Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Dedikasi

PENDAMPINGAN PENERAPAN TEKNOLOGI IRIGASI TETES PADA PETANI KENTANG DI DESA MOJOREJO KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN Syarifuddin, Amir
Jurnal Dedikasi Vol 5 (2008): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.026 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v5i0.862

Abstract

Kurangnya ketersediaan air pada musim kemarau di DesaMojorejo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan untukpenanaman kentang, dapat diatasi dengan mengaplikasikan danmengelola irigasi yang tepat yaitu dengan menggunakan irigasitetes.Mengingat penerapan teknologi irigasi tetes membutuhkanpengetahuan, dan keterampilan khusus disamping itu petanikentang di Desa Mojorejo, maka perlu dilakukan pendampingandalam penerapan teknologi irigasi tetes tersebut. Tahap-tahapaktivitas pendampingan penerapan teknologi irigasi tetes meliputisosialisasi, demontrasi perakitan, pemeliharaan dan deplot dilahan.Pada kegiatan sosialisasi, para petani yang diundang 10orang dan yang datang 18 orang. Pada kegiatan demontrasimerangkai dan pemeliharaan alat yang diundang 18 orang danyang datang 27 orang dan pertanyaan yang di lontarkan sangatbervariatif dan saling berkaitan. Pada kegiatan demontrasi plotpada lahan yang diundang 27 orang yang datang 35 orang. Padasaat panen yang di udang 35 orang yang datang 50 orang.Hasil panen kentang dengan penerapan teknologi irigasitetes setelah dikonversikan ke hektar sebesar 17, 3 ton, hasil inilebih kecil dari hasil umbi kentang jika dibanding dengan musimtanam pada musim penghujan tetapi ada peningkatan pendapatanjika dibanding dengan jika tanah diberokan atau menanamtanaman selingan seperti jagung, dan kacang tanah. Kata Kunci: Teknologi Irigasi Tetes, Petani kentang.
KONSERVASI EKOLOGI HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO Zainuri, Ach. Muhib; Takwanto, Anang; Syarifuddin, Amir
Jurnal Dedikasi Vol 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.08 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4292

Abstract

KONSERVASI EKOLOGI HUTAN MANGROVEDI KECAMATAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGOAch. Muhib Zainuri1, Anang Takwanto2, Amir Syarifuddin 31Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Malang 2Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang3Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas MuhammadiyahMalangE-mail : 1) muhibzain@gmail.com, 2)a.takwanto@gmail.com, 3)amir@umm.ac.idABSTRAKHutan mangrove merupakan salah satu bentuk ekosistem hutan yang unik dan khas, memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi, tetapi sangat rentan terhadap kerusakan apabila kurang bijaksana dalam pengelolaannya. Restorasi ekologi pada dasarnya merupakan tindakan silvikultur melalui rekayasa lingkungan, mulai dari penelusuran tapak hingga diketahui tabiat upaya-upaya pemulihannya. Pulih kembalinya kawasan mangrove seperti sediakala sebelum terdegradasi, menjamin kembali pulihnya habitat bagi kehidupan satwa liar. Hal ini dilakukan melalui pemulihan kualitas lingkungan, melalui: (a) Penilaian kawasan mangrove, (b) Peningkatan kualitas habitat, (c) Peningkatan kualitas kawasan hijau, dan (d) Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan mangrove. Kegiatan yang dilakukan adalah (1) Pembuatan bibit mangrove, (2) Penanaman dan penyulaman bibit mangrove, (3) Pemberdayaan masyarakat, dan (4) Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Perlu penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pelestarian kawasan mangrove guna menjamin keberlanjutan ekologi pantai.Kata kunci : Mangrove, Konservasi, Pesisir, Pemberdayaan.
APLIKASI AGROFORESTRY DI DESA MENTARAMAN KECAMATAN DONOMULYO KABUPATEN MALANG Triwanto, Joko; Syarifuddin, Amir; Mutaqin, Tataq
Jurnal Dedikasi Vol 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.542 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1380

