p-Index From 2021 - 2026
5.427
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Study of Urban Temperature Profiles on Various Land Covers in The Greater Jakarta Region, Indonesia Fauzi, Rahmad; Arifin, Hadi Susilo; Perdinan
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.2.243

Abstract

Jabodetabek telah berkembang dari daerah kota kecil dan terpisah menjadi kota metropolitan yang lebih besar dan terpadu. Saat ini, Jabodetabek telah menjadi kota terbesar di Indonesia dan memainkan peran penting dalam aspek sosial, ekonomi dan politik. Namun, kurangnya kemampuan perencanaan dalam hal pengelolaan kawasan yang semakin kompleks perlu ditanggapi secara serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil suhu perkotaan, klasifikasi tutupan lahan di Jabodetabek, dan analisis albedo permukaan. Pertama, profil suhu dianalisis menggunakan data perubahan suhu diurnal dan suhu harian selama sembilan tahun. Kedua, klasifikasi tutupan lahan dianalisis menggunakan dataset citra Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI/TIRS. Ketiga, analisis albedo permukaan dilakukan dengan menggunakan paduan data spasial dan karakteristik tutupan lahan yang diperoleh sebelumnya. Hasil profil suhu menunjukkan bahwa daerah perkotaan memiliki periode pendinginan yang lebih lambat dibandingkan dengan daerah pinggiran kota. Proses klasifikasi menghasilkan tujuh kelas tutupan lahan dengan tingkat akurasi sebesar 80,95% (2010) dan 83,33% (2018), koefisien kappa masing-masing sebesar 0,74 (2010) dan 0,77 (2018). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terjadi perluasan wilayah perkotaan sejak tahun 2010. Distribusi nilai albedo permukaan berturut-turut dari tinggi ke rendah yaitu lahan terbangun, rumput/semak, vegetasi, badan air, dan tanah lembap/tambak. Disamping itu, albedo permukaan dan suhu udara memiliki korelasi positif terhadap perubahan tutupan lahan. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya R-square antara albedo dan tutupan lahan (0,84 dan 0,90) dan antara suhu udara dan tutupan lahan (0,59 dan 0,63). Dengan kata lain, perubahan tutupan lahan dapat meningkatkan nilai albedo dan suhu udara.
Kajian Keberlanjutan Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Wahyu, Khairunnisa Wizdjanul; Soekmadi, Rinekso; Arifin, Hadi Susilo
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.3.460

Abstract

Taman Hutan Raya Djuanda, yang ditetapkan pada tahun 1985 melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 3, merupakan Taman Hutan Raya pertama di Indonesia. Luas total Taman Hutan Raya Djuanda sebesar 528.393 hektar, merupakan taman hutan raya terluas di Provinsi Jawa Barat. Kondisi alam Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda mendukung pemanfaatan wisata alam dan fasilitasnya untuk mengembangkan pendidikan lingkungan. Fokus dari penelitian ini adalah untuk menilai keberlanjutan pengelolaan Taman Hutan Raya Djuanda terkait dengan empat pilar keberlanjutan yaitu ekologi, ekonomi, sosial budaya dan kelembagaan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga November 2023. Penilaian status keberlanjutan dilakukan dengan menggunakan metode Multi-Dimensional Scaling (MDS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai dimensi ekologi sebesar 57,99% (cukup berkelanjutan), nilai dimensi ekonomi sebesar 74,20% (cukup berkelanjutan), nilai dimensi sosial budaya sebesar 32,48% (kurang berkelanjutan), dan nilai dimensi kelembagaan sebesar 52,80% (cukup berkelanjutan). Nilai keseluruhan status keberlanjutan Taman Hutan Raya Djuanda adalah 54,37% (cukup berkelanjutan). Dimensi sosial budaya menunjukkan nilai terendah dan tergolong kurang lestari, sedangkan dimensi ekonomi menunjukkan nilai tertinggi.
Implementasi Bioretensi Untuk Pengairan Tanaman Hidroponik Di Griya Katulampa Widiyanti, Astrini; Arifin, Hadi Susilo; Arifjaya, Nana Mulyana
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 9 No 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.9.4.986-998

Abstract

Bogor City has been declared a City of Water Sensitivity. For this reason, each housing needs to process domestic wastewater, one of which uses bioretension, before entering the nearest surface water body. The purpose of this study was to determine the quality of domestic wastewater from Griya Katulampa housing, where the drainage channels flow directly into the Ciliwung River and analyze the effectiveness of the use of bioretension to improve the quality of domestic wastewater caused. Bioretence with filter media includes 50% sandy soil, top soil 20-30%, and mulch 20-30% and the vegetation used consists of Kana (Canna sp), Air Jasmine (Echinoderus palifolius), Cyperus (Cyperus papyrus) made. Measuring the quality of domestic wastewater is carried out at the installation inlet and outlet. The result showed that domestic wastewater from Griya Katulampa was still below the specified quality standard. Bioretence with fiber media and cane plants can be used to reduce TSS as a parameter that has a value above the specified quality standard. To increase added value, water spinach can be planted as a hydroponic plant that can grow and has the highest productivity value.
Menilai Pentingnya Analisis Pemangku Kepentingan dalam Pemanfaatan Agrowisata Pekarangan di Jawa Timur Indonesia Trisnanto, Atang; Soekmadi, Rinekso; Arifin, Hadi Susilo; Noorachmat, Bambang Pramudya
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.549-560

