Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Literasi Sejarah Untuk Meningkatkan Historical Thingking Peserta Didik Haris Firmansyah; Astrini Eka Putri; Luqmanul Hakim
Jurnal Artefak Vol 9, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.042 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i2.7892

Abstract

Penelitian ini bertujun untuk mengetahui strategi guru dan bentuk evaluasi pembelajaran penguatan literasi sejarah untuk meningkatkan historical thingking peserta didik. Metode Kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Lokasi penelitianya di MAN 1 Pontianak. Adapun hasil penelitian ini yakni (1) Penguatan literasi sejarah dalam pembelajaran sejarah sangat penting dilakukan, guru sejarah. Guru tidak hanya terpaku dengan buku teks atau buku paket sejarah yang disediakan namun menfaatkan buku-buku sejarah yang disesuaikan dengan SK dan KD yang sedang dibahas guna menambah informasi dan materi sejarah yang disampaikan kepada peserta didiknya. Selain itu guru juga memanfaatkan literasi sejarah berbasis digital yang dapat membantu peserta didik dalam mengeksplor sumber-sumber sejarah. Dalam memperkuat literasi sejarah guru menyampaikan sejarah lokal. Sebagai upaya dalam meningkatkan Historical Thiniking peserta didiknya guru mengimplemenasikan metode diskusi dan debat. (2) Evaluasi merupakan komponen penting, harus dilaksanakan guna melihat keefektifan pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari evaluasi berfungsi sebagai feedback bagi guru dalam memperbaiki kegiatan pembelajaran. Pada kegiatan diskusi ini ada guru sejarah menyiapkan rubrik penilaian dengan indikator penilaian seperti kemampuan dalam mempresentasikan, mengutarakan pendapat, memahami isi materi serta pemaknaan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap materi sejarah yang dibawakan. Evaluasi berbasis HOTS juga digunakan guru.
Pembelajaran Sejarah Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pontianak di Sekolah Menangah Atas Haris Firmansyah; Rahmad Silahudin; Faiz Ikramullah; Kamariah Kamariah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.584 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3526

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: a. nilai-nilai kearifan lokal yang dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah di Pontianak. b. kemampuan guru dalam memberikan gambaran kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah siswa kelas 11 SMA Negeri 10 Pontianak. Dan c. Mendeskripsikan kendala dan solusi dalam proses pembelajaran sejarah berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal bagi siswa kelas 11 SMA Negeri 10 Pontianak. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dalam penelitiannya dan Subjek atau informan ini dipilih berdasarkan pengetahuan, pengelolaan, informasi dan data-data yang bisa mereka pertanggungjawabkan untuk menunjang penelitian yang dilakukan di SMA N 10 Kota Pontianak dengan meneliti mengenai Analisis nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran siswa kelas 11 SMA N 10 Pontianak. Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut: Nilai-nilai kearifan lokal yang dapat digunakan dalam pembelajarn sejarah di Pontianak ialah nilai pendidikan moral yang terkandung dalam historiografi berdirinya Kesultanan Pontianak, nilai pendidikan adat dan tradisi yang dapat kita cari dengan menggali nilai-nilai kekeluargaan pada Suku Melayu, Dayak maupun Tionghoa, nilai religi yang terdapat dalam tradisi-tradisi masyarakat lokal di Kalimantan Barat seperti tradisi Saprahan, Upacara arakan pengantin dan lain sebagainya. Kemampuan Guru dalam memberikan gambaran kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah siswa kelas 11 SMA N 10 Pontianak sudah bisa dikatakan baiak walaupun masih ada beberapa hal yang belum maksimal. Dan kendala dalam pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal pada pembelajaran sejarah adalah kreatfitas guru dalam mengolah sumber kearifan local serta motivasi belajar siswa dalam belajar juga turut menjadi kendala.Kata Kunci: kearifan lokal, pembelajaran sejarah, guru AbstractThe purpose of this study is to find out: a. the values of local wisdom that can be used in history learning in Pontianak. b. the teacher's ability to provide an overview of local wisdom in learning the history of grade 11 students of SMA Negeri 10 Pontianak. And c. Describe obstacles and solutions in the history learning process based on the values of local wisdom for grade 11 students of SMA Negeri 10 Pontianak. Qualitative research methods with a descriptive approach in their research and this subject or informant is selected based on knowledge, management, information and data that they can account for to support research conducted at SMA N 10 Pontianak City by researching about the analysis of local wisdom values in the learning of grade 11 students of SMA N 10 Pontianak. The results of this study are as follows: The values of local wisdom that can be used in historical learners in Pontianak are the value of moral education contained in the historiography of the establishment of the Pontianak Sultanate, the value of traditional education and traditions that we can look for by exploring family values in the Malays, Dayaks and Chinese, religious values contained in the traditions of local people in West Kalimantan such as the Saprahan tradition,  Bridal arakan ceremony and so on. The teacher's ability to provide an overview of local wisdom in learning the history of grade 11 students of SMA N 10 Pontianak can already be said to be baiak even though there are still some things that are not optimal. And the obstacle in learning history based on local wisdom in history learning is the credibility of teachers in processing sources of local wisdom and student learning motivation in learning is also an obstacle.Keywords: Local wisdom, history learning, teacher
Pemanfaatan Cagar Budaya ‘SDN 14 Pontianak’ Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah pada Kelas XI SMA Islam Bawari Khofifah Nur Rahmah; Andang Firmansyah; Haris Firmansyah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.219 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3616

