Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN BIMBINGAN TEKNIS PRAKTIKUM KIMIA PADA DUA MADRASAH ALIYAH DI BENGKULU TENGAH Salprima Yudha S; Swadexi Istiqphara; Morina Adfa
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 5, No 2 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.08 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v5i2.2816

Abstract

Kajian ini dilakukan dalam rangka melakukan evaluasi untuk memperoleh informasi tentang manfaat satu kegiatan pengabdian masyarakat yang terkait dengan pengembangan kapasitas pendidikan. Kajian dilakukan melalui pengamatan langsung yang dijabarkan secara deskriptif didukung oleh kajian analisis secara kuantitatif terhadap proses transfer ilmu dan keterampilan terhadap kelompok sasaran. Kajian secara kuantitatif deskriptif dilakukan dengan menyebarkan angket yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis terhadap jawaban angket yang diberikan menunjukkan bahwa kegiatan yang telah dilakukan memiliki dampak yang cukup baik. Hal terlihat dari data bahwa sebelum dan sesudah pelatihan terjadi perubahan pola jawaban terhadap pernyataan yang disediakan. Secara umum dapat disebutkan bahwa terjadi penurunan persentase yang signifikan pada pilihan jawaban sangat kurang setuju (SK) dari 20,65% menjadi 0%, dan jawaban kurang setuju (KS) dari 51,63% menjadi 1,63% (penurunan sebesar 50%). Dukungan analisis ini ditunjukkan dengan adanya pergeseran pola jawaban yaitu jawaban cukup (C) naik sebesar 11,41% dari 20,11% menjadi 31.52%, sementara jawaban setuju (S) terjadi kenaikan persentase jawaban sebesar 32,07% dan sangat setuju sebesar 27,17%
BIOKONVERSI KULIT KOPI MENJADI PUPUK KOMPOS PADA KELOMPOK TANI PANGESTU RAKYAT KABUPATEN REJANG LEBONG Deni Agus Triawan; Charles Banon; Morina Adfa
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 5, No 2 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.532 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v5i2.2817

Abstract

Biokonversi limbah kulit kopi menjadi pupuk kompos bertujuan untuk meningkatkan nilai guna dan bahkan dapat bernilai ekonomi limbah kulit kopi. Pengomposan didasarkan pada proses penguraian bahan organik yang terjadi secara alami. Proses penguraian dioptimalkan sedemikian rupa sehingga pengomposan dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien. Tujuan tersebut dicapai melalui beberapa tahapan diantaranya sosialisasi dan penyampaian informasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang biokonversi limbah kulit kopi menjadi pupuk kompos. Penyampaian informasi dilakukan dengan metode ceramah dan pembagian leaflet tentang biokonversi limbah kulit kopi menjadi kompos dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab seputar kegiatan. Selanjutnya dilakukan kegiatan praktek pembuatan kompos dari limbah kulit kopi dengan komposisi bahan baku 80% limbah kulit kopi, 10% kotoran sapi dan 10 dedak/sekam padi. Hasil proses pembuatan kompos dari limbah kulit kopi dapat dilihat pada bulan kedua setelah kegiatan dilaksanakan. indikator terbentuknya pupuk kompos adalah warna kompos menghitam, tekstur yang lembut, mudah hancur dan rapuh. Pupuk yang sudah jadi siap untuk diaplikasikan pada lahan kebun untuk berbagai jenis tanaman. Pada masyarakat kelompok tani Pangestu Rakyat, pupuk yang dihasilkan diaplikasikan ke lahan kebun kopi dan kebun sayuran.
PEMBUATAN ASAP CAIR DARI BIOMASSA KULIT KOPI PADA KELOMPOK TANI PANGESTU RAKYAT KABUPATEN REJANG LEBONG Deni Agus Triawan; Charles Banon; Morina Adfa; Ria Nurwidiyani
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 3 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.718 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i3.4505

