Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Status Kebersihan Gigi Pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Aceh Tahun 2023 Wirza, Wirza; Febriani, Henny; Zuhra, Mutiara; Asyura, Finaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3417

Abstract

Kecenderungan penderita skizofrenia akan mengakibatkan ketidakmampuan untuk merawat kebersihan gigi dan mulutnya. Berdasarkan data Poli Gigi Rumah Sakit Jiwa Aceh tahun 2022, masalah kesehatan gigi dan mulut pasien skizofrenia tertinggi yaitu karies gigi menggambarkan kurangnya tingkat kebersihan gigi dan mulut pada pasien skizofrenia. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Jiwa Aceh pada 30 dan 31 Januari 2023. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien skizofrenia tipe tenang di Rumah Sakit Jiwa Aceh yang berjumlah 150 Pasien. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan Teknik Proporsional Random Sampling sehingga didapatkan 60 responden penelitian dengan kriteria inklusi pasien bisa diajak berinteraksi sosial .Rata-rata skor indeks debris berada pada 2,37 dengan kriteria yang paling banyak juga berada pada kriteria buruk yaitu 49 orang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa status kebersihan gigi pada pasien skizofrenia tipe tenang di Rumah Sakit Jiwa Aceh Pada Tahun 2023 adalah berada pada kriteria buruk 81,16%. Kata Kunci : Status Kebersihan Gigi dan Skizofrenia The tendency of people with schizophrenia will result in an inability to care for dental and oral hygiene. Based on data from the Dental Polyclinic at the Aceh Mental Hospital in 2022, the highest dental and oral health problems in schizophrenic patients, namely dental caries, illustrate the low level of dental and oral hygiene in schizophrenic patients. The study was conducted at the Aceh Psychiatric Hospital on January 30 and 31 2023. The population of this study were all calm type schizophrenia patients at the Aceh Mental Hospital, totaling 150 patients. The sampling technique for this study used the Proportional Random Sampling Technique so that 60 research respondents with inclusive criteria patients could be invited to social interaction. The average debris index score was 2.37 with the most criteria being bad, namely 49 people. Based on the results of the research and discussion, it can be interpreted that the status of dental hygiene in schizophrenia patients with a calm type at the Aceh Mental Hospital in 2023 is in the bad criteria of 81.16%.Keywords: Dental Hygiene Status and Schizophrenia
Kesiapsiagaan Darurat Banjir Pada Tenaga Kesehatan Di Kabupaten Aceh Utara Nurdin, Nurdin; Fitria, Ida; Jauhari, Julianti; Asyura, Finaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3339

Abstract

Bencana merupakan suatu keadaan darurat mendesak yang dapat menyebabkan kesakitan kematian, kesakitan, cedera, kerusakan materi serta terganggunya kehidupan sehari-hari manusia dan hal tersebut berada diluar kendali manusia untuk mengendalikan dan mengaturnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesiagaan mengahadapi bencana dalam rangka penanggulangan resiko Bencana. Jenis penelitian ini adalah deskripstif cross-sectional yang dilaksanakan dari 15 Agustus s/d 30 September 2023 pada tenaga kesehatan PNS di Kabupaten Aceh Utara. Populasi dalam penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan PNS di Kabupaten Aceh Utara yang tersebar di 32 puskesmas yang berjumlah 2400 orang. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah propotional Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer. Teknik analisa univariat dan bivariat. Pengumpulan data menggunakan data primer. Teknik analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian ada hubungan sikap (p=0,001), persepsi (p=0,000) dan tidak ada hubungan pengetahuan (p=0,08) dengan manajemen bencana (p>0,05).Kata Kunci : Kesiapsiagaan, Banjir dan Tenaga KesehatanDisaster is an urgent emergency that can cause death, illness, injury, material damage and disruption of people's daily lives and this is beyond human control to control and manage. This research aims to increase public understanding about disaster preparedness in the context of disaster risk management. This type of research is a cross-sectional descriptive study conducted from 15 August to 30 September 2023 among civil servant health workers in North Aceh Regency. The population in the study were all civil servant health workers in North Aceh Regency spread across 32 health centers, totaling 2400 people. The sampling technique in this research is proportional random sampling. Data collection uses primary data. Univariate and bivariate analysis techniques. The research results showed that there was a relationship between attitudes (p=0.001), perception (p=0.000) and no relationship between knowledge (p=0.08) with disaster management (p>0.05).Keywords: Preparedness, Floods and Health Worker
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS ULEE KARENG BANDA ACEH Akbar, Rahmat; Natasya, Laura; Ismail, Ismail; Wilis, Ratna; Asyura, Finaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5207

