Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK KIMIA TANAH GAMBUT YANG DIAMELIORASI DENGAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG SEBAGAI MEDIA TUMBUH BAWANG PUTIH Susana, Rini; Anggorowati, Dini; Zulfita, Dwi; Warganda, Warganda; Nurjani, Nurjani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3503

Abstract

Biochar added to peat media will affect changes in soil chemical properties such as an increase in pH, organic C, total N, total P, total K, basic cations such as Ca, Mg, Na, CEC and base saturation. These changes will affect nutrient uptake, growth and yield of garlic. Biochar application  with the right dose needs to be known so that it would be efficient and economical in biochar utilization. The aim of the study was to know the chemical characteristics of peat soil ameliorated with corn cob biochar and to find the effective dose of biochar for growth and yield of garlic.This research was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The experiment used a completely randomized design, consisting of 5 treatments, each treatment consisting of 4 replications. The treatments were: b1 = without biochar; b1 = 50 g/polybag; b2=100g/poly bag; b3= 150 g/polybag and b4= 200 g/polybag. The observed variables ware chemical characteristics of the peat media including pH, organic C, total N, C/N, available P, Base saturation, CEC, Ca, Mg, K, Na, Pb, Cd. Other observations were plant dry weight, tuber dry weight, N, P, K, Pb and Cd content in garlic plant tissue. The results showed that the application of biochar did not cause significant changes in pH, C-Organic and Total N, but the addition of biochar doses tended to further increase the levels of P in the soil. The application of biochar increased the available K and Na levels and soil base saturation, but the Ca and Mg levels, available Ca and Mg levels tended to decrease with increasing doses of biochar. The dry weight of garlic plants increased with increasing doses of biochar. The dose of 200 g of biochar was the most effective for the growth and yield of garlic bulbs on peat soil. Keywords: Garlic, Corncob Biochar, Peat INTISARI           Biochar yang ditambahkan pada media gambut akan mempengaruhi perubahan sifat  kimia tanah seperti  peningkatan pH, C organik, N total, P total, K total, kation-kation basa seperti Ca, Mg, Na, KTK dan Kejenuhan Basa. Perubahan-perubahan ini akan mempengaruhi serapan hara dan pertumbuhan serta hasil bawang putih. Pemberian dengan dosis yang tepat perlu diketahui agar effisien dan ekonomis dalam pemanfaatan biochar. Tujuan penelitian mengkaji karakteristik kimia tanah gambut yang diameliorasi dengan biochar tongkol jagung dan mencari dosis biochar yang effektif untuk pertumbuhan dan hasil bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Percobaab menggunakan Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari 5 perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan.Perlakuan tersebut: b1= tanpa biochar; b1 = 50 g/polibag; b2=100 g/polibag; b3= 150 g/polibag dan b4= 200 g/polibag. Variabel pengamatan meliputi perubahan karakteristik kimia media gambut meliputi pH, C organik, N total, C/N, P tersedia, KB, KTK, Ca-tersedia, Mg-tersedia, K tersedia, Na-tersedia, Pb total, Cd total. Pengamatan lainnya adalah berat kering tanaman, berat kering umbi, kandungan  N, P, K, Pb dan Cd pada jaringan tanaman bawang putih. Hasil penelitian menunjukkan pemberian biochar tidak menyebabkan perubahan yang signifikan pada  pH, C-Organik dan N Total, namun penambahan dosis biochar cenderung semakin meningkatkan kadar  P2O5  pada tanah. Pemberian biochar meningkatkan kadar K dan Na tersedia serta  Kejenuhan Basa tanah, namun kadar Ca dan Mg, kadar Ca dan Mg tersedia cenderung menurun dengan meningkatnya dosis biochar. Berat berat kering tanaman bawang putih meningkat dengan meningkatnya dosis biochar. Dosis 200 g biochar adalah yang paling effektif untuk pertumbuhan dan hasil umbi bawang putih di tanah gambut. Kata Kunci: Bawang Putih,Biochar Tongkol jagung, Gambut
PENGARUH PUPUK KANDANG DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA DALAM SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Ainurrahman, Yadi; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni; Anggorowati, Dini; Zulfita, Dwi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4359

