Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Sufistik dalam Novel Hijrah Itu Cinta Karya Abay Adhitya Hanapi, Serliyani; Baruadi, Karmin; Kadir, Herson
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 4 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i4.1710

Abstract

This research reveals the closeness of the characters to their God through various aspects of Sufistic values. The research also aims to find out if these five aspects are in accordance with the stages. In collecting data, the method used was reading thoroughly and repeatedly using note-taking methods and the approach used was descriptive qualitative research. The results of the research and discussion show that in the novel Hijrah Itu Cinta by Abay Adhitya there are Sufistic values which involve five things, namely (1) Sufistic values viewed from the aspect of repentance. (2) Sufistic values viewed from the aspect of patience, (3) Sufistic values viewed from the poor aspect, (4) Sufistic values viewed from the ascetic aspect, and (5) Sufistic values viewed from the aspect of tawakal. The data found through the dialogue of the characters has shown its relevance in everyday life
Toponomastika Nama Desa di Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo D. Hulopi, Nursella; Baruadi, Moh. Karmin; Kadir, Herson
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17607

Abstract

Gorontalo merupakan satu dari banyaknya provinsi di Indonesia yang memiliki banyak wilayah yang tentu setiap penamaan wilayah tersebut menyimpan histori, keunikan, serta makna tersendiri. Hal tersebut akan diketahui melalui pengungkapan latar belakang penamaan tempat atau wilayah, akan tetapi penelitian untuk mengkaji latar belakang penamaan tempat (toponomastika) di Gorontalo, belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian terkait latar belakang penamaan tempat (toponomastika) ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tipologi toponimi desa di Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Data pada penelitian ini dihimpun melalui teknik wawancara, selain itu juga menggunakan teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan mereduksi data-data yang telah diperoleh, kemudian menyajikan data-data tersebut, lalu menafsirkan serta menarik kesimpulan.Setelah melakukan analisis, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: pembentukan nama desa di Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo didominasi oleh tipologi toponimi kejadian, toponimi asosiasi, toponimi deskripsi, dan inovasi linguistik.
Local Wisdom-Based Disaster Mitigation Education and Environmental Conservation in Bintalahe Village of Bone Bolango Municipality Sunarty Suly Eraku; Moh. Karmin Baruadi; Yuszda K.Salimi
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2024): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v7i3.5007

Abstract

Bintalahe Village is a coastal area of Tomini Bay, Bone Bolango Regency. This area is prone to landslides and part of the area is on the coast.  Therefore, it is necessary to socialize and educate the community in disaster mitigation and environmental conservation based on local wisdom so that the surrounding community can be aware of the disasters that arise.  The main objective of this activity is to socialize and educate disaster mitigation and environmental conservation based on local wisdom in the coastal communities of Tomini Bay in Bintalahe Village. The method of activity implementation is carried out through stages, namely: 1). Survey and Coordination 2). Socialization 3). Education on disaster mitigation and environmental conservation based on local wisdom to the community, 4) Simulation when facing disasters to students of SDN 3 Kabila Bone, 5) Monitoring and evaluation. Based on the results of community service in socialization and education activities, it shows that the participants, namely the Bintalahe village community, are very enthusiastic and understand about potential disasters and how to deal with them. This is reflected in the dialog and question and answer activities during the activity stages. The education delivered in person was very interesting and important because it increased the knowledge and skills needed to deal with natural disasters including knowledge of emergency response actions, evacuation plans, and survival skills. Encouraging them to change to more sustainable behaviors to reduce plastic waste, wise use of natural resources, and other practices that support environmental conservation. Local wisdom-based disaster mitigation has the potential to improve community preparedness and response to disasters by utilizing local knowledge and culture. Disaster simulation is a very important and useful activity for students of SDN 3 Kabila Bone because students are trained to react quickly and not panic when a disaster occurs, which can save their lives and others. Local wisdom-based disaster mitigation has improved the community's understanding of risks and provided a sense of ownership of mitigation actions.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGELOLA KAWASAN EKOWISATA MANGROVE DAN KONSERVASI LINGKUNGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DESA HUTAMONU KABUPATEN BOALEMO Eraku, Sunarty Suly; Mohamad Karmin Baruadi
PROFICIO Vol. 6 No. 1 (2025): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v6i1.4249

