Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Penerapan Slow Deep Breathing Terhadap Nyeri Akut pada Penderita Hipertensi di Desa Kotahara Sukarami Balik Bukit Khorip, Patrur; Trismiyana, Eka; Winarno, Rudi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16761

Abstract

ABSTRACT Hypertension is categorized as a non-communicable disease (NCD) which is a disease that is not caused by infection with microorganisms such as protozoa, bacteria, fungi, or viruses. Hypertension can be defined as persistent blood pressure with systolic pressure above 140 mmHg and diastolic blood pressure above 90 mmHg. One of the nonphanakological therapies that can be done is slow deep breathing therapy. To determine the effect of slow deep breathing therapy on lowering blood pressure. This study uses a descriptive method with a nursing care case study approach that discusses assessment, nursing diagnosis, planning, and evaluation. There is an effect of slow deep breathing therapy on lowering blood pressure, a decrease in systolic and diastolic blood pressure of 10 mmHg was obtained after being given slow deep breathing therapy for 15 minutes for 3 days and done every morning and evening. There is an effect of slow deep breathing therapy on lowering blood pressure Keywords: Slow Deep Breathing, Hypertension, Family  ABSTRAK Hipertensi dikategorikan Penyakit tidak menular (PTM) dimana merupakan penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti protozoa, bakteri, jamur, maupun virus. Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dengan tekanan sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik diatas 90 mmHg. Salah satu terapi nonfarnakologis yang dapat dilakukan terapi slow deep breathing. Untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi slow deep breathing terhadap penurunan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan yang membahas pengkajian, diagnose keperawatan, penrencanaan, dan evaluasi  terdapat pengaruh terapi slow deep breathing terhadap penurunan tekanan darah, didapatkan penurunan tekanan darah systolic dan diastolic 10 mmHg setelah di berikan terapi slow deep breathing selama 15 menit selama 3 hari dan dilakukan setiap pagi dan sore hari.  Terdapat pengaruh terapi slow deep breathing terhadap penurunan tekanan darah. Kata Kunci: Slow Deep Breathing, Hipertensi, Keluarga
Strategi Kepemimpinan Kolaboratif Untuk Peningkatan Kinerja Dan Profit Umkm Ppkukm Suku Dinas Walikota Jakarta Selatan Sugiarti, Endang; Mukrodi, Mukrodi; Suryanengsih, Mela; Alif, Ricky Muhamad; Winarno, Rudi; Firmansyah, Yogi Alif
Jurnal Abdi Masyarakat Humanis Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Humanis
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam hal peningkatan kinerja dan profitabilitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji peran strategi kepemimpinan kolaboratif dalam mendorong kinerja dan profit UMKM. Kepemimpinan kolaboratif menekankan pada partisipasi, komunikasi terbuka, dan kerja sama antara pemimpin dengan seluruh anggota tim serta pihak eksternal seperti mitra usaha dan komunitas. Melalui pendekatan studi literatur dan studi kasus terpilih, penelitian ini menemukan bahwa penerapan kepemimpinan kolaboratif mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan pasar. Hasilnya, UMKM yang mengadopsi gaya kepemimpinan ini menunjukkan peningkatan dalam produktivitas, loyalitas karyawan, serta pertumbuhan laba usaha. Strategi ini juga mendorong integrasi jaringan dan sumber daya yang lebih optimal, sehingga UMKM dapat lebih kompetitif dan berkelanjutan di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi.
THE LEVEL OF HEALTH CADRES’ KNOWLEDGE IN THE MANAGEMENT OF FEBRILE SEIZURES IN CHILDREN IN KEDATON DISTRICT, BANDAR LAMPUNG Saputri, Maida; Kusumaningsih, Dewi; Winarno, Rudi
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 8, No 2 (2025): JKPBK Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v8i2.21679

Abstract

Pendahuluan : Di Amerika Serikat, insiden kejang demam berkisar antara 2%-5% pada anak usia di bawah 5 tahun (WHO, 2023). Prevalensi kejang demam pada anak di Indonesia mengalami peningkatan dari 3,5% pada tahun 2013 menjadi 5% pada tahun 2023. Kejang demam merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang anak dan harus mendapatkan penanganan secara cepat dan segera. Untuk meningkatkan pengetahuan orang tua, peran kader sangat berpengaruh. Kader diharapkan berperan aktif dan mampu menjadi pendorong, motivator dan penyuluh masyarakat, sehingga penyuluhan mengenai tata laksana kejang demam perlu diberikan kepada kader untuk mengoptimalisasi peran kader. Tujuan : untuk membuat laporan asuhan keperawatan mengenai optimalisasi peran kader dalam tata laksana demam kejang pada anak di Kecamatan Kedaton Bandar Lampung tahun 2025. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa SWOT, masalah manajemen keperawatan, plan of action, hasil penelitian dan pembahasan. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan kader mengenai tata laksana penanganan kejang demam pada anak untuk optimalisasi peran kader mengalami peningkatan yang signifikan yaitu dari 71% menjadi 96 %. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dapat mengoptimalkan peran kader dalam tata laksana penanganan kejang demam pada anak.Kata kunci: Pengetahuan, Kader, Kejang Demam
Gambaran Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Penanggulangan Bencana Banjir Di Wilayah Kelurahan Nyunyai Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung: Community, Preparedness, Flood Disaster Ningrum, Dyah Intan Kusuma; Romayati, Umi; Novikasari, Linawati; Winarno, Rudi
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27530

Abstract

Background: According to the Lampung Regional Disaster Management Agency (BPBD), there were 10 recorded flood incidents across Bandar Lampung, South Lampung, Pesawaran, and Tulang Bawang throughout February 2024. Among these events, flooding was the most prevalent, resulting in damage to 235 buildings and financial losses estimated at approximately 155 million rupiah. Objective: This study aims to provide an overview of community preparedness in flood disaster management in the Nyunyai Sub-district, Rajabasa District, Bandar Lampung City. Method: This research employed a descriptive study design using a cross-sectional approach. The study was conducted in Neighbourhood I (LK I) of Nyunyai Sub-district, which includes four neighbourhood units (RT). The total population consisted of 283 households, with a sample of 166 households selected using probability sampling through proportionate stratified random sampling. Data were analysed using univariate analysis. Results The findings show that the vast majority of respondents demonstrated a “prepared” level of flood readiness, with 150 individuals (90.4%) falling into this category, and 6 individuals (3.6%) categorized as “very prepared.” However, 10 individuals (6.0%) were found to be “less prepared.” Conclusion: The study concludes that the majority of respondents in LK I, which includes RT 3, RT 5, RT 6, and RT 8 of Nyunyai Sub-district, are in the “prepared” category (90.4%) in terms of flood disaster preparedness. It is recommended that residents actively participate in disaster preparedness activities such as simulations, training, and public education sessions. In addition, households are encouraged to prepare emergency equipment and develop family evacuation plans in anticipation of future flood events.