p-Index From 2021 - 2026
7.107
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) BISNIS: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam IQTISHADIA Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS Jurnal Al-Amwal Al-Iqtishadiyah: Ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah El-Barka: Journal of Islamic Economics and Business Al Maal: Journal of Islamic Economics and Banking SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam AT-TASYRI' Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah Jurnal Darma Agung Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Iqtishadia: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah VARIA HUKUM: Jurnal Forum Studi Hukum dan Kemasyarakatan El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Jurnal Iqtisaduna Istismar : Jurnal Kajian dan Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Journal of Management and Islamic Finance Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Jurnal Riset Ekonomi Syariah Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Bandung Conference Series : Sharia Economic Law Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Al'Adalah Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Tijarah Al-Intaj : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman IPSSJ Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Etika Bisnis Islam terhadap Praktik Sewa Menyewa Akun Driver Gojek Kota Bandung iil waludi; Udin Saripudin; Intan Nurrachmi
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.819 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.150

Abstract

Abstract. Gojek is a technological innovation engaged in transportation, PT Gojek Indonesia is an online transportation service that can be ordered online to meet the needs of Indonesian people who live far from public transportation, the purpose of this research is to find out about renting a Gojek account that occurs in the field and to knowing the review of Islamic business ethics on leasing a gojek account in the city of Bandung. The research methodology uses a qualitative approach, the data collection techniques used are interviews, observations, documentation, and literature studies. The results of this study are based on the practice of leasing carried out by both parties between the owner and the tenant there is a negotiation in it which automatically results in an agreement between the two parties from the owner and the tenant, then seen from the ijarah contract and a review of Islamic business ethics explains that the rental account This gojek is in accordance with the ijarah agreement then the object is a gojek account which brings benefits to both parties to the contract. However, it is not in accordance with the principles of Islamic business ethics because it contains elements of gharar, so from an Islamic business ethics point of view, renting a Gojek account is not allowed. Abstrak. Gojek merupakan inovasi teknologi yang bergerak dibidang transportasi, PT Gojek Indonesia merupakan layanan transportasi online yang bisa dipesan secara online untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang bertempat tinggal jauh dari transportasi umum, tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui tentang sewa menyewa akun gojek yang terjadi dilapangan dan untuk mengetahui tinjauan etika bisnis Islam terhadap sewa menyewa akun gojek kota Bandung. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini berdasarkan praktik sewa menyewa yang dilakukan oleh kedua belah pihak antara pemilik dan penyewa ada negosiasi didalamnya yang secara otomatis terjadinya kesepakatan antara kedua belah pihak dari pemilik dan penyewa, lalu dilihat dari akad ijarah dan tinjauan etika bisnis Islam menjelaskan bahwa sewa menyewa akun gojek ini sesuai dengan akad ijarah kemudian dari objek nya berupa akun gojek yang mendatangkan manfaat bagi kedua belah pihak yang ber akad. akan tetapi tidak sesuai dengan prinsip prinsip etika bisnis Islam karena mengandung unsur gharar, sehingga ditinjau dari etika bisnis Islam sewa menyewa akun gojek ini tidak boleh.
Tinjauan Etika Bisnis Islam dan Fikih Muamalah terhadap Jual Beli Sosis Bakar di Pedagang Kaki Lima Dalem Kaum Kota Bandung Milleni Sumalati; Udin Saripudin; Nanik Eprianti
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.948 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.177

