p-Index From 2021 - 2026
4.739
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Pengaruh Pemberian Madu pada Diare Akut Sofyan Cholid; Budi Santosa; Suhartono Suhartono
Sari Pediatri Vol 12, No 5 (2011)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp12.5.2011.289-95

Abstract

Latar belakang. Diare masih merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, tahun 2003 angka kesakitandiare meningkat menjadi 374 per 1.000 penduduk dan episode pada balita 1,08 kali per tahun, meningkatdibandingkan tahun 1996. Hasil studi laboratorium dan uji klinis, madu murni memiliki aktivitas bakterisidalyang dapat melawan beberapa organisme enteropathogenic.Tujuan. Menilai dan membuktikan bahwa pemberian madu pada pasien diare akut akan mengurangifrekuensi diare, lama rawat, dan meningkatkan berat badanMetode. Randomized controlled trial tersamar tunggal pada 70 subyek diare akut dengan diare ringan sedang,yang dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok suplementasi madu dan kontrol.Hasil. Perbedaan frekuensi diare antara 2 kelompok terjadi pada hari ke-2 (IK95% -2,87;-0,22), hari ke-4(IK95% -1,52;-0,08) dan hari ke-5 (IK95% -0,99;-0,04), p<0,05. Rerata lama rawat diare cair akut padakelompok suplementasi madu 59,46 jam (±3,89), kelompok kontrol 71,20 jam (±3,89) dengan nilai p=0,036(IK95% -22,71;-0,77). Perawatan hari ke 3 kelompok suplementasi madu mengalami kesembuhan 50%,kelompok kontrol 25%. Proporsi kenaikan berat badan pada kelompok suplementasi 82,9% sedangkankelompok kontrol 80% dengan nilai p=0,947.Kesimpulan. Pemberian madu terbukti menurunkan frekuensi diare pada hari ke 2, 4, dan 5, memperpendeklama perawatan serta kesembuhan 50% yang terjadi di hari ke-3.Tidak terdapat perbedaan kenaikan beratbadan pada kedua kelompok.
Pengaruh Suplementasi Seng Terhadap Insidens Diare dan Tumbuh Kembang Anak pada Usia 24-33 Bulan BRW. Indriasari; JC. Susanto; Suhartono Suhartono
Sari Pediatri Vol 14, No 3 (2012)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.017 KB) | DOI: 10.14238/sp14.3.2012.147-51

Abstract

Latar belakang.Defisiensi seng sangat sering terjadi pada anak-anak di negara berkembang. Suplementasi seng dapat menurunkan insidens diare, memperbaiki defisiensi seng, serta memperbaiki pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan.Membuktikan pengaruh suplementasi seng 20 mg dua kali seminggu selama 12 minggu terhadap insidens diare serta tumbuh kembang pada anak usia 24-33 bulan. Metode.Penelitian eksperimental dengan double-blind, randomized controlled trial, dilakukan di beberapa kelompok PAUD di Kelurahan Tandang, Semarang pada Desember 2010-Februari 2011. Seratus anak usia 24-33 bulan secara random dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok perlakuan (n=50) menerima 5 cc sirup seng elemental 20 mg dua kali seminggu dan kelompok kontrol (n=50) menerima 5 cc sirup plasebo dua kali seminggu selama 12 minggu. Kadar seng plasma diperiksa sebelum perlakuan. Pertumbuhan dinilai dengan antropometri (berat badan, tinggi badan) dan perkembangan (skor bahasa, visual motorik) menggunakan Capute scale test, diukur sebelum dan setelah perlakuan. Data morbiditas diare dan pengukuran tinggi badan dan berat badan dicatat dan diukur setiap 2 minggu, perkembangan kognitif dipantau setiap 4 minggu saat kunjungan rumah. Uji statistik dilakukan dengan Chi-square dan Mann-Whitney test.Hasil. Insidens diare pada kelompok perlakuan 34%, risiko relatif 1,32 (95% IK=0,89-1,95), sedang pada kontrol 22%. Rerata kadar seng serum pada kelompok perlakuan dan kontrol rendah (<60 mcg/dL) dengan nilai p=0,059. Rerata perubahan skor WAZ dan HAZ kelompok perlakuan sama dengan kontrol 0,11 dengan nilai p=0,098. Rerata perubahan skor WHZ kelompok perlakuan 0,19 dan kontrol 0,32 dengan nilai p=0,647. Perubahan skor bahasa kelompok perlakuan 7,72 dan kontrol 6,98 dengan nilai p=0,319 dan perubahan skor visual motorik kelompok perlakuan 6,30 dan kontrol 5,78 dengan nilai p=0,342.Kesimpulan.Suplementasi seng 20 mg dua kali seminggu selama 12 minggu tidak menurunkan insidens diare pada kelompok perlakuan. Terjadi percepatan pertumbuhan serta perubahan skor bahasa dan visualmotorik pada kelompok perlakuan tetapi dengan uji statistik tidak ada perbedaan bermakna.
Kadar Oksidan yang Tinggi Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Hemolisis pada Neonatus Sepsis Kamilah Budhi R; Asril Aminullah; Soeharyo Hadisaputro; Ag Soemantri; Suhartono Suhartono
Sari Pediatri Vol 14, No 3 (2012)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.352 KB) | DOI: 10.14238/sp14.3.2012.198-204