Abstract

AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui (1) Perencanaan pemanfaatan Cagar Budaya di SDN 14 Pontianak, (2) Bagaimana pelaksanaan pemanfaatan Cagar Budaya di SDN 14 Pontianak, (3) Cara evaluasi setelah pemanfaatan Cagar Budaya, dan (4) Apa saja hambatan atau kendala saat memanfaatkan sumber daya alam. belajar sejarah yang memanfaatkan SDN 14 Pontianak. Peneliti menggunakan metode deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah delapan (8) siswa, 1 (satu) narasumber dan 1 guru Sejarah Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data termasuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Ada beberapa relik yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sejarah, guru menggunakan SDN 14 Pontianak dengan menyajikan video pembelajaran kepada siswa ketika materi pembelajaran mengambil tempat dimana mereka semua dapat memahami dan memiliki minat terhadap sejarah SDN 14 Pontianak. Kendala yang dihadapi saat menggunakan SDN 14 Pontianak adalah masalah teknis seperti pemadaman dan kurangnya proyektor dimana guru menangani masalah teknis dengan membawa foto cetak dan menunjukkannya kepada siswa.Kata Kunci: Sumber Belajar Sejarah, Pembelajaran Sejarah, Warisan Budaya SDN 14 Pontianak AbstrakThis research is intended to find out (1) Planning for the use of Cultural Conservation at SDN 14 Pontianak, (2) How to implement the utilization of Cultural Conservation at SDN 14 Pontianak, (3) How to evaluate after utilization of Cultural Conservation, and (4) What are the obstacles or obstacles when utilizing natural resources. learning history that utilizes SDN 14 Pontianak. The researcher uses a descriptive method using a qualitative approach. The subject of this research were eight (8) students, one (1) resource person and 1 teacher of Engineering History used in data collection including observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate There are several relics that can be used as studying resources in history subjects, teachersuse SDN 14 Pontianak by presenting learning videos to students when the learning material takes a place where they can all understand and have an interest in the history of SDN 14 Pontianak. The obstacles faced when using SDN 14 Pontianak are technical problems such as blackouts and the lack of a projector where the teacher handles the technical problem by bringing printed photos and showing them to students.Keywords: History Learning Resources, History Learning, Cultural Heritage SDN 14 Pontianak
Pendampingan Belajar Anak yang Tinggal di Bawah Jembatan Landak dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar di Gg. Semut Kelurahan Tanjung Hulu Kecamatan Pontianak Timur Iwan Ramadhan; Jumardi Budiman; Nur Meily Adlika; Shilmy Purnama; Haris Firmansyah; Hadi Wiyono
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2022): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v5i3.1091

