Claim Missing Document
Check
Articles

Resistensi Simbolik dalam Novel di Tepi Kali Bekasi Karya Pramoedya Ananta Toer Thalib, Alsepti; Baruadi, Moh. Karmin; Bagtayan, Zilfa Achmad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17757

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) bentuk resistensi simbolik ditinjau dari mimikri dalam novel Di Tepi Kali Bekasi karya Pramoedya Ananta Toer., serta (2) bentuk resistensi simbolik ditinjau dari seni, bahasa, simbol nasional, simbol lisan, dan senjata tradisional dalam novel Di Tepi Kali Bekasi karya Pramoedya Ananta Toer. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dari novel Di Tepi Kali Bekasi karya Pramoedya Ananta Toer (cetakan kedua, Balai Pustaka, 340 halaman). Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat dan dianalisis dengan reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan resistensi simbolik mencakup: (1) Mimikri, berupa peniruan bahasa, pakaian, kebiasaan, senjata, dan teknologi penjajah untuk mengungguli sekaligus mengejek sebagai wujud mempertahankan identitas budaya; (2) Resistensi melalui seni, seperti musik, simbol nasional seperti bendera merah putih, bahasa, serta senjata tradisional yang tetap dipertahankan. Dapat disimpulkan Novel Di Tepi Kali Bekasi karya Pramoedya Ananta Toer menampilkan resistensi simbolik dan pentingnya perlawanan non-kekerasan untuk merebut kedaulatan bangsa. Kata Kunci: Resistensi, Simbolik, Novel
Pergeseran Bahasa Bantik pada Kalangan Anak-Anak di Desa Bantik Sumoit Kecamatan Bolaang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Syafilawati Mongilong; Moh.Karmin Baruadi; Nuramila Nuramila
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i2.6008

Abstract

Language contact that occurs in a multilingual society causes various linguistic events. One of these linguistic events is the language shift that occurs among children in Bantik Sumoit Village. This study aims to describe how the Bantik language shift occurs, the factors causing the Bantik language shift, and efforts to overcome the Bantik language shift among children in Bantik Sumoit Village, Bolaang Timur District. This study uses a qualitative descriptive research type located in Bantik Sumoit Village, Bolaang Timur District. The data collection technique used is by listening to direct conversations from children while recording and noting important things during the interaction process. Then data analysis is carried out by transcribing, reading, selecting data, identifying data, grouping/classifying, and making conclusions. The results of the study show that the use of the Bantik language has experienced a significant shift which is marked by indicators such as the replacement of traditional languages ​​by other languages ​​and the emergence of an imbalance in its use. This indicator indicates that language shift occurs when the use of the first and second languages ​​becomes unbalanced. If this balance is lost, there are two possibilities that can occur. First, the first language persists despite the influence of the second language. Second, the first language is replaced by the second language until it is no longer used. This is influenced by a number of factors, namely education, socio-economic conditions, environment, and family. Efforts to overcome language shift include: adding Bantik language as a local content subject (mulok) in schools, the active role of parents in using regional languages ​​in the family environment, and increasing public awareness of the importance of preserving regional languages ​​in everyday life.
Urgensi Pembelajaran Mitigasi Bencana Alam melalui Kearifan Lokal pada Guru PAUD Eraku, Sunarti Suly; Ntelu, Asna; Hinta, Ellyana; Baruadi, Moh. Karmin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5556

Abstract

Anak pada masa usia dini memiliki potensi luar biasa, serta rentan terhadap bahaya bencana alam. tentunya harus ada upaya konkret dalam menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak-anak. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui urgensi pembelajaran mitigasi bencana alam pada anak usia dini melalui pengenalan lingkungan budaya kearifan lokal. Penelitian ini merupakan langkah awal untuk nantinya sebagai dasar tindaklanjut oleh guru-guru PAUD dan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Upaya tersebut tidak lepas dari rutinitas anak dan lingkungan sekitar, yaitu pendidikan dan kearifan lokal. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur yang matang dalam pentingnya pendidikan mitigasi bencana alam.  Adapun hasil penelitian yakni pendidikan mitigasi bencana alam melalui kearifan lokal dapat menjadi bekal dalam antisipasi anak untuk menghadapi bencana alam yang tidak dapat diprediksi oleh siapapun jua. Sehingga sebagai tindak lanjut guru-guru PAUD sebaiknya menghubungkan tema pembelajaran dengan kearifan local untuk mengembangkan pembelajaran mitigasi bencana alam khususnya di Provinsi Gorontalo. 
Modernisasi Media dalam Novel Telegram karya Putu Wijaya dan Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari Yasin, Meidy; Baruadi, Moh. Karmin; Masie, Sitti Rachmi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.1154

