Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Kasus : Analisis Praduga Frozen Food Rabokki Terhadap Umur Simpan dan Penurunan Nilai Mutu Produk Menggunakan Metode Arrhenius Aprialdi, Muhammad Agung; Kartikaratri, Tsaniyah Raihani; Hariyanto, Indra; Ibrahim, Refly Nazar; Khoer, Sevtian Akmalul; Syafir, Erlin Julia; Zein, Hafidz Faturrachman; Kurniawan, Muhammad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.14383

Abstract

Perkembangan produk pangan terutama jenis frozen food terus mengalami peningkatan dalam hal inovasi, hal ini sesuai dengan banyaknya produk pangan beku yang cukup diminati oleh semua kalangan terutama oleh anak muda. Tingginya minat masyarakat dalam mengkonsumsi produk frozen food dapat dipengaruhi oleh tingkat kecepatan dan praktis dalam pengolahannya. Olahan jenis ini biasanya dimasak dengan berbagai metode seperti goreng, kukus, dan rebus. Frozen food yang ditemukan di lapangan umumnya dikemas dengan packaging yang kedap udara tetapi beberapa produk tidak menggunakan acuan terkait Standar Nasional Indonesia (SNI) pada produk yang dibuatnya. Hal ini tentunya dapat berpengaruh terhadap kualitas umur simpan produ. Metode penelitian dilakukan secara studi kasus dengan pendekatan observasi lapangan, sedangkan metode pengumpulan dan analisis data menggunakan metode Arrhenius. Hasil penelitian diketahui bahwa pendugaan umur simpan produk Korean frozen food menggunakan pendekatan model Arrhenius (ASLT), diperoleh umur simpan pada suhu 25°C, 4°C, dan -18°C berturut-turut adalah 3,53 hari, 8,82 hari, dan 27,09 hari. Nilai umur simpan berdasarkan perhitungan tidak berbeda signifikan dengan umur simpan yang tertera pada label klaim kemasan produk. Informasi mengenai suhu penyimpanan dan umur simpan penting terutama untuk produk frozen food karena rentan mengalami penurunan mutu yang disebabkan oleh aktivitas air bahan dan pertumbuhan mikroba.
Deskripsi Atribut Sensori Tiga Jenis Kopi (Arabika, Robusta, dan Liberika) Asal Indonesia dan Hasil Cupping Score Qisthina, Dalilah; Muhammad Fakih Kurniawan; Tiana Fitrilia
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 8 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i8.14611

Abstract

Di negara Indonesia terdapat tiga spesies kopi yaitu kopi arabika, robusta, dan liberika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi dari masing-maisng kopi dan menentukan total score pada masing-masing seduhan kopi sangrai medium liberika, arabika, dan robusta. Metode analisis deskripsi menggunakan Forum Group Discussion (FGD) dan metode cupping score menggunakan standar Specialty Coffee Association of America (SCAA) untuk arabika dan Fine Robusta Standards and Protocols untuk robusta dan liberika. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapatkan hasil deskripsi atribut yaitu kopi arabika seperti aroma kacang dan teh hitam, rasa pahitnya sedang namun didominasi asam yang tinggi. Kopi robusta seperti aroma sirup jagung dan karamel, rasa pahit tinggi namun asam rendah. Kopi liberika seperti aroma nangka dan karamel, rasa pahit sedang namun didominasi rasa manis. Ketiga jenis kopi memiliki rasa yang balance pada atribut flavor, acidity, body, dan aftertaste. Hasil cupping test didapatkan skor untuk seduhan kopi arabika 79,25; kopi robusta 79,25; dan kopi liberika 79,5. Skor tersebut menunjukkan bahwa seduhan kopi arabika, seduhan kopi robusta, dan liberika termasuk ke dalam kelompok very good.
Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Hidrogen Peroksida dan Asam Perasetat terhadap Jumlah Total Bakteri dan Coliform pada Sterilisasi Kemasan Produk Teh Slamet, Hendra; Novidahlia, Noli; Kurniawan, Muhammad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15115