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering terjadi tanpa gejala awal dan menjadi penyebab kematian utama di dunia, termasuk Indonesia. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng, Banda Aceh, hipertensi merupakan penyakit terbanyak yang menyerang kelompok lansia. Beberapa faktor seperti riwayat keluarga, status gizi, dan pengetahuan diduga berperan dalam kejadian hipertensi pada lansia.Untuk mengetahui hubungan antara riwayat keluarga, status gizi, dan pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 82 orang lansia diambil menggunakan teknik proportional sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri serta tekanan darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- Square.Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi (p = 0,001), status gizi dengan kejadian hipertensi (p = 0,000), serta pengetahuan dengan kejadian hipertensi (p = 0,004). Lansia yang memiliki riwayat keluarga hipertensi, status gizi berisiko tinggi, dan pengetahuan kurang cenderung mengalami hipertensi yang tidak terkendali. Terdapat hubungan signifikan antara riwayat keluarga, status gizi, dan pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan edukasi kesehatan, skrining status gizi, dan memperkuat program pengendalian hipertensi bagi lansia.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Kejadian Diare di Sekolah Dasar Negeri Kajhu Aceh Besar Asyura, Finaul; Herawati, Herawati; Lisnawati, Lisnawati; Rafni, Rafni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2790

Abstract

Latar Belakang: Kondisi lingkungan di SDN Khaju terlihat tempat sampah yang tidak tertutup, sampah yang berserakan serta kondisi WC yang masih kotor karena tidak secara rutin dibersihkan dan juga anak-anak masih memiliki kebiasaan buruk, kebersihan pribadi yang kurang, serta suka jajan sembarangan. Hal ini karena saat jam istirahat tiba mereka bermain dan jajan sehingga lupa untuk mencuci tangan, tangan dan kuku yang terlihat panjang dan kotor serta kebiasaan membuang sampah sembarangan. Selain itu juga dari hasil wawancara 12 anak 5 diantaranya pernah mengalami sakit diare dalam bulan januari sampai maret. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan kejadian diare pada anak di Sekolah Dasar Negeri Kajhu Kecamatan Baitussalam Kabupaten aceh Besar. Metode Penelitian: Jenis Penelitian ini adalah jenis penelitain survai analitik sederhana yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi kelas V dan VI di SD kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, yang berjumlah 60 siswa terdiri dari 36 siswa kelas V dan 24 siswa kelas VI. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022. Cara pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dengan derajat kemaknaan (0,05 = 95 %). Hasil Peelitian: Menunjukkan bahwa dari 60 responden, yang mempunyai sumber air bersih yang baik sebanyak 35 (58,3%), sarana jamban yang kurang baik sebanyak 40 (66,7%), pengelolaan sampah yang kurang baik sebanyak 35 (58,3%), kebiasaan jajan yang baik sebanyak 40 (66,7%), kebiasaan cuci tangan yang baik sebanyak 37 (61,7%), pengetahuan kejadian diare yang baik sebanyak 37  (61,7%). Kesimpulan dan Saran: Ada hubungan antara sumber air bersih dengan pengetahuan kejadian diare, ada hubungan antara sarana jamban dengan pengetahuan kejadian diare, tidak ada hubungan antara pengelolaan sampah dengan pengetahuan kejadian diare, tidak ada hubungan antara kebiasaan jajan dengan pengetahuan kejadian diare dan tidak ada hubungan antara kebiasaan cuci tangan dengan pengetahuan kejadian diare. SDN Kajhu perlu menyediakan fasilitas untuk memenuhi perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, sekolah perlu bekerja sama dengan tenaga kesehatan atau instansi kesehatan setempat dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.Kata Kunci: Pengetahuan Kejadian DiareBackground: Diarrheal diseases are still a public health problem in Indonesia, because the incidence is often in the form of Extraordinary Events (KLB), which is accompanied by high mortality, in 2013 diarrhea is the leading cause of death in infants. Environmental conditions in Khaju Elementary School look unclosed trash, garbage scattered and the condition of the WC is still dirty because it is not routinely cleaned and also children still have bad habits, poor personal hygiene, and likes snack carelessly. Research Objective: To know factors related to knowledge of diarrhea occurrence in children in Kajhu State Elementary School Baitussalam Sub-district of Aceh