Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Status Kebersihan Gigi dan Mulut Disabilitas Intelktual di SDLB Kota Banda Aceh Febriani, Henny; Wirza, Wirza; Asyura, Finaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3846

Abstract

Anak disabilitas intelektual memiliki resiko terjadinya penyakit gigi dan mulut lebih besar dibandingkan anak normal. Hal ini disebabkan karena anak disabilitas intelektual ringan memiliki IQ 55-70 dengan perkembangan fisik yang agak lambat sehingga mempengaruhi kemampuan motoriknya, yang berdampak pada kemampuan anak saat melakukan kegiatan sehari-hari yang mengarah pada bina diri. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran status kebersihan gigi dan mulut anak disabilitas intelektual. Penelitian ini  dilaksanakan di 4 SDLB wilayah Kota Banda Aceh. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh anak disabilitas intektual yang berjumlah 57 orang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan Teknik Purposive Sampling dengan kriteria inklusi yaitu  disabilitas intelektual kategori ringan, memahami kata sederhana, memiliki gigi indeks dan bersedia menjadi responden, sehingga didapatkan 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata skor indeks Plak 60 dengan kriteria sangat buruk. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa status kebersihan gigi pada anak disabilitas intelektual masih perlu diperhatikan karena masih berada pada kriteria sangat buruk 96 %.Kata Kunci : Status Kebersihan Gigi dan disabilitas intelektualChildren with intellectual disabilities have a greater risk of developing dental and oral diseases than normal children. This is because children with mild intellectual disabilities have an IQ of 55-70 with rather slow physical development, which affects their motor skills, which has an impact on the child's ability to carry out daily activities that lead to self-development. The aim of this study was to examine the dental and oral hygiene status of children with intellectual disabilities. This research was carried out in 4 SDLBs in the Banda Aceh City area. The population of this study was all 57 children with intellectual disabilities. The sampling technique for this research used the Purposive Sampling Technique with inclusion criteria, namely mild intellectual disability, understanding simple words, having index teeth and being willing to be a respondent, so that 50 respondents were obtained. The results of the study showed that the average Plaque Index score was 60 with very poor criteria. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the dental hygiene status of children with intellectual disabilities still needs attention because it is still in the very poor criteria of 96%.Keywords: Oral Hygiene Status and Intellectual Disabilities
Determinan Kunjungan Posyandu Lansia Dan Dampak Terhadap Hipertensi Dan Diabetes Mellitus Pada Lansia di Kabupaten Aceh Besar Nurdin, Nurdin; Asyura, Finaul; Fitria, Ida; Zulkifli, Zulkifli
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4112

