Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : Farmaka

ANTIOKSIDAN UNTUK KULIT : REVIEW ANI HAERANI; ANIS YOHANA CHAERUNISA; ANAS SUBARNAS
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.233 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17789

Abstract

Antioksidan adalah molekul yang dapat menghambat oksidasi molekul lain. Antioksidan dapat melindungi kulit dari berbagai kerusakan sel akibat radiasi UV, antipenuaan dan perlindungan dari ROS. Antioksidan banyak digunakan sebagai produk perawatan kulit / kosmetik. Ada 3 jenis kosmetik antioksidan yaitu antioksidan endogen, eksogen dan tanaman. Tanaman adalah antioksidan alami yang banyak digunakan sebagai produk perawatan kulit karena memiliki efek samping yang lebih sedikit dan aman. Dalam formulasi antioksidan perlu diperhatikan mengenai stabilitas, kompatibiliitas dan penetrasi supaya sediaan yang dihasilkan stabil, dan mudah berpenetrasi ke dalam kulit untuk mencapai jaringan target dalam bentuk aktif dan bertahan lama dikulit agar mendapatkan hasil yang diharapkan. Review ini berfokus pada manfaat antioksidan, formulasi terutama pada mekanisme penghantarannya ke dalam kulit dan pengujian aktivitas antioksidanKata Kunci : Antioksidan untuk kulit, manfaat antioksidan, kosmetik antioksidan, formulasi
REVIEW MEKANISME, KARAKTERISASI DAN APLIKASI SODIUM STARCH GLYCOLATE (SSG) DALAM BIDANG FARMASETIK ALIF VIRISY BERLIAN; Anas Subarnas
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.354 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17612

Abstract

Rute pemberian obat secara oral merupakan rute pemberian yang paling banyak disukai karena kemudahan penggunaannya, namun rute pemberian secara oral memiliki kekurangan yaitu, lamanya efek terapi yang timbul akibat proses disintegrasi sediaan obat yang lambat. Bahan penghancur merupakan salah satu eksipien obat yang bertanggung jawab dalam disintegrasi sediaan. salah satu contoh bahan pengancur adalah sodium starch glycolate (SSG). SSG merupakan superdisintegran yang berbahan dasar pati.  SSG dapat diisolasi dari berbagai macam pati, namun pati kentang menunjukkan sifat disintegrasi yang paling baik. Mekanisme disintegrasi SSG adalah dengan menyerap air sehingga menyebabkan sediaan menggembung dan akhirnya pecah. Karakterisasi SSG dapat ditentukan dengan uji distribusi partikel, uji kerapatan curah dan mampat, uji rasio haussner dan Carr’s index, uji luas permukaan; volume; dan ukuran pori-pori, dan swelling index. Aplikasi SSG dalam bidang farmasetik dapat digunakan pada formulasi sediaan fast disintegrating tablet.Kata kunci     : Sodium starch glycolate (SSG), Superdisintegran, Swelling, Karakterisasi.
Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Sebagai Antivirus Flu Burung (Avian Influenza) NUR ALFI KUSUMAH DEWI; ANAS SUBARNAS
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.923 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.11077

Abstract

AbstrakArtikel ini mengulas tentang efektivitas senyawa obat yang diambil dari beberapa jenis tanaman sebagai obat antivirus Flu Burung yaitu Tapak Liman (Elephantopus scaber L), Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe), The sea grass (T. Ciliatum), Fortunella margarita Lour, Eugenia jambolana Lam dan Capparis sinaica Veill. Metode yang digunakan umumnya menggunakan ekstraksi tanaman kemudian mengisolasi senyawa aktifnya. Target dari senyawa aktif yang diisolasi adalah menghambat proses replikasi virus Flu Burung ( Avian influenza ). Dalam artikel ini data – data mengenai senyawa aktif dikumpulkan untuk mengetahui keefektifannya dalam menghambat proses replikasi virus Flu Burung.Kata kunci: Flu Burung, Elephantopus scaber L, Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe), T. Ciliatum, Fortunella margarita L. , Eugenia jambolana L. dan Capparis sinaica VeillAbstractThis article reviews the effectiveness of drug compounds derived from several types of plants as Avian Influenza antiviral drugs are Tapak Liman (Elephantopus scaber L), Red Ginger (Zingiber officinale Roscoe), The sea grass (T. ciliatum), Fortunella margarita Lour, Eugenia jambolana Lam and Capparis sinaica Veill. The methods generally used extraction plant and then isolating the active compound. The target of the active compound isolated is to inhibit viral replication Avian Influenza process. In this article the collected data on the active compound to determine its effectiveness in inhibiting the replication of avian influenza virus.Keywords : Avian influenza, Elephantopus scaber L, Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe), T. Ciliatum, Fortunella margarita L. , Eugenia jambolana L. dan Capparis sinaica Veill
PENGGUNAAN KLINIS TRAMADOL DENGAN BERBAGAI ASPEKNYA HIRALIUS BIMA ARDIKA PUTRA; ANAS SUBARNAS
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2541.898 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22079