Abstract

Joko Triwanto1, Amir Syarifuddin2, & Tataq Mutaqin31,2,3Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jln. Raya Tlogomas, No.246 MalangEmail : tatag.umm@gmail.com, joko.tpumm@gmail.comABSTRAKAgroforestry merupakan manajemen pemanfaatan lahan secara optimal dan lestari, denganmetode mengkombinasikan kegiatan kehutanan dan pertanian pada unit pengelolaan lahan yang sama.Pengembangan agroforestry diarahkan untuk meningkatkan produktivitas hasil hutan, kesempatankerja, pendapatan dan mengentaskan kemiskinan.Penerapan model agroforestry bertujuan untuk mewujudkan interaksi positif antara masyarakatdan lahan hutan melalui pengelolaan partisipatif maupun pembinaan proses produksi hasil kayu danbukan kayu yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung dan berkelanjutan terutama masyarakatyang tinggal didalam kawasan hutan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di desa Mentaraman, KecamatanDonomulyo Kabupaten Malang mulai bulan Agustus 2010 s.d. Mei 2012Aneka kebun pepohonan campuran telah dikembangkan di Desa Mentaraman melalui modelagroforestry untuk pertanian tradisional pohon buah dan tanaman pangan. Komoditas lain juga dapatmenjadi sumber pendapatan yang potensial meskipun tidak rutin sebagai penghasilan tambahan.Agroforestry dapat sepenuhnya menggantikan fungsi hutan sebagai cadangan lahan untuk perluasanpertanian sehingga perlindungan hutan menjadi efisien.Perlu dikembangkan Model agroforestry guna menompang sumber daya pilihan dalammengkonstruksi struktur hutan rakyat.Kata Kunci : Aplikasi, Agroforestry, Desan Mentraman.
Pembentukan Kawasan Ekonomi melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat Prihanta, Wahyu; Syarifuddin, Amir; Muhib Zainuri, Ach.
Jurnal Dedikasi Vol 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.673 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4304

Abstract

Pembentukan Kawasan Ekonomi melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis MasyarakatWahyu Prihanta1, Amir Syarifuddin 2, Ach. Muhib Zainuri31Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang 2Jurusan Kehutanan, Universitas Muhammadiyah Malang 3Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang 1wahyuprihanta@gmail.com, 2amir@umm.ac.id, 3muhibzain@gmail.comABSTRAKTujuan yang hendak dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk merancang strategi pembentukan kawasan ekonomi dalam rangka peningkatan pendapatan ekonomi melalui pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pantai Taman, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.Permasalahan yang dijumpai dalam upaya pembentukan kawasan ekonomi adalah ketiadaan rencana induk pengembangan pariwisata kawasan ekowisata yang dilandasi tata ruang kawasan, kelembagaan ekowisata yang tidak kondusif dan kondisi budaya masyarakat yang cenderung subsistem. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui diskusi kelompok fokus, analisis faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan daya tarik wisata di Pantai Taman. Hal yang sudah dilakukan adalah (1) Penguatan daya tarik wisata yang sudah ada dan(2) Pembangunan objek wisata baru. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa (1)Para pelaku ekowisata sangat terbantukan, (2) Kegiatan telah mencapai sasaran yang diinginkan, (2) Pelaku ekowisatamemiliki keterampilan pemasaran produk-produk ekowisata.Kata kunci : Konservasi, Ekowisata, Ekologi, Pemandangan, Pantai.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AGROFORESTRY UNTUK PENGEMBANGAN EDUWISATA BERBASIS PERTANIAN DAN KOPI ORGANIK DESA TAWANGARGO KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG Ariadi, Bambang Yudi; Syarifuddin, Amir; Irfan, Muhammad
Jurnal Dedikasi Vol 16 (2019): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6865.439 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v16i1.12515