Abstract

Abstract. In Islam, the implementation of buying and selling must be in accordance with the provisions that have been set, so as not to do various ways to get a profit. Honesty is something that must be done, because between traders and buyers must know each other the same information about the goods being traded, sp that there is no fraud or fraud. One of them is in the practice of buying and selling grilled sausages at street vendors in the Dalem Kaum City of Bandung who put up a price board by writing down an unclear price. The purpose of this study was to find out the practice of buying and selling grilled sausages at street vendors in Dalem Kaum Bandung City, knowing a review of muamalah fiqh regarding the practice of buying and selling grilled sausages at street vendors in Dalem Kaum Bandung City, and knowing a review of Islamic business ethics regarding the practice of buying and selling grilled sausages. at street vendors Dalem Kaum Bandung. The research method used in this study is qualitative with an empirical approach. This type of research uses field data, with primary and secondary data sources obtained using collection techniques through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the trading practices carried out by grilled sausage traders at street vendors in Dalem Kaum Bandung City, traders deliberately hide prices and include unclear prices. Judging from the fiqh muamalah, the practice contains elements of tadlis and is included in tadlis in the price. Judging from Islamic business ethics, this practice is not in accordance with the principle of free will and the principle of truth (benevolence and honesty). Abstrak. Dalam Islam pelaksanaan jual beli harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga tidak melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan. Kejujuran adalah hal yang harus dilakukan, karena antara pedagang dan pembeli harus saling mengetahui informasi yang sama mengenai barang yang dijualbelikan, agar tidak terjadinya kecurangan atau penipuan. Salah satunya dalam praktik jual beli sosis bakar di pedagang kaki lima Dalem Kaum Kota Bandung yang memasang papan harga dengan menuliskan harga yang tidak jelas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui praktik jual beli sosis bakar di pedagang kaki lima Dalem Kaum Kota Bandung, mengetahui tinjauan fikih muamalah mengenai praktik jual beli sosis bakar di pedagang kaki lima Dalem Kaum Kota Bandung, dan mengetahui tinjauan etika bisnis Islam mengenai praktik jual beli sosis bakar di pedagang kaki lima Dalem Kaum Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan empiris. Jenis penelitian menggunakan data lapangan, dengan sumber data primer dan sekunder yang didapat dengan menggunakan teknik pengumpulan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli yang dilakukan oleh pedagang sosis bakar di pedagang kaki lima Dalem Kaum Kota Bandung pedagang sengaja menyembunyikan harga dan menyantumkan harga yang tidak jelas. Ditinjau dari fikih muamalah, praktik tersebut mengandung unsur tadlis dan termasuk kedalam tadlis dalam harga. Ditinjau dari etika bisnis Islam, praktik tersebut tidak sesuai dengan prinsip kehendak bebas dan prinsip kebenaran (kebajikan dan kejujuran).
Analisis Fatwa DSN MUI NO. 10 DSN-MUI/IV/2000 terhadap Implementasi Akad Wakalah dalam Praktik Kurban Online pada E-Commerce Tokopedia Lina Nugrawati Hatlessy; Udin Saripudin; Akhmad Yusup
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.711 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.217

Abstract

Abstract. Sacrifice (udhiyyah) is a term for livestock, namely in the form of pets that are slaughtered or used as sacrifices on the feast of sacrifice and the days of Tasyriq solely to get closer to Allah SWT. The sacrificial service began to take effect in the second year of hijriyah, just like the two holidays, zakat mal and zakat fitrah. The implementation is determined based on the Qur'an, sunnah, and consensus of scholars. The online sacrificial practice that is carried out at Tokopedia, the implementation mechanism is by ordering through an application, starting from ordering, selecting the desired animal, and finally the payment process. All the processes are carried out online by the person who sacrificed with the institution that organizes the program. The purpose of this study is to find out how the Concept, Practice and Analysis of DSN-MUI Fatwa No. 10/DSN-MUI/VI/2000 on the Implementation of Wakalah Contracts in Online Sacrifice Practices on Tokopedia E-Commerce. This type of qualitative research uses a normative juridical approach, the research data sources are primary and secondary data sources and data collection techniques using observation, literature study, interviews, documentation. The results of this study are that the implementation and practice of online sacrifices carried out on Tokopedia e-commerce are in accordance with what is stated in the DSN-MUI fatwa No. 10/DSN-MUI/VI/2000. Abstrak. Kurban (udhiyyah) adalah sebutan untuk hewan ternak yaitu berupa binatang peliharaan yang disembelih atau dijadikan kurban pada hari raya kurban dan hari-hari Tasyriq semata-mata dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah kurban mulai diberlakukan pada tahun kedua hijriyah, sama seperti dua hari raya, zakat mal, dan zakat fitrah. Adapun pemberlakuannya ditetapkan berdasarkan Al-Qur’an, sunah, dan ijma’ ulama. Praktik kurban online yang dilaukan di tokopedia mekanisme pelaksanaannya dengan cara pemesanan melaui aplikasi mulai dari pemesanan, pemilihan hewan yang diinginkan, dan yang terahir yaitu proses pembayaran. Semua prosesnya dilakukan secara online oleh orang yang berkurban dengan lembaga yang menyelenggarakan program tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Konsep, Praktik dan Analisis Fatwa DSN-MUI No 10/DSN-MUI/VI/2000 Terhadap Implementasi Akad Wakalah Dalam Praktik Kurban Online pada E-Commerce Tokopedia. Jenis penelitaian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, studi pustaka, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa implementasi dan praktik kurban online yang dilakukan pada e-commerce Tokopedia sudah sesuai dengan apa yang tercantum dalam fatwa DSN-MUI No.10/DSN-MUI/VI/2000.
Tinjauan Fikih Muamalah dan Fatwa DSN MUI Nomor 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang Praktek E-Wallet Syifa nurfadhilah Syifa; Udin Saripudin; Redi Hadiyanto
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.501 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.222