Abstract

Latar belakang. Sepsis merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatus. Penyebab hemolisis pada neonatos meliputi: fisiologis, proses imun, stres oksidatif, aktivasi komplemen, kelainan eritrosit, enzim hemolisin. Penyebab hemolisis pada neonatus sepsis belum banyak diteliti. Tujuan. Membuktikan bahwa kadar oksidan (MDA) yang tinggi sebagai faktor risiko terjadinya hemolisis pada neonatus sepsis.Metode. Penelitian di RS Dr. Kariadi, Semarang tahun 2009, desain observasional prospektif dengannested case – controlpada 94 neonatus sepsis terdiri 47 kelompok kasus (hemolisis positif ) dan 47 kontrol (hemolisis negatif ). Diagnosis sepsis ditegakkan dengan kriteria SIRS (systemic inflammatory response syndrome)1 atau lebih, gejala klinik, pemeriksaan laboratorium atau penunjang lain. Hemolisis ditegakkan dengan metode indeks retikulosit >3, hari ke-1 dan ke-3. Pemeriksaan faktor risiko kadar MDA, GPx dengan metode spektrofotometri, vitamin C dengan metode colorimetric assay, vitamin E dengan metode ELISA, hemolisin dengan kultur darah media agar darah. Uji hipótesis menggunakan Chi-square, OR (95% Cl), Mantel-Haenszeldan regresi logistik.Hasil. Kejadian hemolisis pada neonatus sepsis 49%. Kadar MDA kelompok kasus (5,3±2,06) lebih tinggi bermakna dibanding kelompok kontrol (3,3±1,27) p=0,0001. Analisis bivariat, kadar MDA tinggi (>2,90 ng/dL) merupakan faktor risiko hemolisis pada neonatus sepsis (OR 11,6; 95% CI 2,5-54,1) Analisis multivariat, kadar MDA tinggi (> 2,90 ng/dL) dengan memperhitungkan interaksi GPx (OR 5,16; 95%CI 1,22-21,86), vitamin E (OR 5,77; 95%CI 1,49-22,26) dan vitamin C (OR 11,26:2,38-53:30) merupakan faktor risiko kejadian hemolisis pada neonatus sepsis. Hemolisin belum dapat dibuktikan Kesimpulan. Kadar oksidan (MDA) yang tinggi (>2,90 ng/dL), merupakan faktor risiko terjadinya hemolisis pada neonatus sepsis.
Co-Authors Ag Soemantri Agung Purwanto Agus Hardiyanto Agus Suwandono Alberta Widya Kristanti Alfadhylla Rosalina Wibisono Ali Rosidi Anies Anies Apoina Kartini Aqmariza Wisnu Wijayanti Ari Suwondo Arif Iskandar Aris Puji Widodo Arsep Liyenti Arulita Ika Fibriana Asril Aminullah Astri Yulia Sari Lubis Ayun Sriatmi Bagoes Widjanarko Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Banundari Rachmawati Bayu Chondro Purnomo Besari Adi Pramono BRW. Indriasari Budhi Setianto Budi Mulyono Budi Santosa Budiono Budiono Budiyono Budiyono Cahya Rosyida, Desta Ayu Chriswardani Surayawati Cyuzuzo Callixte Delfina Benga Devi Ayu Susilowati