Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Yurisprudensi Inquiry untuk Meningkatkan Good Citizens Peserta Didik Sarilan Sarilan; Nunuk Suryani; Muhammad Akhyar; Hasan Suryono
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.10224

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji mengenai implementasi model pembelajaran sejarah berbasis Yurisprudensi Inquiry untuk meningkatkan good citizens peserta didik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan pendekatan ini dapat memahami, mengamati, menganalisa dan mengkaji lebih akurat dan komprehensif penerapan model pembelajaran sejarah berbasis Yurisprudensi Inquiry untuk meningkatkan good citizens peserta didik. Hasil temuan penelitian adalah sebagai berikut: a) penerapan model pembelajaran sejarah berbasis Yurisprudensi Inquiry dapat membentuk peserta didik yang memiliki sikap kritis, berpikir sistematis, mampu bernegosiasi, memahami perbedaan pendapat dan mendiskusikan kebijakan pemerintah dan isu-isu sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, b). Tahap pembelajaran Yurisprudency Inquiry adalah Orientasi Kasus/Permasalahan, Identifikasi Isu, Penetapan Posisi/Pendapat, Menyelidiki Cara Berpendirian/Pola Argumentasi, Memperbaiki dan Mengkualifikasi Posisi, dan Melakukan Pengujian Asumsi-Aumsi terhadap Posisinya/Pendapatnya, c) Good citizenship merupakan sebuah masyarakat yang hidup dalam keadaan damai, sejahtera, tenteram, aman, dan memiliki apresiasi yang besar terhadap perbedaan, dan karakter warga negara yang baik.
Students’ mathematical literacy skill in term of gender differences: A comparative study Edy Suprapto; Nunuk Suryani; Siswandari Siswandari; Mardiyana Mardiyana
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 12, No 4: December 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v12i4.27224

Abstract

The emergence of the 21st century requires the younger generation to be able to face increasingly fierce global competition. One of the skills needed by the younger generation in this century is mathematical literacy. This ability needs to be improved in learning at school. One important factor that must be considered in learning mathematics literacy is gender differences. Therefore, this study aims to identify students' literacy abilities and find out the differences between male and female students at Madiun State Middle School. This research uses a quantitative approach in the form of a comparative study. The research sample of 336 students was analyzed using descriptive analysis and the Mann-Whitney test. The results of the study concluded that the ability of female students’ mathematical literacy was much higher than that of male students. Female students excel in terms of representation, modeling, mathematical communication, and problem posing and solving skills. Meanwhile, male students excel in terms of using math symbols and mathematical thinking and reasoning.
BAHAN AJAR DIGITAL DALAM MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL PERJUANGAN LASKAR RAKYAT HIZBULLAH UNTUK MENANAMKAN NILAI NASIONALISME GENERASI MILENIAL Agus Mastrianto; Sariyatun Sariyatun; Nunuk Suryani
PROCEEDING UMSURABAYA 2020: Proceedings Conference of Elementary Studies 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda Indonesia atau yang saat ini sering disebut sebagai generasi milenial melalui bahan ajar digital ke dalam materi pembelajaran sejarah lokal. Metodologi yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan, wawancara dan observasi partisipatoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewasa ini, generasi milenial tengah dihadapkan pada lemahnya rasa nasionalisme sebagai akibat dari kuatnya pengaruh masyarakat global, sehingga menyebabkan perubahan pola perilaku dan pola pikir masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan suatu solusi untuk menanamkan dan memperkuat nilai-nilai nasionalisme generasi muda Indonesia, yaitu melalui pembelajaran sejarah yang berbasis kearifan lokal. Melalui pembelajaran sejarah lokal, pendidik dapat mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme ke dalam materi sejarah yang memuat peristiwa perjuangan masyarakat di suatu daerah. Salah satu peristiwa perjuangan masyarakat yang dapat dijadikan pedoman untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme adalah perjuangan Laskar Rakyat Hizbullah yang ada di wilayah Lampung. Laskar Rakyat Hizbullah merupakan bukti perjuangan para ulama dan santri dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Mengingat bahwa Indonesia kini tengah berada pada era revolusi industri, 4.0 maka kecanggihan teknologi saat ini harus dapat disinergisitaskan dengan dunia pendidikan. Bentuk sinergisitas teknologi dengan pembelajaran ialah dalam bentuk bahan ajar digital.
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA DIGITAL Bahtiar Afwan; Nunuk Suryani; Deny Tri Ardianto
PROCEEDING UMSURABAYA 2020: Proceedings Conference of Elementary Studies 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Era digital saat ini memudahkan manusia dalam penyampaian informasi. Hal ini juga berpengaruh dalam lingkup pendidikan khususnya pembelajaran sejarah di sekolah. Pembelajaran sejarah harus menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi pada era digital saat ini agar tujuan dari proses pembelajaran sejarah dapat tercapai. Pembelajaran sejarah saat ini masih dianggap sebagai mata pelajaran membosankan yang menyebabkan partisipasi peserta didik juga cenderung pasif. Sehingga hal ini dapat berdampak pada rendahnya kompetensi peserta didik dalam mata pelajaran sejarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan media interaktif sebagai kebutuhan pembelajaran sejarah di era digital. Penelitian ini melibatkan 1 guru mata pelajaran sejarah dan 20 siswa pada salah satu sekolah menengah atas di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan  observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran sejarah disebabkan oleh terbatasnya penggunaan media digital yang digunakan dalam proses pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan multimedia interaktif sangat dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran sejarah dalam meningkatkan kompetensi peserta didik di era digital.Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah, Multimedia Interaktif, Era Digital, Analisis KebutuhanÂ