Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antibakteri Secara In-Vitro Ekstrak Metanol Excoecaria cochinchinensis Lour dan Kombinasinya dengan Obat Komersial Nurhasana, Devi; Febriansyah, Rahmaga; Avidlyandi, Avidlyandi; S., Salprima Yudha; Banon, Charles; Oktiarni, Dwita; Adfa, Morina
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 21 No 2 (2023): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v21i2.1383

Abstract

The purpose of this study was to look into the antibacterial activity of methanolic extract of Excoecaria cochinchinensis as well as the effect of its combination with antibiotics on the growth of Klebsiella pneumoniae, Enterobacter aerogenes, and Staphylococcus epidermidis. The antibacterial activity test was carried out using the well diffusion method, and the combined effect of the extract and antibiotics was observed using the paper strip diffusion method. At various concentrations (25, 50, 75, 100, 150, 200, and 250 mg/mL), the extract significantly inhibited the growth of K. pneumoniae, E. aerogenes, and S. epidermidis. The inhibitory zone's diameter increased proportionally with the extract concentration. The growth of K. pneumoniae and S. epidermidis was then classified as extremely sensitive (+++) to the addition of the extract at 200 and 250 mg/mL concentrations, meanwhile, E. aerogenes’s with 250 mg/mL of the extract. Secondary metabolites such as oleanolic acid, arjunolic acid, scopoletin, kaempferol, quercetin, diterpenoid compounds, tannins, and other phenolics have been reported from E. cochinchinensis leaves and are thought to be responsible for its antimicrobial activity. The effect of the extract’s combination with antibiotics was insignificant compared to their individual activity, thereby classifying them as indifferent.
Bioprospeksi Senyawa Antibakteri dari Bakteri yang Berasosiasi pada Bulu Babi asal Kabupaten Kaur, Bengkulu Wibowo, Risky Hadi; Sipriyadi, Sipriyadi; Adfa, Morina; Prastya, M. Eka; Cahlia, Uci; Fahmi, Riziq Ilham Nur; Rothman, Dita Delia
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.29412