Besar District. Research Methods: This type of research is a type of research of a simple analytical survey that is cross sectional. The population in this study were all students of grade V and VI in SD kajhu, Baitussalam Sub-district, Aceh Besar Regency, which consisted of 60 students consisting of 36 students of class V and 24 students of class VI. The data collection of this research was conducted on November 22. The way of collecting data by distributing questionnaires. The data obtained were analyzed by chi-square test with degree of significance (0.05 = 95%). Result of research: It shows that from 60 respondents, having good clean water source 35 (58,3%), poor toilet facilities 40 (66,7%), poor garbage management 35 (58,3%) %), Good snack habits as much as 40 (66,7%), good hand washing habit 37 (61,7%), knowledge of incidence of good diarrhea 37 (61,7%). Conclusion and Suggestion: There is a relation between source of clean water with knowledge of diarrhea occurrence, there is correlation between latrine facility with knowledge of diarrhea occurrence, no relationship between waste management with knowledge of diarrhea occurrence, no relationship between snack habits with knowledge of diarrhea occurrence and no relationship Between handwashing habits and knowledge of diarrheal events. SDN Kajhu needs to provide facilities to meet clean and healthy living behavior. In addition, schools need to work with health personnel or local health authorities to implement clean and healthy living behaviors. Keyword : Knowledge of the incidence of diarrhea
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Masyarakat Menabung Pada Bank Sampah Di Kota Banda Aceh Asyura, Finaul; Safrizan, Safrizan; Rafni, Rafni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3365

Abstract

Sampah sebagai salah satu permasalahan besar pada setiap negara. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan bertambahnya kegiatan atau aktivitas penduduk setiap harinya. Setiap kegiatan manusia akan berdampak juga pada peningkatan jumlah timbunan sampah. Timbunan sampah yang semakin besar akan mengurangi ruang dan merusak aktivitas manusia sehingga menurunkan kualitas hidup manusia sebab banyaknya timbunan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat masyarakat menabung pada bank sampah di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah Observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan dari Juni s/d September 2023 pada masyarakat di 12 gampoeng di Kota Banda Aceh. Populasi dalam penelitian adalah sebagian dari populasi yaitu sebanyak 99 responden. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah propotional Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer. Teknik analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian ada hubungan penghasilan (p=0,008), kesadaran (p=0,001), pengetahuan (p=0,001) dengan minat menabung pada bank sampah (p>0,05). Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan melalui edukasi terstruktur dengan menyesuaikan jadwal pada masyarakat secara berkelanjutan.Kata Kunci : Menabung dan Bank SampahWaste is one of the big problems in every country. The increase in population causes an increase in population activities every day. Every human activity will also have an impact on increasing the amount of waste piled up. Larger piles of rubbish will reduce space and damage human activities, thereby reducing the quality of human life because of the large piles of rubbish. This research aims to determine the factors related to people's interest in saving at waste banks in Banda Aceh City. This type of research is cross sectional which was carried out from June to September 2023 among communities in 12 gampoeng in Banda Aceh City. The population in this study was 99 respondents. The sampling technique in this research is proportional random sampling. Data collection uses primary data. Univariate and bivariate analysis techniques. The research results showed a relationship between income (p=0.008), knowledge (p=0.001) and interest in saving at a waste bank (p>0.05). It is necessary to increase knowledge through structured education by adjusting schedules to the community on an ongoing basis.Keywords: Savings and Waste Bank
Analisis Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut di Sekolah Dasar Negeri Dham Lubuk Pada Murid Kelas IV dan V Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar Nurdin, Nurdin; Wirza, Wirza; Asyura, Finaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3848