Abstract

Tramadol merupakan salah satu obat analgesik yang memiliki efek seperti narkotik, biasanya obat ini diminum setelah pasca operasi untuk menghilangkan rasa nyeri. Obat ini memiliki efek ketergantungan serta meningkatnya jumlah dosis yang digunakan (adiksi). Banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahayanya penggunaan obat ini dan menyalahgunakan penggunaannya.  Oleh sebab itu, diperlukannya edukasi mengenai penggunaan obat ini. Tramadol memiliki struktur trans-2 (dimethylaminomethyl)-1-(m-methoxyphenyl ) - cyclohexanol hydrochloride. Selain sebagai analgesik, tramadol memiliki fungsi sebagai penghambat transpoter norepinerfin di sel medula Barium adrenal. Pada umumnya setelah mengkonsumsi obat ini, akan timbul beberapa efek samping seperti rasa mual , muntah, berkeringat, dan mulut kering.
REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS DAUN MURBEI (MORUS ALBA L.) SEBAGAI ANTIMALARIA Lika Ginanti Febriana; Anas Subarnas
Farmaka Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i1.33838

Abstract

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Plasmodium yang terinfeksi nyamuk betina Anopheles. Malaria masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Masalah utama dalam program pengendalian malaria global adalah meningkatnya kejadian resistensi terhadap obat antimalarial. Pengembangan herbal daun Morus alba Linn. menjadi salah solusi dalam mendukung penanganan malaria. Oleh karena itu, diperlukan pengkajian kandungan  bioaktif daun Morus alba Linn. yang memiliki aktivitas antimalaria. Daun Morus alba L.) memiliki aktivitas antimalaria dengan adanya kandungan senyawa bioaktif flavonoid, polifenol, dan senyawa lainnya dengan mekanisme potensial sebagai antioksidan, imunomodulator, penghambatan sintesis protein, dan gangguan invasi parasit dari eritrosit baru yang telah  teruji secara in vitro dan in vivo dapat melawan infeksi Plasmmodium, sehingga daun Morus alba Linn dapat dijadikan salah satu herbal potensial dalam penanganan malaria.ABSTRACTMalaria is a disease caused by Plasmodium infection which is infected by the female Anopheles mosquito. Malaria is found in Africa and some countries in Asia. The main problem in the global malaria control program is the increasing incidence of resistance to antimalarial drugs. Morus alba L leaf herbal development. become one of the solutions in supporting the handling of malaria. The research method used was a literature review, literature search using keywords Morus alba L.", "Antimalarial Activity of Morus alba Leaf", and "Antimalaria" with a publication year of 10 years. The literature that includes the inclusion criteria is 11 scientific articles. Therefore, it is necessary to study the bioactive content of Morus alba L leaves. which has antimalarial activity. Morus alba L.) leaves have antimalarial activity in the presence of flavonoid bioactive compounds, polyphenols, and other compounds with potential mechanisms as antioxidants, immunomodulators, inhibition of protein synthesis, and interference with the parasitic invasion of new erythrocytes that have been tested in vitro and in vivo. against Plasmodium infection, so Morus alba L leaves can be used as a potential herb in the treatment of malaria.
AKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK, FRAKSI N-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN AIR BUAH PANDAN LAUT (Pandanus tectorius) PADA MENCIT DENGAN METODE GELIAT ELLIN FEBRINA; Anas Subarnas; Dika Destiani; Dana Nasrullah
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.39 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9282

Abstract

Tumbuhan pandan laut (Pandanus tectrorius) biasa digunakan oleh masyarakat secara tradisional sebagai pereda nyeri. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pandan laut memiliki aktivitas analgesik pada mencit namun belum diketahui aktivitas analgesik dari fraksi-fraksinya. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas analgesik ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi air dari buah pandan laut dengan metode geliat dengan penginduksi nyeri asam asetat 0,7%. Dosis yang digunakan untuk ekstrak dan ketiga fraksi itu adalah 125 mg/kg berat badan (BB) dan aspirin sebagai kontrol positif adalah 65 mg/kg BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi buah pandan laut memberikan aktivitas analgesik. Ekstrak etanol buah pandan laut memberikan efek analgesik paling tinggi dengan daya proteksi sebesar 70,05% diikuti dengan fraksi air (60,25%), fraksi n-heksan (32,14%), dan fraksi etil asetat (13,02%). 
Morfin : Penggunaan Klinis dan Aspek-Aspeknya Aulia Annisa Putri Heri; Anas Subarnas
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.925 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22096

