p-Index From 2021 - 2026
7.246
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS Jurnal Al-Amwal Al-Iqtishadiyah: Ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah El-Barka: Journal of Islamic Economics and Business Al Maal: Journal of Islamic Economics and Banking SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam AT-TASYRI' Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah Jurnal Darma Agung Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Iqtishadia: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah VARIA HUKUM: Jurnal Forum Studi Hukum dan Kemasyarakatan El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Jurnal Iqtisaduna Istismar : Jurnal Kajian dan Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Journal of Management and Islamic Finance Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Jurnal Riset Ekonomi Syariah Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Bandung Conference Series : Sharia Economic Law Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Al'Adalah Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Tijarah Al-Intaj : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Journal of Ekonomics, Finance, and Management Studies IPSSJ Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Fikih Muamalah dan Fatwa DSN-MUI No.112/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Ijarah pada Praktik Sewa-Menyewa Fasilitas Lapangan Futsal Muhammad Daffa Naufaldi; Udin Saripudin; Redi Hadiyanto
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.931 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.873

Abstract

Abstract. One form of cooperation contained in the muamalah concept is the concept of ijarah, ijarah is a lease transaction for an item and wages for a service within a certain time through rental payments or service payments. The ijarah contract can be said to be valid if the pillars and conditions of the ijarah contract are fulfilled. Disen Futsal Cisaat is a futsal field rental place to be used as a safe and comfortable means of playing futsal and supported by other facilities. In practice, researchers found problems in the field rental process where the Cisaat Futsal Disen administrator still allowed unscrupulous consumers who were late or did not arrive on time according to the hours ordered, which would be a separate problem, namely the domino effect of time delays on the schedule. -next schedule and to different consumers. This research method uses descriptive qualitative research, which is able to describe everything related to the application of the ijarah contract on the rental of futsal field facilities at the Cisaat Futsal Disen. The writer also conducted observations and interviews. The results of this study are that there are several things that are considered not in accordance with the pillars of the ijarah contract and the DSN-MUI Fatwa..No. 112/DSN-MUI/IX/2017. regarding the Ijarah contract. Especially in terms of terms and conditions, which explain the procedure for using the leased goods and the time period that must be agreed upon by both parties, namely by mu'jir and musta'jir. among consumers Abstrak. Salah satu bentuk kerjasama yang terdapat dalam konsep muamalah adalah konsep ijarah, ijarah adalah transaksi sewa menyewa atas suatu barang dan upah-mengupah atas suatu jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa atau pembayaran jasa. Akad ijarah dapat dikatakan sah apabila terpenuhinya rukun dan syarat akad ijarah. Disen Futsal Cisaat merupakan tempat penyewaan lapangan futsal untuk digunakan sebagai sarana bermain futsal yang aman dan nyaman serta didukung fasilitas-fasilitas lainnya. Dalam praktiknya, Peneliti menemukan permasalahan dalam proses persewaan lapangan yang dimana pengurus Disen Futsal Cisaat yang masih membiarkan oknum konsumen yang mengalami keterlambatan atau tidak datang tepat waktu sesuai dengan jam yang telah dipesan, yang dimana ini akan menjadi masalah tersendiri yaitu efek domino kemunduran waktu terhadap jadwal-jadwal berikutnya dan kepada para konsumen yang berbeda-beda pula. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kualitatif deskriptif, yaitu mampu mendeskripsikan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan penerapan akad ijarah pada sewa menyewa fasilitas lapangan futsal di Disen Futsal Cisaat. Penuis juga melakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah bahwa ada beberapa hal yang dinilai tidak sesuai dengan rukun akad ijarah dan Fatwa DSN-MUI No.112/DSN-MUI/IX/2017. tentang Akad Ijarah. Khususnya dalam hal ketentuan dan waktu, yang menjelaskan tata cara penggunaan barang sewa serta jangka waktu bahwasanya harus disepakati oleh kedua pihak yakni oleh mu’jir dan musta’jir, yang seharusnya pihak Disen Futsal Cisaat dapat memperhatikan dan menyikapi permasalahan tersebut dengan baik agar menghindari kesalahpahaman diantara para konsumen
Enforcement of Sharia Bank Employee Integrity through the Application of Islamic Ethics in the Principles of Good Corporate Governance Agus Prakarsa Yuristama; Neneng Nurhasanah; Udin Saripudin
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6340