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untukmengoptimalkan pemanfaatan limbah kulit kopi pada Kelompok Tani Pangestu RakyatKabupaten Rejang Lebong dengan mengkonversinya menjadi asap cair. Kegiatan inidilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya penyampaian informasi danpengetahuan kepada masyarakat tentang pembuatan asap cair dengan teknik pirolisisserta praktek/pelatihan pembuatan asap cair dan penggunaanya sebagai pestisida alami.Berdasarkan hasil pretest, informasi tingkat pemahaman peserta sebelum kegiatan dapatdiketahui bahwa sebesar 90% peserta belum megetahui apa itu asap cair dan 10%peserta cukup mengetahui dan 0% peserta yang sangat mengetahui. Begitu pula tentangkulit kopi dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan asap cair, cara pembuatan asap cair,teknik pirolisis dalam pembuatan asap cair serta penggunaan asap cair seluruh peserta(100%) tidak mengetahui. Berdasarkan hasil posttest, diperoleh informasi bahwaseluruh peserta (100%) telah mengetahui apa itu asap cair, kulit kopi dapat dijadikansebagai bahan pembuatan asap cair, cara pembuatan asap cair, teknik pirolisis dalampembuatan asap cair serta penggunaan asap cair. Berdasarkan data tersebut, diketahuibahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang konversi kulit kopi menjadiasap cair multiguna telah berhasil dilakukan dan meningkatkan pemahaman masyarakattentang informasi dan teknologi yang diberikan.
PENGENDALIAN PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH (JAP) PADA TANAMAN KARET RAKYAT DENGAN FUNGISIDA HAYATI JAMUR ANTAGONIS Trichoderma spp. Morina Adfa; Welly Darwis; Irfan Gustian; Hendri Bustamam
DHARMA RAFLESIA Vol 13, No 2 (2015): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v13i2.4249

Abstract

The main problem in the people’s rubber in the village of Genting Perangkap and Lubuk Balam, Air Besi, North Bengkulu is a fungal disease that attacks the roots of plants. White root fungus disease (JAP) cause of death in rubber, so that the disease attacks resulted in significant losses. Based on field survey team PPM to land smallholder rubber of Genting Perangkap and Lubuk Balam Village, many found the plants spaces are very close, the stump of a dead rubber tree attacked JAP left alone on the land, and the plants die immediately replaced with new seedlings without eradicate exhausted dead tree stump by JAP. As a result of this new plant will die after the age of 2 years or more, since contracted directly by the fungi Rigidoporus microporus that cause disease JAP from the ground and fungal spores contained in the rubber tree stumps that had not been cleaned. To help the problems of rubber farmers in the village of Genting Perangkap and Lubuk Balam, it is necessary to control training and extension activities of white root fungus disease (JAP) on smallholder rubber plant with a fungicide biological antagonist fungus Trichoderma spp. and the efforts of former rubber plantation land processing stricken JAP. The method used is counseling, training, and applications directly to the field. Having done this activity then: Service target communities have been able to recognize the early symptoms of fungal disease attacks the roots of white, rubber plant spacing was good, as well as the handling of the former rubber plantation land that was attacked by JAP. Target communities have learned how to control the disease by using the JAP antagonist fungus Trichoderma spp. Target communities already have the expertise and is able to reproduce itself Trichoderma spp. and how the application of the newly planted crops, and plants attacked JAP. The outcome of this IbM activity is the product of the fertilizer Trichoderma spp. Keywords: Farmers, JAP, Rigidoporus microporus, Trichoderma spp.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN BUAH KELAPA PADA KELOMPOK TANI DESA PULAU PANGGUNG KABUPATEN KAUR Deni Agus Triawan; Charles Banon; Morina Adfa
DHARMA RAFLESIA Vol 17, No 1 (2019): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v17i1.5753

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang produktivitas buah kelapa yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi di Kelompok Tani Desa Pulau Panggung Kabupaten Kaur. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui beberapa metode diantaranya ceramah, diskusi, demonstrasi, praktek langsung serta observasi. Hasil pelaksanaan kegiatan ini dapat diketahui dari tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang ditunjukkan dengan kehadiran sebanyak 25 orang peserta pelatihan. Selain itu, hasil dari kegiatan yang dilakukan adalah telah dibuatnya produk olahan buah kelapa berupa minyak kelapa murni (VCO), nata de coco dan minuman fermentasi air kelapa. Keterampilan peserta dalam pembuatan produk tersebut disampaikan dengan metode praktik langsung dengan bimbingan pemateri. Analisis keuntungan dari pengolahan buah kelapa dilakukan berdasarkan modal (bahan baku) dan produk yang dihasilkan. Prakiraan harga jual produk yang dihasilkan dari olahan 20 butir kelapa adalah nata de coco Rp. 7500 dan VCO sebesar Rp. 600.000. Keunggulan produk yang dibuat adalah dapat meningkatkan keuntungan sebesar Rp. 547.500 (Rp. 607.500 – Rp. 60.000). Beberapa peralatan yang diperbantukan oleh pelaksana kegiatan kepada masyarakat berupa alat pemisah minyak dari emulsi santan kelapa, dan peralatan pembuatan nata de coco.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK GORENG MENJADI SABUN DAN LILIN PADA MASYARAKAT BUKIT DEWA RESIDENCE KOTA BENGKULU Deni Agus Triawan; Ria Nurwidiyani; Morina Adfa; Muhammad Alvin Reagen
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i3.689