Abstract

Abstract. The development of payment modes from time to time continues to experience innovation and progress, which some people assume that every payment mode innovation is currently getting easier. From the beginning, the payment mode was a barter system, until the value of paper currency or coins appeared. Currently, financial technology is emerging, namely payment innovations using card or chip-based electronic money (E-money) and server-based E Wallet payments, including GoPay and OVO. The benefits of using an E-wallet are to make payment transactions without using cash and don't have to mess around with change. This study aims to determine the application of fiqh muamalah and DSN-MUI fatwa Number 116/DSN-MUI/IX/2017 regarding the practice of e-wallet on gopay and ovo. This research method uses normative descriptive analysis with a qualitative approach with a case study approach of field research data types (direct field research). The data obtained based on the results of observations and interviews are equipped with library data in the form of books and journals that support this research.From the results of this study, it can be seen that the DSN-MUI in formulating the e-wallet fatwa is to explore agreed sources of Islamic law, namely the Qur'an and Hadith. -wallet. Based on the MUI fatwa NO: 116/DSN-MUI/IX/20I7, the position of GoPay and OVO as electronic money is allowed as long as there are no elements of usury, gharar, masyir, risywah and israf. The proof of the legality of electronic money can also be based on fiqh rules. Abstrak. Perkembangan mode pembayaran dari zaman ke zaman terus mengalami inovasi dan semakin kemajuan, yang sebagian orang menganggap bahwa setiap inovasi mode pembayaran pada saat ini semakin mudah. Dari awalnya mode pembayaran bersistem barter, hingga muncul nilai mata uang kertas ataupun uang koin. Saat ini muncul financial technology, yaitu inovasi pembayaran menggunakan uang elektronik (E-money) yang berbasis kartu atau chip dan E Wallet pembayaran yang berbasis server antara lain GoPay dan OVO. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan fikih muamalah dan fatwa DSN-MUI Nomor 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang praktek e-wallet pada gopay dan ovo. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriftif normative dengan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus jenis data field research (penelitian langsung kelapangan). Data yang diperoleh berdasarkan hasil observasi dan wawancara dilengkapi dengan data pustaka berupa buku dan jurnal yang mendukung dari penelitian ini.Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa pada praktek GoPay dan OVO memiliki banyak fitur tetapi masuk dalam kategori qardh seperti diskon, cashback, dan point, kecuali jika dapat digunakan hanya sebagai dompet elektronik saja maka masuk dalam wadiah. Begiru pula dengan tinjauan fikuh muamalah bahwa GoPay dan OVO dapat digunakan apabila tidak memenuhi unsur Qardh . DSN-MUI dalam merumuskan fatwa e-wallet adalah dengan menggali sumber-sumber hukum Islam yang disepakati yaitu al-Qur’an dan Hadits selain itu DSN-MUI juga mengunakan kaidah-kaidah fikih dan hukum kaitannya dengan e-wallet.
Tinjauan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 Pasal 44 tentang Angkutan Umum dan Prinsip Keadilan dalam Islam terhadap Sistem Pembayaran Satu Tarif Dhanisa Leryan; Udin Saripudin; Panji Adam
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.019 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.337

