Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Sensori dan Fisikokimia Pepaya California Hasil Pemeraman dengan Menggunakan Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Almaidah Almaidah; Muhammad Rifqi Suryana; Muhammad Fakih Kurniawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n2.6

Abstract

Pepaya merupakan yang termasuk kedalam buah klimaterik yang akan cepat matang dalam waktu singkat, hal tesebut membuat banyak petani melakukan pemetikan pepaya dalam keadaan masih dalam keadaan setengah matang dengan tujuan agar dapat menjaga mutu papaya pada saat distribusi. Salah satu upaya untuk dapat membuat papaya matang sempurna Ketika sampai pada konsumen adalah dengan melakukan pemeraman menggunakan daum lamtoro.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai lama pemeraman dengan menggunakan daum lamtoro terhadap karakteristik sensori serta fisikokimia pada papaya California. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lama pemeraman 4 taraf: 0 hari, 3 hari, 5 har dan 7 hari, serta penggunaan daum lamtoro 2 taraf: 0% dan 2.0 dengan pengulangan sebanyak 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lama pemeraman dan jumlah daun lamtoro berpengaruh nyata terhadap sifat sensori, sifat fisik dan kimia pada pepaya california. Pepaya california terpilih adalah pepaya perlakuan dengan lama pemeraman 5 hari dan menggunakan daun lamtoro sebanyak 20%. Penggunaan daun lamtoro mampu untuk mempercepat proses pematangan pada pisang pepaya california.pepaya california terpilih mempunyai rata-rata tingkat kekerasan yaitu 4,5 kg/cm2. Pepaya california terpilih mengandung rata-rata kadar air 89,78%, kadar total gula 12,53% dan kadar vitamin C 144,86 (mg/100 g).
PENINGKATAN EKSISTENSI UMKM DI JABODETABEK MELALUI KOMUNITAS UKM (Usaha Kaum Milenial) DI ERA PANDEMI Muhammad Fakih Kurniawan, S.Si, M.Si; Lia Amalia, S. S., S. T., M. T; Nursyawal Nacing, S. TP., M. Si
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.166 KB) | DOI: 10.30997/qh.v12i3.4515

Abstract

Jumlah UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Indonesia setiap tahun bertambah, termasuk UMKM pangan yang dikelola generasi milenial. Hal ini menyebabkan muncul tantangan dalam peningkatan kualitas produk dan pemasaran, terlebih pada era pendemi seperti ini. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mitra guna meningkatkan mutu produk termasuk kemasan dan pemasarannya. Kegiatan ini diikuti oleh 32 mitra dari Jabodetabek dan beberapa kota lain. Metode yang dilakukan adalah pendaftaran mitra, pembuatan grup komunitas, presentasi dan pelatihan online via Google Meet, dan evaluasi. Materi presentasi dibagi menjadi enam sesi yaitu opening class, sistem jaminan halal, sanitasi dan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik), strategi pemasaran, design kemasan, dan ijin edar produk pangan. Sebanyak 44% peserta memasarkan produknya secara online, 44% secara online dan offline, dan masih terdapat 12% memasarkan produk secara offline. Pada sesi pelatihan design kemasan dilakukan perubahan tampilan kemasan UMKM Nuris Chips menjadi lebih menarik dan kekinian. Hasil pretest dan postest didapatkan peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata pretest 67,22 menjadi 88,33 saat post test.
Potensi Senyawa Aktif Ekstrak Kayu Manis Padang (Cinnamomum burmanii) sebagai Inhibitor Enzim Aldose Reductase secara Moleculer Docking Nawfal Imanudin; Muhammad Fakih Kurniawan; Titi Rohmayanti
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 6 No. 2 September 2022: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.655 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v6i2.14262

