p-Index From 2021 - 2026
7.246
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS Jurnal Al-Amwal Al-Iqtishadiyah: Ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah El-Barka: Journal of Islamic Economics and Business Al Maal: Journal of Islamic Economics and Banking SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam AT-TASYRI' Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah Jurnal Darma Agung Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Iqtishadia: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah VARIA HUKUM: Jurnal Forum Studi Hukum dan Kemasyarakatan El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Jurnal Iqtisaduna Istismar : Jurnal Kajian dan Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Journal of Management and Islamic Finance Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Jurnal Riset Ekonomi Syariah Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Bandung Conference Series : Sharia Economic Law Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Al'Adalah Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Tijarah Al-Intaj : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Journal of Ekonomics, Finance, and Management Studies IPSSJ Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelayanan terhadap Nasabah pada Bank Syariah Indonesia TBK Kantor Cabang Citarum Bandung Ditinjau dari Perspektif Islamic Service Quality Zilan Fauzi Rahman; Udin Saripudin; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.15090

Abstract

Abstract. As one of the largest Islamic banks in Indonesia, BSI implements a Service Quality system to attract sympathy from customers and potential customers. This Service Quality system, which is based on Islamic teachings, is known as Islamic Service Quality and covers a wider dimension than conventional service systems. However, in practice, there are still some complaints from customers regarding product service information provided by frontline officers. Therefore, this study aims to analyze the implementation of policies and service implementation through the Islamic Service Quality system at BSI KC Citarum, Bandung City, and to assess how the concept of Islamic Service Quality is applied in customer service there. The research method used is descriptive with data collection techniques through interviews, documentation, and observation, and data analysis is carried out qualitatively. The results of the study indicate that the implementation of policies and services through the Service Quality system at BSI KC Citarum, Bandung City is based on a corporate culture that reflects the characteristics of the Prophet SAW, namely Shiddiq, Istiqamah, Fathonah, Amanah, and Tabligh. In addition, customer service at BSI KC Citarum, Bandung City has been running well and in accordance with the concept of Islamic Service Quality.‎ Abstrak. Sebagai salah satu bank syariah terbesar di Indonesia, BSI menerapkan sistem Service Quality untuk menarik simpati dari nasabah dan calon nasabah. Sistem Service Quality ini, yang didasarkan pada ajaran Islam, dikenal sebagai Islamic Service Quality dan mencakup dimensi yang lebih luas dibandingkan sistem pelayanan konvensional. Namun, dalam praktiknya, masih ada beberapa keluhan dari nasabah mengenai informasi layanan produk yang diberikan oleh petugas frontliner. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kebijakan dan pelaksanaan pelayanan melalui sistem Islamic Service Quality di BSI KC Citarum Kota Bandung, serta menilai bagaimana konsep Islamic Service Quality diterapkan dalam pelayanan nasabah di sana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi, serta analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebijakan dan pelayanan melalui sistem Service Quality di BSI KC Citarum Kota Bandung didasarkan pada budaya perusahaan yang mencerminkan karakteristik Nabi SAW, yaitu Shiddiq, Istiqamah, Fathonah, Amanah, dan Tabligh. Selain itu, pelayanan nasabah di BSI KC Citarum Kota Bandung telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan konsep Islamic Service Quality.‎
Analisis Fatwa DSN No 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang Uang Elektronik Syariah terhadap Kebijakan Top Up Gopay pada Aplikasi Gojek di Kota Bandung Allika Rafaldini; Udin Saripudin; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.15094