Abstract

REVIEW ARTIKEL : AROMATERAPI SEBAGAI MEDIA RELAKSASI Fazrina Pratiwi; Anas Subarnas
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.27910

Abstract

ABSTRAKAromaterapi digunakan sebagai alternatif untuk merelaksasikan tubuh serta berperan dalam pengaturan emosional. Kandungan yang bermanfaat sebagai aromaterapi yaitu minyak atsiri. Minyak atsiri  dapat ditemukan dalam berbagai tanaman seperti lavender (Lavandala angustifolia), valerian (Valeriana officinalis), peppermint (Mentha piperita L.), mawar (Rosa damascena), serai (Cymbopogon citratus), chamomile (Matricaria recutita), melati (Jasminum grandiflorum) dan rosemary (Rosmarinus officinalis). Untuk memeroleh minyak atsiri dari tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode antara lain destilasi uap, hidrodistilasi, hidrodifusi, ekstraksi superkritikal karbon dioksida (CO2), ekstraksi superkritikal cairan, ekstraksi microwave bebas pelarut dan ekstraksi pelarut. Review ini membahas tentang khasiat dan mekanisme aromaterapi dari tanaman yang mengandung minyak atsiri dalam memberikan efek relaksasi. Artikel review ini diharapkan bermanfaat sebagai sumber informasi dalam upaya pengembangan aromaterapi menjadi produk terapi.Kata Kunci: Aromaterapi, Alternatif, Minyak essensial, Relaksasi
REVIEW: KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI EKSTRAK DAUN KEMBANG BULAN (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) SEBAGAI ANTIMALARIA Maulana Yusuf Alkandahri; Anas Subarnas
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.862 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13739

Abstract

Artikel ini mengulas tentang kandungan senyawa kimia dan aktivitas antimalaria ekstrak daun kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) sebagai obat alternatif dalam pengobatan malaria. Tanaman obat merupakan target potensial untuk penelitian dan pengembangan obat alternatif antimalaria. Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan obat antimalaria dari berbagai tanaman, salah satunya adalah daun kembang bulan. Di dalam tanaman kembang bulan terdapat senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan terpenoid. Senyawa aktif dalam daun kembang bulan yang berfungsi sebagai antimalaria adalah tagitinin C yang memiliki mekanisme antimalaria dalam aktivitas penghambatan polimerasi heme. Ekstrak daun kembang bulan juga dapat digunakan sebagai terapi profilaksis malaria, karena dapat menghambat perkembangan parasit di dalam tubuh sebelum dan sesudah terjadinya infeksi. Pada hasil uji toksisitas akut ekstrak daun kembang bulan, tidak ada perbedaan yang signifikan pada parameter enzimatik antara sebelum dengan setelah pemberian ekstrak, demikian pula dengan hasil histopatologi organ-organ hewan coba. Tidak ada perubahan struktur jaringan dalam organ hepar dan ginjal. Hal yang serupa juga dijumpai pada pengujian berat badan tikus jantan dan tikus betina, tidak ada kelompok tikus yang menunjukkan perubahan berat badan secara signifikan, rata-rata terjadi kenaikan berat badan yang konstan secara perlahan-lahan. Kata kunci : Kembang Bulan, Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray), Antimalaria, Tagitinin C
EVALUASI SENSITIVITAS BAKTERI PENYEBAB ISPA PNEUMONIA TERHADAP ANTIBIOTIKA AMOKSISILIN, SEFADROKSIL, TRIMETOPRIM, SULFAMETOKSAZOL, SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM BERBASIS MOLEKULAR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SLAMET KABUPATEN GARUT Risrina Nur Ekawati; Anas Subarnas; Tina Rostinawati
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.08 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12338