Abstract

Pengelolaan agrowisata pekarangan di Banyuwangi telah melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai pihak. Namun stakeholder yang ada masih belum terkelola dengan baik dan belum ada aturan yang mengatur interaksi dan peran masing-masing stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis stakeholder yang terlibat dalam program agrowisata berbasis pekarangan di Kabupaten Banyuwangi. Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah identifikasi pemangku kepentingan, klasifikasi pemangku kepentingan, dan hubungan antar pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangku kepentingan yang terlibat terdiri dari tiga kelompok, yaitu: kelompok pemerintah daerah (dinas pariwisata, dinas pertanian, pemerintah desa), kelompok masyarakat (pokdarwis, kelompok tani, dan masyarakat), kelompok swasta (asosiasi pelaku wisata, dan pariwisata). /pelaku usaha swasta). Pemangku kepentingan yang termasuk dalam kuadran 1 (Pemain Kunci) adalah Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa dan Pemerintah Desa. Kuadran 2 (Subjek) terdiri dari kelompok tani dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata. Sedangkan kuadran 3 (Context Setter) terdiri dari asosiasi pelaku wisata dan pemilik usaha/swasta dan kuadran 4 (Crowd) adalah perguruan tinggi dan Bappeda. Hubungan antar kelompok pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan agrowisata pekarangan di Banyuwangi dapat dilihat melalui kegiatan operasional di lapangan dan dokumen resmi yang mengatur hubungan tersebut. Hubungan antar pemangku kepentingan dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu: hubungan komunikasi, koordinasi dan kerjasama.
Vertical Garden Identification and Plant Species Diversity of Urban Green Space in Banda Aceh City, Indonesia Yahya, Rizka Ora Aurora; Arifin, Hadi Susilo; Perdinan, Perdinan
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.3.534

Abstract

Tren berkebun non-horizontal yang disebut “taman vertikal” menerapkan pertumbuhan tanaman pada berbagai media dinding dan/atau permukaan vertikal lainnya. Di Kota Banda Aceh, inovasi penghijauan kota ini mulai menjadi tren karena mendongkrak estetika bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur jumlah vertical garden yang terdapat di Kota Banda Aceh dan mengkaji preferensi masyarakat terhadap desain dan ragam tanaman yang diaplikasikan pada taman vertikal tersebut. Penelitian ini dilakukan di 9 kecamatan di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia pada bulan Januari hingga September 2022. Metode penelitian meliputi survei eksploratif ke seluruh kota dengan cara mencatat dan mendokumentasikan taman vertikal di berbagai ruang publik, organisasi swasta dan publik, perumahan penduduk, hotel, tempat ibadah, berbagai bisnis kuliner dan kafetaria. Data preferensi taman dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metodologi deskriptif, kemudian rumus Shannon-Wiener digunakan untuk menghitung indeks keanekaragaman spesies. Dari total 166 kebun yang terdokumentasi dan 150 sampel lokasi pengamatan taman vertikal ditemukan 66 jenis spesies tanaman yang diaplikasikan. Perumahan adalah lokasi yang paling sering mengaplikasikan taman vertikal. Ficus pumilla (dollar creeper) merupakan tanaman yang paling sering digunakan oleh masyarakat, dan fasad hijau merupakan desain taman yang paling umum diterapkan. Di sembilan kecamatan, indeks keanekaragaman tertinggi terdapat di Kecamatan Syiah Kuala dengan H' 2,9 dan indeks keanekaragaman terendah terdapat di Kecamatan Kuta Raja dengan H' 1,2. Berdasarkan fungsi tumbuhan: 44 jenis tumbuhan merupakan tanaman hias, 13 jenis tanaman berbunga, 7 jenis tanaman berbuah, dan 3 jenis tanaman herba.
Sustainable Scientific Tourism Development Planning Using Micmac-Mactor In Bogor City Ilhami, Wasissa Titi; Arifin, Hadi Susilo; Pramudya, Bambang; Kosmaryandi, Nandi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.4.757