Abstract

Latar Belakang: Populasi lansia saat ini mengalami peningkatan. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah karena meningkatnya jumlah lanjut usia di bidang kesehatan adalah degenerasi dan munculnya penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, serta gangguan kesehatan mental yaitu depresi, demensia, kecemasan, sulit tidur. Penyakit tersebut jika tidak ditangani atau tindakan pencegahan tidak diambil, dapat menyebabkan masalah karena ini menjadi penyakit kronis dan multipatologis. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan posyandu pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah,  mengetahui faktor yang paling dominan dengan kunjungan posyandu pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah dan mengetahui dampak kunjungan posyandu lansia terhadap hipertensi dan diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini yaitu lansia yang berusia >60 tahun yang berada di wilayah Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 385 lansia. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang diuji validitas, melakukan pemeriksaan tekanan darah, dan pemeriksaan glukosa darah. Analisa data menggunakan uji regresi logistik dengan menggunakan stata. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan faktor Dukungan Kader, Dukungan keluarga, usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, status, pengetahuan, sikap dan budaya dengan kunjungan posyandu lansia di wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Variabel sikap (p= 0,0001, OR= 4.5) adalah faktor dominan dengan kunjungan posyandu lansia artinya responden sikap negatif cenderungan kurang aktif dalam kunjungan posyandu lansia sebesar hampir 5 kali lebih besar dibandingkan variabel lainnya.Kata Kunci: Kunjungan Posyandu Lansia; Hipertensi; Diabetes Mellitus; LansiaBackground: The elderly population is currently increasing. This is a challenge for the government because the increasing number of elderly people in the health sector is degeneration and the emergence of non-communicable diseases (NCDs) such as diabetes, hypertension, as well as mental health disorders, namely depression, dementia, anxiety, difficulty sleeping. If the disease is not treated or preventive measures are not taken, it can cause problems as it becomes a chronic and multipathological disease. The aim of this research is to determine the factors associated with posyandu visits for the elderly in the Darul Imarah Community Health Center Working Area, to find out the most dominant factors associated with posyandu visits for the elderly in the Darul Imarah Community Health Center Working Area and to determine the impact of elderly posyandu visits on hypertension and diabetes mellitus in the Working Area Darul Imarah Community Health Center. Research Method This research is a quantitative research that is descriptive analytical in nature with a cross sectional study approach. The sample in this study was elderly people aged >60 years who were in the Darul Imarah Community Health Center area, Aceh Besar Regency. The number of samples in this study was 385 elderly people. Data collection in this study used questionnaires that were tested for validity, blood pressure checks and blood glucose checks. Data analysis used logistic regression testing using Stata. Results: There is a significant relationship between the factors Cadre Support, Family Support, age, gender, education, employment, income, status, knowledge, attitudes and culture with elderly posyandu visits in the Darul Imarah Community Health Center working area, Aceh Besar Regency. The attitude variable (p= 0.0001, OR= 4.5) is the dominant factor in elderly posyandu visits, meaning that respondents with negative attitudes tend to be less active in elderly posyandu visits almost 5 times greater than other variables.Keywords:  Elderly Posyandu Visit; Hypertension; Diabetes Mellitus; Elderly
GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PEROKOK DI DUSUN PAYA SERNGI DESA TIMANGAN GADING KECAMATAN KEBAYAKAN KABUPATEN ACEH TENGAH Nurdin, Nurdin; Febriani, Henny; Wirza, Wirza; Amiruddin, Amiruddin; Asyura, Finaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4799

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut merupakan keadaan dimana mulut bebas dari plak dan kalkulus, kebersihan gigi dan mulut ditentukan oleh sisa makanan, plak, kalkulus, material alba, dan noda stain pada permukaan gigi. hasil wawancara dan pemeriksaan yang dilakukan di dusun paya serngi desa timang gading ditemukan masalah bahwa rata rata masyarakat dusun paya serngi, tidak melakukan pemeliharaan terhadap kesehatan gigi dan mulut seperti menyikat gigi dua kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut setiap enam bulan sekali. Rumusan masalah bagaimana gambaran status kebersihan gigi dan mulut pada perokok. Tujuan untuk mengetahui gambaran status kebersihan gigi dan mulut perokok di dusun paya serngi desa timangan gading kecamatan kebayakan kabupaten aceh tengah.Penelitian ini bersifat deskriptif, dilakukan dengan pemeriksaan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 kepala keluarga yang merokok di desa timangan gading kecamatan kebayakan kabupaten aceh tengah dengan menggunakan teknik purposif sampling.Hasil penelitian yang di dapat dari 30 sampel kepala keluarga Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah tengah pada kategori baik dengan jumlah 5 orang (16,67%), kategori sedang 16 orang (53,33%), dan kategori buruk 9 orang (30%).Kesimpulan yang di dapat bahwa status kebersihan gigi dan mulut perokok di Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah berada pada kategori sedang dengan jumlah 16 orang (53,33%). Saran untuk masyarakat Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading agar lebih menjaga kesahatan gigi dan mulut nya, dengan cara menyikat gigi pagi dan malam sebelum tidur, serta melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali ke puskesmas.
Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Pasien Prolanis di Pukesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe Rosdiana, Eva; Harianti, Fitri; Asyura, Finaul; Lisnawati, Lisnawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3775

