mentoring helped transform routine extracurricular activities into value-oriented character education practices. The program produced a character-based mentoring design and strengthened students’ religiosity, discipline, responsibility, cooperation, leadership, and social concern through opening assemblies, marching practice, squad work, environmental care activities, leadership rotation, and value reflection. Students became more orderly, more responsible in completing squad tasks, more willing to cooperate, and more confident in taking leadership roles. This program implies that Scout extracurricular activities can serve as a practical character education strategy when supported by clear behavioral indicators, consistent mentoring, reflective activities, and active involvement of Scout coaches and teachers.
Kisah Yajuj Majuj dalam Tafsir Al-Azhar : Analisis Intertekstualitas Julia Kristeva M. Riyan Hidayat
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 6, No 1 (2021): J-Alif, Volume 6, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.339 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v6i1.2206

Abstract

AbstractThis study focuses on the story of Yajuj and Majuj in Al-Azhar's Tafsir which was studied in depth using Julia Kristeva's theory of semanalysis and intertextuality. The purpose of this study is to find a relationship between Tafsir Al-Azhar Buya Hamka and Tafsir Fi Zilalil Qur'an Sayyid Qutb. The method used is descriptive qualitative. This research is included in the category of heirloom studies (library research), which collects data through books, articles, and writings related to research. The results showed that the Al-Azhar interpretation had a transposition of the text's relationship with the Tafsir Fi Zilalil Qur'an which was included in the modification, existence, and parallel categoriesAbstrakPenelitian ini berfokus pada kisah Yajuj Majuj dalam Tafsir Al-Azhar yang dikaji secara mendalam dengan menggunakan teori semanalisis dan intertekstualitas Julia Kristeva. Tujuan penelitian ini mencari hubungan antara Tafsir Al-Azhar Buya Hamka dan Tafsir Fi Dzilali Al-Qur’anSayyid Qutb. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini masuk dalam kategori kajian pusaka (library research) yang mana pengumpulan data melalui buku-buku, artikel, tulisan yang terkait dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Al-Azhar memiliki transposisi hubungan teks dengan Tafsir Fi Dzilali Al-Qur’anyang masuk dalam kategori modifikasi, eksistensi, dan parallel. 
Influencer dalam Al-Qur???an: Sebuah Kajian Tafsir Tematik Ahmad Murtaza MZ; M. Riyan Hidayat
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.323

Abstract

Pada penelitian pustaka (library research) ini memiliki tujuan untuk menggali lebih dalam makna influencer yang terdapat dalam literatur kitab-kitab tafsir terhadap surat An-Nahl ayat 125 tentang penggunaan media sosial oleh influencer. Di samping itu, penelitian ini merupakan kajian tafsir tematik agar dapat mengungkapkan makna dari influencer yang sesuai dengan petunjuk dari Al-Qur???an yang dibuktikan melalui literatur tafsir hingga menemukan aturan-aturan dari Al-Qur???an yang bermanfaat bagi influencer. Prinsip-prinsip yang terkandung dari Al-Qur???an ini bermaksud agar influencer memberikan dampak positif bagi tiap pengikutnya di media sosial. Dalam penelitian ini menghasilkan bahwa tiap influencer memiliki caranya tersendiri dalam menyampaikan kebaikan yang disesuaikan dengan sarana prasarana masa sekarang.
Kitab Suci Al-Qur’an-Hadis: Refrensi Resepsi, Performasi dan Aktualisasi Budaya Masyarakat Sosio-Kultural Indonesia M. Riyan Hidayat; Aghnia Faradits; Retno Yuliati; Tapaul Habdin; Amilin Agustin
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/vp42dy67

Abstract

Artikel ini membahas gagasan Saifuddin Zuhri Qudsy mengenai relasi antara teks Al-Qur’an dan hadis dengan praktik sosial-budaya masyarakat Indonesia. Berangkat dari asumsi bahwa teks keagamaan sering mengalami kesenjangan konteks kultural dengan masyarakat-Arab, Saifuddin menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan studi Al-Qur’an-hadis dengan disiplin sosial-antropologis. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengelaborasi prinsip-prinsip pemikiran Saifuddin dalam melihat resepsi, performasi, dan aktualisasi budaya masyarakat berbasis teks normatif. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap karya-karya Saifuddin sebagai sumber primer. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Saifuddin membangun tiga prinsip utama: pertama, keterpengaruhan budaya terhadap teks Al-Qur’an-hadis; kedua, performasi variatif antara praktik sosial dan teks; ketiga, integrasi dan interkoneksi antara teks dengan teori sosial-antropologis. Ketiga prinsip ini mempertegas bahwa tradisi, ritual, dan praktik keagamaan yang hidup di masyarakat merupakan bentuk legitimasi dan aktualisasi pemaknaan teks yang bersifat dinamis. Kontribusi Saifuddin terletak pada upaya mempromosikan wajah baru kajian living Qur’an dan living hadis yang kontekstual, lintas budaya, dan relevan dengan perkembangan masyarakat modern, termasuk di ruang digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemikiran Saifuddin memberikan landasan bagi peneliti dalam mengkaji fenomena keagamaan dengan mempertimbangkan teks, konteks sosial, dan partisipan secara simultan.