Abstract

Abstract. The one-fare system is a system that crawls the payment system by not counting with the distance, but by generalizing the inter-fare. The one-fare system is contrary to The Minister of Transportation Regulation No. 32 of 2016 Article 44 on public transportation, and ignores the Principle of justice in Islam. Research objectives to understand the one-tariff system against the principles of Islamic justice and the reality of society related to the one-tariff system in Purwakarta. The research method used is field research with descriptive qualitative research types and samples in this study interviewing people who use public transportation services both far, and, close. And interview public transport drivers who are in rural and urban areas. The data source used is primary data and secondary data. The data collection techniques used are interviews, direct observations and dokumnetation. The result of his research is a system of the one tariff chosen by the Purwakarta Government is still not good in terms of religion in terms of Islamic justice principles and Indonesian government regulations. Abstrak. Sistem satu tarif tersebut adalah sistem yang merangkakan sistem pembayaran dengan tidak berperhitungan dengan jaraknya, akan tetapi dengan menyamaratakan ongkos antar. Sistem satu tarif tersebut bertolak belakang dengan Peraturan Mentri Perhubungan No 32 Tahun 2016 Pasal 44 tentang angkutan umum, dan melalaikan Prinsip keadilan dalam Islam. Tujuan Penelitian untuk memahami sistem satu tarif terhadap prinsip keadilan Islam dan realita Masyarakat terkait sistem satu tarif di Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif dan sampel dalam penelitian ini mewawancarai Masyarakat yang menggunakan jasa angkutan umum baik yang jauh, maupun, dekat. Dan mewawancarai supir angkutan umum yang berada di perdesaan maupun perkotaan. Sumber data yang dugunakan merupakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi langsung dan dokumnetasi. Hasil penelitian nya adalah sistem satu tarif yang di pilih oleh Kepemerintahan Purwakarta masih kurang baik dalam segi agama di tinjau dari Prinsip keadilan Islam maupun Aturan pemerintah Indonesia.
Analisis Fikih Muamalah tentang Hutang Piutang dan Implementasinya pada Penerapan GoPayLater pada Aplikasi Gojek Rahmi Khaerani Agustinah; Udin Saripudin; Akhmad Yusup
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.767 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.549

Abstract

Abstract. The practice of debt receivables on the GoPayLater feature of the gojek application. where the gojek party gave the GoPayLater facility to special users as a loan. However, this transaction is a conditional transaction, Due to its implementation, this transaction charges an administration fee tailored to the magnitude of the loan However, the admin fee charged to this customer is allocated as a fee or intermediate service wage in payment to the merchant. The purpose of the study to know the concept of debt receivables according to the perspective of the fikih of the monstrous, to find out how the implementation of the GoPayLater system was on the application of the gojek, and to insanely know the analysis of the fikih of the monies about debts and its implementation on GoPayLater. This research uses qualitative methods. In this study, case study approaches were used. The type of research uses field data types based on the analysis results that in GoPayLater practices, it does not fit the ranks and conditions listed on the category of akad qardh on the fikih muamalah. Abstrak. Praktik hutang piutang pada fitur GoPayLater aplikasi gojek. dimana pihak gojek memberikan fasilitas GoPayLater kepada pengguna khusus sebagai pinjaman. Namun, transaksi ini merupakan transaksi yang bersyarat, Karena implementasinya, transaksi ini membebankan biaya administrasi yang disesuaikan dengan besaran pinjaman Namun, biaya admin yang dibebankan kepada customer ini dialokasikan sebagai fee atau upah jasa perantara dalam pembayaran kepada merchant. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsep utang piutang menurut perspektif fikih muamalah, Untuk mengetahui bagaimana implementasi sistem GoPayLater pada aplikasi gojek, dan untuk ntuk mengetahui analisis fikih muamalah tentang hutang piutang dan implementasinya pada GoPayLater. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan studi kasus. Jenis penelitian menggunakan jenis data lapangan. Berdasarkan hasil analisis bahwa pada praktik GoPayLater, tidak sesuai dengan rukun dan syarat yang tercantum pada kategori akad qardh pada fikih muamalah.
Tinjauan Fikih Muamalah dan Fatwa DSN-MUI No.112/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Ijarah pada Praktik Sewa-Menyewa Fasilitas Lapangan Futsal Muhammad Daffa Naufaldi; Udin Saripudin; Redi Hadiyanto
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.931 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.873

