Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Berbagai Sumber Karbohidrat Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Juvenil Udang Vannamei Litopenaeus Vannamei Zainuddin Zainuddin; Haryati Haryati; Siti Aslamyah
Agrokompleks Vol 16 No 1 (2017): Agrokompleks
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v16i1.171

Abstract

Dalam budidaya udang vanamei salah satu masalah yang dihadapi para petani adalah tingginya harga pakan yang disebabkan karena tingginya kandungan protein pakan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meminimalkan kadar protein pakan dan menggatinya dengan karbohidrat dalam kadar yang lebih tinggi (protein-sparring effect by carbohydrates), sehingga energi yang diperoleh udang dari protein hanya dipergunakan untuk memaksimalkan pertumbuhan sedangkan energi untuk metabolisme dan aktivitas diperoleh dari karbohidrat. Namun demikian penggunaan berbagai sumber karbohidrat dalam pakan udang vanamei belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai sumber karbohidrat pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan juvenil udang vanamei. Penelitian menggunakan desain rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji adalah pakan A menggunakan tepung jagung, B tepung ubi jalar, C tepung dedak dan D tepung terigu. Udang vanamei yang digunakan memiliki kisaran bobot 0,85-0,97 g. Dosis pakan ditetapkan sebesar 10% dari bobot tubuh udang dengan frekuensi pemberian pakan empat kali sehari. Udang dipelihara selama 60 hari di dalam akuarium dengan sistem resirkulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai sumber karbohidrat dalam pakan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan sintasan juvenil udang vanamei.
Efek dari perbedaan sumber karbohidrat pakan terhadap kualitas air, komposisi proksimat dan kandungan glikogen juvenil udang vannamei Litopenaeus vannamei (Boone, 1931) Zainuddin Zainuddin; Siti Aslamyah; Hadijah Hadijah
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.046 KB) | DOI: 10.33059/jisa.v2i1.665

Abstract

Udang vannamei merupakan salah satu jenis udang penaeid yang memiliki pertumbuhan yang cepat, tahan terhadap penyakit dan toleran terhadap perubahan kualitas air. Dalam budidaya udang vannamei, pakan merupakan faktor penting karena biaya produksi terbesar berasal dari pembelian pakan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menekan biaya pakan adalah dengan mengurangi komponen protein dan meningkatkan komponen karbohidrat dalam formulasinya. Penelitian bertujuan untuk menguji efek berbagai jenis karbohidrat terhadap kualitas air, komposisi proksimat dan kandungan glikogen juvenil udang vannamei. Penelitian didesain dengan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji adalah jenis karbohidrat yang terdiri atas perlakuan A. tepung jagung, B. tepung ubi jalar, C. tepung dedak padi dan D. tepung terigu. Benih udang yang digunakan penelitian ini adalah juvenil udang vannamei stadia PL25. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 10 % dari bobot tubuh benih dengan frekuensi empat kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis karbohidrat pakan berpengaruh signifikan terhadap kualitas air, komposisi proksimat dan kadar glikogen udang vannamei. Jenis karbohidrat yang bersumber dari tepung ubi jalar merupakan perlakuan terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Retensi Nutrien Pakan pada Berbagai Dosis Ubi Jalar (Ipomea batatas) dalam Pakan Sebagai Prebiotik bagi Lactobacillus sp. pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Nurul Masriqah; Siti Aslamyah Aslamyah; Zainuddin Zainuddin
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.988 KB)

