Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI SAMHONG DENGAN POC AIR CUCIAN BERAS DAN AB MIX SISTEM HIDROPONIK SUMBU Setiono, Christianus; Anggorowati, Dini; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91751

Abstract

Sawi Samhong (Brassica juncea L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai prospek yang tinggi. Penggunaan sistem hidroponik yang relatif mahal menjadi hambatan untuk skala rumahan serta pemula yang bertani secara hidroponik, sehingga diperlukan solusi yang dapat mengefisiensikan penggunaan pupuk sintetik yaitu dengan penggunaan pupuk organik cair (POC) air cucian beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi POC air cucian beras terbaik untuk pertumbuhan sawi samhong dan interaksi terbaik pemberian POC air cucian beras + AB Mix untuk pertumbuhan sawi samhong. Penelitian ini telah dilaksanakan di Green House Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jl. Alianyang Kota Pontianak sejak tanggal 14 September sampai dengan 14 Oktober 2024. Penelitian ini menggunakan metode ekspiremen lapangan mengikuti faktorial dengan pola Rancangan Petak Terbagi (Split Plot RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor AB Mix sebagai petak utama dan POC Air Cucian Beras sebagai anak petak. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan 4 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu Petak Utama (AB Mix) adalah ao = tanpa AB Mix dan a1 = dengan AB Mix, kemudian Anak Petak (POC Air Cucian Beras) j1 = 400 ppm POC, j2 = 600 ppm POC, j3 = 800 ppm POC, j4 = 1.000 ppm POC dan j5 = 1.200 ppm POC. Variabel yang diamati pada penelitian meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat kering per tanaman dan berat segar per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian AB Mix dan POC air cucian beras konsentrasi 1.200 merupakan interaksi terbaik terhadap berat segar tanaman sawi samhong pada sistem hidroponik sumbu. Pemberian AB Mix dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Konsentrasi POC air cucian beras 1.200 ppm memberikan hasil paling tinggi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering per tanaman, dan berat segar per tanaman sawi samhong pada sistem hidroponik sumbu.
PENGARUH BOKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Fendi, Fendi; Anggorowati, Dini; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.80955

Abstract

Kedelai edamame ( Glycine max (L) Merill) merupakan satu diantara komoditas pangan bergizi tinggi dan sumber protein nabati yang rendah Kolesterol. Kedelai edamame sangat digemari masyarat, sehingga permintaan kedelai edamame di Indonesia mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan kedelai edamame tidak dapat dipenuhi Indonesia karena sulitnya meningkatkan produksi kedelai edamame. Upaya peningkatan produksi kedelai edamame dapat dilakukan diantaranya dengan memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Pemberian bokasi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) bertujuan untuk memperbaiki kondisi fisik dan pupuk NPK untuk melengkapi kebutuhan unsur hara yang kurang pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi terbaik pemberian bokasi TKKS dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus "“ Oktober 2023 Penelitian menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor yang pertama yaitu bokasi TKKS dengan 3 taraf perlakuan yaitu b1 (20 ton/ha setara dengan 100 g/polibag), b2 (30 ton/ha setara dengan 150g/polibag) dan b3 (40 ton/ha setara dengan 200 g/petak ) dan faktor yang kedua yaitu pupuk NPK dengan 3 taraf perlakuan yaitu n1 (200 kg/ha setara 1,2 g/tanaman), n2 (300 kg/ha setara 1,875 g/tanaman), dan n3 (400 kg/ha setara 2 , 25 gr/tanaman). Variabel pengamatan terdiri dari tinggi volume tanaman akar, berat kering tanaman, berat kering akar, jumlah cabang produktif, jumlah polong pertanaman dan berat polong pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi bokasi TKKS 30 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha memberikan hasil terbaik pada volume akar, berat kering tanaman, tinggi tanaman 4 MST dan jumlah polong pertanaman pada tanaman kedelai edamame.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK KCl PADA TANAH ALUVIAL Arianta, Sahrul Qori; Warganda, Warganda; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91752

