Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Edukasi Kelompok Pada Pengendalian Tekanan Darah Di Anggota Klub Prolanis Klinik Pratama Emi Demiyanti; Ardini Saptaningsih Raksanagara; Irvan Afriandi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.223 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i2.20670

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi yaitu sebesar 25,8 %. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan penyakit hipertensi,  diantaranya adalah dengan program Prolanis  di Klinik  Pratama. Program Prolanis ini  kegiatannya yaitu edukasi kelompok yang dilaksanakan setiap bulan. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh edukasi kelompok pada pengendalian hipertensi di klub Prolanis Klinik Pratama. Metode enelitian ini menggunakan metode penelitian observasional dengan data retrospektif kohort. Analisis secara bertahap mencakup analisis univariat untuk menghitung distribusi frekuensi, analisis iasble untuk menilai hubungan antara iasble bebas  dan iasble terikat menggunakan uji beda Chi Square. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari catatan ias  Klinik Vita Medika Banjar  yaitu datadari Oktober 2011 sampai dengan Oktober 2015. Penelitian ini dilakukan, di Klinik Vita Medika Banjar  pada tanggal 2 Januari 2017 sampai dengan 25 Januari 2017. Populasi semua pasien hipertensi di klinik. Sampelnya  semua pasien hipertensi peserta BPJS yang terdaftar di klub Prolanis dengan jumlah 211 sampel.Hasil proporsi karakteristik dari data yang diambil yaitu proporsi tertinggi pada umur 51-60 tahun 38,4%, jenis kelamin perempuan 60,7%,pendidikan Perguruan Tinggi 36,4%. Analisis pengujian korelasi dengan Chi Square didapatkan  proporsi  kehadiran  nilai p=0,001 (p<0,05) .Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Edukasi kelompok berpengaruh terhadap pengendalian tekanan darah pada klub Prolanis.Kata Kunci: Edukasi, Prolanis, Tekanan Darah
Pengetahuan Perawat Mengenai Kemoterapi dan Risiko Kecelakaan Kerja dalam Pelayanan Proses Kemoterapi di RSUP DR. Hasan Sadikin Kota Bandung Anggia Dwi Andila; Irvan Afriandi; Padji Irani Fianza
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.44 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i2.15009

Abstract

Kemoterapi merupakan salah satu terapi paling efektif untuk mengobati penyakit kanker. Proses kemoterapi membutuhkan perawat khusus dengan pengetahuan tinggi mengenai kemoterapi. Perawat yang bekerja dengan pelayanan kanker atau perawat onkologi mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit atau kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan perawat yang belum dan sudah mendapat pelatihan tentang kemoterapiSurvei analitik komparatif potong lintang dilaksanakan dengan kuesioner tentang pengetahuan mengenai kemoterapi dan proses kemoterapi. Sampel sebanyak 36 perawat onkologi yang melakukan proses kemoterapi di Ruang Kemoterapi Asnawati Zuchradi, Ruang Anyelir, Ruang Mawar, dan Ruang Melati Bagian Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung, diperoleh dengan metode sampling total pada Agustus-Desember 2016. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-kuadrat atau uji eksak Fisher dan uji korelasi rank Spearman, dengan kemaknaan hasil uji ditentukan berdasarkan nilai p<0,05.Terdapat perbedaan signifikan antara perawat yang telah pernah dan belum pernah mendapat pelatihan tentang kemoterapi padabutir pernyataan mengenai kewajiban mengikuti pelatihan dan memakai sarung tangan selama proses kemoterapi serta perendaman kain yang terkontaminasi bahan kemoterapi (p < 0,.05). Terdapat perbedaan signifikan mengenai pembuangan cairan tubuh pasien setelah mendapatkan kemoterapi (p < 0,.05). Terdapat korelasi positif antara lama pengalaman kerja dengan skor pengetahuan total pada responden. Hanya beberapa item pernyataan tentang pengetahuan yang menunjukan perbedaan antara perawat yang sudah dan belum mendapatkan pelatihan. Terdapat korelasi positif antara lama pengalaman kerja dengan skor pengetahuan total pada responden.Kata Kunci, Kecelakaan Kerja, Kemoterapi, Pengetahuan
Pengaruh Penerapan Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) terhadap Pengetahuan Ibu dan Aktivitas Fisik pada Anak Sekolah Dasar Nurul Auliya Kamila; Hadi Susiarno; Dida Akhmad Gurnida; Irvan Afriandi; Herry Garna; Tono Djuwantono
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.74 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v5i2.2367

