Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Correlation Between Waist-To-Hip Ratio (WHR) with Fasting Blood Glucose to The Risk of Type 2 Diabetes Mellitus in Tabaringan Health Center Anas, Muhammad Werfhina Aswar; Kanang, Indah Lestari Daeng; Fattah, Nurfachanti; Nurmadilla, Nesyana; Hamzah, Pratiwi Nasir
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6718

Abstract

Diabetes mellitus is a serious long-term (or 'chronic') condition caused by increased levels of glucose in the blood because the body cannot produce one or enough of the insulin hormones, or cannot use the insulin it produces effectively. IDF data, the global prevalence of DM in 2019 is estimated at 9.3% (463 million people), increasing to 10.2% (578 million) in 2030 and 10.9% (700 million) in 2045 (IDF, 2019). Research results (Riskesdas) in 2018, the prevalence of diabetes mellitus in South Sulawesi diagnosed by doctors was 1.8% and 1.3%. WHR is a method for assessing fat accumulation in the body. The risk of DM is more related to intra-abdominal fat than subcutaneous fat. WHR was shown to be a better predictor of type 2 DM risk compared with BMI. The WHR limit for men in Asia Pacific is >0.9 and women >0.85. To determine the relationship between RLPP and fasting blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients at the Tabarringan Community Health Center. This research is an analytical study using the Cross Sectional method, to determine the relationship between Fasting Blood Glucose and Waist-Hip Ratio. The research results showed that from 65 respondents a p-value was obtained of 0.514 > 0.05 so that Hnull was accepted and H1 was rejected. So the results obtained are that there is no relationship between WHR and fasting blood sugar levels. There is no relationship between WHR and fasting blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients at the Tabarringan Community Health Center.
Correlation Between Waist Hip Ratio (RLPP) and Hypertension at Sudiang Raya Health Center in Makassar City Rusydi, Hanina Nur Zahra; Kanang, Indah Lestari Daeng; Fattah, Nurfachanti; Nurmadilla, Nesyana; Tahir, Akina Maulidhany
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.8106

Abstract

Elevated blood pressure is the hallmark of hypertension, a dangerous illness that raises the risk of heart disease, stroke, and other illnesses. Globally, the prevalence of hypertension reaches 29.2%, with higher prevalence in some regions, such as in South Sulawesi which reaches 27.61%. One of the main risk factors for hypertension is central obesity, which can be measured using the Waist-Hip Circumference Ratio (RLPP). RLPP is more effective than Body Mass Index (BMI) in measuring visceral fat accumulation that is associated with increased blood pressure. This accumulation of fat in the abdominal area can increase vascular resistance and cause metabolic disturbances that contribute to hypertension. This study aimed to determine the correlation between Waist-Hip Ratio (RLPP) and hypertension at Sudiang Raya Health Center, Makassar.  This study combined a total sampling strategy with a cross-sectional approach. 89 hypertensive patients who satisfied the inclusion requirements made up the study sample. The Stasistical Program for Social Science (SPSS) was used to evaluate the collected data. The result showed that the majority of hypertensive patients were female (61.8%) with an age group of 55-64 years (49.4%), and 61.8% had RLPP reflecting cental obesity. Statistical analysis showed a significant correlation between RLPP and hypertension (p=0.000). The conclusion of this study is that there is a significant correlation between Waist-Hip Ratio (RLPP) and the incidence of hypertension at Sudiang Raya Health Center, Makassar.
Literature Review: Pengaruh Air Kelapa Muda (Cocos Nucifera) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: Literature Review: The Effect of Young Coconut Water (Cocos Nucifera) on Reducing Blood Pressure in Hypertension Sufferers Aryani, Aulia; Rachman, Mochammad Erwin; Wahyu, Sri; Kanang, Indah Lestari Daeng; Hidayati, Prema Hapsari
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 2 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i2.1549

