Articles
Rancang Aplikasi Media E-Learning Artificial Informatics Berbasis Web
Maimunah Maimunah;
Randy Andrian
Jurnal Digit Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Catur Insan Cendekia (CIC) Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51920/jd.v1i2.8
AbstrakInternet merupakan salah satu teknologi yang berkembang sangat pesat, kehadiran internet memberikan kemudahan dalam menerima dan mengakses informasi dalam berbagai format dari seluruh penjuru dunia. Salah satu elemen di dalam internet adalah situs web, saat ini situs web tidak hanya dapat dijadikan sebagai media informasi tetapi berbagai sistem pembelajaran pun dapat dilakukan di internet, seperti halnya pembelajaran Artificial Informatics. Artificial Informatics dimaksudkan sebagai alat ukur atau evaluasi atas kemampuan seseorang dalam memahami ilmu IT, Artificial Informatics sendiri merupakan cabang dari Artificial Intelligence. Saat ini tersedia berbagai media yang dapat digunakan dalam mempelajari Artificial Informatics tetapi penjelasan atau bahasa pengantarnya masih menggunakan bahasa Inggris sehingga menjadi lebih sulit untuk dipelajari, terutama bagi orang yang masih awan dengan bahasa Inggris. Pemanfaatan kemajuan teknologi internet dalam mengembangkan media pembelajaran Artificial Informatics berbasis web dapat memberikan altenatif lain dalam mempelajari Artificial Informatics. Dalam jurnal ini, Penulis membangun suatu situs web yang menyajikan informasi serta materi-materi pembelajaran yang berhubungan dengan Artificial Informatics. Kata Kunci: Artificial Informatics, Artificial Intelligence, Internet.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Materi Program Linear Untuk Siswa Kelas XI SMA/MA
Zanadia Zanadia;
Syofni Syofni;
Maimunah Maimunah
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 5, No 1: April 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47165/jpin.v4i2.139
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya perangkat pembelajaran matematika yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran dengan penerapan model problem based learning (pbl) pada materi Program Linear kelas XI. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yang terdiri dari empat tahap pengembangan yaitu define (pendefenisian), design (perancangan), develop (pengembangan), disseminate (penyebaran). Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen validitas dan instrumen praktikalitas. Instrumen validitas berupa lembar validasi untuk menilai kelayakan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, dan LAS. Instrumen praktikalitas berupa angket respon siswa terhadap penggunakan LAS. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan divalidasi oleh tiga validator.Uji coba terbatas dilakukan terhadap 6 orang siswa kelas XI SMAN 1 Pekanbaru. Hasil analisis data kevalidan diperoleh nilai rata-rata untuk silabus, RPP, dan LAS berturut-turut 3,57; 3,68; 3,56 dalam kategori sangat valid. Hasil analisis data kepraktisan LAS terbatas adalah 3,35 dengan kategori sangat praktis. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran matematika dengan menerapkan model PBL pada materi Program Linear kelas XI yang meliputi Silabus, RPP yang valid dan LAS yang valid dan praktis.
RELASI POLITIK PENDIDIKAN DAN POLITIK KEKUASAAN
Maimunah Maimunah
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3562.288 KB)
|
DOI: 10.28944/afkar.v1i2.8
Tulisan ini fokus mengkaji tentang hubungan atau relasi politik pendidikan dan politik kekuasaan, dimana ketika pendidikan sudah menjadi bagian dari kepentingan kekuasaan, maka tujuan dari pendidikanpun akan menjadi tidak jelas, kalau boleh dikatakan tak ubah seperti layangan putus, yang tidak tahu kemana arah angin akan membawanya, jangankan ingin memberi angin segar bagi keberlangsungan suatu bangsa yang carutmarut, pendidikan yang demikian justru hanya akan menjadi agen kepentingan elit politik, yang pada gilirannya tidak mustahil menjadi bom yang siap memporakporandakan bangsa ini. Oleh karenanya, pendidikan sebagai bentuk pelaksanaan konsep kekuasaan Negara perlu dirumuskan peranannya agar terdapat keseimbangan antara kebebasan individu serta keterikatan individu sebagai warga negara dalam wadah persatuan Indonesia. Sebab, proses pendidikan yang sebenarnya adalah proses pembebasan dengan jalan memberikan kepada peserta didik kesadaran akan kemandirian atau memberikan kekuasaan kepadanya untuk menjadi individu.