Abstract

Aktivitas fisik yang tidak cukup adalah 1 dari 10 faktor risiko utama kematian di seluruh dunia karena merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes melitus. Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) adalah media informatif yang merupakan panduan bagi ibu dalam meningkatkan pengetahuan dan panduan tentang aktivitas fisik yang benar pada anak usia sekolah dasar yang dikemas dalam bentuk animasi bergerak, warna menarik, dan sistem pengingat waktu/reminder. Dilakukan penelitian quasi experiment dengan pretest-postest with control group design untuk menganalisis pengaruh aplikasi SEHATI terhadap pengetahuan ibu dan aktivitas fisik pada anak usia sekolah dasar selama Januari 2017. Subjek penelitian ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar berusia 8−12 tahun di SDIT Uchuwwatul Islam Kota Bandung sebanyak 60 orang yang terbagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi menggunakan aplikasi SEHATI dan kelompok kontrol tidak diterapkan. Pengambilan sampel berdasar atas teknik proportionate stratified random sampling. Pengujian statistik menggunakan uji chi-square dengan kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan karakteristik responden pada kedua kelompok meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, dan paritas. Karakteristik ibu pada kelompok intervensi dan kontrol didominasi oleh usia 30−39 tahun, berpendidikan menengah (SMA, SMP), tidak bekerja, dan paritas multipara. Persentase peningkatan skor pengetahuan pada kelompok intervensi lebih baik daripada kelompok kontrol (25% vs 19%; p=0,001). Skor aktivitas fisik anak peningkatannya lebih baik pada kelompok intervensi (78% vs 61%; p=0,602). Simpulan, aplikasi SEHATI berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ibu dan aktivitas fisik anak usia sekolah dasar.THE EFFECT OF AFFECTIONATE TO BABY (SEHATI) APPLICATION ON MOTHER'S KNOWLEDGE AND PHYSICAL ACTIVITY IN PRIMARY SCHOOL AGE CHILDRENThe lack of physical activity is one of the 10 major risk factors of death in the world, it is major risk factors for non-communicable diseases such as cardiovascular diseases, cancer, and diabetes mellitus. Affectionate to Baby (SEHATI) application is informative media which is a guide for mothers in improving the knowledge and guidance on the correct physical activity in children of primary school age are packaged in the form of moving animations, exciting colors, and the system time reminder. A quasi experiment with pretest-posttest control group design was conducted to analyze the effect of the SEHATI application toward knowledge mother and physical activity in school age children during January 2017. The subjects of this research were 60 mothers who have primary school age children as well as those aged 8−12 years in SDIT Uchuwwatul Islam Bandung. The respondent were divided into two groups the intervention group and the control group. The sampling based on proportionate stratified random sampling. The statistical test using chi square test with the significance of test results is determined by the value of p<0.05. The results showed there were no differences in the characteristics of respondents in both groups, including age, education, occupation, and parity. Characteristics of mothers in the intervention and the control group was dominated by the age of 30−39, secondary education (high school, junior high school), not working, and parity multiparous. The percentage increase of knowledge score in the intervention group was better than the control group 25% vs 19%, p=0.001. Percentage increase of the children's physical activity score in the intervention group was better than the control group 78% vs 61%, p=0.602. Conclusion, SEHATI application is influential in increasing the knowledge of the mother and the physical activity of children of primary school age.
Penggunaan Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) terhadap Asupan Zat Gizi Anak dan Pengetahuan Ibu Menerapkan Konsumsi Aneka Ragam Makanan Gizi Seimbang pada Anak Sekolah Dasar Giyawati Yulilania Okinarum; Irvan Afriandi; Dida Akhmad Gurnida; Herry Herman; Herry Garna; Tono Djuwantono
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.938 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v5i3.2576

