Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Tepung Kacang Hijau Termodifikasi Annealling Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia Dan Organoleptik Roti French Baquette fitri ponelo; Yoyanda Bait; Lisna Ahmad
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.485 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.15663

Abstract

Green beans are one of the foodstuffs that have good nutritional value because they have the third highest vegetable protein content and can be used as semi-finished products such as flour. The purpose of the study was to determine the effect of the addition of annealing modified mung bean flour on the physical, chemical and organoleptic characteristics of French baquette bread . This study used a single factor Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments (P0 = without the addition of modified mung bean flour, P1 = 10%, P2 = 20% , P3 = 30%). In this study, the sample was repeated 3 times as a validation of the research results. The data was processed using analysis of variance (ANOVA) and the results showed a significant effect on the level so that the test was continued using Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the addition of modified mung bean flour had a significant effect on chemical characteristics of bread and for organoleptic it had no significant effect on (taste and aroma).The value of water content ranges from 26-87% - 33.82%, protein content 9.59% - 14.39%, crude fiber 2.27% - 5.67%, fat content 4.48% - 5.55% , the value of antioxidant activity is 155 – 203 ppm and porosity is 13.99 – 24.75 mm. on organoleptic testing consisting of color with a score of 3.87 – 5.77 (neutral – very like), taste 4.10 – 4.53 (neutral – like), aroma 4.8 – 5.1 (like), texture 3.93 – 5.30 (neutral-like).
Formulasi Biskuit Bayi Dengan Penambahan Tepung Ubi Jalar Kuning (Ipomoea Batatas) Termodifikasi Yang Di Fortifikasi Dengan Tepung Ikan Gabus (Ophiocephalus Striatus) SRI MILANTI KAHAR; Musrowati Lasindrang; Yoyanda Bait
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.951 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.15880

Abstract

ABSTRAKBiskuit bayi adalah salah satu makanan pertama yang diberikan pada bayi setelah Asi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang meningkat, Penambahan tepung ubi jalar kuning termodifikasi dan tepung ikan gabus agar dapat meningkatkan nilai gizi pada bayi dan tektur yang diinginkan menjadi lebih baik.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kimia dan karakteristik organoleptik biskuit bayi dengan penambahan tepung ubi jalar kuning termodifikasi dan tepung ikan gabus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, perlakuan P0 (tepung ubi jalar kuning termodifikasi 0 gr, tepung ikan gabus 0 gr), P1 (tepung ubi jalar kuning termodifikasi 25 gr, tepung ikan gabus 15 gr), P2 (tepung ubi jalar kuning termodifikasi 20 gr, tepung ikan gabus 20 gr), P3 (tepung ubi jalar kuning termodifikasi 15 gr, tepung ikan gabus 25 gr). Hasil penelitian diperoleh berdasarkan karakteristik kimia dan direkomendasi yaitu perlakuan P3 dengan formulasi P3 (tepung ubi jalar kuning termodifikasi 15 gr, tepung ikan gabus 25 gr) hasilnya Kadar air (7,011 %), Kadar abu (1,2767 %), Kadar protein (11,880 %), Kadar lemak (14,632 %), Karbohidrat (81,165%), Energi/kkal (435,983%/kkal) vitamin A (67,567 RE) dan berdasarkan karakteristik Organoleptik yang direkomendasikan yaitu perlakuan P2 dengan Formulasi P2 (tepung ubi jalar kuning termodifikasi 20 gr, tepung ikan gabus 20 gr) yang disukai responden dengan skala suka. 
ANALISIS KONTAMINASI TIMBAL (Pb) PADA BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) YANG DIJUAL DI PINGIR JALAN KOTA GORONTALO Hamsa Ismail; Yoyanda Bait; Siti Aisa Liputo
Jambura Edu Biosfer Journal Vol 4, No 1 (2022) : Jambura Edu Biosfer Journal (JEBJ)
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jebj.v4i1.14228