Abstract

ABSTRACTLatar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronis penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Bahkan junlah angka kesakitannya terus meningkat. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi diabetes yakni sebesar 8,5%, meningkat dibandingkan Riskesda 2013 yaituu sebesar 6,9%. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pasien diabetes mellitus tipe II pada pasien prolanis di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Metodelogi Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini  adalah quasi eksperiment. Jumlah sampel diambil dengan menggunakan total populasi yaitu sebanyak 55. Penelitian ini di laksanakan di Puskemas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon karena dari hasil          uji normalitas data diperoleh hasil bahwa data tidak berdistribusi secara normal. Hasil Penelitian: Terdapat peningkatan pengetahuan pasien sesudah diberikan edukasi dengan nilai p = 0.000, terdapat peningkatan sikap pasien sesudah diberikan edukasi dengan nilai p=0.000. Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara pemberian edukasi dengan peningkatan pengetahuan dan sikap pada pasien diabetes mellitus tipe II. Saran: Petugas kesehatan perlu meningkatkan intensitas promosi dan pendidikan edukasi khususnya tentang diabetes mellitus tipe II.Kata Kunci: Edukasi, Pengetahuan, SikapBackground: Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia that occurs due to defects in insulin secretion, insulin action or both. Diabetes Mellitus is a chronic disease that causes the highest death in Indonesia. Even the number of pain continues to increase. The 2018 Riskesda data shows the prevalence of diabetes is 8.5%, an increase compared to the 2013 Riskesda which was 6.9%. Research Objectives: To determine the effect of providing education on increasing knowledge and attitudes of patients with type II diabetes mellitus in prolanis patients at the Muara Satu Health Center, Lhokseumawe City. Research Methodology: The research design used in this study is quasi-experimental. The number of samples was taken using a total population of 55. This research was carried out at the Muara Satu Public Health Center, Lhokseumawe City. Data analysis used the Wilcoxon test because the results of the data normality test showed that the data were not normally distributed. Research Results: There was an increase in mother's knowledge after being given health education with a value of p = 0.000, there was an increase in mother's attitude after being given health education with a value of p = 0.000. Conclusion: There is an influence between providing education with increasing knowledge and attitudes in patients with type II diabetes mellitus. Suggestion: Health workers need to increase the intensity of health promotion and education, especially about type II diabetes mellitus.Keywords: Education, Knowledge, Attitude
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA ROKOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH DAN LEAFLET PADA SISWA KELAS I DI SMP SWASTA ISLAM JAMIAH AL-AZIZIYAH BATEE ILIEK SAMALANGA KABUPATEN BIREUN TAHUN 2018 Asyura, Finaul; Anwar, Chairanisa; Rosdiana, Eva; Dhirah, Ulfa Husna; Samaniyah, Siti; Wilis, Ratna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4835

Abstract

Salah satu penyebab tingginya perokok dikalangan remaja adalah kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Pengetahuan tentang bahaya merokok yaitu segala sesuatu dan informasi yang diperoleh mengenai hal yang berhubungan dengan bahaya merokok, Penggunaan metode dan media yang tepat dapat mempengaruhi pengetahuan responden. Penelitian ini ingin mengkaji Perbandingan Efektifitas Peningkatan Pengetahuan Tentang Bahaya Rokok dengan Menggunakan Metode Ceramah dan Leaflet Pada Siswa Kelas I di SMP Swasta Islam Jamiah Al-aZIziyah Batee Iliek Samalanga Kabupaten Bireuen.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design, dengan rancangan pretest-posttest two group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SMP sebanyak 60 siswa. Sampel sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang pada kelompok kasus (metode ceramah) dan 30 orang pada kelompok kontrol (kelompok leaflet). Pengumpulan data  dilakukan dari tanggal 08 sampai dengan 22 Januari 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan uji statistik non parametrik (t-tes) dengan ? = 0,05. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok melalui ceramah (p value= 0,011) dan ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok melalui leaflet (p value= 0,001). Dari hasil uji independen sampel t-tes dapat disimpulkan media promosi leaflet lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan tentang bahaya merokok (p value 0,023).Disarankan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen agar dapat melakukan penyuluhan dengan menggunakan metode leflet guna meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok bagi kesehatan
Hubungan Faktor Kecemasan Anak Terhadap Perawatan Gigi di Puskesmas Tangse Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie Elisa, Ayu; Keumala, Cut Ratna; Asyura, Finaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4114