Abstract

Abstract. Go-Pay, as a form of electronic money, has a significant impact on increasing non-cash transactions in Indonesia. Go-Pay is used for various types of payments, including in the GO-JEK application which is widely used by the public, including Muslims. Therefore, it is important to examine the validity of Go-Pay top-ups from the perspective of sharia economic law. Based on the background description, this study aims to analyze the Go-Pay balance top-up mechanism on the GO-JEK application in Bandung City and see its compliance with DSN Fatwa No. 116 / DSN-MUI / IX / 2017 concerning Sharia Electronic Money. The research method used is qualitative descriptive with a juridical-empirical approach. The results of the study show that Go-Pay top-ups in Bandung City are carried out through four methods, namely bank transfers (ATM or Mobile Banking), payments at minimarkets or retail partners, the Gojek application, and transfers between GoPay users. This top-up mechanism is in accordance with the Ijarah contract according to DSN Fatwa No. 116/DSN-MUI/IX/2017. Abstrak. Go-Pay, sebagai salah satu bentuk uang elektronik, memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan transaksi non-tunai di Indonesia. Go-Pay digunakan untuk berbagai jenis pembayaran, termasuk dalam aplikasi GO-JEK yang banyak digunakan oleh masyarakat, termasuk umat Islam. Karena itu, penting untuk meneliti keabsahan top-up Go-Pay dari perspektif hukum ekonomi syariah. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme top-up saldo Go-Pay pada aplikasi GO-JEK di Kota Bandung serta melihat kesesuaiannya dengan Fatwa DSN No 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang Uang Elektronik Syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan yuridis-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa top-up Go-Pay di Kota Bandung dilakukan melalui empat metode, yaitu transfer bank (ATM atau Mobile Banking), pembayaran di minimarket atau retail partner, aplikasi Gojek, dan transfer antar pengguna GoPay. Mekanisme top-up ini sudah sesuai dengan akad Ijarah menurut Fatwa DSN No 116/DSN-MUI/IX/2017.
Posisi Negara Dalam Menangani Kepemilikan Publik; Tanah Absentee Dalam Perspektif UUPA dan Hukum Islam Udin Saripudin
AT-TASYRI': JURNAL ILMIAH PRODI MUAMALAH Vol. 9 No. 1 (2017): At-Tasyri': Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.944 KB) | DOI: 10.47498/tasyri.v9i1.33

Abstract

Land is a very important thing in human life, since ancient society to modern society now land has a decisive role in human economic activity. The vital role the soil causes the various interests play in it, until eventually arise various problems of land that until now still can not be resolved by the State as policy makers such as; eviction, mutual ownership claims etc. This paper attempts to unravel how the position of the State in dealing with public ownership, especially the land issue absentee, by conducting a comparative study between the Law No. 5, 1960 (UUPA) and the rules of Islam on issues related to the distribution and land management. Literature research results found be in agreement regarding the position of the country (Indonesia) in dealing with public ownership (absentee land issues) as stipulated in Law No. 5 of 1960 on Agrarian Reform, especially article 10, with the provisions of Islamic law.
ANALISIS PENGGUNAAN UANG DIGITAL DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Billah, Muwwahid; Saripudin, Udin
Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 4, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/arps.v4i2.4966

Abstract

Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam penggunaan uang digital, dengan transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) meningkat hingga 226,54% pada pertengahan 2024. Hal ini menunjukkan percepatan transformasi sistem pembayaran digital, dengan 50,5 juta pengguna dan 32,7 juta merchant. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi teknologi dapat diselaraskan dengan prinsip syariah dalam konteks keuangan digital. Fokus utama penelitian adalah untuk mengembangkan panduan desain layanan fintech berbasis maqashid syariah, agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Muslim di era digital. Uang digital memiliki karakteristik non-fisik, fleksibel, efisien, serta memiliki fitur keamanan yang baik. Namun, penerapannya harus sesuai dengan prinsip ekonomi syariah, seperti larangan riba (bunga) dan gharar (ketidakpastian). Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi acuan untuk memastikan transaksi uang digital sesuai dengan syariah. Dalam layanan fintech syariah, akad-akad yang digunakan harus bebas dari riba, gharar, dan haram, serta menggunakan akad seperti mudharabah dan musyarakah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, dengan sumber data yang mencakup literatur ilmiah, jurnal, buku, dan laporan resmi dari lembaga pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung inklusi keuangan syariah, memberikan perlindungan harta melalui keamanan transaksi, serta memperluas akses masyarakat ke layanan keuangan berbasis syariah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam mendukunIndonesia has seen a significant surge in digital currency usage, with transactions through the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) increasing by 226.54% in mid-2024. This reflects a rapid transformation in the country's payment systems, with 50.5 million users and 32.7 million merchants adopting the platform. This research explores how technological innovation can align with Islamic values in the context of digital finance. It aims to develop guidelines for fintech services based on maqashid syariah, catering to the needs of Muslims in the digital era. Digital currency offers features such as non-physical transactions, flexibility, speed, cost-efficiency, and security, but its implementation must adhere to Islamic economic principles, particularly the prohibition of riba (interest) and gharar (uncertainty). The Indonesian Ulema Council (MUI) fatwa serves as a key reference for ensuring that digital transactions align with Islamic law. Islamic fintech services should be free from riba, gharar, and haram practices, utilizing contracts like mudharabah and musyarakah. This qualitative research, using descriptive design, draws from scholarly literature, journals, books, and government reports to examine the relationship between digital currency and Islamic economic principles. Findings suggest that QRIS is highly relevant in promoting financial inclusion under Islamic law, offering secure transactions and broadening access to sharia-compliant financial services for those without access to conventional banking. This study aims to contribute to advancing sharia financial inclusion, enhancing digital economic competitiveness, and supporting national economic recovery.
TEORI KEBIJAKAN FISKAL ISLAM Ilham, Satria; Saripudin, Udin
Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 4, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/arps.v4i2.4745