Abstract

Neuropati diabetes merupakan salah satu komplikasi yang diakui berhubungan dengan meningkatnya stres oksidatif. Penyebab stres oksidatif dapat dicegah dengan menghambat enzim aldose reductase. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari potensi senyawa aktif ekstrak kayu manis padang sebagai inhibitor enzim aldose reductase secara molecular docking dengan menggunakan beberapa analisis diantaranya aturan Lipinski, nilai energi ikatan bebas Gibbs (∆G), nilai RMSD (Root Mean Square Deviation) dan interaksi residu asam amino. Hanya senyawa levoglucosan yang tidak dikonsumsi secara oral karena tidak memenuhi lebih dari satu aturan Lipinski. Adapun hasil senyawa aktif yang paling memiliki potensi penghambatan terhadap aldose reductase terbaik diantaranya adalah phenol; 1,2-benzenediol; 4-methyl-catechol; p-cresol; (E)-cinnamaldehyde; dan cinnamyl alcohol. Interaksi hidrogen antara ligan dan reseptor enzim aldose reductase banyak terjadi pada residu asam amino CYS303 dan THR113, sedangkan interaksi hidrofobik banyak terjadi pada residu asam amino LEU300 dan TYR309. Hasil molecular docking menunjukkan senyawa senyawa ekstrak kayu manis padang berpotensi sebagai inhibitor enzim aldose reductase.
Pectin Extraction from Ambon Banana (Musa Paradisiaca Var. Sapientum) Peel and Its Application for Gummy Jelly Muhammad Fakih Kurniawan; Distya Riski Hapsari; R. Siti Nurlaela; Nuraimy Citra
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 4 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v4i1.243

Abstract

Considered a waste, the peel of the Ambon banana (Musa paradisiaca var. sapientum) contains an appreciable amount of pectin. Pectin can be used to produce gummy jelly products with the addition of carrageenan as a stabilizer. The manufacture of gummy jelly must consider a good proportion of pectin and carrageenan. This study aimed to extract pectin from Ambon banana peel and determine the best formulation of gummy jelly incorporated with the pectin and carrageen as a gelling agent. Pectin was extracted from Ambon banana peel and then analyzed for yield, ash content, equivalent weight, methoxyl content, galacturonic content, and degree of esterification. Gummy jelly was made with various levels of pectin (0.5%, 1%, 1.5%, 2%) and carrageenan (1%, 1.5%, 2%). The product was analyzed for water content, ash content, reducing sugar content, sensory quality test, and hedonic test. The characteristics of pectin, i.e., moisture content, ash content, galacturonic acid content, methoxyl content, and the degree of esterification, were compared to IPPA (International Pectin Producer Association) standard. Meanwhile, the gummy jelly samples were confirmed to comply with the requirements of SNI Soft Candy 3547-2-2008 for water content, ash content, and reduced sugar content. In addition, we found that a higher concentration of pectin in the formulation led to a lower chewiness, decreasing the panelist’s preference. Considering the chemical and sensory properties of the candy, the most desirable formulation was achieved at the ratio of pectin and carrageenan 1.5%:2%. Pectin from banana peels can be used as an ingredient in gummy jelly. This work suggested further studies on the candy's textural properties, such as gumminess and chewiness.
ANALISIS ANTIOKSIDAN, TOTAL FENOL DAN FISIKOKIMIA KOPI BRAND LOKAL ASAL BOGOR Ria Atikah; Muhammad Fakih Kurniawan; Nursyawal Nacing
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 13, No 1 (2023): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.13.1.2023.31-38

