Claim Missing Document
Check
Articles

Internalisasi Nilai Costantini Dalam Pembelajaran Sejarah di Persekolahan Sma Katolik Santu Petrus Pontianak Veronika Senu; Ika Rahmatika; Andang Firmansyah; Haris Firmansyah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 7 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.431 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7826879

Abstract

The purpose of this Research was to finding out the history of learning at Santu Petrus Pontianak Catholic High School in the process of planning, implementing, and evaluating internalizing Costantini's values. This research uses descriptive qualitative research. Students, Deputy Head of Curriculum, history teachers, and lesson plans are the sources of this research data. Data collection techniques include data reduction, data presentation, and verification compiled through observation, interviews, and documentation. This is determined from research findings: 1) Costantini's values ​​have not been included in the RPP and syllabus documents. 2) the application of Costantini's values ​​is carried out in the learning process, the Costantini's values ​​contained (Pioneer, Vividerque, Caritas, Humalitas, Cooperente.) 3) the application of Costantini's values ​​is evaluated in the affective domain in the form of peer observation assessments. The values ​​of generosity and cooperation have been applied by students in life 4) students experience difficulties because they are unable to practice the pioneering values, indulgintiae. Meanwhile, teachers face challenges such as not being able to apply Vividiorque's values ​​and not being able to incorporate all of Costantini's values ​​into the history of the learning .
TRANSFORMASI KURIKULUM 2013 MENUJU MERDEKA BELAJAR DI SMA NEGERI 1 PONTIANAK Iwan Ramadhan; Haris Firmansyah; Imran Imran; Shilmy Purnama; Hadi Wiyono
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.2097

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pembelajaran dalam Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan penelitian ini dengan mempelajari sistem kurikulum merdeka dan peneliti ikut serta dalam pelaksanaan pembelajaran bersama subyek penelitian. Metode yang dilakukan yaitu mulai dari wawancara sebagai pra riset dan wawancara terhadap subyek penelitian yang telah ditentukan sesuai dengan fokus penelitian terkait pengalaman dan makna yang sekolah, guru dan siswa alami. Hasil penelitiannya adalah adanya perbedaan signifikan dialami pihak sekolah dalam program, metode dan model pembelajaran dalam peralihan perubahan penerapan program dari kurikulum merdeka berupa proyek P5. Banyaknya aktivitas praktek dan siswa aktif mengikuti kegiatan P5. Proyek P5 SMAN 1 Pontianak hanya dilaksanakan di kelas X dan XI dengan tema yang berbeda. Dampak adanya perubahan Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Pontianak adalah siswa lebih kreatif dan lebih mendalamkan peran sebagai siswa sehingga proses pembelajaran lebih menyenangkan serta menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih relevan dan interaktif. Perubahan pembelajaran Kurikulum 2013 ke Kurikulum merdeka hanya diterapkan pada kelas X dan XI. Penerapan pembelajaran kurikulum merdeka sebagian besar membuat siswa lebih aktif dan interaktif daripada kurikulum Kurikulum 2013. Penerapan pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka untuk memenuhi kebutuhan setiap peserta didik yang tidak sama di SMAN 1 Pontianak.Kata Kunci: Transformasi, Kurikulum 2013, Kurikulum merdekaABSTRACTThe purpose of this study was to find out the learning process in the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum. The method used is descriptive qualitative. Collecting data through observation, interviews, and documentation. This research approach by studying the independent curriculum system and researchers participating in the implementation of learning with research subjects. The method used is starting from interviews as pre-research and interviews with research subjects that have been determined according to the focus of research related to experiences and meanings that schools, teachers, and students experience. The results of his research are that there are significant differences experienced by schools in programs, methods, and learning models in the transition to changes in program implementation from the independent curriculum in the form of the P5 project. There are many practical activities and students actively participate in P5 activities. The P5 project of SMAN 1 Pontianak is only implemented in classes X and XI with a different theme. The impact of changing the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum at SMAN 1 Pontianak is that students are more creative and deepen their roles as students so that the learning process is more enjoyable and presents a more relevant and interactive learning system. Learning changes from the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum are only applied to grades X and XI. The application of independent curriculum learning mostly makes students more active and interactive than the 2013 Curriculum curriculum. The application of learning based on the independent curriculum to meet the needs of each student is not the same at SMAN 1 Pontianak.Keywords : Transformation, 2013 Curriculum, Merdeka Curriculum
Perkembangan dan pelestarian tenun Corak Insang khas kota Pontianak Haris Firmansyah; Iwan Ramadhan; Hadi Wiyono; Astrini Eka Putri; Thomy Sastra Atmaja
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.23933