Abstract

Kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pencemar di udara. Asap buangan kendaraan bermotor mengandungan timbal di lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan memiliki sifat racun yang berbahaya apabila terkontaminasi pada makanan atau minuman. Buah yang dijual di pinggir jalan berpotensi tercemar oleh timbal. Kadar timbal yang ada pada buah akan meningkat apabila dipajang terlalu lama. Pengukuran kadar timbal pada buah menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan timbal pada buah yang dijual di pinggir jalan Kota Gorontalo dengan variasi waktu pemajangan (0, 2 dan 4 hari), dan mengetahui apakah kadar timbal pada buah masih memenuhi syarat batas maksimal kontaminasi logam dalam pangan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK), dimana pengelompokan menggunakan lokasi pemajangan (L), variasi waktu pemajangan (H), dengan 2 kali ulangan dan jumlah unit percobaan 18 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada waktu pemajangan, timbal lokasi 2 pada hari kedua tertinggi yaitu 0,22 ppm, hal ini melebihi batas maksimal yang ditetapkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan tentang batas cemaran logam berat dalam pangan dan olahannya yaitu 0,2 ppm.
Pengaruh Karakteristik Kimia dan Organoleptik Terhadap Irisan Buah Pepaya Beku Selama Penyimpanan Priselsa Anisa Djafar; Nirmawaty Nunu; Aprilia Pakaya; Mohamad Fadilan Adam; Sinta R Thalib Loa; Yoyanda Bait
Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.506 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan organoleptik irisan buah papaya yang dibekukan selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap dengan satu factor, yaitu waktu penyimpanan yang terdiri dari atas tiga taraf ( hari ke-0, hari ke-3 dan hari ke-6) yang dilakukan dengan tiga kali ulangan. Berdasarkan analisis yang digunakan menunjukan bahwa nilai pH dan Total Asam Tertitrasi pada hari ke-6 mengalami kenaikan yaitu 6.39, dan 0,13%, pada nilai Total Padatan Terlarut dan Vitamin C mengalami penurunan selama penyimpanan pada hari ke-6 dengan nilai 5.1% dan 2.14 mg/100 g, dan mutu organoeptik masih diterima oleh panelis meskiun pada warna mengalami penurunan dihari ke-6.
ANALISIS MUTU IRISAN BUAH NANAS BEKU SELAMA PENYIMPANAN Yoyanda Bait; Djamila Putri Umar; Kyenky Anjelin Mokodompit; Maryam Abdullah; Lisa Wati Modanggu; Nursamsia Usman
Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.328 KB)

Abstract

Buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) merupakan buah yamg memilki kandungan gizi vitamin A, vitamin B12, vitamin C, vitamin E. Kandungan vitamin C dalam buah dan makanan akan rusak karena proses oksidasi oleh udara luar, terutama jika dipanaskan. Oleh karena itu, penyimpanan dilakukan pada suhu rendah (di lemari es). Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui Mutu irisan buah nanas beku selama penyimpanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu factor.Hasil dari penelitian ini memperoleh nilai Vitamin C yang mengalami penurunan pada penyimpanan 3 sampai 6 hari didalam lemari es. Namun Total Padatan terlarut mengalami kenaikan mencapai 9.0. pH yang mengalami penurunan sama halnya dengan Total Asam Tertitrasi. Pada pengujian organoleptic yaitu penampakan mengalami kenaikan skala yaitu 3.30 berbeda dengan skala lainnya yaitu Rasa, Warna dan Aroma yang mengalami Penurunan mutu sesuai penilain panelis.
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C SELAMA PROSES PEREBUSAN TERHADAP SAYUR SAWI HIJAU Yoyanda Bait; Sinta R Thalib Loa; Nirmawaty Nunu; Mohamad Fadhilan Adam
Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.525 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui pengaruh pengolahan panas (Perebusan) terhadap kerusakan vitamin C pada sayur sawi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap empat perlakuan dengan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah tanpa perebusan, perebusan selama 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Tahapan penelitian meliputi pengampilan sampel dan preparasi sampel, pengujian vitamin C. berdasarkan analisis yang dilakuakn menunjukan bahwa nilai kadar vitamin C sawi selama proses perebusan berkisar antara 0,42 mg/100gr samapai dengan 1,27 mg/100gr. Hasil analisis sidik ragam menunjukan bahwa perlakuan tanpa perebusan memberikan pengaruh nyata terhadap kadar vitamin C sawi. Kadar Vitamin C 0 menit sebesar 1,27 mg/100g, dan mengalami penurunan menjadi 0,98 mg/100g pada perlakuan 5 menit, 0,74 mg/100g pada perlakuan 10 menit dan 0,42 mg/100g pada perlakuan 15 menit. Hasil uji Duncan menunjukan bahwa perlakuan 0 menit berbeda nayta terhadap perlakuan 10 meni dan 15 menit, dan untuk perlakuan 5 menit tidak berbedan nyata dengan perlakuan 0 menit dan 10 menit.
ANALISIS PENGGUNAAN TELUR YANG BERBEDA PADA TILIAYA TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN AHLI GIZI Arifasno Napu; Agustian A. Maridji; Nur Natalia H. Uri; R. Ayu Cahyaning Alam; Yoyanda Bait
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.19288