Abstract

In Indonesia, local coffee brands very diverse and have different flavors and reliable in terms of aroma and taste based on raw materials from each region. This study aims to analyze antioxidant activity (IC50), total phenol and physicochemical local brand coffee from Bogor, Indonesia namely Cap Liong Bulan, Cap Oplet, Cap Teko and Cap Kacamata. the design used was a Completely Randomized Design (CRD) 1 factor. In the chemical test antioxidant activity of local Bogor brand coffee, the IC50 about 50,00 ppm and the total phenol test obtained values with a range of 0,70-2,25 mgGAE/g. Based on the pearson correlation test, the calculated r valeu of the relationship between total phenol and IC50 value was 0,880 > r table, so there is a correlation between total phenol and IC50. The result of pysicochemical test showed that the water content is around 1,5- 3,1%, ash content range from 2,3-4,8%, ph value ranges from 5,4-5,8, bulk density range from 0,4-0,5g/mL, total disolved solid range from 2,4-3,1Brix and coffee extract range from 23,7-28,0%. The result of the physical test carried out are in accordance with the maximum limit set by SNI.
Potensi Senyawa Ekstrak Tanaman Seledri (Apium graveolens) Sebagai Inhibitor Angiotensin-Converting Enzyme 2 Secara In Silico Fadillah Yudha Syahrul; Muhammad Fakih Kurniawan; Titi Rohmayanti
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Agroindustri Halal 9(1)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v9i1.6753

Abstract

Covid-19 disebabkan oleh masuknya virus CoronaVirus 2 (SARS CoV2) yang dapat berinteraksi dengan reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2). Interaksi virus dan reseptor ini dapat diganggu dengan menghambat enzim ACE2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki potensi ekstrak seledri sebagai penghambat ACE2 menggunakan uji Lipinski dan molekular docking berdasarkan Gibbs binding free energy (∆G), root mean square deviation (RMSD) dan interaksi residu asam amino. Dari 20 senyawa dalam ekstrak seledri, 14 senyawa memenuhi lima aturan Lipinski, termasuk α-ionone, apigenin, caryophyllene, β-selenium, nerol, cis-carveol, linalool, cis-dihydrocarvone, P-mentha-2, 8-dien -1-ol, P -mentha-trans-2,8-dien-1-ol, limonene, β-cymene, β-mycene, trans-caryophyllene. Hasil docking ditemukan 14 senyawa dari ekstrak seledri, ditemukan enam senyawa yang berpotensi sebagai penghambat ACE2 berdasarkan energi bebas Gibbs (∆G), nilai RMSD, dan residu asam amino yang berkontribusi terhadap interaksi hidrofobik dan pembentukan ikatan hydrogen yang hampir lebih baik daripada ligan validasi 4 termasuk limonene, apigenin, cis-carveol, P-mentha-trans-2,8-dien-1-ol, α-ionone, dan P-mentha-2,8-dien-1-ol. Senyawa terbaik dalam ekstrak seledri sebagai penghambat ACE2 adalah limonene. Secara umum, senyawa ekstrak seledri dapat menghambat interaksi antara ACE2 dan SARS CoV2.
Karakteristik Kimia dan Sensori Seduhan Serbuk Semanggi (Marsilea crenata) dengan Penambahan Jahe Merah (Zingiber officinale) Linda Mei Velina; Lia Amalia; Muhammad Fakih Kurniawan
Food Scientia : Journal of Food Science and Technology Vol 3 No 1 (2023): Janurai - Juni
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/fsj.v3i1.4886.2023

Abstract

Clover (Marsilea crenata) has the potential to be used as powder infusion products because its benefits to health. The disadvantage of clover leaf is it produce an unpleasant aroma that requires the addition of spices. This study aims to study the effect of clover powder  formulations and red ginger (Zingiber officinale) spice on the chemical and sensory characteristics of herbal infusion. This study used Completely Randomized Design (CRD), namely the comparison of Clover leaf powder and red ginger powder, namely (95%:5%), (90%:10%), (85%:15%) and (80%:20%). The analysis included moisture content, ash content, antioxidant activity, water soluble extract content as well as sensory quality tests and hedonic tests. The data were analyzed statistically using ANOVA and continued with DNMRT at the 5% level. The addition of red ginger powder had a significant effect on moisture content, ash content, antioxidant activity (IC50), water soluble extract content, and descriptive and hedonic sensory assessment and overall assessment. The selected formula based on the final result is the addition of 80% clover powder and 20% red ginger powder with a water content of 16.68%; ash content 4.71%; antioxidant activity 207.745 ppm; and water-soluble essence content of 19.02%. The sensory quality test of the selected products obtained a brownish-green color, not unpleasant, and a bit spicy. The results of the hedonic test showed that the color, aroma, and taste of powder infusion were preferred by the panellists.
Identifikasi Formalin dan Methanyl Yellow pada Tahu Kuning di Pasar Tradisional di Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang Dihya Al Faqih Aulia Robbani; Muhammad Fakih Kurniawan; Distya Riski Hapsari
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 4 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i4.8111