Abstract

Various problems have occurred in implementing learning at home since the transition to online learning to prevent the Covid-19 outbreak. Parents at home are required to provide maximum guidance because parents as educators are tasked with guiding the child's learning process from a distance. However, not all parents can assist their children, so children experience obstacles and problems that require a role not only from parents. Not only that, children face several factors due to the lack of learning assistance, including the lack of student independence in learning caused by the unpreparedness of parents in assisting and guiding students to study at home and discomfort due to using gadgets. To check for a long time. The Tanjung Hulu District Government partners with the Tanjungpura University BEM. The method used in implementing this program is a classical approach carried out by providing learning materials that are easy and understandable for children. The results showed that the activities had run smoothly, starting with introductions, the provision of materials had been carried out well, and the children were also enthusiastic about participating in the implementation of this mentoring
Strategi Pengembangan Objek Pariwisata Hutan Albasia Iwan Ramadhan; Imran Imran; Haris Firmansyah; Efriani Efriani; Jagad Aditya Dewantara
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i3.908

Abstract

This study aims to determine the strategy in developing the Albasia Forest tourist attraction to attract tourists interest related to the Albasia tree forest tourism object. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive form. The results of this study indicate the potential for developing albasia forest tourism objects by utilizing the natural beauty that already exists, conducting promotions through banners and social media with the help of the nature lover community, thus attracting interest, especially young people who want to experience camping in the wilderness. The location is not far from the city. In the development of Albasia forest tourism, there are also positive and negative impacts. The positive effects include increasing economic implications because it provides opportunities for local communities to sell and young people to manage albasia forest tourism so that young people have jobs. However, there are also negative impacts, such as some people disagree with constructing these tourist attractions. Still, the Albasia forest tourism manager can handle these problems appropriately.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dalam mengembangan objek pariwisata hutan albasia sehingga mampu menarik wisatawan yang berkaitan dengan objek wisata hutan pohon Albasia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan bentuk deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi dalam mengembangkan daya tarik wisata hutan Albasia ini dengan memanfaatkan keindahan alam yang sudah ada, melakukan promosi melalui banner dan sosial media dengan bantuan dari komunitas pecinta alam, sehingga menarik minat terutama pemuda-pemuda yang ingin merasakan berkemah di hutan yang lokasinya tidak jauh dari kota. Dalam pengembangan wisata hutan Albasia ini juga terdapat dampak positif maupun negatif. Dampak positif yang meliputi dampak ekonomi yang meningkat karena memberikan kesempatan para masyarakat sekitar untuk berjualan dan para anak muda untuk mengelola wisata hutan Albasia sehingga membuat para anak muda sekitar memiliki pekerjaan. Akan tetapi juga terdapat dampak negatif seperti ada beberapa masyarakat yang kurang setuju untuk dibangunnya tempat wisata tersebut namun permasalahan tersebut dapat diatasi dengan baik oleh pengelolal wisata hutan Albasia.
Historisitas dan Perkembangan Budaya Masyarakat Etnis Madura di Kalimantan Barat Haris Firmansyah; Iwan Ramadhan; Hadi Wiyono; Superman Superman
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v8i2.40831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui historisitas dan perkembangan budaya masyarakat Madura di Kalimantan Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (Library Reseach). Teknik pengumpulan data dengan mengumpullkan dan mengkaji  sumber ilmiah dari buku dan jurnal ilmiah online. Langkah-langkah penelitian ini terdiri dari menyiapkan topik, eksplorasi informasi, menentukan fokus penelitian, pengumpulan sumber data, persiapan penyajian, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejarah Etnis Madura di Kalimantan Barat merupakan etnis pendatang yang berasal dari Daerah Bangkalan di Pulau Madura. Tujuan orang-orang Madura datang ke Kalimantan Barat dilatarbelakangi oleh faktor mata pencaharian yang mudah didapatkan dan faktor lahan yang cocok dijadikan sebagai lahan untuk bertani atau bercocok tanam. Masyarakat Etnis Madura di Kalimantan Barat sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, pekebun dan sebagainya. Perkembangan budaya dikaji dari sistem kekerabatan Etnis Madura pada umumnya sama dengan sistem kekerabatan etnis lainnya yang membedakannya adalah penyebutan atau istilah. Tradisi dan kesenian Etnis Madura tidak banyak yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sebagai suku pendatang, hal ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekitar yang bukan merupakan lingkungan asli dari Etnis Madura.
DAMPAK PEMBANGUNAN PARIWISATA JUNGKAT RESORT PADA ASPEK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Warneri Warneri; Iwan Ramadhan; Imran Imran; Haris Firmansyah; Hadi Wiyono
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v9i2.2606

