Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG TALAS DAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BISKUIT BEBAS GLUTEN Ismail, Nhovita Maimun; Bait, Yoyanda; Kasim, Rahmiyati
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i01.17203

Abstract

Biskuit merupakan salah salah satu jenis kue kering yang memiliki citarasa manis, berbentuk kecil dan dibuat dengan cara pemanggangan dan berbahan dasar tepung terigu, kuning telur, margarin dan gula halus. Dengan menggunakan tepung talas dan tepung tapioka dapat menghasilkan produk biskuit yang bebas gluten. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh substitusi tepung tapioka dan tepung talas terhadap karakteristik kimia dan organoleptik biskuit bebas gluten. Rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 perlakuan perbandingan tepung talas dan tepung tapioka yaitu P0 (100:0) , P1 (75:25), P2 (50:50) dan P3 (25:75). Data diolah menggunakan ANOVA. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan pengaruh nyata pada taraf p0,05 dan pengujian dilakukan dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan nilai kadar air biskuit bebas gluten berkisar antara 1.49%-2.16%, kadar protein berkisar 2.45%-10.95%, lemak berkisar 9.98%-11.19%, karbohidrat berkisar 75.33%-82.52% dan serat 1.87%-3.41%. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap protein, lemak, karbohidrat, serat dan pada kadar air dan kadar abu tidak memberikan pengaruh nyata. Sedangkan pada pengujian organoleptik meliputi warna dengan skor 4,6 – 5,4 (agak suka sampai suka), rasa dengan skor 5,1 – 5,6 (suka), aroma dengan skor 5,0 – 5,3 (suka) dan tekstur dengan skor 4,9 – 5,6 (agak suka sampai suka). Perlakuan terbaik dari penelitian ini yaitu pada P1 dengan perbandingan tepung talas 75 gr dan tepung tapioka 25 gr.
SUBSTITUSI TEPUNG KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L) DALAM UPAYA PENINGKATAN NILAI GIZI PRODUK WAPILI (WAFFLE) Duda, Rahmatika; Bait, Yoyanda; Ahmad, Lisna
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i01.17104

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kecambah kacang hijau terhadap karakteristik kimia dan organoleptik kue wapili (waffle). Rancangan Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, dengan 5 perlakuan yaitu :P0 (100% tepung terigu :0% tepung kecambah kacang hijau), P1 (90% tepung terigu :10% tepung kecambah kacang hijau), P2 (80% tepung terigu :20% tepung kecambah kacang hijau), P3 (70% tepung terigu :30% tepung kecambah kacang hijau), dan P4 ( 60% tepung terigu :40% tepung kecambah kacang hijau). Hasil penelitian menunjukan P4 (40% tepung kecambah kacang hijau) merupakan perlakuan yang menghasilkan komponen proksimat yang tertinggi dan juga aktivitas antioksidan serta parameter organoleptik yang disukai yaitu kadar protein (15,04%), kadar abu (1,80%), kadar air (31,47%) dan kadar lemak (4,81%), kadar karbohidrat (45,80%), aktivitas antioksidan (215,82 ppm), serta uji organoleptik dari segi warna (suka), aroma (agak suka), rasa (suka) dan tekstur (agak suka).
MUTU MIKROBIOLOGIS KECAP IKAN TERI (stolepherus spp) DENGAN KONSENTRASI GULA AREN SELAMA PENYIMPANAN DI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) WANWIN Galai, Arfat Z; Bait, Yoyanda; Ahmad, Lisna
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i01.19059

Abstract

Kecap ikan merupakan pangan olahan tradisional dari hasil laut yang dibuat secara fermentasi dan telah lama dikenal.Pada pembuatan kecap ikan ini menggunakan Konsentrasi gula aren yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan gula aren sebagai pengawet secara alami dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogenpada kecap ikan teri.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu konsentrasi Gula aren (P0) 350 gram, (P1) 400 gram, (P2) 450 gram, (P3) 500 gram. Data dianalisis dengan uji statistis Analisis of variance (ANOVA).Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dengan konsentrasi gula aren yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhanKapang/Khamir, Organoleptik (warna,tekstur, rasa, danaroma), Nilai pH, dan kadar air. Penambahan gula aren dengan konsentrasi 500 gram memiliki jumlah Kapang 1,0 x 10¹ CFU/g, Khamir 3,6 x 10¹ CFU/g, nilai pH 5-6, kadar air 37,5%, dan hasil Organoleptik dari semua perlakuan dengan konsentrasi gula aren berada pada skalah agak suka sampai suka (5-6)
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA KEJU ANALOG DARI SUSU KACANG SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI ENZIM RENNET Lanur, Syima; Bait, Yoyanda; Engelen, Adnan
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 1 (2025): Maret (Edisi Khusus Kacang Sacha Inchi)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i1.29995

