Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Toleransi Bayam Merah Terhadap Cekaman Salinitas Halim, Bruari; Sasli, Iwan; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to know level of tolerance red spinach to salinity stress. This research was conducted in Pontianak from July 9th to August 2nd 2019. The method used was the completely randomized design (CRD). Comprised of 6 concentration level. Concentration level was the: 0, 2.000, 4.000, 6.000, 8.000 and 10.000 ppm. The variables observed in this research were fresh weight, root volume, leaf area, root dry weight and shoot dry weight. The results showed that the red spinach was tolerance the salinity stress of 8.000 ppm NaCl but the more salt accumulation increased the stunted growth. Keywords : Tolerance Test, Red Spinach, Salinity Stress
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN DEKOMPOSER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA MEDIA GAMBUT Erinda, Novia; Rianto, Fadjar; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.80068

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah jenis tanaman hortikultura yang dapat membentuk umbi. Produksi bawang merah di Kalimantan Barat masih sangat kecil bila dibandingkan dengan produksi nasional. Upaya meningkatkan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan cara pemanfaatan lahan gambut. Pemanfaatan tanah gambut menghadapi kendala, seperti kesuburan tanah yang masih rendah. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut adalah dengan pemberian pupuk kandang sapi dan dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis pupuk kandang sapi dan jenis dekomposer yang menyebabkan pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik pada media gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, penelitian berlangsung mulai dari bulan Juli "“ Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang sapi yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu s1 (10 ton/ha atau setara 40 g/polybag), s2 (15 ton/ha atau setara 60 g/polybag), s3(20 ton/ha atau setara 80 g/polybag) dan faktor kedua yaitu dekomposer terdiri dari 3 taraf   yaitu   d1 (tidak diberi dekomposer) d2 (Trichoderma spp.), d3 (BeKa), setiap perlakukan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel, sehingga jumlah keseluruhan yakni 81 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah umbi per rumpun (buah), berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun (g) dan susut bobot umbi (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dan jenis dekomposer tidak memberikan interaksi terhadap semua variabel penelitian.
APLIKASI PUPUK N, P, K DAN KONSORSIUM MIKROBA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI INPARI ARUMBA DI TANAH ALUVIAL Novita, Devie; Anggorowati, Dini; Palupi, Tantri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4705

Abstract

Arumba Inpari is a superior rice variety highly sought after by the community due to its red- colored rice with high nutritional content in the form of phenolic compounds, serving as antioxidants that help counteract free radicals and prevent diseases in the human body. Microbial consortium is an organic fertilizer containing superior microorganisms (Azotobacter sp., Azospirillum sp., Bacillus sp., Pseudomonas sp., and Chytopaga sp.) that enhance soil fertility more effectively than single strains. This study aims to determine the optimal dosage of N, P, K fertilizers when applied in conjunction with a microbial consortium at a concentration of 40 ml/L water. This research was conducted in the Agricultural Land of Jalan Sepakat 2 Ujung, Bansir Darat, Southeast Pontianak, starting from August to December 2023. The study utilized a Completely Randomized Design consisting of 6 treatment levels of N, P, K fertilizers (%) and microbial consortium (ml/L); m0 = (100 + 0), m1 = (100 + 40), m2 = (75+ 40), m3 = (50 + 40), m4 = (25 + 40), and m5 = (0 + 40). The variables observed in this study consist of plant height, total number of tillers, root volume, plant dry weight, panicle length, total productive tillers, number of filled grains per panicle, 1000-grain weight, and grain weight per hill. The research results indicate that reducing the dosage of N, P, and K fertilizers starting from a 25% level can decrease plant growth. However, reducing the dosage of N, P, and K from 50% to 75%, accompanied by the application of a microbial consortium, yields similar results to the application of 100% N, P, and K with respect to the crop yield variables in rice plants.
PENGARUH PEMBERIAN SLUDGE KELAPA SAWIT DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING DI MAIN NURSERY Rahmadi, Nopiandito Fredi; Anggorowati, Dini; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.77596