Abstract

Tahu kuning merupakan bahan pangan dari kedelai yang memiliki protein nabati tinggi tetapi umur simpannya singkat. Dalam beberapa kasus, ditemukan tahu kuning berformalin di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan formalin dan juga pewarna tekstil methanil yellow pada tahu kuning yang di jual di pasar tradisional di kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian diambil menggunakan metode purposive sampling yang berjumlah 27 sampel tahu kuning yang berasal dari 3 pasar tradisional (pasar Elok, pasar Regency dan pasar Kutabumi). Uji kualitatif methanyl yellow dan formalin diakukan menggunakan test kit. Hasil uji methanyl yellow didapatkan negatif untuk seluruh sampel tetapi pada uji formalin ditemukan 4 dari 27 sampel positif. Diharapkan pemerintah setempat bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang untuk melakukan pembinaan, penyuluhan, pengawasan, dan sosialisasi ke industri kecil rumah tangga serta kepada seluruh pedagang di pasar tradisional secara rutin untuk lebih memperhatikan kembali bahan tambahan pangan yang diberikan. Bagi masyarakat selaku konsumen diharapkan untuk selalu waspada dan dapat mengetahui ciri-ciri makanan yang berbahaya.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DENGAN PENAMBAHAN SARI LEMON (CITRUS LIMON) DAN DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB.) Liska Badriansyah; Muhammad Fakih Kurniawan; Siti Nurhalimah
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 5 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i5.9766

Abstract

Lidah buaya merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat namun rasanya hambar dan beraroma langu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi sari lemon dan ekstrak daun pandan wangi terhadap sifat fisik (pH dan Total Padatan Terlarut), antioksidan, serta sifat organoleptik pada minuman lidah buaya. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan lima perlakuan yaitu perbandingan sari lemon dan ekstrak daun pandan wangi (20%: 0%, 0%: 20%, 5%: 15%, 10%: 10%, dan 15%: 5%. Data dianalisis secara statistik menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan duncan’s new multiple range test (DNMRT) pada level 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh terhadap parameter uji yaitu pH, TPT, antioksidan, dan organoleptik. Seiring berkurangnya konsentrasi sari lemon dan bertambahnya ekstrak daun pandan wangi yang digunakan, terjadi peningkatan pada nilai pH, antioksidan, mutu sensori dan hedonik, sedangkan pada nilai TPT dan atribut kenampakan cenderung mengalami penurunan. Produk terpilih minuman lidah buaya dengan penambahan sari lemon dan ekstrak daun pandan wangi yaitu perlakuan sari lemon 10%: ekstrak daun pandan wangi 10% dengan pH 3,40, total padatan terlarut 6,15 oBrix, persentase inhibisi sebesar 82,325%, serta penilaian secara keseluruhan dalam uji hedonik menunjukkan nilai tertinggi yaitu 6,92
Inovasi Pmt (Pemberian Makanan Tambahan) Sebagai Bentuk Gerakan Cegah Stunting Di Desa Ciderum Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor Sevtian Akmalul Khoer; Agnia Rahmawati; Aisyah Indriani Rachmat; Mareta Arum Purwita Sari; Putri Adri Sindoro Hakim; Wilda Apriani; Tria Wulandari; Muhammad Ari Suryana; Muhammad Fakih Kurniawan
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 3 (2023): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i3.2163

