Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Kimia dan Sensori Seduhan Serbuk Semanggi (Marsilea crenata) dengan Penambahan Jahe Merah (Zingiber officinale) Linda Mei Velina; Lia Amalia; Muhammad Fakih Kurniawan
Food Scientia : Journal of Food Science and Technology Vol 3 No 1 (2023): Janurai - Juni
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/fsj.v3i1.4886.2023

Abstract

Clover (Marsilea crenata) has the potential to be used as powder infusion products because its benefits to health. The disadvantage of clover leaf is it produce an unpleasant aroma that requires the addition of spices. This study aims to study the effect of clover powder  formulations and red ginger (Zingiber officinale) spice on the chemical and sensory characteristics of herbal infusion. This study used Completely Randomized Design (CRD), namely the comparison of Clover leaf powder and red ginger powder, namely (95%:5%), (90%:10%), (85%:15%) and (80%:20%). The analysis included moisture content, ash content, antioxidant activity, water soluble extract content as well as sensory quality tests and hedonic tests. The data were analyzed statistically using ANOVA and continued with DNMRT at the 5% level. The addition of red ginger powder had a significant effect on moisture content, ash content, antioxidant activity (IC50), water soluble extract content, and descriptive and hedonic sensory assessment and overall assessment. The selected formula based on the final result is the addition of 80% clover powder and 20% red ginger powder with a water content of 16.68%; ash content 4.71%; antioxidant activity 207.745 ppm; and water-soluble essence content of 19.02%. The sensory quality test of the selected products obtained a brownish-green color, not unpleasant, and a bit spicy. The results of the hedonic test showed that the color, aroma, and taste of powder infusion were preferred by the panellists.
Identifikasi Formalin dan Methanyl Yellow pada Tahu Kuning di Pasar Tradisional di Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang Dihya Al Faqih Aulia Robbani; Muhammad Fakih Kurniawan; Distya Riski Hapsari
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 4 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i4.8111

Abstract

Tahu kuning merupakan bahan pangan dari kedelai yang memiliki protein nabati tinggi tetapi umur simpannya singkat. Dalam beberapa kasus, ditemukan tahu kuning berformalin di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan formalin dan juga pewarna tekstil methanil yellow pada tahu kuning yang di jual di pasar tradisional di kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian diambil menggunakan metode purposive sampling yang berjumlah 27 sampel tahu kuning yang berasal dari 3 pasar tradisional (pasar Elok, pasar Regency dan pasar Kutabumi). Uji kualitatif methanyl yellow dan formalin diakukan menggunakan test kit. Hasil uji methanyl yellow didapatkan negatif untuk seluruh sampel tetapi pada uji formalin ditemukan 4 dari 27 sampel positif. Diharapkan pemerintah setempat bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang untuk melakukan pembinaan, penyuluhan, pengawasan, dan sosialisasi ke industri kecil rumah tangga serta kepada seluruh pedagang di pasar tradisional secara rutin untuk lebih memperhatikan kembali bahan tambahan pangan yang diberikan. Bagi masyarakat selaku konsumen diharapkan untuk selalu waspada dan dapat mengetahui ciri-ciri makanan yang berbahaya.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DENGAN PENAMBAHAN SARI LEMON (CITRUS LIMON) DAN DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB.) Liska Badriansyah; Muhammad Fakih Kurniawan; Siti Nurhalimah
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 5 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i5.9766

