Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KESEHATAN KELUARGA MELALUI PEMBERDAYAAN KADER MASYARAKAT DENGAN CEGAH STUNTING DAN PEMANFAATAN SAMPAH MENJADI MEDIA EDUKASI ANAK DI DESA JEKULO KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS Indah Puspitasari; Indanah Indanah; Sukesih Sukesih; Dhina Cahya Rohim; Muhammad Adib Jauhari; Achmad Ridwan
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1719

Abstract

Indikator keluarga sehat yaitu balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan. Hal ini penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak sudah sesuai dengan usianya, serta mendeteksi secara dini bilamana terdapat gangguan pada pertumbuhannya. Gangguan pertumbuhan pada anak yakni stunting. Prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia sebanyak 24,4% pada 2021. Target pemerintah untuk prevalensi stunting di Indonesia turun menjadi dibawah 14% pada tahun 2024. Untuk itu, target penurunan prevalensi stunting setiap tahun harus berkisar 2,7%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada intervensi gizi sensistif yakni memberikan pendidikan pengasuhan pada orang tua melalui pemberdayaan kader mengenai edukasi stunting dan pencegahannya serta pemanfaatan sampah agar bisa digunakan menjadi media edukasi anak di rumah. Kegiatan ini melibatkan 30 kader di Desa Jekulo. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pemberian penyuluhan mengenai kesehatan keluarga melalui deteksi dini, pencegahan, dan penanganann stunting, serta penyuluhan kesehatan lingkungan hingga demontrasi membuat media edukasi anak dari pemanfaatan sampah. Akhir kegiatan, respon positif dirasakan para kader karena mendapatkan pengetahuan tentang stunting dan pemanfaatan sampah guna mendukung turunnya angka kejadian stunting dan meningkatkan kesehatan lingkungan
PEMAHAMAN KEKERASAN SEKSUAL SERTA AKIBATNYA PADA KESEHATAN MENTAL ANAK Dhina Cahya Rohim; Tri Suwarto; Islami Islami; Fathimah Isnina; Mohamad Aris Prasetiyanto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2137

Abstract

Kekerasan seksual yang terjadi pada anak dapat berakibat fatal terutama dampak fisik, psikis dan sosial. Pendidikan bagi orang tua sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual terhadap anak. Oleh karena itu, perlu menguasai pemahaman tentang kekerasan seksual itu sendiri dan akibatnya, terutama terhadap kesehatan mental anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Tim pengabdi mencoba memberikan pemahaman kepada anggota PCA di desa. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa diskusi tanya jawab. Kegiatan ini dilakukan dalam dua sesi dalam satu hari kegiatan dengan durasi 45-60 menit per sesi. Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan lancar. Beberapa tujuan dari kegiatan ini sesuai dengan rencana tim sehingga output yang diharapkan dapat tercapai. Dengan diselenggarakannya kegiatan yang bertemakan Pendidikan Kekerasan Seksual dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental Pada Anak ini, diharapkan para peserta mampu memberikan kasih sayang kepada putra-putrinya dengan membangun komunikasi yang baik dan sikap keterbukaan sehingga tidak ada yang disembunyikan dari anak-anak.
Development of 3D Animated Story Media Through DRTA Strategy to Improve Reading Comprehension Skills of Elementary School Students Manggalastawa, Manggalastawa; Rohim, Dhina Cahya; Hana, Fida Maisa; Kalimah, Sinta Nur
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 18 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v18i1.8243