Abstract

Perilaku kebersihan gigi dan mulut meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan yang diberikan dengan konsep sehat dan sakit gigi serta upaya pencegahan. Pemeliharaan pada fase perkembangan anak masih sangat bergantung pada bantuan orang dewasa. Berdasarkan wawancara kuisioner yang dilakukan pada siswa kelas IV dan V SD Negeri Dhamm Lubuk Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar dengan 50 siswa yang mengalami kebersihan gigi dan mulut buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi Dan Mulut Di Sekolah Dasar Negeri Dham Lubuk Pada Murid Kelas IV Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar Tahun 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif, dilaksanakan pada tanggal 28-29 maret 2022. Dengan jumlah populasi 50 murid kelas IV dan V SD Negeri Dham Lubuk,teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh dengan menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 50 orang murid diketahui jumlah siswa yang kategori pengetahuannya baik sebanyak 35 murid (70 %). Sedangkan sikap kategori kurang baik sebanyak 32 murid (64 %), dan jumlah murid dengan kategori tindakannya kurang baik sebanyak 36 murid (72 %). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang pemeliharaan gigi dan mulut pada murid kelas IV dan V SD Negeri Dham Lubuk berada pada kategori baik, sedangkan sikap tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada murid kelas IV adan V SD Negeri Dham Lubuk berada pada kategori kurang baik, dan tindakan tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada murid kelas IV dan V SD Negeri Dham Lubuk berada pada kategori kurang baik. Disarankan kepada siswa kelas IV dan V SD Negeri Dham Lubuk meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan sikap, tindakan dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut.Kata Kunci : Perilaku, Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan MulutDental and oral hygiene behavior includes knowledge, attitudes and actions provided with the concept of health and toothache as well as prevention efforts. Maintenance in the developmental phase of children is still very dependent on adult assistance. Based on questionnaire interviews conducted with students in grades IV and V of SD Negeri Dhamm Lubuk, Want Jaya District, Aceh Besar with 50 students who experienced poor dental and oral hygiene. This research aims to determine the description of the behavior of maintaining dental and oral hygiene at the Dham Lubuk State Elementary School among Class IV Students in Want Jaya District, Aceh Besar in 2021. This research is descriptive, carried out on 28-29 March 2022. With a population of 50 class students IV and V SD Negeri Dham Lubuk, the sampling technique used was a saturated sampling technique using the interview method. The results of this research show that out of 50 students, it is known that the number of students whose knowledge category is good is 35 students (70%). Meanwhile, the attitude category was not good as many as 32 students (64%), and the number of students whose actions were categorized as not good was 36 students (72%). Based on the research results, it can be concluded that knowledge about maintaining dental and oral hygiene in students in grades IV and V at SD Negeri Dham Lubuk is in the good category, while attitudes about maintaining dental and oral hygiene in students in grades IV and V at SD Negeri Dham Lubuk are in the poor category. , and actions regarding maintaining oral hygiene in students of grades IV and V at SD Negeri Dham Lubuk are in the poor category. It is recommended that students in grades IV and V at SD Negeri Dham Lubuk increase their knowledge and improve their attitudes and actions in maintaining dental and oral hygiene.Keywords: Behavior, Maintaining Dental and Oral Hygiene
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI DESA CIPARI PARI TIMUR KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Dhirah, Ulfa Husna; Rezeki, Sahbainur; Wahyuni, Alfitri; Nuzul ZA, Raudhatun; Asyura, Finaul; Nurhayati, Nurhayati; Astryna, Syarifah Yanti; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5246