Abstract

Lidah buaya merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat namun rasanya hambar dan beraroma langu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi sari lemon dan ekstrak daun pandan wangi terhadap sifat fisik (pH dan Total Padatan Terlarut), antioksidan, serta sifat organoleptik pada minuman lidah buaya. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan lima perlakuan yaitu perbandingan sari lemon dan ekstrak daun pandan wangi (20%: 0%, 0%: 20%, 5%: 15%, 10%: 10%, dan 15%: 5%. Data dianalisis secara statistik menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan duncan’s new multiple range test (DNMRT) pada level 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh terhadap parameter uji yaitu pH, TPT, antioksidan, dan organoleptik. Seiring berkurangnya konsentrasi sari lemon dan bertambahnya ekstrak daun pandan wangi yang digunakan, terjadi peningkatan pada nilai pH, antioksidan, mutu sensori dan hedonik, sedangkan pada nilai TPT dan atribut kenampakan cenderung mengalami penurunan. Produk terpilih minuman lidah buaya dengan penambahan sari lemon dan ekstrak daun pandan wangi yaitu perlakuan sari lemon 10%: ekstrak daun pandan wangi 10% dengan pH 3,40, total padatan terlarut 6,15 oBrix, persentase inhibisi sebesar 82,325%, serta penilaian secara keseluruhan dalam uji hedonik menunjukkan nilai tertinggi yaitu 6,92
Analisis Profil Sensori Teh Buah Aneka Rasa dengan Metode CATA (Check-All-That-Apply) Muhammad Fakih Kurniawan; Nindya Atika Indrastuti; Aviani Kurnianingrum
AGROINTEK Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i2.17908

Abstract

Fruit tea is processed dried tea leaves mixed with dried fruit. One of the local brand fruit tea products circulating in the Indonesian market is Haveltea. The purpose of this study was to identify the sensory profiles of four fruit tea variants (peach flavored fruit tea, mango flavored fruit tea, lychee flavored fruit tea and bergamot orange flavored fruit tea) using CATA (check-all-that-apply). The methods consisted of two steps: determining sensory attributes of fruit tea using FDG (Forum Discussion Group) and sensory testing to 50 consumers. The analysis used in this CATA included Cochran’s Q-test, correspondence analysis, principal coordinate analysis (PCoA), and penalty analysis using the XLSTAT 2020 software. As a result, the four fruit teas have aroma characters (burned, roasted, tea, sweet and fresh or candied fruit), flavor (fermented, green, lime, lechy, peach and mango), taste (bitter and astringent), and aftertaste (astringent). According to consumer panelists, the ideal fruit tea product is fruit tea with the dominant attributes of fermented flavour, lechy flavor, peach flavor and mango flavour. Based on the results of PCoA and correspondence analysis, which was strengthened by counterplot preference mapping, the attributes of fermented flavour, peach flavor and lechy flavor could affect panelists preference for fruit tea samples and these attributes matched the attributes of the ideal product according to the panelists. Some sensory attributes are required that must be present and enhanced in products such as sweet aroma, lechy flavor and mango flavour. The most preferred fruit tea by consumers is lychee flavored fruit tea with a preference level of up to 71%
Pembuatan Label Indikator Ekstrak Secang (Caelsapinia sappan L.) Menggunakan Carrier Jenis Kitosan, Pati, dan Kertas Kurniawan, Muhammad Fakih; Fitrilia, Tiana; Nacing, Nursyawal; Chosida, Hikmah Nur
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v5i1.12766

Abstract

Ekstrak secang mengandung senyawa bazilein yang berpotensi sebagai label indikator karena sensitif terhadap perubahan pH. Jenis carrier berpengaruh terhadap kualitas label indikator. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis carrier terbaik untuk label indikator ekstrak secang. Penelitian ini mengunakan tiga jenis carrier (kitosan, kertas, dan pati). Parameter uji meliputi respon label terhadap NaOH dan NH3, ketebalan, kadar air, dan stabilitas warna label selama penyimpanan. Data dianalisis dengan ANOVA dengan taraf nyata 5%. Ekstrak secang yang dihasilkan memiliki warna kuning dan nilai pH 5. Respon label indikator terhadap NaOH dan uap NH3 untuk jenis carrier kertas dan pati lebih baik daripada carrier kitosan dengan perubahan warna kuning menjadi merah. Uji stabilitas ketebalan didapatkan carrier kitosan dan kertas lebih stabil daripada pati. Kadar air label dengan carrier kertas didapatkan paling rendah yaitu berkisar 3,65% sampai 5,60%. Jenis carrier kertas memiliki stabiltas warna paling baik selama penyimpanan lima hari pada suhu ruang.
Analisis Statistical Quality Control (SQC) sebagai Pengendalian Mutu Keripik Singkong Berskala Industri Prayabina, Rahmadi; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Kurniawan, M. Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 1 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i1.10916