Abstract

Ubi jalar sebagai prebiotik secara optimal akan meningkatkan populasi bakteri Lactobacillus sp.sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pakan, yang akan meningkatkan penyerapannutrisi yang lebih baik. Penyerapan nutrisi yang lebih baik akan meningkatkan nutrien yangtersedia untuk diserap oleh tubuh yang disebut retensi nutrien. Tujuan penelitian ini adalahmenentukan dosis ubi jalar (Ipomoea batatas) dalam pakan sebagai prebiotik dari Lactobacillussp. terhadap retensi nutrien pada pemeliharaan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Wadahyang digunakan adalah box kontainer sebanyak 12 buah, ditempatkan di dalam ruangan (in-door)dengan aerasi bersumber dari blower. Hewan uji adalah juvenil udang vaname (Litopenaeusvannamei) dengan bobot 1,1 g/ekor, yang dipelihara selama 49 hari dengan padat penebaran 1ekor/L dan 50 ekor/wadah. Pemberian pakan uji dengan frekuensi pemberian 5 kali seharisebanyak 5% dari bobot tubuh pada pukul 06.00, 10.00, 14.00, 18.00, dan 23.00 WITA. Penelitiandilakuan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan konsentrasiprebiotik ubi jalar (0, 10, 15, dan 20%) dan 3 ulangan. Data dianalisis dengan ANOVAmenggunakan program SPSS versi 16 yang dilanjutkan dengan uji W-Tukey. Hasil penelitianmenunjukkan berbagai dosis ubi jalar tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap retensi protein danretensi energi tetapi berpengaruh nyata pada retensi lemak dengan rataan tertinggi 14.44 ± 7.88,retensi energi 0.04 ± 0.02 dan retensi lemak 2.70 ± 0.05. Berdasarkan data retensi nutrient dapatdisimpulkan bahwa dosis ubi jalar 20% sebagai prebiotik dari Lactobacillus sp. merupakan dosisterbaik.Kata kunci : Lactobacillus sp, retensi nutrient, ubi jalar, udang vaname
Konsumsi dan Efisiensi Pakan pada Berbagai Dosis Ubi Jalar (Ipomea batatas) dalam Pakan Sebagai Prebiotik bagi Lactobacillus sp. pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Sarah Amelia Rayi Dini; Siti Aslamyah; Zainuddin Zainuddin
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.121 KB)

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditi budidaya yang diminati.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik ubi jalar (Ipomea batatas) dalam pakansebagai prebiotik Lactobacillus sp. terhadap konsumsi dan efisiensi pakan udang vaname. Udanguji dengan bobot awal rataan 1,1 g/ekor ditebar dengan kepadatan 1 ekor/L dan 50 ekor/wadahdalam wadah box kontainer berukuran 63,1 cm x 41,4 cm x 30,7 cm. Wadah diisi air laut dengansalinitas 27-32 ppt dengan volume 50 L. Penelitian didesain dalam Rancangan Acak Lengkapdengan perlakuan berbagai dosis ubi jalar dalam pakan, yaitu : 0, 10, 15, dan 20%. Udang ujidipelihara selama 49 hari dan diberi pakan 5% bobot tubuh/hari dengan frekuensi 5 kali/hari padapukul 06.00, 10.00, 14.00, 18.00, dan 23.00 WITA. Hasil penelitian menunjukkan berbagai dosisubi jalar berpengaruh terhadap konsumsi pakan. Dosis ubi jalar 20% dengan nilai konsumsi109.70±10.13 berbeda nyata dengan dosis ubi jalar 0% 77.18±2.78 , 10% 78.12±43, tetapi tidakberbeda nyata dengan dosis ubi jalar 15% 90.10±95, sedangkan untuk efisiensi pakan udangdengan pemberian berbagai dosis ubi jalar meningkat seiring pertambahan dosis ubi jalar namuntidak berbeda antara setiap perlakuan, dengan kisaran efisiensi pakan 37.57±1.17 sampai55.86±2.21% demikian dosis 20% ubi jalar dalam pakan merupakan dosis terbaik sebagaiprebiotik dari Lactobacillus sp pada udang vaname.Kata kunci: efisiensi pakan, konsumsi pakan, Lactobacillus sp, ubi jalar, udang vaname.
Pengaruh Kombinasi Dosis dan Frekuensi Pemberian Pakan Terhadap Rasio Konversi Pakan Juvenil Udang Vaname di Tambak Zainuddin Zainuddin; Siti Aslamyah; Hasni Y. Azis; Hadijah Hadijah
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.95 KB)