Abstract

Waste cooking oil is one of the sources of environmental pollutants from the household sector which, if discharged into the environment, it can pollute the environment. Therefore, alternative processing of cooking oil waste is needed into a valuable product and of course can overcome environmental pollution. One alternative that can be chosen is the manufacture of soap and candles based on the presence of fatty acids derived from vegetable oils. Community service activities about making soap and wax from used cooking oil aim to increase the use value and economic value of used cooking oil waste which has not been utilized and even becomes waste that can pollute the environment. This activity was carried out in the Bukit Dewa Residence Residential community in Bengkulu City with 15 participants consisting of housewives. This activity was carried out by several methods, namely the delivery of information, discussions and questions and answers as well as product manufacturing practices and training. Based on the activities carried out, it can be seen that this activity is going well. This is shown by the enthusiasm of the community when delivering information, discussions, questions and answers as well as very good practice and training activities. Evaluation of the success of service activities is known by reviewing the stage of understanding before and after the activity. The achievement indicator is a change in public understanding before and after the activity about making soap from cooking oil waste. Before the activity, 80-90% of participants did not know and after the activity all participants knew the process of making soap and wax from waste cooking oil. This activity is expected to have a significant impact on the cooking oil waste processing sector in the community which can reduce the risk of environmental pollution and provide economic value for the community.
Kombinasi Ekstrak Metanol Daun Ketepeng Cina (Cassia alata Linn.) dengan Enam Ekstrak Tumbuhan Terpilih dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Lisna Hamni; Avidlyandi Avidlyandi; Charles Banon; Khafit Wiradimafan; Deni Agus Triawan; Risky Hadi Wibowo; Morina Adfa
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 5 No 2 (2022): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v5i2.3996

Abstract

This study aimed to determine the antibacterial activity and the effect of the combination of methanol extract of the leaves of Chinese ketepeng (Cassia alata Linn.) with six selected plant extracts against Staphylococcus aureus bacteria. The method used is well diffusion and paper tape method. The concentration of the test extract was 100 mg/mL (1:1), DMSO 50% v/v was used as a negative control and the antibiotic clindamycin as a positive control. The results showed that most of the combinations of the methanol extract of the Chinese ketepeng leaf (C. alata) with the six selected plant extracts produced an average diameter of the inhibition zone, which was greater than the average diameter of the inhibition zone of every single extract. However, the average diameter of the combined inhibition zones was not more significant than the sum of the average diameters of the inhibition zones of every single extract. In conclusion, the combination of the methanol extract of the Chinese ketepeng leaf (C. alata) with six selected plant extracts had additive/indifferent effects in inhibiting the growth of S. aureus. Keywords: Antibacterial, Cassia alata Linn, Combination, Staphylococcus aureus
Pencirian Kopi Robusta Bengkulu dari Kemungkinan Bahan Pencampur Menggunakan Kombinasi Spektroskopi FTIR dan Kemometrik Deni Agus Triawan; Ghufira Ghufira; Morina Adfa; Mohamad Rafi
agriTECH Vol 42, No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.64432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemurnian kopi bubuk yang beredar di pasaran Kota Bengkulu menggunakan kombinasi spektroskopi FTIR dan teknik kemometrik guna autentifikasi dan kontrol mutu kopi bubuk. Desain penelitian dibuat dengan variabel berupa kopi murni, jagung roasted dan beras roasted, kopi campur jagung roasted (50% b/b), jenis kopi campur beras roasted (50%b/b) dan 18 sampel kopi komersial. Masingmasing variabel tersebut dibuat 3 kali pengulangan. Berdasarkan hasil spektrum FTIR dari kopi murni, jagung roasted dan beras roasted diketahui bahwa terdapat pola spektrum yang hampir mirip dan sulit dibedakan. Analisis PCA dengan bantuan program Unscrambler X menunjukkan nilai PC-1 dan PC-2 yang dapat mendeskripsikan 97% dari total varians (PC-1 = 91%; PC-2 = 6%). Berdasarkan PC-1, kopi murni berada pada sisi positif sedangkan bahan pencampur berupa jagung dan beras berada pada sisi negatif. Plotting sampel kopi komersial pada kopi murni dan kopi dengan campuran beras roasted maupun jagung roasted diperoleh nilai PC-2 dan PC-1 sebesar 95% (PC-1 = 87%; PC-2 = 8%). Dari plotting tersebut, ada indikasi 1 dari 18 sampel mengalami pencampuran dengan jagung atau beras namun konsentrasi pencampurannya tidak dapat diketahui.
Membran Alginat Padina sp. - Polietilen Glikol (AP-PEG): Preparasi, Karakterisasi dan Aplikasinya sebagai Enkapsulan Herlina Herlina; Aswin Falahudin; Irfan Gustian; Agus Martono H. Putranto; Morina Adfa; Salprima Yudha S
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 17, No 1 (2021): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.17.1.41713.63-73