Abstract

Desa Tawangargo merupakan salah satu Desa Perbatasan di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu,Secara geografis Desa Tawangargo secara tidak langsung pola hidup dan cara pandang masyarakat lebih tertuju pada pola hidup masyarakat kota, namun demikian adat istiadat serta dinamika masyarakat masih sifat kegotong royongan masih sangat tinggi.Sehingga secara umum masyarakat merasa ikut memiliki, memikirkan bagaiman Desanya menjadi berkembang,maju dan madiri menjadi desa swasembada.Melihat manfaat dari lomba Desa dan Kelurahan adalah salah satu kegiatan Pemerintah yang hakekatnya merupakan upaya untuk mendorong usaha Pembangunan masyarakat atas dasar tekat dan kekuatan sendiri. Kegiatan tesebut sekaligus untuk meneliti dan menilai keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam membangun Desa dan Kelurahan, yang terwujut dalam peningkatan kualitas dibidang kehidupan ekonomi, sosial, politik dan kebudayaan masyarakat serta terpeliharanya lingungan Desa yang sejahtera.
PENDAMPINGAN PENERAPAN TEKNOLOGI IRIGASI TETES PADA PETANI KENTANG DI DESA MOJOREJO KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN Amir Syarifuddin
Jurnal Dedikasi Vol. 5 (2008): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v5i0.862

Abstract

Kurangnya ketersediaan air pada musim kemarau di DesaMojorejo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan untukpenanaman kentang, dapat diatasi dengan mengaplikasikan danmengelola irigasi yang tepat yaitu dengan menggunakan irigasitetes.Mengingat penerapan teknologi irigasi tetes membutuhkanpengetahuan, dan keterampilan khusus disamping itu petanikentang di Desa Mojorejo, maka perlu dilakukan pendampingandalam penerapan teknologi irigasi tetes tersebut. Tahap-tahapaktivitas pendampingan penerapan teknologi irigasi tetes meliputisosialisasi, demontrasi perakitan, pemeliharaan dan deplot dilahan.Pada kegiatan sosialisasi, para petani yang diundang 10orang dan yang datang 18 orang. Pada kegiatan demontrasimerangkai dan pemeliharaan alat yang diundang 18 orang danyang datang 27 orang dan pertanyaan yang di lontarkan sangatbervariatif dan saling berkaitan. Pada kegiatan demontrasi plotpada lahan yang diundang 27 orang yang datang 35 orang. Padasaat panen yang di udang 35 orang yang datang 50 orang.Hasil panen kentang dengan penerapan teknologi irigasitetes setelah dikonversikan ke hektar sebesar 17, 3 ton, hasil inilebih kecil dari hasil umbi kentang jika dibanding dengan musimtanam pada musim penghujan tetapi ada peningkatan pendapatanjika dibanding dengan jika tanah diberokan atau menanamtanaman selingan seperti jagung, dan kacang tanah. Kata Kunci: Teknologi Irigasi Tetes, Petani kentang.
APLIKASI AGROFORESTRY DI DESA MENTARAMAN KECAMATAN DONOMULYO KABUPATEN MALANG Joko Triwanto; Amir Syarifuddin; Tataq Mutaqin
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1380

Abstract

Joko Triwanto1, Amir Syarifuddin2, & Tataq Mutaqin31,2,3Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jln. Raya Tlogomas, No.246 MalangEmail : tatag.umm@gmail.com, joko.tpumm@gmail.comABSTRAKAgroforestry merupakan manajemen pemanfaatan lahan secara optimal dan lestari, denganmetode mengkombinasikan kegiatan kehutanan dan pertanian pada unit pengelolaan lahan yang sama.Pengembangan agroforestry diarahkan untuk meningkatkan produktivitas hasil hutan, kesempatankerja, pendapatan dan mengentaskan kemiskinan.Penerapan model agroforestry bertujuan untuk mewujudkan interaksi positif antara masyarakatdan lahan hutan melalui pengelolaan partisipatif maupun pembinaan proses produksi hasil kayu danbukan kayu yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung dan berkelanjutan terutama masyarakatyang tinggal didalam kawasan hutan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di desa Mentaraman, KecamatanDonomulyo Kabupaten Malang mulai bulan Agustus 2010 s.d. Mei 2012Aneka kebun pepohonan campuran telah dikembangkan di Desa Mentaraman melalui modelagroforestry untuk pertanian tradisional pohon buah dan tanaman pangan. Komoditas lain juga dapatmenjadi sumber pendapatan yang potensial meskipun tidak rutin sebagai penghasilan tambahan.Agroforestry dapat sepenuhnya menggantikan fungsi hutan sebagai cadangan lahan untuk perluasanpertanian sehingga perlindungan hutan menjadi efisien.Perlu dikembangkan Model agroforestry guna menompang sumber daya pilihan dalammengkonstruksi struktur hutan rakyat.Kata Kunci : Aplikasi, Agroforestry, Desan Mentraman.
KONSERVASI EKOLOGI HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO Ach. Muhib Zainuri; Anang Takwanto; Amir Syarifuddin
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4292