Abstract

Produksi udang vaname di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dalam satu dasa warsaterakhir. Salah satu masalah pokok dalam budidaya udang vaname di tambak adalah tingginyapenggunaan pakan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kombinasi dosis dan frekuensipemberian pakan terhadap rasio konversi pakan (FCR) pada budidaya udang vaname di tambak.Juvenil udang vaname dipelihara di dalam hapa berukuran 1 m x 1 m x 1 m yang ditempatkan didalam tambak. Pakan yang digunakan adalah pakan dengan sumber karbohidrat tepung jagungyang disubstitusi dengan tepung ubi jalar sebanyak 50%. Rancangan penelitian yang digunakanadalah Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial. Faktor pertama adalah dosis 3%, 6% dan 9% danfaktor kedua frekuensi pemberian pakan 3, 4 dan 5 kali per hari. Setiap kombinasi perlakuan diberiulangan masing-masing 3 kali sehingga jumlah satuan percobaan sebanyak 27 unit. Pemeliharaanudang dilakukan selama 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang diterapkanmemberikan pengaruh yang positif terhadap parameter uji. FCR terbaik sebesar 1.02-1.12diperoleh pada kombinasi perlakuan dosis 3% dan frekuensi pemberian 3 dan 5 kali per hari.Kata kunci: dosis, frekuensi pakan, FCR, kombinasi, vaname.
Komposisi Kimia Tubuh dan Kadar Glikogen pada Berbagai Dosis Ubi Jalar (Ipomea batatas) sebagai Prebiotik dari Lactobacillus sp. pada Udang Vaname (Litopenaeus Vannamaei). Nurdera Aprilia Lestari; Siti Aslamyah; Zainuddin Zainuddin
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.906 KB)

Abstract

Udang vaname merupakan salah satu produk perikanan unggulan karena bernilai ekonomis tinggidan permintaan pasar yang banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis ubi jalar(Ipomea batatas) dalam pakan sebagai prebiotik Lactobacillus sp. terhadap komposisi kimia tubuhdan kadar glikogen udang vaname. Udang vaname dengan bobot awal rataan 1,1 g/ekor ditebardengan kepadatan 1 ekor/L dan 50 ekor/wadah dalam wadah box kontainer berukuran 63,1 cm x41,4 cm x 30,7 cm. Wadah diisi air laut dengan salinitas 30-35 ppt dengan volume 50 L. Penelitiandidesain dalam Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan berbagai dosis ubi jalar dalam pakan,yaitu : 0, 10, 15, dan 20%. Udang uji dipelihara selama 49 hari dan diberi pakan 5% bobottubuh/hari dengan frekuensi 5 kali/hari pada pukul 06.00, 10.00, 14.00, 18.00, dan 23.00 WITA.Hasil penelitian menunjukkan berbagai dosis ubi jalar tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadapkadar protein, serat dan glikogen. Namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar lemak,Bahan Ekstrak tanpa Nitrogen (BETN) dan abu. Kadar protein yang dihasilkan berkisar antara87.03±0.75 - 88.24±0.66 kadar serat 1.28±0.26 - 1.58±0.43 dan kadar glikogen 9.51±0.31 -10.17±0.59. Kadar lemak terendah pada dosis ubi jalar 15% 0.29±0.09 dan 20% 0.34±0.05 nyataberbeda dengan dosis ubi jalar 0% 0.47±0.07 dan 10% 0.59±0.10 sedangkan kadar BETN terendahpada dosis ubi jalar terendah pada dosis ubi jalar 0% 0.63 ± 0.45 dan 10% 0.23±0.13 nyata berbedadengan dosis 15% 2.67±0.84 dan 20% 1.77±0.52 dan kadar Abu terendah pada dosis 15% 8.73±0.2nyata berbeda dengan dosis 0% 9.21±0.28, 10% 9.16±0.47 dan 20% 9.16±0.47. Berdasarkan datakomposisi kimia tubuh meliputi protein, lemak, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen, serat, dan abuserta kadar glikogen dapat disimpulkan bahwa dosis ubi jalar sebagai prebiotik dari lactobacillussp. pada udang vaname adalah 20%.Kata kunci : glikogen, komposisi kimiawi tubuh, Lactobacillus sp., prebiotic, ubi jalar, udangvaname
Pengaruh Suhu terhadap Kelangsungan Hidup dan Percepatan Metamorfosis Larva Kepiting Bakau (Scylla olivacea) Muhammad Y. Karim; Zainuddin Zainuddin; Siti Aslamyah
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.10370