Abstract

Abstract. One form of cooperation contained in the muamalah concept is the concept of ijarah, ijarah is a lease transaction for an item and wages for a service within a certain time through rental payments or service payments. The ijarah contract can be said to be valid if the pillars and conditions of the ijarah contract are fulfilled. Disen Futsal Cisaat is a futsal field rental place to be used as a safe and comfortable means of playing futsal and supported by other facilities. In practice, researchers found problems in the field rental process where the Cisaat Futsal Disen administrator still allowed unscrupulous consumers who were late or did not arrive on time according to the hours ordered, which would be a separate problem, namely the domino effect of time delays on the schedule. -next schedule and to different consumers. This research method uses descriptive qualitative research, which is able to describe everything related to the application of the ijarah contract on the rental of futsal field facilities at the Cisaat Futsal Disen. The writer also conducted observations and interviews. The results of this study are that there are several things that are considered not in accordance with the pillars of the ijarah contract and the DSN-MUI Fatwa..No. 112/DSN-MUI/IX/2017. regarding the Ijarah contract. Especially in terms of terms and conditions, which explain the procedure for using the leased goods and the time period that must be agreed upon by both parties, namely by mu'jir and musta'jir. among consumers Abstrak. Salah satu bentuk kerjasama yang terdapat dalam konsep muamalah adalah konsep ijarah, ijarah adalah transaksi sewa menyewa atas suatu barang dan upah-mengupah atas suatu jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa atau pembayaran jasa. Akad ijarah dapat dikatakan sah apabila terpenuhinya rukun dan syarat akad ijarah. Disen Futsal Cisaat merupakan tempat penyewaan lapangan futsal untuk digunakan sebagai sarana bermain futsal yang aman dan nyaman serta didukung fasilitas-fasilitas lainnya. Dalam praktiknya, Peneliti menemukan permasalahan dalam proses persewaan lapangan yang dimana pengurus Disen Futsal Cisaat yang masih membiarkan oknum konsumen yang mengalami keterlambatan atau tidak datang tepat waktu sesuai dengan jam yang telah dipesan, yang dimana ini akan menjadi masalah tersendiri yaitu efek domino kemunduran waktu terhadap jadwal-jadwal berikutnya dan kepada para konsumen yang berbeda-beda pula. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kualitatif deskriptif, yaitu mampu mendeskripsikan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan penerapan akad ijarah pada sewa menyewa fasilitas lapangan futsal di Disen Futsal Cisaat. Penuis juga melakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah bahwa ada beberapa hal yang dinilai tidak sesuai dengan rukun akad ijarah dan Fatwa DSN-MUI No.112/DSN-MUI/IX/2017. tentang Akad Ijarah. Khususnya dalam hal ketentuan dan waktu, yang menjelaskan tata cara penggunaan barang sewa serta jangka waktu bahwasanya harus disepakati oleh kedua pihak yakni oleh mu’jir dan musta’jir, yang seharusnya pihak Disen Futsal Cisaat dapat memperhatikan dan menyikapi permasalahan tersebut dengan baik agar menghindari kesalahpahaman diantara para konsumen
Enforcement of Sharia Bank Employee Integrity through the Application of Islamic Ethics in the Principles of Good Corporate Governance Agus Prakarsa Yuristama; Neneng Nurhasanah; Udin Saripudin
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6340