Abstract

Tiliaya merupakan satu dari sekian ratus makanan tradisional yang disukai di Gorontalo dan terkait dengan budayanya. Terbuat dari telur, gula aren, santan dan biasanya ditambahkan rempah diantaranya kayu manis atau daun pandan atau sereh atau cengkeh. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang penggunaan telur yang berbeda pada Tiliaya terhadap tingkat penerimaan ahli gizi berdasarkan buku menu khas Daerah Gorontalo. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan telur ayam kampung, bebek dan telur ayam ras pada Tiliaya terhadap daya terima ahli gizi. Metode penelitian yaitu eksperimen untuk menganalisis pengaruh pemberian telur ayam kampung, bebek dan ayam ras pada Tiliaya terhadap daya terima ahli gizi. Responden adalah ahli gizi, ditentukan secara purposive dari salah satu institusi pendidikan. Pertanyaan berskala Likert dan dianalisis melalui uji Anova. Hasil penelitian nilai rata-rata uji hedonik Sig.P=0.05 yaitu Suka=0.77, Rasa=0.10, Aroma=0.60, Warna=0.09, Tekstur=0,29. Kesimpulan dalam penelitian bahwa penggunaan telur yang berbeda pada Tiliaya tidak mempengaruhi tingkat penerimaan ahli gizi.
Seaweed nori (Kappapycus alvarezi) physicochemical and organoleptic characteristics with moringa leaf fortification (Moringa oleifera LAM) Marleni Limonu; Yoyanda Bait; Adnan Engelen; Nurhayati Muhsin
AGROINTEK Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i2.16764