Abstract

The world of banking is an activity based on the principle of trust. The public will place their funds in a bank that is considered trustworthy. Humans are creatures who are blessed with lust and Bank employees are humans. In addition, humans are also not free from sin and mistakes. In this case, there is an issue of human weakness as an employee of the Bank, but the Bank is an institution that is trusted by customers. As with other life problems, the definite solution is the values of religious norms which are expected to give rise to ethical values from banking employees in carrying out their roles as part of public trust institutions. The actual ethics that have developed in the banking world, including Indonesian banking, are through good governance. In this article, we will try to discuss how an ethical value of Islamic economics characterizes the principles of good governance and how good governance can strengthen the integrity of Islamic banking employees in Indonesia. This article was created using a qualitative research approach or method with a case study model. This study can conclude that the concept of Islamic economic ethics has given color to the principles of Good Corporate Governance as applied to Indonesian Islamic banking.
ANALISA MODEL BISNIS KANVAS DALAM PENDIRIAN UNISBA BISNIS CORNER Agus Prakarsa Yuristama; Udin Sarip
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i1.2986

Abstract

Artikel ini akan membahas model bisnis yang diperkenalkan oleh Osterwalder dan Pigneur yang dikenal dengan model bisnis kanvas sebagai alat untuk membantu pengusaha dalam memetakan dan membuktikan secara ringkas mengenai business plan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dimana tergambar dengan jelas elemen inti dalam sebuah bisnis. Model bisnis kanvas terdiri dari 9 (sembilan) bagian bangunan skets atau kanvas yang terdiri dari : customer segments, value proposition, channels, customer relationship, reveneu streams, key resources, key activities, key partnership dan cost structure. Dalam artikel ini konsep model bisnis kanvas diimplementasikan dalam konsep bisnis Unisba Halal Corner, yaitu usaha gabungan dari masing-masing keahlian mahasiswa.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI BERDASARKAN UU TPKS Udin Saripudin; Suci Nurlaeli; Fenny Fatriany
VARIA HUKUM Vol 4, No 2 (2022): VARIA HUKUM
Publisher : Ilmu Hukum, Sharia and Law Faculty, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/vh.v4i2.26980

Abstract

Abstract This research was conducted to identify various factors that cause a lecturer to commit sexual violence and to find out the criminal responsibility of perpetrators of sexual violence who are lecturers based on statutory regulations. For this reason, this research was conducted using a normative juridical method that refers to Law Number 12 of 2022 (TPKS Law) which is the new legal basis for criminal responsibility for sexual violence and is supported by various relevant literature studies. The results and discussion obtained are the main factors causing lecturers to commit sexual violence, namely the existence of power relations and gender relations between themselves and the victims, the majority of whom are students. Apart from that, the absence of a university policy to deal with sexual violence is another factor. In the TPKS Law, lecturers who become perpetrators of sexual violence are subject to criminal sanctions plus 1/3 of the principal sentence and are required to make restitution against victims for certain forms of sexual violence. However, in order to be able to impose criminal sanctions against him, the panel of judges must first consider the reasons for forgiveness, justification reasons and whether his actions were intentional or negligent, which in turn will affect his ability to be criminally responsible or not and also affect the severity of the sentence that will be imposed on him. In conclusion, the TPKS Law is progress for the development of sexual violence criminal law, so it is hoped that its implementation will be truly effective in providing justice, especially for victims.AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai faktor penyebab seorang dosen melakukan kekerasan seksual serta untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana pelaku kekerasan seksual yang merupakan seorang dosen berdasarkan peraturan perundang-undangan. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis normatif yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 (UU TPKS) yang menjadi dasar hukum baru bagi pertanggungjawaban pidana kekerasan seksual serta didukung dari berbagai studi literatur yang relevan. Hasil dan pembahasan yang didapat yakni faktor penyebab utama dosen melakukan kekerasan seksual yakni adanya relasi kuasa dan relasi gender antara dirinya dengan sang korban yang mayoritas merupakan mahasiswa. Selain daripada itu, tiadanya kebijakan perguruan tinggi untuk menangani kekerasan seksual menjadi faktor lainnya. Dalam UU TPKS, dosen yang menjadi pelaku kekerasan seksual dikenakan sanksi pidana dengan ditambah 1/3 dari pidana pokok serta diwajibkan untuk melakukan restitusi terhadap korban untuk bentuk kekerasan seksual tertentu. Namun untuk dapat menjatuhkan sanksi pidana terhadapnya, majelis hakim harus terlebih dahulu mempertimbangkan alasan pemaaf, alasan pembenar serta perbuatannya itu merupakan kesengajaan atau kelalaian, yang nantinya akan mempengaruhi kemampuan dirinya untuk bertanggungjawab secara pidana atau tidak serta berpengaruh juga pada berat ringannya pidana yang akan dijatuhkan kepadanya. Kesimpulannya, UU TPKS menjadi suatu kemajuan bagi perkembangan hukum pidana kekerasan seksual, sehingga diharapkan implementasinya dapat benar-benar efektif memberikan keadilan khususnya bagi korban.
REPOSISI BMT SEBAGAI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH PRO RAKYAT Saripudin
Al'Adalah Vol. 17 No. 2 (2014)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syariah economic development especially in the field of financial institutions and banks so rapidly. This can be seen from the development of the number of Syariah Banks and Syariah banking turnover increasing from year to year . But the development of Syariah Banks are still not even maybe not at all perceived by the poor. They still do not have access to banking industry. This writing try elaborating on a model of Syariah Financial Institutions that can be more pro people by trying to do compare between Syariah Bank and BMT (Financial Institution non Bank). From the comparation known that more BMT become allows Syariah Financial Institutions for the poor (pro the people) because as financial institutions non bank, BMT not bound with Bank Indonesia Regulations.
Analisis Fikih Muamalah dan UU terkait Nilai Hak Cipta sebagai Objek Jaminan Fidusia Hafid Hudzaefi; Udin Saripudin; Liza Dzulhijjah
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 3, No. 2, Desember 2023 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v3i2.2815