Abstract

The world of banking is an activity based on the principle of trust. The public will place their funds in a bank that is considered trustworthy. Humans are creatures who are blessed with lust and Bank employees are humans. In addition, humans are also not free from sin and mistakes. In this case, there is an issue of human weakness as an employee of the Bank, but the Bank is an institution that is trusted by customers. As with other life problems, the definite solution is the values of religious norms which are expected to give rise to ethical values from banking employees in carrying out their roles as part of public trust institutions. The actual ethics that have developed in the banking world, including Indonesian banking, are through good governance. In this article, we will try to discuss how an ethical value of Islamic economics characterizes the principles of good governance and how good governance can strengthen the integrity of Islamic banking employees in Indonesia. This article was created using a qualitative research approach or method with a case study model. This study can conclude that the concept of Islamic economic ethics has given color to the principles of Good Corporate Governance as applied to Indonesian Islamic banking.
ANALISA MODEL BISNIS KANVAS DALAM PENDIRIAN UNISBA BISNIS CORNER Agus Prakarsa Yuristama; Udin Sarip
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i1.2986

Abstract

Artikel ini akan membahas model bisnis yang diperkenalkan oleh Osterwalder dan Pigneur yang dikenal dengan model bisnis kanvas sebagai alat untuk membantu pengusaha dalam memetakan dan membuktikan secara ringkas mengenai business plan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dimana tergambar dengan jelas elemen inti dalam sebuah bisnis. Model bisnis kanvas terdiri dari 9 (sembilan) bagian bangunan skets atau kanvas yang terdiri dari : customer segments, value proposition, channels, customer relationship, reveneu streams, key resources, key activities, key partnership dan cost structure. Dalam artikel ini konsep model bisnis kanvas diimplementasikan dalam konsep bisnis Unisba Halal Corner, yaitu usaha gabungan dari masing-masing keahlian mahasiswa.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI BERDASARKAN UU TPKS Udin Saripudin; Suci Nurlaeli; Fenny Fatriany
VARIA HUKUM Vol 4, No 2 (2022): VARIA HUKUM
Publisher : Ilmu Hukum, Sharia and Law Faculty, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/vh.v4i2.26980