Abstract

Kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq .) merupakan komoditi tanaman industri penting penghasil minyak. Bahan organik yang terdapat dalam sludge akan memperbaiki sifat fisik dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Mikroba yang ada pada pupuk hayati bermanfaat sebagai bahan pengurai yang dapat membantu menyediakan unsur hara. Oleh karena itu penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui interaksi lumpur dan pupuk hayati serta mengetahui dosis terbaik lumpur dan konsentrasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan tanaman kelapa sawit di pembibitan utama . Penelitian dilaksanakan di lahan Pertanian yang terletak di Jl. Sungai Raya Dalam Ujung, Desa Punggur. Penelitian ini berlangsung dari 12 April hingga 5 Juli 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Petak Terbagi (RPT). Perlakuan terdiri dari 2 faktor:   lumpur sebagai Petak Utama (MP) dan pupuk hayati sebagai Sub Petak (SP) yang masing-masing memiliki 3 taraf perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi CoStat. Variabel yang diamati yaitu pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, pertambahan luas daun, pertambahan diameter batang, pertambahan berat kering akar, pertambahan berat kering tajuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan lumpur dan pupuk hayati tidak saling mempengaruhi terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tanah PMK di pembibitan utama . Dosis pemberian sludge dan pupuk hayati yang efektif yaitu 12 ton/ha dan 4cc /l larutan terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tanah PMK di main nurser .
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT Putri, Ekas July; Zulfita, Dwi; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.88067

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan interaksi antara konsentrasi pupuk hayati dan urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung mulai tanggal 15 Juni 2024 sampai dengan 15 Agustus 2024. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sepakat 2, Gang Racana UNTAN Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian ini menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu faktor pertama adalah Konsentrasi Pupuk Hayati (K) dengan 3 taraf perlakuan yaitu : k1 = 2 mL/L air, k2 = 4 mL/L air dan k3 = 6 mL/L air. Sedangkan Faktor kedua adalah Konsentrasi Urine Sapi (U) dengan 3 taraf perlakuan yaitu : u1 = 200 mL/L air, u2 = 300 mL/L air dan u3 = 400 mL/L air. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah daun, luas daun total, volume akar, berat segar pertanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan interaksi konsentrasi pupuk hayati dan urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah gambut. Interaksi pupuk hayati konsentrasi 4 mL/L air dan urine sapi konsentasi 300 mL/L air dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi yang terbaik pada tanah gambut.
PEMATAHAN DORMANSI BENIH KOPI LIBERIKA MENGGUNAKAN BERBAGAI KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN KNO3 Lushfieka, Diah; Palupi, Tantri; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.86467

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dalam sub sektor perkebunan yang memiliki nilai pasar yang cukup tinggi baik di dalam ataupun di luar negeri dan juga memiliki kontribusi yang cukup nyata di dalam perekonomian Indonesia. Benih kopi memiliki masa dormansi yang relatif lama yaitu 5-8 minggu untuk muncul kecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi dan lama perendaman KNO3 yang terbaik terhadap pematahan dormansi benih kopi liberika. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak, sejak 8 Februari sampai 7 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu konsentrasi dan lama perendaman, serta setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari : konsentrasi KNO3 0% selama 12 jam, konsentrasi KNO3 0% selama 24 jam, konsentrasi KNO3 0,5% selama 12 jam, konsentrasi KNO3 0,5% selama 24 jam, konsentrasi KNO3 1% selama 12 jam, konsentrasi KNO3 1% selama 24 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang hipokotil, panjang akar, dan berat kering kecambah normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua interaksi perlakuan yang sama baiknya yaitu konsentrasi KNO3 0,5% dengan lama perendaman 24 jam dan konsentrasi KNO3 1% dengan lama perendaman 12 jam karena menghasilkan ratarata yang tinggi untuk variabel pengamatan indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan panjang hipokotil.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KOTORAN AYAM DAN MAGNESIUM PADA TANAH GAMBUT Delvi, Ainun; Anggorowati, Dini; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.88980