Abstract

Kesehatan dan gizi yang buruk pada anak usia sekolah dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan, dan kecerdasan. Konsumsi pangan masyarakat Indonesia belum sesuai dengan pesan gizi seimbang. Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) diharapkan dapat menjadi alat strategi promosi kesehatan untuk meningkatkan asupan zat gizi anak dan pengetahuan ibu menerapkan konsumsi aneka ragam makanan gizi seimbang. Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan asupan zat gizi anak dan pengetahuan ibu menerapkan konsumsi aneka ragam makanan gizi seimbang pada anak sekolah dasar sebelum dengan sesudah diterapkan aplikasi SEHATI. Periode penelitian 2–18 Maret 2017 di SDIT Jabal Nur Yogyakarta. Subjek adalah ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar (8–12 tahun) dan anaknya yang memenuhi kriteria penelitian. Penelitian ini merupakan randomized controlled trial (RCT). Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Kelompok intervensi mendapatkan pemasangan aplikasi SEHATI dan kontrol diberikan pendidikan kesehatan, tiap-tiap kelompok terdiri atas 30 responden. Data diolah dengan uji nonparametrik, yaitu uji t berpasangan pada data yang berdistribusi normal dan uji Mann-Whitney pada data yang tidak berdistribusi normal. Terdapat perbedaan bermakna penggunaan aplikasi SEHATI terhadap peningkatan pengetahuan ibu pada kelompok intervensi (25,9%; p≤0,001), terjadi peningkatan skor asupan zat gizi anak pada kelompok intervensi yang bermakna, yaitu karbohidrat (13,8%; p=0,038) dan vitamin A (51,5%; p=0,005). Simpulan, terdapat perbedaan peningkatan asupan zat gizi dan pengetahuan ibu menerapkan konsumsi aneka ragam makanan gizi seimbang pada anak sekolah dasar sebelum dengan sesudah penggunaan aplikasi SEHATI.SAYANG KE BUAH HATI (SEHATI) APPLICATION USAGE ON CHILDREN NUTRIENT INTAKE AND MOTHERS’ KNOWLEDGE IN IMPLEMENTING NUTRITIONALLY BALANCED FOOD VARIETY AMONG PRIMARY SCHOOL CHILDRENNutrient imbalance affects children growth and development. Sayang ke Buah Hati (SEHATI) was an application developed for health promotion strategies to increase children nutrient intake and mothers’ knowledge in implementing consumption on nutritionally balanced food variety. The purpose of this study was to analyze the differences of children nutrient intake and mothers’ knowledge in implementing consumption of a variety of nutritionally balanced food on primary school children before and after applying the SEHATI application. Subjects were 30 randomly selected mothers who have primary school age children (8−12 years) and their children. This study is a randomized controlled trial (RCT) conducted on 2–18 of March 2017 in SDIT Jabal Nur Yogyakarta. The intervention group got the SEHATI application installed and health education. The data collected is processed by the paired t test on normally distributed data and Mann Whitney tests on data that are not normally distributed. Results showed significant increased knowledge of mothers in the intervention group significantly (25.9%, p≤0.001). Increased nutrients scores of children in the intervention group were carbohydrates (13.8%, p=0.038) and vitamin A (51.5%, p=0.005). In conclusions, there are differences of child nutrient intake and mothers’ knowledge in implementing consumption of a variety of nutritionally balanced food in primary school children before and after SEHATI application usage.
Pengaruh Program Pendidikan Kesehatan Reproduksi RemajaTerintegrasi terhadap Peningkatan Kontrol Diri di Kabupaten Indramayu Atiek Novianty; Benny Hasan Purwara; Sari Puspa Dewi; Farid Husin; Tuti Wahmurti; Irvan Afriandi
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 2 (2015): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.814 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i2.54