Abstract

Perkembangan teknologi yang berjalan pesat memiliki pengaruh besar terhadap pengeluaran yang semakin bertambah sehingga menyebabkan adanya efisiensi biaya pada semua aspek produksi, salah satunya bahan sterilisasi yang digunakan. Efisiensi biaya dilakukan dengan analisis selisih biaya bahan seminimal mungkin dengan kualitas sama baik. Proses sterilisasi kemasan primer di PT XYZ menggunakan sterilan PAA (asam perasetat) dan H2O2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan konsentrasi sterilan sehingga berpengaruh terhadap biaya (cost) yang semakin berkurang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dengan 2 kelompok yaitu konsentrasi PAA dan H2O2 dan uji T. Konsentrasi H2O2 yaitu 25%, 30%, 35%, sementara konsentrasi PAA diantaranya 0,25%, 0,30%, dan 0,35% dengan masing–masing 3 kali ulangan. Uji T dilakukan pada sampel PAA 0,25% dibandingkan H2O2 25% dan juga pada sampel PAA 0,30% dibandingkan H2O2 30%,lalu pada sampel PAA 0,25% dibandingkan H2O2 30%  dan pada sampel PAA 0,30% dibandingkan H2O2 25% pada uji TPC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi sterilan yang diberikan berpengaruh terhadap jumlah pertumbuhan TPC dan koliform, namun tidak berbeda jika dibandingkan antara kedua bahan sterilan. Semakin tinggi konsentrasi sterilan, maka semakin kecil kemungkinan kontaminasi yang ada dan semakin tinggi proteksi bahan sanitasi terhadap media yang disterilkan. Sterilan PAA 0,25%, PAA 0,30%, H2O2 25%, dan H2O2 30% tidak berbeda signifikan, sehingga keempat konsentrasi tersebut dapat dijadikan pilihan penurunan persentase pemakaian sterilan. Sterilan PAA dapat dilakukan penurunan kadar dari konsentrasi 0,35% menjadi 0,25% dan 0,30%. Sterilan H2O2 pun berubah konsentrasi dari 35% menjadi 25% dan 30%.
Pengembangan Produk Pangan Ekspor Potensial Indonesia Studi Kasus Keripik Talas pada Program Studi Independen Bersertifikat di Sekolah Ekspor Fauzi, Muhamad Rizki; Kurniawan, Muhammad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15481

Abstract

Program Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di Sekolah Ekspor bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pengelolaan bisnis ekspor, terutama pada produk pangan lokal Indonesia seperti keripik talas. Penelitian ini berfokus pada inovasi pengembangan produk keripik talas untuk memenuhi standar internasional dan meningkatkan daya saing di pasar global. Talas (Colocasia esculenta L.) merupakan salah satu komoditi lokal dengan kandungan karbohidrat tinggi yang potensial untuk dijadikan produk ekspor unggulan.  Kegiatan produk development melibatkan orientasi bisnis ekspor, proses produksi, dan strategi pemasaran berbasis Business Model Canvas (BMC) yang diterapkan di UMKM erskeeys food. Melalui tahap onboarding media sosial dan marketplace, produk keripik talas dipromosikan secara efektif, sementara pameran bisnis membantu memperluas jaringan pasar. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi produk dan persiapan ekspor yang matang dapat meningkatkan peluang ekspor produk keripik talas, terutama di negara-negara Asia Timur yang memiliki permintaan tinggi akan makanan ringan dengan rasa unik. Penelitian ini juga mengidentifikasi kendala dalam kesiapan ekspor, seperti standar kualitas, sertifikasi, dan persaingan global, yang dapat diatasi melalui kolaborasi dengan mitra strategis.
Karakteristik Mutu Fisikokimia dan Mikrobiologi Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Produksi PT. X Wardani, Widya Azzahra; Amalia, Lia; Kurniawan, Muhamad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15500