Abstract

Abstract This research was conducted to identify various factors that cause a lecturer to commit sexual violence and to find out the criminal responsibility of perpetrators of sexual violence who are lecturers based on statutory regulations. For this reason, this research was conducted using a normative juridical method that refers to Law Number 12 of 2022 (TPKS Law) which is the new legal basis for criminal responsibility for sexual violence and is supported by various relevant literature studies. The results and discussion obtained are the main factors causing lecturers to commit sexual violence, namely the existence of power relations and gender relations between themselves and the victims, the majority of whom are students. Apart from that, the absence of a university policy to deal with sexual violence is another factor. In the TPKS Law, lecturers who become perpetrators of sexual violence are subject to criminal sanctions plus 1/3 of the principal sentence and are required to make restitution against victims for certain forms of sexual violence. However, in order to be able to impose criminal sanctions against him, the panel of judges must first consider the reasons for forgiveness, justification reasons and whether his actions were intentional or negligent, which in turn will affect his ability to be criminally responsible or not and also affect the severity of the sentence that will be imposed on him. In conclusion, the TPKS Law is progress for the development of sexual violence criminal law, so it is hoped that its implementation will be truly effective in providing justice, especially for victims.AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai faktor penyebab seorang dosen melakukan kekerasan seksual serta untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana pelaku kekerasan seksual yang merupakan seorang dosen berdasarkan peraturan perundang-undangan. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis normatif yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 (UU TPKS) yang menjadi dasar hukum baru bagi pertanggungjawaban pidana kekerasan seksual serta didukung dari berbagai studi literatur yang relevan. Hasil dan pembahasan yang didapat yakni faktor penyebab utama dosen melakukan kekerasan seksual yakni adanya relasi kuasa dan relasi gender antara dirinya dengan sang korban yang mayoritas merupakan mahasiswa. Selain daripada itu, tiadanya kebijakan perguruan tinggi untuk menangani kekerasan seksual menjadi faktor lainnya. Dalam UU TPKS, dosen yang menjadi pelaku kekerasan seksual dikenakan sanksi pidana dengan ditambah 1/3 dari pidana pokok serta diwajibkan untuk melakukan restitusi terhadap korban untuk bentuk kekerasan seksual tertentu. Namun untuk dapat menjatuhkan sanksi pidana terhadapnya, majelis hakim harus terlebih dahulu mempertimbangkan alasan pemaaf, alasan pembenar serta perbuatannya itu merupakan kesengajaan atau kelalaian, yang nantinya akan mempengaruhi kemampuan dirinya untuk bertanggungjawab secara pidana atau tidak serta berpengaruh juga pada berat ringannya pidana yang akan dijatuhkan kepadanya. Kesimpulannya, UU TPKS menjadi suatu kemajuan bagi perkembangan hukum pidana kekerasan seksual, sehingga diharapkan implementasinya dapat benar-benar efektif memberikan keadilan khususnya bagi korban.
Co-Authors Agus Prakarsa Yuristama Agus Prakarsa Yuristama Alamsyah, Indra Fajar Allika Rafaldini Andi Fika Widuri Andri Purnawan Anshori, Arif Rijal Aprianti, Lita Dewi Arky Nafisa Beladiena Azzahra, Aliya Nabila Bayu Agnia Np Beladiena, Arky Nafisa Billah, Muwwahid Cecep Kusmana Dadang Komara Deden Gandana Madjakusumah Dhanisa Leryan Dhea Andini Nathania Diajeng Ayunda Candra Kirana Didjaya Prawinata, Raden Bhatara Dudung Ali Nurdin Elan Jaelani, Elan Faisal, Farid Fatriany, Fenny Fenny Fatriany Firmansyah, Andre Fitri Kurnia Dewi, Fitri Kurnia Hafid Hudzaefi Handri Handri Handri, Handri Hery Widijanto Hoerurohman, Aditya Ihwanudin , Nandang iil waludi Ilham, Muhammad Satriana Ilham, Satria Intan Nurrachmi Intan Puspita Isti Khairani Iwan Permana Iwan Permana Iwan Permana Juliana Juliana Karamy, Nabiel Khairani, Isti Lina Nugrawati Hatlessy Liza Dzulhijjah M Munir Asrori Mahyar - Mahyar Mastuhi Mauladi, Mochammad Syukria Maulana, Ruly Maulida, Ira Siti Rohmah Meiki Muttaqien Milleni Sumalati Mita Qurrota Ayunin Mochamad Afif Zacharias Masyhur Mohammad Wildan Alghifari Zain Muhamad Ikhsan Gunawan Mubarok Muhammad Daffa Naufaldi Muhammad Rafif Mustapa, Hasan Muttaqien, Meiki Nabiel Karamy Nabiel karamy Nandang Ihwanudin Nanik Eprianti Neneng Hasanah Neng Dewi Himayasari Neng Dewi Himayasari Nunung Nurhayati NUR EFENDI Nurhasanah Nurhasanah Nurlaeli, Suci Nuzula, Zia Firdaus Panji Adam Agus Putra Purwoko, Agus Raden Bhatara Didjaya Prawirawinata Rahmi Khaerani Agustinah Redi Hadiyanto Ridwan Ibnu Asikin Ridwan, Ridwan Rosida, Rida Rozalina, Rozalina Rozalina Sari, Delvita Sina Lailatus Shafa Siti Asiyah Nur Arifah Siti Nurul Huda Suci Nurlaeli Suryani , Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Syifa nurfadhilah Syifa Syifa Nurulia Syifa Rahmalia Ridwani Titin Karlina Widuri, Andi Fika Yayan Yayan Yayat Rahmat Hidayat Yuristama, Agus Prakarsa Yusup, Akhmad Zia Firdaus Nuzula Zilan Fauzi Rahman