Abstract

            The use of manure and lime in cultivation of cauliflower plants on acid sulfate alluvial soil can improve the physical, chemical and biological properties of the soil so that it can increase the growth and yield of cauliflower. The aim of this research is to determine the best combination of manure and lime for the growth and yield of two cauliflower varieties planted on tidal land with a saturated soil culture system. The research location is located at Golden River Camp, Jalan Kalimas Tengah, Kalimas Village, Sui. Kakap District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. The research period was from July to November, 2023. The research design used Split Block with two treatment factors and was repeated in 3 times. The first factor consists of 2 levels, namely the Larissa and Snow White varieties. The second factor was a combination of manure and lime treatment, consisting of 4 levels, namely chicken manure; goat manure; chicken manure + lime; and goat manure + lime. The variables observed were number of leaves, fresh weight, dry weight, leaf area, flower emergence time, crop weight, and crop diameter. The research results showed that the Larissa variety with a combination of goat manure + lime showed better growth and yield than the Snow White variety. Key words: acid sulfate alluvial; cauliflower; lime; saturated soil culture system; tidal land INTISARIPenggunaan pupuk kandang dan kapur dalam budidaya tanaman kubis bunga pada tanah aluvial sulfat masam dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  kombinasi terbaik pupuk kandang dan kapur terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas kubis bunga  yang ditanam di lahan pasang surut dengan sistem budidaya jenuh air. Lokasi penelitian terletak di Golden River Camp, Jalan Kalimas Tengah, Desa Kalimas, Kecamatan Sui.Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Waktu penelitian mulai bulan Juli hingga November 2023. Rancangan penelitian menggunakan Split Block dengan dua faktor perlakuan dan diulang 3 kali. Faktor pertama terdiri dari 2 taraf, yaitu varietas Larissa dan Snow White. Faktor kedua perlakuan kombinasi pupuk kandang dan kapur, terdiri dari 4 taraf, yaitu pupuk kandang ayam;  pupuk kandang kambing; pupuk kandang ayam + kapur; dan pupuk kandang kambing + kapur.  Variabel yang diamati adalah jumlah daun, berat segar, berat kering, luas daun, saat munculnya bunga, berat krop, dan diameter krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Larissa dengan kombinasi pupuk kandang kambing + kapur menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibanding varietas Snow White. Kata kunci: alluvial sulfat masam, budidaya jenuh air, kapur, kubis bunga, lahan pasang surut
PENGARUH ABU SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL Haithami, Ibnu; Anggorowati, Dini; Surachman, surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77452

Abstract

Tanaman buncis (Phaseolus vulgris L.) merupakan tanaman sayuran polong, masuk dalam kelompok kacang-kacangan yang hasilnya dapat dipanen dalam bentuk polong muda dan polong tua. Peningkatan produksi tanaman buncis dapat dilakukan dengan cara ekstensifikasi pertanian melalui pemanfaatan tanah aluvial. salah satu upaya memperbaiki kondisi tanah pada aluvial adalah dengan pemberian bahan organik seperti abu sekam padi dan pupuk NPK yang diberikan diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah aluvial serta dapat meningkatkan ketersedian nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan melihat interaksi dosis abu sekam padi dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil buncis yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan yang dimulai pada 10 september 2023 "“ 11 November 2023 yang berlokasi di Gg. Matematika, Jl. Reformasi, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri dari 3 taraf penggunaan abu sekam padi dan 3 taraf penggunaan pupuk NPK dengan masing-masing 3 ulangan setiap unit percobaan diambil 4 sampel tanaman sehingga jumlah keseluruhan 108 tanaman. Perlakuan yang digunakan   yaitu Faktor pertama abu sekam padi (A) : a1 = 14,88 ton/ha setara dengan 93 g/polybag, a2 = 28,48 ton/ha setara dengan 178 g/polybag, a3 = 42,08 ton/ha setara dengan 263 g/polybag. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) : n1 = 150 kg/ha setara dengan 1 g/polybag n2 = 250 kg/ha setara dengan 1,5 g/polybag n3 = 350 kg/ha setara dengan 2 g/polybag. variabel pengamatan meliputi umur bunga, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, berat polong per buah, panjang polong per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa bahwa pemberian dosis perlakuan terendah yaitu abu sekam padi 14,88 ton/ha dan pupuk NPK 150 kg/ha sudah dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang sama dengan dosis perlakuan lain.Kata Kunci: Abu Sekam Padi, Buncis, NPK, Tanah aluvial.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT TERHADAP PEMBERIAN RED MUD DAN PUPUK NPK PADA TANAH GAMBUT Tambunan, Deva Julianty; Hadijah, Siti; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.63705