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Hipertensi “The Silent Killer” adalah suatu keadaan ketika tekanan darah dipembuluh darah terus-menerus mengalami peningkatan tekanan secara kronis. Hipertensi dapat dikendalikan dengan salah satu pengobatan non-farmakologi yaitu dengan konsumsi air kelapa muda (cocos nucifera L.). Air kelapa muda (cocos nucifera L.) adalah minuman isotonik yang mempunyai kandungan mineral kalium (K), magnesium (Mg), kalsium (Ca), natrium (Na) dan vitamin C. Tujuan: Untuk mengetahui adanya pengaruh air kelapa muda (cocos nucifera L.) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Literature review dengan desain narrative review. Hasil: Adapun literature yang diperoleh berjumlah 10 referensi yang selanjutnya dibahas dan dikaitkan dengan judul penelitian ini. Menurut penelitian yang dipublikasikan disejumlah jurnal, air kelapa muda (cocos nucifera L.) memiliki kandungan mineral berupa kalium (K) dan magnesium (Mg) yang tinggi yang dapat menurunkan tekanan darah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang di literature review, dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi air kelapa muda (cocos nucifera L.) dapat menurunkan tekanan darah sistol dan diastol pada penderita hipertensi. ABSTRACT Background: “The Silent Killer” hypertension is a condition when blood pressure in the blood vessels is constantly chronically increased. Hypertension can be controlled with one of the non-pharmacological treatments, namely by consuming young coconut water (cocos nucifera L.). Young coconut water (cocos nucifera L.) is an isotonic drink that contains minerals potassium (K), magnesium (Mg), calcium (Ca), sodium (Na) and vitamin C. Objective: To determine the effect of young coconut water (cocos nucifera L.) on reducing blood pressure in patients with hypertension. Method: Literature review with narrative review design. Results: The literature obtained amounted to 10 references which were further discussed and associated with the title of this study. According to research published in a number of journals, young coconut water (cocos nucifera L.) has a high mineral content in the form of potassium (K) and magnesium (Mg) which can lower blood pressure. Conclusion: Based on the results in the literature review, it can be concluded that consuming young coconut water (cocos nucifera L.) can reduce systole and diastole blood pressure in patients with hypertension.
Karakteristik Kasus Kematian Mendadak di Departemen Ilmu Kedokteran Forensik Medikolegal RS Bhayangkara Makassar Tahun 2018-2022 Pratiwi, Medhy Ugi; Kanang, Indah Lestari Daeng; Maesatana, Inggi; Nur, Muh. Jabal; Maricar, Fadillah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14366

Abstract

Penyakit sistem kardiovaskular menyebabkan sekitar 17 juta kematian per tahun di dunia. 25% dari total kematian tersebut disebabkan oleh kematian mendadak akibat dari sistem kardiovaskular. Penyakit Jantung Koroner merupakan penyebab kematian mendadak pada populasi umum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kasus kematian mendadak di Departemen Ilmu Kedokteran dan Medikolegal Forensik RS Bhayangkara Makassar Tahun 2018-2022. Jenis penelitian ini Descriptive Retrospective Study. Jumlah kasus kematian mendadak di RS Bhayangkara Makassar pada Tahun 2018-2022 sebanyak 114 orang dimana pada tahun 2022 dengan kasus terbanyak sebesar 38 orang (33,33%) sedangkan kasus terendah pada tahun 2020 sebesar 9 orang (7,9%). Sebaran usia terbanyak pada usia lansia (56-65 tahun) akhir yaitu 26 orang (22,8%). Jenis kelamin yaitu Laki-laki sebanyak 92 orang (80,7%) dan perempuan sebanyak 22 orang (19,3%). Identitas dikenal sebanyak 108 orang (94,7%), dan identitas yang tidak dikenal sebanyak 6 orang (5,3%). Pemeriksaan luar sebanyak 85 orang (74,6%), dan pemeriksaan dalam sebanyak 29 orang (25,4%). Sebanyak 74,6% kasus kematian tidak diketahui sebab kematiannya karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam.
Hubungan Status Gizi Dengan Kendali Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Minasa Upa Makassar 2024 Arafah, Mufidah Nurfadilah; Kanang, Indah Lestari Daeng; Fattah, Nurfachanti; Julyani, Sri; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i5.57976

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik, dikenal sebagai silent killer karena penyakit ini dapat menyerang setiap organ dalam tubuh, jika tidak segera ditangani akan menimbulkan berbagai komplikasi. Dengan prevalensi yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kendali gula darah pasien DM tipe 2 di puskesmas Minasa Upa Makassar 2024. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 26 pasien diabetes mellitus tipe 2 yang memenuhi persyaratan inklusi menjadi sampel penelitian. Analisis hubungan menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antara IMT (p=0.640), RLPP (p=0.620), LiLA (p=0.562), dan TLK (p=0.420) dengan kadar glukosa darah sewaktu (GDS), tidak terdapat korelasi antara IMT (p=0.134), RLPP (p=0.492), LiLA (p=0.070), dan TLK (p=0.648) dengan HbA1c. Sebaliknya, ditemukan hubungan antara durasi menderita DM dengan status gizi, IMT (p=0.003), RLPP (p=0.022), LiLA (p=0.021), dan TLK (p=0.034) serta kadar HbA1c (p=0.019), tetapi tidak dengan kadar GDS (p=0.265).