Abstract

Kota Pontianak memiliki kain bercorak khas yang berupa tenun corak Insang sebagai identitas budaya yang harus dikembangkan dan dilestarikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan dan pelestarian tenun Corak Insang khas kota Pontianak. Tenun Corak Insang merupakan kain yang mengandung nilai budaya yang tinggi sejak zaman Kesultanan Pontianak dan harus dilestarikan keberadaanya. Perlunya perluasan fakta-fakta menarik terkait perkembangan dan pelestarian tenun Corak Insang secara luas sejak dahulu hingga sekarang demi terjaganya keberadaan tenun Corak Insang agar terus dikreasikan, dicintai dan diminati oleh generasi ke generasi. Metode yang digunakan penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Sedangkan sumber data terdiri atas data primer yaitu hasil wawancara dan pengamatan proses pembuatan tenun serta kunjungan museum, data sekunder diperoleh dari arsip gambar dan informasi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Awalnya tenun Corak Insang hanya digunakan oleh kalangan bangsawan di istana Kadriah Pontianak saja. Sebagai lambang identitas bangsawan atau status sosial pada suatu kelompok. Baik dari segi penggunaannya, pembuatan maupun perkembangan dari segi coraknya yang saat ini semakin beragam dan terus dilestarikan oleh masyarakat Melayu kota Pontianak. Disimpulkan bahwa perkembangan dan pelestarian tenun corak insang sudah mengalami inovasi dan kreasi yang lebih baik dengan tetap memertahankan nilai dan tampilan yang khas agar tetap eksis sebagai hasil dari tangan produksinya serta penggunaannya tidak terbatas hanya golongan tertentu saja.   The city of Pontianak has a distinctively patterned cloth in gill pattern weaving as a cultural identity that must be developed and preserved. This study examines developing and preserving the Pontianak City-style woven corak insang. Weaving with gill patterns is a cloth that has contained high cultural value since the time of the Pontianak Sultanate, and its existence must be preserved. It is necessary to expand on interesting facts related to the development and preservation of corak insang weaving from ancient times until now to maintain the existence of gill pattern weaving so that it continues to be created, loved, and in demand by generations. The method used is qualitative research through a descriptive approach. The data sources consist of primary data, namely the results of interviews and observations of the process of making weaving and museum visits, and secondary data obtained from archives of images and information. Data collection techniques were done through observation, interviews, and documentation. Initially, the nobility only used the corak insang weaving at the Kadriah Pontianak palace. As a symbol of the identity of nobility or social status in a group. Both in terms of its use, manufacture, and development in terms of styles, which are increasingly diverse and continue to be preserved by the Malay community of Pontianak City. It was concluded that the development and preservation of gill pattern weaving had experienced better innovation and creation while maintaining a distinctive value and appearance so that it continues to exist due to its production hands, and its use is not limited to specific groups only.
KUDA KEPANG BARONGAN : EKSISTENSI KEBUDAYAAN ETNIS JAWA DI PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS Iwan Ramadhan; Haris Firmansyah; Nur Meily Adlika; Hadi Wiyono; Astrini Eka Putri
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 8, No 2 (2023): VOLUME 8 NUMBER 2 MEI 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v8i2.3956

Abstract

The purpose of this study was to describe the early history of the formation of the Kuda Kepang Barongan culture, the views of the community on culture and the impact and existence of the Kuda Kepang Barongan culture in Pontianak by the Margo Tresno Association, the methods used were observation, in-depth interviews with informants, the results, the traditional art of Kuda Kepang Barongan that grows and develops in Pontianak City thanks to the Margo Tresno Association is evidence of the acculturation of Javanese ethnicity in Pontianak. Obtained were early history Initially, the existence of the Kuda Kepang Barongan culture was sparked by the Margo Tresno Association which wanted to maintain the existence of Javanese ethnic culture in Pontianak. The community's view of this culture was welcomed by the artists with the presence of horse braid players who were not only from Javanese ethnicity but other ethnicities also participated. the cultural arts of the barong braid horse further enrich the culture in the city of Pontianak in particular, this is in accordance with the characteristics of the city of Pontianak which has a variety of cultures and ethnic groups which is commonly called multicultural. As a source of social studies learning, namely maintaining the existence of local wisdom culture and material for social interaction and cultural history in Pontianak.
Preserve the existence of balala’ tamakng tradition of dayak ethnic to maintain the national identity of indonesia Iwan Ramadhan; Imran Imran; Muhammad Agus Hardiansyah; Cary Chappel; Haris Firmansyah
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 1 (2023): Civic Education dan Citizenship Studies In culture, identity, and art (1 June 20
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v4i1.61234