Abstract

PT XYZ adalah produsen dan perusahaan distribusi makanan ringan yang berbasis di Indonesia. PT XYZ mulai mengembangkan makanan ringan berbahan dasar singkong dan kentang berupa Crinkle Cut Cassava Chips di Indonesia. Meskipun proses produksi harus memenuhi persyaratan mutu pasar atau pelanggan, masih banyak produk yang rusak. Tujuan penelitian ialah untuk meminimumkan variabilitas karakteristik produk serta pengoptimalan mutu dalam penyelesaian komplain dari konsumen. Metode penelitian yang dilakukan meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, uji kadar (air, asam lemak bebas, garam, dan minyak) dan metode Statistical Quality Control (SQC). Hasil dari pengamatan secara visual didapatkan empat jenis item yang rusak, termasuk kesalahan keras, keriting, tidak matang, dan gambos. Temuan analisis peta kendali mengungkapkan bahwa proporsi item yang rusak, yang berkisar antara 2,77 hingga 3,83%, masih dalam standar yang dapat diterima. Grafik sebab-akibat menunjukkan bahwa orang, peralatan, proses, dan bahan semuanya dapat menyebabkan masalah pada keripik singkong. Jenis cacat yang sering terjadi dan hasil uji kimia tidak memenuhi standar perusahaan yaitu cacat gambos dan cacat tidak matang. Rekomendasi perbaikan produk keripik singkong di PT XYZ yaitu melakukan revisi SOP (standar operasional prosedur) dan melakukan pelatihan terhadap karyawan, dan merubah standar yang produk yang digunakan.
Analisis RATA (Rate-All-That-Apply) Minuman Temulawak dan Jahe dengan Penambahan Pemanis Rendah Kalori Utama, Nadia; M. Fakih Kurniawan; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13174

Abstract

Rempah temulawak dan jahe dapat dimanfaatkan menjadi minuman fungsional. Perpaduan serbuk temulawak serta jahe memiliki rasa yang kurang dapat diterima masyarakat karena rasanya pahit sehingga penambahan pemanis rendah kalori bisa menjadi alternative yang tepat. Tujuan riset yakni mengidentifikasi profil sensori minuman serbuk kombinasi temulawak dan jahe dengan pemanis rendah kalori menggunakan RATA (Rate-All-That-Apply). Ada lima sampel perbandingan minuman serbuk temulawak, jahe, dan pemanis rendah kalori yakni 70%:30%:0%, 60%:30%:10%, 50%:30%:20%, 40%:30%:30%, dan 30%:30%:40%. Tahapan metode penelitian yakni penentuan atribut sensori minuman serbuk dengan Focus Group Discussion oleh 6 panelis terlatih dan uji sensori RATA (Rate-All-That-Apply) oleh 50 panelis tidak terlatih (panelis konsumen). Sesuai hasil Focus Group Discussion memiliki profil sensori warna coklat kekuningan, earthy, woody, curcumint, bitter, gingery, manis, licorice, astringent, balsamic, spicy, body/thick/mouthfeel, burnt, mouth drying, gritty, aftertaste manis, dan aftertaste pahit. Pada hasil Friedman’s Test dengan taraf uji 5% terdapat 15 atribut sensori kecuali gritty dan body/thick/mouthfeel dirasakan berbeda di setiap sampel oleh panelis. Terdapat dua formula perbandingan temulawak, jahe, dan pemanis rendah kalori yang disukai pada preference mapping yaitu 40%:30%:30% dan 30%:30%:40% dengan nilai kesukaan 60% dengan atribut sensori yakni gingery, manis, aftertaste manis, dan licorice.
Karakteristik Fisikokimia Tepung Kulit Pisang Raja Nangka (Musa acuminata x Musa balbisiana) dengan Perbedaan Variasi Lama Perendaman Menggunakan Natrium Metabisulfit Ramdani; Tiana Fitrilia; Kurniawan, Muhammad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13307