Abstract

The digestive system of sea urchins functions to process organic material from food into bioactive compounds. . However, the direct exploitation of bioactive compounds from sea urchins may trigger ecological imbalances. These bioactive compounds can also be produced through interactions between sea urchins and their diverse associated bacteria within the body. Therefore, alternative methods are needed to obtain bioactive compounds without disrupting the aquatic ecosystem. This study aims to explore bioactive compounds from the associated bacteria of sea urchins (Stomopneustes variolaris Lamarck and Tripneustes ventricosus Lamarck) originating from Kaur Regency, Bengkulu. A total of 30 bacterial isolates were successfully obtained using Zobell Marine Agar (ZMA) medium. Potential isolates were identified through morphological observation, Gram staining, and biochemical tests. Antibacterial activity assays showed that 12 isolates had potential as antibacterial producers based on tests against Bacillus subtilis, Escherichia coli, and Staphylococcus aureus. Two isolates, TVL 6 and TVL 11, were able to inhibit all test bacteria. Additionally, assays using pellets and supernatants showed that all 12 isolates exhibited antibacterial activity, with 5 isolates showing activity in the supernatant. Isolates TVL 6 and TVL 11 were proven effective in inhibiting all test bacteria in both pellet and supernatant forms, with the highest inhibition observed against Staphylococcus aureus. These results indicate that the associated bacteria in the digestive tract of sea urchins have potential as candidates for antibacterial compound producers.   Sistem pencernaan bulu babi berfungsi untuk mengolah bahan organik dari makanan menjadi senyawa bioaktif. Namun, eksploitasi senyawa bioaktif dari bulu babi secara langsung dapat memicu ketidakseimbangan ekosistem. Senyawa bioaktif ini juga dapat dihasilkan melalui interaksi antara bulu babi dengan bakteri asosiasi yang beragam di dalam tubuhnya. Oleh karena itu, diperlukan metode alternatif untuk memperoleh senyawa bioaktif tanpa merusak keseimbangan ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi senyawa bioaktif dari bakteri asosiasi bulu babi (Stomopneustes variolaris Lamarck dan Tripneustes ventricosus Lamarck) asal Kabupaten Kaur, Bengkulu. Sebanyak 30 isolat bakteri berhasil diisolasi menggunakan media Zobell Marine Agar (ZMA). Identifikasi isolat potensial dilakukan melalui pengamatan morfologi, pewarnaan Gram, dan uji biokimia. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa 12 isolat memiliki potensi sebagai penghasil antibakteri berdasarkan pengujian terhadap kultur uji Bacillus subtilis, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Dua isolat, TVL 6 dan TVL 11, mampu menghambat semua bakteri uji tersebut. Selain itu, pengujian menggunakan pelet dan supernatan menunjukkan bahwa 12 isolat mampu menghasilkan aktivitas antibakteri, dengan 5 isolat menunjukkan aktivitas pada supernatan. Isolat TVL 6 dan TVL 11 terbukti efektif menghambat semua bakteri uji baik pada pelet maupun supernatan, dengan penghambatan tertinggi terhadap Stapylococcus aureus. Hasil ini mengindikasikan bahwa bakteri asosiasi dalam saluran cerna bulu babi memiliki potensi sebagai kandidat penghasil antibakteri. 
PELATIHAN PEMBUATAN ECOENZYME "CAIRAN SERBA GUNA" SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF BIO-HANDSANITIZER DAN BIOFERTILIZER PADA KELOMPOK TANI DESA SUKA SARI, KECAMATAN KABAWETAN, KABUPATEN KEPAHIANG Wibowo, Risky Hadi; Sipriyadi, Sipriyadi; Adfa, Morina; Hidayah, Thoriqul; Indah Medani, Della; Silvia, Elsi; Wahyuni, Reza
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.376-384

Abstract

Limbah organik berupa sayuran dan buah-buahan di Desa Sukasari, Kabupaten  Kepahiang, Kota Bengkulu yang melimpah dapat dijadikan sebagai produk Eco-enzyme sebagai bahan alternatif pembuatan Bio-handsanitizer dan Biofertilizer. Dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai aplikasi pemanfaatan ecoenzyme dari limbah organik sebagai bahan alternatif pembuatan Bio-handsanitizer dan Bio-fertilizer, para kelompok tani  telah mengetahui dan memahami cara pembuatan dan manfaat ecoenzyme. Hal ini menunjukkan kegiatan pengabdian sukses dan mencapai sasaran. Sosialisasi dan demonstrasi pelatihan yang dilakukan memberikan hasil persentase yang baik ketika pemberian umpan balik kepada peserta. Maka dari itu kegiatan pengabdian ini diharapkan untuk dapat memberi solusi terhadap kasus  pengolahan serta penanganan limbah organik melalui pembuatan produk ecoenzyme sebagai bentuk pengolahan limbah organik, seperti limbah sisa buah dan sayur dan diharapkan dapat memberi manfaat berupa wawasan untuk dimanfaatkan dalam realisasi produk ecoenzyme di Desa Suka Sari, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang. Sehingga kedepannya kelompok tani dapat mengelola limbah organik secara tepat sehingga menghasilkan produk bermanfaat seperti biohandsanitizer dan biofertilizer dengan nilai jual yang tinggi dan diharapkan bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Analisis Hubungan Kuantitaf Struktur Dan Aktivitas Sebagai Antioksidan Turunan Senyawa Apigenin Dengan Menggunakan Metode Recife Model 1 (RM 1) Puspasari, Jesi; Banon, Charles; Wiradimafan, Khafit; Avidlyandi, Avidlyandi; Adfa, Morina
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i2.47368

