Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA IKAN KEMBUNG LELAKI (Rastrelliger kanagurta) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Deviyanti, Pramitha Nurma; Dewi, Eko Nurcahya; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.74 KB)

Abstract

Kemunduran mutu yang sering terjadi pada ikan adalah pertumbuhan bakteri karena penanganan yang kurang tepat. Perendaman daun kemangi pada ikan Kembung Lelaki dapat dijadikan alternatif pengawet, karena pada daun kemangi mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi daun kemangi terhadap nilai total plate count (TPC), total volatile basa nitrogen (TVBN), aktivitas air (Aw) dan pH pada ikan Kembung Lelaki selama penyimpanan suhu dingin (4ºC). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan Kembung Lelaki segar, daun kemangi, aquadest, es curai dan plastik seal. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola terbagi oleh waktu “Split plot in time”. Faktor konsentrasi daun kemangi (0%; 20%; 25% dan 30%)  sebagai sub plot dan lama penyimpanan (hari ke-0, 3, 6, 9, dan 12) sebagai main plot. Data nilai uji organoleptik dianalisis dengan uji Kruskal Wallis, sedangkan uji total plate count (TPC), total volatil basa nitrogen (TVBN), Aw dan pH dianalisis menggunakan uji ANOVA, dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ), jika ada interaksi perlakuan.Hasil penelitian didapatkan nilai logaritma TPC berkisar antara 3,36 – 6,79 koloni/g; nilai TVBN antara 7,28 mgN/100g – 19,87 mgN/100g; nilai Aw antara 0,91 – 0,94; nilai pH antara 6,55 – 6,87; nilai organoleptik antara 6,68 – 7,76. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya interaksi antara konsentrasi daun kemangi dan lama penyimpanan yang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai TPC, TVBN, Aw dan pH, sehingga dapat disimpulkan bahwa perendaman daun kemangi berpengaruh dalam mempertahankan mutu ikan Kembung Lelaki selama penyimpanan dingin. Konsentrasi daun kemangi 30% merupakan konsentrasi terbaik, mampu mempertahankan ikan Kembung Lelaki hingga hari ke 12. The quality of deterioration that often occur on fish is bacteria, may occur due to handling. The soaked basil leaves on a short bodied mackerel can be an alternative preservative because the basil leaves contain flavonoid, tannin and saponin can be function as antibacterial. The purpose of this research is to know the influence of using differences concentration basil leaves in maintaining the total plate count (TPC) value, total volatile base nitrogen (TVBN), water activity (Aw) and pH of striped mackerel during cold storage (4ºC). The material used in this study were fresh striped mackerel, basil leaves, aquadest, slurry ice and plastic seal. Research methods used are experimental laboratories by using a Complete Randomized Design (CRD) divided by the time pattern “Split plot in time”. Concentration factors basil leaves (0%; 20%; 25% and 30%) as sub plot and storage time (0, 3, 6, 9, and 12 days) as main plot. The data of sensory test was analyzed by Kruskal Wallis test, while the total plate count (TPC), total volatile base nitrogen (TVBN), pH and Aw were analyzed using ANOVA test, followed by Honestly Significant Difference (HSD), if there was a interaction in treatment. Based on the results obtained logarithmic TPC ranged between 3,36 – 6,79 colony/g;  total volatile base nitrogen range 7,28 mgN/100g – 19,87 mgN/100g; Aw value of 0,91 – 0,94; the pH between 6,55 – 6,87; the value of sensory between 6,68 – 7,76. The results showed that interaction between concentration basil leaves and storage time gave significant effect (p<0,05) for TPC, TVBN, Aw and pH, with the result that it can be concluded that a soaked basil leaves can influence in maintaining the quality of striped mackerel. Concentration basil leaves 30% is best able to maintain of striped mackerel up to day 12 days.