Abstract

Permasalahan-permasalahan kesehatan reproduksi remaja terus meningkat di Kabupaten Indramayu, seperti masih tingginya perilaku seksual sebelum menikah, kehamilan remaja, perkawinan remaja, dan perceraian remaja. Berbagai permasalahan tersebut terjadi karena kontrol diri perilaku yang tidak berpegangan pada prinsip hidup sesuai dengan nilai. Pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi dengan mengajarkan nilai-nilai mulia diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam bersikap dan berperilaku pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi terhadap peningkatan kemampuan kontrol diri perilaku seksual pada remaja. Metode penilitian ini adalah Quasi eksperiment pre post design. Subjek penelitian ini adalah siswa SMUN di Kabupaten Indramayu yang berjumlah 144 orang  (kelompok perlakuan 72 dan kelompok kontrol 72). Teknik pengambilan sampel secara cluster. Pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi dilakukan pada kelompok perlakuan. Peningkatan kontrol diri diukur menggunakan kuesioner kontrol diri. Analisis data menggunakan uji kai kuadrat, mann whitney, Wilcoxon, dan uji kovarian. Hasil penelitian diketahui terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi terhadap peningkatan kontrol diri perilaku seksual pada remaja (p=0,041). Peningkatan kontrol diri perilaku seksual remaja pada kelompok kontrol sebesar 54,6% dan kelompok kontrol sebesar 48,7%. Ego diri (63,6%) dan temperamental (65,9%) merupakan dimensi kontrol diri yang signifikan terhadap perubahan kemampuan kontrol diri pada kelompok perlakuan.Simpulan  penelitian ini adalah terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi terhadap peningkatan kemampuan kontrol diri perilaku seksual pada remaja. Peningkatan kontrol diri perilaku seksual melalui pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi perlu dilakukan dan dilanjutkan dengan evaluasi dan supervisi secara berkala
Motivasi dan Kompetensi Mahasiswa serta Kepuasan Pasien setelah Mendapatkan Model Pembelajaran Asuhan Nifas Terintegrasi Allania Hanung; Farid Husin; Irvan Afriandi; Dany Hilmanto; Vita Murniati Tarawan; Setiawan Setiawan; Ishak Abdulhak
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 4 (2015): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.668 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i4.23

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu hal yang mempengaruhi kualitas bidan. Didasarkan atas kajian sebelumnya bahwa pendidikan bidan perlu menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi pasien,serta melibatkan multi disiplin ilmu.Diharapkan dengan pendekatan tersebut, dapat meningkatkan kompetensi bidan. Penelitian mengenai kurikulum terintegrasi telah banyak dilakukan pada pendidikan kedokteran, dan terbukti efektif meningkatkan kompetensi mahasiswa. Namun, penelitian kurikulum kebidanan terintegrasi di Indonesia masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa penerapan asuhan nifas terintegrasi terhadap peningkatan motivasi dan kompetensi mahasiswa serta kepuasan pasien dalam praktek klinik kebidanan. Penelitian ini menggunakan metodequasi eksperiment dengan pre-post one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester IV program studi DIII Kebidanan UNS dan pasien yang mendapat pelayanan asuhan nifas oleh mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa 37 orang, dan pasien 37 orang yang mendapat pelayanan dari mahasiswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juli 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan motivasi dan kompetensi sebelum dan sesudah diberikan model pembelajaran asuhan nifas terintegrasi (p<0,001). Rata-rata peningkatan pengetahuan mahasiswa sebesar 20,27%, peningkatan sikap sebanyak 20,27%, dan peningkatan ketrampilan sebanyak 21,63%. Sebelum diberikan asuhan nifas terinetgrasi, mahasiswa tidak ada yang kompeten, namun sesudahnya terdapat 22 orang mahasiswa yang kompeten. Kompetensi mahasiswa meningkatkan kepuasan pasien sebesar 10,667 kali (OR=10,667). Unsur kompetensi yang paling memengaruhi kepuasan adalah ketrampilan (p<0,001). Kepuasan pasien dipengaruhi oleh ketrampilan mahasiswa sebanyak 40%. Simpulan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran asuhan nifas terintegrasi mampu meningkatkan motivasi dan kompetensi mahasiswa D III Kebidanan, serta meningkatkan kepuasan pasien pada praktik klinik kebidanan.
Pengaruh Penerapan Booklet Kunjungan pada Akseptor KB Suntik 3 Bulan terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Ketepatan Waktu Kunjungan Ulang Nurrasyidah Nurrasyidah; Benny Hasan Purwara; Herry Herman; Farid Husin; Tono Djuwantono; Irvan Afriandi; Hadyana Sukandar
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 3, No 1 (2016): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.786 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v3i1.50