Abstract

Penelitian ini menggunakan kajian teoritis HKSA senyawa turunan apigenin menggunakan deskriptor sterik, hidropobik dan elektronik. Nilai deskriptor diperoleh berdasarkan perhitungan kimia komputasi menggunakan program Hyperchem 8.0.8 dengan menggunakan metode semiempirik Recife Model 1 (RM1). Data hasil perhitungan diolah menggunakan program SPSS versi 22.0 dengan metode analisis korelasi dan regresi linear berganda, sehingga diperoleh persamaan HKSA: IC50 = 55,725 + (6,063)Log P + (-0,045) ∆f + (-1,603) μ + (0,902)A n = 16; R = 0,927; R2= 0,859; SE = 2,088; F = 16,746. Dari persamaan HKSA, didapatkan prediksi senyawa yang sangat berpotensi sebagai antioksidan, yaitu 4’,5,7- Trihidroksi-3- metoksi flavon dengan nilai IC50 sebesar 1,51 (μM). Dengan membandingkan nilai IC50, didapatkan hasil bahwa gugus metoksi (OCH3) lebih meningkatkan aktivitas antioksidan dibandingkan dengan gugus etoksi (OC2H5).
Pengaruh Rasio Etanol-Air terhadap Rendemen dan Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Daun Azadirachta Indica Sinaga, Samuel Billie Tua; Ramanda, Putri; Mawakhid, Oki Rokhim; Shari, Winda; Wiradimafan, Khafit; ., Avidlyandi; Adfa, Morina
Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta - JPPIE
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jppie.v5i1.2491

Abstract

Neem leaves (Azadirachta indica) are widely recognized as a rich source of diverse bioactive compounds that exhibit promising pharmacological activities, including anticancer potential. Nevertheless, studies investigating how variations in solvent composition influence extract yield and cytotoxic activity remain limited. Therefore, this research aimed to evaluate the effect of different ethanol–water solvent ratios (50%, 70%, and absolute ethanol) on both the extraction yield of neem leaves and their cytotoxic activity against Artemia salina Leach. The extraction procedure combined sonication and subsequent maceration using the three solvent systems to enhance compound recovery. Cytotoxic assessment was performed through the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) at concentrations of 1000, 500, 100, and 10 ppm, utilizing 48-hour-old larvae with three experimental replicates. Larval mortality was observed after 24 hours of exposure, and LC₅₀ values were determined using probit analysis and linear regression methods. The results demonstrated that extraction with 50% ethanol produced the highest yield (23.5%), followed by 70% ethanol (20.8%) and absolute ethanol (16.10%). In contrast, the strongest cytotoxic activity was observed in the 70% ethanol extract, which exhibited the lowest LC₅₀ value (62.87 ppm), followed by the 50% ethanol extract (64.23 ppm) and the absolute ethanol extract (99.15 ppm). These findings indicate that solvent ratio significantly influences both extraction efficiency and cytotoxic potency; however, extract yield was not directly correlated with cytotoxic activity. Importantly, all extracts demonstrated LC₅₀ values below 100 ppm, suggesting notable toxicity and highlighting their potential as candidates for developing anticancer raw materials.
Mixed Natural Rubber Latex and Co2SiO4/SiO2 Derived from Silica of Oil Palm Leaves and Cobalt Nitrate Yudha S, Sal Prima; Adfa, Morina; Istiqphara, Swadexi; Reagen, Muhamad Alvin; Sutanto, Teja Dwi
Molekul Vol 21 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2026.21.1.16369