PENGARUH JARAK, SUHU, LAMA PENGASAPAN TERHADAP KEMUNDURAN MUTU IKAN BANDENG (Chanos chanos Forks) ASAP SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG Shabrina, Nurina Almas; Riyadi, Putut Har; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.151 KB)

Abstract

Pengasapan tradisional merupakan salah satu metode pengolahan dan pengawetan yang populer di Indonesia. Kebanyakan masyarakat melakukan pengasapan ikan dengan menggunakan suhu tinggi, waktu yang relatif singkat di mana jarak antara sumber api dengan ikan sangat dekat, sehingga dapat mempengaruhi mutu ikan asap yang dihasilkan, dimana mutu tersebut berpengaruh terhadap daya awet ikan asap selama dalam penyimpanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemunduran mutu ikan bandeng asap hasil kombinasi jarak, suhu, lama pengasapannya selama penyimpanan hari ke 0-4 (H) pada suhu ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan menggunakan rancangan split plot in time, dimana kombinasi jarak, suhu, lama pengasapan sebagai main plot dan lama penyimpanan adalah sub plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kombinasi jarak, suhu, lama pengasapan dan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang nyata terhadap keselurahan parameter (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai organoleptik yang masih sesuai standar, K1 pada H1: 7,56, K2 pada H2: 7,13. Nilai TBA pada kedua perlakuan kombinasi pengasapan masih di bawah standar yang diijinkan sampai H4, yaitu K1H4: 1,801±0.009, K2H4: 1,696±0.05. Nilai TVBN K1 pada H1: 18,78±0,62, K2 pada H2: 19,61±0,72. Nilai TPC K1 pada H1: 5,7x103±0,12, K2H2: 4,0x104±0,36. Nilai pH pada K1H0: 5,81±0,02 – H4: 7,19±0,06, pada K2H0: 5,76±0,07 – H4: 6,35±0,12. Kadar air pada K1 H0: 56,91±0,57, pada K2 sampai H2: 59,60±0,12. Kadar fenol K1H2: 0,092±0,002 - H4: 0,059±0,004, K2H3: 0,084±0,007 - H4: 0,075±0,01. Traditional smoking is one of popular processing and preserved method in Indonesia.  Most of people smoking fish by using high temperature, in short time where the distance between fire and the fish is too close, so it will affect the smoked fish quality, while thw quality also influence preserve capacity of smoked fish on storage.  The aim of this study is to understand the quality decrease of smoked milkfish as the result from two combinations of distance, temperature, smoke duration during storage on day 0-4 (H). The method of this study is site experiment with using split plot in time program, where the distance combinatioon, temperaturem smoking duration as main plot  and storage period as sub plot.  The result of this study show that the difference of distance combination, temperature, smoking duration and storage period are giving influence to whole parameter  (P<0,05). The result of this study show organoleptic value that is standard, K1 on H1: 7,56, K2 on H2: 7,13. TBA value on both smoking combinations treatment are still lower than standard that allowable until H4, that  K1H4: 1,801±0.009, K2H4: 1,696±0.05. TVBN K1 pada H1: 18,78±0,62, K2  at H2: 19,61±0,72. TPC K1 on H1: 5,7x103±0,12, K2H2: 4,0x104±0,36. The value of pH  at K1H0: 5,81±0,02 – H4: 7,19±0,06,at K2H0: 5,76±0,07 – H4: 6,35±0,12. Water content limit on K1 H0: 56,91±0,57, at K2H2: 59,60±0,12. Phenol content K1H2: 0,092±0,002 - H4: 0,059±0,004, K2H3: 0,084±0,007 - H4: 0,075±0,01.