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER
Maimunah Maimunah
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.506 KB)
|
DOI: 10.28944/afkar.v2i1.87
Indonesia pasca reformasi telah mengalami krisis multidimensi, utamanya keterpurukan moral pada sektor ekonomi, politik, dan pendidikan. Peristiwa Krisis dan penyimpangan perilaku siswa yang marak diiringi sebagian kecil perilaku bermasalah guru dan kepala sekolah telah menjadi salah satu embrio lahirnya kurikulum 2013. Lahirnya kurikulum 2013 juga menjawab berbagai persoalan dan perubahan kurikulum 2006, mengembalikan basis kompetensi sesuai amanat Undang-undang Pendidikan Nasional dengan pengintegrasian pendidikan berbasis karakter. Pemimpin pendidikan turut bertanggungjawab mensukseskan implementasi kurikulum 2013 termasuk pendidikan karakter pada semua jenjang. Salah satu kunci sukses bagi pemimpin pendidikan dipersyaratkan memiliki kepribadian berbasis akhlak karimah dalam rangka menerapkan pendidikan berkarakter. Siklus dan tahapan pendidikan karakter melalui kepemimpinan pendidikan dalam proses internalisasi, personifikasi, sosialisasi dan kulturalisasi nilai-nilai moral-spiritual melalui manajemen kompetensi kepribadian menjadi kunci efektif kepemimpinan pendidikan
Sumber Daya Pendukung Keberhasilan Pelaksanaan Kurikulum
Maimunah Maimunah
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.549 KB)
|
DOI: 10.28944/afkar.v2i2.96
Kurikulum dipandang sebagai suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggungjawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya. Hakikatnya setiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berpartisipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyarakat. setiap kurikulum, bagaimanapun polanya, selalu memiliki komponen-komponen tertentu, yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran, seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran, bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar, dan akhirnya evaluasi hasil belajar. Perbedaan kurikulum terletak pada penekanan pada unsur-unsur tertentu. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum di sekolah tidak terlepas dari beberapa sumber daya pendukung, sumber daya pendukung keberhasilan pelaksanaan kurikulum di antaranya adalah: manajemen sekolah, pemanfaatan sumber belajar, penggunaan media pembelajaran
SUMBER DAYA MANUSIA: ANTARA KUALITAS DAN KOMPETENSI
Maimunah Maimunah
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3009.624 KB)
|
DOI: 10.28944/afkar.v3i2.106
Agar suatu organisasi memiliki daya saing yang tinggi dalam skala global, maka organisasi tersebut harus mampu melakukan pekerjaan secara lebih baik, efektif, dan efesien dalam menghasilkan output yang berkualitas tinggi sumber daya manusia salah satu Faktor penentu sekolah yang berkualitas. Sekolah unggulan adalah sekolah yang secara terus-menerus meningkatkan kinerjanya dan menggunakan sumber daya yang dimilikinya secara optimal untuk menumbuhkembangkan prestasi siswa secara menyeluruh.Ini berarti bukan hanya prestasi akademis saja yang ditumbuh kembangkan, melainkan potensi psikis, fisik, etik, moral, religi, emosi, spirit, adversity, dan intelegasi.
METODE PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
Maimunah Maimunah
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (616.934 KB)
|
DOI: 10.28944/afkar.v5i1.107
Metode penggunaan media pembelajaran adalah suatu cara yang ditempuhdalam mencapai tujuan pembelajaran yang sudah di desain dan terencana untuk kepentingan pebelajaran atau strategi dalam merancang media pembelajaran yang akan diberikan pada siswa, dan seorang guru harus mampu mengindentifikasi berbagai karakteristik media pembelajaran yang digunakan, Apakah media yang yang digunakan sesuai dengan karakteristik materi pelajaran yang akan diberikan. Artinya media pembelajaran tersebut dapat menunjang kelancaran proses pembelajaran sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan bermakna.
KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN DASAR KONSEPTUALNYA
Maimunah Maimunah
Al-Afkar : Jurnal Keislaman & Peradaban Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (696.635 KB)
|
DOI: 10.28944/afkar.v5i1.133
Kepemimpinan Adalah cara untuk memimpin, sedikitnya terdapat empat alasan mengapa seorang pemimpin dibutuhkan. Pertama, secara alamiah manusia butuh untuk diatur. Kedua, dalam beberapa situasi seorang pemimpin perlu tampil mewakili kelompoknya. Ketiga, sebagai tempat pengambil alih resiko apabila terjadi tekanan terhadap kelompoknya. Keempat, sebagai tempat untuk meletakkan kekuasaan. Imamah atau kepemimpinan Islam adalah konsep yang tercantum dalam Al-Qur’an dan Assunah, yang meliputi kebutuhan manusia dari pribadi, keluarga, bahkan sampai ummat manusia atau kelompok. Konsep ini mencakup baik cara-cara memimpin demi terlaksananya ajaran Islam untuk menjamin kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat sebagai tujuan kepemimpinan Islam. Berdasarkan uraian di atas, dapat ditegaskan bahwa, kepemimpinan Islam adalah suatu proses atau kemampuan orang lain untuk mengarahkan dan memotivasi tingkah laku orang lain, serta ada usaha kerja sama sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadis untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA MTS: Pemecahan masalah: Motivasi: Polya
Feni Maisyaroh Agsya;
Maimunah Maimunah;
Yenita Roza
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol. 4 No. 2 (2019): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Mathematics Education Study Program, FKIP, Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (619.346 KB)
|
DOI: 10.23969/symmetry.v4i2.2003
Kemampuan pemecahan masalah menjadi kemampuan paling mendasar di dalam matematika yang harus dilatihkan guru kepada siswa. Motivasi belajar yang berbeda diantara siswa dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa sesuai dengan tingkatan motivas ibelajar (1) Tinggi, (2) Sedang (3) Rendah. Subjek dalam penelitian inia dalah 20 orang siswa kelas IX B MTs Thariqul Hidayah Danau Baru. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskripif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dant eknik non-tes, teknik tes menggunakan lembar tes kemampuan pemecahan masalah, teknik non-tes menggunakan angket motivasi belajar dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan motivasi belajart inggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang cenderung baik, siswa mampu mememuhi empat indikator pemecahan masalah menurut polya yaitu (1) memahami masalah, (2) membuat rencana, (3) melaksanakan rencana, (4) mengecek kembali. Siswa dengan motivasi belajar sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang, siswa mampu memenuhi indikator memahami masalah dan membuat rencana tetapi siswa bermasalah dalam melaksankan rencana penyelesaian.Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah yang juga rendah, siswa mampu memahami masalah tetapi tidak mampu menentukan rencana penyelesaian yang akan dipilih. Kata kunci : Kemampuan pemecahan masalah, Motivasi belajar, Teori polya
IMPLEMENTASI WAKALAH DALAM SIGHAT QABUL PERNIKAHAN (Analisis Pasal 29 Kompilasi Hukum Islam)
Norwili Norwili;
Maimunah Maimunah;
Kartika Sari
Al-Iqtishadiyah: Ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2018): Jurnal al-Iqtishadiyah
Publisher : Fakultas Studi Islam Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.171 KB)
|
DOI: 10.31602/iqt.v4i2.2048
Perwakilan kuasa (wakalah) sudah lazim dipraktikkan dalam akad muamalah seperti jual beli, pinjam-meminjam, gadai, shadaqah dan lain sebagainya. Demikian juga dalam hal yang berkaitan dengan ibadah, wakalah diperbolehkan dalam berbagai hal seperti haji, zakat, kurban dan juga pernikahan. Pernikahan yang sighat qabul seharusnya diucapkan sendiri oleh calon pengantin pria, namun dalam Islam diperbolehkan bahkan diatur dalam Undang-undang perkawinan Islam dalam pasal 29 Kompilasi Hukum Islam memunculkan sebuah pertanyaan mengapa bisa demikian? Sehingga diperlukan telaah yang lebih mendalam terhadap kebolehan perwakilan dalam sighat qabul pernikahan tersebut. Metode yang digunakan dalam telaah artikel ini adalah metode kepustakaan (library research) yang diambil dari sumber-sumber yang berkaitan dengan topic artikel ini. Hasil yang didapat dari telaah pustaka ini menunjukkan bahwa kebolehan untuk mewakilkan sighat qabul pernikahan dapat dilakukan hanya jika calon pengantin pria dalam keadaan yang tidak bisa mengucapkan sighat qabul (dharuriyah) dan sudah mendapat persetujuan dari pihak calon pengantin perempuan untuk mewakilkan sigat qabul tersebut untuk menghindari penyalahgunaan terhadap kuasa yang diberikan tersebut.