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan merupakan respon emosional normal pada anak ketika dihadapkan hal-hal dianggap berbahaya. Kecemasan mempengaruhi perawatan gigi anak,  sehingga anak yang cemas cenderung memiliki kesehatan gigi lebih buruk. Obsevasi awal di puskesmas Tangse  pada 12  anak yang melakukan perawatan gigi, 9 anak mengalami kecemasan seperti menangis histeris dan melawan ketika dilakukan perawatan dan 3 anak mampu bersikap kooperatif sehingga perawatan gigi terlaksana. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan faktor keluarga dan faktor alat perawatan gigi terhadap kecemasan anak pada perawatan gigi di Puskesmas Tangse Kabupaten Pidie.  Metode penelitian : penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian cross sectional  dengan jumlah sampel  30 responden yang dilakukan pada tanggal 22 April s/d 7 Mei 2024. Hasil penelitian : uji chi-square ada hubungan faktor keluarga terhadap kecemasan anak pada tindakan perawatan gigi di Puskesmas Tangse Kabupaten Pidie (p- value =0,015.). Ada hubungan faktor alat perawatan gigi terhadap kecemasan anak pada tindakan perawatan gigi di Puskesmas Tangse Kabupaten Pidie (p- value =0,001.). Kesimpulan dan Saran : Disimpulkan bahwa ada hubungan faktor keluarga dan faktor alat perawatan gigi terhadap kecemasan anak pada  perawatan gigi di Puskesmas Tangse Kabupaten Pidie. Disarankan kepada pihak orang tua agar dapat memberikan pemahaman tentang perawatan gigi dengan menumbuhkan keberanian dan memotivasi anak agar mau menjalani perawatan gigi serta mengurangi ancaman dengan memaksakan anak untuk menerima perawatan.Kata kunci : kecemasan anak, keberhasilan perawatan gigiBackground: Anxiety is a normal emotional response in children when faced with things considered dangerous. Anxiety affects children's dental care, so anxious children tend to have poorer dental health. Initial observations at the Tangse Community Health Center included 12 children undergoing dental treatment, 9 children experienced anxiety such as crying hysterically and resisting when treatment was carried out and 3 children were able to cooperate so that dental treatment was carried out. Objective: To determine the relationship between family factors and dental care equipment factors on children's anxiety regarding dental care at the Tangse Health Center, Pidie Regency.  Research method: this research is analytical with a cross sectional research design with a sample size of 30 respondents conducted from April 22 to May 7 2024. Research results: chi-square test shows a relationship between family factors and children's anxiety during dental care procedures at the Community Health Center Tangse, Pidie Regency (p-value = 0.015.). There is a relationship between dental care equipment factors and children's anxiety during dental care procedures at the Tangse Health Center, Pidie Regency (p-value = 0.001). Conclusions and Suggestions: It is concluded that there is a relationship between family factors and dental care equipment factors on children's anxiety about dental care at the Tangse Community Health Center, Pidie Regency. It is recommended that parents provide an understanding of dental care by growing courage and motivating children to want to undergo dental treatment and reducing threats by forcing children to receive treatment.Keywords: child anxiety, successful dental treatment
Dampak Tekanan Psikologis Pada Keluarga Poligami di Kabupaten Pidie Asyura, Finaul; Herawati, Herawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2525