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat dan menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove sehingga dapat memberdayakan komunitas local, karang taruna dan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat Desa Hutamonu. Oleh karena itu perlu pengelolaan kawasan ekowisata mangrove berbasis kearifan local untuk mendukung konservasi lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan/edukasi, seminar dan pendampingan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat mahasiswa KKN Tematik UNG merintis kawasan ekowisata mangrove yang ada di pantai Wulungo Botu dan melaksanakan seminar pemberdayaan masyarakat dalam mengelola kawasan ekowisata mangrove dan konservasi lingkungan, dapat disimpulkan yaitu terciptanya Kawasan ekowisata mangrove dan diberi nama Ekowisata Mangrove “WULUNGO BOTU”. Kawasan ekowisata mangrove yang dirintis oleh mahasiswa KKNT UNG sangat bermanfaat untuk menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove sehingga dapat memberdayakan komunitas local, karang taruna dan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat Desa Hutamonu. Peserta seminar pemberdayaan masyarakat dalam mengelola kawasan ekowisata mangrove dan konservasi lingkungan mendapatkan pengetahuan tentang pemahaman masyarakat dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengelola ekosistem mangrove secara berkelanjutan, serta memperkenalkan praktik-praktik ekowisata yang mendukung pelestarian lingkungan.
EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM DI LEMBAH BUKIT BARISAN DALAM NOVEL AMELIA KARYA TERE LIYE Makuta, Indriani; Baruadi, Moh. Karmin; Didipu, Herman
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i1.4927

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the relationship between literature and the environment. Literary works become mouthpieces to voice environmental issues. Tere Liye's novel Amelia was used as the object of research because it significantly depicts the exploitation of natural resources in the Bukit Barisan Valley. The approach used is literary ecology. This study aims to explore the representation of natural resource exploitation in the Bukit Barisan Valley in Tere Liye's Amelia novel through the perspective of literary ecology. Qualitative analysis methods with a descriptive approach are applied to identify and interpret various forms of exploitation presented in the novel's story, such as deforestation, logging, rattan and bamboo utilization, coffee cultivation, and wild mushroom collection. The results show that Amelia's book reflects the complexity of interactions between local communities and their natural environment, where utilizing natural resources for daily and economic needs can potentially cause ecological impacts. This representation not only highlights exploitation activities but also shows an increase in environmental awareness in the narrative. This study concludes that literature, especially popular novels, can significantly reflect ecological issues and increase a deeper understanding of the interaction between humans and nature. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hubungan antara sastra dan lingkungan. Karya sastra menjadi corong untuk menyuarakan isu-isu lingkungan. Novel Amelia karya Tere Liye dijadikan objek penelitian karena secara signifikan menggambarkan tindak eksploitasi sumber daya alam di Lembah Bukit Barisan. Pendekatan yang digunakan adalah ekologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi eksploitasi sumber daya alam di Lembah Bukit Barisan dalam novel Amelia karya Tere Liye melalui sudut pandang ekologi sastra. Metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif diterapkan untuk mengidentifikasi serta menginterpretasikan beragam bentuk eksploitasi yang dihadirkan dalam cerita novel, seperti penebangan hutan, pengambilan kayu, pemanfaatan rotan dan bambu, budidaya kopi, serta pengumpulan jamur liar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Amelia mencerminkan kompleksitas interaksi antara masyarakat lokal dan lingkungan alam mereka, di mana praktik pemanfaatan sumber daya alam untuk kebutuhan sehari-hari dan ekonomi berpotensi menimbulkan dampak ekologis. Representasi ini tidak hanya menyoroti aktivitas eksploitasi, tetapi juga menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan dalam narasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sastra, khususnya novel populer, dapat berfungsi sebagai media yang signifikan untuk merefleksikan isu-isu lingkungan serta meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi antara manusia dan alam.
Presupposisi Pada Spanduk Gerobak Pedagang Kaki Lima di Kota Gorontalo (Kajian Pragmatik): Penelitian Sri Rahmawati Pikoli; Mohamad Karmin Baruadi; Asna Ntelu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1078