Abstract

Bogor merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki beragam potensi objek wisata ilmiah, seperti bangunan bersejarah, lembaga pendidikan, dan lembaga penelitian. Meskipun keberadaannya selalu dibutuhkan oleh berbagai pihak sebagai referensi pembelajaran, namun objek tersebut belum dikelola secara optimal dalam sebuah sistem yang terintegrasi, sehingga tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kegiatan pariwisata di Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel apa saja yang mempengaruhi perencanaan pariwisata dan pola hubungan antar aktor untuk membangun strategi keberlanjutan wisata ilmiah di Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Micmac dan Mactor. Hasil penelitian menunjukkan enam variabel penting untuk mengembangkan pariwisata ilmiah berkelanjutan di Kota Bogor, yaitu infrastruktur, sumber daya pariwisata, promosi, investasi, regulasi dan kebijakan, kemudian lembaga penelitian dan pendidikan. Sementara itu, Pemerintah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan lembaga/aktor penting dalam pengembangan wisata ilmiah berkelanjutan. Penelitian ini telah memberikan gambaran mengenai variabel kunci dan peran aktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan wisata ini di masa depan dan memberikan dasar bagi para pengambil kebijakan untuk menjadikannya sebagai prioritas dalam menyusun strategi pengembangan wisata ilmiah di Kota Bogor.
Co-Authors . Nurhayati Ahyar Ismail Al Ayyubi, M Shalahuddin Alfred A Antoh Alfred Jansen Sutrisno Ali, Muhammad Saddam Amarizni Mosyaftiani Amarizni Mosyaftiani Andry Indrawan Anggi Pangestu Annisaa Farah Fitriana Aprilia, Hapriza Arief Nugroho Nur Prasetyo Arief Sabdo Yuwono Arief Sabdo Yuwono Aris Munandar Arkham HS Arman Drakel Arman Drakel, Arman Asnath Maria Fuah, Asnath Maria Atang Trisnanto Atang Trisnanto, Atang Azra, Azka Lathifah Zahratu Bambang Hero Saharjo Bambang Pramudya Bambang Pramudya Bambang Pramudya Noorachmat, Bambang Pramudya Basuki Wasis Budi Indra Setiawan Cecep Kusmana Darkono Tjawikrama Dedi Saputra Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Dyah Lukita Sari, Dyah Lukita Dyah Retno Panuju Edrian Junarsa Effendi, Melana Eka Intan Kumala Putri Endes N. Dahlan Endes N. Dahlan Eriyatno . Erlinda Faradilla Erliza Noor Erni Yuniarti Ersyad Perdana Perdana Etty Riani Evi Frimawaty Fadila, Aisyah Nur Fariz Harindra Syam Fatimah Ahmad Fatimah Ahmad Fauzia, Assyifa Fazali, Muhamad Fahad Al Febrian Miandy Fitriyati, Novia Fittria Ulfah Harbowoputri, Smaradinda I Gusti Agung Ayu Rai Asmiwyati I Wayan Susi Dharmawan Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ilhami, Wasissa Titi Indarti Komala Dewi, Indarti Komala Irdika Mansur Ismayadi Samsoedin Kholil Kholil Kiki Yulia Laeli Fadloli Leti Sundawati Lili Dahliani M. A. Chozin MADE ASTAWAN Marimin Marimin Marinus Kristiadi Harun Mayda Susana Meiske Widyarti Meiske Widyarti Meti Ekayani Mieske Widyarti Mirza Shahreza Muaz Haris Muhammad Haekal Syawie Muhammad Ramdhan Muhammad Yanuar Purwanto Muji Listyo Widodo Mustofa Nafidzah Qisthina Nana Mulyana Arifjaya Nandi Kosmaryandi Ni Made Santi Nofi Yendri Sudiar Nur Hidayat Nurfaida Nurfaida Nurhayati Nurhayati Arifin Nurhayati H.S. Arifin Nurhayati HS Arifin Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati P. Perdinan Pipin Noviati Sadikin Pipin Noviati Sadikin Rachman kurniawan Rahmad Fauzi Rahmat Hidayat Rahmatika, Aghnina Ray March Syahadat Regan Leonardus Kaswanto Rinekso Soekmadi Salundik Santun R.P. Sitorus Septian, Dwi Ekky Sobri Effendy Sobry Effendy Sofyan Hadi Lubis Sri Mulatsih Sudradjat , Sulistyo Ariebowo Djajusman Supartini, Novi Supriyanto Supriyanto Suria Darma T Surjono H sutjahjo Syaiful Anwar Syartinilia . Tania June Titim Rahmawati Wahyu Catur Adinugroho Wahyu, Khairunnisa Wizdjanul Widiyanti, Astrini Wido Hanggoro Wonny Ahmad Ridwan Yadi Setiadi Yahya, Rizka Ora Aurora Yonny Koesmaryono Yuli Suharnoto Yulia Dwi Kurniasari Yulius Budi Prastiyo Yulius Hero