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis penting di kawasan AsiaPasifik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu optimal bagi pemeliharaan larva kepiting bakau (Scylla olivacea). Penelitian dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP), Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Hewan uji yang digunakan adalah larva kepiting bakau (S. olivacea) stadia zoea-1 yang ditebar dengan kepadatan 50 ekor/l dan dipelihara sampai memasuki stadia megalopa. Wadah penelitian menggunakan baskom plastik hitam berkapasitas 50 l diisi air media bersalinitas 30 ppt sebanyak 35 l yang dilengkapi dengan thermostat untuk mempertahankan suhu media percobaan. Pakan yang digunakan adalah pakan alami berupa rotifer dan nauplius Artemia dan pakan buatan berupa flake. Penelitian dirancang dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan mempunyai 3 ulangan. Keempat perlakuan yang dicobakan adalah perbedaan suhu media pemeliharaan larva kepiting bakau, yaitu : 26, 28, 30, dan 32oC. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa suhu media pemeliharaan berpengaruh sangat nyata (p < 0,01) pada tingkat kelangsungan hidup dan kecepatan metamorfosis larva kepiting bakau (S. olivacea). Tingkat kelangsungan hidup tertinggi dan perubahan metamorfosis larva kepiting bakau dari zoea ke megalopa tercepat dihasilkan pada suhu 30 oC yakni 31,60% dan 17 hari, sedangkan tingkat kelangsungan hidup terendah dan perubahan metamorfosis terlama pada suhu 26 oC yakni 18,89% dan 20,67 hari.
KUALITAS LINGKUNGAN DAN AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PROBIOTIK BIOREMEDIASI-Bacillus sp. Siti Aslamyah
Fish Scientiae Vol 1 No 2 (2011): Issue December-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.62 KB)

Abstract

Bioremediation-Bacillus sp. probiotics with the composition of the beneficial bacteria, as well as working synergistically on aquaculture and environment in the host gastrointestinal tract. In addition, it can improve the quality of the environment can also increase the activity of digestive enzymes shrimp. Ultimately lead to increased growth and minimize the risk of disease of shrimp. The purpose of this study to determine the optimum concentration of applications Bioremediation-Bacillussp. probiotics vannamei shrimp culture in the media. The study was designed in a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatment concentration of bioremediation-Bacillus sp. probiotics the control (without probiotic), 0.5; 1.0, 1.5 ppmper week, with three replications each. During the study, the test shrimp rearing in glass aquaria with a capacity of 30 L with a density of 4 fish / L and fed the form of powder with 52% protein content as much as 70-100% of total biomass. Watermedium used ± 30 ppt salinity as much as 25 L. The results showed improvement of environmental quality cultivation occurs in the probiotic treatment applications, particularly ammonia levels lower than controls. Digestive enzyme levels of Į-amylase and protease also increased significantly compared to controls. This condition which cause the vannamei shrimp survival and growth were receiving higher than controls of probiotic treatment, while various concentrations of probiotic did not produce differences in response. Application of Bioremediation-Bacillus sp.probiotics can be concluded with a concentration of 0.5 ppm per week in culturemedia can improve the quality of the environment cultivation and the activity ofdigestive enzymes Į-amylase and protease, thus increasing the survival and growthof vannamei shrimp.
IbM IbM Metode Seleksi untuk Analisis Karakter Pertumbuhan dan Fekunditas Ikan Nila di POLOBETE Fish Farm Sulawesi Selatan Irmawati, Irmawati; Tresnati, Joeharnani; Aslamyah, Siti; Larekeng, Siti Halimah; Khairana Kadriah, Ince Ayu
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 4 No 1 (2023): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v4i1.1091