Abstract

Limbah kulit pisang raja nangka merupakan hasil samping buah pisang yang masih jarang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Tepung kulit pisang merupakan hasil pengolahan limbah kulit pisang menjadi produk tepung yang banyak digunakan pada bahan baku industri pangan olahan industri kue dan roti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman kulit pisang raja nangka menggunakan larutan natrium metabisulfit terhadap rendemen, proksimat, dan derajat putih tepung yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu lama perendaman dengan tiga taraf perlakuan yaitu 0, 20, dan 25 menit. Data hasil uji analisis secara statistik menggunakan uji sidik ragam ANOVA dengan uji lanjut Duncan. Perbedaan lama perendaman kulit pisang raja nangka menggunakan larutan natrium metabisulfit berpengaruh terhadap parameter uji rendemen, kadar air, protein dan karakteristik deraja putih dimana perlakuan perendaman terbaik didapatkan 25 menit dengan hasil rendemen 16,6%, kadar air 10,17%, protein 9,24%, dan derajat putih 5,77%
Karakteristik Sensori dan Kimia Bolu Karamel Berdasarkan Perbandingan Tepung Mocaf (Modified cassava flour) dan Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) Wangi, Intan Indah Ayu; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Kurnian, Muhammad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 6 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i6.13375

Abstract

Bolu karamel merupakan salah satu kue basah yang banyak diminati dikalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbandingan tepung mocaf (Modified cassava flour) dengan tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus)terhadap karakteristik sensori dan kimia bolu karamel. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu RAL (Rancangan Acak Lengkap) satu faktor dengan perbandingan tepung mocaf dan tepung biji nangka pada taraf perlakuan yaitu 90%:10%, 70%:30%, 50%:50%. Analisis data yang diguanakan yaitu ANOVA dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Analisis meliputi analisis uji kimia kadar air, kadar abu, kadar lemak. Selanjutnya hasil penentuan produk terpilih dengan metode indeks efektivitas De Garmo et al., 1984, kemudian dianalisis kadar protein, dan di hitung kadar karohidrat, dan nilai kalorinya by different. Hasil penelitian didapatkan perlakuan 50% tepung mocaf 50% tepung biji nangka memliki kadar air 28%, kadar abu 0,40%, kadar lemak 16,26%, kadar protein 9,47%, kadar karbohidrat 45,87%, dan total kalori sebesar 367,16 kkal dengan mutu aroma tidak tercium bau langu, warna coklat, tekstur mengembang dan berongga banyak, juga memiliki rasa manis.
Penentuan Pemodelan Arrhenius Berdasarkan Data Saran Suhu Penyimpanan dan Umur Simpan pada Label Kemasan Burger Sapi Amalia, Faridah Dieni; Maharani, Siti Nayla; Rahman, Khairul; Muslim, Mula Auralia Qori; Nabil, Fauzan; Suandi, Muhamad Rizki; Kurniawan, Muhammad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 7 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i7.14165