Abstract

Poligami menjadi suatu pernikahan yang sudah banyak dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Selama tahun 2001 mencatat sebanyak 234 kasus kekerasan terhadap istri. Data-data mengenai korban mengungkapkan 5,1% poligami secara rahasia, 2,5% dipoligami resmi, 36,3% korban selingkuh, 2,5% ditinggal suami, 4,2% dicerai, 0,4%sebagai istri kedua, dan 0,4% lainnya sebagai taman kencan. Jenis kekerasan yang dilaporkan meliputi kekerasan ekonomi sebanyak 29,4%; kekerasan fisik 18,9%; kekerasan seksual 5,6%; dan kekerasan psikis 46,1%. Masih adanya kasus keluarga poligami di Kabupaten Pidie yang bisa menyebabkan keretakan dalam rumah tangga bahkan bisa saja menyebabkan perasaan sedih, cemburu, iri, stress berkepanjangan, serta benci karena merasa sudah dikhianati oleh suaminya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan keluarga poligami dikabupaten pidie. Desain penelitian ini adalah case control. Lokasi penelitian di Kabupaten Pidie, dilakukan pada bulan juli 2020. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh keluarga poligami di kabuaten Pidie. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang keluarga yang berpoligami baik istri pertama, kedua, ketiga maupun yang keempat dan sebanyak 60 orang keluarga yang tidak berpoligami. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode wawancara langsung kepada keluarga poligami dan monogami dengan menggunakan pertanyaan penelitian. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivarit dengan uji regresi logistik.Kata Kunci: Psikologis, Keluarga, PoligamiPolygamy is a marriage that has been practiced by many people from various circles. During 2001, there were 234 cases of violence against wives. Data on victims revealed 5.1% polygamy in secret, 2.5% official polygamy, 36.3% victims of cheating, 2.5% abandoned by their husbands, 4.2% divorced, 0.4% as second wives, and Another 0.4% as a dating park. Types of violence reported included economic violence as much as 29.4%; physical violence 18.9%; sexual violence 5.6%; and psychological violence 46.1%. There are still cases of polygamous families in Pidie Regency which can cause cracks in the household and even cause feelings of sadness, jealousy, envy, prolonged stress, and hate because they feel betrayed by their husbands. This research aims to determine the factors associated with polygamous families. Pidie District. The design of this research is case control. The research location was in Pidie Regency, conducted in July 2020. The population in this study were all polygamous families in Pidie Regency. The sample in this study were 30 families who had polygamy, either the first, second, third or fourth wives and as many as 60 families who did not. The sample of this research is using snowball sampling technique. Collecting data in this study through direct interviews to polygamous and monogamous families using research questions (Questionaire). Data analysis was performed using univariate analysis, bivariate analysis using chi square test, and multivariate logistic regression test. Keywords: psychological, Polygamous,  family
Analisis Dampak Infertil Terhadap Kesehatan Jiwa Pada Wanita Yang Sudah Menikah Di Kabupaten Pidie Tahun 2023 Asyura, Finaul; Anwar, Chairanisa; Rosdiana, Eva; Fitriliana, Fitriliana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3974

Abstract

Latar Belakang: Infertilitas adalah ketidak mampuan untuk hamil, ketidak mampuan mempertahankan kehamilan, ketidak mampuan untuk membawa kehamilan kepada kelahiran hidup. Infertilitas dapat bersifat primer dimana pasangan yang gagal untuk mendapatkan kehamilan sekurang- kurangnya dalam satu tahun berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi dengan angka kejadian sebanyak 62,0% dan infertilitas sekunder yaitu ketidakmampuan seseorang memiliki anak atau mempertahankan kehamilannya dengan angka kejadian sebanyak 38,0%. Tujuan penelitian: untuk mengetahui menganalisis dampak infertil terhadap kesehatan jiwa pada wanita di Kabupaten Pidie. Metode penelitian: kualitatif dengan pendekatan ferminologi yang dimaksudkan untuk mengeksplorasi fenomena dampak infertil terhadap kesehatan jiwa pada wanita yang telah menikah. Dimana informan penelitian ini sebanyak delapan orang informan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, in-depth interview, dan dokumentasi selama proses penelitian dan analisis data yaitu menggunakan analisis komponensial (content). Hasil penelitian: dapat menjadi motivasi Wanita infertil dalam upaya mencari dan mendengarkan informasi serta penyuluhan yang jelas terhadap upaya pengobatan infertil.Kata Kunci: Infertil, Kesehatan Jiwa, Stress, Copping Mechanism, Upaya Pengobatan Background: Infertility is the inability to get pregnant, the inability to maintain a pregnancy, the inability to bring a pregnancy to a live birth. Infertility can be primary where couples who fail to conceive for at least one year have regular sexual intercourse without contraception with an incidence rate of 62.0% and secondary infertility, namely the inability of a person to have children or maintain a pregnancy with an incidence rate of 38.0%. Research objective: to analyze the impact of infertility on mental health in women in Pidie Regency. Research method: qualitative with a ferminological approach intended to explore the phenomenon of the impact of infertility on mental health in married women. Where the informants for this research were eight informants. Data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation during the research and data analysis process are using componential (content) analysis. Research results: can be a motivation for infertile women to seek and listen to clear information and counseling regarding infertile treatment efforts.Keywords: Infertility, Mental Health, Stress, Coping Mechanism, Treatment Efforts
PENGARUH USIA PERTAMA PEMBERIAN MP-ASI DAN RIWAYAT BBLR DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS MATANG PUDENG KECAMATAN PANTEE BIDARI KABUPATEN ACEH TIMUR Rosdiana, Eva; Anwar, Charanisa; Asyura, Finaul; Andika, Fauziah; Yusnanda, Febri; Willis, Ratna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4850