Abstract

This study aims to determine and describe the form of use, types, and functions of presupposition in street vendor cart banners and the influence of presupposition on street vendor consumers in Gorontalo City. This research method is a descriptive method with a pragmatic approach based on the presupposition theory by Yule with a qualitative research type. Data collection techniques used in this study are observation, documentation, interviews, and notes. The results of the study show that (1) the form of use of presupposition is obtained from the principle of economy with 2 identified data; (2) there are 6 types of presupposition, namely existential, factive, lexical, structural, non-factive, and counterfactual presupposition with 1 data found for each; (3) there are 5 types of presupposition functions, including referential function, directive function, phatic function, metalingual function, and imaginative function with 1 data found for each; (4) consumer influence is based on 5 factors including the factor of using aesthetic words/phrases that attract attention, the factor of consumer curiosity (curiosity), the factor of using regional language/dialect that is easy to understand, the factor of liking & wanting the product, and the factor of clarity of the size of the writing on the banner, each of which has 1 data found.
CHAIRIL DAN DIPONEGORO DALAM PERSPEKTIF NATION Nasiru, La Ode Gusman; Baruadi, Mohamad Karmin; Kombu, Clarina Shava Mawardhani
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 3 (2024): (September 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i3.33369

Abstract

Pemahaman tentang gagasan nation dan negeri dalam hal ini bisa ditelusuri dari bagaimana Chairil mendambakan kemerdekaan sebagai sesuatu yang diusahakan, bukan terberi. Untuk bisa membahasakan hasrat tersebut, Chairil menggunakan Diponegoro sebagai subjek dalam puisinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana intensitas imajinasi Chairil berlari di antara realita imperialisme historis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan seluruh teks berupa tanda-tanda linguistik yang  tersebar di dalam puisi. Selain itu, kertas kerja ini juga mengusung pendekatan pascakolonialisme. Persoalan pascakolonialisme dengan terang bisa ditemukan melalui pemikiran Upstone yang menjadi landasan pijak dalam penelitian ini. Gagasan Upstone juga diperkuat oleh analisis Edward Said yang juga melihat pertarungan dua kutub antara East dan West. Hasilnya ditemukan bahwa puisi ini mampu mengungkapkan kegelisahan serta cita-cita bernegara seorang Chairil Anwar. Setiap kata dalam puisi ini dipergunakan oleh pengarang untuk menginternalisasi jiwa dan pemikirannya mengenai ketidakadilan dan keterasingan. Dengan begitu kita bisa bermuara pada kesimpulan tentang pertarungan antara Timur dan Barat dalam konsep kolonial yang selama ini tidak disadari.
Kepribadian Tokoh Alina Dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu (Kajian Psikoanalisis): Penelitian Destira Abd Rahman, Tria; Baruadi, Karmin; Kadir, Herson
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2072

Abstract

Kepribadian merupakan karakteristik yang melekat pada diri seseorang, tercermin melalui sikap dan perilaku, serta hal yang membedakannya dari orang lain. Tetapi tidak memungkinkan bahwa kepribadian seseorang akan berubah karena berbagai faktor, misalnya caranya dalam menghadapi suatu masalah. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ketidaksadaran kepribadian tokoh Alina dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu dengan menggunakan teori psikoanalisis Carl Gustav Jung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini mencakup penggunaan kata-kata, susunan kalimat, dan paragraf yang mengandung aspek kepribadian ketidaksadaran tokoh Alina dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu. Sumber data penelitian berupa novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu cetakan pertama diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dengan jumlah 208 halaman. Pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Analisis data yang dilakukan dengan cara: (1) membaca keseluruhan data (2) mengklasifikasi data kepribadian (3) mendeskripsikan dan menganalisis data kepribadian (4) menginterpretasi hasil analisis data (5) menarik kesimpulan sementara mengenai kepribadian tokoh utama dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu. Hasil penelitian ini ditemukan 44 kutipan yang menyatakan ketidaksadaran tokoh Alina dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu.
Dimensi Kearifan Lokal Masyarakat Bali Dalam Antologi Cerpen Malam Pertama Calon Pendeta Karya Gde Aryantha Soethama: Penelitian Andi Bacok, Anggriyani; Karmin Baruadi, Mohamad; Achmad Bagtayan, Zilfa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2161