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the use of Copyright value as an object of fiduciary guarantee based on muamalah jurisprudence and Copyright Law.This research uses a normative juridical approach. The data source used in this study is secondary data and then supported by primary data. The data collection used in this study used literature studies and interviews. Then the data is analyzed using analytical descriptive methods. The results showed that the use of Copyright value as an object of fiduciary guarantee is difficult to apply in financial institutions, it is due to the lack of regulations in assessing Copyright and there is no Copyright appraisal agency. Based on jurisprudence, the use of the value of Copyright as an object of fiduciary guarantee contains gharar and harm, it is because in the assessment of Copyright causes speculation in assessing Copyright because there is no institution that can calculate the value of Copyright so that it can cause harm to one party. Until this research was conducted, there were no derivative regulations from the Copyright Law itself, but the Copyright Law was supported by the birth of PP Number 24 of 2022. The implementation of Copyright as an object of guarantee must be regulated in regulations in the financial institutions themselves such as PBI and POJK. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis penggunaan nilai Hak Cipta sebagai objek jaminan fidusia berdasarkan fikih muamalah dan UU Hak Cipta.Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder lalu didukung dengan data primer. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka dan wawancara. Kemudian data dianalisis menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan nilai Hak Cipta sebagai objek jaminan fidusia sulit untuk diterapkan di lembaga keuangan, hal itu dikarenakan kurangnya regulasi dalam menilai Hak Cipta dan belum ada lembaga penilai Hak Cipta. Berdasarkan fikih muamalah penggunaan nilai Hak Cipta sebagai objek jaminan fidusia mengandung gharar dan kemudharatan, hal itu karena dalam penilaian Hak Cipta menimbulkan spekulasi dalam menilai Hak Cipta karena tidak ada lembaga yang dapat mentaksasi nilai Hak Cipta sehingga hal tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak. Hingga penelitian ini dilakukan belum ada peraturan turunan dari UU Hak Cipta itu sendiri, akan tetapi UU Hak Cipta didukung dengan lahirnya PP Nomor 24 Tahun 2022. Implementasi Hak Cipta sebagai objek jaminan harus diatur dalam regulasi di lembaga keuangan itu sendiri seperti PBI dan POJK.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Pembekuan Akun Affiliator dalam Memasarkan Produk di Aplikasi Tiktok Sina Lailatus Shafa; Udin Saripudin; Yayat Rahmat Hidayat
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i2.8390