Abstract

KONSERVASI EKOLOGI HUTAN MANGROVEDI KECAMATAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGOAch. Muhib Zainuri1, Anang Takwanto2, Amir Syarifuddin 31Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Malang 2Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang3Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas MuhammadiyahMalangE-mail : 1) muhibzain@gmail.com, 2)a.takwanto@gmail.com, 3)amir@umm.ac.idABSTRAKHutan mangrove merupakan salah satu bentuk ekosistem hutan yang unik dan khas, memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi, tetapi sangat rentan terhadap kerusakan apabila kurang bijaksana dalam pengelolaannya. Restorasi ekologi pada dasarnya merupakan tindakan silvikultur melalui rekayasa lingkungan, mulai dari penelusuran tapak hingga diketahui tabiat upaya-upaya pemulihannya. Pulih kembalinya kawasan mangrove seperti sediakala sebelum terdegradasi, menjamin kembali pulihnya habitat bagi kehidupan satwa liar. Hal ini dilakukan melalui pemulihan kualitas lingkungan, melalui: (a) Penilaian kawasan mangrove, (b) Peningkatan kualitas habitat, (c) Peningkatan kualitas kawasan hijau, dan (d) Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan mangrove. Kegiatan yang dilakukan adalah (1) Pembuatan bibit mangrove, (2) Penanaman dan penyulaman bibit mangrove, (3) Pemberdayaan masyarakat, dan (4) Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Perlu penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pelestarian kawasan mangrove guna menjamin keberlanjutan ekologi pantai.Kata kunci : Mangrove, Konservasi, Pesisir, Pemberdayaan.
Pembentukan Kawasan Ekonomi melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat Wahyu Prihanta; Amir Syarifuddin; Ach. Muhib Zainuri
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4304

Abstract

Pembentukan Kawasan Ekonomi melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis MasyarakatWahyu Prihanta1, Amir Syarifuddin 2, Ach. Muhib Zainuri31Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang 2Jurusan Kehutanan, Universitas Muhammadiyah Malang 3Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang 1wahyuprihanta@gmail.com, 2amir@umm.ac.id, 3muhibzain@gmail.comABSTRAKTujuan yang hendak dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk merancang strategi pembentukan kawasan ekonomi dalam rangka peningkatan pendapatan ekonomi melalui pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pantai Taman, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.Permasalahan yang dijumpai dalam upaya pembentukan kawasan ekonomi adalah ketiadaan rencana induk pengembangan pariwisata kawasan ekowisata yang dilandasi tata ruang kawasan, kelembagaan ekowisata yang tidak kondusif dan kondisi budaya masyarakat yang cenderung subsistem. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui diskusi kelompok fokus, analisis faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan daya tarik wisata di Pantai Taman. Hal yang sudah dilakukan adalah (1) Penguatan daya tarik wisata yang sudah ada dan(2) Pembangunan objek wisata baru. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa (1)Para pelaku ekowisata sangat terbantukan, (2) Kegiatan telah mencapai sasaran yang diinginkan, (2) Pelaku ekowisatamemiliki keterampilan pemasaran produk-produk ekowisata.Kata kunci : Konservasi, Ekowisata, Ekologi, Pemandangan, Pantai.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AGROFORESTRY UNTUK PENGEMBANGAN EDUWISATA BERBASIS PERTANIAN DAN KOPI ORGANIK DESA TAWANGARGO KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG Bambang Yudi Ariadi; Amir Syarifuddin; Muhammad Irfan
Jurnal Dedikasi Vol. 16 (2019): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v16i1.12515