Abstract

Pengembangan penelitian tentang material berbasiskan sumber daya alam lokal dan dapat diperbaharui terus dikembangkan akhir-akhir ini. Hal tersebut didasari adanya kebutuhan material baru dengan karakteristik yang lebih menguntungkan dan dapat digunakan pada aplikasi yang spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari preparasi membran alginat-polietilen glikol (AP-PEG) dan aplikasinya sebagai enkapsulan. Alginat yang digunakan adalah hasil ekstraksi dari rumput laut cokelat Padina sp. Dengan metode maserasi jalur asam alginat. Preparasi membrane alginat Padina sp.-polietilen glikol (AP-PEG) dilakukan dengan perbandingan PEG-AP = 1:5; 1:10; 1:15; 0:1 (b/b). Analisis gugus fungsi terhadap seluruh membran yang dihasilkan, menunjukkan bahwa membran AP-PEG yang dihasilkan diprediksi sebagai hasil blending secara fisika karena tidak ada gugus fungsi baru yang terbentuk. Membran dengan perbandingan berat PEG-AP=1:15 memiliki karakteristik terbaik dengan persentase swelling sebesar 1465,5%, stress sebesar 14,588 MPa, strain 0,07 dan Modulus Young sebesar 193,13 MPa. Hasil analisis morfologi menunjukkan bahwa banyak rongga ditemukan pada membrane tersebut. Hasil uji disolusi terhadap membrane tersebut menunjukkan bahwa, pada pH 1,2 membran tersebut dapat melepaskan vitamin C sebesar 78,12% selama 60 menit dan tidak mengalami cracking. Di sisi lain, pada pH 7,2 membran tersebut dapat melepaskan vitamin C sebesar 83,54% dan cracking terjadi dalam waktu 12 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposit AP-PEG dapat dibuat dari rumput laut coklat dan memiliki kemampuan sebagai enkapsulan.   Alginate Padina sp.-Polyethylene Glycol (AP-PEG) Membranes: Preparation, Characterization and Their Application as Encapsulant. The development of research on materials based on local and renewable natural resources has been continuously being developed recently. This is based on the need for new materials with more favorable characteristics and can be used in specific applications. This research aims to study the synthesis of alginate-polyethylene glycol (AP-PEG) membranes and their application as an encapsulant. The alginate was extracted from the brown seaweed Padina sp. by maceration method using alginic acid pathway. Alginate Padina sp.-polyethylene glycol (AP-PEG) alginate membrane was prepared with a ratio of PEG:AP = 1: 5, 1:10, 1:15 and 0:1 (w/w). The functional group analysis showed that the resulting AP-PEG membranes were predicted as a result of physical blending due to no new functional groups are formed. The membrane with a weight ratio of PEG:AP = 1:15 had the best characteristics, with a percentage of swelling of 1465.5%, stress of 14.588 MPa, 0.07 strain, and Young Modulus of 193.13 MPa. Morphological analysis showed that the membrane obtained had many cavities. The dissolution test showed that the AP-PEG membrane was able to release vitamin C of 78.12% for 60 minutes at pH 1.2 and no cracking was observed, while at pH 7.2 the membrane was able to distribute vitamin C by 83.54% and cracking occurs within 12 minutes. The results of this study indicate that AP-PEG composites can be made from brown seaweed and have good encapsulant capabilities.
Bismuth Silicate/Silica-Titania Synthesis from In Situ Decomposition of Oil Palm Leaves as Silica Source Salprima Yudha S; Morina Adfa; Swadexi Istiqphara; Muhamad Alvin Reagen
Science and Technology Indonesia Vol. 8 No. 3 (2023): July
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2023.8.3.397-402