Abstract

Abstract.The freezing of TikTok affiliators' accounts is a frequent occurrence that raises concerns for businesses utilizing this platform, especially for product marketing. This study aims to assess the compliance of TikTok's terms and conditions and the practice of freezing affiliator accounts with Islamic law. Qualitative research methods employing a case study approach are employed to comprehend the relationship between affiliators and TikTok as a business platform. By analyzing normative juridical data, this research develops concepts pertaining to Islamic legal norms relevant to freezing affiliator accounts for product marketing on TikTok. The research findings demonstrate that TikTok's terms and conditions align with the principles of Islamic law, prohibiting negative content such as pornography, violence, defamation, blasphemy, and unethical behavior. The freezing of affiliator accounts adheres to applicable regulations and involves notifying affiliators of their violations. The objective of this practice is to ensure user compliance with platform rules and policies. Within the context of Islamic law, TikTok's terms and conditions are grounded in high moral values and ethics. Moreover, TikTok implements fair procedures for affiliators by issuing advance notifications prior to account suspension. Stringent measures are taken against affiliators who breach the rules. Therefore, it can be concluded that TikTok's account freezing practices align with the principles of Islamic law. Abstrak. Pembekuan akun affiliator di TikTok sering terjadi dan menimbulkan kekhawatiran bagi mereka yang menggunakan platform ini untuk bisnis, terutama dalam memasarkan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah syarat dan ketentuan, serta praktik pembekuan akun affiliator di TikTok, melanggar hukum Islam dan sejauh mana kesesuaiannya. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk memahami hubungan affiliator dan TikTok sebagai platform bisnis. Melalui analisis data yuridis normatif, penelitian ini mengembangkan konsep tentang norma hukum Islam yang relevan dengan pembekuan akun affiliator dalam memasarkan produk di TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh TikTok sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam, melarang konten negatif seperti pornografi, kekerasan, penghinaan, penistaan agama, dan perilaku tidak etis. Pembekuan akun affiliator dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan memberikan pemberitahuan kepada affiliator tentang pelanggaran yang dilakukan. Tujuan praktik ini adalah menjaga kepatuhan pengguna terhadap aturan dan kebijakan platform. Dalam tinjauan hukum Islam, syarat dan ketentuan TikTok didasarkan pada nilai-nilai akhlak, etika, serta moral yang tinggi. TikTok juga menerapkan prosedur yang adil bagi para affiliator dengan memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada affiliator sebelum memblokir akun. Tindakan tegas diambil terhadap affiliator yang melanggar aturan. Dengan demikian, pembekuan akun oleh TikTok dapat disimpulkan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam.
Analisis Fatwa DSN MUI Nomor 112/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Ijarah terhadap Jasa Layanan Kontraktor di Kota Bandung Mita Qurrota Ayunin; Udin Saripudin; Yayat Rahmat Hidayat
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i2.8394