Abstract

ABSTRACT. Cobalt nitrate solution is combined with oil palm leaf powder to produce a semisolid mixture. The resulting mixture is heated in a furnace at 500 °C for 5 h, producing a grey powder. X-ray diffraction (XRD) analysis of the product showed distinct peaks at 2θ values of 31.2°, 36.8°, 44.8°, 59.2°, and 65.1°, which were consistent with the presence of Co₃O₄/SiO₂. When a similar mixture was heated at 1000 °C for 5 h, a purple powder containing Co₂SiO₄/SiO₂ was obtained. XRD patterns of this material contained peaks at 2θ values of 25.4°, 32.2°, 34.1°, 35.6°, 36.5°, 52.2°, and 62.3°, which corresponded with Co₂SiO₄. The latter product was selected for further analysis, including Fourier-transform infrared (FTIR) spectroscopy which identified characteristic absorption bands at 588 cm⁻¹ and 672 cm⁻¹, alongside additional peaks at 817 cm⁻¹ and 1117 cm⁻¹, reflecting the formation of cobalt silicate. Energy-dispersive X-ray (EDX) analysis confirmed the presence of cobalt (20.7%), silicon (14.0%), and oxygen (45.5%), alongside minor quantities of other elements, while scanning electron microscopy (SEM) showed irregularly shaped, non-spherical particles with some aggregation and a cloudy network. Following characterization, the synthesized cobalt silicate was applied as a colorant in natural rubber latex. Preliminary observations suggest that it functioned effectively as a colorant and remains stable during extended storage. Keywords: Cobalt silicate, cobalt oxide, oil palm leaf (OPL), rubber latex, silica.
Peningkatan Pengetahuan Santri Pondok Pesantren Mengenai Scabies Dan Pengobatannya Melalui Video Berbasis Health Belief Model rahmawati, redinta; Harianti Putri , Yona; Adfa, Morina
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.45091

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabieidan digolongkan sebagai Neglected Tropical Diseases oleh World Health Organization (WHO) sejak 2017. Indonesia termasuk salah satu negara dengan prevalensi skabies tertinggi di dunia, terutama di lingkungan padat seperti pesantren. Pesantren X telah mencatat 11 kasus skabies pada tahun2023 akibat minimnya edukasi dan akses fasilitas kesehatan. Sehingga perlu dilakukan upayakuratif dan preventif untuk mengurangi risiko penularan di lingkungan pesantren. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi melalui video berbasis Health Belief Model (HBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan santri PesantrenX sebelum dan setelah diberikan intervensi serta menganalisis pengaruh penggunaan videoberbasis HBM terhadap peningkatan pengetahuan santri tentang pengobatan dan pencegahan skabies. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan rancangan One GroupPretest-Posttest. Jumlah populasi dalam penelitian ini 246 sampel dengan teknik pengambilansampel berupa total sampling. Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -13,612 dengan nilai p < 0,001, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post test. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan Video berbasis HBM berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang pengobatan dan pencegahan penyakit skabies di pondok pesantren.
Potential Antagonistic Interaction of Methanol Leaf Extract of Impatiens balsamina L. with Five Antibiotics against Staphylococcus aureus ATCC 29213 Ramanda, Putri; Mawakhid, Oki Rokhim; Sinaga, Samuel Billie Tua; Shari, Winda; Avidlyandi, Avidlyandi; Wiradimafan, Khafit; Yudha S, Sal Prima; Wibowo, Risky Hadi; Erliana, Dina; Adfa, Morina
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 16 No 2 (2025): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v16i2.30025