Abstract

Dalam upaya terpenuhinya kebutuhan air minum sehari-hari masyarakat lebih banyak memilih air minum dalam kemasan (AMDK). AMDK yang tersedia di pasar harus memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengecek kesesuaian produk AMDK dengan Standar Nasional Indonesia 3553:2015. Penelitian ini menggunakan sampel AMDK produksi PT. X yang beredar di Bogor. Analisis fisikokimia dilakukan dengan uji sensori (bau, warna, rasa), nilai pH, total dissolved solid (TDS) dan zat terlarut, sedangkan mikrobiologi diuji Total Plate Count, E. coli dan Coliform, Pseudomonas aeruginosa, dan Yeast (Khamir) & Mold (Kapang) menggunakan metode membrane filter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AMDK botol 600 mL produksi PT. X yang beredar di Bogor memiliki bau, warna dan rasa yang sesuai, dengan rata-rata nilai pH 7,52, zat terlarut 85,63 ppm, dan kekeruhan 0,25 NTU, serta tidak terdeteksi terkait hasil uji TPC, Eschercia Coli – Coliform, Pesudomonas aeruginosa, serta kapang dan khamir. AMDK botol 600 mL produksi PT. Xyang beredar di Bogor telah sesuai dengan SNI 3553:2015 tentang air mineral berdasarkan parameter fisika, kimia dan mikrobiologi.
Pengawasan Mutu Makanan Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, Tanjung Balai Karimun – Kepulauan Riau Ramadhanti, Fairuz Irdina; Nurlaela, Raden Siti; Kurniawan, Muhammad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15516

Abstract

Pengawasan mutu adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk memastikan bahwa setiap proses produksi berjalan sesuai rencana. Jika terjadi kesalahan, pengawasan mutu memungkinkan perbaikan sehingga rencana tetap dapat terlaksana dengan baik. Tujuan dari pengawasan mutu makanan yang dialakukan adalah untuk menyajikan makanan yang aman, bersih, tanpa ada bahaya kontaminasi, dan dapat menyehatkan konsumennya. Studi ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengawasan mutu makanan pasien dari proses produksi hingga pendistribusian makanan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani. Metode yang digunakan dalam studi ini meliputi kerja nyata, pengamatan langsung terhadap aktivitas di lapangan, serta wawancara, pencatatan, diskusi, dan telaah pustaka. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Studi ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani yang terletak di Tanjung Balai Karimun. Hasil dari studi menunjukkan bahwa secara keseluruhan proses pengolahan makanan sudah berjalan dengan baik.
Karakteristik Kimia dan Sensori Boba dengan Penambahan Pati Garut (Maranta arudinacea) Almaahi, Royyan Abdulamtin; Novidahlia, Noli; Kurniawan, Muhammad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15544

Abstract

Bubble pearls atau boba yakni mutiara tapioka dengan bentuk bola yang mempunyai tekstur kenyal dengan diameter kurang lebih 8 mm yang dihasilkan dari tapioka. Pati garut yakni pati yang dieksktrasi dari umbi garut yang mempunyai kandungan karbohidrat, serat, amilopektin serta amilosa yang tinggi oleh karenanya bisa diaplikasikan pada pengolahan boba. Penelitian ini mempunyai tujuan guna memahami pemanfaatan pati garut guna subtitusi pada produk boba. Penambahan pati garut ke dalam boba diinginkan bisa menaikkan nilai fungsional produk boba. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap satu faktoraitu perbandingan tapioka dan pati garut dengan empat taraf perlakuan (100%: 0%, 80%: 20%, 55%: 45% dan 30%: 70%). Analisis produk mencakup analis kimia uji serat dan uji mutu sensori serta hedonik selaku penentu produk terpilih. Analis kimia pada produk terpilih meliputi uji kadar abu, kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, serta kadar karbohidrat. Data yang dihasilkan dilakukan analisis statistik memakai sidik ragam (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan selang kepercayaan 95%. Capaian penelitian menampilkan yakni boba tepung tapioka dengan subtitusi pati garut terpilih adalah boba dengan presentase perbandingan tepung tapioka: pati garut 30% : 70%. Capaian uji mutu sensori menampilkan yakni boba memiliki aroma tercium kearah khas pati garut, kearah berwarna coklat tua, kearah terasa khas pati garut dan memiliki tekstur kearah kenyal. Hasil uji hedonic overall menunjukan bahwa produk boba pati garut mengarah ke suka. Produk boba terpilih memiliki kandungan kadar air 43,56% kadar abu 1,32%, kadar lemak 4,70%, kadar protein 6,16% serta kadar karbohidrat 44,25%.
Pemanfaatan Beberapa Jenis Ikan terhadap Nilai Sensori Keropok Lekor (Malaysian Fish Sausage) Abdurrahman, Ayyub; Aminullah; Kurniawan, M. Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15545