Abstract

Keju analog merupakan jenis keju yang terbuat dari protein nabati mengganti protein hewanidan meniru tekstur dan rasa dari keju asli. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahuiapakah konsentrasi enzim rennet dapat mempengaruhi karakteristik fisikokimia keju analogdari susu kacang sacha inchi (Plukenetia volubilis L.). Rancangan penelitian yang digunakandalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasienzim rennet 1%, 2%, 3%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Berdasarkan hasilpenelitian pada keju analog dari susu kacang sacha inchi dengan konsentrasi enzim rennetyang berbeda menunjukkan bahwa enzim rennet mempengaruhi karakteristik fisikokimiakeju analog yaitu kadar protein, kadar asam lemak bebas, kadar air, rendemen, viskositas,total padatan keju akan tetapi tidak mempengaruhi nilai pH. Keju analog menghasilkan kadarprotein 6,29%-9,25%, kadar asam lemak bebas 3,99%-5,58%, kadar air 49,51%-53,46%,rendemen 7,1%-9,4%, viskositas 1,004-1,181 cP, total padatan keju 46,54%-50,49% dannilai pH 4,72-4,90 (asam). Berdasarkan penilaian organoleptic warna, aroma, tekstur dan rasakeju analog menghasilkan konsentrasi enzim rennet mempengaruhi rasa dan tekstursedangkan warna dan aroma tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Hasil dari penilaianpanelis menunjukkan Tingkat kesukaan panelis terhadap warna 5,13 (agak suka), aroma 4,07(netral), tekstur 4,73 (agak suka) dan rasa 4,20 (netral).
PENGARUH PERBANDINGAN AMPAS SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) DAN TEPUNG REBUNG (Dendrocalamus Asper) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN MUTU ORGANOLEPTIK DAGING ANALOG Kumadji, Febriyanti; Rachman, Agus Bahar; Bait, Yoyanda
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 1 (2025): Maret (Edisi Khusus Kacang Sacha Inchi)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i1.30982

Abstract

Daging analog adalah produk yang dibuat dari protein nabati sebagai alternatif pengganti daging yang memiliki rasa, tekstur serta gizi yang baik untuk mendukung masyarakat yang ingin menjalani gaya hidup sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakteristik dan mutu organoleptik terbaik daging analog ampas kacang sacha inchi dan tepung rebung. Parameter pengujian yang dilakukan kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar serat, kekenyalan, warna dan organoleptik yang meliputi warna, rasa, tektur dan aroma. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuannya dengan perbandingan ampas sacha inchi : tepung rebung terdiri dari 4 perlakuan (100 : 0), (85 : 15), (70 : 30) dan (55 : 45) dengan 3 kali pengulangan. Data analisis dengan uji statistik Analisis Of Variance (ANOVA). Pada perlakuan yang berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa daging analog berbahan dasar (ampas sacha inchi dan tepung rebung) menghasilkan perlakuan terbaik pada P3 dengan kadar air 67,48% ; kadar lemak 4,21% ; kadar protein 9,90% ; kadar serat kasar 0,90% ; kadar abu 1,48% ; kadar karbohidrat 15,53% ; warna (L*= 74,213, a*=3,117%, b*= 13,27%), kekenyalan 8841,80 g/force. Penilaian organoleptik: rasa 4,17-5,23 (netral-agak suka); warna 3,60-5,29 (netral-agak suka); aroma 3,91-5,49 (netral-suka) dan tekstur 4,17-5,40 (netral-agak suka). Daging analog berbahan dasar ampas sacha inchi dan tepung rebung memiliki kandungan gizi setara dengan kandungan gizi komersial.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA, MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK ONCOM AMPAS SUSU KACANG SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) DENGAN KONSENTRASI RAGI YANG BERBEDA Budjang, Fahtunnisah; Bait, Yoyanda; Engelen, Adnan
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 1 (2025): Maret (Edisi Khusus Kacang Sacha Inchi)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i1.29994

Abstract

Oncom merupakan makanan khas Jawa Barat yang memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi masyarakat. Dengan adanya proses fermentasi, struktur kimia bahan yang sebelumnya kompleks dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana, sehingga oncom lebih mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh karakteristik fisikkomia, mikrobiologi dan organoleptik oncom ampas susu kacang sacha inchi dengan  konsentrasi ragi yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Racangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan konsentrasi ragi yang berbeda. Kemudian data diolah dengan uji statistic analisist of variance (ANOVA). Bila terdapat uji nyata (P0.05) pada setiap perlakuan, maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai kadar air 54,73%-48,40%, kadar protein 4,11%-1,12%, kadar lemak 24,03%-18,86%, kadar serat kasar 5,79%-9,85%, dan jumlah coliform 321-39 APM/g. Untuk uji organoleptik, diperoleh nilai rata-rata warna 3,80-4,27 (netral), aroma 4,13-5,20 (netral-agak suka), tekstur 3,53-4,53 (netral-agak suka) dan rasa 3,07-4,13 (agak tidak suka-netral).
FORMULASI KUE KOLOMBENGI DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG CANGKANG TELUR Uba, Fajrawati; Antuli, Zainudin; Bait, Yoyanda
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i2.14043

