Claim Missing Document
Check
Articles

Kebutuhan Jumlah Pakan Pada Pemeliharaaan Ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) Di Kolam Ikan Hary Triyanto; Rosmawati Rosmawati; Ani Widiyati
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.435 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.426

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah pemberian pakan terbaik terhadap pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan pada ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengakap dengan 3 perlakuan dan masing-masing  3 ulangan untuk setiap perlakuan. Percobaan menggunakan benih ikan Tengadak dengan rataan bobot 0,69 g dan panjang 3,7 cm, masing-masing kolam berisi 120 benih ikan. Perlakuan adalah jumlah pemberian pakan 3% (A), 6% (B), dan 9% (C) dari biomassa ikan per hari. Pertambahan  bobot mutlak, pertambahan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, tingkat kelangsungan hidup, efisiensi pakan, dan kualitas air dievaluasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang nyata diantara perlakuan (P<0,05) terhadap pertambahan  bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, dan efisiensi pakan, tetapi tidak ada perbedaan yang nyata (P>0,05) diantara perlakuan terhadap pertambahan panjang mutlak dan tingkat kelangsungan hidup. Pertambahan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian terbaik diperoleh pada perlakuan C, masing-masing  9,79±1,70 g dan 6,03±0,36 %, tetapi efisiensi pakan terbaik diperoleh pada perlakuan A (173,11±34,34%).   Key Words: Jumlah pemberian pakan, benih ikan Tengadak, pertumbuhan, efisiensi pakan
Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Nilem (Osteochillus hasselti) Yang Dipelihara Pada Tingkat Kepadatan Berbeda Angki Ismayadi; Rosmawati Rosmawati; Mulyana Mulyana
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.916 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kepadatan terbaik untuk menghasilkan kelangsungan hhidup dan sintasan ikan Nilem.  Sebanyak 960 ekor benih ikan Nilem berukuran 3-7 cm digunakan dalam penelitian ini.  Percobaan ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan masing-masing 3 ulangan.  Perlakuan terdiri dari tingkat kepadatan 1, 3, 5, dan 7 ikan/liter air.  Parameter yang diamati adalah pertumbuhan bobot badan mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kelangsungan hidup (SR), dan kualitas air.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan menghasilkan pengaruh signifikan (P<0,05) untuk  pertumbuhan panjang mutlak, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap SR dan pertumbuhan bobot badan mutlak.  Pertumbuhan panjang mutlak pada perlakuan 1, 3, dan 7 ikan/liter air tidak berbeda nyata.  Pertambahan panjang mutlak pada perlakuan 5 ikan/liter air berbeda dngan perlakuan 1 dan 3 ikan/liter air tetapi tidak berbeda dengan perlakuan  7 ikan/liter air.  Kualitas air percobaan adalah DO  2,33-6,14 ppm, suhu 28-30˚C, pH 5,52-6,96, CO2 1,99-35,95 ppm, dan NH3 0,025-0,050 ppm.  Tingkat kepadatan 1 dan 7 ikan/liter air tidak berbeda untuk SR dan sintasan ikan Nilem berukuran 3-7 cm. Kata Kunci: Bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kualitas air, tingkat kepadatan. 
Efektivitas Penggunaan Asam Formiat Dan Propionat Pada Pembuatan Silase Darah Terhadap Nilai Kecernaan Tepung Darah Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Rosmawati Rosmawati; Reza Samsudin
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.604 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis asam formiat dan propionat yang tepat pada pembuatan silase darah yang dapat meningkatkan kecernaannya pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan kontrol (Darah tanpa disilase), silase dengan dosis asam foemiat dan propionat (3:0%; 2,25:0,75%; 1,5:1,5%; 0,75:2,25%; 0:3%). Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila dengan bobot rata-rata 7,0 gram/ekor dengan padat tebar 20 ekor/akuarium. Parameter yang diamati yaitu nilai kecernaan protein, kecernaan lemak, kecernaan energi, dan kecernaan total. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian dosis asam yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap nilai kecernaan protein, kecernaan lemak, kecernaan energi, dan kecernaan total pada ikan nila. Perlakuan pemberian silase dengan dosis asam formiat dan propionat 1,5:1,5% dapat meningkatkan nilai kecernaannya pada ikan nila, dengan nilai kecernaan protein 94,66%, kecernaan lemak 88,71%, kecernaan energi 92,58%, dan kecernaan total 90,27%.Kata kunci : Silase darah, Asam formiat dan propionat, Kecernaan, Ikan Nila
Penggantian Tepung Ikan Dengan Tepung Ikan Asin Bawah Standar Dalam Formulasi Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Heni Nurhasanah; Rosmawati Rosmawati; Titin Kurniasih
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.934 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.441