Abstract

Lekor merupakan camilan khas Malaysia, yang terbentang dari Semenanjung Malaysia sampai Sabah dan Sarawak. Lekor (dikenal juga sebagai keropok lekor) ini adalah makanan olahan berbasis ikan. Keropok lekor biasanya menggunakan ikan parang-parang, ikan selayang, ikan kembung, dan ikan tongkol abu-abu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh dari penggunaan beberapa jenis ikan terhadap mutu sensori dan hedonik keropok lekor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode RAL 1 faktor, dengan faktor penelitian adalah keempat jenis ikan (layang, kembung banjar, gabus dan alu-alu). Pengujian sensori yang dilaksanakan pada penilitian ini adalah pengujian mutu sensori dan hedonik dengan parameter warna, rasa, aroma, dan tekstur. Hasil statistik menunjukkan keropok lekor ikan layang memiliki atribut aroma ikan dan rasa ikan yang paling kuat. pada keropok lekor ikan gabus memiliki atribut warna, rasa dan kekenyalan tertinggi, dengan rincian warna coklat-keemasan ke arah cerah, rasa mengarah ke rasa gurih serta kekenyalaan mengarah ke kenyal. Atribut kerenyahan diketahui semua jenis keropok lekor memiliki nilai kerenyahan yang mengarah ke tidak renyah. Pada uji hedonik didapatkan keropok lekor ikan gabus memiliki kesukaan dari atribut warna, aroma, rasa dan tekstur tertinggi.
Proses Pengolahan Minuman Okky Jelly Drink Big di PT. Suntory Garuda Beverage, Cicadas - Bogor Arthiyani, Faiza Putri; Rifqi, Muhammad; Kurniawan, Muhammad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15561

Abstract

Minuman ringan berbentuk gel yang umumnya memiliki sifat elastis disebut sebagai minuman jeli. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dekstriptif dengan melakukan wawancara, dan observasi. Hasil penelitian yaitu Proses pengolahan minuman kemasan Okky Jelly Drink Big 220 mL di PT. Suntory Garuda Beverage meliputi persiapan baku dan penimbangan, Pre-mixing, mixing, holding, pasteurisasi, filling dan sealing, cooling, dan packing. PT Suntory Garuda Beverage selalu menjaga kualitas produk yang diproduksi dengan meminimalisir kerusakan serta mempertahankan dan meningkatkan kualitas mutu suatu produk agar sesuai dengan standar perusahaan dan dapat memenuhi kepuasan konsumen sehingga produk yang dihasilkan berkualitas sebelum produk akhir didistribusikan.
Proses Produksi “Gaga Otak-Otakku” Ready To Eat di PT. Jakarana Tama, Ciawi-Bogor Ismah, Nabilah Nurul; Hapsari, Distya Riski; Amalia, Lia; Kurniawan, Muhamad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15602