EKSTRAKSI KLOROFIL DAN KAROTENOID SEBAGAI PIGMEN DARI LAMUN (Thalassia hemprichii) DARI PERAIRAN YANG BERBEDA Devi, Ardila Prasinta; Agustini, Tri Winarni; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 3 (2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pewarna alami pada makanan biasanya terkendala oleh sifatnya yang mudah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren penurunan pigmen klorofil dan karotenoid pada T. hemprichii dari kondisi perairan yang berbeda. Materi yang digunakan adalah lamun        (T. hemprichii) sebagai bahan baku yang diambil di Pantai Binangun, Rembang dan Pulau Panjang, Jepara. Parameter yang di uji adalah kandungan kualitatif pigmen, uji tren penurunan pigmen, klorofil a, klorofil b dan karotenoid terhadap kondisi penyimpanan, sinar matahari, dan oksidator dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian pendahuluan didapatkan bahwa pelarut yang cocok digunakan dalam ekstraksi adalah metanol. Hasil yang didapat dari uji KLT bahwa sampel menghasilkan 3 spot yang menunjukkan bahwa spot tersebut adalah klorofil a, klorofil b, dan karotenoid, dengan nilai Rf masing-masing 0.63, 0.46, 0.87 dari Rf literatur 0.66, 0.47, 0.88. Kualitas pigmen yang dihasilkan pada perairan Pulau Panjang, Jepara lebih baik jika dibandingkan dengan yang berasal dari perairan Binangun, Rembang. Hal ini dapat dilihat dari kenampakan daun lamun Pulau Panjang lebih hijau dan dari Binangun yang berwarna pucat serta kualitas perairan yang lebih jernih dan tingkat pencemaran masih rendah. Hasil uji kuantitatif juga menunjukkan bahwa Pulau Panjang lebih bagus dibandingkan dengan perairan Binangun dengan nilai kadar klorofil a, klorofil b dan karotenoid yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil uji kandungan pigmen terhadap kondisi penyimpanan, sinar matahari, dan suhu menunjukkan bahwa semakin lama suatu pigmen terpapar oleh kondisi lingkungan maka kandungan nilainya juga semakin menurun.
MINYAK BIJI ANGGUR SEBAGAI BAHAN PEMINYAKAN PADA PROSES PENYAMAKAN KULIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) TERHADAP KUALITAS FISIK Ferdianto, Richki; Riyadi, Putut Har; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Periode Bulan Agustus 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.645 KB)

Abstract

Peminyakan merupakan bagian dari proses penyamakan kulit yang bertujuan menempatkan molekul minyak pada serat-serat kulit dan berfungsi sebagai pelumas. Proses peminyakan dapat menggunakan berbagai macam minyak, salah satu nya minyak biji anggur. Minyak biji anggur memiliki kandungan asam lemak tak jenuh linoleat yang tinggi yang dapat memeberikan kelemasan kulit. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi optimal minyak biji anggur dalam proses penyamakan kulit ikan nila terhadap kualitasnya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit ikan nila yang diperoleh dari PT Aquafarm Semarang dan minyak biji anggur diperoleh dari PT Prambanan. Rancangan penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan dimana konsentrasi digunakan adalah 15%, 20% dan 25% dan Minyak sandolix WWL 4% sebagai kontrol. Parameter pengujian yang dilakukan adalah kuat tarik, kemuluran, kekuatan sobek, kelemasan, kadar air dan kadar lemak. Data dianalisis menggunakan analisa ragam (ANOVA). Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan data diuji dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan minyak biji anggur  dengan konsentrasi berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kekuatan tarik, kemuluran, kekuatan sobek, kelemasan dan kadar lemak sedangkan kadar air tidak menunjukkan perbedaan nyata. Perlakuan dengan konsentrasi 20% minyak biji anggur merupakan produk yang terbaik dengan kriteria mutu kekuatan tarik (1966,132 N/cm2), kemuluran (75,48%), kekuatan sobek (294,821 N/cm2),  kelemasan (3,63 mm), kadar air (17,177%) dan kadar lemak (4,293%).
Aplikasi Karagenan Sebagai Emulsifier Pada Sosis Segar Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) Putra, Aditya Cahya; Ibrahim, Ratna; anggo, apri dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 1(2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One function is to carrageenan as emulsifier to improve the stability of the emulsion on the sausage.The purpose of this study was to determine the effect of the addition of carrageenan as an emulsifierwith different percentages of the quality of sausage as well as finding the best percentage ofcarrageenan were added in the process of making sausage. The benefits of this research is to provideinformation about the percentage of carrageenan for the best quality. The materials used are tilapiaand carrageenan. This research is experimental laboratories. Experimental design used wasRandomized Block Design with four treatments, the dough sausage without the addition ofcarrageenan 0% (control), batter sausage with the addition of carrageenan 3.5%, 4,0%, 4,5%. Thevariables measured were emulsion stability, gel strength, hedonic, moisture content, protein contentand fat content. Data were analyzed with parametric tests of variance and Data Real Honest. As forthe hedonic test using Kruskall Wallis test followed by Multiple Comparison Test. The results showedthat the addition of carrageenan to the sausage mixture causes the average value of emulsion stability,gel strength, hedonic, protein content and higher fat content is very noticeable compared to thesausage without the additionof carrageenan. The addition of 4% carrageenan in sausage batter tilapiaproduced the best emulsion stability (84.92%), gel strength (2871.93 gfcm), moisture content(70.05%), protein content (25.84%), fat content (16.51%) and the hedonic value of > 7,0 (preferablypanelists).