Abstract

Karya sastra mencakup pembahasan yang sangat luas dan terjadi di lingkungan sekitar termasuk melihat dalamnya perkembangan suatu masyarakat. Novel yang dibahas dalam penelitian ini adalah Telegram karya Putu Wijaya dan Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui bagaimana modernisasi media dalam kedua novel ditinjau dari aspek hipogram dan; mengetahui bagaimana modernisasi media dalam kedua novel ditinaju dari transformasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan intertekstual. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni studi literatur. Penelitian ini dilakukan dengan teknik membaca kedua novel, menemukan keterkaitan, mencatat dan menganalisis aspek hipogram dan transformasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Novel Telegram adalah hipogram novel Kerumunan Terakhir. Hal ini dibuktikan dengan melihat aspek ekspansi, konversi, modifikasi dan ekserp; Novel Kerumunan Terakhir adalah wujud transformasi asbtrak dari Telegram. Implikasi penelitian dibuktikan dengan meninjau modernisasi media antara karya sastra lama dan karya sastra baru.
DIGLOSIA DALAM TUTURAN REMAJA DI DESA AYUHULALO KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO Gusani , Syisilia Maharani; Baruadi, Mohamad Karmin; Zakaria, Ulfa
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan situasi penggunaan bahasa oleh remaja di Desa Ayuhulalo melalui permasalahan tentang 1) bagaimana bentuk diglosia dalam tuturan remaja di Desa Ayuhulalo, dan 2) faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya diglosia dalam tuturan remaja di Desa Ayuhulalo. Tujuan penelitian yakni, 1) mendeskripsikan bentuk diglosia dalam tuturan remaja di Desa Ayuhulalo dan 2) mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya diglosia dalam tuturan remaja di Desa Ayuhulalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yakni, teknik simak, teknik catat, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan urutan pereduksian data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk diglosia dalam tuturan remaja di Desa Ayuhulalo terdapat 2 bentuk yang sering digunakan yakni (1) diglosia dalam ragam tinggi mencakup Bahasa Indonesia dan Dialek Melayu Manado dan (2) diglosia dalam ragam rendah mencakup Bahasa Gorontalo dan Dialek Melayu Manado. Faktor penyebab terjadinya diglosia dalam tuturan remaja yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi (1) faktor fungsi, (2)faktor prestise, (3) faktor pemerolehan, (4) faktor stabilitas
RETORIKA VERBAL DAN NONVERBAL GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 8 GORONTALO UTARA Hamzah, Grasela Salsabillah; Malabar, Sayama; Baruadi, Moh. Karmin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36146

Abstract

Proses pembelajaran di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan retorika guru, baik secara verbal maupun nonverbal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan retorika verbal, nonverbal, dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan retorika verbal guru bahasa Indonesia mencakup gaya bahasa dan gaya suara, retorika nonverbal guru bahasa Indonesia mencakup sikap badan, penampilan dan pakaian, air muka, gerak tangan, dan pandangan mata, faktor-faktor yang memengaruhi yaitu pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi, sikap komunikator, pengetahuan umum, dan sistem kebudayaan. Simpulannya, guru bahasa Indonesia dalam di SMA Negeri 8 Gorontalo Utara memiliki retorika verbal dan nonverbal yang bervariasi.
PERJUANGAN TOKOH LIRA DALAM NOVEL KAMI (BUKAN) FAKIR ASMARA KARYA J.S KHAIREN (KAJIAN FEMINISME LIBERAL) Atule, Elvira Amalia; Baruadi, Moh. Karmin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36420

Abstract

Novel Kami Bukan Fakir Asmara Karya J.S Khairen merupakan novel yang mengangkat tema perjuangan dan pencapaian dalam konteks pendidikan dan kehidupan pribadi. Melalui cerita ini, pembaca diperkenalkan pada tokoh utama, Lira, yang menghadapi berbagai tantangan dalam mengejar pendidikan dan mempertahankan prinsipnya. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah karakter tokoh Lira dalam novel Kami Bukan Fakir Asmara Karya J.S Khairen, bagaimanakah bentuk perjuangan yang dilakukan oleh tokoh Lira dalam novel Kami Bukan Fakir Asmara Karya J.S Khairen. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini yaitu teori Mary Wollstonecarft pada abad 18 tentang pentingnya pendidikan yang sama bagi perempuan kajian feminisme liberal. Metode penelitian deskripstif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari novel Kami Bukan Fakir Asmara Karya J.S Khairen. Data-data diperoleh melalui teknik baca dan teknik catat. Data yang diperoleh di analisis dengan cara: 1)Mengidentifikasi 2)Mengklasifikasikan 3)Menganalisis 4) Mendeskripsikan 5) Menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukan karakter tokoh Lira dan bentuk perjuangan yang dilakukan oleh Lira dalam pendidikan, tokoh Lira memiliki karakter berani, karakter perjuangan, karakter cerdas, karakter tangguh, karakter kompetitif, karakter optimis, karakter ambisius, karakter penyayang, karakter protektif, karakter protektif, dan karakter empati. Bentuk perjuangan tokoh Lira dalam pendidikan yaitu tidak mendahulukan percintaan demi pendidikan, melawan tekanan sosial, meninggalkan pria yang dicintai demi mengejar pendidikan, dan menentang pernikan dini.
PRONOMINA BAHASA GORONTALO DAN BAHASA ATINGGOLA (SUATU KAJIAN ANALISIS KONTRASTIF) Tobelo, Nur Afni; Baruadi, Mohamad Karmin; Ntelu, Asna
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41417