Abstract

Semua aspek kehidupan bermasyarakat dibahas dalam studi Fiqh Muamalah., pengertian muamalah menurut istilah “Ketentuan hukum yang mengatur terkait hubungan antar individu dengan sesamanya dalam masalah keduniniawian”. Adapun salah satu akad dalam bermuamalah ialah akad Ijarah bentuk lain nya adalah muamalah ijarah. Akad Ijarah ini telah diatur dalam fatwa DSN MUI No 112/DSN-MUI/IX/2017, yang mencakup berbagai sektor termasuk perbankan, perusahaan pembiayaan, jasa keuangan, dan beragam aktivitas bisnis lainnya.Akad Ijarah ini sudah digunakan oleh sejumlah orang sebagai syarat untuk menyepakati suatu transaksi yang salah satu contohnya ialah digunakan oleh jasa layanan kontraktor CV. PH yang ada di kota Bandung. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa CV. PH ini sudah memenuhi syarat transaksi sesuai prinsip Syariah, Namun dalam penelitian studi kasus, ditemukan bahwa perusahaan ini telah melanggar ketetapan yang ada pada fatwa DSN MUI No.112/DSN-MUI/IX/2017 tentang akad ijarah terhadap jasa layanan kontraktor karena memperoleh ujrah diluar kesepakatan awal antara mu’jir dan musta’jir. Pelanggaran ini terjadi pada ketetapan ke Sembilan poin 4 yang berisi Dalam hal akad ljarah dipraktikkan dalam bentuk IMFD, berlaku dhawabith dan hudud Ijarah sebagaimana terdapat dalam fatwa DSN-MUI Nomor 101/DSN-MUI/X/2016 tentang Akad al-Ijarah al - Mau shufah fi al - Dzimmah. Oleh karena itu, praktik perusahaan di CV. PH melanggar ketentuan dalam fatwa DSN MUI No 112/DSN-MUI/IX/2017 tentang akad ijarah. Dan analisis fatwa tersebut terhadap CV. PH menunjukkan adanya ketidak sesuaian dengan prinsip syariah karena perusahaan melampaui batasan transaksi dan menimbulkan kerugian pada konsumen. Perusahaan seharusnya memberikan informasi yang jelas mengenai harga dan biaya. Transaksi yang tidak memenuhi syarat hukum atau peraturan menjadi bathil.
Analisis Fiqih Muamalah terhadap Transaksi Jual Beli Sayur dengan Sistem Taksiran Sebelum Masa Panen di Desa Jambudipa Kabupaten Bandung Barat Mochamad Afif Zacharias Masyhur; Udin Saripudin; Arif Rijal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i2.8767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek fiqih muamalah dalam transaksi jual beli sayur menggunakan sistem taksiran sebelum masa panen di Desa Jambudipa, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data dari pelaku transaksi yang terlibat dalam jual beli sayur. Pada analisis yang telah dilakukan, secara tinjauan akad jual beli untuk jual beli sayur dengan sistem taksiran ini dinyatakan sebagai sesuatu yang tidak diperbolehkan atau rusak (fasad). Hal ini dikarenakan barang yang diperjualbelikan dalam praktik ini dapat menimbulkan kerugian yang signifikan jika tidak diperhitungkan dengan hati-hati terhadap pihak yang terlibat. Kasus kerugian dalam jual beli taksiran telah ditemukan di lapangan, salah satunya karena adanya faktor-faktor yang tidak dapat diprediksi, seperti cuaca. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan jual beli ini, disarankan agar proses penimbangan objek yang diperjualbelikan diwajibkan untuk menghindari unsur gharar atau ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi bagi para pemangku kepentingan yang terlibat dalam jual beli sayur tersebut untuk meningkatkan praktik transaksi sesuai dengan prinsip-prinsip fiqih muamalah. Penelitian ini memperluas pengetahuan yang ada tentang penerapan prinsip-prinsip Islam dalam praktik ekonomi serta wawasan bagi para pelaku usaha khususnya yang menggunakan sistem taksiran seperti yang dilakukan di Desa Jambudipa, Kabupaten Bandung Barat.
Tinjauan Saddu al-Dzari’ah dan Undang-Undang Pasal 285 No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap Jual Beli Knalpot Racing Intan Puspita; Udin Saripudin; Neng Dewi Himayasari
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i2.9349