Abstract

The Balala' Tamakng tradition is a tradition of abstinence that is still believed and carried out by the Dayak ethnic community in Sungai Ambawang District, Kubu Raya Regency. This study aims to determine the procession of the Balala' Tamakng tradition, the symbolic meaning of the Balala' Tamakng tradition and efforts to maintain the Balala' Tamakng tradition in the era of globalization in an effort to maintain national identity. The high flow of globalization, indirectly, has gradually faded the traditions of today's traditional society. This research seeks to discover the efforts of the Dayak ethnic community in Sungai Ambawang District in preserving the Balala' Tamakng tradition in maintaining national identity amidst the influence of globalization. The research method used is descriptive research using a qualitative approach. The data collection technique that will be used is the process of observation, in-depth interviews, and documentation. The research results in a state that the Balala' Tamakng tradition is carried out through the process of the ritual. As for the meaning or meaning of the Balala' Tamakng tradition, it is abstinence for a full day with the condition that you are not allowed to set foot out of the house, not shout or make noise in the house. In this era of globalization, efforts to maintain the Balala' Tamakng tradition are made by strengthening national identity and by sharing these ritual activities through social media
Penggunaan Aplikasi Wordwall Pada Pembelajaran Sejarah Di SMA Negeri 5 Pontianak Baiyeni Amalia Hasanah; Andang Firmansyah; Haris Firmansyah
JURNAL PENDIDIKAN Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v24i1.7602

Abstract

With the impacts of rapid technological advances, it is undeniable that many various technology-based learning media are created. Learning media has many benefits, one of which is as a tool to convey learning objectives. Moreover, for history learning, it is no stranger that many students are not interested in learning history. Because history learning contains various kinds of events that require students to remember all these things. Therefore, the use of media is needed in history learning. The purpose of the research was to description the use of Wordwall app in history learning in XI class of SMAN 5 Pontianak. The research method uses descriptive qualitative. The research location at SMAN 5 Pontianak. The data collection technique uses interviews, observations, and documentation. The source of research informants is history teachers and class XI students of SMAN 5 Pontianak. The research results are that the use of Wordwall app can help teachers convey historical materials that are difficult for students to understand. Meanwhile, for students, learning history using Wordwall app is a new and fun experience, so students more interested and active during the history learning process.  
Proses Perubahan Kurikulum K-13 Menjadi Kurikulum Merdeka Haris Firmansyah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i2.4910

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kurikulum K-13 ke kurikulum merdeka dan implementasi unsur-unsur pembelajaran kurikulum merdeka. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Hasil peneitian yaitu pembelajaran yang menekankan kepada peserta didik lebih dilibatkan dalam semua aktivitas pembelajaran sehingga peserta didik yang lebih unggul dalam aktivitas pembelajaran, sedangkan tenaga pendidik hanya sebagai fasilitator dan motivator. Pelaksanaan kurikulum merdeka lebih menyarankan pembelajaran berdiferensisasi, artinya pembelajaran yang di laksanakan berdasarkan minat peserta didik kemudian gaya belajar serta kesiapan belajarnya. Dalam proses pembelajaran kurikulum merdeka, tenaga pendidik membagi kelompok peserta didik dalam bentuk heterogen, contohnya seperti peserta didik yang memiliki kemampuan sedang di campur dengan peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi. Model pembelajaran disesuaikan dengan minat dan kemampuan peserta didik. Sehingga guru sebagai fasilitator dan motivator dalam pelaksanaan kurikulum merdeka belajar. Implementasi pembelajaran materi masih beracuan pada kurikulum 13 sedangkan tindakan menyesuaikan dengan kurkulum merdeka belajar.
Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah Menengah Atas Haris Firmansyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1366