ANALISA KADAR HISTAMIN DAN KUALITAS IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) ASAP DENGAN METODE PENGASAPAN YANG BERBEDA Patria, Liberta Ibi; Riyadi, Putut Har; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 3 (2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) banyak dimanfaatkan masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang tinggi. Namun, ikan tongkol mengandung histidin bebas yang tinggi pula sehingga sering dikaitkan dengan kasus keracunan histamin akibat dekarboksilase histidin oleh bakteri. Dalam proses pengasapan, terbentuk senyawa fenol yang bersifat bakteriostatis tinggi sehingga menyebabkan bakteri tidak dapat berkembang biak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pengasapan yang berbeda terhadap kualitas dan kadar histamin ikan tongkol asap dan melihat potensi metode pengasapan yang berbeda dalam menjaga kualitas dan kandungan histamin ikan asap yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode eksperimental lapangan dengan uji statistik independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan kadar histamin sebesar 2,103 mg/100g (T) dan 2,270 mg/100g (Sc). Kadar air sebesar 61,69% (T) dan 60,91% (Sc). Nilai organoleptik dan nilai kadar fenol yaitu (T) 7,923 ≤ μ ≤ 7,937 dan 1628 mg/kg sedangkan (Sc) 8,057 ≤ μ ≤ 8,063 dan 818 mg/kg. Nilai pH sebesar (T) 5,85 dan (Sc) 5,79. Sementara untuk ALT keduanya bernilai < 2,5 x 103 cfu/g. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dari segi organoleptik kedua produk dapat diterima panelis dan sesuai dengan SNI, namun kadar air dan fenol produk berada di atas standar, sementara kadar histamin berada dalam batas aman. 
PERBANDINGAN MUTU UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIPROSES DARI BERBAGAI JENIS METODE PEMBEKUAN BERBEDA Bestari, Dayu; Ma’ruf, Widodo Farid; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 2 (2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udang beku merupakan komoditas perikanan penghasil devisa negara. Ada empat jenis metode pembekuan yang sering digunakan dalam pembekuan udang, diantaranya individual quick freezer (IQF), contact plate freezer (CPF), air blast freezer (ABF), dan chest freezer (CF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dari jenis produk beku dari berbagai metode pembekuan yang berbeda.   Hasil menunjukkan bahwa udang yang dibekukan dengan menggunakan IQF merupakan udang dengan kualitas terbaik dibandingkan dengan ketiga metode pembekuan yang lain. Hal ini dilihat berdasarkan nilai drip loss 8,68% ±0,45% yang lebih rendah secara nyata (P0,05, 0,01, kandungan protein larut garam 14,07%±0,12% dan pH 7,03 ±0,01 lebih tinggi secara nyata dibandingkan dengan lainnya (P0,05, 0,01). Sedangkan udang beku dengan kualitas terendah didapatkan dari hasil pembekuan dengan CF. Hal ini juga ditunjang dengan hasil pengamatan dengan Scanning Electron Microscopy, dimana didapatkan hasil bahwa pembekuaan cepat sedikit mempengaruhi terjadinya kerusakan pada struktur daging udang, jika dibandingkan dengan pembekuan lambat.