Abstract

Tingkat keberlangsungan penggunaan alat kontrasepsi/ KB suntik 3 bulan semakin rendah dibandingkan kontrasepsi lain. Booklet kunjungan merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan informasi tentang KB suntik 3 bulan yang bertujuan untuk meningkatkan keberlangsungan penggunaan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peningkatan pengetahuan, sikap, dan pengaruhnya terhadap ketepatan waktu kunjungan ulang.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain quasi eksperiment dengan non equivalent pre-test post-test control group design, dengan jumlah sampel 31 orang/kelompok dengan teknik consecutive samplingdi Puskesmas Kejuruan Muda Aceh Tamiang pada periode 3 Juli‒28 Oktober 2015. Data dianalisis dengan UjiT tidak berpasangan atau ujiMann-Whitney(jika data tidak berdistribusi normal) untuk menguji perbedaan peningkatan pengetahuandan sikap,sedangkan uji Chi Square untuk menguji pengaruh penerapan booklet kunjungan terhadap ketepatan waktu kunjungan ulang. Instrument yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan sikap adalah kuesioner. Sedangkan ketepatan waktu kunjungan ulang dilakukan pengamatan melalui catatan kunjungan ulang yang dimiliki akseptor.Hasil analisis diperoleh persentase peningkatan pengetahuan pada kelompok perlakuan sebesar 33,3% sedangkan kelompok kontrol sebesar 25%. Pada sikap diperoleh persentase peningkatan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebesar 0%.Perbedaan peningkatan pengetahuan dan sikap secara statistik tidak bermakna (p>0,05). Penerapan bookletkunjungan berpengaruh terhadap ketepatan waktu kunjungan ulang (p<0,05).Bookletkunjunganmerupakan media pendidikan kesehatan yang tidak berbeda dengan informasi yang disampaikan secara lisan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap, namun berpengaruh terhadap ketepatan waktu kunjungan ulang akseptor KB suntik 3 bulan. Dengan penerapan yang maksimal akan lebih meningkatkan pengetahuan, dan sikap serta lebih menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya penggunaan KB suntik 3 bulan yang berkesinambungan.
Association between Mosquito Coils Use with Nasopharyngeal Carcinoma Witri Septiani; Yussy Afriani Dewi; Irvan Afriandi
INTERNATIONAL JOURNAL OF NASOPHARYNGEAL CARCINOMA Vol. 2 No. 03 (2020): International Journal of Nasopharyngeal Carcinoma
Publisher : TALENTA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijnpc.v2i03.4381

