p-Index From 2021 - 2026
20.924
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment) Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) OPSI Widyariset JPBM (Jurnal Pendidikan Bisnis dan Manajemen) Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial JABE (Journal of Accounting and Business Education) Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Jurnal Sistem dan Manajemen Industri GIZI INDONESIA Jurnal Mahasiswa Bina Insani INOVTEK POLBENG SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Menara Perkebunan Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Prologia Jurnal Ulunnuha Jurnal Medika Cendikia (e-Journal) Oetoesan-Hindia: Telaah Pemikiran Kebangsaan Jurnal Litbang Polri Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SMIPT) Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Widyariset Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Tamaddun : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan Didaktika: Jurnal Pemikiran Pendidikan Jurnal Ilmiah Penelitian Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat Indonesian Journal of Industrial Engineering & Management Mitra Pendidikan: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Literasi Jurnal Ekonomi dan Bisnis SADE Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Maharot : Journal of Islamic Education Jurnal Lazuardi Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Journal of Informatics and Communication Technology (JICT) Jurnal Pariwisata Indonesia TECHSI - Jurnal Teknik Informatika Proceedings of The ICECRS Industrial Research Workshop and National Seminar Jurnal Lemhannas RI JWM (JURNAL WAWASAN MANAJEMEN) Jurnal Sistim Informasi dan Teknologi Jurnal Ekonomi dan Bisnis (JEB) Pareto : Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis Balance: Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Akses : Journal of Public and Business Administration Science Mamangan Social Science Journal Jurnal Teknologi Informasi Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi (TekLA) Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) English Language, Linguistics, Literature, and Education Journal: ELLTURE JOURNAL Tourism, Hospitality and Culture Insights Journal Maharot : Journal of Islamic Education Journal of Informatics and Communication Technology (JICT) Dzihni: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, Linguistik dan Kajian Literatur Arab Tourism Economics, Hospitality, and Business Management Journal Sawerigading Journal Placenta Jurnal Perempuan
Claim Missing Document
Check
Articles

Membaca Arah Keberlanjutan Feminisme Pasca-Reformasi: Kritik dan Praktik Kolektif admin admin
Jurnal Perempuan Vol. 30 No. 2 (2025): Membaca Arah Keberlanjutan Feminisme Pasca-Reformasi: Kritik dan Praktik Kolek
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dua dekade pasca-Reformasi, gerakan feminisme di Indonesia tidak lagi sekadar berfokus pada pembukaan ruang partisipasi, melainkan pada upaya menjaga keberlanjutan kerja feminis di tengah iklim politik yang tidak stabil, terfragmentasi, dan represif. Tantangan utama yang dihadapi meliputi profesionalisasi organisasi masyarakat sipil, ketergantungan pada pendanaan berbasis proyek, serta munculnya kerentanan baru di ruang digital akibat pengawasan dan pendisiplinan algoritmik oleh negara. Kondisi demokrasi yang mengalami kemunduran serta menguatnya oligarki membuat strategi yang hanya bertumpu pada prosedur demokratis menjadi kurang efektif, sehingga daya tahan gerakan sangat bergantung pada kemampuan negosiasi kolektif dalam menghadapi peluang politik yang fluktuatif. Keberlanjutan dalam konteks ini tidak dimaknai sebagai keberhasilan yang bersifat linear, melainkan sebagai praktik merawat jaringan, solidaritas, dan daya hidup feminisme di tengah tekanan struktural. Tulisan ini menekankan bahwa perjuangan perempuan memiliki biaya personal yang tinggi, terutama bagi Perempuan Pembela HAM yang menghadapi stigmatisasi dan ancaman keselamatan tanpa perlindungan hukum yang memadai. Oleh karena itu, feminisme harus dipahami sebagai horizon dan perangkat kritik yang terus diuji melalui praktik nyata, guna memastikan imajinasi emansipatoris dan kerja-kerja kemanusiaan dapat terus berlanjut lintas generasi di luar sekadar kemenangan simbolik
Merebut Otoritas: Keadilan Epistemik, Keberlanjutan Hidup, dan Politik Perempuan Adat admin admin
Jurnal Perempuan Vol. 31 No. 1 (2026): Merebut Otoritas: Keadilan Epistemik, Keberlanjutan Hidup, dan Politik Perempu
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Catatan pengantar Jurnal Perempuan ini menyoroti realitas perempuan adat yang kerap terjebak dalam posisi paradoksal di tengah krisis iklim dan masifnya pembangunan ekstraktif. Meskipun berperan vital sebagai penjaga keberlanjutan komunitas, ekologi, dan sistem pangan, mereka sering kali disingkirkan dari proses pengambilan keputusan serta hanya diperlakukan sebagai objek kebijakan atau perlindungan. Melalui delapan artikel yang dimuat, edisi ini berupaya membongkar narasi tersebut dengan menegaskan bahwa perempuan adat adalah subjek politik utuh yang memiliki otoritas atas kehidupan dan komunitasnya. Lebih lanjut, catatan ini menekankan pentingnya tuntutan keadilan epistemik bagi perempuan adat. Selama ini, pengetahuan mereka terkait pengelolaan alam, ritual, dan pangan sering diremehkan jika dibandingkan dengan pengetahuan akademis atau negara. Padahal, pengakuan terhadap sistem pengetahuan ini sangat mutlak diperlukan karena menawarkan fondasi alternatif bagi keberlanjutan sosial dan ekologis di masa depan. Berbagai elemen seperti dapur ritual, wilayah pesisir, hingga hutan adat bukanlah sekadar ruang fisik, melainkan ruang epistemik tempat perempuan adat memproduksi dan mewariskan pengetahuan demi menjaga ketahanan komunitas. Oleh karena itu, pengakuan hak masyarakat adat di ranah hukum nasional—seperti dalam RUU Masyarakat Adat—harus dikritisi menggunakan perspektif feminis. Hal ini bertujuan agar pengakuan tersebut tidak mengabaikan posisi perempuan adat sebagai subjek hukum dan tidak malah melanggengkan kekuasaan patriarki di dalam komunitas adat itu sendiri. Dalam menghadapi represi negara dan perampasan ruang hidup, catatan ini juga menyoroti bentuk perlawanan keseharian yang dilakukan oleh perempuan adat. Mereka membuktikan bahwa perlawanan tidak selalu harus berwujud demonstrasi atau konfrontasi terbuka, melainkan bisa dijalankan melalui upaya merawat keluarga, mempraktikkan ritual spiritual, dan menjaga solidaritas sosial. Secara keseluruhan, redaksi mengajak pembaca untuk menyadari bahwa perjuangan perempuan adat pada hakikatnya adalah perjuangan untuk mempertahankan kehidupan itu sendiri. Mendengarkan suara sekaligus mengakui otoritas mereka menjadi kunci utama untuk menciptakan masa depan bumi yang adil, setara, dan berkelanjutan.