Abstract

Impatiens balsamina L. has traditionally been used in Indonesia for treating skin infections and is considered a potential source of antibacterial compounds. However, the interaction between crude plant extracts and antibiotics may not always result in synergistic effects and may instead reduce antibacterial efficacy. This study evaluated the antibacterial activity and potential interaction of methanol leaf extract of I. balsamina with five antibiotics against Staphylococcus aureus ATCC 29213. The antibacterial activity was assessed using well diffusion and paper strip methods. The treatments consisted of 15% I. balsamina leaf methanol extract, 0.025% of each antibiotic, including clindamycin, chloramphenicol, cotrimoxazole, ciprofloxacin, and tetracycline, and their 1:1 combination. The extract alone produced a mean inhibition zone of 10.27±0.216 mm. Clindamycin, chloramphenicol, ciprofloxacin, and tetracycline showed inhibition zones ranging from 19.46±1.732 mm to 22.34±3.021 mm, while cotrimoxazole showed no inhibition zone. The combinations of the extract with clindamycin, tetracycline, chloramphenicol, ciprofloxacin, and cotrimoxazole produced inhibition zones of 19.54±0.155 mm, 18.57±0.422 mm, 16.37±0.879 mm, 13.28±0.257 mm, and 9.76±0.103 mm, respectively. The diffusion-based assays indicated a potential antagonistic interaction between the extract and the tested antibiotics, characterized by combined inhibitory diameters smaller than the additive sum of the individual agents. These findings suggest that the concurrent use of I. balsamina extract and antibiotics should be further evaluated using MIC-based checkerboard assays and Fractional Inhibitory Concentration Index analysis. Potensi Interaksi Antagonis Ekstrak Daun Metanol Impatiens balsamina L. dengan Lima Antibiotik terhadap Staphylococcus aureus ATCC 29213 ABSTRAK: Impatiens balsamina L. secara tradisional digunakan di Indonesia untuk mengobati infeksi kulit dan diketahui memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri. Namun, kombinasi antara ekstrak tanaman dan antibiotik tidak selalu menghasilkan efek sinergis, tetapi juga dapat menurunkan efektivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan potensi interaksi antara ekstrak metanol daun I. balsamina dengan lima antibiotik terhadap Staphylococcus aureus ATCC 29213. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumuran dan paper strip. Perlakuan terdiri atas ekstrak metanol daun I. balsamina 15%, masing-masing antibiotik 0,025%, yaitu klindamisin, kloramfenikol, kotrimoksazol, siprofloksasin, dan tetrasiklin, serta kombinasi ekstrak dan antibiotik dengan rasio 1:1. Ekstrak tunggal menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 10,27±0,216 mm. Klindamisin, kloramfenikol, siprofloksasin, dan tetrasiklin menghasilkan zona hambat sebesar 19,46±1,732 mm hingga 22,34±3,021 mm, sedangkan kotrimoksazol tidak menunjukkan zona hambat. Kombinasi ekstrak dengan klindamisin, tetrasiklin, kloramfenikol, siprofloksasin, dan kotrimoksazol menghasilkan zona hambat masing-masing sebesar 19,54±0,155 mm, 18,57±0,422 mm, 16,37±0,879 mm, 13,28±0,257 mm, dan 9,76±0,103 mm. Hasil uji berbasis difusi menunjukkan adanya indikasi interaksi antagonis antara ekstrak dan antibiotik yang diuji, ditandai dengan diameter hambat kombinasi lebih kecil daripada jumlah aditif dari masing-masing agen secara individu. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak I. balsamina bersamaan dengan antibiotik perlu dikaji lebih lanjut melalui uji MIC, checkerboard assay, dan Fractional Inhibitory Concentration Index
Potential Antagonistic Interactions of Cassia alata L. Leaf Extract and Commercial Antibiotics against Staphylococcus aureus: An In Vitro Evaluation Oki Rokhim Mawakhid; Putri Ramanda; Samuel Billie Tua Sinaga; Winda Shari; Avidlyandi Avidlyandi; Khafit Wiradimafan; Salprima Yudha S.; Risky Hadi Wibowo; Morina Adfa
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 5 (2026): In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i5.14500