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui level inklusi optimal tepung ikan asin bawah standar dalam formulasi pakan ikan Nila sebagai pengganti tepung ikan. Perlakuan terdiri atas penggunaan tepung ikan asin bawah standar dengan dosis 0%, 4%, 8%, 13%, dan 17%. Laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, konsumsi pakan, tingkat kelangsungan hidup, dan kualitas air telah dievaluasi. Kisaran laju pertumbuhan spesifik, konsumsi pakan, efisiensi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup adalah 2,50-2,58%, 56,84-60,69%, 292,44-297,45 g, dan 97,78-100,00%. Tepung ikan asin bawah standar sebagai pengganti tepung ikan dalam formulasi pakan dapat mengganti sebanyak 17%. Kata kunci: Tepung ikan asin bawah standar, substitusi, Ikan Nila, pertumbuhan, efisiensi pakan, konsumsi pakan
Pengaruh Pemberian Pakan Alami Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Maanvis (Pterophyllum scalare) Agung Agung; Fia Sri Mumpuni; Rosmawati Rosmawati
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.146 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.863

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui jenis pakan alami yang menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang tinggi untuk benih ikan Maanvis. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan, yaitu A (Tubifex sp. hidup), B (Cacing darah beku), dan C (Daphnia sp. beku). Ikan yang dipergunakan ialah benih ikan Maanvis berukuran 3,0 – 3,5 cm dan diberi pakan secara ad libitum 3 kali sehari. Parameter yang diukur meliputi kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Pemberian pakan alami berupa Tubifex sp. memberikan pertumbuhan bobot dan panjang total terbaik yaitu 3,05 g dan 2,64 cm. Pertumbuhan bobot dan panjang total terendah pada perlakuan pemberian pakan Daphnia sp. yaitu 0,61g dan 0,84 cm. Semua perlakuan menghasilkan kelangsungan hidup 100%.
Peningkatan Imunitas Benih Ikan Gurame (Osphronemus gouramy Lac.) Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila Menggunakan Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Freddi Susandi; Mulyana Mulyana; Rosmawati Rosmawati
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.313 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis rosella yang menghasilkan  imunitas benih ikan Gurame yang diuji tantang dengan menggunakan bakteri  Aeromonas hydrophila. Penelitian ini menggunakan dua tahap. Penenlitian tahap pertama adalah penentuan LD50 selama 96 jam dan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis bakteri A. hydrophila yang digunakan pada uji LD50 adalah 104 cell/mL, 105 cell/mL, 106 cell/mL, 107 cell/mL dan Kontrol (0 cell/mL). Mortalitas benih ikan Gurame dievaluasi. Pada penelitian tahap kedua, benih ikan Gurame dipelihara selama 30 hari dan diberi pakan berdasarkan perlakuan. Perlakuannya adalah A (Kontrol, 0 g rosella/kg pakan), B (20 g rosella/kg pakan), dan C (30 g rosella/kg pakan). Setiap perlakuan diulang 4 kali. Setiap ekor ikan Gurame diuji tantang dengan menggunakan 103 sel Aeromonas hydrophila pada uji tantang pertama dan 104 sel Aeromonas hydrophila pada uji tantang  kedua untuk penentuan imunitas terbaik. Mortalitas, total leukosit, total eritrosit, hemoglobin, hematokrit dan indeks fagositik dievaluasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa LD50 adalah 104 sel/mL. Penelitian tahap kedua memperlihatkan adanya perbedaan saangat nyata  (P<0,01) diantara perlakuan terhadap mortalitas benih ikan Gurame.  Dosis rosella terbaik adalah 30 g rosella/kg pakan  dengan mortalitas ikan Grame sebesar 8,26%, total leukosit  6,873 x 105 sel/mm3, total eritrosit 2,043 x 106 sel/mm3, hemoglobin 6,55 g%, hematokrit 20,59% dan indeks fagositik 64%.
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gurami yang Diberi Pakan Mengandung Bunga Rosella dengan Dosis yang Berbeda Laela Nurhafiah; Rosmawati Rosmawati; Mulyana Mulyana
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.513 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bunga rosella (Hibiscussabdariffa L.) yang akan menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup terbaik benih ikan gurami (OsphronemusgouramyLac.).Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis rosella yang berbeda, yaitu : perlakuan A (0 g rosella/kg pakan), perlakuan B (20 g rosella/kg pakan), dan perlakuan C (30 g rosella/kg pakan). Ikan yang digunakan adalah benih ikan gurami dengan ukuran 2-3 g dengan padat tebar 40 ekor/akuarium. Parameter percobaan yang diamati selama penelitian adalah laju pertumbuhan harian, derajat kelangsungan hidup, efisiensi pakan. Hasil penelitian mempertunjukkan bahwa pemberian pakan dengan kandungan rosella yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan harian, derajat kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan. Perlakuan pemberian dosis 20 g rosella/kg pakan menghasilkan laju pertumbuhan harian, derajat kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan terbaik yaitu 1,041%, 68,88%, 17,729%. Kata kunci : Ikan gurami, bunga rosella, pertumbuhan, kelangsungan hidup
THE INFLUENCE OF STOCKING DENSITY AGAINST SURVIVAL RATE OF CATFISH (Clarias gariepinus) ON RECIRCULATION SYSTEM anjas adi santoso; muarif muarif; rosmawati rosmawati
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.203 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1267