Abstract

Introduction: Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is a malignancy of squamous cells on the nasopharyngeal epithelial layer and is the most common otorhinolaryngology malignancy found in Indonesia. The etiology of NPC is multifactorial, including food, environment, genetics, and Epstein-Barr virus infection. Mosquito coils contain volatile carcinogens, such as formaldehyde and acetaldehyde, which may cause malignancy on upper respiratory tract epithelial cells. Objectives: The study aimed to understand the association between mosquito coils use with the incidence of nasopharyngeal carcinoma. Methods: This was a hospital-based unmatched case-control study design involving 80 patients on the Oncology Clinic of Department of Otorhinolaryngology-Head and Neck Surgery at Dr. Hasan Sadikin General Hospital from September to October 2015. The questionnaire about NPC risk factor exposure, including the history of mosquito coil use, was applied as a study instrument. Statistical analysis used the chi-square test to acquire the association between two categorical variables and was considered significant if P-value is <0.05. Results: The percentage of mosquito coil users in the case group (52.7%) was higher than in the control group (30%). Statistical analysis using the chi-square test revealed P = 0.041 with OR (CI 95%) equals 2.58 (1.03-6.45). This result showed that mosquito coil use might increase the risk of nasopharyngeal carcinoma incidence by 2.58-fold. Conclusion: There is an association between mosquito coils use with nasopharyngeal carcinoma.
Hubungan Penerapan Sistem Informasi Berbasis Website Terhadap Akurasi Data Anemia dalam Kehamilan Yulidar Yanti; Anita D. Anwar; Irvan Afriandi
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.565 KB) | DOI: 10.35568/bimtas.v3i1.452

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok anak-anak dan ibu hamil. Kualitas data anemia di Indonesia masih rendah, karena laporan tidak akurat, tidak lengkap dan tidak tepat waktu. Pengembangan aplikasi berbasis website diperlukan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan akurasi, kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan akurasi pelaporan anemia setelah pengembangan aplikasi berbasis website pada pemantauan anemia dalam kehamilan. Penelitian ini menggunakan rancangan operasional riset dengan pendekatan pre and posttest control group. Kelompok studi dibagi menjadi dua yaitu kelompok perlakuan menggunakan aplikasi berbasis website dan kelompok kontrol melakukan pencatatan dan pelaporan secara manual dilakukan dari bulan September sampai bulan November 2016. Jumlah responden pada kelompok perlakuan berjumlah 19 BPM dan kelompok kontrol berjumlah 20 BPM. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan akurasi laporan sebesar 64,5% (p=0,029) pada kelompok perlakuan untuk akurasi laporan pretest dan posttest 1 dan sebesar 64,5% (p=0,012) untuk akurasi laporan pretest dan post test 2. Simpulan pengembangan aplikasi berbasis website pada pemantauan anemia dalam kehamilan merupakan upaya yang efektif untuk meningkatan akurasi data pelaporan anemia.
Profiles of diphtheria cases in children in Hasan Sadikin Hospital, West Java Iskandar, Safira Atya; Setiabudi, Djatnika; Tarigan, Rodman; Alam, Anggraini; Afriandi, Irvan
Paediatrica Indonesiana Vol. 64 No. 4 (2024): July 2024
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/pi64.4.2024.305-10