Abstract

Reading comprehension is a fundamental literacy skill that supports students’ learning across various subjects. However, observations in elementary schools show that many students still struggle to understand narrative texts due to limited comprehension skills and the lack of engaging and innovative learning materials. At the same time, technological advancements provide opportunities to develop digital learning media that can enhance motivation and comprehension. One promising innovation is the use of 3D animated stories, which can present narrative content in a more vivid, interactive, and meaningful way. This study aims to develop 3D animated story learning media integrated with the Directed Reading Thinking Activity (DRTA) strategy to improve the reading comprehension skills of fourth-grade elementary school students. The research employed the ADDIE development model and was conducted at an elementary school in Kudus Regency, Central Java, Indonesia. The developed product consists of 3D animated learning media and a learning guidebook. Validation results from media experts, subject matter experts, and elementary school learning device experts indicated that the product was highly valid. Field testing showed an improvement in students’ reading comprehension, as reflected by higher posttest scores compared to pretest scores. The effectiveness test revealed a high N-Gain value of 0.73. In addition, practicality assessments through student and teacher questionnaires produced very positive results, with scores of 94% and 87.5%, respectively. These findings indicate that 3D animated stories integrated with the DRTA strategy are effective and practical for improving elementary students’ reading comprehension, particularly in narrative text learning.
PENGARUH MODEL THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA FLASHCARD MONTARA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR DI SEKOLAH DASAR Saharani, Safira; Rohim, Dhina Cahya; Nugraha, Yoga Awalludin
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i4.8275

Abstract

This study aims to test the effectiveness of the Think Pair Share (TPS) learning model integrated with ethnomathematics-based flashcards (montara) on mathematics learning outcomes in elementary school mathematics. This study used a quasi-experimental design involving two groups: experimental class 1, which implemented the TPS model with the aid of montara flashcards, and experimental class 2, which used the TPS model without the media. Data collection was conducted using test instruments (pretest and posttest) to measure students' conceptual understanding. The results of the statistical analysis showed a significant difference, with the average posttest score for experimental class 1 reaching 91.50, higher than that of experimental class 2, which obtained an average of 82.63. An independent sample t-test yielded a significance value (2-tailed) of 0.001 (<0.05), confirming the positive influence of the use of local culture-based media in the cooperative model on student academic achievement. The conclusion of this study confirms that the integration of the TPS model with contextual visual media not only improves learning outcomes but is also effective in introducing Indonesian cultural values ??to students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Think Pair Share (TPS) yang diintegrasikan dengan media flashcard berbasis etnomatematika (montara) terhadap hasil belajar matematika materi bangun datar di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan melibatkan dua kelompok, yakni kelas eksperimen 1 yang menerapkan model TPS dengan bantuan media flashcard montara, dan kelas eksperimen 2 yang menggunakan model TPS tanpa media tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes (pretest dan posttest) untuk mengukur pemahaman konsep siswa. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan, di mana nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 1 mencapai 91,50, lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen 2 yang memperoleh rata-rata 82,63. Uji independent sample t-test menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,001 (< 0,05), yang mengonfirmasi adanya pengaruh positif penggunaan media berbasis budaya lokal dalam model kooperatif terhadap capaian akademik siswa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi model TPS dengan media visual yang kontekstual tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga efektif dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya Nusantara kepada peserta didik.  
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA POWTOON DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI PECAHAN Alfayani, Dafina; Rohim, Dhina Cahya; Prasetiyanto, Moh. Aris
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i4.8276

Abstract

This study aims to test the effectiveness of using Powtoon media with the Problem Based Learning (PBL) model based on ethnomathematics in improving students' problem-solving skills on fraction material. The research was conducted at SD Muhammadiyah Gribig, with two experimental groups receiving different treatments. The first experimental group received learning with the PBL model using Powtoon media based on ethnomathematics, while the second experimental group only used the PBL model. This study employed a nonequivalent control group design, with pretest and posttest to measure the difference in students' abilities before and after the treatment. The analysis results show that the use of Powtoon with the ethnomathematics-based PBL model is effective in improving students' problem-solving abilities, as evidenced by the paired sample t-test and N-Gain scores, which indicate significant improvement in the first experimental group. This research contributes to the development of interactive and contextual digital media-based mathematics learning, enhancing students' interest and understanding of mathematical material. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media powtoon dengan model Problem Based Learning (PBL) berbasis etnomatematika dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi pecahan. Penelitian dilakukan di SD Muhammadiyah Gribig, dengan dua kelompok eksperimen yang diberi perlakuan berbeda. Kelompok eksperimen 1 mendapatkan pembelajaran dengan model PBL berbantu media powtoon berbasis etnomatematika, sementara kelompok eksperimen 2 hanya menggunakan model PBL. Penelitian ini menggunakan desain nonequivalent control group design, dengan pretest dan posttest untuk mengukur perbedaan kemampuan siswa sebelum dan setelah diberi perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan powtoon dengan model PBL berbasis etnomatematika efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, yang terbukti dari nilai uji paired sample t-test dan skor N-Gain yang menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas eksperimen 1. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran matematika berbasis media digital yang interaktif dan kontekstual, serta meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi matematika.    
PENGGUNAAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMEN (TGT) BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Maulida, Arbia Faza; Rohim, Dhina Cahya; Abshor, Devy Aufia
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i4.8277