Abstract

One of the technologies to keep the water quality remains optimal ias a recirculation system. This research is aimed to determine the influence of denisity of catfish (Clarias gariepinus) on the recirculation system. Fish test used is catfish fry the age of 2 weeks with average weight 0.58 g and an average length of 2.7 cm as much as 10,000 fish. The experimental research used completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The treatments were A (20 fish/liter of water), B (30 fish/liter of water), C (40 fish/liter of water) and D (50 fish/liter of water). The survival rate, the feed efficiency, and water quality has been observed. The results of research showed that the survival rate and the feed efficiency were significantly different (P<0.05). The highest survival rate in this research was in the treatment A (20 fish/liter of water) that was 70.5%. The stocking density of catfish fry of 20 fish/liter of water can be used as basis for  the maintenance of catfish fry for reach the optimal survival rate. Key words: Catfish, survival rate, feed efficiency, recirculation
The brood maturation of Hard-Lipped Barb (Osteochilus hasselti) with Technique of Implantation Using Human Chorionic Gonadotropin dian azhar semidang; fia sri mumpuni; rosmawati rosmawati
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.435 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1269

Abstract

This research was aimed to know the best dosage of  HCG (Human Chorionic Gonadotropin) for the brood maturation of hard-lipped barb. The experiment design has been conducted  were completely random design with 4 treatments and 3 replications. The treatments are A (Control, without hormone), B (with HCG dosage of  250 IU), C (with HCG dosage of  500 IU), and D (with HCG dosage of  750 IU). The development of egg diameter, the success of spawning, fecundity, fertilization rate, and water quality (chemical and physical) have been evaluated. The results of research showed that treatment C gives the best results for the egg maturation of hard-lipped barb. Key words: Hard-lipped barb, HCG, the maturity of egg, fecundity
The Use of Blood Flour as a Substitute for Fish Meal in Feed of BEST Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) feri supriadi; rosmawati rosmawati; titin kurniasih
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.498 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1271