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana penerapan teori kebijakan fiskal dalam ekonomi islam pada masa Rosullah SAW, masa Sahabat Nabi hingga saat ini, dan bagaimana kebijkan fiskal diterapkan di Indonesia. Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang mengatur atau mengelola pendapatan serta pengeluaran negara yang bertujuan untuk menjaga stabilitas serta mendorong perkembangan ekonomi. Pendapatan serta pengeluaran pemerintah merupakan salah satu dari intrumen kebijakan fiskal. Namun secara literatur kebijakan fiskal modern nyatanya tidak ada satupun membahas terkait permasalahan etika, terkecuali pada teori distribusi. Hal itupun hanya sebatas teori distribusi. Metode penelitian ini menggunakan studi liberary. Hasil dari pembahasan ini menunjukan bahwa kebijakan fiskal dalam Islam sejak zaman nabi SAW hingga saat ini selalu menggunakan sistem anggaran berimbang (balanced budget) yang pengelolaan nya melalui baitul mal. Instrument yang dikembangakan dalam kebijakan fiskal Islam antara lain zakat, infaq, shadaqah, wakaf, ghanimah, fa’i, kharaj, jizyah, u’shur, dan khumus.This research examines how fiscal policy theory is applied in Islamic economics during the time of Rosullah SAW, the time of the Companions of the Prophet until now, and how fiscal policy is implemented in Indonesia. Fiscal policy is a policy that regulates or manages state revenues and expenditures with the goal of promoting economic development and maintaining stability. Government revenues and expenditures are one of the fiscal policy instruments. However, with the exception of distribution theory, none of the modern fiscal policy literature discusses ethical issues. Even so, it is only applicable to distribution theory. A library study is used in this research method. The outcomes of this discussion show that fiscal policy in Islam has always used a balanced budget system (a balanced budget) that is managed through Baitul Mal since the time of the Prophet SAW until now. Zakat, infaq, shadaqah, waqf, ghanimah, fa’i, kharaj, jizyah, u’shur, and khumus are examples of Islamic fiscal policy instruments
INTERNALIZATION OF SHARIA VALUES IN THE BUSINESS MODEL CANVAS OF 35 BANDUNG MOTORCYCLE RENTAL COMPANY Nabiel karamy; Udin Saripudin
Journal of Management and Islamic Finance Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Management and Islamic Finance
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing number of tourists in Bandung post-Covid-19 presents a strategic opportunity for companies providing motorbike rental services in the city. This opportunity requires a precise response from both established motorbike rental businesses and entrepreneurs looking to enter the motorbike rental industry. One appropriate response is the development of a well-thought-out business model to effectively capitalize on this opportunity. The use of the Business Model Canvas (BMC) as a tool for formulating the business model proves highly beneficial in crafting such a plan. This model is not only designed to maximize profits but also serves as a framework for internalizing Sharia values. Through qualitative methods, the research findings indicate that by internalizing Sharia values within the BMC, the Rental Motor 35 Bandung Company can create a sustainable and ethical business model that provides positive benefits not only to customers but also to the community and the environment. This alignment supports a business vision in line with Islamic ethical values.
REPOSISI BMT SEBAGAI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH PRO RAKYAT Saripudin
Al'Adalah Vol. 17 No. 2 (2014)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syariah economic development especially in the field of financial institutions and banks so rapidly. This can be seen from the development of the number of Syariah Banks and Syariah banking turnover increasing from year to year . But the development of Syariah Banks are still not even maybe not at all perceived by the poor. They still do not have access to banking industry. This writing try elaborating on a model of Syariah Financial Institutions that can be more pro people by trying to do compare between Syariah Bank and BMT (Financial Institution non Bank). From the comparation known that more BMT become allows Syariah Financial Institutions for the poor (pro the people) because as financial institutions non bank, BMT not bound with Bank Indonesia Regulations.
THE IMPACT OF HOARDING GOODS (IHTIKAR) ON THE MARKET FROM AN ISLAMIC PERSPECTIVE Faisal, Farid; Rozalina, Rozalina; Saripudin, Udin
El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 5, No 1 (2025): Januari (El-Ecosy: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/eeki.v5i1.4785