Abstract

Abstract. POLOBETE Fish Farm is a private hatchery that uses biofloc technology located in Pinrang Regency, South Sulawesi. It has 18 tilapia biofloc ponds and one nursery pond. The problem faced by POLOBETE Fish Farm is that it has not been able to meet market demand for seeds both in quality and quantity. Genetic improvement with selection methods for growth characteristics and fecundity is a solution to increase the quantity and quality of tilapia seed production at POLOBETE Fish Farm. The Fisheries Research Team from the Research and Development Centre for Biotechnology, Institute of Research and Community Service, Universitas Hasanuddin, assisted POLOBETE Fish Farm with truss morphometric methods to assess fish body shape and its association with growth traits and fecundity analysis methods to assess the number of eggs or the number of larvae produced by female tilapia broodstock. Data on the morphological and fecundity characters of selected fish can be used to assess the progress of selection. The result of the community service is that POLOBETE Fish Farm has applied both methods to assess generations/progeny resulting from crosses between Nile tilapia Oreochromis niloticus Kekar (♂) and O. niloticus Kekar (♀) and hybridization between O. niloticus Kekar (♂) and O. niloticus Sultana (♀). Furthermore, both truss morphometric and fecundity methods can be used by POLOBETE Fish Farm on production program of XY neofemale, YY supermale, and YY female. Abstrak. POLOBETE Fish Farm adalah usaha akuakultur yang menerapkan sistem bioflok yang berlokasi di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan, memiliki 18 kolam terpal bioflok ikan nila dan satu buah kolam pendederan. Permasalahan yang dihadapi oleh POLOBETE Fish Farm adalah belum mampu memenuhi kebutuhan pasar akan benih baik secara kualitas maupun kuantitas. Genetic improvement dengan metode seleksi untuk karakter pertumbuhan dan fekunditas adalah solusi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi benih. Tim Riset Perikanan dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LPPM Universitas Hasanuddin, memberi pendampingan kepada POLOBETE Fish Farm tentang metode truss morfometrik untuk menilai morfologi ikan dan metode analisis fekunditas untuk menilai jumlah telur atau jumlah larva (fekunditas) yang diproduksi oleh induk ikan nila betina. Data karakter morfologi dan fekunditas ikan-ikan hasil seleksi tersebut dapat digunakan sebagai parameter untuk menilai kemajuan seleksi. Hasil dari pengabdian adalah POLOBETE Fish Farm telah mengaplikasikan kedua metode tersebut untuk menilai progeny hasil persilangan antara Oreochromis niloticus Kekar (♂) dan O. niloticus Kekar (♀) serta hibridisasi antara O. niloticus Kekar (♂) dan O. niloticus Sultana (♀). Metode truss morfometrik dan fekunditas selanjutnya dapat digunakan oleh POLOBETE Fish Farm pada program produksi XY neofemale, YY supermale, dan YY female.
Transfer Teknologi Transfer Teknologi Budidaya, Pembenihan, Sex Reversal, Pembuatan Pakan Mandiri, dan Produk Olahan Berbasis Ikan Nila di Desa Lalonggolosua Kecamatan Tangketada Kabupaten Kolaka Melalui Program Kosabangsa 2023 Irmawati, Irmawati; Fakhriyyah, Sitti; Aslamyah, Siti; Haerul, Andi
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 4 No 2 (2024): Juni-November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v4i2.1475

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) secara global merupakan spesies yang paling banyak dibudidayakan dan secara signifikan membantu pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang. Kebutuhan ikan nila global di tahun 2024 mencapai US$ 14,4 miliar atau setara dengan IDR 230 triliun. Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA) yang telah berlangsung pada tahun 2023 diharapkan menjadi cikal bakal pengembangan budidaya ikan nila di Kabupaten Kolaka, khususnya di Desa Lalonggolosua Kecamatan Tanggetada yang merupakan salah satu wilayah target Rencana Aksi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (RAN PPDT). Teknologi tepat guna yang telah ditransfer oleh Universitas Hasanuddin sebagai Tim Pendamping ke Tim Pelaksana (Universitas Sembilanbelas November) dan masyarakat melalui program tersebut adalah teknologi merakit induk unggul, teknologi pembenihan, teknologi produksi benih ikan nila monoseks jantan, teknologi pembuatan pakan mandiri, serta teknologi pembuatan abon, dampo, dan ikan kering berbahan dasar ikan nila. Sekitar 1000 calon induk unggul ikan nila telah disalurkan ke Kelompok Tani Tambak Desa Lalonggolosua dan saat ini telah tumbuh menjadi induk dan telah memproduksi generasi ikan nila generasi I (G1). Sejumlah 4000 benih ukuran 2-3 cm yang dibesarkan di tambak telah dipanen dengan total biomassa panen sekitar 350 kg. Kelompok Ibu PKK Desa Lalonggolosua telah memproduksi abon, dampo, dan ikan kering berbahan dasar ikan nila. Ikan nila konsumsi dan produk olahan tersebut telah dikemas dan dipasarkan secara lokal. Kegiatan produksi benih ikan nila monoseks jantan, pembesaran di tambak, serta produksi produk olahan ikan nila terus berlangsung hingga saat ini sehingga ke depan diharapkan budidaya ikan nila di Desa Lalonggolosua dapat berkontribusi dalam peningkatan produksi ikan nila nasional.