Abstract

Burger sapi merupakan makanan beku yang terbuat dari daging sapi yang dibentuk menjadi pipih sebagi isian dari burger. Umur simpan produk burger sapi komersial tertera pada label kemasan beserta saran suhu penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pemodelan Arrhenius berdasarkan informasi suhu dan umur simpan pada kemasan dan memprediksi umur simpan pada suhu yang berbeda. Produk burger sapi pada label kemasan tercantum saran penyimpanan yaitu pada suhu 25°C dapat bertahan selama satu hari, pada suhu 0°C dapat bertahan selama 30 hari dan pada suhu -18°C dapat bertahan selama sembilan bulan. Hasil pemodelan Arrhenius didapatkan ln k = 38.008 - 11208(1/T). Umur simpan burger sapi berdasarkan Arrhenius adalah 349,86 hari pada suhu penyimpanan -18°C , 19,29 hari pada suhu penyimpanan 0°C, dan 0,62 hari pada suhu penyimpanan 25°C. Jika disimpan pada suhu 30°C maka berdasarkan pemodelan didapatkan umur simpannya adalah 0,33 hari. Perbedaan umur simpan perhitungan yang didapatkan dengan umur simpan pada label kemasan karena digunakan beberapa asumsi pada analisis Arrhenius.
Co-Authors Abdurrahman, Ayyub Agnia Rahmawati Agusthini, Trie Lely Aisyah Indriani Rachmat Aisyah, Suci Alfikry, Mohammad Fiky Almaahi, Royyan Abdulamtin almaidah almaidah Amalia, Faridah Dieni AMINULLAH Anik Zumaeroh Aprialdi, Muhammad Agung Apriansyah, Agung Hidayat Arahmah, Siti Anissa Arthiyani, Faiza Putri Aviani Kurnianingrum Azzahra, Haura Luthfiya Bahri, Mukti Ayu Bukhari, Ikhsan Ma'ruf Chosida, Hikmah Nur Dewi, Intan Permata Dihya Al Faqih Aulia Robbani Distya Riski Hapsari Dwi Novian Irawanti Eka Fitri, Zusi Fadillah Yudha Syahrul Fahriza, Muhammad Nur Fauzi, Muhamad Rizki Febryana Rahayu Kurniawati Fitri Kurniawati Fitrilia, Tiana Hariyanto, Indra Henna Khoerunnisa Hikmah Nur Chosida Hutami, Rosi Ibrahim, Refly Nazar Intan Kusumaningrum Intan Kusumaningrum Irawanti, Dwi Novian Ismah, Nabilah Nurul Iznilillah, Wilna Juwina, Siti nurul Kartikaratri, Tsaniyah Raihani Khoer, Sevtian Akmalul Khoerunnisa, Henna Lia Amalia Lia Amalia Linda Mei Velina Liska Badriansyah Lola, Amelia Maharani, Siti Nayla Mareta Arum Purwita Sari Miftahul Huda Miftahul Huda Muhammad Ari Suryana Muhammad Rifqi Muslim, Mula Auralia Qori Nabil, Fauzan Nasution, Ainun Mardiah Nawfal Imanudin Nindya Atika Indrastuti Noli Novidahlia Noordianty, Andina Syita Novidahlia , Noli Nuraimy Citra Nurlaela, Raden Siti Nursyawal Nacing Octaviani, Dhea Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pertiwi, Sri Sejeki Retna Pradita, Reyna Fatma Prayabina, Rahmadi Putri Adri Sindoro Hakim Putri, Syalwa Dania Qisthina, Dalilah Qodariah, Siti Nurlailatul R. Siti Nurlaela Rachmalia, Dita Rahmah, Siti Nursaidah Rahman, Khairul Rajani, Afhtika Amelia Ramadhanti, Fairuz Irdina Ramdani Ria Atikah Rohman, Hana Fauziyyah Rosy Hutami Sadiah, Siti Sarah Shafira Sevtian Akmalul Khoer Siti Aminah Siti Nova Isda Dwiyanti Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Slamet, Hendra Sri Agustina, Sri Suandi, Muhamad Rizki Syafir, Erlin Julia Tirta Setiawan Titi Rohmayanti Tria Wulandari Utama, Nadia Wangi, Intan Indah Ayu Wardani, Widya Azzahra Wilda Apriani Wilna Iznilillah Wulandari, Fifi Yulia Zahro, Mutia Liza Zazti Kinasih Zein, Hafidz Faturrachman Zusi Eka Fitri