Abstract

Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tanam bawang merah dihadapkan pada berbagai kendala yaitu sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologis yang tidak mendukung pertumbuhan bawang merah. Penggunaan arang sekam padi diharapkan dapat memperbaiki kendala pada tanah aluvial seperti memperbaiki kondisi tanah keras dan pejal menjadi gembur, sehingga perkembangan akar tanaman menjadi optimal dan pemberian pupuk kalium untuk melengkapi kebutuhan unsur hara pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan Untuk mendapatkan dosis arang sekam padi dan pupuk kalium yang memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Desa Kapur, Mekar Sari, Komplek Feby Land no 49. Penelitian ini dilaksanakan sejak 8 Febuari 2024 sampai 20 April 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang digunakan sebanyak dua faktor, faktorial pertama Arang Sekam Padi (a) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : a1 10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag, a2 20 ton/ha setara dengan 100 g/polibag, a3 30 ton/ha setara dengan 150 g/polibag pupuk kalium (k) yang terdiri dari 3 taraf yaitu k1 KCl 200 kg/ha setara dengan 1 g/polibag, k2 KCl 300 kg/ha setara dengan 1,5 g/polibag, k3 KCl 400 kg/ha setara dengan 2 g/polibag setiap kombinasi dilakukan 3 ulangan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar tanaman, berat kering angin umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis arang sekam padi 30 ton/ha dan pupuk KCl 300 kg/ha menghasilkan berat kering angin umbi yang tertinggi. Dosis efektif terhadap pertumbuhan dan tinggi tanaman adalah 10 ton/ha arang sekam padi.  
PENGARUH ABU SEKAM DAN BOKASI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH ALUVIAL Shoviya, Shoviya; Anggorowati, Dini; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.71196

Abstract

Peningkatan produksi tomat di Kalbar dapat pula dilakukan melalui penggunaan tanah aluvial. Tanah aluvial memiliki kendala antara lain liat cukup tinggi, aerasi kurang baik, daya ikat air yang rendah selain itu kurangnya aktifitas mikroorganisme tanah, pH rendah dan unsur hara rendah. Upaya untuk memperbaiki kendala pada tanah aluvial adalah dengan pemberian bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi abu sekam dan bokasi jerami padi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, dimulai sejak tanggal 18 Januari- 18 Maret 2022, menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel jumlah keseluruhan sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : a1b1= 8 ton/ha dan 10 ton/ha, a1b2= 8 ton/ha dan 15 ton/ha, a1b3= 8 ton/ha dan 20 ton/ha, a2b1=10 ton/ha dan 10 ton/ha, a2b2=10 ton/ha dan 15 ton/ha, a2b3=10 ton/ha dan 20 ton/ha, a3b1=12 ton/ha dan 10 ton/ha, a3b2= 12 ton/ha dan 15 ton/ha, a3b3= 12 ton/ha dan 20 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman (g), berat perbuah (g). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi abu sekam dan bokasi jerami padi tidak memberikan pengaruh yang nyata untuk semua variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian abu sekam padi dengan dosis 12 ton/ha atau bokasi jerami padi dengan dosis 20 ton/ha memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi.
Respon Tanaman Buncis terhadap Pemberian Kompos Ampas Kelapa dan Pupuk K pada Tanah Podsolik Merah Kuning Teleng, Andry Stevanus; Anggorowati, Dini; Ramadhan, Tris Haris
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.97698

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris l.) tergolong dalam tanaman kacang-kacangan yang memiliki peran cukup besar dalam pemenuhan nutrisi masyarakat. Budidaya tanaman buncis pada lahan podsolik merah kuning menghadapi masalah pada faktor kesuburan tanah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan pemanfaatan limbah ampas kelapa menjadi kompos dan penambahan pupuk K. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis yang optimal serta melihat hubungan interaksi antara kompos ampas kelapa dan pupuk K pada pertumbuhan dan hasil buncis di lahan podsolik merah kuning. Lokasi penelitian bertempat di Jl.Parit Haji Mukshin II, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dimulai pada bulan Maret hingga Juni 2025. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu pemberian kompos ampas kelapa terdiri dari 3 taraf dengan dosis 5 ton/hektar (156 g/tanaman), 10 ton/hektar (312 g/tanaman), dan 15 ton/hektar (468 g/tanaman). Faktor kedua yakni pemberian pupuk K terdiri dari 3 taraf dengan dosis 75 kg/ha (2,3 g/tanaman), 150 kg/ha (4,6 g/tanaman) dan 225 kg/ha (7 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara kompos ampas kelapa dan pupuk K terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian kompos ampas kelapa dengan dosis 5 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap berat polong pertanaman yaitu 177,39 g/tanaman. Pemberian pupuk K menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.
PENGARUH KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH BERBEDA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR SULFAT MASAM Putra, Jisan Yulius Ansi; Nurjani, Nurjani; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96108