Abstract

Kubis bunga atau sering juga disebut sebagai kembang kol  (Brassica oleracea var. Botrytis L.)  merupakan tanaman sayuran famili Brassicaceae dengan bunga putih, dan berupa tanaman berbatang lunak.  Pupuk kotoran ayam merupakan sumber amelioran untuk mengurangi porositas pada tanah gambut selain sebagai sumber hara, Sedangkan magnesium merupakan unsur hara penting untuk pembentukan klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk  untuk mendapatkan dosis interaksi pemberian pupuk kotoran ayam dan magnesium yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah gambut.  Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura yang dilakukan pada bulan Juni  sampai Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, yaitu Pupuk Kotoran Ayam (P) dan Magnesium (M), masing-masing perlakuan terdiri dari 3 taraf perlakuan, 3 ulangan dan 4 sampel, sehingga jumlah keseluruhan yakni 108 tanaman. Adapun taraf perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini  sebagai berikut; Faktor Pukan Ayam yaitu p1 = Pupuk kotoran ayam 15 ton/ha, p2 = Pupuk kotoran ayam 20 ton/ha, p3 = Pupuk kotoran ayam 25 ton/ha, Faktor Pupuk Magnesium yaitu m1 = Pupuk magnesium 50 kg/ha, m2 = Pupuk magnesium 100kg/ha, m3 =  Pupuk magnesium 150kg/ha.  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan Uji F taraf 5%. Apabila hasil uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan.Variabel yang diamati didalam penelitian ini meliputi: jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, diameter krop  dan berat segar krop, serta dilakukan juga pengamatan terhadap kondisi lingkungan penelitian meliputi: pH tanah, suhu udara, kelembapan udara dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran ayam 25 ton/ha dan pupuk magnesium 150 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan kubis bunga pada tanah gambut.
Penyuluhan Perlakuan Benih Sebelum Tanam pada GAPOKTAN Sido Makmur Desa Kuala Dua Kubu Raya Anggorowati, Dini; Palupi, Tantri; Ashari, Asri Mulya; Aprizkiyandari, Siti
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17108

Abstract

Desa Kuala Dua merupakan salah satu desa yang mendapat perhatian sebagai daerah pengembangan padi di Kalimantan Barat. Akan tetapi sampai saat ini belum dapat meningkatkan kemampuan petani dalam menjalankan sistem usahataninya. Berdasarkan survey pendahuluan pada gabungan kelompok tani Merak Mandiri, produktivitas padi di daerah ini masih dibawah 3 ton ha-1. Rendahnya produktivitas padi diduga karena cara budidaya yang belum maksimal. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan upaya peningkatan produktivitas padi, antara lain dengan memperbaiki cara budidaya dimulai sejak perlakuan benih sebelum tanam. Dengan melakukan perlakuan benih secara khusus sebelum tanam akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman padi di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya. Lokasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini akan dilaksanakan di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya. Upaya peningkatan produktivitas padi di Desa Kuala Dua, antara lain dengan memperbaiki cara budidayanya. Selain perbaikan cara budidaya, petani padi di Desa Kuala Dua juga didorong untuk melakukan perlakuan benih sebelum semai/tanam. Dengan melakukan perlakuan benih sebelum tanam akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman. Kegiatan PKM yang dilaksanakan berupa penyuluhan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi awal, memberikan penyuluhan tentang perlakuan benih sebelum tanam yang diberikan oleh TIM PKM, dan pada akhir kegiatan dilakukan diskusi dengan peserta penyuluhan. Hasil dari kegiatan PKM ini telah membuka cakrawala berfikir masyarakat tani di Gapoktan Sido Makmur, terutama tentang kegiatan perlakuan benih sebelum semai/tanam sebanyak 80%. Mereka kini telah dapat melakukan perlakuan benih sebelum semai/tanam sendiri dan merasakan manfaatnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang mereka usahakan
PENGARUH SERBUK CANGKANG TELUR AYAM DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT PADA MEDIA GAMBUT Sukardi, Viktor; Nurjani, Nurjani; Susana, Rini; Zulfita, Dwi; Anggorowati, Dini
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4019