Abstract

AbstrakStatus gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama pada usia 12–24 bulan yang merupakan periode emas pertumbuhan. Faktor pola asuh orang tua, khususnya ibu, sangat berpengaruh dalam menentukan asupan makanan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) untuk menentukan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik (58%) dan status gizi balita normal (62%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi balita (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua, khususnya dalam pemberian makanan dan perawatan sehari-hari, berhubungan erat dengan status gizi balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan praktik pola asuh gizi yang baik serta kepada tenaga kesehatan desa agar terus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi optimal pada balita. 
Hubungan Pengetahuan Keluarga Dalam Menjaga Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Tiga Ismaturrahmi, Ismaturrahmi; Keumala, Cut Ratna; Asyura, Finaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4113

Abstract

Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut sangat penting bagi kesehatan mental, di mana kondisi gigi yang tidak terjaga bisa berpengaruh buruk terhadap kestabilan psikologis dan interaksi sosial seseorang. Di Puskesmas Muara Tiga, tercatat kunjungan pasien dengan gangguan mental sangat sedikit, hanya sebanyak 6 pasien dan sebagian besar dari mereka memiliki kondisi gigi yang memprihatinkan, termasuk kebutuhan akan pencabutan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa korelasi antara pengetahuan keluarga pasien gangguan mental dengan kebersihan gigi dan mulut pasien tersebut. Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga dan pasien dengan gangguan mental yang stabil di Puskesmas Muara Tiga. Jumlah total pasien gangguan jiwa adalah 52 orang, namun dengan teknik purposive sampling dan kriteria tertentu, jumlah sampel adalah 34 pasien. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 70.6% keluarga pasien memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan gigi, sementara 29.4% dianggap kurang. Hal ini tercermin pada kondisi kebersihan gigi pasien, dengan 14.7% dalam kondisi baik, 52.9% dalam kondisi sedang, dan 32.4% dalam kondisi buruk. Analisis Chi-Square membuktikan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan keluarga dan kebersihan gigi dan mulut pasien, dengan nilai signifikansi 0,000. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keluarga yang memiliki pengetahuan baik mengenai perawatan gigi dan mulut cenderung memiliki anggota keluarga dengan kondisi kebersihan gigi yang baik atau sedang. Sebaliknya, keluarga dengan pengetahuan yang kurang cenderung memiliki anggota keluarga dengan kondisi kebersihan gigi yang buruk. Hal ini menggarisbawahi pentingnya peningkatan pengetahuan dan kesadaran keluarga terhadap kesehatan gigi dan mulut, khususnya bagi pasien gangguan jiwa.Kata Kunci: Kesehatan gigi dan mulut, Kesehatan jiwa, Pasien gangguan jiwa, Perawatan gigi dan mulut.Background: Oral health has a significant impact on mental health, where poor conditions can negatively affect an individual's psychological and social aspects. At the Muara Tiga Health Center, it was noted that visits by mental disorder patients are exceedingly minimal, with only six patients visiting and most having poor dental conditions, including the need for tooth extractions. The purpose of this study is to identify the relationship between the level of knowledge of families of mental disorder patients and the status of the patients' oral hygiene.. Research Methodology: This research employs a cross-sectional design in a quantitative approach, with the study population including families and patients with calm-type mental disorders in the working area of the Muara Tiga Health Center. The total number of mental disorder patients was 52, but using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria, the sample size for the study amounted to 34 mental disorder patients.. Results: The research findings show that 70.6% of patient companions have good knowledge of dental and oral health, while 29.4% still lack knowledge. This is reflected in the oral hygiene status of patients: 14.7% were categorized as good, 52.9% moderate, and 32.4% poor. Chi-Square analysis revealed a significant relationship between family knowledge level and patient oral hygiene status, with a significance value of 0.000. Conclusion: The conclusion from this study states that families with good knowledge of dental and oral care tend to have members with better or moderate oral hygiene. Meanwhile, less good knowledge is associated with poorer oral hygiene status in mental disorder patients. This emphasizes the importance of improving family knowledge and awareness about the significance of dental and oral health for mental disorder patients.Keyword : Oral health, Mental health, Dental and oral care, Mental disorder.