Abstract

Salah satu upaya untuk mengurangi resistensi, pemberian antibiotika harus berdasarkan pola bakteri penyebab infeksi dan kepekaan bakteri terhadap antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola bakteri, sensitivitas dan resistensinya terhadap antibiotika di RSUD Dr. Slamet Kabupaten Garut. Sampel bakteri diambil dari sputum pasien ISPA pneumonia yang dirawat di ruang rawat inap Zamrud RSUD. Dr. Slamet Garut. Prosedur mikrobiologi standar yang digunakan yaitu analisis Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengidentifikasi gen resistensi sedangkan uji difusi disk digunakan untuk menentukan pola resistensi antimikroba dari sputum pasien ISPA penumonia. Dari sampel sputum yang diteliti teridentifikasi bakteri Staphylococcus aureus. S. aureus sudah resisten terhadap antibiotika amoksisilin,  sefadroksil dan sulfametoksazol serta mengalami penurunan aktivitas terhadap antibiotika trimetoprim, seftriakson dan sefotaksim
Co-Authors Abdul Mutalib Abdul Mutalib Adang Hardi Gunawan Adryan Fristiohady Afiat Berbudi Agung W.M. Yodha Aji Najihudin ALIF VIRISY BERLIAN AMELIA SUCI PRAFITRI YANI Ami Tjitraresmi Andini Sundowo Ani Haerani ANI HAERANI Anis Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisa ANIS YOHANA CHAERUNISA Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa Anton Apriyantono ASENG RAMLAN Asep Nurrahman Yulianto ASMAN SADINO, ASMAN Aulia Annisa Putri Heri Aulia, Nazela Constantia Hilyatul Belinda, Rahma BRIGITTA TIARA PUTRI PRIYANTONO California, Salma H. Chaerunisaa, Anis Cucu Hadiansyah Dana Nasrullah Dani Sujana Dea A. A. Kurniasih DIAH SITI FATIMAH DIANTINI, AJENG - Dicky Santosa Dida Akhmad Gurnida Dika Destiani Dingse Pandiangan - ELI HALIMAH Eli Halimah, Eli Ellin Febrina Elvan Kamal Endang Sutedja Eri Amalia Euis Julaeha Fauzia Azzahra, Fauzia Fazrina Pratiwi Fransiska Silalahi Henni Djuhaeni Henni Djuhaeni Herri S. Sastramihardja Hesti Renggana Hideo Hayashi Hideo Hayashi Hideo Hayashi Hideo Hayashi HIRALIUS BIMA ARDIKA PUTRA I. Sahidin IIN SUPARTINAH NOER Indradi, Raden Bayu Irma Erika Herawati Iyan Sopyan Joharudin, Ade Juliani Ronike Turang Jutti Levita Karyono - Keri Lestari Khoirunnisa, Afina Khoziah Ahmad, Khoziah Kunkun J. Gurmaya Kurniasih, Dea A. A. Lika Ginanti Febriana Lutfi Sulaiman M. S. Soedjanaatmadja Magdarita Riwu Mardhiani, Yanni Dhiani Marline Abdassah Bratadiredja Martalena Ramli Maulana Yusuf Alkandahri Mega Juliana Moelyono Moektiwardoyo, Moelyono Mohammad Ghozali Muchtaridi Muchtaridi Mutiara, Intan Najihudin, Aji Nasrudin Nasrudin Nela - Simanjuntak NONI CAHYANA Noor Rain Abdullah Noor Rain Abdullah Nor Latifah Norisca Aliza Putriana NUR ALFI KUSUMAH DEWI PARAS WATI Pramesti, Ardhia Kirana Prayudi Ahmad Puja Yanti Raden Maya Febrianti Rano K. Sinuraya Ratu Ralna Ismuha Renggana, Hesti Resmi Mustarichie Riezki Amalia Risrina Nur Ekawati Rizkita Rahmi Esyanti - Ronny Lesmana Salma H. California Shinta Marpaung Sinuraya, Rano K. Siti Saidah Muthmainah Slamet Budijanto Sofa Fajriah Sri Adi Sumiwi Sri Hartini Sriwidodo Sriwidodo Supriyatna ., Supriyatna Supriyatna Supriyatna Supriyatna Sutardjo Supriyatna Sutardjo Supriyatna Sutardjo Supriyatna Sutardjo Surachman, Emma Suseno Amien Suwandi, Deden Winda Syafrudin Purnama Sidiq, Syafrudin Purnama Taofik Rusdiana Tati Herlina Tati Herlina Tati Herlina Tati Herlina Tina Rostinawati Triyono Triyono Triyono Triyono Unang Supratman Utami, Putri Antiyani W. Wahyuni Wenny Tilaar - Yohana Chaerunisaa, Anis Yoppi Iskandar Yulianto, Asep Nurrahman Yuni Elsa Hadisaputri