Abstract

In this work, bismuth silicate-titania has been synthesized in two stages by utilizing bismuth oxynitrate as an elemental source of bismuth, oil palm leaves (OPL) as a source of silica and titanium tetraisopropoxide (TTIP) as source of titania (TiO2). In the first stage,bismuth silicate/silica (Bi4Si3O12/SiO2) was formed, which occurs due to the in-situ decomposition of palm leaves and reacts directly with the bismuth precursor at high temperatures (900oC). The reaction could possibly occur through a solid-state reaction mechanism between bismuth oxide and silica or through a more complex mechanism within the reaction mixture. The resulting product then reacts with TTIP, which is added and heated at the same temperature to form Bi4Si3O12/SiO2-TiO2 (bismuth silicate/silica-titania). Characterization of the as-prepared product using X-ray diffraction showed the dominance of bismuth silicate and small amount of titania (TiO2). As a result, TiO2 could not be detected in the diffractogram. Nevertheless, an analysis using energy-dispersive X-rays showed the presence of titanium elements in the resulting composite. The results of this study can be used to develop ternary metal oxides based on natural resources and agricultural wastes, such as oil palm leaves.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afif, Muhammad adli Agus Martono Agus Martono H. Putranto Alvin Reagen, Muhammad Andini, Vicka Arif Juliari Kusnanda Aswanda Aswin Falahudin Aswin Falahudin Aswin Falahudin Aswin Falahudin Avidlyandi, Avidlyandi Azizah Khusnul Cahlia, Uci Charles Banon Della Faronica Della Indah Medani Deni Agus Triawan Devi Nurhasana Diana Andari Dina Erliana Dwita Oktiarni Eka Angasa Eka Angasa Elsi Silvia Endarwati Wiwik Endarwati Evi Maryanti Evi Maryanti Fahmi, Riziq Ilham Nur Falahudin, Aswin Febriansyah, Rahmaga Fitriani, Dyah Ghufira Ghufira Harlianto, Budi Helfi Eka Saputra Hendri Bustamam Herlina Herlina Herlina Herlina Herlita Widiyanti Hidayah, Thoriqul Indah Medani, Della Insin, Numpon Irfan Gustian Irfan Gustian Irfan Gustian Irfan Gustian Irfan Gustian Irmanida Batubara Juliari Kusnanda, Arif Khafit Wiradimafan Khafit Wirdimafan Khairani, Nurliza Khusnul Azizah Kurnia Farah Andina Liana Wahyuni Lisna Hamni M. Rafi Martono H.P, Agus Meyola, Fenti Mohamad Rafi Mudyanto, Andre Muhamad Alvin Reagen Muhammad Alvin Reagen Munifilia Ekasari Munifilia Ekasari Nesbah Nesbah, Nesbah Novrianto Tarigan Nurhasana, Devi Nurwidiyani, Ria Pasaribu, Cahaya Perdani, Meka Saima Prastya, M. Eka Rahmaga Febriansyah Reagen, Muhamad Alvin Reza Pertiwi Reza Wahyuni Ria Nurwidiyani Risky Hadi Wibowo Risky Hadi Wibowo Rochmah Supriati Rothman, Dita Delia Sal Prima Yudha S Sal Prima Yudha S SALPRIMA YUDHA S Salprima Yudha S. Shari Winda Silvia, Elsi Sipriyadi Sri Wahyu Kurnia Putri Suci Sukma Taruna Asral Supriati, Rochmah Suryadi Jaya Swadexi Istiqphara Swadexi Istiqphara Swadexi Istiqphara, Swadexi Teja Dwi Sutanto Thoriqul Hidayah Triawan Deni Agus Triawan, Deni Agus Wafa Syahidah Wahyuni, Reza Welly Darwis Wibowo Risky Hadi Wibowo, Risky Hadi Winda Shari Wulan Aprilia Syafitri Yudha S Yudha S