Abstract

This study aims to explore the use of the Teams Games Tournament (TGT) learning model based on the traditional game congklak to enhance the critical mathematical thinking skills of elementary school students. The research employs a quantitative method with a quasi- experimental design, involving two experimental groups from two elementary schools in Kudus Regency, Central Java. The study was conducted by administering pretests and posttests to measure the improvement in students' critical thinking abilities after the implementation of the learning model supported by the traditional game congklak. The results indicate that the use of the TGT model, supported by congklak, significantly improved students' critical thinking skills, with the posttest average score of the experimental group 1 (83.9) being higher than the posttest average score of experimental group 2 (78.0). Furthermore, the paired sample t-test results show a very low significance value (0.000), indicating a significant improvement in students' critical thinking skills after the implementation of the model. This study recommends that teachers integrate traditional games as a learning medium that is not only enjoyable but also effective in enhancing students' critical thinking abilities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbasis permainan tradisional congklak dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, yang melibatkan dua kelompok eksperimen pada dua sekolah dasar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran berbasis permainan tradisional congklak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Teams Games Tournament (TGT) yang didukung oleh permainan congklak mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, dengan nilai rata- rata posttest kelompok eksperimen 1 (83,9) yang lebih tinggi dibandingkan kelompok eksperimen 2 (78,0). Selain itu, hasil uji paired sample t-test menunjukkan signifikansi yang sangat rendah (0,000), yang mengindikasikan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa setelah penerapan model tersebut. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi guru untuk mengintegrasikan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.  
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN GAME EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN IPAS SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Zulaihah, Siti Maulida; Rahmawati, Septina; Nugraha, Yoga Awalludin; Rohim, Dhina Cahya; Abshor, Devy Aufia
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8712

Abstract

The low level of active involvement and the suboptimal use of interactive media in science learning in elementary schools have triggered the need for media innovations that can stimulate students' critical thinking skills, especially in energy material. This study aims to test the effectiveness of using Canva-based educational games as an alternative visual and interactive learning media. Using a quantitative approach with a quasi-experimental design of the Nonequivalent Control Group Design type, this study involved 59 third-grade students divided into experimental and control classes. Data analysis was carried out through prerequisite tests and hypothesis testing using the Independent Sample t-test, which produced a significance value (2-tailed) of 0.000 (<0.05), indicating a significant difference between the two groups. Furthermore, the calculation of the N-Gain test in the experimental class recorded an average increase of 0.79, which is included in the high category. The conclusion of this study proves that the implementation of Canva-based educational games is very effective in improving students' critical thinking skills in science subjects, so it is recommended as an innovative learning medium that can create a more interesting and meaningful learning atmosphere. ABSTRAK Rendahnya keterlibatan aktif dan kurang optimalnya penggunaan media interaktif dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar menjadi pemicu perlunya inovasi media yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya pada materi energi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan game edukatif berbasis Canva sebagai alternatif media pembelajaran yang visual dan interaktif. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe Nonequivalent Control Group Design, penelitian ini melibatkan 59 siswa kelas III yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat serta uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test, yang menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Selanjutnya, perhitungan uji N-Gain pada kelas eksperimen mencatat rata-rata peningkatan sebesar 0,79, yang termasuk dalam kategori tinggi. Simpulan penelitian ini membuktikan bahwa implementasi game edukatif berbasis Canva sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS, sehingga direkomendasikan sebagai media pembelajaran inovatif yang dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan bermakna.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Berbantu Media COPER (Corong perkalian) terhadap Hasil Belajar Matematika SD Muhammadiyah Dina Wahyu Ariyandini; Dhina Cahya Rohim; Moh. Aris Prasetiyanto
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3725