Abstract

Penelitian ini membahas kearifan lokal masyarakat Bali yang tercermin dalam antologi cerpen Malam Pertama Calon Pendeta karya Gde Aryantha Soethama dengan menggunakan teori kearifan lokal menurut Jim Ife. Cerpen ini menggambarkan kehidupan masyarakat Bali yang penuh dengan tradisi, sistem kasta, dan adat yang mempengaruhi kehidupan sosial sehari-hari, di mana tokoh-tokoh cerita harus menghadapi dilema antara pilihan pribadi dan tuntutan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dimensi-dimensi kearifan lokal dalam cerpen tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui membaca berulang kali, mencatat, serta memverifikasi teks dan referensi terkait. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan antropologi sastra, berfokus pada enam dimensi kearifan lokal menurut Jim Ife: (1) pengetahuan lokal, (2) kebudayaan lokal, (3) sumber daya lokal, (4) keterampilan lokal, (5) proses lokal, dan (6) kerja dalam solidaritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan belas budaya yang teridentifikasi dalam keenam dimensi tersebut, yang menggambarkan kesenian, upacara adat, profesi, dan nilai-nilai sosial masyarakat Bali.
Fenomena Ekologis dalam Kumpulan Cerpen "Kayu Naga" Karya Korrie Layun Rampan 2007 Nihali, Sri Ririn; Baruadi, Moh. Karmin; Kadir, Herson
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 2 (2024): (Mei 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i2.26244

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggali fenomena ekologi yang termanifestasi dalam kumpulan cerpen “kayu naga” karya Korrie Layun Rampan 2007 .Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) fenomena ekologis dalam kumpulan cerpen “kayu naga” ditinjau dari aspek kerusakan hutan; (2) fenomena ekologis dalam kumpulan cerpen “kayu naga” ditinjau dari aspek sosial budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu membaca, pada sebuah cerpen yang berjudul “kayu naga” karya Korrie Layun Rampan 2007 sebagai objek kajiannya. Data kemudian dianalisis menggunakan teori ecocriticism Greg Garrard mengemukakan hubungan antara manusia dan lingkungan dalam segala hasil budaya. Pendekatan ecocriticism Greg Garrard dipilih dengan pertimbangan bahwa aspek-aspek yang ada dalam teori dianggap lebih sesuai, efektif dan efisien karena memperlihatkan hubungan timbal balik yang tidak dapat dipisahkan antara manusia dan lingkungan sekitarHasil penelitian mendeskripsikan adanya fenomena kerusakan lingkungan yakni (1) penebangan pohon dan perusakan hutan, serta pemburuan dan penangkaran hewan liar yang berlatar belakang kepentingan ekonomi. (2) penelitian ini juga mendeskripsikan adanya faktor sosial budaya dan ekonomi yang mempengaruhi terjadinya kerusakan lingkungan, yakni sosial budaya dan ekonomi yang mempengaruhi adanya kerusakan lingkungan, yakni latar belakang dan dampak kerusakan lingkungan, mitos masyarakat yang berhubungan dengan alam, dan perilaku mayarakat terhadap lingkungan.Kata Kunci: Fenomena Ekologi dalam Kumpulan Cerpen cerpen “kayu naga” karya Korrie Layun Rampan 2007