Abstract

Jagung manis (Zea mays L. Saccharata Sturt) atau sweet corn merupakan komoditas hortikultura yang populer, terutama di Amerika Serikat dan Kanada. Paclobutrazol adalah zat pengatur tumbuh yang berfungsi menghambat sintesis giberelin, sehingga mampu menekan pemanjangan sel dan meningkatkan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik antara ketinggian muka air tanah dan konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilakukan selama tiga bulan di Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan adalah Split Blok, dengan ketinggian muka air tanah sebagai faktor utama (K) dan konsentrasi paclobutrazol sebagai sub faktor (P), masing-masing terdiri dari 3 taraf perlakuan, menghasilkan 9 kombinasi yang diulang 3 kali, sehingga terdapat total 108 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paclobutrazol 1500 ppm menurunkan tinggi tanaman dan mempercepat waktu berbunga jantan. Ketinggian muka air tanah 30 cm memberikan panjang dan lebar daun serta diameter batang terbesar, sedangkan 40 cm meningkatkan berat tongkol. Kombinasi terbaik diperoleh pada paclobutrazol 750 ppm dan muka air tanah 30 cm, yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis secara optimal.
RESPON BEBERAPA VARIETAS PADI YANG DIBERI RIZOBAKTERI PADA TANAH SALIN Palupi, Tantri; Anggorowati, Dini; Aprizkiyandari, Siti
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.8487

Abstract

Sejauh ini produktivitas padi  masih jauh di bawah potensinya. Diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi padi melalui perluasan pemanfaatan lahan marginal, termasuk lahan salin. Pemanfaatan rizobakteri diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi pada tanah salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi yang diberi perlakuan rizobakteri pada tanah salin. Penelitian dilaksanakan di Kota Pontianak pada bulan April sampai November 2023. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok, petak terpisah. Petak utama adalah perlakuan konsentrasi NaCl (G), yaitu g0 = 0 dS/m, dan g1 = 6 dS/m + rizobakteri. Anak petaknya adalah varietas padi (V), yaitu v1 = Inpari Arumba, v2 = Jeliteng, v3 = IR Nutri Zinc, v4 = Inpari 30, v5 = Inpari 32, dan v6 = Inpari 34.  Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah anakan umur 2 sampai 8 minggu setelah tanam, volume akar, bobot kering akar dan tajuk, panjang malai, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai, dan bobot 100 biji gabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rizobakteri yang diberikan pada benih dan pada tanah yang dicekam salinitas mampu meminimalisir dampak salinitas pada tanah, yang ditunjukkan oleh respon pertumbuhan dan hasil yang sama dengan tanaman yang tanpa dicekam salinitas di setiap varietas yang diuji.
Penyuluhan Budidaya Jahe Kepada Kelompok Tani Karangkates Desa Sungai Raya Dalam Anggorowati, Dini; Palupi, Tantri; Aprizkiyandari, Siti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4642

Abstract

Desa Sungai Raya Dalam merupakan salah satu desa hasil pemekaran tahun 2009 di kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Misi profil Desa Sungai Raya Dalam adalah meningkatkan perekonomian masyarakat. Adapun cara yang dapat dilakukan sebagai bentuk awal meningkatkan perkonomian yaitu adanya pendampingan berupa kegiatan penyuluhan-penyuluhan terutama di sektor pertanian. Salah satu bentuk penyuluhan yang dapat dilakukan adalah penyuluhan budidaya tanaman jahe. Jahe diyakini sangat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Oleh karena itu, maka penting untuk di lakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada kelompok tani karangkates oleh tim dosen Faperta Untan dengan judul adalah “Penyuluhan Budidaya jahe pada kelompok tani karangkates di Desa Sungai Raya Dalam”. Kegiatan PKM ini berlangsung selama enam bulan. Metode penyuluhan dengan prinsip SMART dan bentuk evaluasi yaitu kuisioner dengan teknik deskriptif dan inferensia adalah metode yang digunakan dalam kegiatan. Hasil penyuluhan menunjukkan penyuluhan budidaya jahe yang telah dilakukan oleh tim PKM dari Fakultas Pertanian UNTAN telah berjalan dengan baik dan efektif dan berdasarkan hasil evaluasi penyuluhan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan petani tentang budidaya jahe di Kelompok Tani Karang Kates Desa Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya meningkat setelah adanya penyuluhan.
Pengaruh Abu Cangkang Susuh Kura dan Pupuk Majemuk N dan K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Senangka, Vinsensius Bagus; Anggorowati, Dini; Rianto, Fadjar
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.98441