Abstract

Background Diphtheria cases continue to be reported in Indonesia, which has long been one of the countries with the highest number of diphtheria cases worldwide. One of Indonesia's province with the highest annual diphtheria cases is West Java. Dr. Hasan Sadikin General Hospital (RSHS) is one of the tertiary referral hospitals in Bandung, West Java, that treats several diphtheria cases annually. No study focused on the clinical characteristics of diphtheria cases in children admitted to RSHS between 2017 and 2021 yet. Therefore, this study sought to analyze that. Objective To find out the profiles of children < 18-year-old with diphtheria admitted in RSHS between 2017-2021. Methods This descriptive, cross-sectional study reviewed the medical records of diphtheria patients 0 to 18-year-old who were admitted to RSHS between year 2017 and 2021. Results Out of 45 subjects, 76% were males. The median of age was eight years old, ranging from 2 to 17 years. Most patients lived in urban areas and had normal anthropometry status, although some showed abnormal findings. The data showed that 44% had more than 3 days of onset until admission to the hospital, and the median length of stay was 9 days. The clinical characteristics showed that 91% of patients had pseudomembrane, also present with cough, common cold, hoarseness, stridor, and bull’s neck. As many as 44% of patients did not have complete basic immunization status. Complications found were airway obstructions, myocarditis, and sepsis, and 2 deaths were reported. Conclusion Pseudomembrane was found in the majority of patients. Most patients were over five years of age, and almost half number of the patients did not have complete basic immunization status, indicating the need for improved immunization and booster coverage.
Co-Authors -, Burhan Abdullah Ichsan Ain Izzati Khiruddin Ain Izzati Khiruddin, Ain Izzati Albaru, Agung Allania Hanung Putri Sekar Ningrum Andila, Anggia Dwi Anggia Dwi Andila Anggia Farrah Rizqiamuti, Anggia Farrah Anggraini Alam, Anggraini Anita D. Anwar Annisa Fitri Maharani Ardini Saptaningsih Raksanagara Ardini Saptaningsih Raksanagara, Ardini Saptaningsih Argya Nareswara Arifah Nur Istiqomah Atiek Novianty Atri Laranova Bachti Alisjahbana Balqis, Dinda Benny Hasan Purwara Briska Sudjana Budi Sujatmiko Burhan Burhan, Burhan Chrysanti Murad Chrysanti Murad, Chrysanti Dahlia Yulianti Dany Hilmanto Deni Kurniadi Sunjaya Dewi Marhaeni Diah Herawati Dida Akhmad Gurnida Djatnika Setiabudi Eka Nurfitri, Eka Eleonora Anindya Tiara Dewi Elsa Pudji Setiawati Elsa Pudji Setiawati Elsa Pudji Setiawati Emi Demiyanti Fadillah, Reza Arif Fardin Hasibuan Farid Husin Febri Sri Lestari Fedri Ruluwedrata Rinawan Fianza, Padji Irani Fitriyah, Sukhriyatun Gatot N. A. Winarno Giyawati Yulilania Okinarum Hadyana Sukandar Herawati, Pipit Herry Garna Herry Herman Ichsan, Abdullah Ika Murtiyarini Insi Farisa Arya Insi Farisa Arya Insi Farisa Arya, Insi Farisa Insi Farisa Desy Arya Ishak Abdulhak Iskandar, Hadyana Iskandar, Safira Atya Julistio T. B. Djais Julistio T. B. Djais, Julistio T. B. Kevin Gunawan Krisnian, Tharani Kurnia Wahyudi Kurnia Wahyudi Kurnia Wahyudi Kurnia Wahyudi, Kurnia Kusnandi Rusmil Laili Aznur Laili Aznur, Laili Laranova, Atri Maharani, Annisa Fitri Maria Lidwina Soetanto Nareswara, Argya Nita Arisanti Nita Arisanti Nur Fadilla Nur Fadilla, Nur Nurrasyidah Nurrasyidah Nurul Auliya Kamila Okta Wismandanu Padji Irani Fianza Pipit Herawati Pipit Herawati Prasetya, Taufan Rafsae Iqbal Akbar Rodman Tarigan Rudi Herman Sitanggang Rudi Herman Sitanggang, Rudi Herman Sahril, Indra Sari Puspa Dewi Setiawan Setiawan Shuffi Galuh Aditiyanti Siska Bradinda Putri Sudirman Siti Karlinah Solek, Purboyo Sri Endah Rahayuningsih Sri Yusnita Irda Sari, Sri Yusnita Irda Sudjana, Briska Susiarno, Hadi Syaputra, Muhammad Lyan Tharani Krisnian Titing Nurhayati Tono Djuwantono Tono Djuwantono Tuti Wahmurti Uni Gamayani, Uni Villia Damayantie Vita Murniati Tarawan Winarno, Gatot N.A Witri Septiani Wulan Fitrian Yudi Rachman Saleh Yudi Rachman Saleh, Yudi Rachman Yulia Sofiatin Yulidar Yanti Yuni Susanti Pratiwi Yuni Susanti Pratiwi, Yuni Susanti Yussy Afriani Dewi