Abstract

Cabai rawit merupakan tanaman hortikultura yang buahnya dimanfaatkan untuk keperluan aneka pangan. Produksi cabai rawit di Kalimantan Barat masih di bawah produksi nasional dengan produktivitas rata-rata Indonesia 6,59 ton/ha, oleh karena itu, produksi cabai di Kalimantan Barat perlu ditingkatkan agar dapat memenuhi kebutuhan pasar. Usaha untuk meningkatkan produktivitas cabai dapat dilakukan dengan melalui intensifikasi pada lahan yang potensial, salah satunya pada lahan gambut dengan memperbaiki kualitas tanah/lahan dengan pemberian red mud serta pemupukan NPK.   Penelitian ini bertujuan untuk mendapat dosis interaksi terbaik dari pemberian red mud dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah gambut. Metode rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Faktor pertama adalah pemberian red mud yang terdiri dari 3 taraf yaitu: a1 = red mud dosis 16 ton/ha, a2 = red mud dosis 18 ton/ha, a3 = red mud dosis 20, dan faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK dengan 3 taraf perlakuan yaitu: b1 = pupuk NPK 200 Kg/ha, b2 = pupuk NPK 250 Kg/ha dan b3 =pupuk NPK 300 Kg/ha. Pelaksanaan penelitian meliputi: persiapan tempat penelitian, penyiapan media, semai dan persemaian, persiapan media tanam, penanaman, pemupukan NPK, pemeliharaan tanaman dan pemanenan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tinggi Tanaman (cm), Volume Akar (cm3), Berat Kering Tanaman (g), Jumlah Buah Per Tanaman (buah) dan Berat Buah Per Tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antar red mud dan pupuk NPK, perlakuan faktor tunggal red mud dengan dosis 20 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah gambut.
Pengaruh Biochar Sekam Padi dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat pada Tanah Podsolik Merah Kuning Resti, Resti; Anggorowati, Dini; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.63841

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak diminati dikalangan masyarakat Indonesia. Tomat bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, misalnya diolah menjadi saus, pewarna alami dan berbagai olahan lainnya. Salah satu jenis tanah yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya tomat adalah tanah PMK. Tanah PMK mempunyai beberapa kendala seperti pH rendah, struktur tanah menggumpal, mudah tergenang, penyediaan air dan udara yang buruk, dan kurangnya kandungan unsur hara serta bahan organik pada tanah sehingga dilakukan penambahan biochar sekam padi dan pupuk NPK pada media untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi dosis biochar sekam padi dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil tomat terbaik pada tanah PMK. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, dimulai sejak 27 Mei 2022 sampai dengan 22 Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor biochar sekam padi 3 taraf, dan faktor pupuk NPK 3 taraf. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu unit percobaan terdapat 4 sampel, sehingga diperoleh sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: faktor pertama b1= 4 ton/ha biochar sekam padi setara dengan 100 g/polybag, b2= 6 ton/ha biochar sekam padi setara dengan 150 g/polybag, b3= 8 ton/ha biochar sekam padi setara dengan 200 g/polybag, faktor kedua p1= 400 kg/ha pupuk NPK setara dengan 10 g/polybag, p2= 500 kg/ha pupuk NPK setara dengan 12,5 g/polybag, p3= 600 kg/ha pupuk NPK setara dengan 15 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, dan berat perbuah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, didapatkan kesimpulan bahwa Interaksi biochar sekam padi 6 ton/ha dan pupuk NPK 500 kg/ha memberikan rerata tertinggi terhadap variabel tinggi tanaman dan volume akar. Sedangkan faktor tunggal biochar sekam padi 6 ton/ha dan pupuk NPK 500 kg/ha masing- masing memberikan rerata tertinggi terhadap jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman.
Pengaruh Kompos Ampas Tebu terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Panjang pada Tanah Alluvial Ismawan, Eko; Anggorowati, Dini; Huda, Saiful
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v13i1.80729

Abstract

This study aims to determine the effect of bagasse compost on growth and yield of beans on alluvial soil. This study uses a randomized block designconsisting of 5 treatment, and repeated 5 times, each replication consisted of 5 samples. Those treatments include, k0 without bagasse compost, k1 = 10 tonnes/ha, equivalent to 4.2 kg/plot, k2 = 20 tonnes/ha, equivalent to 8.4 kg/plot, k3 30 tons/ha, equivalent to 12.6 kg/plot, k4 = 40 tonnes/ha, equivalent to 16.8 kg/plot. Variables observed include green level of leaf (SPAD unit), leaf area (cm2), dry weight of the upper part of the plant (g), root volume (cm3), root dry weight (cm3), The number of pods per plant (fruit), length of pods ( cm) and weight of pods per plant (g). Results showed significant effect on the variable observation pod length and pod weight plant however   not real effect on the variable observation root volume, root dryweight, leaf area, leaf chlorophyll, and plant dry weightand number of pods.
Pengaruh Pemangkasan Pucuk dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pare pada Tanah Podsolik Merah Kuning Fany, Ade; Anggorowati, Dini; Darussalam, Darussalam
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): In Press December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.98366