Abstract

This research was aimed to determine the optimum level of inclusion of blood flour in feed formulaton of Nile Tilapia as a substitute for fish meal. The materials of this research are a feed and Nile Tilapia with an average weight of 17 g of a total of 120 fingerling. The experiment design has been conducted  were completely random design with 5 treatments and 3 replications. The treatments are the substitution of fish meal with the blood flour of  0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. Spesific growth rate, the mount of feed consumption, food efficiency,  survival rate, and water quality has been evaluated.  The results of research showed that spesific growth rate  and food efficiency were significantly different between treatments (P<0.05), and the highest of spesific growth rate  and food efficiency there are on treatment D (the substitution of fish meal with the blood flour of 75%) each 1.75% and 63.45%. The lowest of spesific growth rate  and food efficiency there are on treatment A (the substitution of fish meal with the blood flour of  0%) each 1.42% and 48.98%. The blood fluor as a substitution of fish meal in artificial feed for Nile Tilapia can substitute the fish meal of 100% with level of inclusion of  9% in feed formulation. The combination between the blood fluor and fish meal give the best of  growth performance and feed efficiency. Key words: Nile Tilapia, feed efficiency, survival rate, growth rate
Co-Authors . Zulfan Abd. Rasyid Syamsuri Abu Asyari Adek Ayu Sakinah Adina Sari Pratiwi Afiany Firdausa Br Purba Agung Agung Akmal Umar Alfin Prasetya Aliem Bahri Alvida Hepbri Yusa Angelicha Tangke Tasik Angki Ismayadi Ani Widiyati anjas adi santoso Annisa Widya Arindya Yulia FR Arwiah Arwiah Auliani Rahmi Putri Baharuddin Dammar Budi Tri Rahardjo, Ak., M.Ak., CA Cakranegara, Pandu Adi Ceria Galossa Victoria Daviq Chairilsyah Delpianti Delpianti Desi Ratna Sari dian azhar semidang Dian Miftahul Jannah Diana Dwi Handayani Dicky Setiady Dina Zakiyah Donal Donal Eka Wijaksanah Ellyas Yumte Elni Yakub Epon Nur&#039;aeni eri setiadi Erma Sopianti Febrianti Febrianti Febrina Novitasari Ferdiansyah Putra feri supriadi Fia Sri Mumpuni Fiska Dwi Rahmadani Fitri Ariantini Fitri H. Susanto Fitri Rahmadani Fitri Yanti Fitriana Rahayu Freddi Susandi Galuh Ratna Handari Gita Sartiva Parinussa Hajering Hajering Hapzi Ali Hary Triyanto Harys Yusdar Rizki Helmida Yani Hendra Suparman Heni Nurhasanah Heryana Mahdani Zahra Ningrum IinInnayah IinInnayah Irvan Kurnia Jamhari Jamhari Juan Fakkach Tulak Allo Khadijah thahir Muda Khairiyah Khadijah La Ode Abdul Rajab Nadia Laela Nurhafiah Laode Muhamad Hazairin Nadia Leni Rahmawati Liza Wati Meidil Suhadi Mhd Muhdori Monica Octaryenza Muarif Muarif Muhammad Rijal Muhammad Rizki Maulana Mulyana Mulyana Ni Ketut Nuratni Nirwana Herda Riana Novika Nugraheni Nur Wahyuni Nuri Aslami Ode Yahyu Herliany Yusuf Oktarumaila Oktarumaila Olly Safitri Perdi Afriansyah Piliana, Wa Ode Pipit Nopriani Raden Poppy Shafira Angelia Rahma Pertiwi Ratu Betta Rudibyani Reca Reca Reski Amaliah Reza Samsudin Ridho Julianto Rika Putri Handayani Rizka Yulia Putri Robiyandi Robiyandi Roby Maiva Putra Sabaria Sabaria Sahrunayanti Sahrunayanti Sally Melia Murfi Salma Salma SARAH SARAH Sarliana Sarliana Shandra R Sugianto Silvia Ulfa Siska Mardes Siska Ulandari Siti Hajar Siti Helmyati Sofia Amalia Sofiah Sofiah Suriyanti Suriyanti Tasviri Efkar Titin Kurniasih Tiurma Aritonang Tri Uji Rahmawati Tri Umari Wa Ode Nursukma Ningsih Wika Bia Adita Wita Andika Yanti Permata Sari Yenni Wahyuni Yoga Indrawan Yundari, Yundari Yusriana, Yusriana Zulfaan Saam