Abstract

Kue kolombengi berbahan dasar yaitu tepung terigu dengan penambahan bahan lainnya seperti telur, gula pasir, vanili, baking powder dan air. Tepung cangkang telur sebagai fortifikasi pada proses pengolahan cookies untuk menambah jumlah kalsium pada cookies. Penambahan tepung cangkang telur tersebut menghasilkan respon yang baik terhadap karakteristik cookies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi kalsium tepung cangkang telur terhadap karakteristik mutu kue kolombengi.Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan perlakuan, dan apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan's dengan tingkat signifikasi α = 0,05. Data diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2013 dan apliikasi SPSS 16. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kue kolombengidengan penambahan tepung cangkang telur. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa kue kolombengi memiliki kadar kalsium sebesar 13.89 – 29.06%kadar air sebesar 6.15 - 13.77%. Kadar Abu sebesar 0.74-1.50%, Kadar protein sebesar 9.75-13.99%; Kadar lemak sebesar 14.76-25.98%dan kadar karbohidrat sebesar 49.76-63.60%;. Hasil Organoleptik menunjukkan nilai skala rasa 4,33-6.60, skala warna 5.90-6,03, skala aroma 4.83-5.10 dan skala tekstur 4,70-5,90.
Pemanfaatan Buah Marah (Macaranga Tanarius) Sebagai Pengawet Alami Dalam Pembuatan Ikan Cakalng (Katsuwonus Pelamis) Asap Hasan, Amran; Bait, Yoyanda; Une, Suryani
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i2.17051

Abstract

ABSTRAKTanaman mara (Macranga tanarius) tersebar luas di hutan kalimantan. Macaranga tanarius mengandung beberapa prenyflavonoid dengan poten aktivitas antioksidan dan anti mikroba beberapa dari prenyflavonoids diidentifikasi dari trikoma kelenjar macaranga tanarius terdapat pada daun, kulit batang dan buah. Jadi macaranga tanarius merupakan tumbuhan yang memiliki sumber fungsional prenylflavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah marah (Macaranga tanarius) sebagai pengawet alami pada ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) asap yang disimpan pada suhu ruang.Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap ( RAL ). Penelitian ini terdiri dari 4 taraf perkuan dengan 3 kali ulangan dan pengamatan di pada setiap perlakuan di amati selama 8 hari dengan pengamatan tiap 4 hari.Parameter yang di amati adalah Kadar air, TVB-N, AKK, dan Organoleptik. Hasil analisis sidik ragam ( α = 0,05 ) menunjukkan pada perlakuan penambahan ekstrak buah mara memberikan pengaruh terhadap kualitas ikan cakalang asap selama perlakuan dihari ke 4, karena dapat menekan pertumbuhan cemaran mikroba pada parameter: TVB-NKata kunci : Buah mara (Macaranga Tanarius), ikan cakalang (Katsuwonus Pelamis) Mikroorganisme.
PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA MINUMAN SERBUK KACANG SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) METODE KRISTALISASI Umami, Annisa Nur Fitri; Bait, Yoyanda; Engelen, Adnan
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 1 (2025): Maret (Edisi Khusus Kacang Sacha Inchi)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i1.29623

Abstract

Minuman serbuk merupakan salah satu produk minuman instan yang berbentuk butiran halus, mudah larut dalam air memiliki sifat yang kering dengan kadar air yang rendah sehingga memiliki umur simpan yang cukup lama. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa terhadap karakteristik fisikokimia dan tingkat kesukaan panelis pada karakteristik terbaik minuman serbuk kacang sacha inchi. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Analisis data yang digunakan berupa Analysis of Variant (ANOVA) dan uji banding Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa minuman serbuk kacang sacha inchi memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kadar air, warna (colour meter) L*. a*, b*, uji organoleptik terhadap warna, aroma, dan rasa pada keempat perlakuan. Sedangkan uji kadar protein, kadar lemak, dan waktu larut tidak berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan nilai kadar air diperoleh 2.21% - 0.99%, warna minuman serbuk kacang sacha inchi nilai L* 8.27 – 99.54, a* 4.94 – (-1.78), b* 10.84 – 6.43, uji organoleptik warna (suka), aroma (agak suka), dan rasa (agak suka). Sedangkan kadar protein diperoleh 9.06% -8.47%, kadar lemak 4.06% - 3.19%, dan waktu larut suhu 70oC 11.97 – 5.61 detik, suhu 29oC 140.33 – 97.67 detik. Perlakuan terbaik minuman serbuk kacang sacha inchi pada konsentrasi sukrosa 250 g/100 ml ekstrak kacang sacha inchi.
DIVERSIFIKASI PEMBUATAN BISKUIT BEBAS GLUTEN MENGGUNAKAN TEPUNG AMPAS SUSU KACANG SACHA INCHI (Plukenetia volubillis L) Kaku, Sunaryo; Bait, Yoyanda; Antuli, Zainudin
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 1 (2025): Maret (Edisi Khusus Kacang Sacha Inchi)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i1.29992