Abstract

Pregnant women and toddlers need to get special attention in terms of nutritional intake which can cause malnutrition so that they are at risk of stunting. One way to deal with nutritional problems is the provision of Supplementary Food (PMT) made from local food in the form of protein from animals to support cell growth and strengthen the immune system. The aim of making this innovative product is as a movement to prevent stunting which is made from chicken meat and quail eggs. This freezing process includes preparatory stages in the form of forming an outreach concept and discussions about innovative products. Meanwhile, to make this happen in the form of delivery of the innovation product. Next, a questionnaire was given as a means of evaluation. The results of the research on the level of preference for this innovative product in terms of taste and consumption power show a good category, which means it has the potential to be accepted and can be used as a food innovation for children.
Co-Authors Abdurrahman, Ayyub Agnia Rahmawati Agusthini, Trie Lely Aisyah Indriani Rachmat Aisyah, Suci Alfikry, Mohammad Fiky Almaahi, Royyan Abdulamtin almaidah almaidah Amalia, Faridah Dieni AMINULLAH Anik Zumaeroh Aprialdi, Muhammad Agung Apriansyah, Agung Hidayat Arahmah, Siti Anissa Arthiyani, Faiza Putri Aviani Kurnianingrum Azzahra, Haura Luthfiya Bahri, Mukti Ayu Bukhari, Ikhsan Ma'ruf Chosida, Hikmah Nur Dewi, Intan Permata Dihya Al Faqih Aulia Robbani Distya Riski Hapsari Dwi Novian Irawanti Eka Fitri, Zusi Fadillah Yudha Syahrul Fahriza, Muhammad Nur Fauzi, Muhamad Rizki Febryana Rahayu Kurniawati Fitri Kurniawati Fitrilia, Tiana Hariyanto, Indra Henna Khoerunnisa Hikmah Nur Chosida Hutami, Rosi Ibrahim, Refly Nazar Intan Kusumaningrum Intan Kusumaningrum Irawanti, Dwi Novian Ismah, Nabilah Nurul Iznilillah, Wilna Juwina, Siti nurul Kartikaratri, Tsaniyah Raihani Khoer, Sevtian Akmalul Khoerunnisa, Henna Lia Amalia LIA AMALIA Lia Amalia Linda Mei Velina Liska Badriansyah Lola, Amelia Maharani, Siti Nayla Mareta Arum Purwita Sari Miftahul Huda Miftahul Huda Muhammad Ari Suryana Muhammad Rifqi Muslim, Mula Auralia Qori Nabil, Fauzan Nasution, Ainun Mardiah Nawfal Imanudin Nindya Atika Indrastuti Noli Novidahlia Noordianty, Andina Syita Novidahlia , Noli Nuraimy Citra Nurlaela, Raden Siti Nursyawal Nacing Octaviani, Dhea Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pertiwi, Sri Sejeki Retna Pradita, Reyna Fatma Prayabina, Rahmadi Putri Adri Sindoro Hakim Putri, Syalwa Dania Qisthina, Dalilah Qodariah, Siti Nurlailatul R. Siti Nurlaela Rachmalia, Dita Rahmah, Siti Nursaidah Rahman, Khairul Rajani, Afhtika Amelia Ramadhanti, Fairuz Irdina Ramdani Ria Atikah Rohman, Hana Fauziyyah Rosy Hutami Sadiah, Siti Sarah Shafira Sevtian Akmalul Khoer Siti Aminah Siti Nova Isda Dwiyanti Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Slamet, Hendra Sri Agustina, Sri Suandi, Muhamad Rizki Syafir, Erlin Julia Tirta Setiawan Titi Rohmayanti Tria Wulandari Utama, Nadia Wangi, Intan Indah Ayu Wardani, Widya Azzahra Wilda Apriani Wilna Iznilillah Wulandari, Fifi Yulia Zahro, Mutia Liza Zazti Kinasih Zein, Hafidz Faturrachman Zusi Eka Fitri