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui untuk dampak pembangunan wisata Jungkat Resort yang ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial bagi masyarakat Kecamatan Jungkat Kabupaten Mempawah. Penggunaan metode pada penelitian ini adalah dengan metode kualitantif deskripsi dengan penggunakan pendekatan etnografi, yaitu dengan melalukan observasi dan wawancara secara mendalam kepada informan. Hasil peneltian ini adalah perubahan kehidupan masyarakat desa Jungkat dalam tinjauan sosial sejak pembangunan wisata Jungkat Resort diantaranya ialah pada interaksi antar masyarakat sekitar dengan masyarakat pendatang yang menetap di sekitar untuk mengisi peluang kesempatan kerja serta interaksi sosial masyarakat setempat dengan wisatawan, baik dalam berhubungan jasa maupun non-jasa atau adanya interaksi jual beli, memberikan kemajuan secara infrastruktur dan pembangunan secara fisik dan non-fisik. Bentuk perubahan ekonomi diantaranya ialah memberikan peluang, kesempatan kerja bahkan kepada pekebun dan petani disekitar obyek wisata Jungkat Resort untuk menjual hasil bumi bahkan dampak ekonomi juga dirasakan oleh masyarakat pendatang yang berpindah untuk mencapai memiliki kesejahteraan hidup yang lebih baik. Hubungan sosial masyarakat juga lebih baik, karena adanya perasaan saling memelihara obyek wisata Jungkat Resort antar satu sama lainnya, sebagaimana pada awal pembangunan Jungkat Resort, adanya saling berpartisipasi aktif walapun secara sederhana.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS : STRATEGI PEMBELAJARAN DI SMP SWASTA PASCA PANDEMI COVID 19 Iwan Ramadhan; Muhammad Agus Hardiansyah; Haris Firmansyah; Maria Ulfah; Husni Syahrudin; Suriyanisa Suriyanisa
Jurnal Muara Pendidikan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Muara Pendidikan Vol 7 No 2, Desember 2022
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.55 KB) | DOI: 10.52060/mp.v7i2.848

Abstract

The purpose of this research is to find out the strategy of the limited face-to-face learning process that is applied at Mujahidin Private Junior High School. The method used in this research is a descriptive qualitative research method. As in qualitative research that researchers obtain data through direct observation and refine it with interviews and obtain data in the form of documentation. The results of this study are the strategy of implementing limited face-to-face learning processes in accordance with learning guidelines during the pandemic, such as facilities and infrastructure for implementing health protocols that require teacher guidance. Not only that, the application of learning strategies to technology-based learning media and school readiness and teachers as homeroom teachers who play a role in managing learning that is more than one subject at the middle education level. Thus the strategy of implementing learning at the basic education level has more tasks that must be managed by the teacher and of course, it is in accordance with the situation and conditions in the pandemic so that learning strategies that have limitations in time can achieve the goals of middle-level education to shape the character of students.
DAMPAK SOSIAL BAGI MASYARAKAT PASCA KERUSUHAN ANTAR SUKU MADURA-MELAYU DI KECAMATAN PEMANGKAT, KABUPATEN SAMBAS PADA TAHUN 1999 Bayu Bestari; Amrazi Zakso; Haris Firmansyah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i2p138-147