Abstract

Several in vitro studies have demonstrated that the combination of plant extracts with antibiotics may reduce the minimum inhibitory concentration (MIC) of antibiotics against resistant microorganisms. Interactions between plant extracts and antibiotics can be synergistic, additive, or antagonistic. This study aimed to evaluate the potential interaction between Cassia alata leaves methanol extract and five selected conventional antibiotics in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus ATCC 29213. Antibacterial activity was assessed using the well diffusion and paper strip methods. The methanol extract of C. alata leaves, when tested singly at a concentration of 100 mg/mL, produced an average inhibition zone of 11.74 mm. Four antibiotics, namely ciprofloxacin, clindamycin, chloramphenicol, and tetracycline, exhibited stronger antibacterial activity with inhibition zones ranging from 19.56–27.26 mm, whereas co-trimoxazole showed no inhibitory effect. The combination of C. alata leaves methanol extract with ciprofloxacin, clindamycin, chloramphenicol, tetracycline, and cotrimoxazole resulted in inhibition zones of 22.26 ± 0.703 mm, 22.54 ± 1.222 mm, 17.91 ± 1.094 mm, 17.57 ± 0.652 mm, and 9.30 ± 1.180 mm, respectively. The combined treatments have potential antagonistic effects, as the inhibition zones were smaller than the sum of the individual activities of the extract and antibiotics. Therefore, the combination was considered less effective in suppressing growth of S. aureus ATCC 29213
Membran Alginat Padina sp. - Polietilen Glikol (AP-PEG): Preparasi, Karakterisasi dan Aplikasinya sebagai Enkapsulan Herlina Herlina; Aswin Falahudin; Irfan Gustian; Agus Martono H. Putranto; Morina Adfa; Salprima Yudha S
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 17, No 1 (2021): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.17.1.41713.63-73