Abstract

      Cayenne pepper plants require sufficient nutrients and an appropriate soil pH for growth. The use of eggshell powder is expected to increase the pH of peat soil and the provision of chicken manure can improve soil porosity and increase the content of microorganisms so as to accelerate the decomposition process in peat soil and increase the availability of nutrients for plants. This study aims to get the best dose of the interaction of chicken eggshell powder and chicken manure fertilizer on the growth and yield of cayenne pepper on peat media. The study used a factorial experiment with a completely randomized design (CRD) pattern consisting of a combination of 2 factors, namely chicken eggshell powder (A) and chicken manure (K), with 3 replications. The number of sample plants in each treatment is 4 plants. The eggshell powder dosage factor symbolized A, consists of 3 levels, namely: a1 = 3 tons/ ha or 81.49 g/ polybag (to increase soil pH to pH 5), a2 = 5 tons/ ha or 117.2 g/ polybag (to increase soil pH to pH 5.5) and a3 = 6 tons/ ha or 153.9 g/ polybag (to increase soil pH to pH 6). The chicken manure dosage factor, symbolized K, consists of 3 levels: k1 = 20 tons/ha or 500 g/polybag, k2 = 25 tons/ha or 625 g/polybag and k3 = 30 tons/ha or 750 g/polybag. Observational variables include: plant height, root volume, plant dry weight, number of fruits per plant, fruit weight per plant and fruit weight per fruit. The results of the research showed that giving eggshell powder at a dose of 5 tonnes/ha and chicken manure at a dose of 25 tonnes/ha was the best dose for increasing the growth of cayenne pepper plants in peat soil.. Keywords: Cayenne Pepper, Chicken Manure, Egg Shell Powder, Peat Soil.  INTISARITanaman cabai rawit memerlukan unsur hara yang cukup dan pH tanah yang sesuai untuk pertumbuhannya. Penggunaan tepung cangkang telur diharapkan dapat menaikkan pH tanah gambut dan pemberian pupuk kandang ayam dapat memperbaiki porositas tanah dan menambah kandungan mikroorganisme sehingga mempercepat proses dekomposisi pada tanah gambut serta menambah ketersediaan hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian serbuk cangkang telur ayam dan pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada media gambut. Penelitian menggunakan percobaan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari kombinasi 2 faktor yaitu serbuk cangkang telur ayam (A) dan pupuk kandang ayam (K), dengan ulangan sebanyak 3 kali. Jumlah tanaman sampel pada setiap perlakuan yaitu 4 tanaman. Faktor dosis serbuk cangkang telur yang diberi simbol A, terdiri dari 3 taraf yaitu: a1 = 3 ton/ ha atau 81,49 g/ polybag (untuk menaikkan pH tanah ke pH 5), a2 = 5 ton/ ha atau 117,2 g/ polybag (untuk menaikkan pH tanah ke pH 5,5) dan a3 = 6 ton/ ha atau 153,9 g/ polybag (untuk menaikkan pH tanah ke pH 6). Faktor dosis pupuk kandang ayam yang diberi simbol K, terdiri dari 3 taraf yaitu: k1 = 20 ton/ha atau 500 g/polybag, k2 = 25 ton/ha atau 625 g/ polybag dan k3 = 30 ton/ha atau 750 g/ polybag. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian serbuk cangkang telur dosis 5 ton/ha dan pupuk kandang ayam dosis 25 ton/ha merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai rawit di tanah gambut. Kata kunci: Cabai Rawit, Gambut, Pupuk Kandang Ayam, Serbuk Cangkang Telur
PENGARUH PEMBERIAN BOKASI LIMBAH BUAH-BUAHAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN PADA TANAH GAMBUT Ayas, Yustianus Dandi; Anggorowati, Dini; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.85149

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman yang sangat disukai oleh semua lapisan masyarakat dan mempunyai prospek yang baik untuk dibudidayakan. Menurut data dari BPS Kalimantan Barat (2020) bahwa produktivitas mentimun di Kalimantan Barat pada tahun 2019 mencapai 3,06 ton/ha, angka ini lebih rendah dibandingkan potensi produktivitas mentimun hibrida yang dapat mencapai 20 ton/ha. Maka dari itu diperlukan upaya untuk dapat meningkatkan produktivitas mentimun melalui ekstensifikasi dan intensifikasi lahan yaitu dengan memanfaatkan lahan gambut dan pemberian bokasi limbah buah-buahan serta pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi terbaik pemberian bokasi limbah buah-buahan dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak dan berlangsung dari tanggal 1 Desember 2023 "“ 28 Februari 2024.   Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah bokasi limbah buah-buahan (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu a1 = 10 ton/ha; a2 = 15 ton/ha; dan a3 = 20 ton/ha. Faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 200 kg/ha; b2 = 300 kg/ha; dan b3 = 400 kg/ha. Variabel penelitian yang diamati meliputi berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g), berat buah per buah (g), diameter buah (cm), dan panjang buah (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi bokasi limbah buah-buahan 15 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha merupakan dosis yang efektif terhadap volume akar, panjang buah, dan diameter buah.