Dewi Sulistyoningrum Dharminto Dharminto Diyah Fatmasari Djoko Tri Hadi Lukmono Dodik Tugasworo Pramukarso Dwi Pudjanarko Dwi Pudjonarko Dwi Septiana Dwi Sutiningsih Dwiyan Yogaswara Dyah Ratri Nurjanah Elvira Yunita Eny Rahayu Erlin Fitria Dewi Erna Setiawati Evi Rahmiyati Fitriana Fitriana Hanan Lanang Dangiran Hanifah Ardiani Hardhono Susanto Hartuti Purnaweni Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Hertanto Wahyu Subagio I Made Widagda Ibrahim, Mochammad Malik Ida Ariyanti Ida Fitri Leksanawati Ignatius Riwanto, Ignatius Imam Djamaluddin Mashoedi JC. Susanto Juliana, Cut Jumianti Lestari Thamrin K. Heri Nugroho HS, K. Heri Kamilah Budhi Kamilah Budhi Kamilah Budhi R Karina Astari Kartika Ikawati Komsiyah, Komsiyah Kukuh Purwo Saputro Kusuma Yati Alim Laliyanto Laliyanto Latifa Rachmawati Lia Anjar Nur Zhamaroh Lisyani Budipardigdo Suromo Lopulalan Octovianus Luthfiyatul Mustafidah M. Sakundarno Adi Mada Gautama Mahalul Azam Marek Samekto Maria Eka Patri Y Maria Mexitalia Marisa Gita Putri Markus Kaban Martha Irene Kartasurya Martini Martini Mateus Sakundarno Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Meiny Suzery Meita Hendrianingtyas Melyana Nurul Widyawati Mexitalia Setiawati Mexitalia Setiawati Mexitalia Setiawati Muchlis Achsan Udji Sofro Muchlis AU Sofro Muhamad Rofi’i Muhammad Hussein Gasem Mulia Syakira Ramadhani Munaya Fauziah Mursid Raharjo Muslih Muslih Neni Susilaningsih Ni Kadek Armini Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Noor Pramono Norra Hendarni Wijaya Nunik Tri Utami Nur Endah Wahyuningsih Nurahmi Nurahmi Nuraini Nuraini Nurhayani Nurhayani Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nurjazuli Nyoman Suci Widyastiti Ocky Karna Radjasa Onny Setiani Paulina Pida Perigrinus Hermin Sebong Purwanto Adhi Pireno Rahayu Utami Raihan Mahesa Ardiansyah Rizky Aulia Salsabila AM Rizqiana Fauziyyah Rr. Sri Ratna Rahayu Runjati Santri Pertiwi Sari Ningsih Selamat Budijitno Shofa Chasani Siti Hajar Husni Slamet Ali Mashar Soeharyo Hadisaputro Sofyan Cholid Sri Achadi Nugraheni Sri Djokomoeljanto Sri Wahyuningsih Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Sultana M.H Faradz Susanti Lestari Sutopo Patria Jati Sutopo Patria Jati Syarief Thaufik Tansya Sushan Purnaningrum Thijs Eijsvogels Tjahjono Kuntjoro Tonny Bachtiar Tri Indah Winarni Tri Joko Tuti Sandra Udin Bahrudin Uswatun Khasanah Widya Widya Yasinta Dian Kurniawati Yulizar Yulizar Yundri Yundri Yundri Yundri Yusniar Hanani Darundiati Zhafran Hafizhki Zubaeda Zubaeda