Abstract

Biskuit bebas gluten merupakan biskuit yang di buat dengan menggunakan bahan-bahan tanpa kandungan gluten. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pembuatan, serta karakteristik kimia dan organoleptik biskuit bebas gluten menggunakan tepung ampas susu kacang sacha inchi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Analisis data yang digunakan berupa Analysis Of variant (ANOVA) dan di uji banding Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa biskuit dengan variasi tepung ampas susu kacang sacha inchi memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar serat kasar, total karbohidrat, total kalori, uji organoleptik warna, aroma, rasa pada keempat perlakuan (p0,05). Sedangkan pada uji organoleptik tekstur tidak berbeda nyata (p0,05). Berdasarkan hasil pengujian nilai kadar air diperoleh 2,97-4,20%, kadar protein 12,71-19,56%, kadar lemak 10,05-17,05%, kadar abu 1,35-1,46%, kadar serat kasar 0,30-2,31%, total karbohidrat 57-91-71,69%, total kalori 441-476 Kkal, Kemudian uji organoleptik Warna, Rasa, Aroma (netral-suka), sedangkan Tekstur (agak suka-suka). Berdasarkan uji kimia perlakuan terbaik terdapat penambahan ampas susu kacang sacha inchi 150 g, sedangkan uji organoleptik perlakuan terbaik terdapat pada penambahan tepung ampas susu kacang sacha inchi.
Co-Authors Adnan Engelen Adnan Engelen Agus Bahar Rachman Agustian A. Maridji Ali, Annastasya Amalia R. Amelia, Dwi Cahyani Antuli, Zainuddin Aprilia Pakaya Ardiyanto Saleh Modjo Arifasno Napu Balu, Miranti Bawole, Miranda Botutihe, Dea D Botutihe, Dhea Detasya Budjang, Fahtunnisah Bungi, Nur'Ivani Mus Dahlan, Sakinah Daingo, Hatija Delvi Suleman Diko, Moh. Halid Djagal W. Marseno Djamila Putri Umar Duda, Rahmatika Duhe, Salma T. fitri ponelo Galai, Arfat Z Hamsa Ismail HARTONO HADJARATI Hasan, Amran Igirisa, Nurain Irsan Adam Ismail, Nhovita Maimun Kaku, Sunaryo Kumadji, Febriyanti Kusuma, Abdul Majid Kyenky Anjelin Mokodompit Lalu, Novita Lanur, Syima Lisa Wati Modanggu Lisna Ahmad Lisna Ahmad Mahaling, Efraim M Mahmud, Nurhayati Marleni Limonu Maryam Abdullah Mohamad Fadhilan Adam Mohamad Fadilan Adam Mohammad Zubair Hippy Mokodompit, Firmansyah Muhammad Tahir Muslim, Farhan Musrowati Lasindrang Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad Nalole, Jihan Alqirah Nirmawaty Nunu Nur, Yuliana Nurhayati Muhsin Nursamsia Usman Nusi, Nurhidayah Olomia, Yayan Olomia, Yayan K Pakaya, Tanti Palangi, Ratna Wulandari Paputungan, Sugi S Parumpa, Nuraidah Hi. Dg. Parumpa, Nuraidah Hi.Dg. Patalangi, Wanda Priselsa Anisa Djafar Purnama Ningsih Maspeke R. Ayu Cahyaning Alam Rahmiaty Kasim Rahmiyati Kasim Rajiku, Maryam K. Sakinah Ahyani Dahlan Sangketa, Nur’indah Parawansyah Sinta R Thalib Loa Siti A. Liputo Siti Aisa Liputo Siti Rahmatia Machieu Sri Devifatresia Udjulu SRI MILANTI KAHAR Sriwanda, Sriwanda Sugeng Santoso Suprianto Kadir Supu, Nur Zenab K. Tahir, Nadela Tahir, Salsa Tahir, Tiyansi Uba, Fajrawati Umami, Annisa Nur Fitri Umar Santoso Uri, Nur Natalia Usman, Rahmat R Widya Rahmawaty Saman Yustinus Marsono Yuszda K Salimi Zainudin Antuli