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan pendidikan multikultural di sekolah menengah atas. Penelitian ini bahwa betapa pentingnya pendidikan multikultural untuk diterapkan di sekolah-sekolah terutama sekolah menengah atas. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan penelitian kepustakaan. Untuk menguji keakuratan data yang terkumpul, peneliti melakukan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan multikulturalisme pendidikan maka kurikulum, model pembelajaran, suasana sekolah, kegiatan ekstrakurikuler dan peran guru harus multikultural. Penilaian isi, pendekatan dan kurikulum harus menghargai perbedaan dan tidak diskriminatif. Sekolah harus memilih isi dan bahan ajar yang benar-benar menekankan penghargaan dan penghormatan terhadap budaya dan nilai-nilai lain. Guru harus mengatur dan mengelola konten sekolah, proses, hingga kegiatan lintas budaya. Mungkin upaya untuk menghargai budaya lain juga dapat menekankan pentingnya pedagogis mempelajari bahasa suku lain dan memotivasi pada siswa sejak awal memahami orang dari etnis lain.
Cagar Budaya Sepanjang Das Batanghari Dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Haris Firmansyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1516

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan cagar budaya di sepanjang DAS Batanghari dan potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah.bPeneliti menggunakan metode atau pendekatan studi pustaka (Librari Research) dalam penelitian ini. Teknik studi pustaka yaitu mengkaji teori-teori dari berbagai sumber bacaan ilmiah atau yang lain terkait dengan apa yang menjadi bahasan penelitian sesuai dengan situasi yang berkembang. Sungai Batanghari di Indonesia memiliki sejarah dan warisan budaya yang kaya dan dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran bagi siswa. Memasukkan sejarah lokal ke dalam kurikulum dapat membantu siswa mengembangkan cara berpikir sistematis untuk memahami sejarah dan mentransmisikan kebijaksanaan lokal. Memahami masa lalu penting untuk masa kini dan masa depan, dan sejarah harus diajarkan jika berguna. Pembelajaran sejarah juga dapat merangsang kreativitas dan imajinasi, dan membantu individu mengembangkan potensi mereka. Memasukkan sejarah lokal ke dalam kelas sejarah dapat membantu siswa mengembangkan pemikiran sistematis dalam memahami sejarah dan mentransmisikan nilai-nilai kebijaksanaan lokal. Memanfaatkan situs sejarah di lingkungan untuk pembelajaran juga dapat memberikan pengalaman kepada siswa dan rasa tanggung jawab untuk melestarikan warisan lokal mereka. Penting untuk mengeksplorasi dan melestarikan situs sejarah sebagai bagian dari memori dan identitas kolektif.
Penggunaan Film Dokumenter Sejarah Belangkaet Sebagai Media Pembelajaran Sejarah di Kelas XI IPS 2 SMAN 1 Simpang Hilir Shelli Shelli; Andang Firmansyah; Astrini Eka Putri; Rustiyarso Rustiyarso; Haris Firmansyah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 10 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7988839

Abstract

This observe goals to determine the usage of teachers in using the media documentary movie records beangkaet in gaining knowledge of history, the planning process, instructor implementation in the use of documentary film media records belakkaet in studying history, and the limitations felt via the teacher inside the use of historic documentary movie media beangkaet on gaining knowledge of history, in magnificence XI IPS 2. The research method used is descriptive with a shape of qualitative studies. The facts assets for this research had been history instructors and students class XI IPS 2. The region of this research is at SMAN 1 Simpang Down circulate that's on Jalan Pramuka, Teluk Melano, Kec. Simpang Downstream information series strategies used are commentary, interviews and documentation while the information collection gear are statement sheets, interview courses, and documentation. data evaluation strategies researchers use information discount, presentation statistics and drawing conclusions. to test the validity of the facts researchers use triangulation. From the outcomes of data evaluation researchers understanding that: (1) For planning using film history of belangkaet documentaries as a medium for learning history, instructors additionally have to prepare the steps education of gaining knowledge of implementation plans (RPP) for adapt to the getting to know fabric as a way to be brought to college students. (2) Implementation of use belangket ancient documentary films as gaining knowledge of media history.(three) within the use of ancient documentary film media belakaet often instances we find some barriers that turn out to be a problem in a studying manner both in terms of technical or non-technical.