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kegiatan menimbun barang (ihtikar) terhadap mekanisme pasar dalam perspektif Islam. Penimbunan barang untuk keuntungan besar sering memicu kenaikan harga dan kelangkaan, merugikan perekonomian. Dalam Islam, praktik ini dianggap melanggar prinsip keadilan, transparansi, dan keseimbangan ekonomi, serta dilarang karena dapat merugikan masyarakat dan menciptakan ketidakstabilan pasar.  Penelitian ini menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari kegiatan menimbun barang dengan menggunakan pendekatan fiqh muamalat dan ekonomi syariah. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji regulasi pasar dalam hukum Islam serta solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi dampak negatif menimbun barang, seperti kebijakan pengendalian harga yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menimbun barang dilakukan secara perorangan/individu dan secara kelompok. Kegiatan menimbun barang bertentangan dengan ajaran Islam serta membawa dampak negatif yang signifikan, di antaranya menyebabkan kenaikan harga barang, kelangkaan barang/pasokan, inflasi, dan memicu fenomena panic buying. Selain itu, praktik ini sangat merugikan konsumen, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah, yang paling rentan terhadap perubahan harga dan ketersediaan barang. Dampak lainnya adalah kerusakan mekanisme pasar, yang menyebabkan kenaikan harga karena perbuatan secara sengaja. This study aims to analyze the impact of hoarding goods (ihtikar) on market mechanisms from an Islamic perspective. Hoarding goods for significant profits often triggers price hikes and shortages, harming the economy. In Islam, this practice violates the principles of justice, transparency, and economic balance. It is prohibited as it harms society and creates market instability. This research examines the social and economic impacts of hoarding goods using a fiqh muamalat and Islamic economics approach. Additionally, it explores market regulations in Islamic law and offers solutions to mitigate the negative impacts of hoarding, such as implementing price control policies by Shariah principles. The study employs the library research method. The findings indicate that hoarding goods is conducted both individually and in groups. Such activities contradict Islamic teachings and have significant adverse effects, including price increases, shortages of goods or supply, inflation, and triggering panic buying phenomena. Furthermore, this practice severely disadvantages consumers, particularly the lower-middle-class population, who are most vulnerable to price changes and product availability. Another impact is the disruption of market mechanisms, leading to price increases intentionally caused by hoarding practices.
TRANSISI PERILAKU KONSUMEN ISLAMI: TINJAUAN TERHADAP TREN BELANJA ONLINE DI ERA DIGITAL Dewi, Fitri Kurnia; Sari, Delvita; Saripudin, Udin
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Fe
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/esha.v10i2.1370

Abstract

Penelitian ini membahas isu transisi perilaku konsumen Islami dalam konteks belanja daring di era digital, yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi dan tuntutan terhadap kepatuhan pada prinsip syariah. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor utama yang memengaruhi keputusan konsumen Muslim, seperti kesadaran syariah, norma sosial, dan kemudahan akses terhadap produk halal melalui platform e-commerce. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengintegrasikan teori perilaku Islami dengan dinamika teknologi digital untuk memberikan pemahaman yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen Muslim memiliki preferensi tinggi terhadap produk halal yang didukung oleh kepercayaan pada platform syariah yang transparan dan berkomitmen pada nilai-nilai Islami. Selain itu, norma sosial dan kemudahan teknologi digital terbukti memainkan peran penting dalam membentuk pola konsumsi Islami di era digital. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan utama, seperti perlunya edukasi konsumen tentang transaksi berbasis syariah dan pengembangan inovasi teknologi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi pengembangan e-commerce berbasis syariah yang kompetitif, etis, dan berkelanjutan di tengah persaingan global.
Implementasi Implementasi Teori Maqashid Syariah Dalam Fikih Muamalah Kontemporer Siti Nurul Huda; Udin Saripudin
Maro: Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/maro.v5i1.1851