Abstract

Tanaman pare (Momordica charantia, L) merupakan tanaman semusim yang bersifat merambat dan termasuk komoditas tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang potensial dikembangkan sebagai usaha tani. Namun, produktivitas tanaman pare di tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) masih rendah akibat tanah yang masam dan miskin hara. Upaya perbaikan dapat dilakukan melalui teknik pemangkasan pucuk dan pemberian pupuk NPK. Pemangkasan pucuk bertujuan untuk menekan pertumbuhan vegetative tanaman agar tanaman fokus ke pembentukan bunga dan buah, sedangkan pupuk NPK berperan menyediakan unsur hara esensial untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi terbaik antara pemangkasan pucuk pada ruas yang berbeda dan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil pare pada tanah podsolik merah kuning. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan pucuk dengan simbol (P) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 = pemangkasan pucuk ruas ke-6, p2 = pemangkasan pucuk ruas ke-9, p3 = pemangkasan pucuk ruas ke-12 dan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (N) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu n1 = 200 kg/ha setara dengan 14 g/tanaman, n2 = 300 kg/ha setara dengan 21 g/tanaman, n3 = 400 kg/ha setara dengan 28 g/tanaman. Hasil penelitian ini adalah diduga interaksi pemangkasan pucuk ruas ke-9 dan pupuk NPK dosis 300 kg/ha setara dengan 21 g/tanaman dapat memberikan pertumbuhan dan hasil pare yang terbaik pada tanah podsolik merah kuning
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun terhadap Pemberian Bokasi Klaras Pisang dan Pupuk K pada Tanah Aluvial Yuni, Oktaviani; Anggorowati, Dini; Maulidi, Maulidi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): In Press December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.99078

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan sayuran buah dari famili cucurbitaceae yang populer ditanam oleh petani Indonesia. Optimalisasi tanah aluvial sebagai media tanam dapat dilakukan dengan pemberian bahan bokasi klaras pisang. Penelitian ini bertunjuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokasi klaras pisang dan pupuk KNO3 yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan jalan Sepakat II, di depan asrama Bengkayang, berlangsung selama 3 bulan dimulai dari tanggal 25 april "“ 17 juni 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokasi klaras pisang (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, a1= 10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag, a2= 20 ton/ha setara dengan 100 g/polybag, a3= 30 ton/ha setara dengan 150 g/polybag. Faktor yang kedua yaitu pupuk kalium (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan k1= 200 kg/ha setara dengan 7 g/tanaman, k2= 300 kg/ha setara dengan 11 g/tanaman, k3= 400 kg/ha setara dengan 15 g/tanaman. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari valume akar, berat kering, diameter batang, jumlah buah per tanaman, diameter buah, Panjang buah, berat buah per buah dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara bokasi klaras pisang 10 ton/ha dan pupuk KNO3 200 kg/ha, merupakan dosis efektif untuk berat buah per buah.
Pengaruh Bokasi Limbah Lidah Buaya dan Pupuk KNO3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung pada Tanah Podsolik Merah Kuning Lestari, Lestari; Anggorowati, Dini; Zulfita, Dwi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): In Press December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.98824

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang memiliki kandungan gizi cukup tinggi yaitu setiap 100 g bahan mentah terung mengandung 26 kalori, 1 g protein, 0,2 g hidrat arang, 25 IU vitamin A, 0,04 G vitamin B dan 5 g vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokasi pelepah lidah buaya dan pupuk KNO3 yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sepakat II ujung depan Asrama Bengkayang Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 8 Maret 2025 - 21 Juni 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah bokasi pelepah lidah buaya (b) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1=10 ton/ha setara dengan 50 g/tanaman, b2= 20 ton/ha setara dengan 100 g/tanaman, b3= 30 ton/ha setara dengan 150 g/tanaman dan faktor kedua adalah pupuk KNO3 (k) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1= 150 kg/ha setara dengan 6 g/tanaman, k2= 200 kg/ha setara dengan 8 g/tanaman, k3= 250 kg/ha setara dengan 10 g/tanaman . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis bokasi limbah lidah buaya 10 ton/ha dan pupuk KNO3 150 kg/ha merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung pada tanah PMK.