Abstract

Pengembangan tanaman buncis pada lahan podsolik merah kuning (PMK) dihadapkan pada sejumlah kendala kesuburan tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memanfaatkan abu cangkang susuh kura dan pupuk majemuk N dan K. Penelitian ini dilaksanakn untuk memperoleh kombinasi dosis abu cangkang susuh kura dan pupuk majemuk N dan K yang menyebabkan hasil panen buncis terbaik di lahan PMK. Lokasi penelitian ini berada di daerah Jl. Parit Haji Muksin II, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Mulai Maret hingga Mei 2025. Metode penelitian yang pakai yaitu Rancangan Faktorial Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah penambahan abu cangkang susuh kura dalam tiga dosis, yaitu 439 kg/ha (1,75 g/polibag), 877 kg/ha (3,5 g/polibag), dan 1.316 kg/ha (5,25 g/polibag). Faktor kedua adalah dosis pupuk N dan K yang juga terdiri dari tiga perlakuan, yakni 50 kg/ha (0,75 g/tanaman), 150 kg/ha (2,25 g/tanaman), dan 250 kg/ha (3,75 g/tanaman). Variabel pengamatan yang di amati dalam penelitian ini, yaitu: volume akar (Cm3), berat kering tanaman (g), Jumlah polong/tanaman (buah), berat polong/tanaman (g), berat per polong (g). Selain variabel diatas juga dilakukan pengamatan terhadap perihal lingkungan yang meliputi: pH tanah, suhu udara ( °C), kelembaban udara (%) dan curah hujan (mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu cangkang susuh kura dosis 877 kg/ha memperoleh hasil berat polong per tanaman tertinggi yaitu 175,33 g/tanaman. Pemberian pupuk majemuk N dan K dengan dosis 150 kg/ha menghasilkan jumlah polong per tanaman tertinggi yaitu 176,66 g/tanaman.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI INPARI 32 DENGAN PEMBERIAN BIOSTIMULAN DAN PUPUK N, P, K PADA TANAH ALUVIAL Riris, Riris; Anggorowati, Dini; Palupi, Tantri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4487

Abstract

Rice is one of the main food crop commodities in Indonesia. Almost most Indonesians consume rice as a staple food. Efforts to increase production can be done by reducing the use of inorganic fertilizers, namely by applying biostimulants combined with N, P, and K fertilizers. This study aims to obtain a combination of biostimulant concentrations and doses of N, P, and K that are best for the growth and yield of Inpari 32 variety rice plants in alluvial soil. This study was carried out in Pontianak, West Kalimantan starting from July to November 2023, using a non-factorial Complete Randomized Design, consisting of 6 treatments of Biostimulant + N, P, and K, repeated 4 times, and each repeat consisting of 4 experimental plant samples. The treatment in question: A = Biostimulant 0 ml/l + N, P, K 100% (250 kg Urea /ha, 100 kg SP-36/ha, 100 kg KCl/ha), B = Biostimulant 3 ml/l + N, P, K 90%, C= Biostimulant 6 ml/l + N, P, K 80%, D = Biostimulant 9 ml/l + N, P, K 70%, E = Biostimulant 12 ml/l + N,  P, K 60%, F = Biostimulant 15 ml/l + N, P, K 50%. Observed variables include plant height, total number of tillers, root volume, dry weight of the plant, productive tillers, panicle length and number of grains per panicle. The results showed that the application of biostimulants 15 ml / L + N, P, and K 50% was able to reduce the use of N, P and K fertilizers by 50% for the growth and yield of Inpari 32 rice on alluvial soils.  Key words:  alluvial, biostimulant, inpari 32, N, P, KINTISARIPadi merupakan salah satu komoditas tanaman pangan utama di Indonesia. Hampir sebagian besar rakyat Indonesia mengonsumsi beras sebagai bahan makanan pokoknya. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan pupuk anorganik, yaitu dengan pemberian biostimulan yang dikombinasikan dengan pupuk N, P, dan K. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi dari konsentrasi biostimulan dan dosis N, P, dan K yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi varietas Inpari 32 di tanah Aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Pontianak, Kalimantan Barat dimulai pada Juli sampai November 2023, menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial, yang terdiri dari 6 perlakuan pemberian Biostimulan + N, P, dan K, diulang sebanyak 4 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman percobaan. Adapun perlakuan yang dimaksud: A = Biostimulan 0 ml/l + N, P, K 100% (250 kg Urea /ha, 100 kg SP-36/ha, 100 kg KCl/ha), B= Biostimulan 3 ml/l + N, P, K 90%, C= Biostimulan 6 ml/l + N, P, K 80%, D = Biostimulan 9 ml/l + N, P, K 70%, E = Biostimulan 12 ml/l + N, P, K 60%, F = Biostimulan 15 ml/l + N, P, K 50%. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan total, volume akar, berat kering tanaman, anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biostimulan 15 ml/l + N, P, dan K 50% mampu mengurangi penggunaan pupuk N, P, dan K sebanyak 50% untuk pertumbuhan dan hasil padi Inpari 32 pada tanah aluvial.  Kata kunci:  aluvial, biostimulan, inpari 32, N, P, K