PENGARUH PENGGUNAAN KAYU MERBAU (Intsia bijuga) SEBAGAI PEWARNA ALAMI DALAM PEWARNAAN KULIT SAMAK IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk.) Hardianti, Meilinda; Sumardianto, -; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.687 KB)

Abstract

Kulit ikan bandeng merupakan kulit ikan yang mempunyai nilai keindahan pada rajah sehingga menambah nilai ekonomis untuk dijadikan produk samak. Penyamakan adalah mengubah kulit yang tidak stabil menjadi stabil dan bebas dari mikroorganisme. Salah satu bahan pewarna alami yang dapat digunakan dalam pewarnaan kulit samak yaitu kayu merbau (intsia bijuga). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pewarna alami kayu merbau dan konsentrasi yang berbeda terhadap kualitas dari kulit samak ikan bandeng. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit ikan bandeng yang diperoleh dari limbah home industry Fania Food, Yogyakarta dan ekstrak larutan kayu merbau diperoleh dari Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan dimana konsentrasi yang digunakan adalah 5%, 15%, 25%, dan pewarna sintetis. Data dianalisis menggunakan analisa ragam (ANOVA). Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan data diuji dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk data parametrik. Kulit samak ikan bandeng dengan konsentrasi merbau 25% merupakan hasil yang terbaik dengan kriteria mutu : uji ketahanan gosok cat basah (4,417 skala) dan kering (4,750 skala), ketahanan luntur terhadap keringat (4,750  skala), kuat tarik (1949,353N/cm2), kemuluran (47,923%), dan foto mikrograf jaringan kulit yang menunjukkan serat-serat kolagen kulit lebih tersusun rapi sehingga penetrasi warna merata ke kulit. Milkfish skin is a fish skin that has a magnificent on nerf. It has economic added value as a tanning product. Leather tanning is converting process from unstable to stable skin and free from microorganisme. One of natural substances used in leather tanning is Merbau (Intsia bijuga). The aimed of this study was to determine the effect of natural dyes merbau utilization and different concentrations to leather fish quality. The materials used in the research were milkfish skin obtained from the waste of Fania Food Home Industry, Yogyakarta and wood Merbau (Intsia bijuga) extract from Yogyakarta. This research used completely randomized design (CRD) in triplicates with different concentration as follows 5%, 15%, 25%, and synthetic colour. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). To determine differences among the treatments, parametric data were tested using Honestly Significant Difference (HSD) test. Tanned milkfish skin using 25% of merbau has the best quality based on the criteria : rub resistance on wet coating test (4,417 scale) and dry coating test (4,750 scale), fastness to perspiration (4,750 scale), tensile strength (1949,353N/cm2), elongation (47,923%) and skin tissue micrograph photos showing better display of collagen fibers so that penetration of the color evenly rub.
PENGARUH LAMA PEREBUSAN KERANG DARAH (Anadara granosa) DENGAN ARANG AKTIF TERHADAP PENGURANGAN KADAR LOGAM KADMIUM DAN KADAR LOGAM TIMBAL Rachmawati, Riana; Ma'ruf, Widodo Farid; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 4 (2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.027 KB)

Abstract

Kerang darah merupakan makanan seafood berprotein tinggi yang diminati masyarakat, juga merupakan organisme indikator pencemaran karena mempunyai sifatnya yang menetap pada substrat dan memiliki sifat mudah menyerap semua bahan yang ada di perairan termasuk logam berat. Penggunaan arang aktif selama perebusan diupayakan dapat menjaga keamanan pangan dari kerang darah yang tercemar logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama waktu perebusan kerang darah (Anadara granosa) dengan Arang Aktif dengan variasi  lama waktu 20 menit, 25 menit dan 30 menit terhadap kadar logam cadmium, timbal, kadar air, pH, kadar abu, kadar protein dan nilai organoleptik. Penelitian ini bersifat experimental laboratories. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu perebusan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kadar cadmium, kadar timbal, kadar air, kadar abu serta kadar protein namun tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap kadar pH. Hasil parameter uji organoleptik memberi pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kenampakan, bau, rasa, namun tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap tekstur. Berdasarkan hasil penelitian dilihat dari banyaknya penurunan kadar logam maka dapat disimpulkan bahwa lama perebusan kerang darah (Anadara granosa) dengan arang aktif yang paling efektif adalah selama 30 menit.