Abstract

The riots that occurred in Sambas Regency in 1999 were quite large in the history of the conflict in Indonesia involving the Malays and the Madurese. Pemangkat sub-district is one of the sub-districts experiencing severe conflict. The riots that occurred in Pemangkat District had an impact on the social psychology of the community, both from the Madurese and the Malays. The impact of this inter-tribal riot also had an impact on several sectors, namely the economic sector, education, and other sectors. This article aims to explain the effects of riots between the Madurese-Malay tribes in Pemangkat sub-district in 1999 and after using historical research methods, namely topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography. From the discussion on the social impact of society during and after the riots between the Madurese-Malay tribes in Pemangkat District in this article, it will be concluded that the riots that occurred in Pemangkat District had a considerable impact on both the Madurese and the Malays themselves.Kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Sambas pada tahun 1999 cukup besar dalam sejarah konflik di Indonesia yang melibatkan etnis Melayu dan Madura. Kecamatan Pemangkat merupakan salah satu kecamatan yang mengalami konflik cukup parah. Kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Pemangkat berdampak pada psikologi sosial masyarakat baik yang berasal dari Madura maupun Melayu. Dampak kerusuhan antarsuku ini juga berdampak pada beberapa sektor, yaitu sektor ekonomi, pendidikan, dan sektor lainnya. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dampak kerusuhan suku Madura-Melayu di Kecamatan Pemangkat tahun 1999 dan setelah menggunakan metode penelitian sejarah yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Dari pembahasan dampak sosial masyarakat pada saat dan pasca terjadinya kerusuhan antara suku Madura-Melayu di Kabupaten Pemangkat pada artikel ini dapat disimpulkan bahwa kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Pemangkat memberikan dampak yang cukup besar baik bagi masyarakat Madura maupun Melayu.
Sosialisasi Pemanfaatan Museum Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Pada Guru Sejarah Se Kota Pontianak Haris Firmansyah; Astrini Eka Putri; Ika Rahmatika Chalimi; Hadi Wiyono; Andang Firmansyah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.743 KB) | DOI: 10.30653/002.202274.161

Abstract

SOCIALIZATION OF THE USE OF MUSEUMS AS A SOURCE OF LOCAL HİSTORY LEARNİNG FOR HİSTORY TEACHERS İN PONTİANAK CİTY. Based on the team's observations that have been stated above, the team feels it is important to carry out socialization activities regarding the use of museums as a source of learning local history to history teachers. So that this museum can be one of the interesting learning experiences in history learning. The expected objectives of this program are as follows: (1) The history of the establishment of the West Kalimantan Museum. (2) Implementation of the use of the West Kalimantan Museum as a source of local history by history teachers throughout the city of Pontianak. And (3) To find out the efforts of the museum and teachers in utilizing the West Kalimantan Museum as a source of learning local history by history teachers throughout the city of Pontianak. The target community involved in the implementation of this activity are all teachers of history subjects in the city of Pontianak. The location for the implementation of the activity is planned in the West Kalimantan Museum Hall in Pontianak City. This activity is carried out through lecture and discussion methods. As a result of this activity, participants consisting of history teachers were able to understand the material regarding the use of museums as a source of learning local history in improving student learning activities in history subjects. The understanding of the participants (teachers) was shown through their enthusiasm in discussing and asking questions about the socialization material.