Abstract

Desa Tawangargo merupakan salah satu Desa Perbatasan di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu,Secara geografis Desa Tawangargo secara tidak langsung pola hidup dan cara pandang masyarakat lebih tertuju pada pola hidup masyarakat kota, namun demikian adat istiadat serta dinamika masyarakat masih sifat kegotong royongan masih sangat tinggi.Sehingga secara umum masyarakat merasa ikut memiliki, memikirkan bagaiman Desanya menjadi berkembang,maju dan madiri menjadi desa swasembada.Melihat manfaat dari lomba Desa dan Kelurahan adalah salah satu kegiatan Pemerintah yang hakekatnya merupakan upaya untuk mendorong usaha Pembangunan masyarakat atas dasar tekat dan kekuatan sendiri. Kegiatan tesebut sekaligus untuk meneliti dan menilai keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam membangun Desa dan Kelurahan, yang terwujut dalam peningkatan kualitas dibidang kehidupan ekonomi, sosial, politik dan kebudayaan masyarakat serta terpeliharanya lingungan Desa yang sejahtera.
Co-Authors Abdul M. Rambe Abdurrahman, Muhammad Fathi Ach. Muhib Zainuri Achmad Valliant Ali Agus Dwi Sulistyono Ahmad Tarmizi Ajeng Nurul Fitriawati Ali, Achmad Valliant Anny Wahyuni Aprilia, Lala Arif Nazaruddin Yusuf Arif Prasetyo Wibowo Arsil Hadi Bambang Yudi Ariadi Bistok Saing Budi Purnomo Bunyamin Alamsyah Defrianti, Denny Delliansyah, Eflan Erni Mukti Rahayu Fajriansyah, Bima Farid Ma’ruf Fatonah Fatonah Febri Arif Cahyo W. Febri Arif Cahyo Wibowo firdaus, tawakal ridho Fitriawati, Ajeng Nurul Ghina Salsabila Harianto, Neldi Hasan, Uswan Heni Astuti Huda, Muhammad Qomarul Ibrahim Ibrahim Imtiyaaz, Cassytta Dhiya Indra Laksana Indra Laksana Irfan, Muhammad Irma Suryani Iwan Kurniawan Joko Triwanto Mei Dina Amelia Meichaty, Alef Mochamad Chanan Mohamad Syahri Mohammad Rifki Mudin, Ihyak Ulum Muhammad Irfan Muhammad Zuhdi Muhib Zainuri, Ach. Nirmala Ayu Aryanti Novalina, Sesti Nugroho Tri Waskitho Patma, Tundung Subali Pendi, Hamdi Zas Pertin Sianturi Prasista, Venny Jala Putra, Dody Raden Achmad Syarnubi Raharyoso, Dwi Rahayu Hartini Relawati, Relawati Riwayati, Selvi Rosa Septiana Mieske Putri Rosmati Rosmiati Rosyid Ridlo Al-Hakim Ruben Achmad Saddam Affandy Yusuf Sarbaini Sarbaini Sitinjak, Widia Priscila Sri Winugroho Subhan Subhan Sukmayanti, Rifka Hardina Supriyati . Suzanalisa Suzanalisa Takwanto, Anang Tatag Muttaqin Tataq Mutaqin Tataq Mutaqin, Tataq Tawakal Ridho tawakal ridho firdaus Uswanto, Heri Venny Jala Prasista Wahyu Prihanta Yusdi Anra Yusuf, Muhammad Azmi Zainuri, Ach. Muhib Zulharman Zulharman