MUTU DAN DAYA SIMPAN PINDANG IKAN BANDENG (Chanos-chanos Forsk) YANG DICELUP LARUTAN KITOSAN BERBEDA KONSENTRASI Wibisono, Harys Desvian; Ibrahim, Ratna; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 2 (2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan pindang adalah ikan segar yang diolah dengan cara penggaraman dan perebusan. Masalah yang terjadi dalam pemasaran produk ikan pindang adalah daya simpan produk yang relatif singkat. Penggunaan kitosan pada bahan makanan memberi kontribusi terhadap pencegahan kerusakan produk oleh mokroorganisme. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pencelupan ikan pindang Bandeng dalam larutan kitosan berbeda konsentrasi (0%, 1%, 1,5% dan 1,75%) yang kemudian disimpan selama  3 hari pada suhu ruang terhadap mutu produk dan untuk mengetahui mutu produk yang baik. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan laboratoris pola percobaan split plot in time dengan rancangan dasar acak kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencelupan pindang Bandeng dalam larutan kitosan pada penyimpanan hari ke-0 dan penyimpanan 3 hari menghasilkan produk dengan nilai organoleptik yang lebih tinggi, sedangkan nilai pH, kadar TVBN dan jumlah koloni bakteri produk lebih rendah bila dibandingkan dengan produk yang tidak dicelup larutan kitosan. Produk berkualitas baik yang memiliki daya simpan selama 3 hari adalah produk yang dicelupkan ke dalam larutan kitosan konsentrasi 1,75% selama 1 menit. Produk ini memiliki nilai organoleptik 7,6, kadar air (68,13%), Aw (0,93), pH (6,31), kadar garam (7,35%), nilai TVBN  (35,92 mgN%) dan jumlah koloni bakteri (1,8x103 cfu/g). Produk ini telah memenuhi standar mutu ikan pindang berdasarkan Standar Nasional Indonesia.
Co-Authors - Sumardianto A Suhaeli Fahmi Abdul Syakur Abiza Winner Natanael Adilla Wahyu Nugraheni Aditya Cahya Putra Aditya Nugroho Afwan Widhiharto Agung Purnama Agus Hariyanto Agus Tri Setyo Wicaksono Ali Djamhuri Andi Ayu Irawati, Andi Ayu Andiani Ulfa Saputri Andini, Lucky Ardila Prasinta Devi Ardya Risma Firmansyah Arnyta Restu Pratiwi, Arnyta Restu Aryna Conny Tamaya Cahya, Ira Cindy Dwi Daveza, Hisyam Pranata Dayu Bestari Diah Nur Aisyah Tri Meiyani Diana Nur Afifah, Diana Nur Egidya Safitri Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Elfrido Christian Dewantara Faidha Santika, Faidha Faishal, Imam Farraz Fajar, Rahmadian Fara Sabilla Ulfa Farhan Alfarobi Karim Farisan Hilmana Ramadhan Fathin Alyani, Fathin Ferdianto, Richki Ferry Istanto Firman Multazam Fronthea Swastawati Harys Desvian Wibisono Hasthi, Saputra Helmy Mustafida Hilmi, Muhammad Zuhal Ibnu Bachtiar Ida Harjuno Ima Wijayanti Imam Restu Wibowo Jannah, Nabila Tsarwatul Kartika Anjar Sari Koko Seviyanto Laras Rianingsih Liberta Ibi Patria Lilin Budiati Lukita Purnamayati Ma'ruf, Widodo Farid Medi Prasetyo Meilinda Hardianti, Meilinda Mimin Sugiarti Namaskara, Fadhillah Sanitya Nurafifah, Diyah Ayu Nurina Almas Shabrina Pramitha Nurma Deviyanti, Pramitha Nurma Purnamayati, Lukita Putut Har Riyadi Rahmaningsih, Astuti Rani Tri Mustika Novitasari Ratna Ibrahim Ratna Ibrahim Ratna Ibrahim Retno Ayu Kurniasih Rian Adiaprana, Rian Riana Rachmawati Rianingsih, Laras '- Romadhon Romadhon Sindi Clarista Efendi Slamet Suharto, Slamet Subianto, Purwanti Fadiah Kusuma Sari Sumardianto - Tambunan, Van Rhein Titi Surti Tri Wahyuningsih Tri Winarni Agustini Tri Wisnu Susilo Umi Nur Safitri Wahyu Nur Widiyanto Widodo Farid Ma'ruf Widodo Farid Ma’ruf Wijayanti, Ima '- Wijayanti, Ph.D, Ima Y S Darmanto y S Darmanto Yhuda Ardiansyah, Yhuda YS Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yuliani Yuliani