Abstract

Proses produksi merupakan proses yang mencakup semua aktivitas yang menghasilkan barang atau jasa untuk menghasilkan suatu produk. Otak-otak ikan merupakan produk olahan perikanan berbahan dasar surimi melalui beberapa tahapan produksi. Makanan siap saji (ready to eat) adalah makanan yang dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak atau diolah terlebih dahulu sehingga memudahkan konsumen dalam penyajiannya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari proses produksi Gaga Otak-Otakku Ready To Eat di PT. Jakarana Tama dalam rangka upaya memahami dan mengembangkan disiplin ilmu Teknologi Pangan. Metode yang dilakukan dalam kajian ini adalah observasi langsung (pengamatan langsung kegiatan di lapangan), wawancara dengan karyawan produksi, pencatatan, analisis data, diskusi, dan telaah pustaka. Hasil menunjukkan bahwa pada saat penerimaan bahan baku, dilakukan pemeriksaan administrasi (pengecekan surat jalan dan nomor polisi) dan kesesuaian dengan CoA (Certificate Of Analysis), kondisi kemasan, kuantitas dan kualitas bahan baku, kode produksi, kondisi tanda kadaluarsa, segel dan kelengkapan surat oleh departemen QC RM (Quality Control Raw Material). Bahan baku utama yang digunakan adalah surimi, sementara bahan tambahan yang digunakan yaitu tepung tapioka, air es, ice flakes, STPP, garam, gula, premix, dried leek, minyak nabati, MSG, dan potassium sorbat. Pada proses produksi Gaga Otak-Otakku Ready To Eat melalui beberapa tahapan yaitu persiapan dan penimbangan bahan, penggilingan daging surimi (grinding), pencampuran bahan (mixing), pengisian adonan (filling) ke selongsong PVDC, pemasakan dan sterilisasi, pencucian (washing), pengeringan dan pendinginan (drying & cooling), penyortiran (sorting), pengemasan (packing) dan pengkartonan (cartoning).
Co-Authors Abdurrahman, Ayyub Agnia Rahmawati Agusthini, Trie Lely Aisyah Indriani Rachmat Aisyah, Suci Alfikry, Mohammad Fiky Almaahi, Royyan Abdulamtin almaidah almaidah Amalia, Faridah Dieni AMINULLAH Anik Zumaeroh Aprialdi, Muhammad Agung Apriansyah, Agung Hidayat Arahmah, Siti Anissa Arthiyani, Faiza Putri Aviani Kurnianingrum Azzahra, Haura Luthfiya Bahri, Mukti Ayu Bukhari, Ikhsan Ma'ruf Chosida, Hikmah Nur Dewi, Intan Permata Dihya Al Faqih Aulia Robbani Distya Riski Hapsari Dwi Novian Irawanti Eka Fitri, Zusi Fadillah Yudha Syahrul Fahriza, Muhammad Nur Fauzi, Muhamad Rizki Febryana Rahayu Kurniawati Fitri Kurniawati Fitrilia, Tiana Hariyanto, Indra Henna Khoerunnisa Hikmah Nur Chosida Hutami, Rosi Ibrahim, Refly Nazar Intan Kusumaningrum Intan Kusumaningrum Irawanti, Dwi Novian Ismah, Nabilah Nurul Iznilillah, Wilna Juwina, Siti nurul Kartikaratri, Tsaniyah Raihani Khoer, Sevtian Akmalul Khoerunnisa, Henna Lia Amalia Lia Amalia Linda Mei Velina Liska Badriansyah Lola, Amelia Maharani, Siti Nayla Mareta Arum Purwita Sari Miftahul Huda Miftahul Huda Muhammad Ari Suryana Muhammad Rifqi Muslim, Mula Auralia Qori Nabil, Fauzan Nasution, Ainun Mardiah Nawfal Imanudin Nindya Atika Indrastuti Noli Novidahlia Noordianty, Andina Syita Novidahlia , Noli Nuraimy Citra Nurlaela, Raden Siti Nursyawal Nacing Octaviani, Dhea Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pertiwi, Sri Sejeki Retna Pradita, Reyna Fatma Prayabina, Rahmadi Putri Adri Sindoro Hakim Putri, Syalwa Dania Qisthina, Dalilah Qodariah, Siti Nurlailatul R. Siti Nurlaela Rachmalia, Dita Rahmah, Siti Nursaidah Rahman, Khairul Rajani, Afhtika Amelia Ramadhanti, Fairuz Irdina Ramdani Ria Atikah Rohman, Hana Fauziyyah Rosy Hutami Sadiah, Siti Sarah Shafira Sevtian Akmalul Khoer Siti Aminah Siti Nova Isda Dwiyanti Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Slamet, Hendra Sri Agustina, Sri Suandi, Muhamad Rizki Syafir, Erlin Julia Tirta Setiawan Titi Rohmayanti Tria Wulandari Utama, Nadia Wangi, Intan Indah Ayu Wardani, Widya Azzahra Wilda Apriani Wilna Iznilillah Wulandari, Fifi Yulia Zahro, Mutia Liza Zazti Kinasih Zein, Hafidz Faturrachman Zusi Eka Fitri