Abstract

Abstract. Saddu al-Dzari’ah is an act that initially contains benefits but leads to harm. As explained in the fiqh principle, preventing harm (mafsadah) takes precedence over achieving good (maslahah). One of the transactions that occur in the community is the buying and selling of racing exhausts, in which the use of racing exhausts is regulated in Article 285 of Law No. 22 of 2009 concerning Traffic and Road Transportation. The purpose of this research is to understand the practice of buying and selling racing exhausts in the vehicle spare parts market in Jatayu, Kota Bandung, and to examine the concept of Saddu Al-dzariah and Article 285 of Law No. 22 of 2009 concerning Traffic and Road Transportation regarding the buying and selling of racing exhausts in the vehicle spare parts market in Jatayu, Kota Bandung. This research uses a descriptive normative approach. The data collection techniques used are observation, interviews, literature study, and documentation. The results of this research show that the buying and selling of racing exhausts are allowed if sold for their intended use on race circuits, considering the quality of potential harm rather than benefits, as they disturb the general public and other road users' comfort. The object of the buying and selling of racing exhausts, in this case, does not comply with Article 285 of Law No. 22 of 2009 concerning Traffic and Road Transportation, thus making it prohibited. Keywords: Saddu al-Dzari’ah, Buying and Selling, Racing Exhausts. Abstrak. Saddu al-Dzari’ah ialah sesuatu pekerjaan yang semula mengandung kemaslahatan untuk menuju kepada suatu ke-mafsadat-an. Sebagaimana dijelaskan dalam kaidah fiqh menolak keburukan (mafsadah) lebih diutamakan daripada meraih kebaikan (maslahah). Salah satu transaksi yang terjadi dikalangan masyarakat adalah jual beli knalpot racing yang mana penggunaan knalpot racing sudah diatur dalam Undang-Undang Pasal 285 No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui praktek jual-beli knalpot racing di pasar sparepart kendaraan Jatayu Kota Bandung dan untuk mengetahui tinjauan Saddu Al-dzariah dan Undang-Undang Pasal 285 No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap jual beli knalpot racing di pasar sparepart kendaraan Jatayu Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif normatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, studi Pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah transaksi jual beli knalpot racing di perbolehkan apabila di jual sesuai fungsinya untuk digunakan pada sirkuit balap dilihat dari segi kualitas kemafsadaran lebih banyak mengandung kemudharatan dibandingkan kemaslahatan karena mengganggu masyarakat umum, dan mengganggu kenyamanan pengendara lain. Transaksi jual beli knalpot racing objek yang dijadikan barang untuk berlangsungnya transaksi jual beli tidak sesuai dengan dan Undang-Undang Pasal 285 No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sehingga hukumnya menjadi tidak boleh. Kata Kunci: Saddu al Dzari’ah, Jual beli, Knalpot Racing.
Co-Authors Agus Prakarsa Yuristama Agus Prakarsa Yuristama Alamsyah, Indra Fajar Allika Rafaldini Andi Fika Widuri Andri Purnawan Anshori, Arif Rijal Aprianti, Lita Dewi Arky Nafisa Beladiena Azzahra, Aliya Nabila Bayu Agnia Np Beladiena, Arky Nafisa Billah, Muwwahid Cecep Kusmana Dadang Komara Deden Gandana Madjakusumah Dhanisa Leryan Dhea Andini Nathania Diajeng Ayunda Candra Kirana Didjaya Prawinata, Raden Bhatara Dudung Ali Nurdin Elan Jaelani, Elan Faisal, Farid Fatriany, Fenny Fenny Fatriany Firmansyah, Andre Fitri Kurnia Dewi, Fitri Kurnia Hafid Hudzaefi Handri Handri Handri, Handri Hery Widijanto Hoerurohman, Aditya Ihwanudin , Nandang iil waludi Ilham, Muhammad Satriana Ilham, Satria Intan Nurrachmi Intan Puspita Isti Khairani Iwan Permana Iwan Permana Juliana Juliana Karamy, Nabiel Khairani, Isti Lina Nugrawati Hatlessy Liza Dzulhijjah M Munir Asrori Mahyar - Mahyar Mastuhi Mauladi, Mochammad Syukria Maulana, Ruly Maulida, Ira Siti Rohmah Meiki Muttaqien Milleni Sumalati Mita Qurrota Ayunin Mochamad Afif Zacharias Masyhur Mohammad Wildan Alghifari Zain Muhamad Ikhsan Gunawan Mubarok Muhammad Daffa Naufaldi Muhammad Rafif Mustapa, Hasan Muttaqien, Meiki Nabiel Karamy Nabiel karamy Nandang Ihwanudin Nanik Eprianti Neneng Hasanah Neng Dewi Himayasari Neng Dewi Himayasari Nunung Nurhayati NUR EFENDI Nurhasanah Nurhasanah Nurlaeli, Suci Nuzula, Zia Firdaus Panji Adam Agus Putra Purwoko, Agus Raden Bhatara Didjaya Prawirawinata Rahmi Khaerani Agustinah Redi Hadiyanto Ridwan Ibnu Asikin Ridwan, Ridwan Rosida, Rida Rozalina, Rozalina Rozalina Sari, Delvita Sina Lailatus Shafa Siti Asiyah Nur Arifah Siti Nurul Huda Suci Nurlaeli Suryani , Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Syifa nurfadhilah Syifa Syifa Nurulia Syifa Rahmalia Ridwani Titin Karlina Widuri, Andi Fika Yayan Yayan Yayat Rahmat Hidayat Yuristama, Agus Prakarsa Yusup, Akhmad Zia Firdaus Nuzula Zilan Fauzi Rahman