Abstract

Nori was a product made from seaweed which contained fiber and bioactive substances even though it had low antioxidants. The solution was needed to increase antioxidants from Nori products was food diversification with the addition of Moringa leaves which contained high antioxidant activity. Identifying the physicochemical and organoleptic properties of the nori seaweed (Kappapycus alvarezi) with the fortification of Moringa (Moringa oleifera Lam) leaves was the aim of this research. The addition of Kappapycus alvarezi seaweed pulp and Moringa leaf pulp was compared in this study's single-factor randomized design (CRD) four treatments: (K0=100%:0% kontrol), (K1=90%:10%), (K2=80%:20), (K3=70%:30%). The data were evaluated using statistical analysis of variance (ANOVA), and the Duncan Multiple Range Test was used if there was a significant result (p0.05) for each treatment (DMRT). The results showed that Kappapycus alvarezi nori seaweed with fortified Moringa leaves (Moringa oleifera Lam) had an effect on physicochemical and organoleptic characteristics, and could increase the nutritional value of nori, which had an antioxidant activity value of 59.921ppm, total phenol of 252.527%, the water content of 18.030%, Fiber content of 18.637%, thickness test of 0.20 mm, tensile strength/tear strength of 0.541MPa, hydration test of 24.446%. The organoleptic values consist of color at 5.83, aroma at 4.87, taste at 5.03, and texture at 5.53. The impact of this research was to produce products that contained good bioactive substances and antioxidants.
KARATERISTIK FISIKOKIMIA PADA PEMBUATAN TEH BUNGA GUMITIR Dahlan, Sakinah Ahyani; Bait, Yoyanda; Nusi, Nurhidayah; Mahmud, Nurhayati; Syaidah, Syaidah
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh durasi pengeringan terhadap kualitas teh bunga Gumitir yang dibuat sebagai alternatif teh herbal. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan waktu pengeringan: P1 (4 jam), P2 (6 jam), dan P3 (8 jam). Parameter yang diukur meliputi rendemen, pH, total padatan terlarut, kadar air, serta atribut organoleptik seperti rasa, warna, aroma, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan selama 4 jam (P1) menghasilkan nilai rendemen tertinggi (71%), pH tertinggi (6,3445), kadar air optimal sesuai SNI (10%), dan nilai organoleptik yang lebih disukai panelis dibandingkan durasi pengeringan lainnya. Sebaliknya, pengeringan 8 jam (P3) menghasilkan penurunan pada sebagian besar parameter yang diukur. Dengan demikian, pengeringan selama 4 jam merupakan perlakuan terbaik untuk pembuatan teh bunga Gumitir, menghasilkan kualitas produk yang optimal baik dari segi fisik maupun organoleptik.
KARAKTERISTIK PEMBUATAN SNACK BAR BERBAHAN PATI SAGU DENGAN TAMBAHAN BUBUK KAYU MANIS Rajiku, Maryam K.; Bait, Yoyanda; Liputo, Siti Aisa; Kasim, Rahmiyati; Nusi, Nurhidayah; Daingo, Hatija; Diko, Moh. Halid
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Snack bar merupakan salah satu makanan selingan yang dikonsumsi di sela-sela aktivitas dan sebagai makanan penunda lapar. Kebanyakan masyarakat mengetahui snack bar adalah camilan sehat yang berlabel rendah kalori, sehingga menjadi kebiasaan di kalangan masyarakat karena dianggap menyehatkan, namun ternyata kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi masih tergolong cukup rendah yaitu hanya sekitar 34,5%. Menurut Kementrian Pertanian Snack bar yang tergolong sebagai makanan selingan rendah kalori harus memenuhi kriteria makanan yang enak, mudah didapat, dan cepat saji, selain itu snack bar juga harus mengandung gizi yang cukup dan aman dikonsumsi. Bahan pangan yang banyak mengandung gizi yaitu pati sagu dan bubuk kayu manis. Maka dibuat peneilitan tentang snack bar berbahan dasar pati sagu dengan tambahan bubuk kayu manis. Penelitian ini mengunakan metode rancangan acak lengkap ( RAL) dengan satu faktor yaitu kosentrasi bubuk kayu manis dengan 4 perlakuan dan satu sebagai control. Setiap perlakuan di ulang sebanyak tiga kali. Dengan kosentrasi pectin P0 = 0% , P1= 5%, P2 =10%, P3 = 15%. Parameter yang diamati adalah kadar lemak dan organolptik. Data kemuadian dianalisis statistikmengunakan uji anova dengan taraf signifikan 5% dan jika terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil yang didapat menunjukan penambahan bubuk kayu manis memberikan pengaruh nyata terhadap kadar lemak.Kata Kunci : Snack Bar, Pati Sagu, Bubuk Kayu Manis
Co-Authors Adnan Engelen Adnan Engelen Agus Bahar Rachman Agustian A. Maridji Ali, Annastasya Amalia R. Amelia, Dwi Cahyani Antuli, Zainuddin Aprilia Pakaya Ardiyanto Saleh Modjo Arifasno Napu Balu, Miranti Bawole, Miranda Botutihe, Dea D Botutihe, Dhea Detasya Budjang, Fahtunnisah Bungi, Nur'Ivani Mus Dahlan, Sakinah Daingo, Hatija Delvi Suleman Diko, Moh. Halid Djagal W. Marseno Djamila Putri Umar Duda, Rahmatika Duhe, Salma T. fitri ponelo Galai, Arfat Z Hamsa Ismail HARTONO HADJARATI Hasan, Amran Igirisa, Nurain Irsan Adam Ismail, Nhovita Maimun Kaku, Sunaryo Kumadji, Febriyanti Kusuma, Abdul Majid Kyenky Anjelin Mokodompit Lalu, Novita Lanur, Syima Lisa Wati Modanggu Lisna Ahmad Lisna Ahmad Mahaling, Efraim M Mahmud, Nurhayati Marleni Limonu Maryam Abdullah Mohamad Fadhilan Adam Mohamad Fadilan Adam Mohammad Zubair Hippy Mokodompit, Firmansyah Muhammad Tahir Muslim, Farhan Musrowati Lasindrang Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad Nalole, Jihan Alqirah Nirmawaty Nunu Nur, Yuliana Nurhayati Muhsin Nursamsia Usman Nusi, Nurhidayah Olomia, Yayan Olomia, Yayan K Pakaya, Tanti Palangi, Ratna Wulandari Paputungan, Sugi S Parumpa, Nuraidah Hi. Dg. Parumpa, Nuraidah Hi.Dg. Patalangi, Wanda Priselsa Anisa Djafar Purnama Ningsih Maspeke R. Ayu Cahyaning Alam Rahmiaty Kasim Rahmiyati Kasim Rajiku, Maryam K. Sakinah Ahyani Dahlan Sangketa, Nur’indah Parawansyah Sinta R Thalib Loa Siti A. Liputo Siti Aisa Liputo Siti Rahmatia Machieu Sri Devifatresia Udjulu SRI MILANTI KAHAR Sriwanda, Sriwanda Sugeng Santoso Suprianto Kadir Supu, Nur Zenab K. Tahir, Nadela Tahir, Salsa Tahir, Tiyansi Uba, Fajrawati Umami, Annisa Nur Fitri Umar Santoso Uri, Nur Natalia Usman, Rahmat R Widya Rahmawaty Saman Yustinus Marsono Yuszda K Salimi Zainudin Antuli