Abstract

Latar Belakang : Salah satu gangguan gizi yang sering ditemukan adalah kejadian Stunting. Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, stunting juga merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita yang bersifat kronis yang berdampak pada kognitif lemah dan psikomotorik terhambat. Jumlah balita yang menderita stunting di Puskesmas Matang Pudeng sebanyak 41 orang. Hasil wawancara dengan 7 orang ibu yang menderita stunting mengatakan bahwa 1 diantaranya memiliki Riwayat BBLR dan 6 diantaranya memberikan MP-ASI pada anak saat usia kurang dari 6 bulan.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh usia pertama pemberian MP-ASI dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting di Puskesmas Matang Pudeng Kecamatan Pantee Bidari Kabupaten Aceh TimurMetodelogi Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  case control. Jumlah sampel diambil dengan perbandingan 1:1 yaitu 41 kasus dan 41 kontrol dengan total 82 sampel.. Penelitian ini di laksanakan di Puskesmas Matang Pudeng Kecamatan Pantee Bidari Kabupaten Aceh Timur. Analisa data menggunakan uji chi square test.Hasil Penelitian : variabel usia pertama pemberian MP-ASI memperoleh nilai p=0.014, BBLR dan riwayat BBLR memperoleh nilai p=0,055.Kesimpulan : variabel yang mempengaruhi kejadian stunting adalah usia pertama pemberian MP-ASI dan Variabel yang tidak mempengaruhi kejadian stunting adalah BBLR.Saran : Petugas kesehatan diharapkan agar meningkatkan promosi Kesehatan ke pada orang tua agar dapat memberikann ASI secara eksklusif ke pada bayinya untuk mencegah terjadinya stunting. Kata Kunci : Stunting, Usia Pertama Pemberian MP-ASI, BBL
PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN LOKAL PADA BALITA YANG MEMILIKI GIZI KURANG DI JEULINGKE KOTA BANDA ACEH Anwar, Chairanisa; Asyura, Finaul; Rosdiana, Eva
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5413

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi perhatian penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu intervensi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis bahan pangan lokal. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian PMT lokal terhadap kenaikan berat badan pada balita dengan status gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Jumlah responden sebanyak 62 balita yang memiliki gizi kurang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian: sebagian besar responden mengalami peningkatan berat badan setelah pemberian PMT, yaitu sebanyak 50 balita (80,6%), sedangkan 8 balita (12,9%) mengalami penurunan, dan 4 balita (6,5%) tetap. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara berat badan balita sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pemberian makanan tambahan lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kenaikan berat badan pada balita yang memiliki gizi kurang. Saran: Disarankan agar pihak puskesmas dan kader posyandu terus mengembangkan inovasi menu PMT lokal yang menarik dan bergizi untuk mendukung perbaikan gizi balita di masyarakat. Kata kunci: Makanan Tambahan Lokal, Gizi Kurang, Balita, Berat Badan.