Abstract

Maqashid Syariah Asy-Syatibi merupakan salah satu alat untuk mencermati dan mengimbangi realitas kontemporer itu dimana dan kapan saja. Ini karena tujuannya sangat universal dan bisa terekam dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam fikih muamalah tradisional maupun kontemporer. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan mengkaji keperpustakaan dari berbagai sumber buku. Hasil dalam penelitian ini adalah Dalam praktik kontemporer, penggunaan maqashid Syariah tidak lepas dari kebutuhan Muslim sehingga diimplementasikan dalam pemeliharaan harta (hifz al-mal) yang terekam dalam praktik asuransi syariah maupun reksadana syariah. Ini dapat menjamin harta seseorang akan kembali sesuai perjanjian yang telah disepakati jika terjadi musibah. Selanjutnya implementasi maqashid Syari`ah Asy-Syatibi itu dapat mendorong implementasi maqashid syariah secara bersamaan dalam transaksi jual beli modern ini setidaknya dapat diketahui dari kewajiban individu dengan individu lain untuk mewujudkan nilai sosial dalam masyarakat seperti tolong individu dengan individu lain untuk mewujudkan nilai sosial dalam masyarakat seperti tolong menolong, saling membutuhkan tukar menukar, dan lain-lain. Kewajiban inilah yang disebut sebagai dharuriyat. Semtara ijab dan qabul dalam proses transaksinya adalah hajiyat, sedangkan model transaksinya dapat diklasipikasikan sebagai aspek tahsiniyat.
Co-Authors Agus Prakarsa Yuristama Agus Prakarsa Yuristama Alamsyah, Indra Fajar Allika Rafaldini Andi Fika Widuri Andri Purnawan Anshori, Arif Rijal Aprianti, Lita Dewi Arky Nafisa Beladiena Azzahra, Aliya Nabila Bayu Agnia Np Beladiena, Arky Nafisa Billah, Muwwahid Cecep Kusmana Dadang Komara Deden Gandana Madjakusumah Dhanisa Leryan Dhea Andini Nathania Diajeng Ayunda Candra Kirana Didjaya Prawinata, Raden Bhatara Dudung Ali Nurdin Elan Jaelani, Elan Faisal, Farid Fatriany, Fenny Fenny Fatriany Firmansyah, Andre Fitri Kurnia Dewi, Fitri Kurnia Hafid Hudzaefi Handri Handri Handri, Handri Hery Widijanto Hoerurohman, Aditya Ihwanudin , Nandang iil waludi Ilham, Muhammad Satriana Ilham, Satria Intan Nurrachmi Intan Puspita Isti Khairani Iwan Permana Iwan Permana Juliana Juliana Karamy, Nabiel Khairani, Isti Lina Nugrawati Hatlessy Liza Dzulhijjah M Munir Asrori Mahyar - Mahyar Mastuhi Mauladi, Mochammad Syukria Maulana, Ruly Maulida, Ira Siti Rohmah Meiki Muttaqien Milleni Sumalati Mita Qurrota Ayunin Mochamad Afif Zacharias Masyhur Mohammad Wildan Alghifari Zain Muhamad Ikhsan Gunawan Mubarok Muhammad Daffa Naufaldi Muhammad Rafif Mustapa, Hasan Muttaqien, Meiki Nabiel Karamy Nabiel karamy Nandang Ihwanudin Nanik Eprianti Neneng Hasanah Neng Dewi Himayasari Neng Dewi Himayasari Nunung Nurhayati NUR EFENDI Nurhasanah Nurhasanah Nurlaeli, Suci Nuzula, Zia Firdaus Panji Adam Agus Putra Purwoko, Agus Raden Bhatara Didjaya Prawirawinata Rahmi Khaerani Agustinah Redi Hadiyanto Ridwan Ibnu Asikin Ridwan, Ridwan Rosida, Rida Rozalina, Rozalina Rozalina Sari, Delvita Sina Lailatus Shafa Siti Asiyah Nur Arifah Siti Nurul Huda Suci Nurlaeli Suryani , Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Syifa nurfadhilah Syifa Syifa Nurulia Syifa Rahmalia Ridwani Titin Karlina Widuri, Andi Fika Yayan Yayan Yayat Rahmat Hidayat Yuristama, Agus Prakarsa Yusup, Akhmad Zia Firdaus Nuzula Zilan Fauzi Rahman