Abstract

Pengembangan penelitian tentang material berbasiskan sumber daya alam lokal dan dapat diperbaharui terus dikembangkan akhir-akhir ini. Hal tersebut didasari adanya kebutuhan material baru dengan karakteristik yang lebih menguntungkan dan dapat digunakan pada aplikasi yang spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari preparasi membran alginat-polietilen glikol (AP-PEG) dan aplikasinya sebagai enkapsulan. Alginat yang digunakan adalah hasil ekstraksi dari rumput laut cokelat Padina sp. Dengan metode maserasi jalur asam alginat. Preparasi membrane alginat Padina sp.-polietilen glikol (AP-PEG) dilakukan dengan perbandingan PEG-AP = 1:5; 1:10; 1:15; 0:1 (b/b). Analisis gugus fungsi terhadap seluruh membran yang dihasilkan, menunjukkan bahwa membran AP-PEG yang dihasilkan diprediksi sebagai hasil blending secara fisika karena tidak ada gugus fungsi baru yang terbentuk. Membran dengan perbandingan berat PEG-AP=1:15 memiliki karakteristik terbaik dengan persentase swelling sebesar 1465,5%, stress sebesar 14,588 MPa, strain 0,07 dan Modulus Young sebesar 193,13 MPa. Hasil analisis morfologi menunjukkan bahwa banyak rongga ditemukan pada membrane tersebut. Hasil uji disolusi terhadap membrane tersebut menunjukkan bahwa, pada pH 1,2 membran tersebut dapat melepaskan vitamin C sebesar 78,12% selama 60 menit dan tidak mengalami cracking. Di sisi lain, pada pH 7,2 membran tersebut dapat melepaskan vitamin C sebesar 83,54% dan cracking terjadi dalam waktu 12 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposit AP-PEG dapat dibuat dari rumput laut coklat dan memiliki kemampuan sebagai enkapsulan.   Alginate Padina sp.-Polyethylene Glycol (AP-PEG) Membranes: Preparation, Characterization and Their Application as Encapsulant. The development of research on materials based on local and renewable natural resources has been continuously being developed recently. This is based on the need for new materials with more favorable characteristics and can be used in specific applications. This research aims to study the synthesis of alginate-polyethylene glycol (AP-PEG) membranes and their application as an encapsulant. The alginate was extracted from the brown seaweed Padina sp. by maceration method using alginic acid pathway. Alginate Padina sp.-polyethylene glycol (AP-PEG) alginate membrane was prepared with a ratio of PEG:AP = 1: 5, 1:10, 1:15 and 0:1 (w/w). The functional group analysis showed that the resulting AP-PEG membranes were predicted as a result of physical blending due to no new functional groups are formed. The membrane with a weight ratio of PEG:AP = 1:15 had the best characteristics, with a percentage of swelling of 1465.5%, stress of 14.588 MPa, 0.07 strain, and Young Modulus of 193.13 MPa. Morphological analysis showed that the membrane obtained had many cavities. The dissolution test showed that the AP-PEG membrane was able to release vitamin C of 78.12% for 60 minutes at pH 1.2 and no cracking was observed, while at pH 7.2 the membrane was able to distribute vitamin C by 83.54% and cracking occurs within 12 minutes. The results of this study indicate that AP-PEG composites can be made from brown seaweed and have good encapsulant capabilities.
Co-Authors ., Avidlyandi A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afif, Muhammad adli Agus Martono Agus Martono H. Putranto Alvin Reagen, Muhammad Arif Juliari Kusnanda Aswanda Aswin Falahudin Aswin Falahudin Aswin Falahudin Aswin Falahudin Avidlyandi, Avidlyandi Azizah Khusnul Charles Banon Della Faronica Della Indah Medani Deni Agus Triawan Devi Nurhasana Diana Andari Dina Erliana Dwita Oktiarni Eka Angasa Eka Angasa Elsi Silvia Endarwati Wiwik Endarwati Evi Maryanti Evi Maryanti Fahmi, Riziq Ilham Nur Falahudin, Aswin Febriansyah, Rahmaga Fitriani, Dyah Ghufira Ghufira Harianti Putri , Yona Harlianto, Budi Helfi Eka Saputra Hendri Bustamam Herlina Herlina Herlina Herlina Herlita Widiyanti Hidayah, Thoriqul Indah Medani, Della Insin, Numpon Irfan Gustian Irfan Gustian Irfan Gustian Irfan Gustian Irfan Gustian Irmanida Batubara Juliari Kusnanda, Arif Khafit Wiradimafan Khafit Wirdimafan Khairani, Nurliza Khusnul Azizah Kurnia Farah Andina Liana Wahyuni Lisna Hamni M. Rafi Martono H.P, Agus Mawakhid, Oki Rokhim Meyola, Fenti Mohamad Rafi Mudyanto, Andre Muhamad Alvin Reagen Muhammad Alvin Reagen Munifilia Ekasari Munifilia Ekasari Nesbah Nesbah, Nesbah Novrianto Tarigan Nurhasana, Devi Nurwidiyani, Ria Oki Rokhim Mawakhid Pasaribu, Cahaya Perdani, Meka Saima Prastya, M. Eka Puspasari, Jesi Putri Ramanda Rahmaga Febriansyah rahmawati, redinta Ramanda, Putri Reagen, Muhamad Alvin Reza Pertiwi Reza Wahyuni Ria Nurwidiyani Risky Hadi Wibowo Risky Hadi Wibowo Rochmah Supriati Rothman, Dita Delia Sal Prima Yudha S Sal Prima Yudha S SALPRIMA YUDHA S Salprima Yudha S. Samuel Billie Tua Sinaga Shari Winda Shari, Winda Silvia, Elsi Sinaga, Samuel Billie Tua Sipriyadi Sri Wahyu Kurnia Putri Suci Sukma Taruna Asral Supriati, Rochmah Suryadi Jaya Swadexi Istiqphara Swadexi Istiqphara Swadexi Istiqphara, Swadexi Teja Dwi Sutanto Thoriqul Hidayah Triawan Deni Agus Triawan, Deni Agus Uci Cahlia Vicka Andini Wafa Syahidah Wahyuni, Reza Welly Darwis Wibowo Risky Hadi Wibowo, Risky Hadi Winda Shari Wulan Aprilia Syafitri Yudha S Yudha S