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk, persamaan dan perbedaan pronomina bahasa Gorontalo dan bahasa Atinggola. Data penelitian ini berupa kata yang dituturkan secara lisan oleh masyarakat di desa Mokonowu Kecamatan Monano dan desa Tombulilato. Metode penelitian ini adalah pendekatan analisis kontrastif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni Teknik Simak, teknik cakap, teknik catat serta teknik rekam suara dan gambar. Pada teknik analisis data pada penelitian yaitu mentranskip data, mengidentifikasi data, mengelompokkan data, mengiterpretasi data dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk-bentuk pronomina diantaranya: kata ganti orang, kata ganti tanya, kata ganti penunjuk, pronomina tak tentu, kata ganti kepemilikan dan kata ganti penghubung. Perbandingan pronomina pada bahasa Gorontalo dan bahasa Atinggola ditemukan persamaan pronomina bahasa Gorontalo dan bahasa Atinggola pada kata ganti diri orang pertama tunggal dan jamak yaitu bentuk wa’u dan ami sedangkan perbedaan pada bahasa Gorontalo dan bahasa Atinggola terdapat pada kata ganti orang pertama tunggal dan jamak, orang kedua tunggal dan jamak dan orang ketiga tunggal dan jamak, kata ganti tanya, kata ganti penunjuk, kata ganti milik dan kata ganti penghubung. Simpulan dari penelitian ini terdapat bentuk-bentuk, persamaan dan perbedaan pronomina bahasa Gorontalo dan bahasa Atinggola.
The Symbolic Meanings of Traditional Objects in the Mohuntingo Procession in Kabila District Yuyun Indriani Ointu; Mohamad Karmin Baruadi; Muslimin
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 4 (2025): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v12i4.4642

Abstract

The Mohuntingo procession is a sacred birth ritual in the Gorontalo community, performed as an expression of gratitude through the ceremonial cutting of an infant’s hair. Beyond its ceremonial nature, this tradition embodies deep philosophical values reflected in each ritual stage and the symbolic use of traditional objects. Every element in the Mohuntingo procession represents the cultural worldview of the Gorontalo people, which is strongly rooted in customary practices and Islamic principles. This study provides a detailed description of the Mohuntingo stages in Kabila District and examines the symbolic meanings of the traditional objects used, including young coconut, betel nut, dulang, fragrant oil, a razor, flowers, and lu’adu. A descriptive qualitative design was employed, with data gathered through observation, interviews with traditional and religious leaders, cultural practitioners, and local residents, as well as field documentation. Data were analyzed through reduction, presentation, and interpretation while maintaining the sociocultural context of Gorontalo society. The findings reveal that each traditional object holds symbolic meanings related to purity, protection, cultural identity, life harmony, and the reinforcement of religious values. The ritual also strengthens social cohesion, deepens kinship ties, and functions as a medium for transmitting customary and Islamic values to younger generations. Overall, the study concludes that Mohuntingo is not merely a birth ritual but a cultural transmission system rich in spiritual, social, and educational significance, demonstrating the enduring relevance of Gorontalo’s cultural identity amid modernizing influences.
Character Emotions in the Novel Please Look After Mom by Kyung-Sook Shin (Literary Analysis from The Perspective of Krech & Krutchfield's Psychology) Irawati Mohamad; Mohamad Karmin Baruadi; Herman Didipu
TRANSFORMATIONAL LANGUAGE, LITERATURE, AND TECHNOLOGY OVERVIEW IN LEARNING Vol. 4 No. 4 (2025): AUGUST
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/transtool.v4i4.2106

Abstract

The novel Please Look After Mom by Kyung-Sook Shin is a novel that describes the regret felt by each character due to the loss of their mother. Each emotion felt by the characters describes a psychological condition related to Krech & Cruthfield's psychology. This study aims to classify the forms of emotion experienced by the characters and describe the factors that cause the emotions felt by the characters in Kyung-Sook Shin's novel Please Look After Mom. This study uses a qualitative descriptive analysis approach. This study employs Krech & Crutchfield's psychological theory of emotions, utilizing a six-classification framework. Data collection techniques are carried out by reading and noting down things related to the study, then presenting the data by compiling important points. Based on the anaylisis, emotions are classified into six categories: (1) basic emotions; (2) emotions related to sensory stimulation; (3) emotions related to self-assessment; (4) emotions related to other people; (5) appreciative emotions; and (6) moods. The conclusion shows that there are 86 data points related to emotions based on this classification. The study's findings have implications for the development of literary psychology studies, particularly in understanding emotions. This research can also be utilized as literary learning material to enhance emotional awareness and deepen students’ or readers’ understanding of characters and human life. Therefore, this study is expected to broaden knowledge in the field of literary psychology and contribute to a deeper understanding of various types of emotions experienced by characters as representations of human emotional experiences.