Abstract

Rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas III SD Muhammadiyah Kriyan, khususnya pada materi perkalian, menunjukkan bahwa pembelajaran yang berlangsung masih belum mampu memberikan pengalaman konkret dan melibatkan siswa secara aktif. Model pembelajaran yang diterapkan cenderung bersifat konvensional dan belum mengakomodasi kebutuhan siswa untuk belajar secara kooperatif, kompetitif, dan bermakna, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman konsep dasar matematika. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament  (TGT) berbantu media konkret COPER terhadap hasil belajar matematika siswa. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe nonequivalent control group design, melibatkan satu kelas eksperimen yang belajar menggunakan TGT berbantu COPER dan satu kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar, angket respons siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan rata-rata peningkatan 31,08 pada kelas eksperimen dan 27,13 pada kelas kontrol. Media COPER terbukti membantu siswa memahami konsep perkalian secara konkret, sementara model TGT meningkatkan motivasi, aktivitas, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan model TGT berbantu media COPER efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan kombinasi model kooperatif dan media konkret sebagai strategi pembelajaran inovatif pada materi matematika.
Early algebra in elementary schools: Trends, approaches, and challenges Fitrianna, Aflich Yusnita; Rohim, Dhina Cahya
Pi Radian: Journal of Mathematics Education Vol. 3 No. 2 (2025): Pi Radian Journal
Publisher : CV. Pustaka Literasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63214/piradian.v3i2.pp107-124

Abstract

Early algebra constitutes an essential foundation in elementary education because it supports students’ relational reasoning, structural understanding, and generalization abilities from an early age. However, many studies indicate that algebra instruction in elementary schools remains dominated by procedural arithmetic approaches, which often lead to persistent conceptual difficulties and misconceptions, particularly during the transition to formal algebra. Therefore, this study aims to review and synthesize research on early algebra in elementary education to provide a systematic overview of research foci, instructional approaches, and existing limitations and research gaps. This study employed a literature review of articles retrieved from Google Scholar using the keywords early algebra, early algebra in elementary schools, and early algebra in primary education published between 2020 and 2025. A total of 49 articles were collected and screened based on relevance criteria, resulting in 39 articles for analysis. The research instrument was an article analysis sheet, and the data were analyzed using thematic analysis by classifying the articles into eight categories of study. The results show that early algebra research primarily focuses on identifying students’ difficulties and misconceptions, particularly related to variables, the meaning of the equal sign, and the arithmetic-to-algebra transition. Dominant instructional approaches include multiple representations, pattern- and relationship-based tasks, problem-based learning, and game-based learning. The findings also highlight the importance of teacher competence, curriculum coherence, and policy support in early algebra implementation. This study recommends strengthening concept-oriented instruction, enhancing teacher professional development, and conducting further research on the sustainability and scalability of early algebra implementation
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI IPAS KELAS V SEKOLAH DASAR aufaa rihhadatul aisy; Septina Rahmawati; Yoga Awalludin Nugraha; Dhina Cahya Rohim; Moh. Aris Prasetiyanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7926

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the cooperative learning model Student Team Achievement Division (STAD) on students’ learning interest and achievement in the subject of Integrated Science and Social Studies (IPAS) for fifth-grade students at SD 3 Pedawang. The research employed a quasi-experimental method using a non-equivalent control group design. The participants consisted of an experimental class taught using the STAD model and a control class taught using conventional methods. The research instruments included a learning achievement test and a learning interest questionnaire, both of which met the criteria for validity, reliability, item difficulty, and discrimination power. Data analysis was conducted through normality and homogeneity tests, paired sample t-test, independent sample t-test, and N-Gain calculation. The findings reveal that the implementation of the STAD model significantly improved both students’ learning achievement and interest compared to conventional methods. The average post-test score of the experimental class was higher than that of the control class, with the improvement categorized as moderately effective based on the N-Gain results. Furthermore, students in the experimental class demonstrated a significant increase in learning interest, marked by active participation, positive social interaction, and higher learning motivation. This study extends previous research by highlighting the relevance of STAD in IPAS learning at the elementary school level and emphasizes the teacher’s role as a facilitator in creating a collaborative and engaging learning environment. STAD can serve as an alternative instructional strategy to support the implementation of the student-centered Kurikulum Merdeka.